You are on page 1of 21

MAKALAH GEOKIMIA MINERAL SILIKAT DAN NONSILIKAT

TUGAS INDIVIDU

DISUSUN OLEH NAMA : M. JAIDIN

NIM : 410016113

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI S1

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONA

YOGYAKARTA

2017
BAB I PENDAHULUAN
A. LATARBELAKANG
Batuan adalah sekumpulan mineral-mineral yang menjadi satu. Bisa terdiri dari
satu atau lebih mineral. Sedangkan mineral adalah substansi yang terbentuk karena
kristalisasi dari proses geologi, yang memiliki komposisi fisik dan kimia. Dan ilmu
yang mempelajari mineral adalah mineralogi. Secara jelas mineralogi adalah ilmu
pengetahuan tentang mineral, yaitu suatu zat padat yang terdapat dialam sebagai
elemen-elemen dan senyawa-senyawa serta merupakan penyusun atau pembentuk
bagian padat alam semesta. Hal ini tidak berarti bahwa mineralogi hanya terbatas pada
material-material kerakbumi saja, dan material-material yang terdapat dibawahnya yang
dapat diindikasi melalui pengukuran-pengukuran geofisika, tetapi meliputi juga
meteorit-meteorit, yaitu benda-benda mineral yang berasal dari luar bumi. Pengertian
mineral secara jelas adalah suatu benda padat homogen yang terbentuk dialam secara
anorganik, mempunyai komposisi kimia tertentu dan susunan atom yang teratur.
Hampir 90 % mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok silikat, yang
merupakan persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal.
Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90 % dari berat kerak bumi terdiri dari
mineral silikat, dan hampir 95 % dari mantel bumi ( sampai kedalaman 2900 Km dari
kerak bumi ). Silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu
sedimen, batuan beku maupun batuan malihan atau metamorf.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan Bedasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Untuk memahami pengertian dari mineral.
C. LOKASI
D. MANFAAT
BAB II DASAR TEORI

PENGERTIAN MINERAL Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang
mempelajari mengenai mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk
kesatuan, antara lain mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara
terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Minerologi terdiri dari kata mineral dan
logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan
dikacaukan dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik
(anorganik). Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi
perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk
definisinya (Danisworo, 1994).

Definisi mineral menurut beberapa ahli:

 L.G. Berry dan B. Mason, 1959; Mineral adalah suatu benda padat homogen
yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia
pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara
teratur.

 D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972 ; Mineral adalah suatu bahan padat
yang secara struktural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk
oleh proses alam yang anorganik.

 A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977 ; Mineral adalah suatu bahan atau zat
yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan
mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan.

Tetapi dari ketiga definisi tersebut mereka masih memberikan anomali atau
suatu pengecualian beberapa zat atau bahan yang disebut mineral, walaupun tidak
termasuk didalam suatu definisi. Sehingga sebenarnya dapat dibuat suatu definisi baru
atau definisi kompilasi. Dimana definisi kompilasi tidak menghilangkan suatu ketentuan
umum bahwa mineral itu mempunyai sifat sebagai: bahan alam, mempunyai sifat fisis
dan kimia tetap dan berupa unsur tunggal atau senyawa.

Definisi mineral kompilasi: mineral adalah suatu bahan alam yang mempunyai
sifat-sifat fisis dan kimia tetap dapat berupa unsur tunggal atau persenyawaan kimia
yang tetap, pada umumnya anorganik, homogen, dapat berupa padat, cair dan gas .

Mineral adalah zat-zat hablur yang ada dalam kerak bumi serta bersifat
homogen, fisik maupun kimiawi. Mineral itu merupakan persenyewaan anorganik asli,
serta mempunyai susunan kimia yang tetap. Yang dimaksud dengan persenyawaan
kimia asli adalah bahwa mineral itu harus terbentuk dalam alam, karena banyak zat-zat
yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan mineral, dapat dibuat didalam
laboratorium. Sebuah zat yang banyak sekali terdapat dalam bumi adalah SiO 2 dan
dalam ilmu mineralogi, mineral itu disebut kuarsa. Sebaliknya zat inipun dapat dibuat
secara kimia akan tetapi dalam hal ini tidak disebut mineral melainkan zat Silisium
dioksida .
Kalsit, adalah sebuah mineral yang biasanya terdapat dalam batuan gamping dan
merupakan mineral pembentuk batuan yang penting. Zat yang dibuat dalam
laboratorium dan mempunyai sifat- sifat yang sama dengan mineral kalsit adalah
CaCO3. Demikian pula halnya dengan garam-garam yang terdapat sebagai lapisan-
lapisan dalam batuan. Garam dapur dalam ilmu mineralogi disebut halit sedangkan
dalam laboratorium garam dapur disebut dengan natrium-khlorida. Mineral-mineral
mempunyai struktur atom yang tetap dan berada dalam hubungan yang harmoni dengan
bentuk luarnya. Mineral-mineral inilah yang merupakan bagian-bagian pada batuan-
batuan dengan kata lain batuan adalah asosiasi mineral-minera.

