You are on page 1of 19

1

BAB 1
SATUAN ACARA PENYULUHAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan reproduksi wanita adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh
serta bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan, yang berhubungan dengan sistem, fungsi,
dan proses reproduksi. Kesehatan reproduksi wanita dimulai sejak konsepsi, menjadi bayi, balita,
anak prasekolah, usia sekolah, remaja, usia subur, hingga menjadi ibu, kemudian menjadi lansia,
yang masing-masing mempunyai kekhususan (Noorkasiani, 2009). Menstruasi merupakan suatu
perkembangan biologis seorang remaja pada sistem reproduksi yang dimulai antara usia 12-15
tahun, dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kesehatan wanita, status nutrisi dan berat
tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung sampai mencapai usia 45-50 tahun
(Progestian, 2010). Menstruasi adalah perdarahan periodik dari uterus yang dimulai sekitar 14
hari setelah ovulasi secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus (Bobak, 2004).
Cakir M (2007 dikutip dari Sianipar 2009) menyatakan bahwa, banyak gangguan menstruasi
yang dihadapi seorang perempuan. Gangguan menstruasi ini biasanya menyebabkan
ketidaknyamanan fisik bagi seorang perempuan yang dapat mengganggu aktivitas mereka. Salah
satu gangguan menstruasi yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik yaitu dismenore, dengan
prevalensi terbesar 89,5% (Sianipar, 2009). Dismenore adalah nyeri yang dialami ketika
menstruasi yang memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan aktivitasnya atau
kehidupan kesehariannya untuk beberapa jam atau beberapa hari (Dawood, 2006).
Angka kejadian nyeri haid di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50 persen
perempuan di setiap negara mengalaminya. Angka kejadian (prevalensi) nyeri haid berkisar 45-
95% (Amerika, Nopember 2006) di kalangan wanita usia produktif. Di Swedia angka
persentasenya sekitar 72 persen. Sementara di Indonesia angkanya diperkirakan mencapai 55
persen perempuan usia produktif tersiksa oleh nyeri selama haid (Prakoso, 2008).
Seorang wanita memiliki dua ovarium dimana masing-masing menyimpan sekitar
200.000 hingga 400.000 folikel/sel telur yang belum matang.Normalnya,hanya satu atau
beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode menstruasi dan sekitar hari ke 14 sebelum
menstruasi berikutnya,ketika sel telur tersebut telah matang maka ovum tersebut akan
dilepaskan dari ovarium dan kemudian berjalan menuju Tubafallopi untuk kemudian dibuahi.

1
2

Proses pelepasan ini di sebut dengan "Ovulasi". Hormon GnRH dikeluarkan dari Hipotalamus
yang kemudian memicu hipofisis anterior untuk mengeluarkan hormon FSH, hormon FSH ini
akan terus memicu pematangan folikel diovarium sehingga terjadi sintesis Estrogen dalam jumlah
yang besar. Proses ini akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium/penebalan.Estrogen yang
tinggi akan memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH, hormon ini akan
mengakibatkan Ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesis Progesteron. Hormon
progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium sehingga terjadilah
fase sekresi/fase luteal. Fase sekresi ini tetap berlangsung 14 hari, meskipun dalam siklus haid
yang bervariasi. Dismenore yang sangat nyeri membuat wanita merasakan tidak nyaman, dengan
nyeri yang seringkali dirasakan pada perut dan punggung bagian bawah lalu menjalar kebawah
hingga kebagian atas tungkai (Andrews, 2010). Dismenore terdiri dari dua kategori yaitu
dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer adalah menstruasi yang nyeri
tanpa penyebab jelas dan tidak berhubungan dengan kelainan ginekologik. Dismenore sekunder
terjadi akibat berbagai kondisi patologis, seperti endometriosis, salfingitis atau kelainan duktus
mulleri kongenital. Pasien yang mengalami dismenore primer memiliki produksi
prostagladinendometrium yang lebih besar, sehingga menyebabkan kontraksi uterus, ischemia
uterus dan nyeri pelvis (Schwartz, 2005). Dismenore yang sering terjadi pada remaja adalah
dismenore primer yaitu nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang
nyata, hal ini dapat terjadi 2-3 tahun setelah menarche, sifat rasa nyeri yang dirasakan berupa
rasa kejang pada perut bagian bawah tetapi dapat menyebar ke arah pinggang dan paha (Sukarni,
2013). Diperkirakan 50% wanita yang mengalami dismenore primer berusia antara 15 sampai 24
tahun (Andrews, 2010).
Secara umum gangguan menstruasi bisa menggunakan herbal yang berkhasiat
mengurangi rasa sakit dan mengurangi aroma yang tidak sedap. Herbal yang bisa digunakan
Tapak liman, Temuputih, Kunyit, Sidaguri, Mahkota dewa dan lain-lain. Tetapi asupan nutrisi
yang seimbang dapat mengatasi masalah tersebut. Beberapa menu harian khusus wanita yang
bisa membuatnya merasa lebih bugar dan terbebas dari nyeri serta gangguan haid. Olah raga dan
latihan peregangan otot-otot ligamen sekitar rongga panggul dapat melancarkan aliran darah
dirongga panggul.
3

