You are on page 1of 7

MAKALAH AIK

CIRI-CIRI SEORANG PEMIMPIN YANG IKHLAS

Oleh :

HUSNUL KHATIMAH
105640205614

JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2018
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kepemimpinan merupakan salah satu sikap atau sifat yang sangat

dibutuhkan dalam diri setiap orang. Baik itu pada laki-laki maupun perempuan.

Memimpin diri sendiri adalah hal paling dasar dari sikap kepemimpinan yang

dapat dilakukan. Memimpin diri sendiri tidaklah sulit, namun tidak pula mudah.

Jadi, dapat dikatakan bahwa menjadi pemimpin haruslah dimulai dari diri sendiri.

Pemimpin merupakan seseorang yang menjadi kepercayaan banyak orang

untuk memimpin, menjadi panutan atau wakil dalam memutuskan segala sesuatu

hal dengan baik dan benar. Menjadi seorang pemimpin memikul tanggung jawab

yang besar dan berat. Oleh karena itu, seseorang yang diamahkan untuk menjadi

seorang pemimpin haruslah yang memiliki sifat jujur dan bertanggung jawab serta

berakhlak baik.

Sejarah Islam banyak mencatat tentang pemimpin-pemimpin yang

memiliki jiwa kepemimpinan terpuji dan penuh kejayaan. Hal ini dikarenakan

dalam ajaran agama Islam, telah dijelaskan secara detail tentang tata cara menjadi

pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Sejak zaman Rasulullah SAW,

dikenal banyak pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Selain itu, sifat-

sifat yang mereka miliki menjadikan mereka pemimpin yang dikenang sepanjang

masa. Salah satu sifat kepemimpinan dari mereka adalah ikhlas.

Ikhlas dalam memimpin tidaklah mudah. Karena selain tanggung jawab

yang besar, godaan yang diterima seorang pemimpin juga sangat besar.

Keikhlasan dan ketulusan seorang pemimpin akan diuji dengan banyaknya cobaan
yang akan dihadapi. Sifat ikhlas pada seorang pemimpin sangatlah penting dan

wajib jika ingin mencapai hal-hal baik yang diinginkan.

Berdasarkan uraian diatas, maka makalah ini perlu untuk dibuat agar kita

lebih memahami tentang keikhlasan seorang pemimpin.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana ciri-ciri seorang pemimpin yang ikhlas?

C. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari makalah ini adalah agar mahasiswa mampu

mengerti dan memahami tentang ciri-ciri dari seorang pemimpin yang ikhlas.

II. PEMBAHASAN

Ikhlas merupakan sifat mulia yang sejatinya dimiliki oleh setiap orang.

Ikhlas dapat diartikan sebagai tulus atau tanpa pamrih. Seperti yang dinyatakan

oleh Yusof dan Abdullah (2013), bahwa ikhlas merupakan salah satu dari berbagai

amal hati dan bahkan ikhlas berada di barisan paling depan dari amal-amal hati.
Karena sebab diterimanya amal tidak bisa menjadi sempurna kecuali dengan amal

yang ikhlas.

Pemimpin yang memiliki hati ikhlas dapat dipastikan sebagai seorang

pemimpin yang sejati. Melaksanakan tugas tanpa pamrih dan bersungguh-

sungguh serta tidak mengambil keuntungan dari jabatan yang didudukinya.

Pemimpin yang ikhlas menurut Wagianto (2014) adalah pemimpin yang memiliki

spirit of giving, spirit untuk memberi kepada orang-orang yang dipimpinnya tanpa

pernah memikirkan timbal balik. Setiap pemimpin harus selalu berkorban tanpa

pernah berharap imbalan dari pengorbanan itu.

Keikhlasan seorang pemimpin tidak mudah untuk diketahui, karena ikhlas

berasal dari hati. Namun jika dapat diciri-cirikan, berikut adalah ciri pemimpin

yang ikhlas menurut Sadari (2012) antara lain sebagai berikut:

1. Tidak Meminta Jabatan

Seseorang yang meminta untuk diberi jabatan sudah jelas dapat diketahui

ketidakikhlasannya. Orang yang meminta jabata cenderung ambisius dan

mementingkan diri sendiri. Sebaliknya, jika seseorang yang saat diberi amanah

untuk menjadi pemimpin tanpa permintaannya, tapi murni karena amanah orang

banyak, pasti akan lebih ikhlas ketika menjadi seorang pemimpin.

2. Senantiasa Ada Ketika Diperlukan

Seorang pemimpin yang ikhlas dapat pula dilihat pada saat mudahnya dia

menerima orang-orang yang dipimpinnya saat ada urusan atau persoalan. Tidak

pula membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin saat bertemu.

3. Tidak Menerima Hadiah


Pemimpin yang ikhlas adalah pemimpin yang melaksanakan tugasnya

tanpa pamrih, tidak menerima yang selain haknya. Keikhlasan seorang pemimpin

dapat dilihat saat ada yang memberi hadiah. Hadiah yang biasanya diberikan

kepada seorang pemimpin, biasanya memiliki maksud tersembunyi dari si

pemberi. Jadi, pemimpin yang ikhlas akan menolak setiap hadiah yang ditujukan

kepadanya jika menyangkut dengan pemerintahannya.

4. Lemah Lembut

Keikhlasan seorang pemimpin dapat pula dilihat dengan sikap lemah

lembutnya kepada setiap orang. Karena perilaku lemah lembut tentunya selalu

dibarengi dengan hati yang ikhlas. Sikap lemah lembut seorang pemimpin

mencerminkan keikhlasan hatinya saat mengurusi berbagai persoalan.

5. Terbuka Untuk Menerima Saran dan Kritikan

Kebebaasan bersuara merupakan hak setiap orang. Seorang pemimpin

wajib mendengarkan saran dan kritikan yang ada. Seorang pemimpin yang ikhlas

akan terbuka terhada saran yang diberikan maupun kritikan. Karena seorang

pemimpin tidak dapat berjalan sendiri, namun beriringan dengan orang-orang

yang dipimpinnya. Ikhlas menerima setiap saran dan kritikan akan membangun

saling percaya antara pemimpin dan rakyatnya.

III. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Ikhlas merupakan salah satu dari berbagai amal hati dan bahkan ikhlas

berada di barisan paling depan dari amal-amal hati. Karena sebab


diterimanya amal tidak bisa menjadi sempurna kecuali dengan amal yang

ikhlas.

2. Pemimpin yang ikhlas adalah pemimpin yang memiliki spirit of giving,

spirit untuk memberi kepada orang-orang yang dipimpinnya tanpa pernah

memikirkan timbal balik. Setiap pemimpin harus selalu berkorban tanpa

pernah berharap imbalan dari pengorbanan itu.

3. Ciri-ciri pemimpin yang ikhlas antara lain: tidak meminta jabatan,

senantiasa ada ketika diperlukan, tidak menerima hadiah, lemah lembut

dan terbuka untuk menerima saran dan kritikan.

DAFTAR PUSTAKA

Sadari. 2012. Isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) Lewat
Komunikasi Islam (Dakwah) (Studi Teori dan Praksis Memilih Pemimpin di
Indonesia. Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS XII).
Wagianto, H.M. 2014. Pemimpin yang Mempunyai Legitimasi dalam Perspektif
Law is “IUS Constituendem”. ASAS 6 (1): 87-94.
Yusof, Z.M dan Abdullah A.H. 2013. Pemimpin Menurut Pandangan Hamka: Satu
Tinjauan dalam Tafsir Al-Azhar. Jurnal of Al-Tamaddun 8 (1): 17-38.