You are on page 1of 133

PENUGASAN PRAKTIKUM

  • I. MEKANISME ADAPTASI SEL

1. Sianosis

PENUGASAN PRAKTIKUM I. MEKANISME ADAPTASI SEL 1. Sianosis a. Apa penyebab terjadinya kondisi ini ? Penyebab
  • a. Apa penyebab terjadinya kondisi ini ?

Penyebab utama sianosis yang sering dijumpai antara lain:

Paparan dingin

Syok

Gagal jantung kongestif

Penyakit pembuluh darah perifer Penyebab Sianosis Berdasarkan penyebab dan lokasi atau bagian tubuh yang terpengaruh, sianosis dibagi menjadi dua:

Sianosis sentral Sianosis sentral disebabkan oleh penyakit jantung atau paru-paru, atau hemoglobin abnormal (methaemoglobinaemia atau sulfhaemoglobinaemia). Sianosis terlihat pada lidah dan bibir karena desaturasi darah arteri sentral yang dihasilkan dari gangguan jantung dan pernapasan yang terkait dengan shunting darah vena terdeoksigenasi ke sirkulasi sistemik. Pasien yang mengalami sianosis sentral biasanya juga mengalami sianosis perifer. Tanda dan gejala sianosis sentral tergantung pada penyebab yang mendasari dan mencakup sesak dan takipnea, polisitemia sekunder dan perubahan warna kebiruan

atau ungu dari mulut selaput lendir, jari tangan dan kaki. Biru pada tangan dan kaki padahal suhu normal atau hangat. Sianosis perifer Sianosis perifer disebabkan oleh menurunnya sirkulasi lokal dan meningkatnya ekstraksi oksigen dalam jaringan perifer, perifer artinya tepi. Bagian tepi pada tubuh yang mengalami sianosis perifer terlokalisir, terjadi dalam kondisi yang berhubungan dengan vasokonstriksi perifer dan stasis darah di ekstremitas, yang mengarah ke peningkatan ekstraksi oksigen perifer misalnya, gagal jantung kongestif, syok sirkulasi, paparan suhu dingin dan kelainan sirkulasi perifer. Tanda dan gejala sianosis perifer termasuk kebiruan pada bibir, kaki dan tangan yang sering karena dingin dan kembali normal (kebiruan hilang) ketika dilakukan pemanasan atau pemijatan. Ada banyak potensi penyebab sianosis. Beberapa di antaranya:

Deep vein thrombosis (DVT)

Overdosis adrenergik bronkodilator

Penyempitan pembuluh darah

Pneumonia aspirasi

Keracunan karbon monoksida

Tamponade jantung (cairan menumpuk di sekitar jantung) Emfisema

Emboli paru

Syok Paparan suhu dingin (udara atau air)

Gagal jantung kongestif

Penyakit pembuluh darah perifer

Fenomena Raynaud

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Polisitemia vera (kelainan darah yang langka)

Edema paru (penumpukan cairan di paru-paru)

Cor pulmonal (pembesaran ventrikel kanan jantung)

Septikemia (infeksi darah yang mengancam nyawa)

Infeksi RSV (respiratory syncytial virus)

  • b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada kondisi di atas?

Darah yang kaya akan oksigen akan warna merah terang sedangkan darah dengan kadar oksigen yang lebih rendah memiliki warna kebiruan atau ungu. Kadar oksigen yang rendah dalam darah berarti tinggi kadar karbon dioksida. Warna darah ini akan nampak pada bagian- bagian tubuh yang kaya akan pembuluh darah seperti kulit yang tipis, bibir, dan selaput lendir. Jika warna biru sianosis kembali normal setelah pemanasan atau pemijatan, maka penyebabnya mungkin karena bagian tubuh tersebut tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup sebagai akibat dari suhu dingin atau penyempitan. Jika bibir atau ujung jari tetap biru meskipun sudah melakukan upaya seperti itu, maka mungkin ada penyakit yang mendasari. Apapun penyebab yang mendasari, warna biru sianosis menunjukkan bahwa penyakit atau masalah tersebut telah mengganggu kemampuan tubuh untuk memberikan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Jika terus dibiarkan hal ini akan membahayakan.

  • c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang pada kondisi tersebut?

Sianosis ditandai dengan warna kebiru-biruan kulit dan selaput lendir. Sianosis biasanya adalah tanda kondisi bukannya penyakit itu sendiri. Gejala yang paling umum dari kondisi yang warna kebiru-biruan bibir, jari-jari dan jari-jari kaki.

Gejala Sianosis tengah

Ini diwujudkan oleh kebiruan atau ungu warna lidah dan bibir dan membran mukosa mulut. Hal ini terlihat dalam penyakit jantung atau paru-paru dan dalam kondisi hemoglobin abnormal seperti methemoglobin dan sulfhemoglobin dll. Di sini Sianosis disebabkan karena desaturation dari pusat darah arteri akibat penyakit jantung dan paru-paru. Darah vena ini deoxygenated bukannya pergi ke paru-paru untuk oksigenasi bergerak untuk umum sirkulasi darah tubuh yang menyebabkan gejala Sianosis. Biasanya tengah Sianosis disertai dengan fitur perifer Sianosis. Mungkin ada fitur lain seperti breathlessness, sesak napas, kebiruan atau ungu discolouration membran mukosa oral, cepat dan dangkal bernapas dll. Tangan dan kaki adalah suhu biasanya normal atau hangat. Mereka mungkin dingin jika ada seiring perifer Sianosis.

Gejala perifer Sianosis

Hal ini disebabkan oleh sirkulasi darah penurunan dalam perifer organ dan kaki. Hal ini mungkin terjadi karena stasis atau stagnasi darah dan berlebihan ekstraksi oksigen dari darah yang membuatnya deoxygenated dan mewujudkan sebagai Sianosis. Daerah yang terkena dampak mengubah kebiruan atau ungu dan dingin untuk menyentuh. Hal ini sering terlihat di ranjang paku. Kondisi menyelesaikan dengan lembut pemanasan. Ada tidak ada bluing membran mukosa mulut.

Usia dan onset Sianosis

Sianosis yang terjadi karena congential atau cacat lahir dari jantung biasanya dimulai pada kelahiran atau dalam pertama beberapa tahun kehidupan. Di jantung, paru-paru embolism, radang paru-paru atau akut parah serangan asma, Sianosis mungkin tiba-tiba atau tiba-tiba mulai sebagai pasien "mulai mengubah biru" karena kekurangan oksigen. Di sisi lain pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis atau COPD sering mengembangkan Sianosis secara bertahap selama bertahun-tahun. Pasien dengan sejarah panjang COPD atau asma atau penyakit paru-paru lainnya rentan untuk mengembangkan Sianosis.

Gejala Sianosis pada bayi

Bayi dengan Sianosis lelah atau keringat saat sedang makan dan menunjukkan kurangnya berat badan. Mereka mungkin lahir dengan berat kelahiran rendah. Mereka mudah marah dan sering merasa floppy atau lemas. Ada pembakaran bahan lubang hidung sebagai bukti dari pernapasan laboured. Beberapa bayi mungkin mendengus atau memancarkan suara dengan setiap napas.

Gejala Sianosis pada anak-anak

Anak-anak dengan penyakit jantung cyanotic juga menganggap posisi squatting setelah aktivitas fisik untuk meringankan breathlessness.

Pingsan mantra umum dengan anak-anak yang memiliki penyakit jantung cyanotic. Anak- anak dengan penyakit jantung kongenital juga rentan terhadap infeksi dada berulang-ulang.

Gejala lain Sianosis

Gejala lain Sianosis meliputi (1-5):

Mungkin ada breathlessness, kesulitan bernapas dan cepat bernapas yang dangkal. Ini mungkin terjadi tiba-tiba dalam kasus-kasus paru emboli, edema paru atau memutuskan serangan asma. Gejala lain meliputi nyeri dada. Jika Sianosis disebabkan karena efusi pleura (kumpulan cairan di sekitar paru-paru), radang paru-paru atau pulmonary embolism yang ada mungkin nyeri dada. Edema paru juga menyebabkan membosankan, sakit dada sesak. Ada yang menyertai demam pada pasien dengan radang paru-paru atau paru-paru emboli. Mereka yang gagal jantung juga dapat batuk dahak berbusa merah muda atau gelap lendir. Ada bahan yang biasanya sendi terakhir jari-jari. Ini memberi mereka sebuah klub seperti penampilan dan disebut clubbing jari.

Ini terjadi karena kekurangan oksigen berdiri lama dalam penyakit tertentu jantung dan paru- paru. Sianosis sering disertai dengan clubbing.

Ada kelelahan umum atau kelemahan pada pasien yang menderita dari jangka panjang Sianosis. Mungkin ada episode sakit kepala juga.

2. Iskemia

Gejala lain Sianosis meliputi (1-5): Mungkin ada breathlessness, kesulitan bernapas dan cepat bernapas yang dangkal. Ini

a. Apa penyebab terjadinya kondisi ini ?

Penyebab Iskemia

Iskemia disebabkan oleh adanya gangguan pada pembuluh darah yang mengganggu suplai darah ke jaringan atau organ. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ketidakcukupan suplai darah antara lain:

Aterosklerosis, yaitu penebalan, berkurangnya fleksibilitas, atau mengerasnya dinding pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan lumen pembuluh darah makin sempit. Oklusi atau tertutupnya pembuluh darah. Penggumpalan (trombus) yang terjadi di dalam pembuluh darah dapat lepas dan mengikuti aliran darah, kemudian menyebabkan sumbatan (emboli). Trauma atau perlukaan. Penekanan, pergesaran, atau perobekan yang ditimbulkan dari kejadian trauma dapat menyebabkan penutupan total atau sebagian dari pembuluh darah. Aneurisma atau pelebaran pembuluh darah abnormal yang terjadi pada dinding pembuluh darah dan bersifat lokal. Infark miokard. Penyakit katup jantung. Fibrilasi atrial kronis. Kardiomiopati. Takikardia. Hipoglikemia. Anemia. Hipotensi. Penyakit sel darah sabit.

b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada kondisi di atas ?

obstruktif.Penyakit bentuk ini mulai berkembang karena pembentukan trombus, embolus dan plak aterosklerotik di arteri.Unsur-unsur ini mencegah arus keluar darah normal; angiopathic. Alasan utama - kejang pembuluh darah; kompresi. berkembang karena kompresi mekanik pembuluh darah; redistribusi.Alasan perkembangan iskemia - redistribusi mezhorgannoe dari aliran darah

c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena kondisi tersebut?

Gejala Iskemia

Berkurangnya persediaan darah dalam proses metabolisme dapat memicu iskemia pada jaringan dan organ tubuh yang berbeda-beda. Dengan kata lain, kondisi ini memiliki gejala

yang berbeda-beda pula, seperti:

Iskemia pada jantung

Gejala pada kondisi ini dapat berupa sakit dada (angina) akibat otot jantung tidak menerima cukup aliran darah (angina pektoris).Hal ini dikarenakan adanya aterosklerosis akibat penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah jantung.Nyeri dada yang timbul dapat menjalar ke tangan, leher, dagu, maupun punggung.Selain nyeri dada (angina), dapat pula terjadi serangan jantung bila pembuluh jantung tertutup secara total.Penyakit jantung iskemik dikenal pula dengan istilah penyakit jantung koroner.

Iskemia pada usus

Gejala pada kondisi ini dapat berupa sakit perut akibat terjadi peradangan pada usus besar (iskemia kolitis) maupun usus kecil (iskemia mesenterika).Gejala-gejala lainnya dapat berupa diare, mual, mengeluarkan kotoran berwarna kemerahan dan terkadang darah, serta dehidrasi.

Iskemia pada otak

Gejala iskemia pada otak bergantung pada area yang terkena. Gejala dapat mencakup pusing, linglung, pandangan mengabur, kehilangan koordinasi tubuh atau kesulitan berbicara maupun memahami perkataan orang lain.

Iskemia pada tungkai

Gejala pada kondisi ini antara lain berupa kelumpuhan, kram pada salah satu area tungkai, dingin, nyeri yang tidak kunjung hilang pada jari, kaki, atau tungkai, dan perubahan warna tungkai. Gejala iskemia yang tidak segera ditangani dapat turut merusak organ dalam waktu yang relatif cepat, misalnya pada organ ginjal. Jaringan dengan metabolisme rendah akibat kekurangan oksigen yang diperoleh dari darah dapat mengalami kerusakan setelah 20 menit. Rusaknya jaringan terjadi akibat menumpuknya limbah metabolisme, memicu sel untuk

menghancurkan dirinya, hingga bocornya enzim autolyzing proteolytic ke sel dan jaringan sekitarnya. Iskemia juga dapat memicu berkembangnya gangrene, nekrosis, dan kondisi paralisis sehingga patut dikenali gejala-gejalanya.

3. Trombosis

menghancurkan dirinya, hingga bocornya enzim autolyzing proteolytic ke sel dan jaringan sekitarnya. Iskemia juga dapat memicu

a. Apa penyebab terjadinya kondisi ini ?

Penyebab trombosis vena dalam yang terutama ialah peredaran darah yang buruk. Ketika aliran melambat, darah bisa menumpuk dan sangat mudah membentuk gumpalan.

Penyebab Trombosis Vena Dalam Akibat Operasi

Beberapa operasi bedah tertentu bisa memicu penggumpalan darah, yakni diantaranya:

Operasi untuk mengurangi peredaran darah ke bagian-bagian tertentu di tubuh

Operasi besar pada pinggul, lutut, kaki, betis, perut, atau dada

Operasi bedah tulang, misalnya penggantian pinggul

Mengapa operasi-operasi demikian bisa memicu trombosis vena dalam? Ada beberapa alasan, yang diantaranya yaitu:

Rontokan-rontokan jaringan, protein, dan lemak akibat operasi bisa pindah menuju pembuluh darah dan menghambat aliran darah.

Dinding pembuluh vena bisa rusak akibat operasi sehingga dapat melepaskan zat-zat yang memicu penggumpalan darah. Istirahat total yang lama setelah operasi bisa memungkinkan darah menumpuk di sejumlah area tubuh akibat tubuh tidak bergerak.

  • b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada kondisi di atas?

Trombosis vena dalam terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah yang terdapat di dalam otot. Selain kaki, tempat potensial lain terjadinya trombosis ialah tangan, dada, dan bagian-bagian lain.

Meskipun kondisi ini umum dialami orang-orang, namun bukan berarti kondisi ini tidak berbahaya. Gumpalan darah bisa memblokir peredaran darah atau mengendap di dalam pembuluh darah paru-paru, otak, jantung, atau area vital lain. Gumpalan demikian sanggup menyebabkan kerusakan organ yang parah dan bahkan kematianhanya dalam beberapa jam.

  • c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang pada kondisi tersebut?

Setengah dari seluruh kasus trombosis vena dalam tidak menimbulkan gejala apapun. Apabila Anda merasa mengalami sejumlah gejala-gejala berikutterutama jika gejalanya sering terjadisegeralah datangi dokter. Berikut adalah beberapa gejala trombosis vena dalam:

Pembengkakan di salah satu atau kedua kaki

Rasa sakit atau nyeri pada salah satu atau kedua kaki, yang mungkin hanya dirasakan

saat berdiri atau berjalan Kulit kaki terasa hangat apabila disentuh

Kulit kaki berubah warna jadi kemerahan atau tidak berwarna

Pembuluh vena terlihat jelas di permukaan kulit

Kaki terasa sangat lelah

4. Emboli

a. Apa penyebab terjadinya kondisi ini ? Penyebab Munculnya Emboli Emboli, atau hambatan pada pasokan darahemboli paru adalah terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh vena dalam kaki yang kemudian terlepas dan menuju ke paru-paru.  Air ketuban . Ini adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi di dalam rahim. Meski kondisi ini sangat langka, cairan amniotik bisa masuk ke pembuluh darah sang ibu saat proses melahirkan dan menyebabkan penyumbatan.  Kolesterol . Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh arteri yang disebabkan oleh penimbunan kolesterol. Apabila kondisi yang terjadi cukup parah, sebagian kecil kolesterol bisa terlepas dan menyebabkan terjadinya emboli atau hambatan pada aliran darah.  " id="pdf-obj-9-2" src="pdf-obj-9-2.jpg">

a. Apa penyebab terjadinya kondisi ini ?

Penyebab Munculnya Emboli

Emboli, atau hambatan pada pasokan darah ke jaringan dan organ tubuh, bisa berupa banyak hal, antara lain:

Lemak. Tulang yang mengalami keretakan bisa mengakibatkan terlepasnya partikel lemak di dalam tulang ke dalam aliran darah. Selain itu, lemak juga bisa masuk ke aliran darah jika terjadi komplikasi setelah menjalani operasi tulang atau karena terjadi luka bakar yang cukup parah. Gumpalan darah. Untuk mencegah terjadinya pendarahan berlebihan saat terjadi luka, darah akan menggumpalkan secara alami. Tapi beberapa kondisi, seperti penyakit jantung, kegemukan atau obesitas, kanker, dan kehamilan bisa menyebabkan darah menggumpal lebih mudah meski tidak terjadi luka. Salah satu penyebab utama emboli paru adalah terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh vena dalam kaki yang kemudian terlepas dan menuju ke paru-paru. Air ketuban. Ini adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi di dalam rahim. Meski kondisi ini sangat langka, cairan amniotik bisa masuk ke pembuluh darah sang ibu saat proses melahirkan dan menyebabkan penyumbatan. Kolesterol. Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh arteri yang disebabkan oleh penimbunan kolesterol. Apabila kondisi yang terjadi cukup parah, sebagian kecil kolesterol bisa terlepas dan menyebabkan terjadinya emboli atau hambatan pada aliran darah.

Udara. Gelembung udara atau gas juga bisa memasuki aliran darah. Kondisi ini merupakan penyebab kematian utama di antara para penyelam. Seorang penyelam yang naik ke permukaan dengan cepat akan mengalami perubahan tekanan drastis. Ini bisa menyebabkan munculnya gelembung nitrogen di dalam aliran darah. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya penyakit dekompresi.

Selain beberapa penyebab di atas, terdapat pula beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami emboli, yaitu:

Sedang hamil.

Mengalami kegemukan atau obesitas.

Merokok.

Menderita penyakit jantung.

Berusia di atas 60 tahun.

Tidak bergerak atau aktif dalam jangka waktu lama.

b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada kondisi di atas?

Embolisme adalah terdapatnya massa fisik dalam aliran darah dan akhirnya berhenti pada suatu bagian tubuh. Proses terbawanya massa fisik inilah yang disebut dengan Embolisme. Sedangkan Emboli adalah massa fisik tersebut. Bentuknya beraneka ragam namun yang paling sering dijumpai terjadi pada manusia adalah Tromboemboli (Thromboembolism).