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan agar peserta mengerti mengenai
Sistem Reproduksi Pada Wanita (Nyeri Haid).
1.2.2 Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit diharapkan peserta mampu :
1) Mengetahui apa itu Sistem Reproduksi Pada Wanita
2) Mengetahui bagaimana Sistem Reproduksi Pada Wanita
3) Mengetahui apa itu Dismenore
1.3 Metode
1) Ceramah
2) Tanya/Jawab
1.4 Media
Adapun media yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan tentang pertolongan pertama
pada kecelakaan disekolahini meliputi :
1) Leaflet
2) Ex Banner
3) Flip Chart
1.5 Pelaksanaan Tugas
Adapun rangkaian kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa
STIKes Eka Harap Palangka Raya.
1) Topik : Sistem Reproduksi Pada Wanita (Nyeri Haid)
2) Media dan Alat : Leaflet, Ex Banner, Flip Chart
3) Tempat : SMP Islam NU Palangka Raya
4) Hari dan Tanggal : Rabu, 17 Januari 2018
5) Jam : 07.30 WIB s.d Selesai
4

1.6 Setting Tempat


Keterangan :
: Moderator
: Leader
: Peserta

: Fasilitator
: Observer
1.7 Tugas Pengorganisasian
Adapun tugas yang dilakukan oleh mahasiswa dalam kegiatan penyuluhan oleh
Mahasiswa/i STIKes Eka Harap Palangka Raya meliputi :
1.7.1 Moderator/Pembawa Acara : Nico Andy Purnomo Sindu
Uraian Tugas :
1.7.1.1 Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
1.7.1.2 Mengatur proses dan lama penyuluhan.
1.7.1.3 Menutup acara penyuluhan.
1.7.2 Penyuluh/Pengajar : Lina Permata Sari, Nopianti
Uraian Tugas :
1.7.2.1 Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami
oleh peserta.
1.7.2.2 Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
1.7.2.3 Memotivasi peserta untuk bertanya.
1.7.3 Fasilitator : Agustin Cristiyani, Margareta Arfina, Wahyu Widianto
Uraian Tugas :
1.7.3.1 Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
1.7.3.2 Ikut melakukan kegiatan senam bersama.
1.7.3.3 Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
1.7.3.4 Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
1.7.3.5 Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta.
5

1.7.4 Observer : Sudirman


Uraian Tugas :
1.7.4.1 Mencatat nama dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga memungkinkan
dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
1.7.4.2 Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
1.7.4.3 Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
1.7.4.4 Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan.
1.7.4.5 Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai
dengan rencana penyuluhan.
1.7.5 Dokumenter : Joni Purwanto
Uraian Tugas :
1.7.5.1 Mengambil gambar saat kegiatan penyuluhan
1.8 Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Metode
1 2 menit Pembukaan :
 Membuka kegiatan dengan mengucapkan
Salam. Berbicara
 Memperkenalkan diri
 Menjelaskan tujuan penyuluhan
 Menyebutkan materi yang akan di jelaskan
2 25 menit Pelaksanaan : Ceramah, tanya
 Menjelaskan jawab
3 15 menit Evaluasi dan Kesimpulan :
 Menanyakan kepada peserta tentang materi
yang telah diberikan, melakukan simulasi Tanya
dan permainan tentang materi yang telah di jawab/permainan
bahas.
 Menjelaskan kesimpulan dari materi yang
telah di bahas oleh penyaji.
4 3 menit Penutup :
 Mengucapkan terimakasih atas peran serta
peserta Berbicara
 Mengucapkan salam penutup

1.9 Evaluasi
1.9.1 Evaluasi Struktur
1) Tempat dan alat sesuai rencana.
2) Peran dan tugas sesuai rencana.
6

3) Setting tempat sesuai dengan rencana.


