You are on page 1of 18

Judul

MAKALAH INTERPROFESIONAL EDUCATION

PENYULUHAN HIPERKOLESTROL DI DESA NGEMPLAK, KARTOSURA,


SURAKARTA

OLEH

FAHMI SUHANDINATA J500140001

SEKENTYA MAURIDHA SASTURI J500140002

RIZAL MUSTAQIM KALOKA J500140004

MUHAMMAD FATWA RISKIYAN J500140005

IKHSANUDIN WAKHID BUDIANTORO K100090125

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA


2017

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Alloh yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga laporan
pengabdian masyarakat ini telah berhasil diselesaikan. penyuluhan masyarakat dengan tema
“PENYULUHAN HIPERKOLESTEROL DI DESA NGEMPLAK, KARTASURA” ini
dilakukan dalam rangka memenuhi tugas IPE blok lifeskill. Laporan ini disusun sebagai
pertanggungjawaban telah selesainya kegiatan interprofesional education. Penulis berharap
penyuluhan ini dapat dilakukan di beberapa tempat yang lain sesuai sasarannya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. dr. Em Sutrisna, M. Kes yang telah
memberikan bimbingan pada penyuluhan ini. Kepada semua teman-teman yang telah
membantu punulis mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya atas motivasi dan
dorongannya selama ini. Semoga laporan ini bermanfaat.

Sukoharjo, 21 April 2017


Ttd

Penulis

ii
HALAMAN PENGESAHASAN

Judul : PENYULUHAN HIPERKOLESRTOL DI DESA NGEMPLAK,


KARTOSURA, SURAKARTA

Lokasi : Posyandu Lansia Enggal Waras, desa Ngemplak, Kartosura, Surakarta

Hari/Tanggal : 11 April 2017

Nama pelaksana : Dr. dr. Em Sutrisna, MKes

Biaya mandiri : Rp. 250.000,-

Mengetahui

Dekan FK UMS

(Dr. dr. Em Sutrisna, MKes)

iii
DAFTAR ISI

Judul ............................................................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHASAN ................................................................................................................ iii
DAFTAR ISI .................................................................................................................................................... iv
ABSTRAK ................................................................................................................................................... vi
BAB 1 ........................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................................................ 1
A. LATAR BELAKANG ..................................................................................................................... 1
B. TUJUAN .......................................................................................................................................... 2
BAB II........................................................................................................................................................... 3
TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................................... 3
A. Definisi Kolesterol dan Hiperkolesterol ........................................................................................ 3
B. Metabolisme kolesterol ................................................................................................................... 3
C. Klasifikasi kolesterol total , kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida ......................... 4
D. Penyebab tingginya kadar kolesterol ............................................................................................ 4
E. Faktor resiko ................................................................................................................................... 5
F. Tatalaksana Hiperkolesterol .......................................................................................................... 7
BAB III ......................................................................................................................................................... 8
METODE PENGABDIAN ........................................................................................................................... 8
A. Rancangan Penelitian ..................................................................................................................... 8
B. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................................................................... 8
C. Batasan Penelitian ........................................................................................................................... 8
D. Populasi dan Sampel ....................................................................................................................... 8
E. Metode Pengambilan Data ............................................................................................................. 8
F. Analisis Data .................................................................................................................................... 9
BAB IV ....................................................................................................................................................... 10
HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................................................................... 10

iv
PENYULUHAN HIPERKOLESTEROL PADA LANSIA DI DESA NGEMPLAK,
KARTOSURA, SUKOHARJO

v
EM SUTRISNA, M TANGGUH SATRIA, ADAM NUR RAHMAN

ABSTRAK
Hiperkolesterol merupakan penyebab beberapa penyakit yang terjadi sekarang ini.
Penyakit-penyakit seperti hipertensi, stroke, PJK, dan DM sering dikaitkan dengan keadaan
hiperkolestrol. Lansia merupakan faktor resiko dari penyakit tersebut, karena kondisi tubuh yang
menjadi rentan karena bertambahnya usia. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan
tentang bahaya hiperkolesterol pada lansia. Peserta penyuluhan adalah posyandu enggal waras di
desa Ngemplak, Kartosura, Surakarta.