Tromboemboli sendiri merupakan Emboli yang berbentuk bekuan darah (Trombus). Benda lain yang juga dapat menjadi Emboli adalah pecahan jaringan, sel-sel kanker, benda asing yang disuntikkan ke dalam sistem kardiovakuler lain seperti cairan atau bisa juga karena udara

Emboli dalam tubuh manusia sering terjadi akibat Trombus pada Vena. Bagian Vena paling sering terjadi Trombus adalah Vena Profunda di tungkai dan panggul. Emboli bisa saja mengakibatkan kematian. Trombus atau bekuan darah yang telah menjadi Emboli, akan terbawa oleh aliran darah. Aliran darah vena dari seluruh tubuh akan bermuara ke Vena Cava. Selama masuk ke vena menuju Jantung, biasanya tidak terjadi apa-apa. Namun ketika mengikuti aliran darah ketika dikirim ke Paru-Paru melalui Arteri Pulmonalis, Emboli ini

bisa menjadi penyebab sumbatan sirkulasi darah. Hal ini terjadi jika Emboli berupa benda padat dan berukuran cukup besar sehingga tidak bisa lolos melewati Arteri Pulmonalis yang berukuran kecil.

Kasus yang terjadi jika Emboli tersebut berukuran kecil, tetaplah berbahaya. Ketika Emboli berhasil lolos melalui Arteri Pulmonalis, ia dapat mengakibatkan perdarahan paru- paru atau nekrosis pada sebagian jaringan paui-paru. Emboli berukuran kecil yang berlangsung lama dalam paru-paru dapat mengakibatkan gagal Jantung kanan.

Gelembung gas juga dapat menjadi Emboli yang berbahaya. Hal ini paling sering terjadi ketika prosedur pemasangan infus kurang tepat. Udara dapat masuk baik disadari atau tidak. Salah keadaan Emboli udara ini disebut dengan Caisson. Dalam keadaan Caisson inilah, bisa terjadi dekompresi udara secara mendadak. Gelembung-gelembung kecil ini jika berjumlah banyak, akan tersebar ke seluruh tubuh dan menjadi penghambat sirkulasi darah.

Embolisme yang tidak kalah berbahaya adalah Emboli Lipid. Emboli lemak bisa terjadi akibat prosedur insisi. Saat prosedur bedah, sewaktu jaringan lemak dilakukan insisi, lemak dapat ikut mengalir ke aliran darah. Oleh karenanya, prosedur dalam tindakan medikasi sudah disesuaikan dengan SOP yang telah disupervisi.

c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang pada kondisi tersebut?

Emboli, atau hambatan pada pasokan darah ke jaringan dan organ tubuh, bisa berupa banyak hal, antara lain:

Lemak. Tulang yang mengalami keretakan bisa mengakibatkan terlepasnya partikel lemak di dalam tulang ke dalam aliran darah. Selain itu, lemak juga bisa masuk ke aliran darah jika terjadi komplikasi setelah menjalani operasi tulang atau karena terjadi luka bakar yang cukup parah. Gumpalan darah. Untuk mencegah terjadinya pendarahan berlebihan saat terjadi luka, darah akan menggumpalkan secara alami. Tapi beberapa kondisi, seperti penyakit jantung, kegemukan atau obesitas, kanker, dan kehamilan bisa menyebabkan darah menggumpal lebih mudah meski tidak terjadi luka. Salah satu penyebab utama

emboli paru adalah terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh vena dalam kaki yang kemudian terlepas dan menuju ke paru-paru. Air ketuban. Ini adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi di dalam rahim. Meski kondisi ini sangat langka, cairan amniotik bisa masuk ke pembuluh darah sang ibu saat proses melahirkan dan menyebabkan penyumbatan. Kolesterol. Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh arteri yang disebabkan oleh penimbunan kolesterol. Apabila kondisi yang terjadi cukup parah, sebagian kecil kolesterol bisa terlepas dan menyebabkan terjadinya emboli atau hambatan pada aliran darah. Udara. Gelembung udara atau gas juga bisa memasuki aliran darah. Kondisi ini merupakan penyebab kematian utama di antara para penyelam. Seorang penyelam yang naik ke permukaan dengan cepat akan mengalami perubahan tekanan drastis. Ini bisa menyebabkan munculnya gelembung nitrogen di dalam aliran darah. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya penyakit dekompresi.

Selain beberapa penyebab di atas, terdapat pula beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami emboli, yaitu:

Sedang hamil.

Mengalami kegemukan atau obesitas.

Merokok.

Menderita penyakit jantung.

Berusia di atas 60 tahun.

Tidak bergerak atau aktif dalam jangka waktu lama.

5. Jelaskan 4 gambaran utama adaptasi sel terhadap jejas (injury) dan sebutkan contohnya :

a. Hyperplasia

: Meningkatnya jumlah sel dalam organ atau jaringan, bisa patologik

maupun fisiologik, yang disebabkan karena hormonal dan kompensatorik.

Contoh

:

1. Hiperplasi fisiologis

Adalah hiperplasi yang terjadi setiap bulan pada sel-sel jaringan endometrium uterus (rahim) selama stadium folikular pada siklus menstruasi.

  • 2. Hiperplasi patologis

Adalah hiperplasi yang dapat terjadi karena perangsangan hormon yang berlebihan. Contoh peristiwa ini terjadi pada kasus akromegali, suatu penyakit yang terjadi pada jaringan ikat yang ditandai oleh meningkatnya hormon pertumbuhan.

b. Hyperthropy : Penambahan ukuran sel dan menyebabkan penambahan ukuran organ, dapat fisiologik ataupun patologik. Penyebabnya antara lain peningkatan kebutuhan fungsional ataupun rangsangan hormonal spesifik.

Contoh :

  • 1. Fisiologis : Membesarnya uterus Ibu hamil,

  • 2. Patologis : Membesarnya kelenjar prostat.

c. Athropy : Pengerutan ukuran sel dengan hilangnya substansi sel. Hal ini bisa disebabkan karena berkurangnya beban kerja, hilangnya persarafan, berkurangnya suplai darah, nutrisi yang tidak adekuat dan penuaan.Harus ditegaskan walaupun menurun fungsinya,sel atrofi tidak mati.

Contoh :

d. Metaplasia : Perubahan reversibel; pada perubahan tersebut satu jenis sel dewasa digantikan oleh jenis sel dewasa lain

Contoh :

6. Butlah tabel perbandingan antara hyperthropy dan hyperplasia dari aspek sebagai berikut :

Jenis sel yang terlibat

Jumlah sel

Ukuran sel

Ukuran organ

Growth factors yang terlibat

7.

Jelaskan patomekanisme atropi !

Jawab : Atrofi terjadi karena adanya mutasi (yang dapat merusak gen untuk membangun jaringan atau organ), yang menyebabkan sirkulasi dalam tubuh terganggu sehingga kekurangan nutrisi dari makanan dan oksigen, gangguan hormonal, gangguan saraf sehingga sel kurang digunakan seperti otot rangka atau kurangnya latihan atau penyakit intrinsik pada jaringan itu sendiri dan proses penuaan. Hormonal dan saraf menginervasi organ atau jaringan yang disebut sebagai trofik. Trofik menggambarkan kondisi trofik jaringan. keadaan trofik otot berkurang dikenal sebagai atrofi.

  • 8. Sebut dan jelaskan dengan singkat jenis-jenis atropi serta contohnya !

    • A. Macam - macam atrofi :

  • 1. Atrofi fisiologis : alat tubuh yang dapat mengecil atau menghilang sama sekali selama masa perkembangan atau kehidupan . mis: pengecilan kelenjar thymus, ductus omphalomesentricus , ductus thyroglossus.

  • 2. Atrofi Senilis : mengecilnya alat tubuh pada orang yang sudah berusia lanjut (aging process).

  • 3. Atrofi setempat (local atrophy) : atrofi setempat akibat keadaan-keadaan tertentu.

  • 4. Atrofi inaktifitas (Disuse atrophy) : atropi yang terjadi akibat in aktifitas otot-otot yang mengakibatkan otot-otot tersebut mengecil. Mis. pada kelumpuhan otot akibat hilangnya persarafan seperti pada poliomyelitis (atrophy neurotrofik).

  • 5. Atrofi Desakan (pressure atrophy) : yang terjadi karena desakan yang terus-menerus atau desakan untuk wakru yang lama dan mengenai suatu alat tubuh atau jaringan missal

    • a) Atrofi desakan fisiologis : pada gusi akibat desakan gigi yang mau tumbuh (pada anak- anak).

    • b) Atrofi desakan patologis : pada sternum akibat aneurisma aorta. Pelebaran aorta di daerah substernal akibat syphilis. Akibat desakan yang tinggi dan terus menerus mengakibatkan sternum menipis.

      • 6. Atrofi Endrokin : terjadi pada alat tubuh yang aktifitasnya bergantung pada rangsang hormon.

9. Sebutkan perbedaan nekrosis dan apoptosis !

Perbedaan antara apoptosis dan nekrosis

  • 1. Apoptosis adalah kematian sel per sel, sedangkan nekrosis melibatkan sekelompok sel.

  • 2. Membran sel yang mengalami apoptosis akan mengalami penonjolan-penonjolan ke luar tanpa disertai hilangnya integritas membran. Sedangkan sel yang mengalami nekrosis mengalami kehilangan integritas membran.

  • 3. Sel yang mengalami apoptosis terlihat menciut, dan akan membentuk badan apoptosis. Sedangkan sel yang mengalami nekrosis akan terlihat membengkak untuk kemudian mengalami lisis.

  • 4. Sel yang mengalami apoptosis lisosomnya utuh, sedangkan sel yang mengalami nekrosis terjadi kebocoran lisosom.

  • 5. Dengan mikroskop akan terlihat kromatin sel yang mengalami apoptosis terlihat bertambah kompak dan membentuk massa padat yang uniform. Sedangkan sel yang mengalami nekrosis kromatinnya bergerombol dan terjadi agregasi.

K

o

m

p

o

n

e

n

N

e

k

r

o

s

i

s

A

p

o

p

t

o

s

i

s

     

10.

Jelaskan karakteristik dan contoh dari macam-macam nekrosis berikut ini :

Nekrosis koagulatif sel nekrotik bentuknya tetap, akibat sel litik dihambat kondisi lokal pada jantung, ginjal, limpa

Nekrosis liquefaktif sel nekrosik mengalami pencairan akibat kerja enzim pada otak dan medulla spinalis

Nekrosis kaseosa sel nekrotik hancur, tetapi pecahanya tetap berada disekitarnya pada paru

Nekrosis lemak enzimatis (pankreatik) nekrosis terjadi akibat enzim pankreas mengalir diluar duktus pada pankreas

  • 11. Simple Hyperplasia Endometrium

Kondisi Makroskopis Kondisi Mikroskopis

: Kelenjar endometrium mengalami pembesaran

:

Sel epitel kelenjar hyperplasia, epithel lebih tinggi dari normal, nukleus agak

hyperkhromatik, kadang-kadang ada mitosis. Stroma hyperplasia dan kadang-kadang ada mitosis sel-sel stroma Bentuk kelenjar bermacam-macam, ada yang besar dan ada yang kecil dan ada yang

Tugas

membentuk kista, Gambaran semua ini disebut sebagai : Swiaa Cheese Pattern

Jelaskan penyebab terjadinya keadaan sel yang mengalami simple hyperplasia endometrium ?

Jawab :

Pemaparan estrogen yang terus menerus tanpa diikuti pemaparan progesteron. terhadap endometrium, dapat menyebabkan terjadinya hiperplasia endometrium. Efek

pemaparan estrogen tersebut pada sebagian kasus tergantung dari waktu dan dosispemaparan, tetapi tidak semua kasus berlaku demikian. Pada kasus lainnya jugadipengaruhi oleh faktor individual dan hormon endogen maupun eksogen. Hiperplasia endometrium adalah pertumbuhan yang berlebih dari kelenjar, dan stroma disertai pembentukan vaskularisasi dan infiltrasi limfosit pada endometrium. Bersifat noninvasif, yang memberikan gambaran morfologi berupa bentuk kelenjar yang irreguler dengan ukuran yang bervariasi. Pertumbuhan ini dapat mengenai sebagian maupun seluruh bagian endometrium. Hiperplasia endometrium ini diakibatkan oleh hiperestrinisme atau adanya stimulasi unoppesd estrogen (estrogen tanpa pendamping progesteron / estrogen tanpa hambatan). Kadar estrogen yang tinggi ini menghambat produksi Gonadotrpin (feedback mechanism). Akibatnya rangsangan terhadap pertumbuhan folikel berkurang, kemudian terjadi regresi dan diikuti perdarahan. Pada wanita perimenopause sering terjadi siklus yang anovulatoar sehingga terjadi penurunan produksi progesteron oleh korpus luteum sehingga estrogen tidak diimbangi oleh progesteron. Akibat dari keadaan ini adalah terjadinya stimulasi hormon estrogen terhadap kelenjar maupun stroma endometrium tanpa ada hambatan dari progesteron yang menyebabkan proliferasi berlebih dan terjadinya hiperplasia pada endometrium. Juga terjadi pada wanita usia menopause dimana sering kali mendapatkan terapi hormon penganti yaitu progesteron dan estrogen, maupun estrogen saja. Estrogen tanpa pendamping progesterone (unoppesd estrogen) akan menyebabkan penebalan endometrium. Peningkatan estrogen juga dipicu oleh adanya kista ovarium serta pada wanita dengan berat badan berlebih.

Sebutkan tanda dan gejala pada simple hyperplasia endometrium ?

Jawab :

Gejala dan tanda

Karena hiperplasia endometrium dan karsinoma endometrium mempunyai gejala perdarahan abnormal maka dapat dilakukan anamnesis yang mengarah kepada keganasan untuk menyingkirkan diagnosis karsinoma endometrium.Biasanya pada tipe hyperplasia tanpa atipia bersifat asimtomatik.Selain itu dapat juga ditemukan gejala perdarahan setelah menopause, vaginal discharge, kram pada abdominal bawah.

II. KELAINAN GENETIK 1. Albino

  • a. Apa penyebab terjadinya penyakit genetik ini ?

Jawab : Penyakit Albino disebabkan karena defisiensi enzym tyrosinase yang diturunkan secara genetik dan bisa juga disebabkan oleh perkawinan silang antara mahkluk hidup yang menghasilkan gen homozygot resesif. Enzim tyrosinase yang dapat menyebabkan tidak terbentuknya pigmen pada mahkluk hidup, khususnya pada manusia yang menyebabkan tidak terbentuknya pigmen kulit dan rambut. Penyakit ini tidak bisa di sembuhkan karena penyakit albino merupakan penyakit yang diturunkan oleh gen. Albinisme adalah suatu kelainan pigmentasi kulit bawaan, kelainan ini disebab kan karena kurang atau tidak adanya pigmen melanin di dalam kulit. Keadaan tersebut bersifat genetik atau diwariskan. Albino ada lah murni penyakit kelainan genetik

  • b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit genetik ?

Jawab : Albino ini pada dasarnya adalah penyakit turunan dimana penderita tidak dapat membentuk melanin. Dalam keadaan normal, asam amino tertentu yang disebut tirosin oleh tubuh diubah menjadi pigmen melanin. ALbinisme terjadi jika tubuh tidak mampu menghasilan atau menyebarluarkan melanin karena beberapa penyebab. Seca khusus, kelainan metabolisma tirosin menyebabkan kegagalan pembentika melanin sehingga terjadi albinisme. Albinisme bisa diturunkan melalui beberapa pola, yaiut resesif autosom, dominan autosom, atau X-linked. Penyakit lain yang berhubungan dengan labinisme parsial atau albinisme terlokalisir (Pada daerah tertentu saja).

  • c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit genetik tersebut ?

Jawab :Gejala-gejala umum dari albinisme adalah:

Kulit: akibat masalah pigmen, orang dengan albinisme memiliki warna kulit yang berkisar dari putih hingga coklat, dan mungkin terlihat berbeda dengan orangtua atau saudara yang tidak memiliki albinisme.

o

Bintik-bintik

o

Tahi lalat, dengan atau tanpa pigmen tahi lalat tanpa pigmen biasanya

o

berwarna merah muda Bercak besar yang seperti bintik-bintik (lentigo)

o

Kulit tidak dapat mencokelat

Rambut: akibat masalah pigmen, orang dengan albinisme dapat memiliki warna

rambut yang berkisar dari putih hingga coklat. Warna rambut dapat menggelap saat awal dewasa Warna mata: akibat masalah pigmen, orang dengan albinisme dapat memiliki warna

mata berkisar dari biru sangat muda hingga coklat, dan dapat berubah dengan usia. Penglihatan: Tanda-tanda dan gejala albinisme terkait dengan fungsi mata meliputi:

o

Pergerakan mata yang cepat, maju mundur (nystagmus)

o

Kedua mata tidak dapat berpandangan ke titik yang sama atau bergerak

o

bersamaan (strabismus/juling) Minus atau plus yang ekstrem

o

Sensitif terhadap cahaya (photophobia)

o

Lengkungan pada sisi depan mata atau lensa di dalam mata yang tidak normal (astigmatism), yang menyebabkan pandangan kabur

2. Turner Sindrom

a. Apa penyebab terjadinya penyakit genetik ini ?

Jawab : Ini terjadi ketika salah satu kromosom X pada wanita sebagian atau seluruhnya hilang. Inilah alasan mengapa cacat kromosom ini belum ditemukan. Perubahan genetik pada sindrom Turner mungkin merupakan tipe berikut:

● Satu kromosom: kehilangan satu kromosom X seluruhnya terjadi di dalam sperma ayah

atau sel telur ibu. Ini terjadi di setiap sel tubuh, semuanya hanya memiliki satu kromosom X.

● Mosaik: dalam beberapa kasus, kesalahan terjadi selama pembagian sel pada tahap awal

perkembangan janin. Ini menyebabkan beberapa sel di dalam tubuh memiliki salinan

kromosom X yang dimodifikasi. Yang lainnya bisa saja memiliki hanya satu salinan kromosom X, atau satu yang lengkap dan satu yang diubah.

● Material kromosom Y. Dalam beberapa kasus sindrom Turner, sejumlah sel memiliki

salinan kromosom X dan sel lainnya membawa salinan kromosom X dan Y. Individual ini

akan tumbuh secara biologis menjadi anak perempuan, tapi kehadiran material kromosom Y meningkatkan risiko jenis kanker bernama tumor jaringan alat kelamin primer.

b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit genetik ?

Jawab : Sindrom turner (Disgenesis gonad) disebabkan oleh hilangnya kromosom X.Sindrom turner (Disgenesis gonad) dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom turner (Disgenesis gonad) berjenis kelamin wanita, namun ovumnya tidak berkembang (ovaricular disgenesis).

Sindrom turner (Disgenesis gonad) disebabkan oleh hilang atau tidak lengkap kromosom X. Orang yang mempunyai sindrom turner (Disgenesis gonad) berkembang sebagai perempuan. Hal ini terlibat pada gen dalam pertumbuhan dan perkembangan seksual, itulah sebabnya mengapa gadis-gadis dengan kelainan lebih pendek dari normal dan memiliki karakteristik seksual abnormal. Biasanya, perempuan mewarisi satu kromosom X dari ibu dan satu kromosom X dari ayah mereka. Tetapi wanita yang memiliki sindrom turner(Disgenesis gonad) hilang salah satu kromosom X.