1.9.2 Evaluasi Proses
1) Selama kegiatan semua peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan.
2) Selama kegiatan semua peserta aktif.
1.9.3 Evaluasi Hasil
1) Peserta dapat mengetahui apa itu Sistem Reproduksi Pada Wanita
2) Peserta dapat mengetahui bagaimana Sistem Reproduksi Pada Wanita
3) Peserta dapat mengetahui apa itu Dismenore
7

BAB 2
MATERI PENYULUHAN

1.1 Pengertian Menstruasi


Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita
yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam
hal reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai
menopause.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku
umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus
terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang
menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat
menstruasi adalah 30 mL hingga 60 mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35 mL per
harinya.
Biasanya pada saat menstruasi wanita memakai pembalut untuk menampung darah yang
keluar saat beraktivitas terutama saat tidur agar bokong dan celana tidak basah dan tetap nyaman.
Pembalut harus diganti minimal dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada
vagina atau gangguan-gangguan lainnya. Gunakanlah pembalut yang anti-bakteri dan
mempunyai siklus udara yang lancar

1.2 Usia Normal Terjadi Menstruasi


Periode pertama terjadi pada banyak anak perempuan berusia antara 12 sampai 14 tahun,
namun seringkali lebih awal biasanya usia 9 tahun atau yang lebih lambat sampai 16 tahun.

1. Anak perempuan mulai mengalami menstruasi pada waktu yang berbeda tergantung
seberapa cepat perkembangan mereka.
2. Jika seorang gadis tidak memiliki menstruasi pertama pada saat dia berusia 16 tahun, ini
masih mungkin normal, tapi perlu diperiksa dengan dokter.
3. Begitu dia mendapatkan menstruasi, mungkin diperlukan waktu yang cukup lama agar
tubuhnya bisa menyesuaikan diri dengan pola teratur. Bisa jadi sampai 1 tahun, namun
kebanyakan wanita akhirnya mengalami siklus reguler.

7
8

4. Sebaiknya dia melacak kapan menstruasi itu, mungkin di kalender atau di buku hariannya.
5. Jika perubahan pola dan dia aktif secara seksual, itu bisa berarti dia hamil. Bisa juga berarti
ada alasan lain seperti kehilangan terlalu banyak berat badan atau berolahraga terlalu
banyak.

1.3. Siklus Menstruasi


Pada pengertian klinik, menstruasi dinilai berdasarkan tiga hal. Pertama, siklus haid yaitu
jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama menstruasi berikutnya. Kedua, lama
menstruasi jarak dari hari pertama menstruasi sampai perdarahan berhenti. Dan ketiga, jumlah
darah yang keluar selama satu kali menstruasi.
Siklus menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama menstruasi sampai datangnya
menstruasi periode berikutnya. Sedangkan panjang siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal
mulainya menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi berikunya. Siklus menstruasi pada
wanita normalnya berkisar antara 21-35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki siklus menstruasi
28 hari dengan lama menstruasi 3-5 hari, ada yang 7 -8 hari. Setiap hari ganti pembalut 2-5 kali,
panjangnya siklus menstruasi ini di pengaruhi oleh usia, berat badan aktivitas fisik, tingkat stres,
genetik dan gizi. Silus menstruasi di pengaruhi oleh serangkaian hormon yang di produksi oleh
tubuh yaitu Luteinizing Hormon (LH), Follicle Stimulating Hormone dan estrogen. Selain itu
siklus juga dipengaruhi oleh kondisi psikis sehingga bisa maju dan mundur. Masa subur ditandai
oleh kenaikan LH secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel telurdari
ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopi ini
bisa pembuahan oleh sperma. Masa – masa inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur
ada dan siap untuk dibuahi. Sel telutr berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari
namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati, LH
surge yaitu kenaikan LH secara tiba-tiba akan mendorong sel telur dari ovarium. Sel telur
biasanya dilepaskan dalam waktu 16 – 32 jam setelah terjadiu peningkatan LH.
Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase –
fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hopofisis anterior ovarium
dan uterus. Fase – fase tersebut adalah :
1.3.1. Fase menstruasi atau deskuamasi
9

Fase ini, endreometrium terlepas daridinding uterus dengan disertai perdarahan dsan
lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini berlangsung selama 32 -4 hari.
1.3.2. Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi
Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endrometrium. Kondisi ini sejak fase
menstruasi terjadi dan berlangsung selama ± 4 hari.
13.3. Fase intermenstrum atau fase proliferasi
Setelah luka sembuh, terjadi penebalan pada endrometrium ± 3,5 mm. Fase ini berlangsung
dari hari ke 5-14 dari siklus menstruasi. Fase proliferasi dibagi menjadi 3 tahap, yaitu : fase
proliferasi dini, terjadi pada hari ke 4-7, Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis
dan adanya regenerasi epitel. Fase proliferasi madya, terjadi pada hari ke 8-10, fase ini
merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang
tinggi. Fase proliferasi akhir berlangsung antara ke 11-14.
1.3.4. Fase premenstruasi atau fase sekresi
Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Fase ini endrometrium kira-kira tetap
tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan
getah yang makin lama makin nyata. Bagian sel endrometrium terdapat glikogen dan kapur yang
diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi. Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap,
yaitu: fase sekresi dini, pada fase ini endrometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena
kehilangan cairan. Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar endrometrium berkembang dan
menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung gliogen
dan lemak. Akhir masa ini, stroma endrometrium berubah kjerah sel-sel; desidua, terutama yang
ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi.