Penelitian ini termasuk jenis experimental design yaitu penelitian yang dilakukan untuk
mengetahui efek perlakuan pemberian informasi tentang hipertensi melalui penyuluhan yang
disampaikan peneliti, dengan tujuan memberikan informasi tentang hiperkolesterol dan
membandingkan pengaruh sebelum dan sesudah perlakuan melalui kuisioner.
Rata – rata responden sebelum penyampaian penyuluhan menjawab benar sebesar 19,1
dan menjawab salah sebesar 10,85. Sedangkan rata – rata responden setelah penyampaian
penyuluhan menjawab dengan benar sebesar 29,71 dan menjawab salah sebesar 0,28.

Kaya kunci: Hiperkolesterol, Lansia , Penyuluhan

vi
BAB 1

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Hiperkolesterol adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol total yang
disertai dengan peningkatan kadar Low Density Lipoprotein ( LDL) plasma dalam darah puasa.
Secara klinis, kadar kolesterol total digunakan sebagai tolak ukur, walaupun secara patofisiologi
yang paling berperan sebagai faktor resiko adalah LDL. Seorang dikatakan menderita
hiperkolesterol bila kadar kolesterol total plasma ≥200 mg/dL. Kadar kolesterol total plasma 200
mg/dL setara dengan kadar LDL 130 mg/dL (Grundy, 2004).
Hiperkolesterolemia dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya yaitu
hiperkolesterolemia primer terutama disebabkan oleh faktor genetik, usia, jenis kelamin dan
hiperkolesterolemia sekunder yang disebabkan oleh kebiasaan diet lemak jenuh, kurangnya
aktivitas fisik, obesitas serta sindrom nefrotik (Matfin, 2003).
Hiperkolesterolemia biasanya tidak menunjukkan gejala khas, seringkali seseorang baru
mengetahui terkena hiperkolesterolemia ketika mereka melakukan pemeriksaan kesehatan ke
pelayanan kesehatan atau karena keluhan lain. Hanya saja gejala yang sering ditemui yaitu sering
pusing di kepala bagian belakang, tengkuk dan pundak terasa pegal, sering pegal, kesemutan di
tangan dan kaki bahkan ada yang mengeluhkan dada sebelah kiri terasa nyeri seperti tertusuk.
Jika hiperkolesterolemia ini dibiarkan begitu saja, akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit
jantung koroner dan stroke (Dadan, 2012). Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menunjukkan 20% serangan stroke dan lebih dari 50% serangan jantung disebabkan oleh kadar
kolesterol tinggi. Kasusnya di Indonesia meningkat per tahunnya sebanyak 28 persen dan
menyerang usia produktif yaitu usia di bawah 40 tahun (Harian Rakyat Merdeka, 2013).
Pada penelitian yang dilakukan oleh Sudijanto Kamso dkk tahun 2004 (dikutip dari
Laurentia, 2012) terhadap 656 responden di 4 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung,
Yogyakarta, dan Padang) didapatkan keadaan dimana kolesterol total (>240mg/dl) pada orang
berusia di atas 55 tahun paling banyak di kota Padang yaitu lebih dari 56%.
Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2002, tercatat sebanyak 4,4 juta
kematian akibat hiperkolesterolemia atau sebesar 7,9% dari jumlah total kematian (Agam, 2012).
Data yang dihimpun oleh WHO dalam Global status report on non-communicable diseases
tahun 2008 memperlihatkan bahwa faktor resiko hiperkolesterolemia pada wanita di Indonesia
lebih tinggi yaitu 37,2% dibandingkan dengan pria yang hanya 32,8% (Anonim, 2011).
Prevalensi hiperkolesterolemia pada kelompok usia 25-34 tahun adalah 9,3% dan meningkat
sesuai dengan pertambahan usia hingga 15,5% pada kelompok usia 55-64 tahun. (Ruth Grace,
Aurika, Carolin, 2012).
Dalam upaya mengatasi masalah hiperkolesterolemia yang diderita oleh sebagian
masyarakat, maka dalam hal ini peran perawat komunitas sangat dibutuhkan. Ada 3 tahap

1
2

pencegahan keperawatan komunitas meliputi : pencegahan primer, pencegahan sekunder dan


pencegahan tersier. Berdasarkan ketiga pencegahan tersebut tersebut, maka peneliti mengacu
pada pencegahan primer yaitu usaha yang dilakukan sebelum timbulnya penyakit. Dengan
melakukan penyulahan tentang hiperkolesterol diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit
tersebut.

