You are on page 1of 7

BAB II

PEMBAHASAN

1. KONSEP MEDIS
A. PENGERTIAN
Psoriasis adalah penyakit inflamasi non infeksius yang kronik pada kulit
dimana produksi sel-sel epidermis terjadi 6-9 x lebih besar daripada kecepatan sel
normal (Smeltzer, Suzanne).
Psoriasis adalah suatu penyakit peradangan kronis pada kulit dimana
penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Penyakit ini secara
klinis sifatnya tidak mengancam jiwa dan tidak menular tetapi karena timbulnya dapat
terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup
seseorang bila tidak dirawat dengan baik.(Effendy, 2005)
Psoriasis adalah penyakit kulit kronik residif dengan lesi yang khas berupa
bercak-bercak eritema berbatas tegas, ditutupi oleh skuama tebal berlapis-lapis
berwarna putih mengkilat.

B. ETIOLOGI
Penyebab psoriasis sampai saat ini belum diketahui. Diduga penyakit ini
diwariskan secara poligenik. Walaupun sebagian besar penderita psoriasis timbul
secara spontan, namun pada beberapa penderita dijumpai adanya faktor pencetus
antara lain:
1. Trauma
Psoriasis pertama kali timbul pada tempat-tempat yang terkena trauma,
garukan, luka bekas operasi, bekas vaksinasi, dan sebagainya. Kemungkinan hal ini
merupakan mekanisme fenomena Koebner. Khas pada psoriasis timbul setelah 7-
14 hari terjadinya trauma.
2. Infeksi
Pada anak-anak terutama infeksi Streptokokus hemolitikus sering
menyebabkan psoriasis gutata. Psoriasis juga timbul setelah infeksi kuman lain dan
infeksi virus tertentu, namun menghilang setelah infeksinya sembuh.

3. Iklim
Beberapa kasus cenderung menyembuh pada musim panas, sedangkan pada
musim penghujan akan kambuh.
4. Faktor endokrin
Insiden tertinggi pada masa pubertas dan menopause. Psoriasis cenderung
membaik selama kehamilan dan kambuh serta resisten terhadap pengobatan setelah
melahirkan. Kadang-kadang psoriasis pustulosa generalisata timbul pada waktu
hamil dan setelah pengobatan progesteron dosis tinggi.
5. Sinar matahari
Walaupun umumnya sinar matahari bermanfaat bagi penderita psoriasis
namun pada beberapa penderita sinar matahari yang kuat dapat merangsang
timbulnya psoriasis. Pengobatan fotokimia mempunyai efek yang serupa pada
beberapa penderita.
6. Metabolik
Hipokalsemia dapat menimbulkan psoriasis.
7. Obat-obatan
 Antimalaria seperti mepakrin dan klorokuin kadang-kadang dapat memperberat
psoriasis, bahkan dapat menyebabkan eritrodermia.
 Pengobatan dengan kortikosteroid topikal atau sistemik dosis tinggi dapat
menimbulkan efek “withdrawal”.
 Lithium yang dipakai pada pengobatan penderita mania dan depresi telah diakui
sebagai pencetus psoriasis.
 Alkohol dalam jumlah besar diduga dapat memperburuk psoriasis.
 Hipersensitivitas terhadap nistatin, yodium, salisilat dan progesteron dapat
menimbulkan psoriasis pustulosa generalisata.

Berdasarkan penelitian para dokter, ada beberapa hal yang diperkirakan dapat
memicu timbulnya Psoriasis, antara lain adalah :

 Garukan/gesekan dan tekanan yang berulang-ulang , misalnya pada saat gatal


digaruk terlalu kuat atau penekanan anggota tubuh terlalu sering pada saat
beraktivitas. Bila Psoriasis sudah muncul dan kemudian digaruk/dikorek, maka
akan mengakibatkan kulit bertambah tebal.
 Obat telan tertentu antara lain obat anti hipertensi dan antibiotik.
 Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit.
 Emosi tak terkendali.
 Makanan berkalori sangat tinggi sehingga badan terasa panas dan kulit menjadi
merah , misalnya mengandung alcohol.

C. KLASIFIKASI PSORIASIS
1. Psoriasis plak (Plaque Psoriasis)
Psoriasis plak adalah jenis proriasis yang paling umum terjadi pada manusia.
Jenis psoriasis ini bisa menyebabkan kulit ruam memerah, kulit kering, dan
bersisik sehingga disebut plak. Penderita psoriasis plak ini juga bisa merasakan
rasa yang sangat gatal dan perih pada kulit yang terserang. Psoriasis jenis plak
ini bisa muncul pada bagian tubuh manapun, namun umumnya muncul pada
bagian tubuh seperti lutut, sikut atau kulit kepala. Pada kasus yang sudah parah,
gejala yang muncul bisa berupa pecah-pecah pada kulit disekitar sendi dan bisa
hingga berdarah
Psoriasis kuku (Nail Psoriasis)

Meskipun jenis ini bukanlah kategori khusus dari penyakit psoriasis, namun
hampir 50% pengidap psoriasis di dunia menderita gejala psoriasis kuku ini.
Penderita penyakit psoriasis jenis ini akan mengalami gejala seperti:

