You are on page 1of 4

PERCOBAAN II

PEMBUATAN PREPARAT DARAH

A. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui proses pembuatan preparat darah dengan
metode hapus serta membandingkan jenis pewarnaan

B. Dasar Teori
Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair yang terdiri dari sel-sel
dan fragmen-fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang
bersifat seperti air, ialah plasma. Sel-sel dan fragmen fragmen sel merupakan
unsur-unsur darah yang disebut unsur “jadi”. Sel ini cukup besar sehingga
dapat diamati dengan mikroskop biasa ada 3 tipe unsur “jadi” ialah:
a. Sel-sel darah merah
sel darah ini merupakan sel yang paling banyak jumlahnya. Wanita
normal mempunyai kira 4,5 juta sel ini dalam setiap millimeter kubik
darah sedangkan pada laki-laki normal hanya memiliki kira-kira 5 juta.
Jangka hidup sel ini kira-kira 120 hari dan sel darah merah yang sudah tua
akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdpat dalam hati dan dalam suatu
struktur berbentuk kantung yang disebut limpa dan telah ditaksir bahwa
setiap detik 3 juta SDM mati dan dibersihkan oleh hari serta limpa
(Kimball, Hal:515-516).
b. Sel-sel darah putih
Sel darah putih ini jumlahnya jauh lebih kurang dari pada sel darah merah.
Fungsi umum dari sel darah putih yaitu untukmelindungi badan dari
infeksi. Nanah adalah kumpulan sel-sel darah putih mati dan hsil
kerusakan-kerusakan jaringan. Semua sel darah putih dibuat dalam
sumsum tulang. Jarang sebuah sel pendahulu bersifat kanker. Sebagai
suatu akibat jumlah satu macam leukosit menjadi sangat jauh lebih besar
dari normal, suatu keadaan dikenal sehingga leukemia. Aneka ragam
gejala-gejala yang membahayakan (sering termaksud anemia yang parah)
sering mengiringinya. Pada beberapa bentuk penyakit, pengobatan dapat
memperlambat perkembangan gejala-gejala dan memperpanjang
kehidupan pasien selama bertahun-tahun (Kimball, Hal:517).
c. Keping-keping darah
Keeping-keping darah adalah fragmen sel-sel yang dihasilkan oleh sel-sel
besar (megakariosit) dalam sumsum tulang. Keeping-keping darah
berbentuk seperti cakera dan jauh lebih kecil dari pada SDM. Secara
normal dalam setiap kubik millimeter darah terdapat antara 150.000-
400.000 keping-keping darah. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan
darah (Kimball, Hal:518).
Fungsi utama darah yaitu mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dan
dari semua jaringan-jaringan badan , mempertahankan badan terhadap
penyakit menular (Kimball, Hal:522).
Sistem peredaran darah pada semua organisme merupakan proes
fisiologis yang sangat penting untuk melakukan aktivitas sel, jaringan maupun
organ membutuhkan nutrisi dan oksigen. Bahan-bahan ini dapat disuplai
hanya bila peredaran darah berjalan normal. Karenanya, semua fungsi dari
setiap organ dalam tubuh kadang-kadang dapat dilihat pada darah (Fujaya,
Hal:88).
Komponen penyusun sistem peredaran darah adalah jantung, darah,
saluran darah, dan limpa. Saluran pembulu darah utama dalam tubuh ikan
adalah arteri dan vena yang terdapat di sepanjang tubuh. Arteri atau
pembulluh nadi merupakan pembulu yang berdinding seltebal dan kuat tetapi
tidak mempunyai klep-klep yang berfungsi membawa darah meninggalkan
jantung. Selain pembulu utama juga terdapat pembuluh pembuluh cabang atau
pembuluh kapiler yang menuju ke kulit, otot, otak, tulang belakang, organ
visceral, dan lain-lain. Sistem peredaran ikan juga bersifat tunggal artinya
yaitu hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. start dari jantung,
darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas, kemudian ia dialirkan
ke dorsal aorta dan terbagi ke seganap organ-organ tubuh melalui saluran-
saluran kecil. Diamana dorsal aorta adalah sumber darah terbesar pada tubuh
dan dari sini darah di suplai ke kepala, otot badan, ginjal dan semua organ
pencernaan melalui pembuluh kapiler (Fujaya, Hal:88-89).
Medium transport dari sistem sirkulasi adalah darah. Darah tidak
hanya mengangkut oksigen dan karbon dioksida ke dan dari jaringan-jaringan
dan paru-paru, tetapi juga mengangkut bahan lainnya di seluruh badan. Ini
meliputi molekul-molekul makanan seperti gula dan asam amino, limbah
metabolisme seperti urea, ion-ion dari macam-macam garam seperti Na+, dan
hormone-hormon. Darah juga berfungsi mengedarkan panas dalam badan.
Selain fungsinya sebagai suatu alat pengangkut darah juga memainkan
peranan aktif dalam memerangi bibit penyakit menular seperti bakteri tertentu
yang dapat masuk dalam badan (Kimball, Hal:514).
Medium pengangkutan dalam badan manusia adalah darah. Tetapi
sistem sirkulasi kita adalah sistem tertutup, dan darah tidak berhubungan
langsung dengan sel-sel (suatu perkecualian tentu saja adalah sel-sel epitel
yang melapisi dinding-dinding arteri-arteri dan vena-vena dan merupakan
dinding kapiler-kapiler). Jumlah kapiler dan penyebarannya sedemikian rupa
sehingga mungkin tidak ada sel yang pernah berjarak lebih dari 50 um dari
sebuah kapiler (Kimball, Hal: 524)
Aliran darah dan tekanan darah tidak seragam sebab ventrikel kiri
jantung sebagai sumber pompa sistemik. Berganti-gantian mengalami
kontraksi (sistol) dan keadaan rileks (diastol). Saat ventrikel mengalami sistel
tekanan darah arteri berada pada titik tertinggi dan saat diastol berada pada
titik terendah secara medis hal itu dinayakan sebagai dua tekanan misalnya
120/80, 120 adalah tekanan sistolik rata-rata untuk manusia dwasa muda,
sedangkan 80 adalah tekanan diastolic rata-ratanya. Jika arteri menjadi kaku
tekanan darah akan turun menjadi nol saat ventrikel mengalami diastole, dan
dengan cepat menjadi sangat tinggi saat sistol yang terjadi berikutnya .
pergeseran perubahan tekanan darah yang tajam seperti itu dapat
membahayakan integrias dinding arteri, dan akan menyebabkan tegangan
mekanis di tempat-tempat lain pada sistem sirkulatoris (George, hal: 212).