You are on page 1of 7

MAKALAH FISLING

”GETARAN DAN KEBISINGAN”

NAMA KELOMPOK :

 SOFIA HELCI
 PETRUS SAMA
 IGNATIUS Y.R.SUKU
 WIWIRINUS BITIN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS FLORES

ENDE

2017
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Getaran
Getaran adalah getaran ialah suatu factor yang menjalar ke tubuh manusia, mulai
keseluruhan tubuh turut bergetar (0scilation) akibat getaran peralatan mekanis yang
dipergunakan dalam tempat kerja. Berdasar Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 49
Tahun 1996 yang dimaksud getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan
seimbang terhadap suatu titik acuan. Penyebab getaran dibedakan dalam 2 jenis yaitu:
 Getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan
manusia.
 Getaran seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan
manusia.

B. Jenis-Jenis Getaran Dan Dampak


1. Getaran Pada Tubuh Manusia
Getaran yang menerpa tubuh manusia dibedakan dalam 2 jenis :
a) Getaran mengenai sebagian anggota tubuh misalnya tangan/kaki
b) Getaran mengenai seluruh anggota tubuh (whole body vibration)
Getaran seluruh tubuh
Getaran seluruh tubuh biasanya dialami pengemudi kendaraan; traktor, bus,
helikopter, atau bahkan kapal. Efek yang timbul tergantung kepada jaringan manusia,
seperti: (Sucofindo, 2002)
 3 - 6 Hz untuk bagian thorax (dada dan perut),
 20-30 Hz untuk bagian kepala,
 100-150 Hz untuk rahang.
Di samping rasa tidak ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh goyangan organ
seperti ini, menurut beberapa penelitian, telah dilaporkan efek jangka lama yang
menimbulkan orteoartritis tulang belakang.
Getaran tangan-lengan
Getaran jenis ini biasanya dialami oleh tenaga kerja yang diperkerjakan pada:
 Operator gergaji rantai,
 Tukang semprot, potong rumput
 Gerinda,
 Penempa palu.
Menurut buku saku K3 Sucofindo tahun 2002 efek getaran pada tangan ini
dapat dijelaskan sebagai berikut:
 Kelainan pada peredaran darah dan persyarafan (vibration white finger),
 Kerusakan pada persendian dan tulang-tulang.

2. Getaran Pada Lingkungan Sekitar

a) Nilai Baku Tingkat Getaran


Getaran yang terjadi di lingkungan dapat berdampak pada kehidupan manusia.
Dalam SK Menteri Lingkungan Hidup no 49 tahun 1996 ditetapkan tingkat baku
getaran berdasar tingkat kenyamanan dan kesehatan dalam kategori menganggu, tidak
nyaman dan menyakitkan. Baku tingkat getaran mekanik dan getaran kejut adalah
batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan
pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan
kesehatan serta keutuhan bangunan. Baku tingkat getaran untuk kenyamanan dan
kesehatan ditetapkan sebagai berikut:
Peraturan tentang baku mutu getaran pada tingkat internasional tertuang dalam ISO
2631 yang ditetapkan pertama kali pada tahun 1974. Seri ISO 2631 ada 3 yaitu:
 ISO 2631-1:1985 Evaluation of human exposure to whole-body vibration – Part 1:
General requirements. Direvisi dengan ISO 2631 -1-1997
 ISO 2631-2:1989 Evaluation of human exposure to whole-body vibration – Part 2:
Continuous and shock-induced vibrations in buildings (1 to 80 Hz)
 ISO 2631-3:1985 Evaluation of human exposure to whole-body vibration – Part 3:
Evaluation of exposure to whole-body z-axis vertical vibration in the frequency
range0,1 to 0,63 Hz.
Sedangkan berdasar standar nasional Irlandia utara No 397 tahun 2005 syarat baku
mutu getaran adalah sebagai berikut :
 Untuk getaran pada tangan
a. Limit value adalah 5 m/det2 A(8)
b. Action value adalah 2,5 m/det2 A(8)
 Untuk getaran pada seluruh tubuh
a. Limit value 1,15 m/det2 A(8)
b. Action Value 0,5 m/det2 A(8)
b) Cara Mengukur Getaran
Getaran diukur dengan menggunakan alat vibration meter. Dengan pengukuran
menggunakan alai ini, maka akat mendapatkan hasil yang akan di bandingkan
dengan nilai ambang batas sesuai dengan Keputusan Mentri Tenaga Kerja nomor
KEP. 51/MEN/1999