Janin seorang perempuan (biasanya XX) dapat bertahan hidup dengan hanya satu kromosom X, tapi janin laki-laki (biasanya XY) tidak dapat bertahan hidup dengan hanya satu kromosom Y.Sindrom turner (Disgenesis gonad) biasanya disebabkan oleh apa yang disebut nondisjunction. Jika sepasang kromosom seks gagal untuk memisahkan selama pembentukan telur (atau sperma), ini disebut sebagai nondisjunction. Ketika abnormal telur menyatu dengan sperma yang normal untuk membentuk embrio, embrio yang mungkin akan berakhir dengan kehilangan satu dari kromosom seks (X bukan XX)

  • c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit genetik tersebut ?

Jawab : Bayi dengan sindrom Turner sering berkembang dengan lambat dan bermasalah padapencernaan. Perwujudan fisik yang umum termasuk lipatan leher yang pendek, kerdil, dada datar, telinga besar atau rendah, atau garis rambut di bawah tengkuk.Ovarium biasanya tidak berkembang sehingga payudara tidak dapat tumbuh. Pada usia yang lebih tua, mereka baru mengalami menstruasi pertama lebih lama lagi atau malah sama sekali tidak mengalaminya. Kebanyakan wanita dengan kondisi ini tidak dapat hamil.Masalah jantung dan ginjal, serta kehilangan pendengaran dan sikap kikuk mungkin muncul. Umumnya, anak perempuan dan wanita yang mengidap penyakit ini memiliki kecerdasan yang normal tapi mereka kadangkadang memiliki masalah dalam pembelajaran.Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum diatas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

3. Sindrom Klinefelter

  • a. Apa penyebab terjadinya penyakit genetik ini ?

Jawab : Penyebabnya adalah cacat dalam kromosom seks. Perempuan yang normal memiliki pola kromosom 46, XX.Laki-laki yang normal memiliki pola 46, XY.Dalam sindrom ini, terdapat pola 47, XXY.Kromosom X tambahan ini mengganggu perkembangan seksual pria normal dalam rahim dan pada masa pubertas.

  • b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit genetik ?

Jawab : Kelainan yang dialami oleh penderita klinefelter disebabkan oleh penambahan kromosom X yang berfungsi dalam perkembangan dan fungsi normal dari testis, perkembangan otak, dan pertumbuhan. Penambahan satu atau lebih kromoson X atau Y pada kariotpie laki-laki menghasilkan kelainan fisik dan koognitif yang bervariasi. Pada umumnya kelainan fenotip termasuk retardasi mental berhubungan langsung dengan penambahan jumlah kromosom X. Semakin banyak penambahan jumlah kromosom X maka kelainan fisik dan perkembangan koognitif semakin terpengaruh.

Masalah utama dari penambahan jumlah kromosom XXY adalah hipogonadism yang mengakibatkan masalah infertilitas, adanya ginekomastia, dan masalah pisikososial. Adanya

hipogonadisme terutama tidak mampunya testis menghasilkan testosteron yang disebabkan oleh kegagalan primer dari testis. Kegagalan testis primer yang dimaksudkan adalah adanya kehilangan fungsi dari tubulus seminiferus dan sel sertoli. Ketidakadaan testosteron inilah yang menyebabkan peningkatan kadar FSH dan LH dalam darah dengan mekanisme umpan balik negatif, dan kadang diikuti oleh peningkatan kadar estradiol. Kekurangan dari androgen dapat menyebabkan badan pasien berbentuk seberpti buah pir, bulu pada wajah, ketiak , pubis dan badan yang jarang, penurunan masa otot dan kekuatan, penumpukan sel lemak seperti pada perempuan, ginekomastia, ukuran penis dan testis yang kecil, penurunan libido, ketahanan tubuh yang kurang dan osteoporosis. Hipogonadisme ini dapat menyebabkan infertilitas, tetapi banyak dari pria yang tidak mengeluhkan adanya infertilitas ini, sehingga sebagian besar dari penderita sindrom klinefelter tidak terdeteksi sama sekali.

c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit genetik tersebut ?

Jawab : Kebanyakan penderita remaja dan laki-laki memiliki lengan dan kaki yang lebih panjang dibandingkan dengan tubuhnya. Remaja yang kurang berotot dibandingkan anak- anak lainnya, memiliki masalah mengekspresikan diri, malu, dan mengalami kesulitan menjadi bagian dari kelompok sosial.

Penderita pria dewasa memiliki jumlah sperma rendah atau tidak ada sperma disebabkan oleh kondisi yang tidak subur. Testis kecil dan kuat, dan beberapa orang mungkin memiliki payudara (gynecomastia).

Pria mungkin memiliki masalah dengan ereksi, ukuran yang penis kecil, sedikitnya pertumbuhan janggut, dan sedikit rambut ketiak atau rambut kemaluan.

Gejala sangat bervariasi. Sindrom ini menyebabkan osteoporosis (kepadatan tulang yang rendah), peningkatan risiko untuk kanker payudara, dan kadang-kadang gangguan kepribadian.

4. Gigantisme

  • a. Apa penyebab terjadinya penyakit genetik ini ?

Jawab : Penyebab utama dari gigantisme adalah tumor jinak pada kelenjar pituitary. Kelenjar ini terletak di bagian dasar otak yang mengendalikan produksi berbagai hormon pada tubuh. Tumor pada kelenjar pituitary dapat membuat kadar hormon meningkat secara berlebih.

Penyebab lainnya dari gigantisme adalah:

McCune-Albright syndrome: kondisi yang mempengaruhi jaringan penghasil hormon

(endokrin) Carney complex: kondisi yang menyebabkan tumor pada jaringan tubuh dan

mengubah pigmentasi kulit Multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1): kelainan turunan yang menyebabkan

tumor pada kelenjar pituitary, pankreas atau kelenjar paratiroid Neurofibromatosis: kelainan turunan yang menyebabkan tumor pada sistem saraf

  • b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit genetik ?

Jawab : Gigantisme merupakan peningkatan hormon protein dalam banyak jaringan, meningkatkan penguraian asam lemak dan jaringan adipose dan kadar glukosa darah. Gigantisme terjadi pada periode anak-anak ketika skeleton masih berpotensi untuk tumbuh, atau pada pra pubertas.

  • c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit genetik tersebut ?

Jawab : Anda dapat mengenali gigantisme dengan pertumbuhan yang berlebih pada anak Anda jika anak Anda mengalami gejala-gejala berikut:

Anak anda lebih besar dan tinggi daripada anak-anak seumurnya

Memiliki tangan dan kaki yang besar

Jari kaki dan tangan sangat tebal

Rahang dan dahi yang menonjol

Bentuk wajah yang kasar

Hidung yang rata

Kepala, bibir atau lidah yang besar.

Gejala gigantisme tergantung pada ukuran tumor pada kelenjar pituitary. Gejala lainnya meliputi:

Sakit kepala Gangguan penglihatan atau pendengaran Mual Sering berkeringat Kelelahan Gangguan tidur Masa pubertas yang terlambat Periode menstruasi yang tidak normal Pada kasus yang serius, gigantisme menyebabkan kondisi serius seperti:

Tekanan darah tinggi

Diabetes mellitus

Penyakit jantung

5. Dwarfism (cebol)

a. Apa penyebab terjadinya penyakit genetik ini ?

Jawab : Selain mutasi genetis dari kedua orang tua, nutrisi yang buruk, atau kekurangan hormon, dwarfisme juga disebabkan oleh beberapa jenis kondisi medis dan penyebab lain yang belum diketahui hingga kini. Dwarfisme yang khusus berkembang akibat kondisi medis terbagi lagi menjadi dua kategori umum, yaitu:

Dwarfisme proporsional, yaitu semua anggota tubuh memiliki ukuran yang sama kecil dan proporsional dengan tinggi tubuh penderita dwarfisme sehingga tampak seperti postur tubuh normal pada umumnya. Kondisi ini biasanya tidak langsung terlihat pada saat lahir. Gejala bisa muncul di awal masa kanak-kanak yang kemudian membatasi keseluruhan proses tumbuh kembang anak.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh berkurangnya produksi hormon pertumbuhan oleh kelenjar pituitari, atau kelenjar di bawah otak, sehingga tidak memenuhi asupan untuk pertumbuhan yang normal.

Dwarfisme disproporsional, yaitu sebagian anggota tubuh memiliki ukuran yang sama kecil dan proporsional dengan tinggi tubuh, namun anggota tubuh lain memiliki ukuran normal atau bahkan lebih besar dari ukuran rata-rata. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan tulang pada penderita.

Kondisi medis yang bisa menyebabkan dwarfisme adalah:

Sindrom Turner. Sindrom ini hanya dialami oleh wanita ketika menghilangnya satu atau sebagian dari kromosom seksual atau kromosom X. Kondisi ini menjadikan hanya terdapat satu kromosom yang berfungsi, bukannya sepasang. Sindrom Prader-Willi Sindrom Down Sindrom Noonan Sindrom Conradi Sindrom Ellis-van Creveld Hypochondroplasia Penyakit mucopolysaccharide

Diastrophic dysplasia

Multiple epiphyseal dysplasia

Pseudoachondroplasia Perawatan yang menggunakan steroid, misalnya penyakit asma. Penyakit jangka panjang yang berdampak kepada paru-paru, jantung, atau ginjal.

b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit genetik ?

Jawab : Hormon pertumbuhan ini diproduksi oleh somatrotop (bagian dari sel asidofilik) yang ada di kelenjar hipofisis. Hormon ini merupakan hormon yang penting untuk pertumbuhan setelah kelahiran dan metabolisme normal karbohidrat, lemak, nitrogen serta mineral.Hormon ini tidak bekerja secara langsung dalam mempengaruhi pertumbuhan, tetapi melalui perantaraan suatu peptida yang disebut somatomedin (IGF I dan IGF II) yang

produksinya diinduksi oleh hormonpertumbuhan. Somatomedin yang produksi utamanya di hati ini dipengaruhi juga oleh usia dan status gizi seseorang. Somatomedin inilah yang akan berikatan dengan reseptor-reseptor dalam sel tubuh guna merangsang pertumbuhan

  • c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit genetik tersebut ?

Jawab : Gejalanya berupa badan pendek, gemuk, muka dan suara imatur (tampak seperti anak kecil), pematangan tulang yang terlambat, lipolisis (proses pemecahan lemak tubuh) yang berkurang, peningkatan kolesterol total / LDL, dan hipoglikemia. Biasanya intelengensia / IQ tetap normal kecuali sering terkena serangan hipoglikemia berat yang berulang

III. INFEKSI / PERADANGAN 1. Tuberkulosis Paru

  • a. Jelaskan penyebab penyakit infeksi Tuberkulosis Paru ?

Jawab : Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Basil ini menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap tuberkulosis aktif.

  • b. Jelakan mekanisme terjadinya penyakit tersebut dalam tubuh ?

Jawab : Disaat seorang yg mengidap TB paru aktif batuk, bersin, berkata, menyanyi, atau meludah, mereka sedang menyemprotkan titis-titis aerosol infeksius dgn diameter nol.5 sampai 5 µm. Bersin mampu melepaskan partikel kecil-kecil sampai 40,000 titis. Tiap titis dapat menularkan penyakit Tuberkulosis lantaran dosis infeksius penyakit ini teramat rendah. (Satu Orang yg menghirup kurang dari 10 bakteri saja sanggup cepat terinfeksi).Seputar 90% orang yg terinfeksi Meter. tuberculosis mengidap infeksi TB laten yg bersifat asimtomatik,(kadang dinamakan LTBI/Latent TB Infections). Seumur hidup, beberapa orang ini cuma mempunyai 10% kesempatan infeksi latennya berkembang jadi penyakit Tuberkulosis aktif yg nyata. Efek TB terhadap pengidap HIV utk berkembang jadi penyakit aktif meningkat lebih kurang 10% tiap-tiap tahunnya. Jika tak dikasih pengobatan yg efektif, sehingga angka kematian TB aktif mampu mencapai lebih dari 66%.

Infeksi TB bermula dikala mikobakteria masuk ke dalam alveoli paru, dulu menginvasi & bereplikasi di dalam endosom makrofag alveolus. Ruang primer infeksi di dalam paru-paru yg dikenal dgn nama “fokus Ghon”, terletak di sektor atas lobus bawah, atau

di

bidang bawah lobus atas. Tuberkulosis paru bisa pula berlangsung lewat infeksi aliran

darah yg dikenal dgn nama konsentrasi Simon. Infeksi konsentrasi Simon rata rata ditemukan

  • di bidang atas paru-paru. Penularan hematogen (lewat pembuluh darah) ini bisa pula tersebar

ke lokasi-lokasi lain seperti nodus limfa perifer, ginjal, otak & tulang. Tuberkulosis

berdampak terhadap semua bidang badan, meski belum ketahuan mengapa penyakit ini jarang sekali menyerang jantung, otot skeletal, pankreas, atau tiroid.

  • c. Sebutkan tanda dan gejala penyakit tersebut ?

Jawab : TB memiliki gejala-gejala klasik yang umumnya berupa:

Batuk-batuk yang bisa menjadi batuk berdahak. Batuk ini berlangsung selama 21

hari atau lebih.

Batuk yang mengeluarkan darah.

Dada yang terasa sakit saat bernapas atau batuk.

Tidak nafsu makan.

Penurunan berat badan.

Demam dan menggigil.

Berkeringat secara berlebihan pada malam hari.

Kelelahan.

2. Pneumonia

  • a. Jelaskan definisi penyakit Pneumonia dan disebabkan oleh bakteri ?

Jawab : Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.Penyakit ini juga sering disebut bronkopneumonia, pneumonia lobular, dan pneumonia bilateral.Secara umum, pneumonia dapat ditandai dengan gejala-gejala yang meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas.

b. Sebutkan tanda dan gejala penyakit pneumonia ?

Jawab : Gejala pneumonia sangat bervariasi, berdasarkan tingkat keparahannya. Keragaman gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh perbedaan pada jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Meski demikian, gejala-gejala umum yang biasanya muncul meliputi:

Berkeringat dan menggigil.

Batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau, atau disertai

darah. Napas terengah-engah dan pendek.

Rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk.

Mual atau muntah.

Diare.

Kelelahan.

c. Jelaskan mekanisme penyakit pneumonia dalam tubuh ?

Jawab : Pneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus penyebab pneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan broncus dan alveolus. Bakteri pneumokok ini dapat masuk melalui infeksi pada daerah mulut dan tenggorokkan, menembus jaringan mukosa lalu masuk ke pembuluh darah mengikuti aliran darah sampai ke paru-paru dan selaput otak. Akibatnya timbul timbul peradangan pada paru dan daerah selaput otak. Inflamasi bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. Bila penyebaran kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps alveoli, fibrosis, emfisema dan atelektasis. Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura. Emfisema ( tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru ) adalah tindak lanjut dari pembedahan. Atelektasis mengakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien

terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas. Secara singkat patofisiologi dapat digambarkan pada skema proses.

3. Bronchitis

  • a. Jelaskan definisi penyakit Bronchitis dan disebabkan oleh bakteri ?

Jawab : Bronkiolitis adalah infeksi saluran napas yang menyebabkan terjadinya radang dan penyumbatan di dalam bronkiolus atau saluran pernapasan kecil di dalam paru-paru. Kondisi ini umumnya dialami oleh bayi sampai anak-anak usia dua tahun ke bawah.

  • b. Sebutkan tanda dan gejala penyakit bronchitis ?

Jawab : Ketika seseoran gmenderita Bronkitis pada umumnya akan muncul tanda dan gejala

seperti :

1)

Penderita penyakit bronkitis akan mudah mengalami kelelahan secara terus menerus.

2)

Sesak napas saat melakukan berbagai aktivitas fisik.

3)

Batuk Yang berdahak, gejala bronkitis yang satu ini sering seklai terjadi dan pada

4)

umumnya batuk akan membuat penderita merasa sesak dan sakit didada. Gejala bronkitis yang lainnya adalah pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkaui

5)

, kaki kiri dan kanan. Sakit kepala dan sering mengganggu penglihatan penderita.

6)

Wajah, pipi, telapaj tangan akan menjadi kemarahan.

7)

Biasanya penderita penyakit bronkitis akan mengalami demam.

  • c. Jelaskan mekanisme penyakit bronchitis dalam tubuh ?

Jawab : Apabila bronchitis kongenital patogenesisnya tidak diketahui diduga erat hubungannya dengan genetic serta factor pertumbuhan dan perkembangan fetus dalam kandungan. Pada bronchitis yang didapat patogenesisnya diduga melelui beberapa mekanisme : factor obstruksi bronkus, factor infeksi pada bronkus atau paru-paru, fibrosis paru, dan factor intrinsik dalam bronkus atau paru. Patogenesis pada kebanyakan bronchitis yang didapat melalui dua mekanisme dasar :

Infeksi bacterial pada bronkus atau paru, kemudian timbul bronchitis. Infeksi pada bronkus atau paru akan diikuti proses destruksi dinding bronkus daerah infeksi dan kemudian timbul bronchitis. Obstruksi bronkus akan diikuti terbentuknya bronchitis, pada bagian distal obstruksi dan terjadi infeksi juga destruksi bronkus. Bronkitis Temuan utama pada bronkitis adalah hipertropi kelenjar mukosa bronkus dan peningkatan jumlah sel goblet dengan infiltrasi sel-sel radang dan oedema pada mukosa sel bronkus. Pembentukan mukosa yang meningkat mengakibatkan gejala khas yaitu batuk produktif. Produksi mukus yang terus menerus mengakibatkan melemahnya aktifitas silia dan faktor fagositosis dan melemahkan mekanisme pertahanannya sendiri. Faktor etiologi utama adalah virus dan zat polutan. Pada penyempitan bronkial lebih lanjut terjadi akibat perubahan fibrotik yang terjadi dalam jalan napas. Pada waktunya mungkin terjadi perubahan paru yang menetap yang mengakibatkan episema dan bronkhietaksis.

4. Tetanus

a. Jelaskan definisi tentang penyakit tetanus?

Jawab : Penyakit Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menghasilkan racun neurotoxin yang menyerang saraf sehingga dapat membuat kontraksi otot yang menyakitkan terutama otot rahang dan leher serta dapat mempengaruhi otot-otot pernafasan sehingga dapat mengancam jiwa.

b. Penyakit tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri ?

Jawab : Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa penyebab penyakit tetanus adalah bakteri. Bakteri penyebab tetanus adalah Clostridium tetani, yang secara alami ditemukan di tanah, debu dan kotoran hewan. Merupakan sejenis bakteri yang hanya dapat tumbuh dan berkembang pada situasi lingkungan yang kurang oksigen (anaerob).

c. Jelaskan mekanisme terjadinya tetatus dalam tubuh ?

