You are on page 1of 10

KONSEP

PANDUAN

POJOK KEPENDUDUKAN (POPULATION CORNER)


DI PERGURUAN TINGGI

DIREKTORAT KERJASAMA PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN


BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
2017
I. LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 87 tahun 2014 tentang


Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga
Berencana dan Sistem Informasi Keluarga, pasal 11 menyebutkan bahwa
dalam rangka pelaksanaan sinkronisasi kebijakan pengendalian kuantitas
penduduk, pemerintah menetapkan program dan kegiatan
penyelenggaraan pengendalian kuantitas penduduk yang salah satunya
melalui kerja sama pendidikan kependudukan. Pendidikan kependudukan
adalah upaya terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat agar
memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang kondisi
kependudukan serta keterkaitan timbal balik antara perkembangan
kependudukan yaitu kelahiran, kematian, perpindahan serta kualitas
penduduk dengan kehidupan sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan
lingkungan hidup sehingga mereka memiliki perilaku yang bertanggung
jawab dan ikut peduli dengan kualitas hidup generasi sekarang dan
mendatang. Permasalahan kependudukan yang dihadapi indonesia
meliputi aspek kuantitas, kualitas, persebaran dan data kependudukan.

Pelaksanaan pendidikan kependudukan dilakukan melalui jalur


pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan melalui jalur formal
sangat potensial untuk dikembangkan, karena jika pendidikan
kependudukan sudah masuk ke dalam sistem pembelajaran dan
kurikulum secara nasional, niscaya akan secara otomatis dilaksanakan
oleh seluruh perguruan tinggi (PT) maupun sekolah di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu dalam hal ini, sasaran pengembangan jejaring kemitraan
adalah Kemendikbud melalui Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah
(Dikdasmen) dan Kemenristekdikti melalui Ditjen Pembelajaran dan
Kemahasiswaan (Belmawa) serta institusi pendidikan baik dari dasar,
menengah dan tinggi.
Pengembangan jejaring kemitraan dengan Kemendikbud saat ini masih
dalam tahap perpanjangan nota kesepahaman yang telah habis masa
berlaku. Sementara dengan Kemeristekdikti telah ditandatangani nota
kesepahaman dan sedang dalam proses pembahasan naskah Perjanjian
Kerjasama. Rancang bangun kegiatan potensial dengan kedua instansi
tersebut telah disusun yang diantaranya adalah pembentukan Sekolah
Siaga Kependudukan (SSK) bagi peserta didik SMP dan SMA dan
pengintegrasian materi pendidikan kependudukan dalam Mata Kuliah
Wajib Umum (MKWU) serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bagi
mahasiswa Perguruan Tinggi (PT). Untuk melengkapi dan mendukung
kedua program yaitu SSK dan KKN Tematik, maka dalam rangka
memenuhi kebutuhan materi para peserta didik dan mahasiswa mengenai
isu-isu kependudukan maka BKKBN berencana memfasilitasi tersedianya
“pojok kependudukan” (population corner) di setiap sekolah dan PT.

Pada dasarnya, pojok kependudukan tidak hanya secara khusus untuk


mendukung program SSK maupun KKN Tematik saja, namun secara
umum adalah memudahkan akses bagi siswa maupun mahasiswa
mendapatkan informasi dan data yang valid dan berkualitas mengenai
kependudukan. Lebih lanjut diharapkan dengan mudahnya akses, maka
akan menginspirasi para siswa dan mahasiswa untuk menggunakan tema
kependudukan dalam setiap karya tulis (paper) maupun penelitiannya.
Hal ini tentu akan lebih memperkaya literatur dan khasanah
kependudukan, yang pada gilirannya dapat menginspirasi banyak orang
yang membaca untuk lebih peduli terhadap isu kependudukan. Lebih dari
itu adalah terinternalisasinya dalam diri siswa maupun mahasiswa
pemahaman dan kesadaran untuk berperilaku yang rasional sesuai
konsep pembangunan berkelanjutan dan berkomitmen untuk lebih peduli
terhadap isu-isu kependudukan.

Bagi BKKBN, hal ini menjadi wahana yang efektif untuk


mensosialisasikan materi-materi yang telah diterbitkan baik oleh
DITPENDUK (± 79 materi) maupun program KKBPK secara umum
khususnya materi-materi hasil penelitian dari Puslitbang. Sebagai langkah
awal percontohan pojok kependudukan akan difasilitasi di Universitas
Andalas, Sumatera Barat.
II. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
Terfasilitasinya kebutuhan mengenai materi-materi kependudukan bagi
mahasiswa di Perguruan Tinggi

B. TUJUAN KHUSUS
1. Meningkatnya pengetahuan dan wawasan mengenai
kependudukan bagi civitas akademika di lingkungan kampus
2. Memudahkan akses para mahasiswa untuk memperoleh literatur
mengenai kependudukan
3. Memotivasi para mahasiswa untuk mengambil tema kependudukan
dalam setiap karya tulis maupun penelitian
4. Menyediakan data yang valid mengenai kependudukan
5. Terinternalisasinya pemahaman mengenai kependudukan dalam
diri setiap mahasiswa