1.4. Haid normal


Siklus haid, dihitung sejak hari pertama haid, sampai hari haid bulan berikutnya. Mestinya
itu terjadi setiap 21 sampai 35 hari, dan berlangsung 2 sampai 7 hari. Durasinya harus konsisten
setiap bulan, tidak berfluktuasi. Dengan kata lain, jika haid Anda terjadi setelah 29 hari pada
bulan lalu, 34 hari bulan ini, dan 26 hari bulan depan, Anda mungkin mengalami fluktuasi
hormon tak teratur. Mind body green menjelaskan perbedaan siklus haid pendek kurang dari 25
hari- dan panjang-lebih dari 35 hari. Selain itu warna darah haid juga bisa jadi penanda. Dalam
kondisi sehat, warnanya merah terang.
10

Haid berlangsung 3 hingga 7 hari. Dimulai dengan lebih berat di hari pertama, dan
berangsur kurang pada hari-hari selanjutnya. Banyaknya darah yang keluar juga bisa jadi
penanda. Gumpalan darah sebesar uang logam masih bisa dianggap normal. Lebih dari itu tidak.
Sindrom pramenstruasi atau PMS bukanlah hal biasa. Jika kita merasa kembung, sakit di
payudara, suasana hati cepat berubah, cemas, atau kram, bisa jadi itu adalah manifestasi dari
ketidakseimbangan hormon estrogen, progesteron, testoteron dan kortisol dalam tubuh.

1.5 Haid tak normal


Selain dari fakta berlawanan dengan beberapa ciri haid normal, kita perlu memperhatikan
tanda-tanda berikut :
1.5.1 Jika volume menstruasi Anda lebih banyak dari biasanya
Umumnya wanita mengeluarkan volume darah rata-rata 30 - 40 ml pada masa menstruasi
per bulan. Namun beberapa wanita mengeluarkan hingga lebih dari 60 ml sebulan. Kondisi ini
disebut menorrhagia. Jika sampai perlu mengganti pembalut hampir tiap jam, maka kita dapat
dimasukkan ke dalam kategori kondisi tersebut.

Kehilangan banyak darah yang menyebabkan tubuh kehilangan zat besi yang dibutuhkan
untuk memproduksi hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, jumlah sel darah merah akan
berkurang secara signifikan sehingga menyebabkan anemia. Kondisi ini ditandai dengan gejala-
gejala seperti kelelahan, pucat, dan napas pendek. Jumlah menstruasi yang lebih tinggi ini dapat
disebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. Kehamilan yang tidak normal atau keguguran
2. Penggunaan IUD (intrauterine device) atau spiral sebagai metode kontrasepsi
3. Endometriosis
4. Penyakit radang panggul
5. Gangguan penggumpalan darah
6. Kanker rahim
7. Polip atau fibroid pada rahim
Kelebihan volume darah yang keluar dapat dikurangi dengan mengonsumsi kontrasepsi
oral atau obat asam traneksamat yang dapat meningkatkan pembekuan darah. Namun jika
volume menstruasi lebih banyak dari biasanya, segera periksa ke dokter. Jika setelah
11

