You are on page 1of 8

PEPER

TEKNIK KONSERVASI TANAH DAN AIR


PENGENDALIAN EROSI

Oleh:
NAma : Sutanto F. Sarumaha
NPM : 240110157001
Mata Kuliah : Teknik Konservasi Tanah dan Air
Dosen Pengampu : Dr. Sophia Dwiratna, S.TP.,M.T.

LABORATORIUM SUMBER DAYA AIR


DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Konservasi tanah dan air atau yang sering disebut pengawetan tanah
merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan
produktifitas tanah, kuantitas dan kualitas air. Apabila tingkat produktifitas tanah
menurun, terutama karena erosi maka kualitas air terutama air sungai untuk irigasi
dan keperluan manusia lain menjadi tercemar sehingga jumlah air bersih semakin
berkurang. Pada dasarnya konservasi tanah adalah untuk menjamin bahwa
sumberdaya tanah dan air dapat mendukung kehidupan secara berkesinambungan.

Tanah terdiri atas lapisan-lapisan-Lapisan tanah berturut-turut dari atas ke


bawah setiap lapisan memiliki jenis tanah yang berbeda bergitu pula dengan
struktur tanah tanah, batuan yang dikandung dalam tanah dan jenis kesuburan
tanah. Tanah lapisan bagian atas ini berwarna gelap dan kehitam-hitaman,
tebalnya antara 10 – 30 cm. Lapisan ini merupakan lapisan tersubur, karena
adanya bunga tanah atau humus. Lapisan tanah atas (top soil) merupakan bagian
yang optimum untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan dan tentunya inilah yang
dibutuhkan dalam dunia pertanian sehingga harus tetap dipertahankan. Namun
salah satu factor yang berpengaruh besar untuk merusak ataupun merugikan hal
itu adalah erosi. Erosi adalah pindahnya atau terangkutnya tanah dari suatu tempat
ketempat lain oleh media alami yang mengakibatkan peristiwa kehilangan tanah
atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat karena terkikis dan terangkut oleh air
hujan yang turun.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui
pengendalian erosi secara alami yaitu melalui metode vegetative atau penanaman
tumbuh-tumbuhan seperti tanaman penutup tanah tanaman penguat teras,
penanaman dalam strip, pergiliran tanaman, serta penggunaan pupuk organik dan
mulsa.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengendalian Erosi Dengan Metode Vegetatif