BAB III PEMBAHASAN

Berdasarkan senyawa kimiawinya, mineral dapat dikelompokkan menjadi mineral


Silikat dan mineral Non-Silikat.Terdapat delapan kelompok mineral Non-Silikat, yaitu
kelompok Oksida, Sulfida, Sulfat, Native elemen, Halid, Karbonat, Hidroksida, dan
Phospat.Adapun mineral silikat (mengandung unsur SiO) yang umum dijumpai dalam batuan.
Di depan telah dikemukakan bahwa tidak kurang dari 2000 jenis mineral yang dikenal hingga
sekarang. Namun ternyata hanya beberapa jenis saja yang terlibat dalam pembentukan batuan.
Mineral-mineral tersebut dinamakan “Mineral pembentuk batuan”, atau “Rock-forming
minerals”, yang merupakan penyusun utama batuan dari kerak dan mantel Bumi. Mineral
pembentuk batuan dikelompokkan menjadi empat: (1) Silikat, (2) Oksida, (3) Sulfida dan (4)
Karbonat dan Sulfat.

Mineral di bedakan menjadi dua yaitu :

1. Mineral silikat

Mineral Silikat Hampir 90% mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok
ini, yang merupakan persenywaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur
metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90% dari berat kerak Bumi terdiri
dari mineral silikat, dan hampir 100% dari mantel Bumi (sampai kedalaman 2900 Km
dari Kerak Bumi). Silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu
sedimen, batuan beku maupun batuan malihan.Silikat pembentuk batuan yang umum
adalah dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ferromagnesium dan non-
ferromagnesium.[29] Berikut adalah Mineral Silikat:

a. Kuarsa: (SiO2)
b. Felspar Alkali: (KAlSi3O8)
c. Felspar Plagiklas: (Ca,Na)AlSi3O8)
d. Mika Muskovit: (K2Al4(Si6Al2O20) (OH,F)2
e. Mika Biotit: K2(Mg,Fe,Ca,Na)(Mg,Fe,al)Si2O6
f. Amfibol: (Na,Ca)2(Mg,Fe,Al)3(Si,Al)8O22(OH)
g. Pyroksen: (Mg,Fe,Ca,Na)(Mg,Fe,Al)Si2O6
h. Olivin: (Mg,Fe)2SiO4
a. Mineral Ferromagnesium

Umumnya mempunyai warna gelap atau hitam dan berat jenis yang besar.

Olivinedikenal karena warnanya yang “olive”. Berat jenis berkisar antara 3.27-
3.37, tumbuh sebagai mineral yang mempunyai bidang belah yang kurang
sempurna.
Augititwarnanya sangat gelap hijau hingga hitam.BD berkisar antara 3.2-3.4
dengan bidang belah yang berpotongan hampir tegak lurus.Bidang belah ini
sangat penting untuk membedakannya dengan mineral hornblende.
Hornblende warnanya hijau hingga hitam; BD. dan mempunyai bidang belah
yang berpotongan dengan sudut kira-kira 56o dan 124o yang sangat membantu
dalam cara mengenalnya.
Biotite adalah mineral “mika” bentuknya pipih yang dengan mudah dapat
dikelupas.Dalam keadaan tebal, warnanya hijau tua hingga coklat-hitam; BD
2.8-3.2.
b. Mineral Non-ferromagnesium
Muskovit disebut mika putih karena warnanya yang terang, kuning muda,
coklat, hijau atau merah.BD. Berkisar antara 2.8-3.1.
Felspar merupakan mineral pembentuk batuan yang paling banyak.Namanya
juga mencerminkan bahwa mineral ini dijumpai hampir disetiap lapangan.“Feld”
dalam bahasa jerman adalah lapangan.Jumlahnya didalam kerak Bumi hampir
54%.Nama-nama yang diberikan kepada feldspar adalah plagioklas dan
orthoklas.Plagioklas kemudian juga dapat dibagi dua, “albit” dan “anorthit”.
Orthoklas adalah yang mengandung kalium, albit mengandung Natrium dan
Anorthit mengandung Kalium, albit mengandung Natrium dan Anorthit
mengandung Kalsium. Orthoklas mempunyai warna yang khas yakni putih abu-
abu atau merah jambu.Kuarsa Kadang disebut “silika”. Adalah satu-satunya
mineral pembentuk batuan yang terdiri dari persenyawaan silikon dan oksigen.
Umumnya muncul dengan warna seperti asap atau smoky, disebut juga smoky
quartz. Kadang-kadang juga dengan warna ungu atau merah-lembayung
(violet).Nama kuarsa yang demikian disebut amethyst, merrah massip atau
merah muda, kuning hingga coklat.Warna yang bermacam-macam ini
disebabkan karena adanya unsur-unsur lai yang tidak bersih.
2. Mineral non silikat