Jawab : Ketika bakteri ini memasuki luka yang dalam (miskin oksigen), spora bakteri dapat menghasilkan toksin yang kuat, yang disebut tetanospasmin. Secara aktif toksin ini akan mengganggu neuron motorik, yaitu saraf yang mengendalikan pergerakan otot manusia. Efek racun pada neuron motorik yaitu menyebabkan kekakuan otot dan kejang yang menjadi tanda-tanda utama dan gejala tetanus.

o

Jenis toksin Clostridium tetani menghasilkan tetanolisin dan tetanospsmin.

o

Tetanolisin mempunyai efek hemolisin dan protease, pada dosis tinggi berefek kardiotoksik dan neurotoksik. Sampai saat ini peran tetanolisin pada tetanus manusia belum diketahui pasti. Tetanospasmin mempunyai efek neurotoksik, penelitian mengenai patogenesis penyakit tetanus terutama dihubungkan dengan toksin tersebut. Toksin tetanus dan reseptornya pada jaringan saraf Toksin tetanus berkaitan dengan gangliosid ujung membran presinaptik, baik pada neuromuskular junction, mupun pada susunan saraf pusat. Ikatan ini penting untuk transport toksin melalui serabut saraf, namun hubungan antara pengikat dan toksisitas belum diketahui secara jelas. Lazarovisi dkk (1984) berhasil mengidentifikasikan 2 bentuk toksin tetanus yaitu toksin A yang kurang mempunyai kemampuan untuk berikatan dengan sel saraf namun tetap mempunyai efek antigenitas dan biotoksisitas, dan toksin B yang kuat berikatan dengan sel saraf.

Kerja toksin tetanus pada neurotransmitter Tempat kerja utama toksin adalah pada sinaps inhibisi dari susunan saraf pusat, yaitu dengan jalan mencegah pelepasan neurotransmitter inhibisi seperti glisin, Gamma Amino Butyric Acid (GABA), dopamin dan noradrenalin. GABA adalah neuroinhibitor yang paling utama pada susunan saraf pusat, yang berfungsi mencegah pelepasan impuls saraf yang eksesif. Toksin tetanus tidak mencegah sintesis atau penyimpanan glisin maupun GABA, namun secara spesifik menghambat pelepasan kedua neurotransmitter tersebut di daerah sinaps dangan cara mempengaruhi sensitifitas terhadap kalsium dan proses eksositosis.

  • d. Jelaskan tanda dan gejala seseorang mengalami tetanus?

Jawab : Tanda dan gejala tetanus dapat muncul kapan saja mulai dari beberapa hari sampai beberapa minggu setelah bakteri penyebab tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka. Dengan rata-rata masa inkubasi tujuh sampai delapan hari gejala tetanus baru muncul. Tanda- tanda dan gejala tetanus secara berurutan adalah sebagai berikut: Spasme dan kaku pada otot rahang Dikuti kekakuan pada otot leher Kesulitan menelan Otot perut menjadi kaku Kejang tubuh yang menyakitkan sampai tulang punggung melengkung (epistotonus), berlangsung selama beberapa menit. Kejang ini biasanya dipicu oleh kejadian kecil, seperti suara keras, sentuhan fisik atau cahaya Kematian dapat terjadi karena kesulitan bernafas, lantaran otot- otot pernafasan tidak berfungsi normal. Tanda dan gejala tetanus lainnya yang mungkin menyertai antara lain: Demam Berkeringat Tekanan darah tinggi Denyut nadi atau jantung cepat

6. Bell’s Palsy

  • a. Jelaskan definisi tentang penyakit bell’s Palsy ?

Jawab : Bell’s palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah

yang yang bersifat sementara. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dari wajah akan terlihat “melorot”. Meski belum diketahui penyebab pastinya, Bell’s palsy lebih umum terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, dan HIV. Saraf yang rusak pada bagian wajah akan berdampak kepada indera perasa dan cara tubuh Anda menghasilkan air mata dan ludah. Bell’s palsy datang secara tiba-tiba dan umumnya kondisi ini akan membaik dalam hitungan minggu.

Pada kebanyakan kasus Bell’s palsy, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah bisa pulih

sepenuhnya. Jika Anda mengalami kelumpuhan di salah satu sisi wajah, segera temui dokter untuk memahami kondisi yang terjadi sekaligus mendapatkan penanganan medis yang tepat.

  • b. Penyakit Bell’s Palsy penyakit yang disebabkan oleh ?

Jawab : Penyebab iritasi saraf ini masih belum diketahui secara jelas, namun virus herpes diduga kuat menjadi penyebab utama masalah ini. Ada dua jenis virus herpes yang diduga dapat menyebabkan iritasi saraf pada waja, yakni:

Virus herpes simpleks (HSV). Ada dua jenis virus herpes simpleks yang diduga mampu mengiritasi saraf wajah, yakni HSV tipe 1 yang menyebabkan cold sore (lepuhan pada daerah bibir) dan HSV tipe 2, yang menjadi penyebab herpes genitalis.

Virus varisela zoster. Jenis virus ini yang menyebabkan cacar air dan cacar api. Virus ini lebih jarang menyebabkan Bell’s palsy, tapi bisa menyebabkan kondisi yang lebih serius, yakni sindrom Ramsay-Hunt Selain virus herpes, beberapa kondisi infeksi virus lain juga diduga mampu menyebabkan

Bell’s Palsy, antara lain:

Penyakit Lyme. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebarkan oleh kutu.

Sifilis. Penyakit ini disebabkan oleh virus Treponema pallidum.

Virus Epstein-Barr. Virus jenis ini menyebabkan demam kelenjar.

Cytomegalovirus. Virus ini termasuk dalam kelompok virus herpes. Virus ini bisa menyebabkan gejala yang mirip seperti flu, demam kelenjar, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar.

c. Jelaskan tanda dan gejala seseorang mengalami Bell’s Palsy ?

Jawab : Bell’s palsy memiliki gejala yang berbeda-beda pada sebagian orang. Kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah bisa dijelaskan sebagai kelumpuhan sebagian

(kelemahan otot ringan) atau sebagai kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali).

Gejala yang muncul pada Bell’s palsy berkembang dengan cepat dan mencapai puncaknya

dalam waktu dua hari. Gejala yang terjadi bisa berbeda-beda. Berikut ini adalah gejala yang

biasanya muncul pada Bell’s palsy.Salah satu sisi wajah akan mengalami kelumpuhan atau

kelemahan. Sisi wajah yang terpengaruh akan terlihat melorot dan Anda tidak bisa menggerakkannya. Anda akan kesulitan untuk membuka atau menutup mata dan mulut.

Sakit telinga pada sisi wajah yang mengalami kelumpuhan.

Telinga yang terpengaruh akan lebih sensitif terhadap suara.

Berdenging di salah satu telinga atau keduanya.

Penurunan atau perubahan pada indera perasa.

Bagian mulut yang terpengaruh akan mudah berliur.

Mulut terasa kering.

Rasa sakit pada sekitar rahang.

Sakit kepala dan pusing.

Kesulitan untuk makan, minum, dan berbicara.

7. Hepatitis

a. Jelaskan definisi penyakit Hepatitis ?

Jawab : Penyakit Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati. Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia. Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Hepatitis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gangguan fungsi hati. Hepatitis banyak digunakan sebagai penyakit yang masuk ke semua jenis penyakit peradangan pada hati (liver). Banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat terjadi yang tidak hanya dikarenakan adanya infeksi virus dari suatu sumber tertentu. Penyebab hepatitis juga dapat berasal dari jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis.

  • b. Sebutkan penyebab penyakit Hepatitis ?

Jawab :

  • Obat obatan terlarang

Penggunaan obat obatan terlarang bisa menjadi penyebab penyakit hepatitis. Terlebih jika penggunaan obat obatan dengan media jarum suntik yang di gunakan secara bersama sama maka akan sangat mudah untuk terkena penyakit hepatitis.

  • Virus

Penyebab penyakit hepatitis juga merupakan dari infeksi virus yang akan menyerang bagian

hati, sehingga merusak hati dan mengakibatkan seseorang mengalami penyakit hepatitis. Dan mengganggu metabolisme.

  • Alkohol

Dengan alkohol juga bisa menjadi penyebab penyakit hepatitis, dan seseorang yang terkena

penyakit hepatitis dikarenakan mengkonsumsi alkohol biasa nya bagian perut nya akan membesar, atau perut buncit.

  • c. Jelaskan tanda dan gejala penyakit Hepatitis ?

jawab:

gejala penderita hepatitis virus mula mula badanya terasa panas, mual dan kadang- kadang muntah, setelah beberapa hari air seninya berwarna seperti teh tua, kemudian matanya terlihat kuning, dan akhirnya seluruh kulit tubuh menjadi kuning. Pasien hepatitis virus biasanya dapat sembuh setelah satu bulan. Hampir semua penderita hepatitis A dapat sembuh dengan sempurna, sedangkan penderita hepatitis C dapat menjadi kronis. Mengenai hepatitis delta dan E belum dapat di ketahui sevara pasti bagaimana perjalanan penyakitnya ..

Sebagian besar penderita hepatitis B akan sembuh sempurna, tetapi sebagian kecil (kira-kira 10%) akan mengalami kronis (menahun) atau meninggal.penderita hepatitis B yang menahun setelah 20-40 tahun kemudian ada kemungkinan hatinya mengeras(sirosis), dan ada pula yang berubah menjadi kanker hati

  • d. Jelaskan mekanisme terjadinya penyakit Hepatitis ?

jawab:

Hepatitis virus, virus penyebab hepatitis akut pertama kali menginfeksi hepatosit. Selama masa tunas, terjadi replikasi virus yang intens di sel-sel hati yang menyebabkan munculnya komponen-komponen virus (mula-mula antigen, kemudian antibodi) dalam urin, tinja, dan cairan tubuh lain. Kemudian terjadi kematian sel hati dan respon peradangan terkait, yang diikuti oleh perubahan-perubahan pada uji labolatorium fungsi hati dan munculnya berbagai gejala dan tanda penyakit hati. Patogenesis hepatitis kronik

Banyak kasus hepatitis kronik diperkirakan mencerminkan suatu serangan imunologis pada hati yang terjadi akibat penetapannya virus hepatitis tertentu atau setelah pajanan berkepanjangan dengan obat atau obat tertentu . Pada sebagian, belum ada mekanisme yang dikenali. Bukti bahwa penyakit diperantarai sistem imun adalah biopsi hati memperlihatkan peradangan (sebukan limfosit) di regio-regio khas arsitektur hati (misal portal versus lobular). Selain itu, berbagai penyakit autoimun muncul dengan frekuensi yang tinggi pada pasien dengan hepatitis kronik

8. Appendicitis Akuta

Banyak kasus hepatitis kronik diperkirakan mencerminkan suatu serangan imunologis pada hati yang terjadi akibat penetapannya virus

a. Jelaskan definisi penyakit apendicitis dan disebabkan oleh ?

jawab:

Appendicitis adalah peradangan yang terjadi pada Appendix vermicularis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering pada anak-anak maupun dewasa.

Penyebab penyakit apendisitis secara pasti belum diketahui. Tetapi, terjadinya apendisitis ini umumnya karena bakteri. Selain itu, terdapat banyak faktor pencetus terjadinya penyakit ini diantaranya sumbatan lumen apendiks, hiperplasia jaringan limfe, fekalit, tumor apendiks dan cacing askaris yang dapat menyebabkan sumbatan. Penyebab lain yang diduga dapat menimbulkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti E.histolytica. Penelitian epidemiologi menunjukkan peran kebiasaan makan

makanan rendah serat

dan

pengaruh

konstipasi terhadap timbulnya apendisitis juga

merupakan faktor pencetus terjadinya penyakit ini. Konstipasi akan menaikkan

tekanan

intrasekal yang berakibat timbulnya sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan kuman flora kolon biasa. Semuanya ini mempermudah timbulnya apendisitis akut

b. Sebutkan tanda dan gejala penyakit apendicitis?

Beberapa gejala yang sering terjadi yaitu:

  • 1. Rasa sakit di daerah epigastrum, daerah periumbilikus, di seluruh abdomen atau di kuadran kanan bawah merupakan gejala-gejala pertama. Rasa sakit ini samar-samar, ringan sampai moderat, dan kadang-kadang berupa kejang. Sesudah empat jam biasanya rasa nyeri itu sedikit demi sedikit menghilang kemudian beralih ke kuadran bawah kanan. Rasa nyeri menetap dan secara progesif bertambah hebat apabila pasien bergerak.

  • 2. Anoreksia, mual, dan muntah yang timbul selang beberapa jam dan merupakan kelanjutan dari rasa sakit yang timbul permulaan.

  • 3. Demam tidak tinggi (kurang dari 380 C), kekakuan otot, dan konstipasi.

  • 4. Appendicitis pada bayi ditandai dengan rasa gelisah, mengantuk, dan terdapat nyeri lokal. Pada usia lanjut, rasa nyeri tidak nyata. Pada wanita hamil rasa nyeri terasa lebih tinggi di daerah abdomen dibandingkan dengan biasanya.

  • 5. Nyeri tekan didaerah kuadran kanan bawah. Nyeri tekan mungkin ditemukan juga di daerah panggul sebelah kanan jika appendiks terletak retrocaecal. Rasa nyeri ditemukan di daerah rektum pada pemeriksaan rektum apabila posisi appendiks di pelvic. Letak appendiks mempengaruhi letak rasa nyeri.

c. Jelaskan mekanisme terjadi penyakit apendicitis ?

jawab:

Apendisitis biasanya disebabkan oleh penyumbatan lumen apendiks oleh hiperplasia folikel limfoid, fekalit, benda asing, striktur karena fibrosis akibat peradangan

sebelumnya, atau neoplasma. Obstruksi tersebut

menyebabkan mukus yang diproduksi

mukosa mengalami bendungan. Semakin lama mukus tersebut semakin banyak, namun

elastisitas dinding apendiks mempunyai keterbatasan sehingga menyebabkan peningkatan

tekanan intralumen. Tekanan yang meningkat tersebut akan menghambat aliran limfe yang

mengakibatkan edema, diapedesis bakteri, dan ulserasi mukosa. Pada

saat inilah terjadi

apendisitis akut lokal yang ditandai oleh nyeri epigastrium. Bila sekresi mukus terus berlanjut, tekanan akan terus meningkat. Hal tersebut akan menyebkan obstruksi vena, edema bertambah, dan bakteri akan menembus dinding. Peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritoneum setempat sehingga menimbulkan nyeri di daerah kanan bawah. Keadaan ini disebut apendisitis supuratif akut.

Bila kemudian aliran arteri terganggu akan terjadi infark dinding apendiks yang diikuti dengan gangren. Stadium ini disebut dengan apendisitis gangrenosa. Bila dinding yang telah rapuh itu pecah, akan terjadi apendisitis perforasi. Bila semua proses diatas berjalan lambat, omentum dan usus yang berdekatan akan bergerak ke arah apendiks hingga timbul suatu massa lokal yang disebut infiltrate apendikularis. Peradangan pada apendiks tersebut dapat menjadi abses atau menghilang. Pada anak-anak, kerena omentum lebih pendek dan apendiks lebih panjang, maka dinding apendiks lebih tipis. Keadaan tersebut ditambah dengan daya tahan tubuh yang masih kurang sehingga memudahkan terjadinya perforasi. Sedangkan pada orang tua, perforasi mudah terjadi karena telah ada gangguan pembuluh darah

d. Sebutkan beda gambaran mikroskopik apendicitis akut dan apendicitis kronik

Komp o n en

Mi k r o s k o p is

A p p e n d i c i t i s

a k u t

A p p e n d i c i t i s

K r o n i k

 

Appendix menjadi lebih besar Serosa berwarna mengkilap kemerahan dan terlihat pembuluh

y a n g Mukosa appendix mengalami N e k r o s i s Lumen appendix menjadi lebar, dengan isi bahan nekrotik Dinding appendix menjadi

d a r a h

m e l e b a r

Appendix berwarna putih Lumen sempit dan dinding tebal Konsistensi menjadi lebih pada Dinding appendix mengalami f Infiltrasi sel-sel radang mononuclear dalam muscularis p r o p r i a Mukosa baik dan lympholicle

i

b

r

o

s

i

s

 

d

e terdapat infiltrasi sel-sel radang terutama PMN pada muscularis propria Pembuluh darah serosa m e l e b a r Mukosa appendix nekrosis

e

m

a

m

e

m

b

e

s

a

r

.

9. Kholitis

d e  terdapat infiltrasi sel-sel radang terutama PMN pada muscularis propria Pembuluh darah serosa m
  • a. Jelaskan definisi penyakit kholitis dan disebabkan oleh bakteri ?

jawab:

Kolitis adalah peradangan atau pembengkakan pada usus besar dan kolon. Penyakit ini sering kali disebabkan oleh kondisi lainnya seperti infeksi atau penyakit autoimun. Infeksi ini disebabkan makanan, minuman dan tangan yang kotor. Kolitis infeksi disebabkan oleh infeksi apa pun, bakteri, virus, atau parasit. Infeksi adalah penyebab kolitis yang paling banyak pada anak-anak. Penyebab infeksi pada umumnya meliputi:

  • 1. Kolitis bakteri: akibat keracunan makanan berbakteri Escherichia coli, Shigella, atau Salmonella.

  • 2. Kolitis virus: akibat infeksi cytomegalovirus (CMV).

  • 3. Kolitis parasit: akibat infeksi Entamoeba histolytica.

  • b. Sebutkan tanda dan gejala penyakit kholitis ?

jawab:

1.

Nyeri atau sakit pada bagian perut. Peradangan yang terjadi dapat memengaruhi pergerakan normal usus, sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.

  • 2. Nafsu makan berkurang. Kram dan nyeri perut akan menurunkan nafsu makan seseorang.

  • 3. Penurunan berat badan. Penurunan berat badan bahkan kondisi kekurangan nutrisi dapat dialami pengidap radang usus karena tubuh tidak mampu mencerna dan menyerap nutrisi makanan dengan baik.

  • 4. Diare bercampur darah dan bersifat kambuh-kambuhan. Darah dapat muncul pada feses (tinja) dengan warna gelap kehitaman, atau bisa juga tidak kasat mata namun nampak di mikroskop.

  • 5. Merasa mudah lelah.

  • 6. Mengalami mual dan demam.