mengonsumsi obat kondisi tidak juga membaik, dokter akan menyarankan untuk menjalani
pemeriksaan USG untuk memeriksa organ panggul.
1.5.2. Menstruasi Melambat Atau Berhenti
Kategori menstruasi yang tidak normal termasuk saat seorang wanita tidak mengalami
menstruasi selama 3 periode berturut-turut atau belum mengalami menstruasi saat menginjak
usia 16 tahun. Kondisi ini disebut mengalami amenorrhea. Selain itu, beberapa kondisi lain juga
mungkin menyebabkan terjadinya amenorrhea seperti:
1. Sedang hamil atau sedang dalam masa menyusui.
2. Olahraga terlalu berat atau terlalu sering. Frekuensi dan intensitas olahraga yang
berlebihan dapat memengaruhi produksi dan kerja hormon reproduksi yang mengatur
siklus menstruasi.
3. Mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia nervosa. Keterbatasan kalori dalam
tubuh menghalangi pelepasan hormon yang dibutuhkan dalam proses ovulasi.
4. Kemungkinan penyebab lain adalah, obesitas, mengonsumsi kontrasepsi oral, gangguan
pada hipotalamus (bagian otak yang mengatur regulasi hormon reproduksi), gangguan
kelenjar tiroid, stres, gangguan pada rahim, sindrom ovarium polisistik, menopause dini
dan gangguan keseimbangan hormon lain.
5. Segera periksa ke dokter jika menstruasi berhenti, tidak teratur, atau sering terlambat
dalam waktu yang cukup panjang.
1.5.2 Jika Anda Mengalami Nyeri Haid Yang Berlebihan
Kebanyakan wanita mengalami kelelahan dan nyeri pada masa menstruasi. Namun,
sebagian wanita merasakan nyeri menstruasi yang lebih parah, sehingga membuat mereka tidak
mampu melakukan aktivitas. Kondisi ini disebut dismenorea. Dapat disertai oleh gejala-gejala
lain seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada punggung dan diare. Nyeri berlebihan saat
haid ini dapat menjadi indikasi terhadap adanya penyakit tertentu, seperti endometrosis dan
fibroid.
Obat-obatan analgesik dapat dikonsumsi untuk mencegah produksi prostaglandin sebagai
penyebab nyeri dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya. Disarankan untuk
memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan tepat.
12

1.5.3. Jika Mengalami Perdarahan Di Antara Masa Menstruasi


Menstruasi yang tidak normal dapat ditandai perdarahan diantara masa menstruasi.
Sebaiknya segera diperiksakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan. Misalnya,
luka pada vagina hingga penyakit yang lebih serius seperti kanker.

1.6. Kondisi yang Perlu Segera Diperiksa


Perhatikan jika menstruasi mengalami perubahan yang berbeda dari mesntruasi sebelumnya
kita harus segera memeriksakan diri ke dokter jika :
1. Siklus menstruasi Anda kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
2. Menstruasi Anda berlangsung lebih dari 7 hari.
3. Mengalami pendarahan di antara masa menstruasi.
4. Mengalami nyeri yang tidak tertahan saat mengalami
5. Perlu mengganti pembalut hingga tiap satu jam sekali.
6. Anda telah berhenti mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, tapi kemudian
kembali mengalami haid.

1.7. Pengertian pra menstruasi (PMS)


Menurut The American College of Obstetri dan Ginekologi, Pra Menstruasi
Syndrome adalah terjadinya gejala-gejala khusus yang cukup berat sehingga dapat mengganggu
aktifitas keseharian wanita dan muncul secara konsisten periodik dan selalu berkaitan dengan
akan terjadinya menstruasi pada setiap bulan.
Sebagian besar wanita, yaitu sekitar 80%-95% akan mengalami pra Menstruasi Syndrom.
Sindrom PMS terjadi sebelum wanita mengalami menstruasi, diperkirakan sekitar 2 minggu
sebelum menstruasi. Gejala pra menstruasi syindrome (PMS) yang paling sering muncul adalah
emosi yang tidak stabil, merasa tidak mood seharian, bersikap sinis atau tajam terhadap wanita
lain dan cenderung meluapkan emosi dengan marah-marah.
Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit tetapi merupakan kumpulan gejala fisik dan psikis
yang berkaitan dengan perubahan hormon pada saat menjelang menstruasi. PMS kadang juga
disebut Pra Menstrual Tension atau sindrom prahaid.
1.7.1. Gejala Fisik dan Psikis Pra Menstruasi Syndrome (PMS)
1.7.1.1 Perasaan wanita tentang tubuhnya yang bertambah gemuk.
13

Peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh yang
melebihi nilai normal. Retensi cairan adalah akibat dari peningkatan kadar hormon estrogen yang
menyebabkan tubuh mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkannya sehingga jumlah total cairan
di dalam tubuh bertambah dibandingkan normalnya. Kadar hormon estrogen mencapai
puncaknya sekitar 14 sampai dengan 16 hari sebelum menstruasi berikutnya.
1.7.1.2. Sikap mudah tersinggung dan mudah marah
Hal tersebut disebabkan hormon estrogen dan progesteron yang menurun dengan drastis
sesaat sebelum terjadinya menstruasi. sistem reproduksi terkait erat dengan susunan saraf pusat,
termasuk otak. Oleh karena itu, perubahan hormonal yang mengatur sistem reproduksi
kemungkinan juga akan berpengaruh pada kerja otak yang mengatur emosi dan mood (perasaan).
1.7.1.3. Nyeri sendi atau otot
1.7.1.4. Sakit kepala
1.7.1.5. Cepat lelah
1.7.1.6. Berat badan bertambah
1.7.1.7. Perut kembung
1.7.1.8. Nyeri pada payudara
1.7.1.9. Jerawat bertambah
1.7.2. Gejala Emosional dan Perilaku
Sebagian besar wanita akan mengalami perubahan emosional yang drastis saat menjelang
menstruasi. Perubahan tersebut umumnya dapat disadari oleh kerabat dekat yang bersangkutan.
Berikut ini beberapa gejala psikis dan perubahan perilaku yang biasa terjadi pada wanita yang
mengalamu pre menstruasi syndrome:
1. Mengalami ketegangan atau kecemasan yang berlebih
2. Muncul perasaan depresi
3. Menangis tanpa alasan
4. Mengalami perubahan mood dan cepat marah
5. Perubahan nafsu makan dan mengidam makanan tertentu
6. Sulit tidur (insomnia)
7. Menarik diri dari lingkungan sosial
8. Mengalami konsentrasi yang buruk
14