C. Pengertian Kebisingan
Bising merupakan suara atau bunyi yang mengganggu. Bising dapat menyebabkan
berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi
dan ketulian. Ada yang menggolongkan gangguannya berupa gangguan Auditory, misalnya
gangguan terhadap pendengaran dan gangguan non Auditory seperti gangguan komunikasi,
ancaman bahaya keselamatan, menurunya performan kerja, stres dan kelelahan.

D. dampak kebisingan
Meskipun pengaruh suara banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan
emosional, ada kasus-kasus dimana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran
terjadi karena tingginya tingkat kenyaringan suara pada tingkat tekanan suara berbobot A dan
karena lamanya telinga terpajan terhadap kebisingan itu. dampak kebisingan dijelaskan
sebagai berikut:

 Gangguan Fisiologis
Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi bila terputus-
putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan
darah (± 10 mmHg), peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama
pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris.
Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit
kepala. Hal ini disebabkan bising dapat merangsang
situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan
menimbulkan evek pusing/vertigo. Perasaan mual,susah tidur dan
sesak nafas disbabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem
saraf, keseimbangan organ, kelenjar endokrin, tekanan darah,
sistem pencernaan dan keseimbangan elektrolit.
 Gangguan Psikologis
Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah
tidur, dan cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat
menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan
lain-lain.

 Gangguan Komunikasi
Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi
pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi
pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini menyebabkan
terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak
mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung
membahayakan keselamatan seseorang.
 Gangguan Keseimbangan
Bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau
melayang, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing
(vertigo) atau mual-mual.
 Efek pada pendengaran
Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada
indera pendengaran, yang menyebabkan tuli progresif dan efek ini
telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dulu. Mula-
mula efek bising pada pendengaran adalah sementara dan
pemuliahan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area bising
dihentikan. Akan tetapi apabila bekerja terus-menerus di area bising
maka akan terjadi tuli menetap dan tidak dapat normal kembali,
biasanya dimulai pada frekuensi 4000 Hz dan kemudian makin
meluas kefrekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai frekuensi
yang biasanya digunakan untuk percakapan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Getaran adalah getaran ialah suatu factor yang menjalar ke tubuh manusia, mulai
keseluruhan tubuh turut bergetar (0scilation) akibat getaran peralatan mekanis yang
dipergunakan dalam tempat kerja. Berdasar Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 49
Tahun 1996 yang dimaksud getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan
seimbang terhadap suatu titik acuan. Penyebab getaran dibedakan dalam 2 jenis yaitu:
 Getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan
manusia.
 Getaran seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan
manusia.
Getaran Pada Tubuh Manusia.Getaran yang menerpa tubuh manusia dibedakan dalam 2
jenis , yaitu Getaran mengenai sebagian anggota tubuh misalnya tangan/kaki dan Getaran
mengenai seluruh anggota tubuh (whole body vibration).
Bising merupakan suara atau bunyi yang mengganggu. Bising dapat menyebabkan
berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi
dan ketulian. Ada yang menggolongkan gangguannya berupa gangguan Auditory, misalnya
gangguan terhadap pendengaran dan gangguan non Auditory seperti gangguan komunikasi,
ancaman bahaya keselamatan, menurunya performan kerja, stres dan kelelahan.

B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini terdapat kekurangan. Oleh karena itu kepada
para pembaca, khususnya kepada dosen pembimbing untuk mengkritik makalah ini
yang bersifat konstruktif, kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA

Ambar,Pencemaran Udara, 1999


Nasri, Teknik Pengukuran dan Pemantauan Kebisingan di Tempat Kerja,1997
Sastrowinoto, Penanggulangan Dampak Pencemaran Udara Dan Bising Dari Sarana
Transportasi, 1985