Perlu diingat bahwa gejala yang muncul pada orang-orang tidaklah sama. Beberapa orang mungkin akan mengalami muntah-muntah, anemia, dan demam tinggi. Kondisi ini akan datang dan pergi selama kurun waktu yang lama. Ketika kambuh, gejala bisa ringan atau sangat parah.

c. Jelaskan mekanisme penyakit kholitis ?

jawab:

Kolitis ulseratif merupakan penyakit primer yang didapatkan pada kolon, yang merupakan perluasan dari rektum. Kelainan pada rektum yang menyebar kebagian kolon yang lain dengan gambaran mukosa yang normal tidak dijumpai. Kelainan ini akan behenti pada daerah ileosekal, namun pada keadaan yang berat kelainan dapat tejadi pada ileum terminalis dan appendiks. Pada daerah ileosekal akan terjadi kerusakan sfingter dan terjadi inkompetensi. Panjang kolon akan menjadi 2/3 normal, pemendekan ini disebakan terjadinya kelainan muskkuler terutama pada koln distaldan rektum. Terjadinya striktur tidak selalu didaptkan pada penyakit ini, melaikan dapat terjadi hipertrofi lokal lapisan muskularis yang akan berakibat stenosis yang reversibel Lesi patologik awal hanya terbatas pada lapisan mukosa, berupa pembentukan abses pada kriptus, yang jelas berbeda dengan lesi pada penyakit crohn yang menyerang seluruh tebal dinding usus. Pada permulaan penyakit, timbul edema dan kongesti mukosa. Edema dapat menyebabkan kerapuhan hebat sehingga terjadi perdarahan pada trauma yang hanya ringan, seperti gesekan ringan pada permukaan.

Pada stadium penyakit yang lebih lanjut, abses kriptus pecah menembus dinding kriptus dan menyear dalam lapisan submukosa, menimbulkan terowongan dalam mukosa. Mukosa kemudian terlepas menyisakan daerah yang tidak bermukosa (tukak). Tukak mula- mula tersebar dan dangkal, tetapi pada stadium yang lebih lanjut, permukaan mukosa yang hilang menjadi lebih luas sekali sehingga menyebabkan banyak kehilangan jaringan, protein dan darah

10. Radang Uterus dan Tuba Falopi

Pada stadium penyakit yang lebih lanjut, abses kriptus pecah menembus dinding kriptus dan menyear dalam lapisanradang pada tuba fallopi , yaitu saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim . Radang saluran telur terjadi karena tuba fallopi mengalami infeksi oleh bakteri yang berasal dari darah , vagina , atau rahim " id="pdf-obj-41-6" src="pdf-obj-41-6.jpg">

a. Apa yang dimaksud dengan radang uterus dan tuba falopi ?

jawab:

Radang rahim(uterus) merupakan suatu kondisi medis dimana terjadinya peradangan pada mulut rahim,peradangan ini terjadi karena rahim terkontaminasi oleh virus dan bakteri jahat yang masuk kedalam alat reproduksi wanita secara langsung,hal ini terjadi karena biasanya mulut rahim/vagina mengalami infeksi terlebih dahulu lalu menyebar dan menginfeksi rahim.Salah satu bakteri jahat yang menyebabkan terjadinya radang rahim adalah bakteri streptokokus & jamur Candida albicans atau virus HPV ,jenis bakteri jahat inilah yang dapat menimbulkan kanker rahim.

Sedangkan Radang saluran telur atau salpingitis merupakan radang pada tuba fallopi, yaitu saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. [1] Radang saluran telur terjadi karena tuba fallopi mengalami infeksi oleh bakteri yang berasal dari darah, vagina, atau rahim

  • b. Jelaskan peradangan pada uterus dan tuba falopi sering terjadi pada usia ?

jawab:

Radang panggul dengan nama latin pelvic inflammatory disease (PID) merupakan penyakit peradangan atau infeksi yang terjadi pada bagian genital wanita bagian atas yang meliputi rahim(uterus), indung telur termasuk tuba fallopi. Radang panggul Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang memungkinkan timbulnya penyakit menular

seksual. Penyakit ini biasa ditemukan pada wanita dengan usia 15-24 tahun yang aktif secara

seksual.

Penyebab radang panggul yang lebih jarang, yaitu ketika bakteri masuk ke saluran

reproduksi kapan saja karena hambatan oleh leher rahim terganggu. Hal ini dapat terjadi pada

penggunaan alat kontrasepsi spiral (IUD), setelah melahirkan, keguguran atau aborsi.

  • c. Sebutkan perbedaan tanda dan gejala pada peradangan uterus dan tuba falopi ?

jawab:

Adapun tanda dan gejala umum yang dapat ditimbulkan saat terkena peradangan rahim(uterus) antara lain seperti keputihan , gatal , dan pedih . Akan tetapi radang rahim ini senantiasa dapat memiliki gejala yang berbeda-beda, tergantung penyebabnya dan tingkat keparahannya.Apabila peradangan terjkadi karena disebabkan oleh jamur , maka akan ditandai dengan sekresi (pengeluaran) cairan encer , yang disertai rasa gatal .

Wanita yang menderita radang saluran telur(tuba fallopi) akan mengalami demam dan merasakan nyeri pada bagian bawah perut. Rasa nyeri akan semakin terasa saat batuk, tertawa, sembelit, menstruasi, atau melakukan persetubuhan. Rasa nyeri dapat dijadikan penanda seberapa parah radang yang dialami

11. Jelaskan perbedaan antara cairan transudat dan eksudat dan berilah contoh ?

P

e

r

b

e

d

a

a

n

K

a

r

a

k

t

e

r

i

s

t

i

k

C

o

n

t

o

h

T

r

a

n

s

u

d

a

t

 

Bu k a n

B

a

k

W a r n a

p r o s e s t e r i k u n i n g

r a d a -

(

m u

t

a w a n i t a

e

r

d

t h a m i l

p

a

d

a d i m a n a

p

a

 

J e r n i h

d a n

e n c

 

p e n e k a n a n

Tidak menyusun beku

(

t e r j a d i d a l a m

c a i r a n

t u b u h .

F i b r i n o g e n

 

Jumlah leukosit <500 sel/

Kadar protein < 2,5g/

Kadar glukosa sama deng

p l a s m a

Z

a

t

l

e

d a r a h

a

k

(

-

B j

 

m 1 0 0 6

101

E

k

s

u

d

a

t

Merupakan proses rada

c a i r a n

l u k a

m e l e p u h .

 

B

a

k

t

e

r

i

( +

 

Warna sesuai penyebabn

K e r u h d a n k e n t

 

M e n y u s u n b e k u

F i b r i n o g e n

( +

Jumlah leukosit >500 sel/

Kadar protein > 2,5g/

Kadar glukosa lebih kecil da

a

t

l

e

a

k

(

+

p l a s m a d a r a Z

B j

 

1

m 0 1 8

103

IV. KEGANASAN 1. Jenis Neoplasma

Pada keganasan terdapat macam-macam jenis kanker

a. Sebutkan macam-macam jenis kanker dan penyebabnya ?

J

e

n

i

s

K

a

n

k

e

r

P

e

n

y

e

b

a

b

n

y

a

 
  • 1. E

K

A

N

K

E

R

S

R

V

I

K

  • 1. Hamp ir s emu a

k a s u s

k an k e r

s e r v i k

   

disebabkan oleh human

papillomavirus

 

atau HPV.

 

HPV adalah kumpulan jenis

virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis

HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab terjadinya kanker serviks

 
  • 2. P A Y U D A R

K A N K E R

  • 3. N

K

A

K

E

R

P

R O

S

T

A

diketahui. Karena itu, pencegahan sepenuhnya untuk kanker payudara juga sulit ditentukan. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker, misalnya usia dan riwayat a

k

e

s

e

h

a

t

a

n

k

e

l

u

r

g

a

.

  • 3. Penyebab kanker prostat yang pasti hingga

  • 4. R

K

A

N

K

E

 

R

A

H

I

 

kini masih belum diketahui. Tapi pada tingkat dasar, kanker prostat disebabkan oleh perubahan pada DNA sel prostat normal.

  • 4. Penyebab kanker rahim belum diketahu secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim. Beberapa faktor lain

   

yang dapat menimbulkan hormon yang tidak :

s

e

i

m

b

a

n

g

a

d

a

l

a

h

Menstruasi dini atau menopause yang terlamb

O

b

e

s

i

a

D

i

t a b e t

s e s

T e r a p i

p e n g g a n t i a n

h o r m o

5 .

K A N K ER

H A T I

Penggunaan tamoksifen jangka panjan

 

5. Penyebab pasti kanker hati masih belum diketahui, tetapi penyakit ini diperkirakan berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati, seperti penyakit hati sirosis. Penyakit sirosis dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B atau hepatitis C. Penderita hepatitis B atau C mengalami peradangan hati yang berisiko memicu kerusakan serta timbulnya jaringan parut di organ hati.

 

Kondisi ini kemudian dapat berkembang menjadi kanker hati. Beberapa kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi faktor risiko kanker hati. Salah satunya a d a l a h p e n y a l a h g u n a a n a l k o h o l . Mengonsumsi minuman keras lebih dari jumlah yang direkomendasikan dapat menyebabkan kerusakan hati permanen dan meningkatkan risiko kanker hati. Selain itu, obesitas dipercaya juga dapat meningkatkan risiko kanker hati karena berkaitan erat dengan penyakit perlemakan hati non alkoholik (Non Alcoholic Fatty Liver

D

i

s

e

a

s

e

=

N

A

F

L

 

D

)

.

  • b. Jelaskan mekanisme terjadinya kanker tersebut ?

Jawab : Mekanisme terjadinya kanker ada tiga tahap perubahan:

« Tahap inisiasi Pada tahap ini sel normal berpotensi berubah menjadi sel kanker akibat rangsangan karsinogen sebagai inisiator. Inisiatro dapat langsung merubah DNA atau melalui metabolisme sel sehingga DNA pecah. Di tahap ini perubahan bersifat ireversibel.

« Tahap promotor Karsinogen akan mengubah sel terinisiasi menjadi sel kanker dan bersifat reversibel.

« Tahap perubahan menetap atau progresif Terjadi pembelahan sel yang tidak terkendali, tanpa memerlukan inisiator atau promotor. Sel kanker menghasilkan faktor angiogenesis yaitu faktor pertumbuhan vaskuler untuk nutrisi sel kanker.

  • c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit kanker ?

Jawab :

  • a. Benjolan yang tumbuh

  • b. Sakit yang tidak kunjung membaik

  • c. Penurunan bobot badan secara drastis

2. Neoplasma Jinak Epithel

  • A. Papiloma

  • a. Apa yang dimaksud dengan papiloma ?

Jawab : Papiloma (kutil) adalah suatu jenis tumor yang menyerang jaringan epitel dan memiliki sifat jinak.

  • b. Sebutkan macam-macam papiloma ?

Jawab : Macam Macam kutil

  • 1. Veruka vulgaris

Kutil yang biasa disebut veruka vulgaris, memiliki ciri-ciri memiliki permukaan yang kasar, bentuknya bundar atau tidak beraturan, berwarna keabuan, kuning atau coklat dan biasanya memiliki garis tengah kurang dari 1 cm. veruka vulgaris tumbuh di bagian tubuh yang sering mengalami cedera, seperti jari tangan, lutut, wajah, di sekitar kuku( disebut kutil periungual), dan kulit kepala. Kutil ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya tetapi tidak pernah berubah menjadi keganasan. Berbeda dengan kapalan,

  • 2. Veruka plantaris cenderung mengalami perdarahan berupa bintik-bintik kecil jika disayat

dengan pisau bedah.Veruka plantaris tumbuh di telapak kaki dan bentuknya biasanya mendatar karena mengalami penekanan akibat berjalan dan dikelilingi oleh kulit yang tebal.

  • 3. Veruka filiformis merupakan kutil yang bentuknya memanjang, yang biasanya ditemukan

di kelopak mata, wajah, leher atau bibir. Kutil datar sering ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda, biasanya tumbuh dalam suatu kelompok bintik-bintik halus berwarna kuning- coklat di wajah.

  • 4. Kutil genitalis (kondiloma akuminata) adalah kutil lembab yang ditemukan di daerah

kemaluan. Virusnya ditularkan melalui hubungan seksual.

  • B. Polip Serviks

  • a. Sebutkan definisi polip serviks ?

Jawab : Polip serviks adalah tumor jinak yang ditemukan pada permukaan saluran leher rahim.

  • b. Sebutkan 3 jenis neoplasma jinak epithel yang lain !

  • A. Myoma

Gambaran Makroskopik Mikroskopis

Berkapsul atau berbatas jelas dengan permukaan potongan terdapat gambaran

kumparan yang khas. Konsistensi padat, warna abu-abu putih Tumor bisa single, sering multiple dengan ukuran dari kecil sampai lebih besar dari

uterus sendiri. Tumor ditamdai dengan berkas-berkas berbentuk kumparan sel oto polos yang mirip

miometrium normal. Mungkin ditemukan fokus fibrosis, kalsifikasi, nekrosis iskhemik, degenerasi kistik dan perdarahan.

TUGAS :

  • a. Apa yang dimaksud dengan myoma ?

Jawab : Miom adalah pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas.

  • b. Sebutkan etiologi terjadinya myoma uteri !

  • c. Sebutkan tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada penderita myoma uteri !

  • B. Lipoma

  • a. Apa yang dimaksud dengan lipoma ?

Jawab : Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh secara lambat di antara kulit dan lapisan otot.

  • b. apa penyebab terjadinya lipoma ?

Jawab : Penyebab Lipoma Penyebab pasti lipoma belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena lipoma, yaitu:

  • Genetika atau keturunan.

  • Umur. Walau lipoma bisa menimpa orang pada segala usia, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang berusia antara 40-60 tahun, dan jarang menimpa anak-anak.

  • Menderita kondisi tertentu, misalnya menderita sindrom Cowden, sindrom Gardner, atau adiposis dolorosa.

    • C. Fibroadenoma

    • a. Tersering pada usia / dekade berapa terjadinya fibroadenoma ?

    • b. Lebih sering terjadi yang jenis manakah pada fibroadenoma tersebut ? :

Single / multiple ?

Unilateral / multilateral ?

  • D. Polip cervix

Gambaran Makroskopik dan Mikroskopis

:

Tonjolan kecil sampai dengan diameter 1 cm.

Berwarna putih berlendir

Konsistensi lunak

Kadang-kadang bertangkai

Tumor yang terdiri dari stroma jaringan ikat longgar pada bagian tengah dan

mengandung pembuluh darah, pada bagian tepi dilapisi epithel silindris Stroma mengandung sel radang MN sel limfosit dan sel plasma

Tugas

  • a. sebutkan penyebab polip cervix ?

Jawab : Penyebab polip rahim belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa kondisi ini cenderung dipengaruhi oleh kadar hormon estrogen dalam tubuh seorang wanita, penyumbatan pembuluh darah, dan/atau peradangan kronis pada rahim, vagina, atau mulut rahim.

  • b. Jelaskan tanda dan gejala pada polip cervix ?

Jawab : Beberapa gejala umum yang mungkin dialami penderita meliputi:

  • Menstruasi yang tidak teratur atau di luar perkiraan,misalnya jarak siklus menstruasi yang terlalu dekat.

  • Menstruasi dengan volume perdarahan yang berlebihan dan berlangsung lama.

  • Perdarahan di luar siklus menstruasi.

  • Perdarahan setelah menopause.

  • Sulit atau tidak bisa hamil.

    • 4. Neoplasma ganas epithelial

      • A. Epidermoid carcinoma

      • a. Apa yang dimaksud dengan epidermoid carcinoma ?

      • b. Sebutkan 4 organ yang dapat mengalami epidermoid carcinoma ?

      • B. Epidermoid carcinoma colon

      • a. Apa yang dimaksud dengan epidermoid carcinoma colon?

Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Karsinoma Kolorektal, adalah suatu tumor malignan yang muncul dari jaringan epithelial dari kolon atau rektum. Kanker kolorektal ditujukan pada tumor ganas yang ditemukan di kolon dan rektum. Kolon dan rektum adalah bagian dari usus besar pada sistem pencernaan yang disebut juga traktus gastrointestinal. Lebih jelasnya kolon berada di bagian proksimal usus besar dan rektum di bagian distal sekitar 5-7 cm di atas anus. Kolon dan rektum merupakan bagian dari saluran pencernaan atau saluran gastrointestinal di mana fungsinya adalah untuk menghasilkan energi bagi tubuh dan membuang zat-zat yang tidak berguna.

Penyakit ini adalah kanker peringkat 2 yang mematikan. Karsinoma rekti merupakan tumor ganas terbanyak di antara tumor ganas saluran cerna, lebih 60% tumor kolorektal berasal dari rektum. Salah satu pemicu kanker rektal adalah masalah nutrisi dan kurang berolah raga. Kanker rektal adalah kanker yang menyerang kolon dan rektum. Namun, penyakit ini bukannya tidak dapat disembuhkan. Jika penderita telah terdeteksi secara dini, maka kemungkinan untuk sembuh bisa mencapai 50%.

b. Apa penyebab terjadinya epidermoid carcima colon ?

Hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti apa penyebab kanker kolorektal. Tidak dapat diterangkan, mengapa pada seseorang terkena kanker ini sedangkan yang lain tidak. Namun yang pasti adalah bahwa penyakit kanker kolorektal bukanlah penyakit menular. Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang akan rentan terkena kanker kolorektal yaitu:

  • a. Usia, umumnya kanker kolorektal menyerang lebih sering pada usia tua. Lebih dari 90 persen penyakit ini menimpa penderita di atas usia 50 tahun. Walaupun pada usia yang lebih muda dari 50 tahun pun dapat saja terkena. Sekitar 3% kanker ini menyerang penderita pada usia di bawah 40 tahun.

  • b. Polip kolorektal, adalah pertumbuhan tumor pada dinding sebelah dalam usus besar dan rektum. Sering terjadi pada usia di atas 50 tahun. Kebanyakan polyp ini adalah tumor jinak, tetapi sebagian dapat berubah menjadi kanker. Menemukan dan mengangkat polyp ini dapat menurunkan risiko terjadinya kanker kolorektal.

  • c. Riwayat kanker kolorektal pada keluarga, bila keluarga dekat yang terkena (orangtua, kakak, adik, atau anak), maka risiko untuk terkena kanker ini menjadi lebih besar, terutama bila keluarga yang terkena tersebut terserang kanker ini pada usia muda.

  • d. Kelainan genetik, perubahan pada gen tertentu akan meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal. Bentuk yang paling sering dari kelainan gen yang dapat menyebabkan kanker ini adalah hereditary nonpolyposis colon cancer (HNPCC), yang disebabkan adanya perubahan pada gen HNPCC. Sekitar tiga dari empat penderita cacat gen HNPCC akan terkena kanker kolorektal, di mana usia yang tersering saat terdiagnosis adalah di atas usia 44 tahun.

  • e. Pernah menderita penyakit sejenis, dapat terserang kembali dengan penyakit yang sama untuk kedua kalinya. Demikian pula wanita yang memiliki riwayat kanker indung telur, kanker rahim, kanker payudara memiliki risiko yang tinggi untuk terkena kanker ini.

  • f. Radang usus besar, berupa colitis ulceratif atau penyakit Crohn yang menyebabkan inflamasi atau peradangan pada usus untuk jangka waktu lama, akan meningkatkan risiko terserang kanker kolorektal.