B. TUJUAN

Penyuluhan ini dilakukan guna memberi informasi tentang hiperkolesterol, hal – hal yang
menyebabkan terjadinya hiperkolesterol cara pencegahannya.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Kolesterol dan Hiperkolesterol


Kolesterol merupakan zat berlemak yang diproduksi oleh hati. Kolesterol dapat
ditemukan diseluruh tubuh dan berperan penting terhadap terhadap fungsi tubuh sehari-hari
(Simple Guide kolesterol,2007)
Hiperkolesterol adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol total yang
disertai dengan peningkatan kadar Low Density Lipoprotein ( LDL) plasma dalam darah
puasa. Secara klinis, kadar kolesterol total digunakan sebagai tolak ukur, walaupun secara
patofisiologi yang paling berperan sebagai faktor resiko adalah LDL. Seorang dikatakan
menderita hiperkolesterol bila kadar kolesterol total plasma ≥200 mg/dL. Kadar kolesterol
total plasma 200 mg/dL setara dengan kadar LDL 130 mg/dL (Grundy, 2004).

B. Metabolisme kolesterol

Hampir seluruh kolesterol dan fosfolipid akan diabsorpsi di saluran gastrointestinal dan
masuk ke dalam kilomikron yang dibentuk di dalam mukosa usus. Kilomikron sebagian besar
dibentuk oleh trigliserida dengan sebagian laindibentuk oleh fosfolipid(9%), kolesterol(3%),
dan apoprotein B(1%). (Guyton dan Hall, 2007). Setelah kilomikron mengeluarkan
trigliseridanya di jaringan adiposa, kilomikron sisanya akan menyerahkan kolesterol ke hati
(Ganong, 2012).
Kilomikron dan sisanya merupakan suatu sistem transpor untuk lipid eksogen dari
makanan. Juga ada sistem endogen yang terdiri dari very low-densitylipoprotein (VLDL),
high-density lipoprotein (HDL), low-density lipoprotein(LDL), dan intermediate-density
lipoprotein (IDL), yang mengangkut trigliserida dan kolesterol ke seluruh tubuh. VLDL
terbentuk di hati dan mengangkut trigliserida yang terbentuk dari asam lemak dan karbohidrat
di hati ke jaringan ekstrahati. Setelah sebagian besar trigliserida dikeluarkan oleh kerja
lipoprotein lipase, VLDL ini menjadi IDL. IDL menyerahkan fosfolipid dan melalui kerja
enzim plasma lesitin-kolesterol asiltransferase, mengambil ester kolesterol yang terbentuk
dari kolesterol di HDL. Sebagian IDL diserap oleh hati. IDL sisanya kemudian melepaskan
lebih banyak trigliserida dan protein, kemungkinan di sinusoid hati, dan menjadi LDL.
Selama perubahan ini sistem endogen kehilangan APO E, tetapi APO B-100 tetap ada. LDL
menyediakan kolesterol bagi jaringan. Di hati dan kebanyakan jaringan ekstrahati, LDL
diambil melalui endositosis dengan perantara reseptor yang mengenali komponen APO-100
dari LDL tersebut (Ganong, 2012).

3
4

C. Klasifikasi kolesterol total , kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida

Klasifikasi kolesterol total , kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida


menurut NCEP-ATP III (mg/dl)
Kolesterol Total
<200 Normal
200-239 Mengkhawatirkan
>240 Tinggi
Kolesterol LDL
<100 Optimal
100-129 Sub optimal
130-159 Mengkhawatirkan
160-189 Tinggi
>190 Sangat tinggi
Kolesterol HDL
>60 Tinggi
41-59 Mengkhawatirkan
<40 Rendah
Trigliserida
<150 Normal
150-199 Ambang tinggi
200-499 Tinggi
>500 Sangat tinggi

D. Penyebab tingginya kadar kolesterol

Kadar kolesterol darah bisa dipengaruhi oleh apa yang kita makan. Jika kolesterol yang
ada lebih banyak dibanding mekanisme alami tubuh untuk menghadapinya, kolesterol bisa
menempel dinding dalam pembuluh darah, membuatnya jadi lebih sempit. Karena digunakan
oleh hati untuk menghasilkan kolesterol, konsumsi lemak jenuh dalam jumlah berlebihan
bisa meningkatkan kadar kolesterol darah secara signifikan. Daging merah berlemak dan
produk susu merupakan sumber utama kolesterol dan lemak jenuh dari makanan. Selain itu,
lemak jenuh yang telah digunakan atau telah digoreng, diasap, diawetkan, atau disimpan,
juga tepung telur dan moldly cheese (sering ditemukan pada makanan siap saji), mengandung
jumlah oksi-kolesterol yang tinggi dan meningkatkan kadar kolesterol darah.