Metode vegetatif adalah suatu metode konservasi pada lahan kritis dengan
menggunakan berbagai jenis tanaman misalnya tanaman penutup tanah, tanaman
penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman dan penggunaan pupuk
organik dan mulsa. Salah satu keunggulan dari pengelolaan tanah dengan metode
ini yaitu terjaminnya keberadaan tanah dan air karena dapat memelihara
kestabilan struktur tanah dengan sistem perakaran yang memperbesar granulasi
tanah. Dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena porositas tanah terbentuk
dengan baik oleh aktifitas mikroorganisme tanah yang berkembang karena
penutupan lahan oleh seresah dan tajuk tanaman yang dapat mengurangi
evaporasi.
Menurut Aidia (2011) ada 3 fungsi dari konservasi dengan metode
vegetatif sebagai berikut:
1. Melindungi tanah dari percikan air hujan
2. Melindungi tanah dari daya perusak air limpasan atau aliran permukaan
3. Mengurangi kecepatan aliran permukaan dan memperbaiki kapasitas
infiltrasi tanah
Terdapat beberapa usaha yang dilakukan untuk pengawetan tanah dan air
dengan metode vegetatif yaitu (Kyaine, 2008):
1. Penanaman secara berjalur (strip cropping). Dapat dimanfaatkan untuk
menghindari pengolahan lahan yang cukup luas. Dengan penanaman
secara berjalur ini terdapat dua bagian tanah yaitu bagian yang diolah dan
bagian yang diusakan.
2. Pergiliran tanaman dengan tanaman pupuk hijau. Pada suatu areal tanah
ditanami suatu tanaman semusim tertentu dan untuk musim tanam
berikutnya, bekas areal tanah tersebut ditanami tanaman pupuk hijau.
3. Penanaman rumput/makanan ternak. Cara ini sangat sesuai jika diterapkan
pada daerah yang mempunyai populasi ternak cukup tinggi. Penanaman
rumput dapat digabung dengan tanaman tahunan.
4. Penanaman tanaman tahunan. Jenis tanaman yang dapat dipergunakan
seperti sejenis kayu-kayuan, buah-buahan atau tanaman industri. Dalam
penanamannya perlu memperhatikan tempat tumbuh (ekologis) dan hasil
yang diharapkan (ekonomis) serta sisa-sisa (seresah) tanaman yang cukup
banyak.
5. Penggunaan sisa-sisa tanaman untuk penutup tanah. Cara ini untuk
mencegah kerusakan tanah, yaitu menutup permukaan tanah dengan
bahan organik, yang paling mudah didapatkan berupa sisa-sisa tanaman.
Vegetasi dapat memberikan perlawanan terhadap faktor – faktor penyebab
erosi seperi hujan, topografi dan tanah. Berikut ini beberapa pengaruh vegetasi
untuk memperkecil laju erosi:
1. Vegetasi bisa menyerap energi kinetik butiran air hujan sehingga tidak
langsung mengenai tanah.
2. Tanaman penutup mampu meningkatkan kekasaran permukaan tanah dan
mengurangi kecepatan aliran permukaan sehingga tidak menghanyutkan
partikel – partikel tanah.
3. Perakaran tanaman dapat meningkatkan kestabilan tanah.
4. Meningkatnya porositas tanah karena aktifitas biologi tanah
5. Tanaman dapat mendorong transpirasi air
Dalam konservasi dengan metode vegetatif ada dua mekanisme yang
dimanfaatkan yaitu proses intersepsi dan infiltrasi. Proses intersepsi dapat
mengurangi laju curah hujan yang jatuh ke tanah karena diserap oleh tajuk
tanaman sehingga kecepatan dan intensitas air hujan dapat dikurangi yang pada
akhirnya akan diserap oleh tanah (Kustamar, 2009).
Metode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritis dengan menanam
berbagai jenis tanaman seperti tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras,
penanaman dalam strip, pergiliran tanaman, serta penggunaan pupuk organik dan
mulsa. Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan
keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat memelihara kestabilan struktur
tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar granulasi tanah, penutupan
lahan oleh seresah dan tajuk yang akan mengurangi evaporasi dan dapat
meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan
porositas tanah sehingga memperbesar jumlah infiltrasidan mencegah terjadinya
erosi. Metode vegetatif juga memiliki manfaat dari segi vegetasi tanaman
kehutanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dapat menambah
pendapatan petani.

