You are on page 1of 21

MAKALAH

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

DISUSUN OLEH:
Ade Buyung Ramadhan Istiqomah Nabila A.A
Anis Sumardiani Kenny Rizki Jannah
Ayu Puspita Fitriani Monica Pudji Astuti
Devita Kumala Dewi Mutmainnah
Diah Putri Azhari Nabila Arista Ningrum
Dianah Rezqi Salsabila Ofi Maisanur R
Ermilian Hana Runtuwene Selfi Ayu Aprilia
Fatih Fathanah Gisla Try Satyo Witanto
Fenny Paradina Alydrus Wiwin Hariyani
Husnul Lail Zaldy Alfanda Hidayat

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala curahan rahmat
dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah sistem
pencernaan ini. Adapun makalah sistem pencernaan pada manusia ini telah penulis
usahakan dengan semaksimal mungkin. Penulis sangat berterima kasih kepada
berbagai pihak atas bantuannya, sebab penulis dapat dengan lancar dalam membuat
makalah ini.

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui organ-organ dari sistem


pencernaan beserta fungsinya. Adanya makalah ini sangat diharapkan dapat
menambah serta memperkaya ilmu pengetahuan tentang sistem pencernaan pada
manusia. Namun tidak lepas dari semua itu, penulis sangat menyadari sepenuhnya
bahwa penulisan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Banyak
kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa maupun dari segi lainnya. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari
pembaca sehingga penulis dapat memperbaiki makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Penulis berharap semoga dari makalah ini, pembaca dapat mengambil hikmah dan
manfaatnya sehingga dapat memberikan informasi dan inspirasi terhadap pembaca.
Amin.

Samarinda, 09 Desember 2016

Penulis

i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap manusia memerlukan makanan untuk pertumbuhan dan


perkembangannya. Makanan tersebut akan diolah oleh tubuh menjadi energi
melalui proses pencernaan. Organ-organ tubuh yang berperan dalam proses
pencernaan mengubah makanan menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tubuh.
Hal ini disebabkan tubuh kita tidak dapat menyerap makanan dalam bentuk yang
kita makan. Makanan tersebut harus diubah menjadi bentuk yang lebih kecil lagi,
bahkan dalam bentuk senyawa-senyawa sederhana. Agar diperoleh senyawa-
senyawa sederhana yang dapat diserap tubuh, makanan yang kita makan harus
melalui serangkaian proses pencernaan. Proses pencernaan makanan meliputi
ingesti, digesti, absorpsi dan eliminasi.

Saluran pencernaan pada manusia memiliki panjang sekitar 9,5 meter,


dari mulut hingga anus. Makanan membutuhkan waktu 24 jam atau lebih untuk
dapat melewatinya. Saluran pencernaan meliputi organ-organ pencernaan dan
organ-organ penghasil getah pencernaan. Organ-organ pencernaan makanan
pada manusia terdiri atas mulut (kavum oris), kerongkongan (esofagus),
lambung (ventrikulus), usus kecil (intestinum), usus besar (kolon), rektum dan
anus. Sementara itu, organ penghasil getah pencernaan terdiri atas pankreas dan
hati.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari sistem pencernaan?
2. Apa saja organ-organ yang terdapat dalam sistem pencernaan?
3. Apa saja istilah-istilah dalam sistem pencernaan?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari sistem pencernaan
2. Untuk mengetahui organ-organ yang berperan dalam sistem pencernaan
3. Untuk mengetahui istilah-istilah dalam sistem pencernaan

D. Manfaat
1. Mengetahui definisi dari sistem pencernaan
2. Mengetahui organ-organ yang berperan dalam sistem pencernaan
3. Mengetahui istilah-istilah dalam sistem pencernaan