Mineral Oksida. Terbentuk akibat persenyawaan langsung antara ksigen dan


unsur tertentu.Susunannya lebih sederhana disbanding silikat.Mineral oksida umumnya
lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat.Mereka juga lebih berat kecuali
sulfida.Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi, Chroom, mangan, timah dan
aluminium. Beberapa mineral oksida yang paling umum adalah es (H2O), korondum
(Al2O3), hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2).
Mineral Sulfida. Merupakan mineral hasil persenyawaan langsung antara unsur
tertentu dengan sulfur (belerang), seperti besi, perak, tembaga, timbal, seng dan
merkuri. Beberapa dari mineral sulfida ini terdapat sebagai bahan yang mempunyai nilai
ekonomis, atau bijih, seperti “pirit” (FeS3), “chalcocite” (Cu2S), “galena” (PbS), dan
“sphalerit” (ZnS).

Mineral-mineral Karbonat dan Sulfat. Merupakan persenyawaan dengan ion


(CO3)2-, dan disebut karbonat umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan
“Kalsium Karbonat”, CaCO3 dikenal sebagai mineral “kalsit”. Mineral ini merupakan
susunan utama yang membentuk batuan sedimen. Mineral-mineral yang umum dijumpai
pada batuan beku, yaitu Plagioclase feldspar, K-feldspar, quartz, muscovite mica, biotite
mica, amphibole, olivine, dan calcite.Mineral-mineral tersebut mudah dikenali, baik
secara megaskopis maupun mikroskopis bersdasarkan dari sifat-sifat fisik mineral
masing-masing. Adapun ciri dari mineral tersebut antara lain:

1. Olivine :olivine adalah kelompok mineral silikat yang tersusun dari unsur besi
(Fe) dan magnesium (Mg). Mineral olivine berwarna hijau, dengan kilap gelas,
terbentuk pada temperature yang tinggi. Mineral ini umumnya dijumpai pada
batuan basalt dan ultramafic. Batuan yang keseluruhan mineralnya terdiri dari
mineral olivine dikenal dengan batuan Dunite.
2. Amphibole/Hornblende :amphibole adalah kelompok mineral silikat yang
berbentuk prismatic atau Kristal yang menyerupai jarum. Mineral amphibole
umumnya mengandung besi (Fe), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), dan
Aluminium (Al), Silika (Si), dan Oksigen (O). Hornblende berwarna hijau tua
kehitaman. Mineral ini banyak dijumpai pada berbagai jenis batuan beku dan
batuan metamorf.
3. Biotite :semua mineral mika berbentuk pipih, bentuk Kristal berlembar
menyerupai buku dan merupakan bidang belahan (cleavage) dari mineral biotite.
Mineral biotite umumnya berwarna gelap, hitam atau coklat sedangkan
muscovite berwarna terang, abu-abu terang, mineral mika mempunyai kekerasan
yang lunak dan bisa digores dengan kuku.
4. Plagioclase feldspar :Mineral Plagioclase adalah anggota dari kelompok mineral
feldspar. Mineral ini mengandung unsur Calsium atau Natrium. Kristal feldspar
berbentuk prismatic, umumnya berwarna putih hingga abu-abu, kilap gelas.
Plagioklas yang mengandung Natrium dikenal dengan mineral Albite,
sedangkan yang mengandung Ca disebut An-orthite.
5. Potassium feldspar (Orthoclase) :Potassium feldspar adalah anggota dari mineral
feldspar. Seperti halnya plagioclase feldspar, potassium feldspar adalah mineral
silicate yang mengandung unsur kalium dan bentuk kristalnya prismatik.
Umumnya berwarna merah daging hingga putih.
6. Mica : Micas adalah kelompok mineral silicate minerals dengan komposisi yang
bervariasi, dari potassium (K), magnesium (Mg), iron (Fe), Aluminium (Al),
Silicon (Si) dan air (H2O).
7. Quartz :Quartz adalah satu dari mineral yang umum yang banyak di jumpai pada
kerak bumi. Mineral ini tersusun dari silica dioksida (SiO2), berwarna putih,
kilap kaca dan belahan (cleavage) tidak teratur (uneven) concoidal.
8. Calcite :Mineral calcite tersusun dari calcium carbonate (CaCO3). Umumnya
berwarna putih transparan dan mudah digores dengan pisau. Kebanyakan dari
binatang laut terbuat dari calcite atau mineral yang berhubungan dengan lime
dari batugampung.

Sudah banyak sekali jenis batuan yang telah dikenal, dan batuan tersebut disusun
oleh mineral-mineral dari mineral utama, mineral pengiring sampai ke mineral
sekunder.Mineral-mineral tersebut dapat digolongkan dalam dua golongan besar yaitu
golongan mineral hitam atau mafik mineral, golongan mineral putih atau felsic
mineral.Mineral hitam sebagai contoh adalah hornblende, piroksin, olivine, dan banyak
lagi.Sedangkan mineral putih seperti kuarsa, golongan feldspar, golongan feldspatoid
dan lain-lainnya.