2.2 Tanaman Penutup Tanah


Tanaman penutup tanah merupakan tanaman yang sengaja ditanam secara
tersendiri atau bersamaan dengan tanaman pokok pada lahan yang kosong atau
tidak ditanami tanaman pokok. Tanaman penutup tanah (cover crop) adalah
tanaman yang biasa ditanam pada lahan kering dan dapat menutup seluruh
permukaan tanah. Tanamana penutup bermanfaat sebagai penahan dan
mengurangi daya perusak butiran air hujan yang jatuh dan aliran air limpasan,
dapat menambah bahan organik tanah serta dapat mengurangi kandungan air
tanah dengan bertranspirasi. Tanaman penutup juga dapat memperbedar kapasitas
infiltrasi tanah sehingga dapat mengurangi laju erosi.
Tanaman kacangan merupakan tanaman penutup tanah (Cover Crop) yang
sangat berguna untuk mencegah erosi, melindungi tanah dari sinar matahari yang
terlalu terik, dapat juga melindungi permukaan tanah dari air hujan dan
mengurangi erosi terutama pada tanaman yang permukaannya miring, curam, atau
bergelombang sehingga mengurangi kehilangan unsur hara akibat pencucian, serta
berfungsi mengembalikan unsur hara yang tercuci dari lapisan dalam dan
permukaan tanah. Tanaman kacangan yang telah menutup tanah juga dapat
menekan pertumbuhan gulma sehingga biaya untuk pengendalian gulma dapat
ditekan.
Efektifitas tanaman penutup dalam mengurangi erosi tergantung pada
ketinggian dan kontinuitas penutupan, kerapatan penutup tanah dan kerapatan
perakaran. Makin tinggi tanaman penutup makin tinggi efektifitasnya. Butiran air
hujan yang ditangkap tanaman kemungkinan terkumpul didaun dan membentuk
butiran yang lebih besar. Dari tinggi jatuh sekitar 10 m, kecepatan butir air hujan
akan mencapai kecepatan terminal, yaitu kecepatan dimana pengaruh gesekan
udara sama dengan pengaruh grafitasi, sehingga butir air hujan menjadi erosif.
Tanaman penutup yang rendah tidak hanya mengurangi kecepatan aliran
permukaan karena meningkatnya kekasaran, tetapi juga terkonsentrasinya aliran
permukaan.
Rotasi tanaman, tanaman penutup lahan, dan tanaman penahan angin
dikatakan sebagai cara yang paling baik dalam mencegah erosi permukaan tanah.
Rotasi tanaman adalah proses pergantian tanaman yang konvensional dan mudah
dilakukan, untuk mencegah pengambilan nutrisi tanah yang berlebihan oleh satu
jenis tanaman saja. Tanaman penutup berfungsi sebagai pencegah tanah dari erosi,
pertumbuhan gulma, dan evapotranspirasi berlebihan, namun tanaman penutup
juga memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas kimia tanah; misalnya
tanaman Leguminoceae untuk kelestarian kandungan nitrogen dalam tanah dan
tanaman Mucuna pruriens untuk fosfor. Tanaman penahan angin ditanam dengan
alur yang cukup padat atau barisan pepohonan yang ditanam dengan alur yang
paralel terhadap arah angin. (Rahim S.E.1995)
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
1. Erosi adalah proses penggerusan atau penguraian lapisan permukaan tanah
yang disebabkan oleh beberapa hal seperti angin, air, es atau gravitasi.
2. Metode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritis dengan menanam
berbagai jenis tanaman seperti tanaman penutup tanah, tanaman penguat
teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman, serta penggunaan pupuk
organik dan mulsa.
3. Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan
keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat memelihara kestabilan
struktur tanah.Terdapat 2 mekanisme yang dimanfaatkan dalam metode
vegetatif yaitu melalui proses intersepsi dan proses infiltrasi.
4. Tanaman penutup mengurangi energi aliran, meningkatkan kekasaran
sehingga mengurangi kecepatan aliran permukaan, dan selanjutnya
memotong kemampuan aliran permukaan untuk melepas dan mengangkut
partikel sedimen.

3.2 Saran

Tingkat efektifitas proses metode vegetative akan sangat berguna apabila


beberapa jenis penutup tanah terus menerus dikembangkan dengan baik dan tidak
selalu menganggap beberapa jenis tanaman tertentu sebagai pengganggu apabila
tumbuh disekitar tanah yang akan di kendalikan erosinya seperti rumput yang
justru sangat berguna untuk menutup tanah dari tekanan hujan yang turun.
DAFTARPUSTAKA

Aidia. 2011. Metode Vegetatif Pada Konservasi Tanah dan Air.(online) (http://
kuliahitukeren.blogspot.com/2011/07/metode vegetatif pada konservasi
tanah.html) diakses 26 September 2017.

Kustamar, dkk. 2009. Konservasi Sumber Air Berbasis Partisipasi Masyarakat Di


Kota Batu Jawa Timur. Jurnal Dinamika Teknik Sipil No : 110/DIKTI/
Kep/2009.

Kyaine.2008.Konservasi Tanah dan Air dengan Metode Vegetatif. (online)


(http://padeblogan.com/2008/11/02/konservasi tanah dan air dengan metode
vegetatif/) diakses 26 September 2017.

Rahim S.E.1995. Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Pengendalian Erosi


Tanah. UNSRI. Palembang.