1
BAB II

ISI

A. Definisi Sstem Pencernaan


Sistem pencernaan atau sistem gastrointernal (mulai dari mulut sampai
anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima
makanan, mencernanya menjadi zat – zat gizi dan energi, menyerap zat – zat
gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat
dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh (Pearce, 2009)1.
B. Organ – Organ
1. Rongga Mulut
Rongga mulut adalah jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi
organ aksesoris yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Rongga
vestibulum terletak diantara gigi, bibir, lidah, dan kelenjar saliva.
a. Bibir tersusun dari otot rangka (orbikularis mulut) dan jaringan ikat.
Organ ini berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara.
1) Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel
rambut, kelenjar keringat serta kelenjar sebasea.
2) Area transisional memiliki epidermis transparan. Bagian ini
tampak merah karena dilewati oleh banyak kapiler yang dapat
terlihat.
3) Permukaan dalam bibir adalah membran mukosa. Bagian fenulum
labia melekatkan membran mukosa pada gusi di garis tengah.
b. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulum lingua. Lidah
berfungsi untuk menggerakkan makanan saat dikunyah atau ditelan,
untuk pengecapan, dan dalam produksi wicara.
1) Otot - otot ekstrinsik lidah berawal pada tulang dan jaringan di luar
lidah serta berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan.
2) Otot - otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke
berbagai arah untuk membentuk sudut satu sama lain. Ini

1
Vila Yuniati, Lina Chenliyana, Anatomi Fisiologi: Bidang Keahlian Kesehatan untuk SMK/MAK
(Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2015), hlm. 20.

2
memberikan mobilitas yang besar pada lidah.
3) Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada
permukaan dorsal lidah. Papila - papila ini menyebabkan tekstur
lidah menjadi kasar.
a) Papila fungiformis dan papila sirkumvalata memiliki kuncup-
kuncup pengecap.
b) Sekresi berair dari kelenjar Von Ebner, terletak di otot lidah,
bercampur dengan makanan pada permukaan lidah dan
membantu pengecapan rasa.
4) Tonsil- tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga
bagian belakang lidah
c. Kelenjar saliva mensekresi saliva ke dalam rongga mulut. Saliva terdiri
dari cairan encer yang mengandung enzim dan cairan kental yang
mengandung mukus.
a. Ada tiga pasang kelenjar saliva.
 Kelenjar Parotid adalah kelenjar saliva terbesar, terletak agak ke
bawah di depan telinga dan membuka melalui duktus parotid
(stensen) menuju suatu elevasi kecil (papila) yang terletak
berhadapan dengan gigi molar kedua pada kedua sisi.
 Kelenjar submaksilar (submandibular) kurang lebih sebesar
kacang kenari dan terletak di permukaan dalam pada mandibula
serta membuka melalui duktus Wharton menuju ke dasar mulut
pada kedua sisi frenulum lingua.
 Kelenjar sublingua terletak di dasar mulut dan membuka melalui
duktus sublingua kecil menuju ke dasar mulut.
b. Komposisi saliva. Saliva terutama terdiri dari sekresi serosa, yaitu
98% air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion
(natrium, klorida, bikarbonat, dan kalium). Sekresi mukus yang
lebih kental dan lebih sedikit mengandung glikoprotein (musin), ion,
dan air.

3
 Fungsi saliva :
1. saliva melarutkan makanan secara kimia untuk pengecapan rasa.
2. Saliva melembabkan dan melumasi makanan sehingga dapat di
telan.
3. Saliva juga memberikan kelembapan pada bibir dan lidah
sehingga terhindar dari kekeringan.
4. Amilase pada saliva mengurangi zat tepung menjadi
polisakarida dan maltosa.
5. Zat antibakteri dan antibodi dalam saliva dalam saliva berfungsi
untuk membersihkan rongga mulut dan membantu memelihara
kesehatan mulut serta mencegah kerusakan gigi.
 Kendali saraf pada sekresi saliva :
1. Aliran saliva dapat dipicu melalui stimulus psikis (pikiran akan
makanan), mekanis (keberadaan makanan), atau kimiawi (jenis
makanan).
2. Semua kelenjar saliva dipersarafi serabut simpatis dan
parasimpatis.
3. Volume dan komposisi saliva bervariasi sesuai jenis stimulus
dan jenis inervasinya (sistem simpatis dan parasimpatis).
a) Stimulasi parasimpatis mengakibatkan vasodilatasi
pembuluh darah dan sekresi berair (serosa) yang banyak
sekali.
b) stimulasi simpatis mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh
darah dan sekresi mukus yang lebih kental dan lengket. Obat-
obatan yang mengandung penghambat kolinergik
(neurotransmiter parasimpatis) mengakibatkan terjadinya
sensasi mulut kering.
c) Pada manusia normal, saliva yang disekresi permenit adalah
sebanyak 1 ml. Saliva yang disekresi dapat mencapai 1 L
sampai 15 L dalam 24 jam.

