You are on page 1of 5

1

PERANCANGAN MEKANISME UJI


KARAKTERISTIK SISTEM KEMUDI
Mochammad Reza Pahlevi, Unggul Wasiwitono
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: unggul@me.its.ac.id

ABSTRAK-- Sistem kemudi adalah sistem yang memutar roda kemudi semakin besar pada saat kendaraan
berfungsi mengatur arah dan membelokkan kendaraan. Pada berbelok, terutama pada belokan tajam. Oleh karena itu,
dasarnya sistem kemudi haruslah memenuhi prinsip analisa dinamis pada steering diperlukan agar diperoleh
ackerman. Agar sistem kemudi yang dibuat dapat memenuhi desain yang sesuai dengan yang dibutuhkan.Untuk
prinsip ackerman diperlukan pengujian. Mekanisme uji
sistem kemudi adalah alat yang digunakan untuk mengetahui
mengembangkan sistem kemudi yang sesuai dengan
karaktristik sistem kemudi. Perancangan mekanisme uji pada permintaan perlu dilakukan pengujian baik secara langsung
makalah ini merupakan perancangan alat uji dengan skala 1 : pada kendaraan maupun melalui pengujian laboratorium.
1 atau digunakan untuk menguji system kemudi kendaraan Sebuah tren yang penting di industri adalah dengan
sebenarnya. Perancangan mekanisme ini menggunakan memanfaatkan lebih dalam ruangan tes laboratorium
software tertentu dengan permodelan tiga dimensi. Setiap berbasis peralatan. Pengujian di laboratorium
dimensi komponen dan properti material yang digunakan memungkinkan untuk kontrol yang lebih besar di setiap
disesuaikan dengan kondisi riilnya Alat ini dirancang dengan percobaan.
memperhitungkan beban maksimal yang terjadi saat Pada artikel ini akan dibahas tentang proses
kendaraan mengangkut beban maksimal dengan besarnya
widthtrack antara 1300mm – 1600mm. Dengan menggunakan
perancangan mekanisme uji karakteristik sistem kemudi
mekanisme slot, posisi steering rack dapat diubah sesuai yang aplikasinya akan digunakan untuk mengetahui
kebutuhan. Sehingga alat ini dapat digunakan untuk karakteristik sudut belok dari sistem kemudi kendaraan.
mengetahui karakteristik sudut belok yang terjadi akibat Artikel ini disusun dengan menitikberatkan proses
perubahan posisi steering rack, perubahan widthtrack dan perancangan mekanisme uji karakteristik sistem kemudi
perubahan beban. Mekanisme uji karaktristik sistem kemudi dan pembuatan alat peraga sistm kemudi. Pada artikel ini
ini mampu mengukur sudut belok yang terjadi dan akan dibahas mengenai tahap-tahap penelitian yang ada
mengetahui pengaruh perubahan posisi posisi steering gear pada bagian II. Pada bagian III, akan dijelaskan lebih lanjut
dan perubahan besarnya beban terhadap sudut belok mengenai prinsip kerja mekanisme dan kajian terdahulu
ackerman pada sistem kemudi sehingga didapatkan desain
sistem kemudi yang ideal.
yang menjadi acuan dalam perancangan. mekanisme uji
karakteristik sistem kemudi hasil rancangan penulis akan
Kata Kunci : Perancangan, Sistem Kemudi, Mekanisme uji dibahas pada bagian IV. Bagian V adalah kesimpulan dan
saran.

