You are on page 1of 3

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

HALUSINASI
Pada Klien Sdr. E hari 2

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien mengatakan suara – suara mesin dan suara yang akan membunuhnya sudah jarang
muncul. Dan sekarang pasien sudah tidak gelisah dan jauh lebih tenang.
Klien terlihat tenang dan siap diajak berinteraksi
2. Dianosa keperawatan:
Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran
3. Tujuan khusus:
- Klien mampu melakukan latihan mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
4. Tindakan keperawatan:
- Evaluasi kegiatan mengontrol dengan menghardik
- Latih cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap saat terjadi halusinasi
- Maas erik kan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik dan bercakap-cakap

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
ORIENTASI
1. Salam terapeutik:
“Selamat pagi mas erik”
2. Evaluasi/validasi:
Bagaimana kabarnya hari ini mas erik ? Semalam apakah tidurnya nyenyak?”
3. Kontrak: topik, waktu, dan tempat
a. Topik: “Sesuai dengan janji pada pertemuan kemarin, bagaimana kalau sekarang
kita berbincang-bincang mengenai cara mengontrol halusinasi dengan bercakap
mas?”
b. Waktu: “Berapa lama mau kita berbincang-bincang mas erik? Bagaimana kalau 10
menit?”

Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan): “Saya harap mas erik bisa melakukan kegiatan bercakap-cakap halusinasi itu muncul kembali ya mas . suara halusinasi itu bisa menghilang sehingga mas erik tidak mendengar suara-suara itu lagi” Apakah mas erik paham tentang bercakap-cakap dengan orang lain?” “Coba sekarang kita contoh saja mas erik tiba-tiba mendengar suara-suara itu. c. apa yang mas erik lakukan?” “Wahh benar sekali mas erik . mas erik? Gimana kalau disini saja?” KERJA: langkah-langkah tindakan keperawatan “mas inget tidak pertemuan kita yang kemarin membahas apa saja?” “Benar sekali mas erik. mas erik hebat bisa mengingat cara menghardik dengan baik” “Nah untuk hari ini kita akan berdiskusi cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang disekitar kita” “Jadi kalau mas erik mulai mendengar suara-suara berisik dan mengganggu. Tempat: “Dimana enaknya kita berbincang-bincang. bagaimana mas erik setuju?” 3. hebat mas erik” “Kegiatan ini bisa mas erik lakukan saat terjadi halusinasi ya mas erik” TERMINASI: 1. waktu dan tempat): . mas bisa ke orang-orang terdekat mas erik untuk membicarakan apa saja” “Tujuannya kalau mas erik nya bercakap-cakap dengan orang lain saat terjadi halusinasi. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan: Subjektif: “Bagaimana perasaan mas erik setelah berbincang-bincang tentang bercakap-cakap dengan saya?” Objektif: ”Apa saja tadi yang telah kita bicarakan tadi mas erik? Coba ulangi apa saja yang sudah kita pelajari hari ini dan kemarin mas erik? Bagus” 2. Kontrak yang akan datang (topik.

.” . Waktu: “Bagaimana kalau besok hari kamis tanggal 19 April sekitar jam 10. Topik: “Bagaimana kalau besok saya menemui mas erik lagi? Nanti kita ngobrol- ngobrol lagi.a. b. Tempat: “Besok enaknya kita berbincang-bincang dimana mas erik? Bagaimana jika tempatnya sama di ruang rehab ini? Sampai bertemu besok ya. Kita akan berbincang-bincang tentang kegiatan yang bisa mas erik dilakukan saat terjadi halusinasi”.00 WIB saya kesini lagi untuk berbincang-bincang dengan mas erik ?” c.