4
d. Gigi
Gigi tersusun dalam kantong - kantong (alveoli) pada mandibula dan
maksila.
1) Anatomi gigi
1. Setiap lengkung barisan gigi pada rahang membentuk lengkung
gigi. Lengkung bagian atas lebih besar dari bagian bawah
sehingga gigi-gigi atas secara normal akan menutup (overlap)
gigi bawah.
2. Manusia memiliki 2 susunan gigi : gigi primer, gigi susu, dan gigi
permanen (sekunder).
a) Gigi primer dalam setengah lengkungan gigi (dimulai dari
ruang di antara dua gigi depan) terdiri dari dua gigi seri, satu
taring, dan dua graham. Untuk total keseluruhan 20 gigi.
b) Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun.
Setengah dari lengkungan gigi terdiri dari dua gigi seri, satu
taring, dua premolar (bikuspid), dan tiga graham (trikuspid).
Untuk total keseluruhan 32 buah. Geraham ketiga disebut gigi
bungsu.
2) Komponen gigi
1. Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Satu sampai tiga akar
yang tertanam terdiri dari bagian gigi yang tertanam ke dalam
prosesus (kantong) alveolar tulang rahang.
2. Mahkota dan akar bertemu pada leher yang diselubungi gingiva
(gusi).
3. Membran peridontal merupakan jaringan ikat yang melapisi
kantong alveolar dan melekat pada sementum di akar. Membran
ini menahan gigi di rahang.
4. Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar,
berisi pulpa gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf.
Saluran akar membuka ke tulang melalui foramen apikal.
5. Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian

5
terbesar gigi. Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email
dan dibagian akar oleh sementum. Email terdiri dari 97% zat
anorganik (terutama kalsium fosfat) dan merupakan zat terkeras
dalam tubuh. Zat ini berfugsi melindungi, tetapi dapat tererosi
oleh enzim dan asam yang diproduksi bakteri mulut dan
mengakibatkan karies gigi. Fluorida dalam air minum atau yang
sengaja dikenakan pada gigi dapat memperkuat email.
c. Fungsi gigi.
Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan).
Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian
kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus
makanan yang dapat ditelan.2

2. Faring
Faring (tekak) merupakan organ yang menghubungkan rongga
mulut dengan kerongkongan panjangnya (kira kira 12cm), terbentang tegak
lurus antara basis krani setinggi vertebrae servikalis VI, ke bawah setinggi
tulang rawan krikodea. Faring di bentuk oleh jaringan yang kuat (jaringan
oto melingkar), organ tepenting di dalamnya adalah tonsil yaitu sekumpulan
kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit. Untuk mempertahankan
tubuh terhadap infeksi, menyaring dan mematikan bakteri dan
mikroorganisme yang masuk melalui jalan pencernaan dan pernafasan.
Faring melanjutkan diri ke esofagus untuk pencernaan makanan.
Faring terdiri atas tiga bagian:
 Nasofaring (pars nasalis): bagian superior yang menghubungkan hidung
dengan faring. Bagian samping yang terdapat muara apertura tuba
auditorius(eustachi) yang menghubungkan nasofaring dengan telinga
tengah. Bagian atap dibentuk oleh lengkung tulang ossis oksipitalis.
Lapisan mukosa dinding belakang berlipat-lipat. Banyak ditemukan
limfoid yang di sebut tonsila faringeal.