Dalam proses pendinginan magma dimana magma itu tidal langsung semuanya
membeku, tetapi mengalami penurunan temperature secara perlahan bahkan mungkin
cepat. Penurunan temperature ini diseratai mulainya pembentukan dan pengendapan
mineral-mineral tertentu yang sesuai dengan temperaturnya. Pembentukan mineral
dalam magma berdasarkan penurunan temperature telah disusun oleh bowen. Bowen
telah membuat table pembentukan mineral dan table tersebut sangat berguna sekali
dalam menginterprestasikan mineral-mineral tersebut.
Sebelah kiri mewakili mineral-mineral hitam, yang pertama kali terbentuk dalam
temperature sangat tinggi adalah olivine, temperature menurun terus dan pembentukan
mineral berjalan sesuai temperaturnya. Mineral yang terakhir terbentuk adalah biotit, ia
dibentuk dalam temperature yang sangat rendah.

Mineral yang terbentuk pertama kali adalah mineral yang sangat tidak stabil dan
mudah sekali terubah menjadi mineral lain terutama mineral yag berada di bawahnya.
Sedangkan mineral yang dibentuk pada temperature yang lebih rendah adalah mineral
yang paling stabil.

Reaksi bowen seri dari mineral-mineral utama pembentukan batuan beku.

(Temperature Rendah: Magma Asam) Kuarsa Mineral-mineral yang sebelah


kanan diwakili oleh mineral kelompok plagioklas, karena mineral ini paling banyak
terdapat dan tersebar luas.Anortit adalah mineral yang pertama sekali terbentuk pada
suhu tinggi dan banyak terdapat pada batuan beku basa seperti gabro atau basal.Andesin
terbentuk pada suhu menengah dan terdapat pada batuan beku diorite atau andesit.
Sedangkan mineral yang terbentuk pada temperature rendah adalah albit, mineral ini
banyak tersebar pada batuan asam seperti granit atau riolit.

Mineral-mineral sebelah kanan dan sebelah kiri bertemu pada mineral


potassium feldspar dan menerus ke muskovit dan terakhir sekali ke kuarsa.Maka
mineral kuarsa adalah mineral yang paling stabil diantara seluruh mineral baik mineral
felsic atau mineral mafik. Pada skema di atas memperlihatkan penurunan temperature
dari atas ke bawah dan kestabilan mineral bertambah dari atas ke bawah.Sehingga
mineral yang pertama sekali terbentuk seperti olivine atau anortit paling mudah
mengalami pelapukan. Semakin kea rah bawah mineral semakin tahan terhadap
pelapukan , seperti mineral kuarsa adalah mineral paling tahan terhadap pelapukan