Beberapa wanita mengalami gejala fisik dan psikis yang cukup mengganggu sehingga
mempengaruhi rutinitas keseharian. Terlepas dari parah atau tidaknya, semua gejala tersebut
akan segera menghilang setelah menstruasi dimulai.
Sebagai sebuah kondisi normal maka PMS tidak bisa dicegah, tetapi melalui perawatan dan
pengobatan yang tepat maka gejala yang diderita dapat dikurangi. Para wanita juga dapat
mengurangi penderitaannya selama Pra Menstruasi Syndrome dengan cara menjalani gaya hidup
yang sehat seperti aktif berolahraga, istirahat yang cukup, dan diet yang tepat.
1.8. Cara Mengurangi Rasa Tidak Nyaman Pada Saat Menstruasi
Saat menstruasi, rasa nyeri akibat kram menstruasi seringkali datang. Bisa hanya samar-
samar atau sangat nyeri. Kondisi ini memang sedikit menggangu saat menstruasi. Kondisi yang
dalam istilah medisnya disebut dismenor ini biasanya terjadi di perut bagian bawah. Untuk
mengurangi nyeri saat haid, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
1.8.1. Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi. Kekurangan cairan akan membuat
nyerinya semakin terasa. Usahakan untuk minum air hangat untuk meningkatkan aliran
darah ke daerah panggul.
1.8.2. Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan
dalam air lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.
1.8.3. Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang cukup mudah
untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
1.8.4. Melakukan peregangan pada pagi hari dapat melancarkan peredaran darah dan sekaligus
mengurangi rasa nyeri.
1.9. Masalah-Masalah Menstruasi
Menstruasi normal biasanya seorang remaja putri akan mulai menstruasi pada usia sekitar
12 atau 13 an tahun. Siklus dianggap normal antara 21 s/d 35 hari dan rata-rata 28 hari.
Banyaknya darah keluar yang hilang secara normal sekitar 30 - 60 cc dan dianggap tidak normal
apabila mengeluarkan darah >80cc extra menoragia ‘darah haid yang berlebihan’. Secara umum
masa menstruasi akan berakhir rata-rata pada usia 50 tahun atau waktu seorang wanita
mengalami menopause.
1.9.1. Amenoria
1.9.1.1 Amenoria primer
15

Apabila seorang remaja putri tidak mendapatkan menstruasi pada usia 16 tahun akan
disebut dengan keadaan amenorea primer yaitu tidak mendapatkan menstruasi yang primer
(sejak awal tidak mendapatkan mens). Perlu kita ketahui bahwa seorang gadis mencapai
puberitas tidak hanya ditandai dengan menstruasi saja, sudah ada tanda-tanda seks sekunder
sebelum menstruasi dengan melihat kebiasaan wanita yang mulai kelihatan feminim atau
perubahan tanda fisik seperti pertumbuhan payudara yang biasanya paling lambat tumbuh pada
umur 14 tahun, maka harus waspada jika sudah lebih dari 14 tahun belum mengalami
pertumbuhan payudara karena sebenarnya pekembangan menuju ke arah tersebut terjadi pada
usia 9-10 tahun. Secara normal jarak rata-rata dari mulai perkembangan awal payudara sampai
mendapatkan menstruasi adalah dua tahun, jika seorang wanita sudah mendapatkan itu semua
istilahnya dia sudah menjadi wanita yang komplit.
1.9.1.2. Amenoria sekunder
Adalah suatu keadaan wanita pada masa subur yang sebelumnya pernah mendapatkan
menstruasi tapi kemudian tidak mendapatkannya dengan minimal tiga siklus (tiga bulan). Secara
normal ada keadaan seorang wanita secara fisiologi mengalami amenorea sekunder normal yaitu
pada keadaan hamil dan menyusui. Ada juga yang dikarenakan gangguan hormonal seperti stress
dan gangguan tersebut dapat mempengaruhi jaringan estrogen yang bisa mengganggu siklus
menstruasi, misalnya, wanita yang memforsir kegiatannya. Namun, ada pula wanita yang
menstruasi berdasarkan dengan jumlah darahnya (ada yang jumlahnya sedikit, ada juga yang
banyak.)