Makanan dan keadaan yang berperan dalam menyebabkan kadar kolesterol yang tinggi :

1. Kekurangan asam amino akibat asupan protein berkualitas rendah

2. Kekurangan antioksidan ( vitamin C dan E, selenium, dan seng) akibat rendahnya


asupan buah dan sayuran
5

3. Kekurangan biotin dan karnitin (bahan yang berhubungan dengan vitamin B) akibat
pengolahan serelia utuh

4. Kekurangan asam lemak esensial akibat asuhan lemak berkualitas rendah

5. Asupan alkohol yang berlebihan

6. Asupan lemak terhidrogenasi atau lemak olahan secara berlebihan (lemak babi, lemak
untuk kue kering atau shortening, minyak biji kipas, minyak kelapa sawit, margarin, dan
lain-lain) yang ditemukan pada banyak makanan olahan

7. Asupan zat tepung yang berlebihan (jagung, kentang putih, dan lain-lain)

8. Asupan gula secara berlebihan yan ditemukan pada banyak makanan olahan

9. Kekurangan serat akibat kurangnya asupan buah dan sayuran

10. Alergi makanan

11. Kekurangan hormon (testosteron, DHEA, estrogen, hormon pertumbuhan, dan lain-lain)

12. Disfungsi hati

13. Meningkatkan kerusakan jaringan akibat infeksi, radiasi, kerusakan fungsi hati, atau
aktivitas oksidatif.

E. Faktor resiko

1. Usia dan jenis kelamin

Peningkatan kadar kolesterol dalam batas tertentu merupakan hal alami yang terjadi dalam
proses penuaan. Dengan kata lain, semakin tua kita, semakin banyak waktu yang kita miliki
untuk merusak tubuh. Kadar kolesterol meningkat tinggi seiring usia pada pria dan wanita.
Pada pria kadar kolesterol tingggi terlihat pada usia usia antara 45 sampai 54 tahun.
Sedangkan pada wanita, kadar kolesterol tertinggi pada usia antara 55 sampai 64 tahun.
Kecenderungan ini menunjukkan penyakit jantung yang berbeda antara pria dan wanita,
dengan kejadianpenyakit jantung koroner pada wanita biasanya lebih lambat 10 tahun
dibandingkan pria.

2. Pola makan

Orang yang paling berisiko memiliki kadar kolesterol tinggi adalah mereka yang menerapkan
pola makan yang mengandung kadar lemak jenuhyang tinggi. Lemak jenuh (ditemukan pada
daging, mentega, keju, dan krim) meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Namun,
pola makan yang sehat dapat menurunkan kadar kolesterol sekirat 5-10%, bahkan lebih.
Mengurangi asupan lemak jenuh (menggantinya dengan lemak tak jenuh tunggal dan lemak
6

tak jenuh ganda) dan makan lebih banyak buah, sayur, salad, sterol tumbuhan dan kedelai
juga dapat membantu. Cara memasak seperti memanggang yang lebih sehat daripada
menggoreng juga dapat dilakukan.

3. Berat badan

Berat badan berlebih tidak hanya mengganggu penampilan tapi lebih banyak efek buruk
kesehatannya. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan HDL
(kolesterol baik).

4. Kurang aktivitas

Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak sehingga sangat dianjurkan untuk banyak
bergerak. Kurang bergerak dapat meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan
HDL (kolesterol baik).

5. Penyakit tertentu

Bisa saja kita sudah berusaha menjauhi makanan berlemak tetapi kolesterol masih tinggi.
Kemungkinan itu kita Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes atau hipotiroidisme
sehingga dapat menyebabkan kolesterol kita menjadi tinggi.

6. Merokok

Merokok dapat menurunkan kolesterol baik, sehingga yang beredar di tubuh hanya kolesterol
jahat. Kolesterol jahat ini jika tidak dikendalikan bisa berakibat fatal.Itulah beberapa
Penyebab Kolesterol Tinggi (detikhealth) yang bisa saja terjadi pada setiap orang dan perlu
diketahui pula dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg
sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg sehingga menyebabkan
stroke.