  • g. Diet, makanan tinggi lemak dan tinggi kalori (khususnya lemak hewan) dan rendah kalsium, folat dan rendah serat, jarang makan sayuran dan buah-buahan, sering minum alkohol, akan meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal.

  • h. Merokok, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ini.

  • c. Sebutkan tanda dan gejala yang dapat ditemukan epidermoid carcinoma colon ?

Tanda dan gejala yang mungkin muncul pada kanker rektal antara lain ialah:

  • a. Penderita mengalami perubahan pada kebiasaan BAB atau adanya darah pada feses, baik itu darah segar maupun yang berwarna hitam. Terjadi diare, konstipasi atau merasa bahwa isi perut tidak benar benar kosong saat BAB, feses yang lebih kecil dari biasanya.

  • b. Penderita mengeluhkan tidak nyaman pada perut seperti sering flatus, kembung, rasa penuh pada perut atau nyeri, terjadi penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya, mual dan muntah, rasa letih dan lesu.

  • c. Pada tahap lanjut dapat muncul gejala pada traktus urinarius dan nyeri pada daerah gluteus.

5. Neoplasma ganas mesensimal

  • A. Fibro sarkoma

  • a. Apa yang dimaksud dengan fibro sarkoma ?

Jawab :

Fibro sarkoma adalah neoplasma ganas yang berasal dari sel mesenkim, dimana secara histologi sel yang dominan adalah sel fibroblas. Pembelahan sel yang tidak terkontrol dapat menginvasi jaringan lokal serta dapat bermetastase jauh ke bagian tubuh yang lain.

Fibro sarkoma adalah tumor dari sel mesenkimal primitif yang berisikan fibroblas ganas dijaringan kolagen. Fibroblas merupakan sel-sel yang secara normal menghasilkan jaringan fobrus diseluruh tubuh. Fibrosarkoma memiliki kecenderungan untuk bertumbuh secara lambat pada awalnya, didalam mulut dapat terlihat sebagai massa submukosa yang tidak berbahaya dengan batas tegas, warna normal, dan tidak sakit.

Terdapat dua tipe firo sarkoma tulang yaitu primer dan sekunder. Fibro sarkoma primer merupakan keganasan fibroplastik dari jaringan kolagen sedangkan fibro sarkoma sekunder pada tulang meningkat dari lesi preeksis atau pacaradioterapy pada area tulang atau jaringan lunak. Fibro sarcoma merupakan jenis tumor yang agresif dan mempunyai prognosis buruk. Frekuensi fibro sarkoma berkisar 10 % dari keganasan muskuloskeletal dan 5 % dari tumor primer tulang dan lebih sering terjadi pada laki-laki.

  • b. Sebutkan 3 jenis neoplasma ganas mesensial yang lain ?

Jawab:

  • 1. Sarkoma : neoplasma ganas yang berasal dari jaringan mesenkim/ turunannya.

  • 2. Fibrosarkoma : berasal dari jaringan fibrosa.

  • 3. Karsinoma : neoplasma yang terdiri atas kondrosit.

  • 4. Karsinoma : neoplasma ganas yang berasal dari sel epitel

  • V. PERKEMBANGAN MENTAL DAN PERUBAHAN KESEHATAN

1. Autis

Terdapat dua tipe firo sarkoma tulang yaitu primer dan sekunder. Fibro sarkoma primer merupakan keganasan fibroplastik
  • a. Apa yang dimaksud dari autis ?

Jawab :

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. Autisme bukanlah penyakit kejiwaan karena ia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak

sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autism

b. Jelaskan penyebab terjadi autis ?

Jawab :

  • 1. Faktor genetis atau keturunan. Gen menjadi faktor kuat yang menyebabkan anak autis. Jika dalam satu keluarga memiliki riwayat menderita autis, maka keturunan selanjutnya memiliki peluang besar untuk menderita autis. Hal ini disebabkan karena terjadi gangguan gen yang memengaruhi perkembangan, pertumbuhan dan pembentukan sel-sel otak. Kondisi genetis pemicu autis ini bisa disebabkan karena usia ibu saat mengandung sudah tua atau usia ayah yang sudah tua. Diketahui bahwa sperma laki-laki berusia tua cenderung mudah bermutasi dan memicu timbulnya autisme. Selain itu, ibu yang mengidap diabetes juga ditengarai sebagai pemicu autisme pada bayi.

  • 2. Faktor kandungan (pranatal) Kondisi kandungan juga dapat menyebabkan gejala autisme. Pemicu autisme dalam kandungan dapat disebabkan oleh virus yang menyerang pada trimester pertama, yaitu virus syndroma rubella. Selain itu, kesehatan lingkungan juga memengaruhi kesehatan otak janin dalam kandungan. Polusi udara berdampak negatif pada perkembangan otak dan fisik janin sehingga meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan risiko autis. Bahkan, kondisi kandungan ibu yang bermasalah (komplikasi kehamilan) hingga mengalami perdarahan juga menjadi pemicu munculnya gejala autisme. Kondisi ini menyebabkan gangguan transportasi oksigen dan nutrisi ke bayi yang mengakibatkan gangguan otak janin. Bahkan, bayi lahir prematur dan berat bayi kurang juga merupakan risiko terjadinya autisme.

  • 3. Faktor kelahiran. Bayi lahir dengan berat rendah, prematur, dan lama dalam kandungan (lebih dari 9 bulan) berisiko mengidap autisme. Selain itu, bayi yang mengalami gagal napas (hipoksa) saat lahir juga berisiko mengalami autis.

4.

Faktor lingkungan.

Bayi yang lahir sehat belum tentu tidak mengalami autisme. Faktor lingkungan (eksternal) juga bisa menyebabkan bayi menderita autisme, seperti lingkungan yang penuh tekanan dan tidak bersih. Lingkungan yang tidak bersih dapat menyebabkan bayi alergi melalui ibu. Karena itu, hindari paparan sumber alergi berupa asap rokok, debu atau makanan yang menyebabkan alergi.

  • 5. Faktor obat-obatan. Obat-obatan untuk mengatasi rasa mual, muntah, ataupun penenang yang dikonsumsi ibu hamil berisiko menyebabkan anak autis. Karena itu, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan jenis apa pun saat hamil. Selain itu, paparan obat-obatan opium (penghilang rasa nyeri) dapat mengganggu perkembangan saraf sehingga otak pun tidak berkembang dengan baik. Bahkan, paparan merkuri juga memicu timbulnya autisme pada bayi. Merkuri bisa berasal dari saat Anda mengonsumsi ikan yang terkontaminasi merkuri, penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri, bahan-bahan perawatan tubuh bayi yang berkomposisi merkuri, dan sebagainya.

  • 6. Faktor makanan. Zat kimia yang terkandung dalam makanan sangat berbahaya untuk kandungan. Salah satunya, pestisida yang terpapar pada sayuran, Diketahui bahwa pestisida mengganggu fungsi gen pada saraf pusat, menyebabkan anak autis.

c. Sebutkan tanda dan gejala yang muncul jika seseorang terkena autis tersebut ?

Jawab :

Penderita autisme klasik memiliki 3 gejala:

  • 1. Gangguan interaksi sosial

  • 2. Hambatan dalam komunikasi verbal dan non-verbal

Sifat-sifat lainnya yang biasa ditemukan pada anak autis:

  • 1. Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain

  • 2. Tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya

  • 3. Menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata

  • 4. Lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidak membentuk hubungan pribadi yang terbuka

  • 5. Terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik

  • 6. Secara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif

  • 7. Tidak memberikan respon terhadap cara pengajaran yang normal

  • 8. Tertarik pada hal-hal yang serupa, tidak mau menerima/mengalami perubahan

  • 9. Tidak takut akan bahaya

    • 10. Ekolalia (mengulang kata-kata atau suku kata)

    • 11. Tidak memberikan respon terhadap kata-kata, bersikap seolah-olah tuli

    • 12. Mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata-kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk

    • 13. Mudah jengkel/kesal, tampak sangat rusuh untuk alasan yang tidak jelas

    • 14. Melakukan gerakan dan ritual tertentu secara berulang (misalnya bergoyang-goyang atau mengepak-ngepakkan lengannya)

    • 15. Mengalami keterlambatan berbicara, mungkin menggunakan bahasa dengan cara yang aneh atau tidak mampu bahkan tidak mau berbicara sama sekali. Jika seseorang berbicara dengannya, dia akan sulit memahami apa yang dikatakan kepadanya. Pada beberapa kasus mungkin ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri.

2. Down Sindrom

Sifat-sifat lainnya yang biasa ditemukan pada anak autis: 1. Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain 2.
  • a. apa penyebab terjadinya penyakit ini ?

Jawab :

Normalnya terdapat 46 kromosom dalam sel seseorang yang diwariskan, yakni masing- masing 23 kromosom dari ayah dan ibu. Kromosom merupakan kumpulan DNA dan mengandung petunjuk genetika rinci yang memengaruhi faktor-faktor luas, seperti warna mata, jenis kelamin bayi, dan perkembangan tiap sel tubuh.

Seseorang berpotensi mengalami sindrom Down jika kromosom yang diturunkan mencapai 47. Perkembangan tubuh dan kinerja otak akan berubah jika terdapat kromosom ekstra atau tidak normal. Orang-orang dengan sindrom Down, semua atau beberapa sel dalam tubuh mereka memiliki 47 kromosom karena terdapat satu salinan ekstra dari kromosom 21. Material genetika tambahan ini menyebabkan ciri-ciri fisik dan pertumbuhan yang terkait dengan sindrom Down.

  • b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit di atas ?

Jawab :

Mekanisme terjadinya sindrom down ditandai dengan berlebihnya jumlah kromoson nomor 21 yang seharusnya dua buah menjadi tiga sehingga jumlah seluruh kromosom mencapai 47 buah. Pada manusia normal jumlah kromosom sel mengandung 23 pasangan kromosom. Akibat proses tersebut, terjadi goncangan sistem metabolisme di dalam sel sehingga muncul kelainan ini. Anak yang menyandang sindrom down ini akan mengalami keterbatasan kemampuan mental dan intelektual. Selain itu, penderita seringkali mengalami perkembangan tubuh yang abnormal, pertahanan tubuh yang relatif lemah, penyakit jantung bawaan, Alzheimer, Leukemia, dan berbagai masalah kesehatan lain.

  • c. Sebutkan ciri-ciri apa sja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit tersebut ?

Anak yang menyandang sindrom down bertubuh lebih mungil dengan pertumbuhan fisik dan mental yang lebih lambat dibanding anak-anak seusianya. Sebagian besar anak sindroma down berada pada taraf intelegensia retardasi mental ringan sampai moderat. Beberapa anak

tidak mengalami retardasi mental sama sekali. Mereka berada pada taraf intelegensia borderline sampai di bawah rata-rata. Namun demikian ada juga anak yang sangat terlambat.

Kemajuan perkembangan kemampuan mental anak Sindroma Down bervariasi. Perkembangan motorik mereka cenderung lebih lambat dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Umumnya anak yang normal belajar berjalan pada usia 12--14 bulan. Sementara, anak Sindroma Down biasanya baru mulai berjalan antara 15--36 bulan.

3. Obesitas

tidak mengalami retardasi mental sama sekali. Mereka berada pada taraf intelegensia borderline sampai di bawah rata-rata.kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Sejumlah komplikasi dapat timbul akibat obesitas, bahkan beberapa di antaranya membahayakan nyawa.Selain mengarah kepada sejumlah masalah kesehatan fisik, obesitas juga bisa menyebabkan masalah psikologis, seperti stres, dan depresi. Masalah psikologis ini timbul karena biasanya berawal dari rasa tidak percaya diri penderita obesitas yang mengalami perubahan bentuk badan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter . Jika hasil akhir penghitungan IMT Anda kurang dari 18,5 maka Anda dianggap kekurangan berat badan. Sebaliknya, jika hasilnya lebih dari 24,9 maka Anda " id="pdf-obj-58-8" src="pdf-obj-58-8.jpg">

a. Apa definisi dari obesitas ?

Jawab :

Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Sejumlah komplikasi dapat timbul akibat obesitas, bahkan beberapa di antaranya membahayakan nyawa.Selain mengarah kepada sejumlah masalah kesehatan fisik, obesitas juga bisa menyebabkan masalah psikologis, seperti stres, dan depresi. Masalah psikologis ini timbul karena biasanya berawal dari rasa tidak percaya diri penderita obesitas yang mengalami perubahan bentuk badan.

Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Jika hasil akhir penghitungan IMT Anda kurang dari 18,5 maka Anda dianggap kekurangan berat badan. Sebaliknya, jika hasilnya lebih dari 24,9 maka Anda

dianggap kelebihan berat badan. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas jika memiliki hasil perhitungan IMT di antara 30-39,9. Selanjutnya, seseorang dianggap mengalami obesitas ekstrem jika hasil akhir BMI di atas 40.

b. Jelaskan faktor penyebab terjadi obesitas pada anak ?

Jawab :

  • 1. Faktor genetik Merupakan faktor keturunan dari orang-tua yang sulit dihindari. Bila ayah atau ibu memiliki kelebihan berat badan, hal ini dapat diturunkan pada anak.

  • 2. Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan Maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab. Anak-anak sebagian besar menyukai makanan cepat saji atau fast food bahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji. Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas.

  • 3. Minuman ringan Sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan menyegarkan menjadikan anak- anak sangat menggemari minuman ini.

  • 4. Kurangnya aktivitas fisik Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu, permainan anak umumnya adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya. Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer, Internet, atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan.

c. Jelaskan tanda dan gejala anak obesitas ?

Jawab :

Untuk gejala obesitas yang terjadi pada seorang anak, biasanya hal tersebut ditandai oleh beberapa kondisi antara lain :

  • 1. Jari tangan anak terlihat lebih runcing

  • 2. Adanya lipatan atau gumpalan lemak dipundak sang anak

  • 3. Muka sang anak terlihat lebih bulat

  • 4. Perut terlihat gendut dan

  • 5. Saat tidur sang anak akan lebih sering mendengkur (ngorok).

Selain itu, gejala obesitas pada anak dapat ditandai pula oleh membesarnya paha pada sang anak dan untuk hal satu ini biasanya wilayah sekitar paha sang anak akan lebih sering menjadi lecet akibat gesekan lemak pada paha saat sang anak melakukan aktivitas seperti berjalan, berlari dan lainnya.

4. Malnutrisi

Selain itu, gejala obesitas pada anak dapat ditandai pula oleh membesarnya paha pada sang anak dan

a. Apa definisi dari Malnutrisi ?

Jawab :

Malnutrisi adalah keadaan dimana tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup, malnutrisi dapat juga disebut keadaaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan di antara pengambilan makanan dengan kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan. Ini bisa terjadi karena asupan makan terlalu sedikit ataupun pengambilan makanan yang tidak seimbang. Selain itu, kekurangan gizi dalam tubuh juga berakibat terjadinya malabsorpsi makanan atau kegagalan metabolik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan malnutrisi sebagai “ketidakseimbangan seluler antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh terhadap mereka untuk menjamin

pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi tertentu.” Malnutrisi dapat disebabkan oleh diet yang

tidak seimbang atau tidak memadai, atau kondisi medis yang mempengaruhi pencernaan makanan atau penyerapan nutrisi dari makanan.

A.

Marasmus

Marasmus merupakan bentuk malnutrisi protein kalori, terutama akibat kekurangan kalori berat dan kronis, paling sering terjadi selama tahun pertama kehidupan, disertai retardasi pertumbuhan serta atrofi lemak subkutan dan otot.

  • B. Kwashiorkor

Kwashiorkor merupakan bentuk malnutrisi protein-energi yang disebabkan defisiesi protein yang berat, asupan kalori biasanya juga mengalami defisiensi. Gejala meliputi retardasi pertumbuhan, perubahan pigmen rambut dan kulit, edema, defisiensi imun dan perubahan patologis pada hati.

  • C. Marasmic Kwashiorkor

Marasmic Kwashiorkor merupakan suatu keadaan defisiensi kalori dan protein, disertai penyusutan jaringan yang hebat, hilangnya lemak subkutan, dan biasanya dehidrasi.

b. Jelaskan faktor penyebab terjadi malnutrisi pada anak ?

  • 1. Keterbatasan Penghasilan Keluarga (FaktorEkonomi)

Penghasilan keluarga akansangat menentukan hidangan makanan yang disajikan untuk keluarga sehari-hari, baik kualitas maupun jumlah makanan. Walaupun demikian, hendaklah dikesampingkan anggapan bahwa makanan yang memenuhi persyaratan gizi hanya mungkin disajikan di lingkungan keluarga yang berpenghasilan cukup saja, karena pada kenyataannya tidaklah demikian kondisi sebenarnya.

  • 2. Pengetahuan Kesehatan Akan Gizi Makanan

Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari banyak keluarga berpenghasilan cukup akan tetapi makanan yang dihidangkan seadanya saja. Dengan demikian, kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan kurang akan tetapi juga pada keluarga yang berpenghasilan relatif baik tetapi tidak memiliki pengetahuan akan pentingnya gizi dalam makanan yang diberikan kepada bayi atau anak.

3.

Jarak Kelahiran Yang Tidak Terencana

Hasil penelitian banyak membuktikan bahwa bayi dan anak yang menderita gangguan gizi buruk lebih dipicu karena seorang ibu yang sedang hamil lagi saat anaknya yang lain masih kecil akan menyebabkan kesempatan untuk memperhatikan asupan gizi saat hamil dan menyusui menjadi terabaikan. Oleh karena itu, mengatur jarak kehamilan seorang ibu sangatlah penting agar memilikiwaktu yang cukup untuk memperhatikan asupan gizi pada calon bayi dan anak-anaknya yang lain

  • 4. Prasangka Buruk Terhadap Bahan Makanan Tertentu

Banyak bahan makanan yang sesungguhnya bernilai gizi tinggi tetapi tidak digunakan atau hanya digunakan secara terbatas akibat adanya prasangka yang tidak baik terhadap bahan makanan itu. Penggunaan bahan makanan itu dianggap dapat menurunkan prestise keluarga sehingga terabaikannya gizi yang tersaji.

  • 5. Tradisi Pantangan Yang Merugikan

Berbagai kebiasaaan yang bertalian dengan pantang makan makanan tertentu yang masih sering kita jumpai terutama didaerah pedesaan. Kebiasaan wanita yang sedang hamil untuk memakan makanan tertentu yang tidak atas larangan dokter, sesungguhnya akan dapat merugikan kesehatan ibu itu sendiri. Larangan anak untuk makan telur, ikan, ataupun, daging hanya berdasarkan kebiasaan yang tidak ada dasarnya dan hanya diwarisi secara dokmatis turun temurun, padahal anak itu sendiri sangat memerlukan bahan makanan serperti itu guna keperluan pertumbuhan tubuhnya.

  • 6. Kesukaan yang Berlebihan Akan MakananTertentu

Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan tertentu atau disebut sebagai faddisme makanan akan mengakibatkan kurang bervariasinya makanan dan akan mengakibatkan tubuh tidak memperoleh semua zat gizi yang diperlukan

c. Jelaskan dampak malnutrisi pada anak ?