1. Menoragia adalah keadaan seorang wanita mengalami menstruasi dengan jarak waktu
yang lama dan jumlah pendarahan yang banyak.
2. Metrorrhagia adalah suatu keadaan wanita yang mendapat pendarahan tambahan diantara
siklus (pendarahan tidak teratur).
3. Dismenore yaitu suatu keadaan biasa pada setiap wanita yang dideskripsikan berbeda-beda
nyeri, kram, pegal-pegal di pinggang, pada saat menstruasi dihari pertama dan kedua.
Dismenore dapat dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder.

a. Dismenore Primer, rasa sakit yang datangnya dari proses menstruasi itu sendiri dan
wajar.
16

b. Dismenore Sekunder, penyakit lain yang mendasari timbulnya sakit. Dismenore ini harus
diwaspadai dan dicari penyebabnya.

4. Pre Menstruasi Syndrome(PMS) atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Pre Menstrual
Dysphoric Disorder (PMDD) yaitu perasaan tidak enak, keadaan tidak enak dan komplek
meliputi emosi, fisik, psikis, yang dirasakan biasanya seminggu menjelang menstruasi.
5. Mastalgia gejalanya yaitu rasa nyeri dan pembesaran mammae sebelum haid. Sebabnya
edema dan hiperemi karena peningkatan relatif dari kadar estrogen. pada pemeriksaan harus
diperhatikan adanya radang atau neoplasma. Terapi biasanya terdiri atas pemberian
diuretikum, sedang pada mastalgia keras perlu diberikan metiltestosteron 5 mg sehari secara
sublingual. Bromolriptine dalam dosis kecil dapat membantu pengurangan penderitaan.

1.10 Menentukan masa subur


Beberapa metode dalam menentukan masa subur dapat dilihat dengan beberapa cara:
1. Perubahan Periode Menstruasi
2. Perubahan Lendir Servik
3. Perubahan Suhu Basal Tubuh

1.11. Cara Memilih Pembalut Yang Aman Dan Sehat


Sekarang ini banyak sekali pilihan pembalut wanita dengan keunggulannya masing-
masing. Berikut cara memilih pembalut yang aman bagi kesehatan organ reproduksi:
1. Pilihlah pembalut dengan daya serap yang tinggi
2. Pilihlah pembalut yang tidak lembab pada permukaannya ketika dipakai
3. Pembalut harus nyaman dipakai agar tidak mengganggu aktivitas
4. Pilihlah pembalut yang tidak mempunyai aroma tertentu
5. Saat membeli pembalut, pastikan kemasan dalam keadaan baik dan tertutup rapat dan ada
exp date-nya
6. Pilih pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur. Ini akan mengurangi faktor iritasi pada
daerah kulit vagina
7. Pastikan pembalut tidak terbuat dari kertas daur ulang
17

1.12. Cara merawat organ intim selama mestruasi


Selain memilih pembalut ada baiknya pula kita mengerti hal-hal penting apa saja yang
harus diketahui dalam merawat kesehatan organ intim kita selama haid :
1. Mengganti pembalut sesering mungkin (kurang lebih 3 jam sekali) terutama pas haid sedang
banyak-banyaknya. Karena pembalut yang terlambat diganti bisa menimbulkan berbagai
jenis penyakit terutama yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Keduanya akan tumbuh
subur di tempat-tempat yang lembab.
2. Saat membersihkan diri, basuhlah dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Jika dari
arah sebaliknya malah justru bisa memindahkan bakteri yang banyak bersarang di anus ke
wilayah organ reprduksi kita, akibatnya bisa timbul gatal-gatal.
3. Hindari celana dalam yang terlalu ketat. Soalnya keketatan semacam ini akan menekan otot
luar organ intim dan menciptakan suasana lembab. Lebih baik pakailah celana dalam yang
tidak ketat dan berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari pula celana jins
yang terlalu ketat di daerah selangkangan.
4. Ketika berada di toilet umum, jangan gunakan air di ember atau penampungan untuk
membersihkan. Gunakan saja air dari keran yang mengalir, ini akan lebih aman. Karena
menurut penelitian air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida
albicans penyebab keputihan. Sedangkan air yang mengalir dalam keran mengandung
kurang lebih 10-20%.
5. Jangan keseringan memakai cairan pembersih organ intim (anti bakteri), sebab penggunaan
secara rutin malah mengganggu keseimbangan flora di sekitar alat kelamin, juga bisa
membunuh mikroba “baik” dan memicu tumbuhnya jamur.
6. Sebagai pilihan lain, kini sudah banyak hadir pembalut kain modern. Pembalut wanita ini
bisa dicuci dan dipergunakan kembali yang biasa disebut reusable / washable menspad.
Walaupun terbuat dari kain, namun bukan sembarang kain lho, nama bahan penyerap cairan
ini yaitu microfiber, sedangkan lapisan kain yang menyentuh permukaan kulit dibuat dari
bahan microfleece yang menjadikan kulit senantiasa kering dan tidak lembab.