1. Mineral Utama Mineral-mineral utama penyusun kerak bumi disebut mineral


pembentuk batuan, terutama mineral golongan silikat.Golongan mineral yang
berwarna tua disebut mineral mafik karena kaya magnesium atau besi.
Sedangkan yang berwarna muda disebut mineral felsic yang miskin akan unsur
besi dan magnesium. Beberapa mineral hitam yang sering dijumpa, ialah olivine,
augit, hornblende dan biotit.Sedangkan mineral putih yang sering dijumpai
adalah plagioklas, ortoklas, muskovit, kuarsa dan leusit.[49] Mineral-mineral
mafik: berwarna gelap-hitam antara lain:
a. Olivin (Mg, Fe)2. SiO4kadar Mg-Fe paling tinggi, terdapat pada batuan basa,
ultra basa dan batuan beku dengan kadar silika rendah. Kristal yang pertama
terbentuk, sehingga tidak tahan terhadap pelapukan. (
b. Piroksin Suatu seri silikat Fe-Mg. Augit adalah mineral yang paling banyak
tersebar.Berwarna hitam atau hijau hitam, berbentuk prisma pendek dengan
penampang bersegi delapan yang memiliki bayangan belah yang hampir tegak
lurus.Berkilap kaca dan sukar digores dengan jarum baja.
c. Amphibol Suatu seri silikat Fe-Mg, yang lebih banyak mengandung
silikat.Hornblende adalah salah satu mineral penting dari kelompok ini.Sistem
Kristal monoklin, berwarna hitam, hijau tua atau coklat.Umumnya terdapat pada
batuan asam dan batuan intermedier.
d. Biotit Salah satu mineral dari golongan mika yang tersebar luas.Berwarna hitam,
coklat tua atau hijau tua.Mineral biotit dapat dipergunakan untuk penentuan
umur dengan menggunakan metoda Potasiu-Argon. Mineral-mineral(felsic)
berwarna terang antara lain:
 Plagioklas Kumpulan sejumlah mineral dengan sistem Kristal
triklin.Plagioklas adalah mineral pembentuk batuan yang paling umum, yang
dikenal dengan enam kombinasi mineral seperti anortit, bitiwnit, labradorit,
andesine, oligoklas, dan albit.
 K-Feldspar: Erwarna putih atau keputihan, kekerasan 6, sistem Kristal
monoklin atau triklin, mempunyai belahan yang baik dan dua arah.Mineral
yang termasuk ke dalam kelompok ini dan paling banyak tersebar adalah
ortoklas.
 Muskovit Berwarna muda sampai tidak berwarna, sistem Kristal monoklin
belahan sempurna berlembar, banyak terdapat pada batuan granit, metamorf
dan batu pasir.
 Kuarsa Sering mineral ini disebut silika.Bial terbentuk pada temperature di
atas 5730C memiliki bentuk setangkap piramida yang 12 buah jumlah
bidangnya. Di bawah temperature tersebut berbentuk prisma yang enam
buah jumlah bidangnya dengan piramida pada salah satu ujungnya. Bersifat
tembus cahaya, tak berwarna atau bila terdapat ion renik dapat berwarna
jingga atau ungu yang digunakan sebagai permata.
 Feldspatoid Kelompok mineral yang tak jenuh SiO2.Salah satu contohnya
dalah leusit, berwarna abu-abu, kilap kaca atau lemak, pecahnya tidak
merata dan tidak tergores jarum baja.Penampangnya persegi
delapan.Mineral-mineral tersebut di atas terutama terdapat dalam batuan
beku. Mineral-mineral lain yang terdapat pada batuan sedimen, seperti:
 Klasit Suatu karbonat yang terutama menyusun batugamping.Berwarna abu-
abu, mudah tergores jarum baja tetapi tidak tergores oleh kuku.
 Gipsum Merupakan mineral golongan sulfat yang ditemukan pula di
beberapa tempat di kerak bumi, berwarna putih atau jernihdan mudah
digores oleh kuku.
2. Mineral tambahan Adalah mineral-mineral yang terbentuk oleh Kristalisasi
magma, terdapat dalam jumlah yang sedikit sekali, umumnya kurang dari 5%.
Kehadirannya atau ketidakhadirannya tidak menentukan sifat atau nama dari
batuan. Suatu contoh adalah mineral magnetit (Fe3O4), sebuah oksida besi yang
berwarna hitam mempunyai sifat magnetit kuat dan terdapat dalam jumlah
sedikit pada batuan beku. Mineral-mineral tambahan dari batuan beku antara
lain: Zirkon, Sphen, Magnetit, Ilmenit, Hematit, Apati, Pirit, Rutit, Korundum,
Garnet.
3. Mineral Sekunder Mineral sekunder adalah mineral-mineral yang dibentuk
kemudian dari mineral-mineral utama oleh proses pelapukan, sirkulasi air atau
larutan dan metamorfosa. Suatu contoh yang baik ialah mineral klorit yang
biasanya terbentuk dari mineral biotit oleh proses pelapukan. Mineral ini
terdapat pada batuan-batuan yang telah lapuk dan batuan sedimen juga batuan
metamorf.

Reaksi Bowen terhadap mineral-mineral utama pembentuk batuan, dalam reaksi


ini mineral yang lebih dahulu terbentuk akan lebih mudah terubah daripada mineral
yang belakangan terbentuk. Suatu contoh dalam mineral mafik mineral yang lebih
dahulu terbentuk bila terubah akan menjadi mineral yang belakangan terbentuk.
Misalnya mineral piroksin bila terubah akan menjadi amphibol, dan seterusnya.[54]
Mineral felsic seperti kelompok mineral plagioklas dan K-feidspar yang merupakan
penyusun terbanyak dan tersebar luas dalam batuan. Kedua kelompok mineral tersebut
bila terubah akan menjadi karbonat, serisit, mineral lempung dan lain-lain

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN

Mineral adalah suatu zat (fasa) padat dari unsur (kimia) atau persenyawaan
(kimia) yang dibentuk oleh proses-proses anorganik, dan mempunyai susunan kimiawi
tertentu dan suatu penempatan atom-atom secara beraturan di dalamnya, atau dikenal
sebagai struktur Kristal. Mineral juga didefinisikan sebagai bahan padat anorganik yang
terdapat secara alamiah, yang terdiri dari unsur unsur kimiawi dalam perbandingan
tertentu, dimana atom-atom di dalamnya tersusun mengikuti suatu pola yang sistematis.
Dan dapat di bedakan menjadi dua yaitu dengan reaksi bowen series , dan mineral