2
Sloane,Ethela. 2003. Anatomi dan Fisiologi. (Samarinda: Gramedia,2016), hlm.281.

6
 Orofaring (pars oralis): Media yang menghubungkan rongga mulut dengan
faring. Pada bagian samping di temukan jaringan limfoid (tonsillar
palatina) tersembunyi dalam lekuk fossa tonalaris. Tonsil palatina adalah
jaringan limfoid dalam bentuk gopeng dapat di lihat dengan mudah
melalui mulut terbuka pada dinding samping, dilapisi oleh kapsul dan
melekat secara longgar pada M. Konstruktor superior faring. Tonsila
palatina, tonsila faringeal, dan tonsila lingualis membentuk lingkaran
jaringan limfoid yang disebut cincin waldeyer berfungsi untuk mekanisme
pertahanan tubuh terhadap infeksi kuman dari luar dengan cara
membunuhnya.
 Laringofaring: Bagian inferior yang menghubungkan laring dengan faring.
Bagian paling bawah laring berhubungan dengan faring, terbentang antara
hyoid sampai esophagus.3

Selama tahap orofaring menelan, makanan di arahkan kearah


esophagus dan dicegah agar tidak masuk ke saluran yang salah.

Menelan, secara umum dibagi menjadi dua tahap, tahap orofaring


dan tahap esophagus. Tahap orofaring berlangsung sekitar satu detik dan
berupa perpindahan bolus dari mulut melalui faring dan masuk ke
esophagus. Saat masuk faring sewaktu menelan , bolus diarahkan ke dalam
esophagus dan dicegah untuk masuk ke saluran lain yang berhubungan
dengan faring. Dengan kata lain, makanan harus dicegah untuk kembali ke
mulut, masuk ke dalam saluran hidung, dan masuk ke trakea. Semua ini
dilaksanakan melalui berbagai aktivitas terkoordinasi berikut ini.

 Makanan dicegah kembali ke mulut selama menelan oleh posisi lidah


menekan kelangit langit keras.
 Uvula terangkat dan tersangkut dibagian belakang tenggorokan, sehingga
saluran hidung tertutup dari faring dan makanan tidak masuk ke hidung.

3
Sherwood,laularee,Fisiologi manusia dari sistem ke sel(Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran
EGC,1996),hlm. 549.

7
 Makanan dicegah masuk ke trakea terutama oleh elevasi laring dan
penutupan erat pita suara melintasi laring atau glotis. Bagian awal trakea
adalah laring atau kotak suara., tempat pita suara terentang di dalamnya.
Selama menelan, pita suara melaksanakan fungsi yang tidak berkaitan
dengan berbicra. Kontraksi otot otot laring menyebabkan pita suara merapat
erat satu sama lain, sehingga pintu masuk glotis tertutup. Selain itu, bolus
menyebabkan suatu lembaran kecil jaringan ikat, epiglotis tertekan ke
belakang menutupi glotis yang menambah proteksi untuk mencegah
makanan masuk ke saluran pernafasan.
 Karena saluran pernafasan tertutup sementara saat menelan, pernafasan
terhambat secara singkat sehingga individu tidak mencoba melakukan usaha
yang sia-sia untuk bernafas.
 Dengan laring dan trakea tertutup, otot otot faring berkontraksi untuk
mendorong bolus ke dalam esophagus.4

Gambar 1.1 Orofaring

3. Esofagus
Esofagus merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan
lambung, panjagnya ± 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak
di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam ke luar:
 Lapisan selaput lendir (Mukosa)

4
Syaifuddin,.Anatomi Fisiologi : Kurikulum berbasis kompetensi untuk Keperawatan dan
Kebidanan(Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC,2010)hlm. 512.

8
 Lapisan submukosa
 Lapisan otot melingkar sirkuler
 Lapisan otot memanjang longitudinal
Esofagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung,
setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen
menyambung dengan lambung. 5 Kerongkongan (Esofagus) merupakan
saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju
ke lambung. Di dalam esofagus terdapat gerak peristaltik. Gerak peristaltik
dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan
otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Refleks menelan:
 Bolus makanan didorong oleh lidah ke bagian posterior
 Palatum lunak menutup saluran hidung
 Epiglotis menutup laring dan trakea
 Makanan masuk ke esofagus6

4. Lambung
Lambung atau gaster merupakan bagian dari saluran yang dapat
mengembang paling banyak terutama di bagian epigaster. Lambung terdiri
dari bagian atass fundus uteri berhubungan dengan esophagus melalui
orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma di depan pancreas dan limpa,
menempel di sebelah kiri fundus uteri.