1.13 Cara Menggunakan Pembalut Yang Aman dan Sehat


1.13.1 Gunakan pembalut hanya untuk satu kali, tidak disarankan penggunaan ulang pembalut
yang sudah terpakai, walupun sudah dibersihkan dengan cara dicuci.
18

1.13.2 Lakukan penggantian pembalut secara teratur tiap 2-3 jam sekali, atau sesuaikan dengan
jumlah darah haid yang keluar. Semakin banyak darah haid yang keluar semakin baik segera
dilakukan penggantian pembalut. Agar darah haid yang tertampung dalam pembalut tidak
menjadi sarang bakteri maupun kuman penyakit lainnya.
1.8.1 Jika dalam pemkaian pembalut saat haid / menstruasi terjadi iritasi pada kulit daerah
kewanitaan segera ganti dengan pembalut merk lain. Kemungkinan besar bahan baku pembalut
banyak mengandung beberapa jenis bahan kimiawi.

1.14 Cara membuang pembalut yang baik dan benar


Selama masa datang bulan harus rutin mengganti pembalut. Karena pembalut yang sudah
terpakai, pasti berisi darah serta bahan-bahan organik yang berasal dari peluruhan
‘’endometrium’’.
Bahan pada pembalut bekas akan mengalami pembusukan, dan akan mengeluarkan bau
tidak sedap. Sementara bercak warna merah karena darah tersebut juga tidak enak bila
dipandang. Maka dari itu, ketika membuang pembalut usahakan agar tidak sampai berbau dan
tidak terlihat orang.
Cara yang ke 1
1. Darah menstruasi yang keluar pasti akan terserap oleh pembalut, karena pembalut terbuat
dari bahan yang dapat dengan mudah menyerap cairan. Apabila darahnya banyak, pasti akan
terlihat dengan jelas pada pembalut tersebut. Jadi untuk mengatasi masalah ini, sebelum dibuang
basuhlah dahulu pembalut bekas tersebut agar darah tidak terlihat dengan jelas. Namun, kita
harus memperhatikan air bekas cucian, jangan sampai air bekas cucian mengalir ke tempat
terbuka. Cucilah pembalut pada kamar mandi
2. gulunglah pembalut dengan bagian noda darah di dalam. Usahakan gulung
dengan rapi agar gulungan tersebut tidak terbuka. Bila perlu ikat menggunakan tali dengan erat.
Kemudian masukkan pembalut ke dalam kantong plastik dengan warna gelap agar tidak terlihat
dari luar. Lalu ikat lagi kantong plastik tersebut kemudian buanglah pada tempat sampah.
Cara yang ke 2
Cara kedua ini lebih praktis dari pada cara pertama :
1. Pertama sobeklah salah satu ujung pembalut tersebut
19

2. Selanjutnya pisahkan bagian luar pembalut dan bagian dalam pembalut ( bagian yang dapat
menyerap cairan )
3. Kemudian kita dapat langsung membuang bagian dalam pembalut ke dalam closet. Tidak
perlu khawatir bila closet mampet, karena bagian dalam pembalut tersebut seperti tisu,
maka akan langsung hancur bila terkena air
4. Lalu untuk bagian luar pembalut basuhlah dengan air sampai bersih
5. Selanjutnya masukkan ke dalam kantong plastik yang berwarna gelap
6. Kemudian barulah kita dapat membuang ke dalam tempat sampah
Gantilah pembalut secara teratur untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Karena bila
kita jarang atau malas ganti pembalut, maka organ reproduksi akan mudah terkena penyakit,
karena darah kotor yang keluar tersebut adalah tempat favorit bagi bakteri. Salah satu
penyakitnya adalah keputihan, di mana gejala keputihan pada umumnya adalah keluarnya lendir
kental berwarna putih kekuningan, serta memiliki bau yang tidak sedap pada organ reproduksi.