DAFTAR PUSTAKA

1. Noor, Djauhari. 2006. Geologi Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.


2. Noor, Djauhari. 2011. Geologi Perencanaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
3. Setia, Doddy graha. 1987. Batuan dan Mineral. Bandung: NOVA.
4. Soetoto. 2013. Geologi Dasar. Yogyakarta: Penerbit Ombak (Anggota IKAPI).
MINERAL SILIKA DAN NON SILIKA
1 Pengertian Mineral
Dalam mendefinisikan mineral, hingga saat ini masih belum didapatkan
kepastian untuk menerangkan pengertian dari mineral tersebut. Karena memang belum
didapatkan kesamaan pendapat oleh para ahli tentang hal ini. Namun pada umumnya
dikenal dua defenisi mineral, defenisi klasik yang disimpulkan sebelum tahun 1977 dan
defenisi kompilasi yang disimpulkan setelah tahun 1977.
Menurut defenisi klasik, mineral adalah suatu benda padat anorganik yang
terbentuk secara alami, bersifat homogen, yang mempunyai bentuk kristal dan rumus
kimia yang tetap. Dan menurut defenisi kompilasi, mineral adalah suatu zat yang
terdapat dialam dengan komposisi kimia yang khas, bersifat homogen, memiliki sifat-
sifat fisik dan umumnya berbentuk kristalin yang mempunyai bentuk geometris tertentu.
Hal yang membedakan kedua defenisi tersebut adalah pada defenisi klasik, yang
termasuk mineral hanyalah benda atau zat padat saja. Dan pada defenisi kompilasi,
mineral mempunyai ruang limgkup yang lebih luas karena mencakup semua zat yang
ada dialam yang memenuhi syarat-syarat dalam pengertian tersebut. Hal ini salah
satunya disebabkan karena ada beberapa bahan yang terbentuk karena penguraian atau
perubahan sia-sisa tumbuhan dan hewan secara alamiah juga digolongkan kedalam
mineral, seperti batubara, minyak bumi dan tanah diatome. Mineral termasuk dalam
komposisi unsur murni dan garam-garam sederhana sampai silikat yang sangat
kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak
termasuk).
Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang mineral. Mulai
dari pembagian atau penggolongan mineral, pengenalan sifat-sifat mineral,
pendeskripsian mineral dan semua hal yang berkaitan dengan mineral.
Untuk mempelajari tentang mineral, tentu harus terlebih dahulu mengetahui
sifat-sifat yang ada pada mineral tersebut. Adabeberapa sifat mineral, yaitu sifat fisik
secara teoritis dan sifat fisik secara determinasi (laboratorium). Sifat fisik secara teori
hanya bisa menggambarkan sebagian dari sifat-sifat mineral dan tidak dapat digunakan
sebagai pedoman untuk menentukan atau membedakan mineral-mineral yang ada,
karena hanya terdapat pada sebagian mineral saja. Adapaun sifat-sifat mineral secara
teori tersebut adalah :Lebih dari 2000 mineral telah diketahui sampai sekarang ini, dan
usaha-usaha untuk mendapatkan mineral-mineral baru jenis terus dilakukan. Dari
jumlah tersebut hanya beberapa yang umum atau sering dijumpai. Mineral-mineral yang
dominan sebagai pembentuk batuan penyusun kerak bumi disebut mineral pembentuk
batuan (Rock Forming Minerals). Selain itu hanya sekitar 8 unsur yang dominan
menyusun mineral-mineral tersebut. Dua unsur yang paling dominan adalah pksigen
dan silikon yang bergabung untuk menyusun kelompok mineral yang sangat umum
yaitu mineral silikat. Setiap mineral silikat disusun oleh oksigen dan silikon, kecuali
kuarsa. Dalam pengklasifikasian umum, mineral dibagi atas dua pembagian umum,
yaitu mineral silikat, dan mineral non silikat.