P erkembangan teknologi yang semakin cepat


mendorong manusia untuk mengembangkan produk
teknologi yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam
dunia otomotif khususnya mobil terdapat banyak sistem
yang bekerja. Sistem-sistem tersebut bekerja saling
II. URAIAN PENELITIAN
A. Tahap Perancangan Awal
Pada tahap ini, terlebih dahulu dilakukan
perencanaan model mekanisme yang sesuai. Model
berkaitan antara satu dengan yang lain, dan salah satunya mekanisme nantinya mempunyai tuntutan dapat mengetahui
adalah sistem kemudi. Tipe dari sistem kemudi mobil ini karakter sudut belok yang terjadi pada sistem kemudi
bermacam – macam tergantung dari jenis kendaraan serta kendaraan roda empat . Tahap pemodelan dilakukan dengan
desain dari produsen mobil. aplikasi komputer tertentu, sehingga data yang dihasilkan
Desain dari sistem kemudi ini menentukan tingkat dapat mewakili kondisi riilnya.
keamanan dan kenyamanan saat berkendara. Karena pada
sekarang ini banyak mobil – mobil modern yang B. Tahap Perhitungan
mempunyai ban lebar dengan tekanan yang rendah, Pada tahapan ini dilakukan analisa secara teoritis
sehingga mengakibatkan bidang singgung ban dengan dari mekanisme uji karakteristik sistem kemudi, terutama
permukaan jalan semakin besar, hal ini juga mempengaruhi perhitungan gaya-gaya yang terjadi. Setelah melakukan
tenaga yang akan dibutuhkan saat memutar sistem kemudi tahap perhitungan, rancangan awal yang telah dipilih
menjadi bertambah. Pada sistem kemudi tipe rack dan ditinjau ulang dan diberikan ukuran serta material yang
pinion, usaha memutar kemudi dapat dikurangi dengan tepat.
memperbesar perbandingan gigi (gear ratio) pada sistem
kemudi, tetapi ini akan mengakibatkan usaha untuk
2

C. Tahap Analisa Data dan Hasil


Setelah melakukan tahap perhitungan, maka didapat Nilai w didapat dari gaya tumpuan pada tiap roda dimana
hasil data berupa stress maksimum yang terjadi pada tiap dalam perancangan ini berdasarkan dinas perhubungan
komponen. Berdasarkan data tersebut, dilakukan untuk kendaraan jenis pick up mempunyai jenis berat yang
perubahan-perubahan yang diperlukan pada tiap komponen di izinkan (JBI) seberat 3 ton. sehingga, ketika mendapat
agar mampu mengatasi stress yang terjadi. beban penuh sekitar 3 ton maka pusat gravity akan berpusat
pada titik tengah dari panjang antara roda depan dan roda
D. Tahap Perancangan Akhir belakang. perhitungan manjadi seperti di bawah ini.
Komponen yang telah dirancang masing-masing
akan dievaluasi dengan ditinjau proses manufaktur atau
proses permesinan. Hal ini yang mendasari aktifitas ini
adalah apakah komponen yang ada mampu dimanufaktur
dengan teknologi yang tersedia. Hasil akhir dari proses
permesinan pembuatan komponen adalah proses perakitan Sehingga gaya yang di tumpu tiap roda depan adalah 0.5
semua komponen baik yang telah mengalami proses W f = 7357.5N dengan angka keamanan sebesar 1,45. Dan
permesinan maupun komponen-komponen yang sudah besarnya gaya yang dibutuhkan untuk membelokkan roda
standar. depan dapat diketahui melalui.

III. DASAR TEORI


Tujuan utama perancangan mekanisme uji
Dimana :
karakteristik sistem kemudi adalah untuk merancang
w = 10668,375 N ; µ = 0,2 ; B=
mekanisme yang dapat mengukur sudut belok yang terjadi
0,07m ; E= 0,12m
pada sistem kemudi dengan melakukan beberapa perubahan sehingga
parameter, diantaranya perubahan besarnya beban dan
perubahan posisi steering gear. Namun sebelum melakukan
perancangan terlebih dahulu dibuat permodelan dari sistem
kemudi untuk mengetahui gaya yang bekerja. Gaya-gaya Maka gaya untuk membelokkan roda
tersebut yang nantinya menjdi dasar dalam perancangan F w = T w /r k = /0.1 = N
mekanime uji sistem kemudi.

IV. DESAIN DARI MEKANISME UJI KARAKTERISTIK


SISTEM KEMUDI
Komponen utama dari mekanisme uji karakteritik
ini adalah sistem kemudi, sistem pengatur beban,
mekanisme slot, sensor beban, sensor sudut, sensor torsi
dan frame. Pengatur beban yang terhubung dengan sensor
beban digunakan sebagai pengganti massa kendaraan dan
dapat memberikan beban hingga 750 kg. Mekanisme slot
Gambar 1. Gaya pada sistem kemudi (sumber : Daryoush digunakan untuk mengatur posisi steering gear.
Safarzadeh “Steer by Switch System Design For Vehicles”)

Untuk mengetahui besarnya torsi yang dibutuhkan dalam


memutar kemudi, terlebih dahulu mencari besarnya torsi
untuk membelokkan ban.