7. Riwayat penyakit keluarga

Hiperkolesterolemia familial (HF) adalah istilah untuk sindrom kolesterol tinggi yang
bersifat diturunkan dari generasi ke generasi. Singkatnya, kadar kolesterol yang tinggi
tersebut ditentukan oleh gen yang cacat dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk
menghindarinya. Penyandang HF memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi (biasanya 8-
12 mmol/L, seringkali lebih dan jarang sekali di bawah nilai tersebut. Penyandang HF lebih
berisiko terkena aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular. HF dimulai sejak lahir dan
menetap seumur hidup.
7

F. Tatalaksana Hiperkolesterol

Makanan tinggi serat, menggunakan minyak MUFA (mono-unsaturated fatty acid) dan PUFA
(poly-unsaturated fatty acid), suplementasi minyak ikan, vitamin antioksidan dan pertahankan
berat badan ideal dapat mencegah terjadinya hiperkolesterol

Apabila pengaturan gaya hidup tidak mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, maka
konsumsi obat diperlukan. Obat yang dapat digunakan yaitu:

1. Golongan asam fibrat à Gemfibrozil, Fenofibrate dan Ciprofibrate.

Fibrate menurunkan produksi LDl dan meningkatkan kadar HDL. LDL ditumpuk
di arteri sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung, sedangkan HDL memproteksi arteri
atas penumpukkan itu.

2. Golongan resin à Kolestiramin (Chlolestyramine)

Obat antihiperlidemik ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu di usus dan
meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.

3. Golongan Penghambat HMGCoa reduktase à Pravastatin, Simvastatin, Rosavastatin,


Fluvastatin, Atorvastatin.

Menghambat pembentukan kolesterol dengan cara menghambat kerja enzim yang ada
di jaringan hati yang memproduksi mevalonate, suatu molekul kecil yang digunakan untuk
mensintesa kolesterol dan derivat mevalonate. Selain itu meningkatkan pembuangan LDL
dari aliran darah.

4. Golongan Asam nikotinat à niasin

Dengan dosis besar asam nikotinat diindikasikan untuk meningkatkan HDL atau
kolesterol baik dalam darah

5. Golongan Ezetimibe

Menurunkan total kolesterol dan LDL selain itu juga meningkatkan HDL dengan cara
mengurangi penyerapan kolesterol di usus.
BAB III

METODE PENGABDIAN

A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis experimental design yaitu penelitian yang dilakukan untuk
mengetahui efek perlakuan pemberian informasi tentang hiperkolesterol melalui penyuluhan
yang disampaikan peneliti, dengan tujuan memberikan informasi tentang hiperkolesterol dan
membandingkan pengaruh sebelum dan sesudah perlakuan melalui kuisioner.
Berikut table rancanga penelitian untuk perlakuan responden :
Table 2. Rancangan Penelitian Perlakuan

01 X 02

Pre-test Penyampaian Post-test


informasi
(pengumpulan data (pengumpulan data
dengan menggunakan (informasi yang dengan menggunakan
kuisioner) dilakukan yaitu kuisioner yang sama)
dengan penyuluhan)

B. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan di Posyandu Desa Ngemplak, Kartasura pada hari selasa 11
april 2017.
C. Batasan Penelitian
Tentang penyuluhan sebagai sumber informasi meliputi faktor resiko
hiperkolesterol dan pencegahan hiperkolesterol
Tentang pengetahuan meliputi sejauh mana responden mengetahui tentang faktor
resiko hiperkolesterol dan pencegahan hiperkolesterol
Responden adalah lansia di Desa Ngemplak, Kartasura yang bersedia menjadi
responden.
D. Populasi dan Sampel
Populasi : Lansia Desa Ngemplak, Kartasura.
Sampel : Lansia Desa Ngemplak, Kartasura yang menjadi responden sebanyak 23
orang.
E. Metode Pengambilan Data

8
9

Responden mengisi kuisioner yang telah dibuat peneliti. Pada hari yang sama
kuisioner dikumpulkan dan peneliti selanjutnya menyampaikan penyuluhan. Kemudian
dilanjutkan dengan mengisi kuisioner yang pertanyaanya sama dengan kuisioner sebelum
penyampaian penyuluhan. Peneliti kemudian mengumpulkan data tertulis.
F. Analisis Data
Dilakukan analisis data pada data yang sudah didapat dengan dihitung persentase.
Terdiri dari dari 7 pertanyaan terkait hiperkolesterol, semua pertanyaan yang dijawab
benar dan salah dirata – rata kemudian.
jumlah rata−rata jawaban benar
Persentase jawaban benar = jumlah total responden
jumlah rata−rata jawaban salah
Persentase jawaban salah = jumlah total responden
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan pada 11 april 2017 yang mengambil tempat di Posyandu
Desa Ngemplak yaitu salah satu desa di kecamatan Kartasura. Sampel yang diambil
dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Data yang diambil meliputi data pengukuran
sebelum penyampaian penyuluhan dan data setelah penyampaian penyuluhan.
Berikut table karakteristik responden :
Hasil pengukuran terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah
penyampaian penyuluhan tentang hipekolesterol