 Terjadi perubahan warna kuku

 Pertumbuhan kuku tidak normal (abnormal)

 Muncul cekungan-cekungan kecil pada kuku

 Kuku menjadi rusak seperti bercabang, patah, mati atau terlepas

Psoriasis kulit kepala (Scalp Psoriasis)


Penyakit psoriasis jenis ini menyebabkan munculnya
sisik tebal yang terasa gatal pada sebagian atau bahkan hingga seluruh area
kulit kepala. Ruamnya terkadang juga bisa melebar hingga melewati garis
rambut, seperti hingga ke leher, kuping atau wajah. Bagian kulit yang
mengelupas akan terlihat putih seperti ketombe yang berguguran. Dalam banyak
kasus, psoriasis jenis ini dapat mengganggu kesehatan rambut, bahkan bisa
menyebabkan infeksi atau bahkan kerontokan rambut. Sehingga bisa
menimbulkan stress, rasa malu atau minder bagi penderitanya.
Psoriasis inversi (Inverse Psoriasis)

Psoriasis jenis ini akan menyebabkan timbulnya ruam merah yang terasa halus
dan umumnya terjadi pada daerah-daerah lipatan kulit seperti lipatan ketiak,
buah dada, atau selangkangan. Ruam-ruam ini juga bisa diperparah akibat
adanya gesekan pada kulit serta keringat.

Psoriasis gutata (Guttate Psoriasis)


Gejala psoriasis jenis ini adalah ruam berupa bintik-bintik kecil yang menyerupai
tetesan air. Ruam-ruam ini berlapis sisik dan biasanya muncul pada bagian tubuh
seperti lengan, kaki dan kulit kepala. Penyakit kulit psoriasis jenis ini lebih sering
menyerang anak-anak dan remaja. Psoriasis gutata terkadang muncul setelah
terjadi penyakit infeksi atau radang tenggorokan.

Psoriasis pustular (Pustular Psoriasis)

Penyakit psoriasis pustular dapat menyebabkan ruam-ruam merah yang perih


pada sebelumnya dan pada akhirnya kulit menjadi melepuh dan berisi nanah.
Ruam tersebut bisa terjadi pada seluruh bagian tubuh atau muncul pada bagian-
bagian tubuh tertentu, seperti muncul berkelompok di tangan, kaki, atau ujung
jari. Selain itu psoriasis pustular yang telah menyebar ke seluruh tubuh juga bisa
menyebabkan penderita demam, menggigil, rasa yang sangat gatal, dan
penurunan berat badan.

Psoriasis eritrodermik (Erytrhodemic Psoriasis)


Psoriasis eritrodermik bisa menyebabkan ruam
mengelupas pada kulit, rasa gatal yang luar biasa, dan disertai sensasi rasa
terbakar pada kulit. Psoriasis jenis ini umumnya sangat menyakitkan dan perlu
perawatan khusus yang intensif di rumah sakit. Selain itu jenis penyakit kulit
psoriasis eritrodermik ini juga bisa berdampak pada malnutrisi, dehidrasi, dan
bahkan gagal jantung.

Artritis psoriasis (Psoriatic Arthritis)

Selain kulit bersisik, iritasi, dan terjadi perubahan pada warna kuku, gejala
yang muncul dari psoriasis artritis ini juga bervariasi dan menyerang
persendian, serta bisa menjadi sangat berbahaya karena sendi yang
terinfeksi bisa menjadi kaku, selain itu kerusakan pada sendi tersebut bisa
berkembang, dan bisa mengakibatkan cacat permanen.
D. MANIFESTASI KLINIS
Penderita biasanya mengeluh adanya gatal ringan pada tempat-tempat
predileksi, yakni pada kulit kepala, perbatasan daerah tersebut dengan muka,
ekstremitas bagian ekstensor terutama siku serta lutut, dan daerah
lumbosakral.Kelainan kulit terdiri atas bercak-bercak eritema yang meninggi (plak)
dengan skuama diatasnya. Eritema berbatas tegas dan merata. Skuama berlapis-lapis,
kasar, dan berwarna putih seperti mika, serta transparan. Pada psoriasis terdapat
fenomena tetesan lilin, Auspitz dan Kobner.
Fenomena tetesan lilin ialah skuama yang berubah warnanya menjadi putih
pada goresan, seperti lilin digores. Pada fenomena Auspitz serum atau darah
berbintik-bintik yang disebabkan karena papilomatosis. Trauma pada kulit , misalnya
garukan , dapat menyebabkan kelainan yang sama dengan kelainan psoriasis dan
disebut kobner.
Psoriasis juga dapat menyebabkan kelainan kuku yang agak khas yang disebut
pitting nail atau nail pit berupa lekukan-lekukan miliar.
Gejala dari psoriasis antara lain :
 Mengeluh gatal ringan
 Bercak-bercak eritema yang meninggi, skuama diatasnya.
 Terdapat fenomena tetesan lilin
 Menyebabkan kelainan kuku