Gambar 3. Desain mekanisme uji karakteristik sistem


Gambar 2. Hubungan antara µ dan E/B (sumber : Parker kemudi
Hannifin Corporation)
3

Frame merupakan konstruksi yang digunakan


sebagai base pemasangan komponen-komponen. Frame
dibuat rigid dan dikunci menggunakan baut pada lantai
untuk meminimalkan gangguan berupa getaran lain dan
defleksi yang tidak dibutuhkan saat pengujian. Cara kerja
dari mekanisme uji karakteristik dapat dilihat pada gambar
di bawah.

Gambar 5. Alat peraga sistem kemudi

Gambar 4. Cara kerja mekanisme uji Gambar 6. Tampak atas alat peraga sistem kemudi

dari skema di atas dapat dilihat langkah-langkah


pengambilan data. Data pengukuran didapat dengan cara V. ANALISA PERAGA SISTEM KEMUDI
memutar roda kemudi dimana pengaruh perubahan beban Untuk mempermudah dalam mempelajari
dan posisi steering gear menjadi parameter dalam pengujian karakteristik sudut belok pada sistem kemudi dapat
sistem kemudi ini. Sinyal yang keluar dari sensor kemudian digunakan alat peraga. Pada alat peraga sistem kemudi
akan diolah oleh hardware arduino, hasil pengolahan sinyal dilakukan pengukuran sudut belok yang terjadi ketika poros
akan ditampilkan oleh komputer berupa angka yang tengah digeser. Pada pengukuran pertama dilakukan ketika
menunjukan besarnya sudut belok, torsi pada kemudi dan shaft berada pada posisi nol (datum), dilanjutkan
beban yang digunakan. pengukuran kedua dimana posisi shaft dinaikkan 1cm
Proses kerja dimulai dengan memasang sistem kearah Y dan pengukuran ketiga pada posisi shaft berada
kemudi, kemudian memastikan posisi mula pada sensor ditarik ke belakang sebesar 1cm pada sumbu Z . Hasil dari
sudut menunjukkan angka nol. Setelah pada kedua roda ban pengukuran dapat dilihat sebagai berikut
diberi beban dengan memutar baut pada sistem pengatur
beban. Besarnya beban akan diukur oleh sensor beban dan Tabel 1. Pengukuran sudut belok pada alat peraga
dapat dilihat melalui komputer. Langkah terakhir adalah
memutar roda kemudi untuk mengetahui sudut belok yang No Pergeser Posisi Datum Posisi shaft Posisi shaft pada
terjadi serta besarnya torsi yang dibutuhkan untuk memutar an (mm) pada sumbu sumbu Z+1cm
roda kemudi yang akan diperlihatkan melalui komputer. Y+1cm
Selain perancangan mekanisme uji sistem kemudi,
pembuatan alat peraga sistem kemudi juga dilakukan hal ini Sudut Sudut Sudu Sudut Sudut Sudut
luar Dalam t luar Dalam luar Dalam
bertujuan agar dapat digunakan sebagai alat bantu dalam (δ o ) (δ i ) (δ o ) (δ i ) (δ o ) (δ i )
mempelajari kinematika gerak belok dari sistem kemudi. 1 50
50 60 50 50 50 40
Alat peraga ini dibuat dengan skala 1 : 2 dan dapat
2 100 0 0 0 0 0
mempresentasikan sudut belok kendaraan. Dimana posisi 10 11 10 10 11 80
poros menjadi parameter pengaruh terhadap sudut belok 3 150
150 160 150 150 150 140
yang terjadi. 4 200 0 0 0 0 0
20 22 20 20 19 190
0
5 25
240 280 250 300 260 280
6 300 0 0 0 0 0
30 35 30 39 31 340
0
7 35
340 450 360 440 370 410
8 400
390 590
4