Sistem kekebalan menurun. Anak yang mengalami kekurangan gizi mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, anak dengan kekurangan gizi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit infeksi atau lebih mudah untuk tertular penyakit. Anak-anak cenderung mengalami kekurangan vitamin A, seng, dan zat besi.

Pertumbuhan anak terganggu. Masa anak masih merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga pada saat ini anak membutuhkan banyak nutrisi. Saat anak tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya, maka pertumbuhan dan perkembangan anak pun terganggu, anak bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan. Anak kurang gizi juga lebih mungkin mengalami infeksi gastrointestinal. Sehingga, hal ini membuat kondisi anak menjadi lebih buruk karena anak lebih sulit lagi untuk mendapatkan cukup nutrisi.

Dampak malnutrisi dalam jangka panjang

Pertumbuhan anak terganggu. Terganggunya pertumbuhan anak dalam jangka panjang bisa terjadi karena kekurangan vitamin dan mineral penting, seperti vitamin A, vitamin D, magnesium, seng, dan zat besi. Hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan anak semakin buruk, seperti pada pertumbuhan tulang anak. Anak yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka panjang tidak dapat untuk memperbaiki pertumbuhannya dan mencapai pertumbuhan optimalnya. Hasilnya, anak akan mempunyai tinggi badan yang pendek (stunted).

Perkembangan otak terganggu. Selain pertumbuhan secara fisik, perkembangan otak anak juga bisa terganggu karena anak kekurangan gizi. Otak anak tidak dapat berkembang dengan optimal, akibatnya anak dalam mengalami ketidakmampuan belajar, memiliki IQ yang rendah, mengalami masalah pada ingatan dan perhatian, perkembangan bahasa yang buruk, mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah, dan memiliki prestasi yang kurang baik di sekolah.

5. Hemophilia

a. Apa penyebab terjadinya penyakit ini ? Pada orang normal, apabila terjadi luka maka luka tersebut

a. Apa penyebab terjadinya penyakit ini ?

Pada orang normal, apabila terjadi luka maka luka tersebut akan segera mengering. Hal ini terjadi karena adanya sistem pembekuan darah. Proses pembekuan darah dimulai dengan pengerutan pembuluh darah di sekitar luka. Tujuannya agar darah yang mengalir dapat dikurangi. Selanjutnya trombosit akan menutup luka pada pembuluh darah. Lalu faktor-faktor pembeku darah bekerja membuat anyaman (benang-benang fibrin) yang akan menutup luka pada pembuluh darah.

Pada penderita penyakit hemofilia, terdapat gangguan di sistem pembekuan darahnya. Mereka kekurangan faktor-faktor pembeku darah. Akibatnya, luka yang seharusnya mengering akan terus-menerus mengeluarkan darah. Atau pada kasus ringan luka tetap bisa mengering namun membutuhkan waktu yang lama. Kekurangan faktor-faktor pembeku darah ini lah yang menjadi penyebab hemofilia.

Hemofilia A dan B dapat digolongkan dalam 3 tingkatan yaitu ringan, sedang, dan berat. Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami pendarahan. Mereka mengalaminya hanya dalam situasi tertentu seperti operasi, cabut gigi, atau ketika mengalami luka yang serius. Wanita hemofila ringan mungkin akan mengalami pendarahan lebih pada saat menstruasi.

Penderita penyakit hemofilia sedang lebih sering terjadi pendarahan dibandingkan hemofilia ringan, namun tidak separah hemofilia berat. Pendarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olahraga yang berlebihan. Sedangkan penderita hemofilia berat adalah

yang paling parah. Mereka hanya memiliki kadar faktor VII atau IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya. Penderita hemofilia berat dapat mengalami pendarahan beberapa kali dalam sebulan. Terkadang pendarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Sebanyak 70% hemofilia disebabkan karena faktor genetik. Bahkan sejak masih janin dalam kandungan seorang anak sudah dapat diprediksi mengalami penyakit hemofilia atau tidak. Caranya adalah dengan melakukan screening test.

b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit di atas ?

2. 3. 1 Marasmus

Marasmus ditandai olehpenciutan/pengurusan (wasting) otot generalisata dan tidak adanya lemak subkutis. Anak marasmus tampak kakektis dan sangat kurus. Mereka derita wasting yang parah dan sering juga mengalami hambatan pertumbuhan linear. Kulit mereka kering, tanpa tugor, dan tampak longgar dan berkerut karena hilangnya lemak subkubis. , klasik wajah cekung atu berkeriput yan g mirip orang tua,terjadi akibat hilannya banantalan lemak temporal dan bukal.

  • 2.3.2 Kwasiorkor

Kwasiorkor disebabkan oleh insufesiensi asupan protein yang bernilai biologis adekuat,dan seing berkaitan dengan defisiensi asupan energi. Gambaran utama pada malnutrisi tersebut adalah edema yang lunak,pitting, dan tidak nyeri ,biasanya di kakl tungkai kaki dapat meluas.

  • 2.3.3 Kwasior Marasmus

Bentuk kwasior marasmus dari malnutrisi protein protein-energi ditandai dengan gambaran klinis kedua jenis malnutrisi. Keadaan ini dapat terjadi pada malnutrisi kronik saat saat jaringan subkutis, massa otot, dan simpanan lemak menghilang. Gambaran utama tanpa lesi kulit, kekaksia marasmus.

c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit tersebut ?

Gejala hemofilia

Gejala utama hemofilia adalah perdarahan yang sulit berhenti atau berlangsung lebih lama. Gejala ini bisa ringan atau berat. Tingkat keparahan tergantung dari jumlah faktor pembekuan di dalam darah.

Pada hemofilia ringan, jumlah faktor pembekuan berkisar antara lima hingga lima puluh persen. Penderita hemofilia jenis ini biasanya tidak akan merasakan gejala kecuali dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka yang berarti atau menjalani prosedur cabut gigi atau operasi lainnya.

Pada hemofilia sedang, jumlah faktor pembekuan berkisar antara satu hingga lima persen. Penderita hemofilia jenis ini mudah memar dan rentan mengalami perdarahan sendi, terutama bila terantuk atau jatuh. Sendi yang paling umum terkena adalah bagian lutut, siku, dan pergelangan kaki. Gejala awalnya berupa kesemutan dan nyeri ringan yang selanjutnya bisa bertambah sakit, bengkak, kaku, serta terasa panas apabila tidak ditangani.

Jenis hemofilia yang terakhir adalah hemofilia berat. Pada jenis ini jumlah faktor pembekuan kurang dari satu persen. Penderita biasanya akan sering mengalami perdarahan seperti gusi berdarah, mimisan, dan perdarahan sendi serta otot tanpa sebab yang jelas. Hemofilia berat bisa menimbulkan komplikasi seperti perdarahan internal (perdarahan di dalam tubuh) yang serius, perdarahan jaringan lunak, dan deformitas sendi apabila tidak ditangani.

Bagi penderita hemofilia, khususnya hemofilia sedang dan berat, waspadai terjadinya perdarahan intrakranial atau perdarahan di dalam tengkorak kepala. Biasanya hal ini

terjadi apabila penderita mengalami cedera di kepala dan jarang terjadi secara spontan (tanpa cedera). Gejala perdarahan intrakranial diantaranya adalah sakit kepala berat, muntah, leher kaku, kelumpuhan di sebagian atau seluruh otot wajah, penglihatan ganda dan yang lainnya. Penderita hemofilia yang mengalami perdarahan intrakranial butuh penanganan segera.

Hemofilia merupakan penyakit yang terkait dengan kromosom X atau kelainan genetis. Penyakit ini menyebabkan tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah saat terjadi perdarahan. Berikut ini gejalanya:

1/ Timbul memar berukuran besar pada kulit. 2/ Memar berlebihan setelah terbentur. 3/ Sendi bengkak dan nyeri. 4/ Terdapat darah pada urine atau feses (tinja). 5/ Perdarahan yang tak kunjung berhenti setelah terjadi luka, cedera, operasi, atau cabut gigit. 6/ Mimisan tanpa sebab. 7/ Perdarahan yang tidak biasa setelah disuntik.

6. Thalasmia

a. Apa penyebab terjadinya penyakit ini ? Mutasi DNA yang membuat hemoglobin pembawa oksigen ke seluruhkelainan darah genetika, seperti thalassemia dan anemia sel sabit. Kemungkinan hal ini dikarenakan pembawa mutasi thalassemia mendapatkan perlindungan terhadap penyakit malaria dan menyebabkan mutasi bertahan hidup. Tipe-tipe Thalassemia Bagian hemoglobin yang terkena mutasi dan jumlah mutasi yang diwariskan dari orang tua memengaruhi tipe thalassemia yang diderita. Mutasi dapat memengaruhi hemoglobin yang terdiri dari 2 protein alfa dan 2 protein beta. Thalassemia yang diderita akan makin parah jika gen yang mengalami mutasi makin banyak. Berikut ini adalah penjelasan tipe-tipe thalassemia. Thalassemia alfa " id="pdf-obj-69-2" src="pdf-obj-69-2.jpg">

a. Apa penyebab terjadinya penyakit ini ?

Mutasi DNA yang membuat hemoglobin pembawa oksigen ke seluruh tubuh merupakan penyebab seseorang menderita thalassemia. Penyakit ini terjadi akibat faktor genetika, namun penyebab pasti kenapa mutasi gen ini terjadi tidak diketahui.

Negara-negara yang dilanda wabah malaria, seperti negara di kawasan Asia, Afrika sub-Sahara, Timur Tengah, Siprus, Italia, dan Yunani, lebih sering terjadi kasus penyakit kelainan darah genetika, seperti thalassemia dan anemia sel sabit. Kemungkinan hal ini dikarenakan pembawa mutasi thalassemia mendapatkan perlindungan terhadap penyakit malaria dan menyebabkan mutasi bertahan hidup.

Tipe-tipe Thalassemia

Bagian hemoglobin yang terkena mutasi dan jumlah mutasi yang diwariskan dari orang tua memengaruhi tipe thalassemia yang diderita. Mutasi dapat memengaruhi hemoglobin yang terdiri dari 2 protein alfa dan 2 protein beta. Thalassemia yang diderita akan makin parah jika gen yang mengalami mutasi makin banyak. Berikut ini adalah penjelasan tipe-tipe thalassemia.

Thalassemia alfa

Protein hemoglobin alfa terdiri atas empat gen yang berasal dari kedua orang tua, yang masing- masing mewariskan dua gen. Berikut ini adalah penjelasan mutasi gen thalassemia alfa:

  • Gejala thalassemia tidak muncul jika satu gen yang mengalami mutasi, tapi orang tersebut bisa menurunkan penyakit ini kepada anaknya karena dia merupakan inang atau pembawa penyakit thalassemia.

  • Gejala thalassemia yang muncul hanya bersifat ringan jika dua gen mengalami mutasi, dan kondisi ini disebut dengan thalassemia alfa minor.

  • Gejala thalassemia yang muncul bersifat menengah hingga parah jika tiga gen mengalami mutasi. Kondisi ini disebut juga dengan penyakit hemoglobin H.

  • Janin biasa akan mati atau bayi yang baru dilahirkan akan meninggal sesaat setelah dilahirkan jika empat gen mengalami mutasi. Kondisi ini disebut dengan thalassemia alfa mayor. Thalassemia beta Protein hemoglobin beta terdiri atas dua gen yang berasal dari orang tua, yang masing-masing mewariskan satu gen. Berikut ini adalah penjelasan mutasi gen thalassemia beta:

  • Gejala thalassemia yang muncul hanya bersifat ringan jika hanya satu gen yang mengalami mutasi, dan disebut dengan thalassemia beta minor.

  • Gejala thalassemia yang muncul bersifat menengah hingga parah jika dua gen mengalami mutasi, dan disebut dengan thalassemia beta mayor atau anemia Cooley. Dua gen yang mengalami mutasi juga bisa disebut thalassemia beta intermedia jika gejala yang dialami bersifat lebih ringan. Biasanya bayi yang mengalami kondisi ini sehat saat dilahirkan, namun setelah berusia dua tahun, gejala baru akan muncul. b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit di atas ? Gejala yang didapat pada pasien berupa gejala umum anemia yaitu: anemis, pucat, mudah capek, dan adanya penurunan kadar hemoglobin. Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsional hemoglobin dalam menyuplai atau membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh yang digunakan untuk oksidasi sel. Sehingga

oksigenasi ke jaringan berkurang. Selain sebagai pembawa oksigen, hemoglobin juga sebagai pigmen merah eritrosit sehingga apabila terjadi penurunan kadar hemoglobin ke jaringan maka jaringan tersebut menjadi pucat. Penurunan fungsional hemoglobin tersebut dapat disebabkan oleh adanya kelainan pembentukan hemoglobin, penurunan besi sebagai pengikat oksigen dalam hemoglobin. Kompensasi tubuh agar suplai oksigen ke jaringan tetap terjaga maka jantung sebagai pemompa darah berdenyut lebih keras dan sering yang disebut sebagai takikardia di mana hal ini juga terjadi pada anak (denyut nadi 120 kali/menit, normal 60-100 kali.menit). Tetapi frekuensi respirasi pasien dalam tahap normal 24 kali/menit (normal 16-24 kali/menit). Lemas dan mudah capek disebabkan oleh karena suplai oksigen ke jaringan untuk oksidasi sel sebagai proses penghasil energi berkurang. Pasien mengalami penurunan kadar hemoglobin (4,8 g/dl) di mana nilai rujukan normal untuk anak-anak sebesar 10-16 g/dl (Sutedjo,

2007).

Penurunan ini dapat disebabkan oleh adanya kelainan produksi/pembentukan hemoglobin berupa kelainan susunan asam amino dan kelainan kecepatan sintesis hemoglobin. Kelainan dua hal tersebut dapat dikategorikan adanya hemoglobinopati. Kelainan pembentukan hemoglobin tersebut dapat mengakibatkan adanya morfologi eritrosit abnormal (mikrositik, Heinz bodies, sel target) sehingga dengan cepat akan didestruksi oleh limpa dan hati. Peristiwa destruksi eritrosit secara cepat kurang dari masa hidupnya (120 hari) disebut sebagai hemolisis. Adanya hepatomegali dan splenomegali merupakan salah satu tanda dari anemia hemolitik di mana disertai adanya penurunan kadar hemoglobin. Pada pasien ditemukan splenomegali sebesar 1 shuffner (satuan splenomegali yang diukur dengan membuat garis diagonal antara arcus costarum dengan crista illiaca melewati umbulicus, lalu dari garis tersebut dibagi menjadi delapan bagian. Satu bagian dinamakan satu shuffner). Splen atau limpa secara normal bertugas menghancurkan eritrosit tua maupun abnormal sehingga dapat melepaskan hemoglobin yang akan dimetabolisme menjadi biliribun di hati/hepar, menjadi reservoir cadangan eritrosit, sintesis limfosit dan sel plasma dalam system imun, dan membentuk eritrosit baru saat masa janin dan bayi baru lahir. Adanya hemolisis menyebabkan proses perombakan eritrosit secara cepat. Eritrosit abnormal cepat dihancurkan oleh limpa dan hati dengan bantuan makrofag sehingga semakin

banyak eritrosit abnormal maka kerja limpa akan semakin berat. Hal inilah yang menyebabkan adanya splenomegali. Selain destruksi eritrosit di limpa juga terdapat di hati. Selain itu sebagai kompensasi atau umpan balik dari penurunan kadar hemoglobin akibat oksigenasi ke jaringan kurang merangsang terjadinya eritropoesis 6-8 kali lipat oleh sumsum tulang. Untuk menunjang dan membantu kerja sumsum tulang dalam eritropoesis sehingga terbentuk eritropoesis ekstramedular pada limpa dan hati sehingga merupakan salah satu penyebab hepatosplenomegali. Pada pasien hemoglobinopati anemia sel sabit tidak ditemukan hepatomegali di mana limpa mengecil dikarenakan terjadinya infark. Selain itu makrofag di limpa lebih aktif dibandingkan makrofag pada hati. Penyebab lain hepatomegali pada pasien disebabkan oleh pemberian obat penambah darah dan penyerapan besi meningkat akibat peningkatan eritropoesis di mana mengandung preparat besi (sulfas ferrosus) sehingga terjadi penimbunan cadangan besi berlebih. Padahal hati secara normal berfungsi sebagai sintesis ferritin (simpanan besi) dan transferin (protein pengikat besi) dan sebagai tempat penyimpanan terbesar cadangan besi dalam bentuk ferritin dan hemosiderin. Adanya hepatomegali dan splenomegali pada pasien dapat mengakibatkan penurunan imunitas tubuh sehingga tubuh rentan terhadap infeksi mikroorganisme. Limpa sebagai tempat sintesis limfosit dan sel plasma (bahan antibodi) merupakan salah satu pertahanan imunitas tubuh. Hati sebagai tempat yang sering dilalui mikroorganisme patogenik yang akan dihancurkan

sebelum memasuki saluran gastrointestinal.

Kemungkinan pasien mengalami infeksi

dimana terdapat tanda-tanda infeksi pada pasien, yaitu : suhu (38,0 0 C), panas, tonsil membesar

dan kemerahan, dan faring kemerahan. Infeksi ini bisa didapatkan dari mikroorganisme seperti:

malaria, hepatitis, haemophilus, streptococcus, pneumococcus, dll. Gejala yang didapat pada pasien berupa gejala umum anemia yaitu: anemis, pucat, mudah capek, dan adanya penurunan kadar hemoglobin. Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsional hemoglobin dalam menyuplai atau membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh yang digunakan untuk oksidasi sel. Sehingga oksigenasi ke jaringan berkurang. Selain sebagai pembawa oksigen, hemoglobin juga sebagai pigmen merah eritrosit sehingga apabila terjadi penurunan kadar hemoglobin ke jaringan maka jaringan tersebut menjadi pucat.

Penurunan fungsional hemoglobin tersebut dapat disebabkan oleh adanya kelainan pembentukan hemoglobin, penurunan besi sebagai pengikat oksigen dalam hemoglobin. Kompensasi tubuh agar suplai oksigen ke jaringan tetap terjaga maka jantung sebagai pemompa darah berdenyut lebih keras dan sering yang disebut sebagai takikardia di mana hal ini juga terjadi pada anak (denyut nadi 120 kali/menit, normal 60-100 kali.menit). Tetapi frekuensi respirasi pasien dalam tahap normal 24 kali/menit (normal 16-24 kali/menit). Lemas dan mudah capek disebabkan oleh karena suplai oksigen ke jaringan untuk oksidasi sel sebagai proses penghasil energi berkurang. Pasien mengalami penurunan kadar hemoglobin (4,8 g/dl) di mana nilai rujukan normal untuk anak-anak sebesar 10-16 g/dl (Sutedjo,

2007).

