You are on page 1of 8

Bab 2

Analisis Termal Hidrolik Gas


Cooled Fast Reactor (GCFR)

2.1 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


Prinsip kerja dari pembangkit listrik tenaga nuklir secara umum tidak berbeda
dengan pembangkit listrik konvensional berbahan bakar fosil yaitu meman-
faatkan panas yang dibangkitkan oleh bahan bakar sebagai penghasil uap.
Energi termal yang berasal dari reaksi …si berantai pada bahan bakar dikon-
versi menjadi sensible energy berupa kenaikan temperatur coolant. Uap yang
dibangkitkan bertemperatur dan bertekanan tinggi yang digunakan untuk
meng-gerakan turbin. Selanjutnya turbin akan menggerakan generator
penghasil listrik untuk selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan.
Perbedaan an-tara PLTN dengan pembangkit lain adalah dari bahan bakar
yang digunakan. PLTN memanfaatkan reaksi …si nuklir yang terjadi di dalam
teras reaktor nuklir untuk menghasilkan energi termal sedangkan pembangkit
konvensional memanfaatkan reaksi pembakaran (proses kimiawi) dari bahan
bakar fosil un-tuk menghasilkan energi termal.
Reaktor nuklir secara umum dapat diklasi…kasikan berdasarkan
perbedaan spektrum energi neutron. Terdapat 2 jenis reaktor nuklir yaitu
reaktor termal dan reaktor cepat. Proses reaksi …si yang terjadi di dalam
reaktor termal berdasarkan neutron termal. Pada reaktor cepat, proses …
si terjadi pada energi neutron yang tinggi.
Dalam proses perancangan sebuah reaktor diperlukan 3 tahapan analisis

9
BAB 2. ANALISIS TERMAL HIDROLIK GAS COOLED FAST REACTOR (GCFR)10

yaitu analisis neutronik, analisis termalhidraulik termodinamik dan dalam proses


selanjutnya tahapan analisis keselamatan (safety analysis). Analisis neutronik
membahas mengenai reaksi …si yang terjadi di dalam elemen bahan bakar
radioaktif. Analisis termalhidrolik termodinamik membahas mengenai
perpindahan energi termal yang dihasillkan dari reaksi …si serta e…siensi dari
proses pembangkitan panas. Analisis keselamatan membahas mengenai hal-hal
yang berkaitan dengan pembatasan energi termal maupun penembakan neutron
sehingga berada dalam batas aman.Secara skematik cara kerja pem-bangkit
listrik tenaga nuklir dapat digambarkan pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1: Skema prinsip kerja PLTN

2.2 Gas Cooled Fast Reactor (GCFR)


Gas Cooled Fast Reactor (GFR) merupakan salah satu konsep dari enam jenis
reaktor nuklir generasi IV yang dicanangkan akan dioperasikan pada tahun 2025.
Keenam konsep ini saat ini masih dalam proses penelitian. Klasi-…kasinya
dibedakan atas spesi…kasi baik berupa penggunaan material maupun sistem
yang berlangsung di dalam reaktor. Setiap jenis reaktor memiliki ke-unggulan
masing-masing. Lima jenis reaktor lainnya yaitu Lead Cooled Fast Reactor
(LFR), Molten Salt Reactor (MSR), Sodium Cooled Reactor (SFR), Supercritical
Water Cooled Reactor (SCWR), Very High Temperature Reac-tor (VHTR).
Perbedaan GFR dengan reaktor lainnya adalah reaktor ini me-manfaatkan
spektrum cepat dari neutron dan menggunakan jenis pendingin (coolant) berupa

Helium (He), Karbondioksida (CO2), atau N2O4. Keung-


BAB 2. ANALISIS TERMAL HIDROLIK GAS COOLED FAST REACTOR (GCFR)11

gulan dari pemanfaatan penggunaan gas sebagai pendingin, terutama


Helium adalah Helium tidak dapat mendidih serta dapat beroperasi pada
temper-atur yang tinggi sebagai pendukung produktivitas gas hidrogen
sehingga da-pat meningkatkan e…siensi dan merupakan reaktor terbaik
dari segi ketahanan karena mempunyai siklus bahan bakar tertutup.