5
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC
6
Yuniati, Vila dan Lina Chenliyana. 2016. Anatomi Fisiologi Bidang Keahlian Kesehatan.
Jakarta: Buku Kedokteran EGC hlm. 173

9
Gambar 1.2 Lambung

Bagian lambung terdiri dari:


1. Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri
osteum kardium dan biasanya penuh berisi gas.
2. Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian
bawah kurvatura minor.
3. Antrum pylorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang
tebal membentuk sfingter pylorus
4. Kurvatura minor, terdapat di sebelah kanan lambung, terbentang dari
osteum kardiak sampai ke pylorus.
5. Kurvatura mayor, lebih panjang dari kurvatura minor, terbentang dari sisi
kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke
pylorus inferior. Ligamentum gastrolienalis terbentang dari bagian atas
kurvatura mayor sampai ke limpa.
6. Osteum kardiak, merupakan tempat esofagus bagian abdomen masuk ke
lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.

Susunan lapisan dari dalam keluar, terdiri dari:


1. Lapisan selaput lendir, apabila lambung ini di kosongkan, lapisan ini akan
berlipat-lipat yang disebut juga rugae.
2. Lapisan otot melingkar (muskulus aurikularis).
3. Lapisan otot miring (muskulus obliqus).
4. Lapisan otot panjang (muskulus longitudinal).
5. Lapisan jaringan ikat/serosa (peritoneum).

Sekresi getah lambung mulai terjadi pada awal orang makan. Billa melihat
makanan dan mencium bau makanan maka sekresi lambung akan terangsang.
Rasa makna merangsang sekresi lambung karena kerja saraf menimbulkan
rangsanga kimiawi yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormone
yang disebut sekresi getah lambung. Getah lambung yang dihalangi oleh sistem

10
saraf simpati yang dapat tejadu pada waktu gangguan emosi seperti marah dan
rasa takut.

Fungsi lambung
1. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh
perisaltik lambung dan getah lambung.
2. Getah cerna lambung yang dihasilkan:
a. Pepsin, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan
pepton).
b. Asam garam (HCl), fungsinya mengasamkan makanan, sebagai
antiseptic, desinfektan dan membuat suasana asam pada pepsinogen
sehingga menjadi pepsin.
c. Renin fungsinya, sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk
kasein dari kasinogen (kasinogen dan protein susu).
d. Lapisan lambung jumlagnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak
yang merangsang sekresi getah lambung.7

7
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC

11
5. Usus Halus
Dari lambung, makanan (dalam bentuk kim) akan diteruskan ke dalam
usus halus. Masuknya kim ke usus halus diatur oleh otot sfingter pilorus.
Panjang usus halus pada orang dewasa adalah sekitar 5,5-7 m dengan
diameter sekitar 2,5 cm. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu usus dua
belas jari (duodenum), usus kosong (jejenum), dan usus penyerapan (ileum).
Didalam usus halus terjadi sebagian besar pencernaan secara kimia karena
dari dindingnya disekresi getah-getah pencernaan. Getah-getah pencernaan
tersebut berasal dari pankreas dan hati.
a. Duodenum
Duodenum (usus 12 jari) adalah bagian pertama usus halus yang 25 cm
panjangnya, berbentuk sepatu kuda, dan kepalanya mengelilingi kepala
pankreas. Saluran empedu dan saluran pankreas masuk ke dalam duodenum
melalui suatu lubang yang disebut ampula hepatopankreatika atau ampula
vateri, 10 cm dari pilorus.8
b. Jejunum
Jejunum adalah bagian pertama dan ileum adalah bagian kedua dari
seluruh usus halus. Kombinasi mereka bervariasi dari 300 - 900. Nama
kedua bagian ini tradisional. Tidak ada perbedaan yang jelas di antaranya.
Jejunum agak besar, memiliki dinding tebal, lebih banyak lipatan membrane
mukosa dan lebih sedikit plak peyeri. Jejunum dan ileum terdapat di dalam
peritoneum kecuali sepanjang garis perlekatannya 9 . Jejunum menempati
dua perlima sebelah atas dari usus halus yang selebihnya. 10 2/5 bagian atas
usus halus yang intraperitoneal disebut jejenum B7, dan 3/5 bagian
bawahnya disebut ileum B11. Peralihan mereka tanpa suatu batas yang jelas.
Jika rongga abdomen dibuka, usus halus yang bergulung-gulung, yang dapat
digerakkan pada mesenteriumnya, dapat didorong ke samping, bandingkan
B dan C, mesenterium terfiksasi pada akarnya, yaitu radix mesenterii C12,
pada dinding posterior abdomen, sepanjang garis yang terbentang dari