III. SASARAN KHALAYAK


1. Civitas akademika
2. Mahasiswa di Perguruan Tinggi

IV. GAMBARAN UMUM POJOK KEPENDUDUKAN


1. Fungsi pojok kependudukan sebagai wahana pembelajaran dan
pengenalan serta pendalaman tentang program KKBPK
2. Materi disajikan dalam bentuk audiovisual tutorial
3. Merupakan salah satu bentuk digital library
4. Sarana yang dibutuhkan adalah ruangan atau tempat yang mudah
dijangkau di area kampus, diutamakan dekat dengan perpustakaan
pusat di PT
5. Perangkat yang disediakan adalah:
a. Lemari display kaca untuk menampilkan buku-buku, leaflet dll.
Buku-buku yang dipajang dalam lemari display hanya bersifat
pameran/promosi, selanjutnya materi tersebut dapat di download di
website bkkbn.go.id
b. Signage
Berisikan aplikasi yang menampilkan informasi-informasi
kependudukan, diantaranya dalam bentuk:
1) Buku-buku dan materi (policy brief, leaflet, jurnal dll terbitan
BKKBN)
2) Data dan hasil penelitian BKKBN
3) Link website artikel maupun jurnal ilmiah dari lembaga lain
4) Video KIE yang diolah oleh tim MPC BKKBN

Signage bersifat offline, sehingga hanya menampilkan materi yang


hanya dapat dibaca di tempat. Untuk mengunduh materi sesuai
yang ditampilkan di signage dapat mengunduh di laptop yang
terhubung dengan wifi kampus ataupun jaringan pribadi.

c. Laptop
Merupakan perangkat yang dapat digunakan untuk mengunduh
buku-buku dan link yang disarankan dalam signage.
d. Jaringan Wifi
Selain dapat diakses dari perangkat pribadi mahasiswa, dalam
pojok kependudukan juga disediakan perangkat untuk mengunduh
materi kependudukan yang diperlukan.

V. MEKANISME PELAKSANAAN
A. PERSIAPAN
Untuk mempersiapkan pembentukan pojok kependudukan maka perlu
kolaborasi antara DITPENDUK, Perwakilan BKKBN Provinsi maupun
PT yang menjadi sasaran. Dalam hal ini peran dari masing-masing
pihak adalah sebagai berikut:
1. BKKBN Pusat/DITPENDUK
a. Menyiapkan perangkat tata laksana sebagai payung
pelaksanaan di lapangan
b. Mensosialisasikan kepada Perwakilan BKKBN Provinsi dan PT
c. Melakukan pembinaan kepada Perwakilan BKKBN Provinsi dan
PT
d. Menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan
(khususnya dalam rangka percontohan)
e. Menyediakan materi-materi yang akan di program dalam
signage

2. Perwakilan BKKBN Provinsi


a. Melakukan sosialisasi kepada PT
b. Mengidentifikasi PT yang dapat difasilitasi pojok kependudukan
c. Melakukan koordinasi dengan PT
d. Melakukan pembinaan kepada PT
e. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan

3. Perguruan Tinggi
a. Berkordinasi secara internal mengenai kebutuhan pojok
kependudukan
b. Menyiapkan ruang yang memadai, jika memungkinkan dekat
dengan Perpustakaan Pusat yang ada di PT
c. Menyiapkan jaringan wifi sehingga mahasiwa dapat mengakses
dan mengunduh jika ada saran link dari aplikasi di signage
d. Menyediakan operator atau SDM pengelola

B. PELAKSANAAN
1. BKKBN
a. BKKBN Pusat
1) DITPENDUK
a) Mengkoordinir komponen-komponen BKKBN dalam
memperbaharui materi pojok kependudukan
b) Mengirimkan materi yang akan dimasukan dalam signage
kepada Perwakilan BKKBN Provinsi
2) DITTIFDOK
a) Memfasilitasi perangkat teknologi informasi berupa mesin
Signage untuk pojok kependudukan
b) Menyiapkan sistem informasi operasionalisasi Signage
3) Komponen lain BKKBN
a) Secara periodik mengirimkan materi kepada
DITPENDUK yang akan dimasukkan dalam pojok
kependudukan
b) Apabila ada pembaharuan data dan informasi terkait
materi dalam pojok kependudukan, maka wajib
menyampaikan kepada DITPENDUK
b. Perwakilan BKKBN Provinsi
1) Mendistribusikan perangkat yang diperlukan seperti signage
dan laptop (disiapkan oleh BKKBN
Pusat/DITTIFDOK/BKKBN Provinsi)
2) Melatih operator atau SDM pengelola dalam
mengoperasikan perangkat
3) Mengirimkan materi yang akan dimasukkan dalam aplikasi
signage baik materi dari pusat maupun dari Perwakilan
BKKBN Provinsi
4) Melakukan pemeliharaan operasional pojok kependudukan
bersama-sama dengan perguruan tinggi
5) Berkoordinasi dengan BKKBN Pusat yaitu DITTIFDOK
terkait operasional sistem informasi signage jika terdapat
masalah
2. PERGURUAN TINGGI
a. Memberikan dukungan operasional yang dibutuhkan
b. Mensosialisasikan kepada mahasiswa
c. Memotivasi dan menyarankan mahasiswa untuk secara aktif
memanfaatkan pojok kependudukan