pada sistem kemudi, panjang dari kendaraan dapat begitu juga dengan posisi Y+1 dan Z+1 perbedaan dimulai
mempengaruhi sudut belok kendaraan dimana hal ini sudut luar (δ o ) sebesar 100 namun tren kedaunya selalu
terlihat pada rumus kondisi gerak belok ideal (ackerman). mendekati/ sejajar dengan tren ackerman . Hal ini
dikarenakan proses pengukuran dilakukan secara manual
dengan ketelitian sebesar 10 sedangkan hasil ackerman
Dimana : (δ o ) = Sudut luar menggunakan perhitungan rumus ackerman selain itu juga
(δ i ) = Sudut Dalam untuk membuat alat peraga sistem kemudi yang
W = lebar track mempresentasikan ackerman dengan sempurna sangatlah
l = wheelbase / jarak antara sumbu sulit.
depan roda dengan sumbu
belakang roda
VI. KESIMPULAN
berdasarkan rumus di atas dengan memasukkan
perbandingan antara widthtrack dengan wheelbase Dari proses perancangan alat mekanisme uji
kendaraan dimana perbandingan pada jenis MPV sekitar 0,6 karakteristik sistem kemudi dapat disimpulkan sebagai
maka didapatkan hasil perhitungan kondisi ackerman berikut :
seperti pada tabel 4.6 A. Mekanisme Uji Karakteristik
1. Mekanisme uji karakterisitik ini dapat mengukur
sudut belok pada kendaraan dengan skala
sebenarnya dengan width track antara 1300mm-
1600mm dengan beban maksimum sebesar 750 kg.
Tabel 2 hasil perhitungan dengan perbandingan W/l = 0,6 2. Mekanisme uji karakteristik ini dirancang agar
No Posisi Posisi shaft pada sumbu Posisi shaft dapat digunakan untuk mengukur pengaruh
Datum Y+1cm pada sumbu perpindahan posisi steering gear terhadap sudut
Z+1cm belok sehingga hasilnya dapat dijadikan dasar
Sudut luar Sudut luar (δ o ) Sudut luar (δ i ) dalam penempatan steering gear yang tepat pada
(δo) kendaraan.
1 5.275 5.275 4.1745 3. Hasil dari pengukuran Mekanisme uji karakteristik
2 11.155 11.155 8.726 ini nantinya dapat digunakan sebagai dasar dalam
3 17.707 17.707 16.341
merancang sistem kemudi.
4 24.969 24.969 21.979
5 31.279 32.921 31.279
6 41.455 41.455 37.982
B. Alat Peraga Sistem Kemudi
7 48.569 52.174 46.775 1. Alat peraga sistem kemudi digunakan untuk
8 57.588 mengukur karakterisitik sudut belok akibat
pengaruh perubahan posisi poros.

Sehingga efek dari w/l terhadap kondisi ackerman dapat


dilihat sebagai berikut. DAFTAR PUSTAKA
[1]. Sutantra, I.N. dan Sampurno, Bambang. 2010.
Teknologi Otomotif Edisi Kedua. Surabaya : Guna
Widya.
[2]. Safarzadeh, Daryoush. Sulaiman,
Shamsuddin. dkk 2011.Steer by Switch System
Design For Vehicles. Malaysia. University of
Putra Malaysia.
[3]. Kamble, Naresh. dan Saha.S.K
2005.Developing a Virtual Prototype of a
Rack and Pinion Steering System. India.
Indian Institut of technology.
[4]. Ayyash ,Akram. Kharoubi, Ahmad. and
Yacoobi, Liela. Autonomous Steering for an
Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat hasil SAE Vehicle.Dearborn. The university of
pengukuran menunjukkan karakteristik yang berbeda
dengan kondisi ackerman (ideal). Pada posisi datum Michigan.
perbedaan yang signifikan terjadi saat sudur luar (δ o ) [5]. R. Bagley, Matthew. 2005. Modeling an
sebesar 290 dimana tren dari datum menjauhi tren ackerman, Automobile Steering System Using Axiomatic
5

Design’s Design Matrix and the Design


Structure Matrix. Cambrige. Massachusetts
Institute of Technology.
[6]. http://www.abott-mf.com
[7]. Bastian, T. Harmes. 2012. Analisa Kinematika Dan
Sintesa Mekanisme Sistem Kemudi Kendaraan
Multiguna. Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh
Nopember.