8
John Gibson, Modern physiology and anatomy for nurses (Jakarta: EGC,2002) hlm.188.
9
Fisiologi dan Anatomi Modernt untuk Perawat
10
Anatomy dan Fisiologi untuk Paramedic

12
flexura duodenojejunalis berjalan oblik ke bawah dan ke kanan sampai
muara usus halus ke dalam colon, panjang radix mesenterii adalah 15-18 cm,
tetapi panjang total mesenterium yang melekat pada usus halus dapat lebih
dari 4 cm. Dengan memendeknya usus oleh karena kontraksi, mesenterium
juga terlipat.11

Gambar 1.3 Jejenum


c. Ileum
Ileum atau usus penyerapan memiliki panjang 0,75-3,5 m. Di ileum,
sari-sari makanan akan diserap. Pada dinding ileum dipenuhi jonjot usus
(vili), yaitu struktur permukaan usus yang melekuk dengan tujuan
memperluas area penyerapan. Pada setiap mikrovili di sel epitel dinding
usus halus, terdapat pembuluh kapiler darah dan limfa (getah bening) yang
bertugas mengangkut dan mengedarkan hasil pencernaan ke seluruh tubuh.
Vena porta, pada kapiler bertugas membawa glukosa dan asam amino,
sedangkan asam lemak dan gliserol akan dibawa oleh pembuluh getah
bening.12

6. Usus Besar
Bagian pertama dari usus besar disebut caecum, dengan usus buntu dibagian
kiri. Dari caecum terdapat colon yang terdiri dari colon yang meuju ke atas
(ascending colon) dan letaknya disebelah kanan. Kolon mendatar (transverse

11
Atlas dan Teks Anatomi Manusia
12
Annisa Rahmah,dkk,Big Book Biologi SMA(Jakarta: Cmedia, 2015), hlm. 411.

13
colon), mendatar meliuk ke bawah hati, dan baru menuju bawah atau colon
menurun (descending colon) yang membentang di bawah limpa dan akhirnya
colon sigmoid. Kemudian colon masuk rongga pinggul untuk membentuk
rectum yang berakhir pada anus.13

Fungsi usus besar adalah menyerap air, vitamin, dan elektrolit, ekskresi
mukus, serta penyimpana fese, kemudian mendorongnya keluar. Dari 700-
1000 ml cairan usus halus diterima oleh kolon, hanya 150-200 ml yang
14
dikeluarkan sebagai feses setiap harinya. Setengah proksimal kolon
dilukiskan dalam Gambar 42-8, terutama dihubungkan dengan penyimpanan
karena pergerakan yang kuat tidak diperlukan untuk fungsi-fingsi tersebut,
pergerakan kolon dalam keadaan normal adalah lamban. Namun dengan cara
yang lamban ini, pergerakannya tetap mempunyai sifat yang sama seperti sifat
usus halus dan sekali lagi dapat dibagi dalam pergerakan pencampur dan
pergerakan pendorong.15

a. Colon Ascendens
Panjangnya sekitar 5 inci (13 cm) dan terletak kuadran kanan bawah.
Colon ascendens membentang ke atas dari caecum sampai permukaan
inferior lobus hepatis dexter, lalu colon ascendens membelok ke kiri
membentuk flexura coli dextra dan melanjutkan diri sebagai colon
transversum.

b. Colon Transversum
Panjangnya sekitar 15 inci (38 cm) dan berjalan menyilang
abdomen,menepati regio umbilicalis.Colon transversum mulai dari flexura
coli dextra di bawah lobus hepatis dexter dan tergantung ke bawah oleh
mesocolon transversum dari pancreas.Kemudian colon transversum
berjalan ke atas sampai flexura coli sinistra di bawah lien.