VI. PELAPORAN, MONITORING DAN EVALUASI


A. PELAPORAN
Untuk mempermudah monitoring dan evaluasi dari pihak BKKBN
Pusat, maka Perwakilan BKKBN Provinsi membuat sebuah laporan
yang nantinya akan disampaikan kepada pihak BKKBN Pusat berisi
tentang perkembangan pojok kependudukan di perguruan tinggi yang
ada diwilayah binaanya, dimana laporan ini berguna juga untuk
mengetahui tentang kebutuhan dari pojok kependudukan seperti materi
apa yang paling dibutuhkan di pojok kependudukan, perbaikan sistem
dari signage yang ada dipojok kependudukan, maupun hal-hal lain
yang dibutuhkan terkait pojok kependudukan.

B. MONITORING DAN EVALUASI


Monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting yang tidak
terpisahkan dari suatu pelaksanaan program. Dengan monitoring dan
evaluasi dapat diketahui berbagai hal kegiatan yang menyangkut
perencanaan, proses pelaksanaan dan hasil yang dicapai maupun
dampak yang ditimbulkan. Selain itu monitoring dan evaluasi terhadap
hasil serta dampak yang ditimbulkan berguna bagi penilaian program,
yaitu mengenai tingkat keberhasilan yang dicapai, faktor kendala dan
pendukung yang ada, efisiensi dan efektifitas program, serta pengaruh-
pengaruh lain yang ditimbulkan akibat pelaksanaan program
1. BKKBN Pusat
a. DITPENDUK
1) Monitoring dan evaluasi efektivitas penggunaan signage di
pojok kependudukan
2) Monitoring dan evaluasi kebutuhan materi di pojok
kependudukan
3) Melakukan evaluasi kebutuhan pojok kependudukan
berdasarkan dari hasil laporan yang diberikan oleh
Perwakilan BKKBN Provinsi
b. DITTIFDOK
1) Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja dari
sistem dan operasionalisasi signage
2) Melakukan pengecekan kinerja dari sistem maupun aplikasi
yang digunakan pada signage
2. Perwakilan BKKBN Provinsi
a. Melakukan kunjungan berkala minimal seminggu sekali ke lokasi
pojok kependudukan di perguruan tinggi
b. Melakukan pemeliharaan operasionalisasi sistem informasi
signage dengan melakukan pengecekan secara berkala untuk
mengetahui apakah terdapat permasalahan sistem signage yang
tersedia atau tidak
c. Melaporkan secara berkala kepada BKKBN Pusat terkait
perkembangan pojok kependudukan, baik mengenai kebutuhan
akan materi, perbaikan sistem, dan lain-lain
3. Perguruan Tinggi
a. Mengevaluasi keefektifan pojok kependudukan untuk
mendukung aktifitas civitas akademika
b. Mengevaluasi secara berkala tingkat kunjungan dan
pemanfaatan sarana prasarana yang disediakan dalam pojok
kependudukan
c. Memonitor operasional pojok kependudukan
d. Melakukan perawatan secara berkala
e. Melakukan laporan kepada BKKBN Perwakilan Provinsi apabila
ada kendala dalam operasional pojok kependudukan
Adapun maksud dari kegiatan pojok kependudukan ini adalah untuk memberikan
informasi terkait masalah kependudukan yang sering terjadi dilingkungan masyarakat serta
upaya untuk mengatasi masalah tersebut. kegiatan ini bertempatan di SMA Negeri 6
Takengon.

a.Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut


Adapun hasil yang di capai dalam progam ini ialah
1. Membantu BKKBN dalam usaha mengencarkan program-program berkaitan dengan
KKBPK dalam masyarakat
2. Menjadi media dalam penyampaian usaha-usaha yang berkaitan dengan peningkatan
kualitas hidup masyarakat Indonesia
3. Menjadi perpanjangan tangan aktif BKKBN dalam membantu terfasilitasinya kebutuhan
materi-materi kependudukan bagi peserta didik di tingkat

b. Partisipasi Masyarakat
Dikarenakan progam ini dilakukan di SMAN 9 Takengon maka kami melakukan
pendekatan dengan pihak sekolah. Respon kepala sekolah ketika kami memaparkan progam
BKKBN ini sangat baik dan juga berhubungan kepala sekolah SMAN 9 tersebut alumni dari
Unsyiah sehingga segala urusan di sekolah tersebut menjadi mudah, hal ini terlihat dari peran
guru yang membantu kami dalam menyusun pojok kependudukan dan juga peran murid
dalam bekerjamasa untuk progam ini.