A. Mineral Silikat
Mineral silikat adalah mineral yang memiliki unsure pembentuknya yaitu silica (
SiO2 ), yang merupakan hasil pembekuan magma. Silicat merupakan 25% dari mineral
yang dikenal dan 40% dari mineral yang dikenali. Hampir 90 % mineral pembentuk
batuan adalah dari kelompok ini, yang merupakan persenyawaan antara silikon dan
oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90
% dari berat kerak-Bumi terdiri dari mineral silikat, dan hampir 100 % dari mantel
Bumi (sampai kedalaman 2900 Km dari kerak Bumi). Silikat merupakan bagian utama
yang membentuk batuan baik itu sedimen, batuan beku maupun batuan malihan
(metamorf). Silikat pembentuk batuan yang umum adalah dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu kelompok ferromagnesium dan non-ferromagnesium.
Macam mineral silikat dapat digolongkan berdasarkan komposisi kimianya. Mineral
silikat ferromagnesian adalah mineral silikat yang mengandung ion besi dan atau
magnesium di dalam struktur mineralnya. Mineral-mineral silikat yang tidak
mengandung ion-ion besi dan magnesium disebut mineral non feromagnesian.
Mineral-mineral silikat feromegnesian dicirikan oleh warnanya yang gelap dan
mempunyai berat jenis antara 3,2 sampai 3,6. Sebaliknya mineral-mineral silikat non
feromagnesian pada umumnya mempunyai warna terang dan berat jenis rata-rata 2,7.
perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh ada tidaknya unsur besi didalam mineral
tersebut.
Olivin adalah mineral silikat feromagnesian yang tersebentuk pada temperatur
tinggi, berwarna hitam sampai hijau kehitaman, mempunyai kilat gelas dan pecahan
konkoidal. Mineral olvin pada umumnya menunjukan kenapakan butiran bentuk relatif
kecil dan bundar. Olivin disusun oleh tetra hidra tunggal yang diikat bersama oleh
campuran ion besi dan magnesium yang merangkai atom oksigen bersama-sama.
Mineral ini tidak mempunyai bidang belahan strktur atomnya membentuk jaringan tiga
dimensi sehingga tidak membentuk bidang yang lemah.
Piroksin, berwarna hitam, opak, dengan bidang belahan dua arah membentuk sudut
900 . Strktur kristalnya disusun oleh rantai tunggal tetrahedra yang diikat bersama-sama
dengan ion-ion besi dan magnesium. Karena ikatan silikon oksigen lebih kuat daripada
ikatan antara struktur silikat, maka firoksin mudah terbelah sejajar dengan rantai silikat.
Piroksin merupakan salah satu mineral yang dominan dalam batuan beku basalt yang
merupakan batuan yang umumpada kerak samudera.
Hornblende merupakan mineral yang umum dikelompok amfibol.
Mineral ini umumnya berwarna hijau gelap sampai hitam. Belahan dua arah
membentuk sudut 600 dan 1200. didalam batuan, hornblende berbentuk prismatik
panjang. Bentuk inilah yang umumnya membedakan dengan firoksin yang umumnya
berbentuk prismatuik pendek. Hornblende umunya dijumpai pada batuan yang
menyusun kerak benua.

Biotit merupakan anggota dari mika yang berwarna gelap karena kaya akan besi.
Seperti mineral mika lainnya, biotit disusun oleh struktur lebaran yang memberikan
belahan satu arah. Biotit mempunyai warna hitam mengkilap yang membedakan dari
mineral ferromagnesian lainnya. Seperti hornblende, biotit banyak dijumpai pada batuan
penyusun kerak benua, termasuk batuan beku granit.
Moskovit adalah jenis mineral mika yang sangat umum. Berwarna terang dengan
kilap seperti mutiara (pearly) dan seperti mineral mika lainnya belahannya satu arah.
Didalam batuan muskovit sangat mudah dikenali karena sangat bercahaya.
Feldpart merupakan huruf mineral yang sangat umum, dapat terbentuk pada rentang
temperatur dan tekanan yang besar. Group mineral feldspart mempunyai sifat fisik yang
sama. Mineral ini mempunyai bidang belahan dua arah dan membentuk sudut hampir
900, relatif keras dan kilap bervariasi antara kilap kaca sampai mutiara. Didalam batuan
mineral ini dikenali dengan bentuknya yang rektangular dan permukaan yang licin.
Struktur mineral feldspard adalah rangkaian tiga dimensi dari atom oksigen bergabung
dengan atom silikon. Seperempat dari ataom silikon tergantikan oleh atom aluminium.
Perbendaan valinesi antara aliminium (+3) dan silikon (+4), menyebabkan terjadinya
inklusi 1 atau lebih ion-ion seperti potasium (-1), sodium (-1) dan kalsium (+2). Karena
adanya perbedaan inklusi didalam strukturnya, mineral feldspard dapat dibedakan
menjadi dua macam.
Mineral ortoklas merupakan mineral feldspar dengan ion potasium didalam struktur
kristalnya. Plagioklas feldspar adalah mineral feldspar dengan ion kalsium dan atau
sodium didalam struktur kristalnya. mineral ortoklas berwarna krem terang sampai
merah jambu, sedangkan plagioklas berwarna putih sampai abu-abu terang. Meskipun
keduanya mempuntai warna yang berbeda tetapi warna tidak dapat dijadikan sebagai
dasar untuk membedakannya. Salah satu sifat fisik yang dapat membedakannya adalah
adanya striasi yang sejajar pada mineral plagioklas yang tidak dijumpai pada mineral
ortoklas.
Kuarsa merupakan mineral silikat yang hanya disusun oleh silikon dan oksigen.
Mineral kuarsa juga sering disebut silika karena komposisinya SiO2. karena struktur
kuarsa mengandung dua atom oksigen untuk tiap atom silikon, maka tidak dibutuhkan
lagi ion positif untuk menjadikan mineral kuarsa ini netral. Struktur kristak kuarsa
membentuk jaringan tiga dimensi yang lengkap antara ion oksigen disekitar ion silikon,
sehingga membentuk suatu ikatan yang kuat antara keduanya. Akibatnya kuarsa tidak
mempunyai bidang belahan, sangat keras dan resistan terhadap proses pelapukan.
Kuarsa mempunyai belahan konkoidal. Pada bentuknya yang sempurna kuarsa sangat
jernih, membentuk kristal eksagonal dengan bentuknya piramidal. Warna mineral
kuarsa sangat bervariasi tergantung pada proses pengotoran pada waktu
pembentukannya. Variasi warna menyebabkan adanya bermacam mineral kuarsa.
Mineral kuarsa yang umum adalah kuarsa susu (putih), kuarsa asap (abu-abu) kuarsa
rose (ping), ametis (purple) dan kristal batuan (clear).
B. Mineral Non silikat
Mineral silikat adalah kelompok mineral yang unsure pembentuknya bukan dari
silica. Secara garis besar hampir semua mempunyai komposisi kimia yang sederhana ;
berupa unsur, sulfida (bila unsur logam bersenyawa dengan sulfur), atau oksida (bila
unsur logam bersenyawa dengan oksigen). Native element seperti tembaga, perak atau
emas agak jarang terdapat. Sulfida kecuali Pirit, tidak jarang ditemukan, tetapi hanya
cukup berarti bila relatif terkonsentrasi dalam urat (Vein) dengan cukup besar.
Berikut ini adalah mineral – mineral yang yang non silikat :
a. Mineral Sulfida
Kelas mineral sulfida atau dikenal juga dengan nama sulfosalt ini terbentuk dari kombinasi
antara unsur tertentu dengan sulfur (belerang). Pada umumnya unsure utamanya adalah
logam (metal). Pembentukan mineral kelas ini pada umumnya terbentuk disekitar
wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Proses
mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama
yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi
oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah
kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai
alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal (air panas).
Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih (ores).
Dan oleh karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup
tinggi. Khususnya karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri logam,
mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari
sulfurnya.
Beberapa penciri kelas mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur
utamanya umumnya logam, berat jenis yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai
kekerasan yang rendah. Hal tersebut berkaitan dengan unsur pembentuknya yang
bersifat logam.
Beberapa contoh mineral sulfides yang terkenal adalah pyrite (FeS3), Chalcocite
(Cu2S), Galena (PbS), sphalerite (ZnS) dan proustite (Ag3AsS3). Dan termasuk juga
didalamnya selenides, tellurides, arsenides, antimonides, bismuthinides dan juga
sulfosalt.

