You are on page 1of 6

Makalah :

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.Y


DENGAN DIAGNOSA HIPERTENSI
DI RUANG KAMBOJA
UPTD RUMOH SEJAHTERA GEUNASEH SAYANG ULEE
KARENG
KOTA BANDA ACEH
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

DI
S
U
S
U
N

Oleh :

Nama : Devan Yuanda


Nim : 722001D01505
Dosen Pembimbing : Mursalin.S.KM

YAYASAN PENDIDIKAN IBNU SINA KOTA SABANG


AKADEMI KEPERAWATAN IBNU SINA KOTA SABANG
TAHUN AJARAN 2017 / 2018
LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Pendahuluan ( LP) telah di baca dan di koreksi dan di setujui oleh
pembimbing Clinical Instruktur ( CI ) UPTD Rumoh sejahtera Geunaseh sayang.

MAHASISWA

DEVAN YUANDA
NIM. 722001D01505

PEMBIMBING KLINIK PEMBIMBING AKADEMIK

IKRAM. Amd.Fis MURSALIN. S.KM


NIP. NIP. 0121077701

DIREKTUR AKPER IBNU SINA


KOTA SABANG

Ns. MARIYATI. M.Kep


NIP. 0128028204
LAPORAN PENDAHULUAN

A. Definisi

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140

mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 150 mmHg. ( Lukman

Sorensen, 1996 ).

Hipertensi dapat di definisikan sebagai tekanan darah persisten dimana

tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmhg. Pada

populasi Lansia hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg

dan tekanan diastolik 90 mmHg. ( Smeltzer, 2001 ).

B. Etiologi

Pada umumnya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik (

idiopatik ). Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau

peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi

terjadinya hipertensi yaitu : genetik, obesitas, setres lingkungan, hilangnya

elastisitas jaringan, dan katub jantung menebal atau kaku

C. Tanda dan Gejala

Gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala,

kelemahan, kelelahan, dalam kenyataan ini merupakan gejala terlazim yang

mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.

Manifestasi klinis yang dialami penderita hipertensi ialah :

1. Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg


2. Sakit kepala

3. Pusing / Migrane

4. Rasa berat di tekuk

5. Penyempitan pembuluh darah

6. Sukar tidur

7. Lemah dan lelah

8. Sulit bernafas saat beraktifitas

D. Komplikasi

Biasanya berpengaruh pada efek organ, otak ( pemekaran pembuluh

darah ), perdarahan, kematian sel otak, kerusakan sel ginjal, jantung

membesar, sesak nafas, cepat lelah, gagal jantung.

E. Diet hipertensi

Adapun diet hipertensi yang baik adalah :

1. Konsumsi lemak dibatasi

2. Konsumsi kolestrol dibatasi

3. Konsumsi kalori dibatasi bagi obesitas

4. Makanlah makanan yang bersumber dari sumber kalori, sumber protein

nabati dan hewani, bersumber sayuran dan buah – buahan.


F. Pemeriksaan penunjang

Urine analisis, tes fungsi ginjal, gula darah, elektrolit, profil lipid, foto

thoraks, EKG, asam urat, aktifitas renin plasma, aldosterone, USG,

katekolaminurin.

G. Penatalaksanaan

Usaha yang dilakukan ialah, mengurangi faktor resiko terjadi

peningkatan TD, pemberian obat-obatan dan adapun pelaksanaan lain yaitu :

menurunkan TD, meningkatkan kualitas dan harapan hidup penderita,

mencegah komplikasi yang mungkin terjadi, olah raga teratur, relaksasi dan

rekreasi, diet sesuai anjuran dan pola hidup sehat.

Daftar Pustaka

Brunner & Suddarth, (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta :

EGC

Carpenito, (1999), Rencana Asuhan & dokumentasi Keperawatan. Jakarta : EGC

Darwin, (2001). Buku Saku patofisiologi. Jakarta : EGC

Doengoes, (2005). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta : EGC

Stanley, (2007). Buku Ajar keperawtan Gerontik. Jakarta : EGC