Rata - rata Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Penyuluhan

Pre-test Post-test

Jawaban benar 19,1 29,71

Jawaban salah 10,85 0,28

Rata – rata responden sebelum penyampaian penyuluhan menjawab benar sebesar


19,1 dan menjawab salah sebesar 10,85. Sedangkan rata – rata responden setelah
penyampaian penyuluhan menjawab dengan benar sebesar 29,71 dan menjawab salah
sebesar 0,28.
Sebelum penyampaian penyuluhan tentang hiperkolesterol, pengetahuan
responden terhadap penyakit hiperkolesterol lebih rendah dibanding setelah penyampaian
penyuluhan. Menurut penelitian Supardi (1988) menyatakan peningkatan pengetahuan
penduduk dipengaruhi dengan aktifitas penduduk atau pekerjaan penduduk yang diduga
banyak terpapar tentang informasi.
Peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyampaian
penyuluhan dipengaruhi dari pembelajaran melalui penyampaian kuisioner yang
dilakukan peneliti, selain itu juga adanya sumber lain yang mempengaruhi responden dari
sebelum pengambilan data, misalnya media elektronik seperti TV, radio dan media
lainnya yang mempengaruhi tingkat pengetahuan responden (Sitepu, 2008).

10
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Penelitian dengan penyampaian penyuluhan tentang hiperkolesterol pada lansia
Desa Ngemplak, Kartasura dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Responden menjawab dengan benar
a. Sebelum penyampaian penyuluhan tentang hiperkolesterol sebesar 19,1.
b. Sesudah penyampaian penyuluhan tentang hiperkolesterol sebesar 29,71.
2. Responden menjawab dengan salah
a. Sebelum penyampaian penyuluhan tentang hiperkolesterol sebesar 10,85.
b. Sesudah penyampaian penyuluhan tentang hiperkolesterol sebesar 0,28.

B. SARAN
Beberapa saran yang dapat diberikan :
1. Dengan cara penyampaian penyuluhan dapat juga digunakan sebagai metode
memberikan informasi kepada masyarakat tentang materi – materi lainnya.
2. Perlu dilakukan penyuluhan dengan metode lain misalnya pemutaran video yang
didalamnya ada adegan tentang beberapa pengetahuan tentang hiperkolesterol agar
peningkatan pengetahuan responden tentang hiperkolesterol bisa meningkat
khususnya pada lansia.
3. Perlu dilakukan penyuluhan lebih mendalam serta dilakukan monitoring
hiperkolesterol secara teratur untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan terhadap
dampak pola hidup masyarakat.

11
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012, Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2011, Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.

Bull E., Morrel J., 2007. Simple Guide: Kolesterol. Jakarta: Erlangga

Crowin E.J., 2001. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: ECG: 359.

Ganong W.F., 2008, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Graha C., 2010. 100 Questions and Answers Cholesterol. Jakarta: Gramedia

Guyton A.C., Hall J.E., 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC

Grundy SM., 2004. What is the contribution of obesity to the metabolic syndrome? En docrinol
Metab Clin N Am, 33:267-82.

Matfin, G., Porth, C.M., 2009. Structure and Function of the Cardiovascular System. In:
Pathophysiology Concepts of Aletered Health States. Philadelphia: Lippincott Williams
and Wilkins,482- 483.

Mumpuni Y., Wulandari A., 2011. Cara Jitu Mengtasi Kolesterol. Yogyakarta: Andi

Rinzler, C.A. (2002). Controlling Cholesterol for Dummies. New York : Willey Publishing,
Inc,.

Riskesdas, 2013, Riset Kesehatan Dasar, Jakarta : Kemenkes RI.

Sitepu, A., 2008. Efektifitas penyuluhan Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah Disertai
Pemutaran VCD dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Penyakit
Pneumonia pada Balita di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Tesis, Sekolah Pasca
Sarjana Universitas Sumatera, Medan.

12