b. Mineral oksida dan hidroksida


Mineral oksida dan hidroksida ini merupakan mineral yang terbentuk dari
kombinasi unsur tertentu dengan gugus anion oksida (O) dan gugus hidroksil hidroksida
(OH atau H). Mineral oksida terbentuk sebagai akibat persenyawaan langsung antara
oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih sederhana dibanding silikat. Mineral
oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat. Mereka juga
lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi, chrome,
mangan, timah dan aluminium. Beberapa mineral oksida yang paling umum adalah “es”
(H2O), korondum (Al2O3), hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2).
Seperti mineral oksida, mineral hidroksida terbentuk akibat pencampuran atau
persenyawaan unsur-unsur tertentu dengan hidroksida (OH). Reaksi pembentukannya
dapat juga terkait dengan pengikatan dengan air. Sama seperti oksida, pada mineral
hidroksida, unsur utamanya pada umumnya adalah unsur-unsur logam. Beberapa contoh
mineral hidroksida adalah goethit (FeOOH) dan limonite (Fe2O3.H2O).
c. Mineral Carbonat

Merupakan persenyawaan dengan ion (CO3)2-, dan disebut “karbonat”,


umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan “kalsium karbonat”, CaCO3 dikenal
sebagai mineral “kalsit”. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk
batuan sedimen. Carbonat terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai
plankton. Carbonat juga terbentuk pada daerah evaporitic dan pada daerah karst yang
membentuk gua (caves), stalaktit, dan stalagmite. Dalam kelas carbonat ini juga
termasuk nitrat (NO3) dan juga Borat (BO3).Carbonat, nitrat dan borat memiliki
kombinasi antara logam atau semilogam dengan anion yang kompleks dari senyawa-
senyawa tersebut (CO3, NO3, dan BO3).
Beberapa contoh mineral yang termasuk kedalam kelas carbonat ini adalah
dolomite (CaMg(CO3)2, calcite (CaCO3), dan magnesite (MgCO3). Dan contoh
mineral nitrat dan borat adalahniter (NaNO3) dan borak (Na2B4O5(OH)4.8H2O).
d. Mineral Sulfat

Sulfat terdiri dari anion sulfat (SO42-). Mineral sulfat adalah kombinasi logam
dengan anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah
evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap
sehingga formasi sulfat dan halida berinteraksi. Pada kelas sulfat termasuk juga mineral-
mineral molibdat, kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral
tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-anionnya masing-masing.
Contoh-contoh mineral yang termasuk kedalam kelas ini adalah anhydrite
(calcium sulfate), Celestine (strontium sulfate), barite (barium sulfate), dan gypsum
(hydrated calcium sulfate). Juga termasuk didalamnya mineral chromate, molybdate,
selenate, sulfite, tellurate serta mineral tungstate.