13
Winarno, F.G, Wida Winarno Abnan dan Weni Widjajanto, Flora Usus dan Yoghurt, (Bogor: M
BiroPress, 2003), hlm. 16.
14
Willian F. Ganong, Buku ajar Fisiologi Kedokteran (Jakarta: EGC, 2008), hlm. 763.
15
Arthur C. Guyton, Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. (Jakarta: EGC, 1990), hlm. 382.

14
c. Colon Descendens
Panjang colon descendens sekitar 10 inci (25 cm) dan terletak di
kuadran kiri atas dan bawah.Coon ini berjalan ke bawah dari flexura coli
sinistra sampai pinggir pelvis,disini colon transversum melanjutkan diri
menjadi colon sigmoideum.Peritoneum meliputi permukaan depan dan sisi-
sisinya serta menghubungkan dengan dinding posterior abdomen.

Gambar 1.4 Usus Besar

7. Rektum
Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar
(setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Rektum 10cm terbawah dari
usus besar, dimulai pada kolon sigmoideus dan berakhir pada saluran anal
yang kira-kira 3cm panjangnya. Saluran ini berakhir kedalam anus yang
dijaga otot internal dan eksternal. Biasanya rektum ini kosong karena tinja
disimpan ditempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendels. Jika kolon
desendels penuh dan tinja masuk kedalam rektum, maka timbul keinginan
untuk buang air besar.16

16
Anatomi Fisiologi Bidang Keahlian Kesehatan

15
Gambar 1.5 Rektum
Struktur rektum serupa dengan pada kolon, tetapi dinding yang
berotot lebih tebal dan membran mukosanya memuat lipatan-lipatan
membujur yang disebut kolumna morgagni. Semua ini menyambung pada
saluran anus. 17
8. Anus
Anus adalah tempat keluarnya feses dari tubuh. Feses akan
dikumpulkan pada rectum sebelum dibuang melalui anus. Pembukaan dan
peutupan anus dipengaruhi oleh otot spinkter pada rectum yang tersusun atas
otot polos dan lurik.18 Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan,
tempat bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari
permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Suatu cincin berotot
(sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup. Sehingga fungsi utama anus
adalah sebagai gerbang keluarnya kotoran atau limbah hasil pencernaan.19

C. Istilah-istilah
Istilah- istilah dalam system pencernaan

1) Motilitas adalah kontraksi otot yang mencampur dan mendorong maju isi
saluran cerna

17
Pearce, Evelyn C., 2010. Anatomy and Physiology for Nurses. (Jakarta:Gramedia Pustaka
Utama), hlm.235.
18
Annisa Rahmah,dkk,Big Book Biologi SMA(Jakarta : Cmedia, 2015), hlm. 411.
19
Yuniati, Vila., dan Lina Chenliyana. 2015. Anatomi Fisiologi Bidang Keahlian Kesehatan.
(Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC), hlm.27.

