You are on page 1of 3

1.

0 ALAT
1. Adjustable support
2. Theodolite / autolevel
3. Unting-unting (lot)
4. Meteran
5. Waterpass
6. Sipatan
7. Waler
8. Push-pull prop
9. Platform bracket

3.0 LANGKAH KERJA

3.1. PERSIAPAN

Pemilihan system modul bekisting core wall desesuaikan menurut masing – masing
RMP (sistem konvensional, sistem steel wafe & girder PERI, sistem modifikasi PERI,
system waler.

Catatan :

- Untuk bekesting core wall menggunakan plywood(phenolic)18 mm.


- Jarak antar push-pull prop dan hop up bracket harus sesuai dengan working
drawing supaya kekuatan bekisting tetap terjaga. Bekesting tidak dipasang
menerus tapi diberi filler sesuai dengan gambar.
- Jarak antar beketing minimal 40cm, maksimal 70 cm.
- Jarak tiang vertikal, balok penjepit dan form tie harus di perhitungkan agar
bekisting tidak melendut. Sebagai acuan, jarak antar tiang vertikal maks. 30,5
cm.
- Tinggi bekesting speedwaler yang digunakan setinggi 410 cm

3.2 PELAKSANAAN

3.2.1. Buat garis sipatan batas beton core wall pada lantai beton tempat bekisting/
core wall akan didirikan.

3.2.2. Pastikan semua pembesian berada didalam garis sipatan dan memiliki
selimut beton, sesuai spesifikasi struktur, serta sudah terpasang “beton
decking” yang memadai.

3.2.3. Pemasangan sepatu core wall di setiap sudut/ sisi dengan bahan besu siku
atau beton dengan mutu yang sama dengan mutu beton core wall. Sepatu ini
berfungsi untuk menjaga agar tumpuan bekisting di lantai beton tidak
bergeser dari garis sipatan batas pada saat disetel.
Catatan : Untuk dinding yang cukup panjang dan core wall yang besar
(60x60cm keatas) sepatu dinding/ core wall harus dipasang.
3.2.4. Untuk Beton Exposed digunakan plywood tipe Phenol Film
3.2.5. Periksa kembali instalasi M & E yang tertanam pada core wall seperti
Conduit, sparing, “T” dus.
3.2.6. Dirikan Bekisting Core wall.
Pasang separator dan plastic cone pada kedua sisi bekisting. Perlu
diperhatikan bahwa separator dan Form Tie harus dipasang sedekat mungkin
dengan tiang vertikal dengan jarak maksimum 120 cm(sesuai gambar), hal
ini untuk mencegah melendutnya balok kayu penjepit pada saat pengecoran
Form Tie. Perkuatan bekesting dengan waler yang di sangga push-pull drop.
Jarak bekisting core wall dengan push-pull prop sepanjang 135 cm.
Sewaktu bekesting dinaikkan ke level selanjutnya, bagian bawah diberi
penopang(platform bracket) untuk perkuatan. Jarak antar platform telah di
jelaskan pada gambar.
Pemasangan bekesting level di atasnya tidak boleh terlalu minim dengan
beton di bawahnya, diberi jarak 150 mm dari platform dan di beri
timber/kayu ukuran 50x70 sebagai pengganjal bekesting.
Catatan : Untuk mencegah kebocoran pada dasar/ pangkal core wall
sebaiknya diberikan sponse tipis.

3.2.7. Setelah bekisting core wall ditutup pasang semua sarana perkuatan bekisting
seperti Tie rod, Form tie, Steel wale dan Adjustable support. Dimana
terdapat toleransi dari permukaan cetakan untuk struktur beton bertulang
adalah sebagai berikut :

 Terhadap kelurusan vertikal (plumbness) untuk core wall dan dinding :


Untuk setiap 3 meter = 5 mm
Untuk panjang keseluruhan (maksimal) = 25 mm

 Terhadap ketinggian/level untuk sisi bawah pelat, balok, core wall dan
dinding:
Untuk setiap 3 meter = 5 mm
Untuk setiap bentang atau 6 meter = 10 mm
Untuk panjang keseluruhan (maksimal) = 20 mm

 Terhadap ukuran penampang core wall, balok, ketebalan dinding dan pelat :
Plus 12 mm Minus 5 mm

 Terhadap ukuran dan posisi bukaan atau sleeve di balok, pelat, dan dinding :
Plus / Minus 5 mm
 Terhadap kelurusan garis bangunan dari posisi rencana pada denah, posisi
core wall, dinding dan partisi :
Untuk setiap bentang 12 mm
Untuk setiap 6 meter 12 mm
Untuk keseluruhan 25 mm

3.2.9. Sebelum pekerjaan cor periksa terlebih dahulu semua perkuatan bekisting
termasuk pengencangan Tie Rod, pengencangan Adjustable support,
pemasangan pasak/ baji antara gelagar jepit atau kick core wall dengan
balok vertikal bekisting core wall.
3.2.10. Setelah bekisting terpasang baik, buat sipatan (atau tanda dari paku) untuk
batas/ level pengecoran di sisi atas bekisting core wall.

4.0 PEMERIKSAAN/ PENGETESAN

4.1. Scaffolding/ steger & landasannya


4.2. Posisi bekisting
4.3. Kondisi bekisting
4.4. Posisi form tie
4.5. Dimensi
4.6. Sambungan bekisting
4.7. Sparing – sparing M&E terpasang
4.8. Permukaan bekisting
4.9. Kepala core wall