Gambar 2.2: Skema Gas Cooled Fast Reactor

sumber gambar : http://www.inl.gov/research/gas-cooled-fast-reactor/


BAB 2. ANALISIS TERMAL HIDROLIK GAS COOLED FAST REACTOR (GCFR)12

Spesi…kasi Gas Cooled Fast Reactor (GFR)

No Parameter Spesi…kasi
1 Power 600 M W th
2 Power density teras reaktor 3
100 M W=m
3 Power density rata-rata 3
55 M W=m
4 Tekanan pendingin 70 bar
5 Temperatur inlet 0
450 C
6 Temperatur outlet 0
850 C
7 Temperatur fuel maksimum 0
1135 C
8 Massa alir 330 kg=s
9 Kecepatan alir 40 m=s
10 Volume teras reaktor 3
10.9 m (H=D~1:7=2:9m)
11 Persentase volume (bahan bakar/He/SiC) 50%/ 40% /10%
12 Ukuran teras reaktor diameter=2 m, tinggi= 2 m
13 Volume teras reaktor 3
6m

Sama halnya dengan teras reaktor pada umumnya, GCFR terdiri dari
berbagai komponen diantaranya : batang kendali, elemen bahan bakar,
mod-erator, fuel assembly, sensor, dan pendingin.
Geometri teras reaktor pada umumnya berbentuk silinder. Hal ini dise-
babkan karena geometri silinder sampai sekarang ini merupakan bentuk
yang paling optimal jika ditinjau dari faktor kebocoran neutron dan aliran
pendin-gin.
Di dalam sebuah reaktor terdiri
Berikut penampang melintang dari elemen bahan bakar :

Gambar penampang radial fuel rods

Secara singkat geometri tersebut terdiri dari fuel rods dan pendingin.
Pro…l dari fuel rods dan susunan pendingin :

Elemen bahan bakar (fuel rods) terdiri dari tiga daerah, yaitu :
BAB 2. ANALISIS TERMAL HIDROLIK GAS COOLED FAST REACTOR (GCFR)13

Gambar 2.3: Geometri silinder teras reaktor

Gambar 2.4: Penampang radial reaktor


BAB 2. ANALISIS TERMAL HIDROLIK GAS COOLED FAST REACTOR (GCFR)14

Gambar 2.5: Penampang radial bahan bakar

Gambar 2.6: Penampang aksial bahan bakar


BAB 2. ANALISIS TERMAL HIDROLIK GAS COOLED FAST REACTOR (GCFR)15

1. fuel pellet, berisi bahan bakar radioaktif tempat terjadinya reaksi …si
biasanya berupa senyawa UO2 berbentuk keramik

2. gap, celah sempit di antara fuel pellet dan clading yang berisi gas
inert yang berfungsi untuk mengantisipasi pengembangan volume
bahan bakar selama proses iradiasi di dalam bahan bakar

3. Clading, Selubung logam terbuat dari zirconium alloy yang berfungsi


se-bagai pelindung bahan bakar dan pemisah bahan bakar dengan
pendin-gin

Formasi fuel rods pada fuel assembly dikembangkan berdasarkan


formasi segi empat (rectangular lattice geometry) atau formasi segi tiga
(triangular lat-tice geometry). Setiap formasi mempunyai keunggulan
tersendiri, formasi segi empat mengurangi resiko kebocoran aliran
(crosssection), sedangkan formasi segi tiga mengoptimalkan energi yang
dihasilkan terhadap jumlah bahan bakar yang digunakan. Pendingin
mengalir di antara susunan fuel rods yang biasa disebut coolant channel.

Gambar 2.7: Coolant channel


BAB 2. ANALISIS TERMAL HIDROLIK GAS COOLED FAST REACTOR (GCFR)16

Bentuk penampang melintang coolant channel masing-masing formasi, un-tuk


keperluan perhitungan digunakan pendekatan bentuk radial simetri lingkaran.

Dide…nisikan diameter hidrolik ekuivalen Dh untuk masing-masing formasi:

1. rectangular lattice geometry

Penampang melintang formasi segi empat dapat digambarkan


sebagai berikut:

2
" 4 p #
Dh = df
1
df
2. triangular lattice geometry

Penampang melintang formasi segi tiga dapat digambarkan sebagai berikut


:

Gambar 2.8: Formasi segi tiga


2
" p #
Dh = df 2

2 3 p 1
df