16
2) Tonus adalah suatu keadaan dimana otot polos didinding saluran cerna
mempertahankan suatukontraksi tingkat rendah yang menetap
3) Monosakarida adalah bentuk yang paling sederhana dari karbohidrat atau
sering disebut dengan molekul “satu gula”
4) Polisakarida adalah molekul “banyak gula”
5) Disakarida adalah molekul “dua gula”
6) Bulk adalah serat tidak tercerna yang terbentuk dari karbohidrat akibat
dari selulosa yang tidak dapat dicerna menjadi menjadi monosakarida –
monosakarida konstituennya oleh getah pencernaan yang dikeluarkan
oleh manusia
7) Trigliserida adalah bentuk lemak netral yang terdiri dari satu molekul
gliserol dengan 3 asam lemak melekat padanya
8) Traktus digestivus atau saluran cerna
9) Palatum adalah langit – lanit yang membentuk atap lengkung rongga
mulut
10) Uvula adalah struktur yang terangkat ketika ketika anda mengucapkan
“aihh”
11) Tonsil adalah jaringan limfoid yang merupakan bagian dari system
pertahanan tubuh
12) Mastikasi atau mengunyah
13) Karies dentis atau lubang yang terbentuk di email gigi
14) Saliva atau air liur
15) Xerostomia adalah kondisi dimana berkurangnya sekresi liur
16) Bolus atau gumapalan makanan yang telah dikunyah
17) Heartburn adalah rasa tak nyaman di esophagus karna keasaman
lambung yang mengintimidasi esofagus
18) Sfingter pylorus adalah Bagian terminal lambung
19) Kimus adalah cairan kental yang dihasilkan oleh sekresi lambung dari
makanan yang tertelan dan dihaluskan20

20
Lauralee, Sherwood, Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 6 (Jakarta: perpustakaan nasional:
katalog dalam terbitan(kdt), 2011) halaman 641 - 657

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Sistem pencernaan atau sistem gastrointernal (mulai dari mulut


sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk
menerima makanan, mencernanya menjadi zat – zat gizi dan energi,
menyerap zat – zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian
makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari
tubuh.
Saluran pencernaan meliputi organ-organ pencernaan dan organ-
organ penghasil getah pencernaan. Organ-organ pencernaan makanan pada
manusia terdiri atas mulut (kavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung
(ventrikulus), usus kecil (intestinum), usus besar (kolon), rektum dan anus.
Sementara itu, organ penghasil getah pencernaan terdiri atas pankreas dan
hati.

B. Saran

Sebaiknya kita harus selalu menjaga kesehatan sistem pencernaan


dengan mengatur pola makan yang baik dan mengonsumsi makanan
berserat agar tidak terjadi gangguan pada sistem pencernaan.

18
Daftar Pustaka

Ganong, Willian Francis. (2008). Buku ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC

Gibson, John. (2002). Fisiologi dan anatomi modern untuk perawat. Jakarta: EGC

Gibson, John. (2002). Modern physiology and anatomy for nurses. Jakarta: EGC

Guyton, Arthur C. (1990). Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jakarta:


EGC

Helmut, Leonhardt. (1988). Atlas dan buku teks anatomi manusia. Jakarta: EGC

Pearce, Evelyn C. (1979). Anatomy dan fisiologi untuk paramedic. Jakarta:


Gramedia pustaka utama

Pearce, Evelyn C. (2010). Anatomy and Physiology for Nurses. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama

Rahmah, Annisa dkk. (2015). BIG BOOK BIOLOGI SMA. Jakarta: Cmedia

Sherwood, laularee. (1996). Fisiologi manusia dari sistem ke sel. Jakarta: EGC

Sherwood, Lauralee. (2011). Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 6. Jakarta:


perpustakaan nasional

Sloane, Ethel. (2003). Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC

Snell,Richard S. (2006). ANATOMI KLINIK. Jakarta: EGC


Syaifuddin. (2010). Anatomi Fisiologi: Kurikulum berbasis kompetensi untuk
Keperawatan dan Kebidanan. Jakarta: EGC

Winarno, F.G dkk. (2003). Flora Usus dan Yoghurt, Bogor: M BiroPress

Yuniati, Vila dan Lina Chenliyana. (2015). Anatomi Fisiologi: Bidang Keahlian
Kesehatan untuk SMK/MAK. Jakarta: EGC

Yuniati, Vila dan Lina Chenliyana. (2015). Anatomi Fisiologi: Bidang Keahlian
Kesehatan. Jakarta: EGC

Yuniati, Vila dan Lina Chenliyana. (2015). Anatomi Fisiologi: Bidang Keahlian
Kesehatan. Jakarta: EGC

Yuniati, Vila dan Lina Chenliyana. (2015). Anatomi Fisiologi: Bidang Keahlian
Kesehatan. Jakarta: EGC

19