Penurunan ini dapat disebabkan oleh adanya kelainan produksi/pembentukan hemoglobin berupa kelainan susunan asam amino dan kelainan kecepatan sintesis hemoglobin. Kelainan dua hal tersebut dapat dikategorikan adanya hemoglobinopati. Kelainan pembentukan hemoglobin tersebut dapat mengakibatkan adanya morfologi eritrosit abnormal (mikrositik, Heinz bodies, sel target) sehingga dengan cepat akan didestruksi oleh limpa dan hati. Peristiwa destruksi eritrosit secara cepat kurang dari masa hidupnya (120 hari) disebut sebagai hemolisis. Adanya hepatomegali dan splenomegali merupakan salah satu tanda dari anemia hemolitik di mana disertai adanya penurunan kadar hemoglobin. Pada pasien ditemukan splenomegali sebesar 1 shuffner (satuan splenomegali yang diukur dengan membuat garis diagonal antara arcus costarum dengan crista illiaca melewati umbulicus, lalu dari garis tersebut dibagi menjadi delapan bagian. Satu bagian dinamakan satu shuffner). Splen atau limpa secara normal bertugas menghancurkan eritrosit tua maupun abnormal sehingga dapat melepaskan hemoglobin yang akan dimetabolisme menjadi biliribun di hati/hepar, menjadi reservoir cadangan eritrosit, sintesis limfosit dan sel plasma dalam system imun, dan membentuk eritrosit baru saat masa janin dan bayi baru lahir. Adanya hemolisis menyebabkan proses perombakan eritrosit secara cepat. Eritrosit abnormal cepat dihancurkan oleh limpa dan hati dengan bantuan makrofag sehingga semakin banyak eritrosit abnormal maka kerja limpa akan semakin berat. Hal inilah yang menyebabkan adanya splenomegali. Selain destruksi eritrosit di limpa juga terdapat di hati. Selain itu sebagai kompensasi atau umpan balik dari penurunan kadar hemoglobin akibat oksigenasi ke jaringan kurang merangsang

terjadinya eritropoesis 6-8 kali lipat oleh sumsum tulang. Untuk menunjang dan membantu kerja sumsum tulang dalam eritropoesis sehingga terbentuk eritropoesis ekstramedular pada limpa dan hati sehingga merupakan salah satu penyebab hepatosplenomegali. Pada pasien hemoglobinopati anemia sel sabit tidak ditemukan hepatomegali di mana limpa mengecil dikarenakan terjadinya infark. Selain itu makrofag di limpa lebih aktif dibandingkan makrofag pada hati. Penyebab lain hepatomegali pada pasien disebabkan oleh pemberian obat penambah darah dan penyerapan besi meningkat akibat peningkatan eritropoesis di mana mengandung preparat besi (sulfas ferrosus) sehingga terjadi penimbunan cadangan besi berlebih. Padahal hati secara normal berfungsi sebagai sintesis ferritin (simpanan besi) dan transferin (protein pengikat besi) dan sebagai tempat penyimpanan terbesar cadangan besi dalam bentuk ferritin dan hemosiderin. Adanya hepatomegali dan splenomegali pada pasien dapat mengakibatkan penurunan imunitas tubuh sehingga tubuh rentan terhadap infeksi mikroorganisme. Limpa sebagai tempat sintesis limfosit dan sel plasma (bahan antibodi) merupakan salah satu pertahanan imunitas tubuh. Hati sebagai tempat yang sering dilalui mikroorganisme patogenik yang akan dihancurkan

sebelum memasuki saluran gastrointestinal.

Kemungkinan pasien mengalami infeksi

dimana terdapat tanda-tanda infeksi pada pasien, yaitu : suhu (38,0 0 C), panas, tonsil membesar

dan kemerahan, dan faring kemerahan. Infeksi ini bisa didapatkan dari mikroorganisme seperti:

malaria, hepatitis, haemophilus, streptococcus, pneumococcus, dll.

c. Sebutkan tanda dan gejala apa saja yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit tersebut ?

Gejala thalassemia yang dialami oleh tiap orang bisa berbeda-beda, tergantung kepada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita. Berikut ini adalah beberapa gejala thalassemia yang umum terjadi:

  • Urine yang dikeluarkan berwarna keruh.

  • Wajah terlihat pucat.

  • Kelainan bentuk tulang wajah.

  • Kulit dan bagian mata yang berwarna putih menjadi kuning atau yang biasa dikenal dengan penyakit kuning.

  • Terhambatnya pertumbuhan tubuh.

  • Perut menjadi bengkak yang biasanya disebabkan oleh membesarnya limpa atau hati.

  • Kekurangan sel darah merah atau anemia yang menyebabkan napas terasa sesak, tubuh mudah letih, dan lesu. Bayi yang baru lahir memiliki hemoglobin yang berbeda dengan hemoglobin normal, yaitu fetal hemoglobin. Hemoglobin normal akan menggantikan fetal hemoglobin setelah bayi berusia enam bulan. Itu sebabnya kebanyakan bayi yang terlahir dengan thalassemia akan mengalami gejala setelah mereka berusia enam bulan ke atas. Kekurangan hemoglobin pada anak-anak penderita thalassemia yang parah akan membuat tubuh memproduksi sumsum tulang lebih banyak dari biasanya. Ini adalah cara tubuh berusaha untuk mengatasi kekurangan hemoglobin. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak wajar atau kelainan bentuk kerangka tulang. Selain itu, untuk memproduksi lebih banyak hemoglobin, tubuh akan menyerap lebih banyak zat besi dari makanan yang dikonsumsi atau melalui transfusi darah yang bisa berakibat pada penumpukan zat besi di dalam tubuh. Hal ini bisa berpotensi menimbulkan beberapa masalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhan tubuh saat pubertas akan tertunda atau tidak terjadi sama sekali akibat terganggunya sistem hormon di dalam tubuh.

  • Lebih rentan terkena infeksi akibat rusaknya jaringan lunak, terutama limpa dan hati. 7. Labio Palatoschisiz

a. Apa penyebab terjadinya penyakit ini ? Bibir sumbing terjadi karena jaringan yang ada tidak cukup
  • a. Apa penyebab terjadinya penyakit ini ?

Bibir sumbing terjadi karena jaringan yang ada tidak cukup untuk membentuk bibir, sehingga terdapat celah dan bibir tidak dapat menyatu sempurna. Akan tetapi mekanisme penyebab terjadinya bibir sumbing ini masih belum diketahui secara pasti. Faktor yang dapat mempengaruhi bersifat multifaktorial alias banyak faktor yang terlibat. Faktor genetik dan pengaruh lingkungan diduga memegang peranan penting. Beberapa faktor resiko lain yang dapat meningkatkan terjadinya kelainan bibir sumbing pada bayi antara lain:

  • Riwayat keluarga Bayi yang lahir dari keluarga yang memiliki riwayat bibir sumbing, seperti saudara kandung, orang tua atau kerabat, akan beresiko lebih besar untuk mengalaminya juga.

  • Obat-obatan. Ibu hamil yang mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan tanpa anjuran dokter, beresiko untuk melahirkan bayi bibir sumbing. Sebagai contoh, golongan obat anti-kejang, obat jerawat, obat anti-kanker, dan sebagainya.

  • Infeksi virus. Ibu hamil yang terinfeksi virus dapat meningkatkan resiko bayi lahir cacat, salah satunya adalah kelainan bibir sumbing.

  • Paparan bahan kimia. Paparan bahan kimia atau radiasi yang berbahaya pada wanita hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya cacat pada bayi baru lahir. Seperti rokok, alcohol, pengawet makanan, pewarna makanan buatan dan sebagainya.

  • Kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi selama kehamilan dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir. Sebagai contoh kekurangan asam folat.

  • b. Jelaskan mekanisme yang terjadi pada penyakit di atas ?

Cacat tebentuk pada trimester pertama, prosesnya karena tidak terbentuknya mesoderm pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu (Prosesus nasalis dan maksialis) pecah kembali. Proses terjadinya labio palatoshcizis yaitu ketika kehamilan trimester I dimana terjadinya gangguan oleh karena beberapa penyakit seperti virus. Pada trimester I terjadi proses perkembangan pembentukan berbagai organ tubuh dan pada saat itu terjadi kegagalan dalam penyatuan atau pembentukan jaringan lunak atau tulang selama fase embrio. Apabila terjadinya kegagalan dalam penyatuan proses nasal medical dan maxilaris maka dapat mengalami labio shcizis (sumbing bibir) dan proses penyatuan tersebut akan terjadi pada usia 6-8 minggu. Kemudian apabila terjadi kegagalan penyatuan pada susunan palato selama masa kehamilan 7-12 minggu, maka dapat mengakibatkan sumbing pada palato (palato shcizis).

  • c. Jelaskan kemungkinan dampak yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit tersebut

?

1)

Ada beberapa gejala dari bibir sumbing yaitu :

a.

Terjadi pamisahan Langit-langit

b.

Terjadi pemisahan bibir

c.

Terjadi pemisahan bibir dan langit-langit

d.

Infeksi telinga

e.

Berat badan tidak bertambah

f.

Pada bayi terjadi regurgitasi nasal ketika menyusui yaitu keluarnya air susu dari hidung.

2)

Gejala Pada Labio skisis

Distorsi pada hidung

Tampak sebagian atau keduanya

Adanya celah pada bibir

  • a. Tampak ada celah pada tekak (unla), palato lunak, keras dan faramen incisive.

  • b. Ada rongga pada hidung.

  • c. Distorsi hidung

  • d. Teraba ada celah atau terbukanya langit-langit saat diperiksadn jari

  • e. Kesukaran dalam menghisap/makan.

8. Kelainan Kongenital

a. Tampak ada celah pada tekak (unla), palato lunak, keras dan faramen incisive. b. Ada ronggabayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan bawaan dapat dikenali sebelum kelahiran, pada saat kelahiran atau beberapa tahun kemudian setelah kelahiran b. Apa penyebab kelainan tersebut ? Penyebab langsung kelainan kongenital sering kali sukar diketahui. Pertumbuhan embrional dan fetal dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, faktor lingkungan atau kedua faktor secara bersamaan sehingga bersifat multifaktorial. Beberapa faktor etiologi yang diduga dapat mempengaruhi terjadinya kelainan kongenital antara lain: " id="pdf-obj-78-14" src="pdf-obj-78-14.jpg">
  • a. Sebutkan kelainan apakah pada gambar di atas ?

Kelainan bawaan atau kelainan kongenital atau cacat bawaan adalah kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan bawaan dapat dikenali sebelum kelahiran, pada saat kelahiran atau beberapa tahun kemudian setelah kelahiran

  • b. Apa penyebab kelainan tersebut ?

Penyebab langsung kelainan kongenital sering kali sukar diketahui. Pertumbuhan embrional dan fetal dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, faktor lingkungan atau kedua faktor secara bersamaan sehingga bersifat multifaktorial. Beberapa faktor etiologi yang diduga dapat mempengaruhi terjadinya kelainan kongenital antara lain:

1)

Kelainan Genetik dan Kromosom Kelainan genetik pada ayah atau ibu kemungkinan besar akan berpengaruh atas kelainan kongenital pada anaknya. Di antara kelainan-kelainan ini ada yang mengikuti hukum Mendel biasa, tetapi dapat pula diwarisi oleh bayi yang bersangkutan sebagai unsur dominan ("dominant traits") atau kadang-kadang sebagai unsur resesif. Penyelidikan dalam hal ini sering sukar, tetapi adanya kelainan kongenital yang sama dalam satu keturunan dapat membantu langkah-langkah selanjutya.

Dengan adanya kemajuan dalam bidang teknologi kedokteran, maka telah dapat dilakukan pemeriksaan antenatal terhadap adanya kelainan kromosom selama kehidupan fetal serta telah dapat dipertimbangkan tindakan-tindakan selanjutnya. Bila ditemukan adanya suatu kelainan kromosom, perlu dipikirkan tindakan selanjutnya berdasarkan pertimbangan medikolegal. Beberapa contoh kelainan kromosom yang dapat ditemukan antenatal antara lain adalah kelainan kromosom autosomal trisomi 21 sebagai sindroma down (mongolisme). Kelainan pada kromosom kelamin sebagai sindroma turner.

2)

Faktor Mekanik Tekanan mekanik pada janin selama kehidupan intrauterin dapat menyebabkan kelainan bentuk organ tubuh hingga menimbulkan deformitas organ tersebut. Faktor predisposisi dalam pertumbuhan organ itu sendiri akan mempermudah terjadinya deformitas suatu organ. Sebagai contoh deformitas organa tubuh adalah kelainan talipes equinovarus (clubfoot). Jepitan pita amniotik dapat menyebabkan berubahnya bentuk suatu organ tubuh bahkan mungkin dapat menyebabkan terpurusnya suatu organ (amputasi kongenital).

3)

Faktor Infeksi

Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah infeksi yang terjadi pada periode organogenesis yakni dalam trimester pertama kehamilan. Adanya infeksi tertentu misalnya virus dalam periode organogenesis, mungkin tidak memberi gejala yang berarti untuk ibunya karena hanya bersifat subklinis, tetapi terhadap janin dapt berakibat abortus atau dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan suatu organ tubuh yang akhirnya menimbulkan kelainan kongenital. Infeksi pada trimesrer pertama di samping dapat menimbulkan kelainan kongenital dapat pula meningkatkan kemungkinan terjadinya abortus. Sebagai contoh infeksi virus pada trimester

pertama ialah infeksi oleb virus Rubella. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita infeksi Rubella pada trimester pertama dapat menderita kelainan kongenital pada mata sebagai katarak, kelainan pada sistem pendengaran sebagai tuli dan ditemukannya kelainan jantung bawaan. Beberapa infeksi lain pada trimester pertama yang dapat menimbulkan kelainan kongenital antara lain ialah infeksi virus cytomegalovirus, infeksi toksoplasmosis, kelainan-kelainan kongenital yang mungkin dijumpai ialah adanya gangguan pertumbuhan pada system saraf pusat seperti hidrosefalus, mikrosefalus, atau mikroftalmia.

4)

Faktor Obat

Beberapa jenis obat tertentu yang diminum wanita hamil pada trimester pertama kehamilan diduga sangat erat hubungannya dengan terjadinya kelainan kongenital pada bayinya. Salah satu jenis obat yang telah diketahui dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah thalidomide yang dapat mengakibatkan terjadinya fokomelia atau mikromelia. Beberapa jenis jamu-jamuan yang diminum wanita hamil muda dengan tujuan yang kurang baik diduga erat pula hubungannya dengan terjadinya kelainan kongenital, walaupun hal ini secara laboratorik belum banyak diketahui secara pasti. Sebaiknya selama kehamilan, khususnya trimester pertama, dihindari pemakaian obat-obatan yang tidak perlu sama sekali; walaupun hal ini kadang-kadang sukar dihindari karena calon ibu memang terpaksa harus minum obat. Hal ini misalnya pada pemakaian trankuilaiser untuk penyakit tertentu, pemakaian sitostatik atau preparat hormon yang tidak dapat dihindarkan; keadaan ini perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya sebelum kehamilan dan akibatnya terhadap bayi dan bila perlu menunda kehamilan.

5)

Faktor Umur Ibu Telah diketahui bahwa mongolisme lebih sering ditemukan pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mendekati masa menopause. Kejadian mongolisme akan meningkat pada ibu usia di atas 30 tahun dan akan lebih tinggi lagi pada usia 40 tahun ke atas. Di bangsal bayi baru lahir Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo pada tahun 1975-1979, secara klinis ditemukan angka kejadian mongolisme 1,08 per 1000 kelahiran hidup dan ditemukan risiko relatif sebesar 26,93 untuk kelompok ibu usia 35 tahun atau lebih. Anka kejadian yang ditemukan adalah 1:5500 untuk kelompok ibu berumur <35 tahun, 1:600 untuk kelompok ibu berumur 35-39 tahun, 1:75 untuk ibu berumur 45 tahun.

6)

Faktor hormonal Faktor hormonal diduga mempunyai hubungan pula dengan kejadian kelainan kongenital. Bayi yang dilahirkan oleh ibu hipotiroidisme atau ibu penderita diabetes mellitus kemungkinan untuk mengalami gangguan pertumbuhan lebih besar bila dibandingkan dengan bayi yang normal.

7)

Faktor radiasi Radiasi pada permulaan kehamiIan mungkin sekali akan dapat menimbulkan kelainan kongenital pada janin. Adanya riwayat radiasi yang cukup besar pada orang tua dikhawatirkan akan dapat mengakibatkan mutasi pada gen yang mungkin sekali dapat menyebabkan kelainan kongenital pada bayi yang dilahirkannya. Radiasi untuk keperluan diagnostik atau terapeutis sebaiknya dihindarkan dalam masa kehamilan, khususnya pada hamil muda. Dikatakan bahwa penyinaran lebih dari 10.000 milliards pada wanita hamil dikhawatirkan akan mempunyai efek terjadap janin.

8)

Faktor gizi

Pada binatang percobaan kekurangan gizi berat dalam masa kehamilan dapat menimbulkan kelainan kongenital. Pada manusia, penyelidikan menunjukkan bahwa frekuensi kelainan kongenital pada bayi yang dilahirkan dari ibu dengan gizi kurang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu bergizi baik. Pada binatang percobaan adanya defisiensi protein, vitamin A riboflavin, asam folat, tiamin, dan lain-lain, dapat menaikkan kejadian kelainan kongenital.

9)

Faktor-faktor lain

Banyak kelainan kongenital yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor janinnya sendiri dan

faktor lingkungan hidup janin diduga dapat menjadi faktor penyebabnya. Masalah sosial, hipoksia, hipotermia atau hipertermia diduga dapat menjadi faktor penyebabnya. Seringkali penyebab kelainan kongenitai tidak diketahui.

c. Jelaskan kemungkinan dampak yang akan muncul jika seseorang terkena penyakit tersebut ?

Kelainan Mutasi Pada Manusia

Mutasi dipandang sebagai cacat dari lahir, dan seseorang harus hidup sepanjang hidup mereka dengan bawaan cacat tersebut. di bawah ini adalah sedikit contoh mutasi aneh yang sering terpublis oleh media, di perkirakan masih banyak lagi.Ada beberapa mutasi yang terus berkembang sehingga dapat menyebabkan kematian sebelum waktunya. ada pula orang bermutasi yang dapat mempesona dunia.

  • 1. Cyclopia

    • a. Ciri-cirinya yaitu kemungkinan orbit mata terpisah ke dalam dua rongga, kejadian ini terjadi di setiap 1 dari 250 bayi, wajah akan hilang atau hidung akan menjadi tidak berfungsi dan posisinya di perkirakan berada di atas mata atau di bagian belakang kepala, kebanyakan bayi tidak akan berhasil untuk lahir.

    • b. Penyebabnya yaitu disebabkan oleh masalah genetik atau racun yang tertelan oleh ibu.

2. Tree Man

  • a. ciri-ciri orang yang menderita penyakit ini yaitu tangan dan kakinya terlihat seperti cabang- cabang pohon berkerut, terdapat banyak kutil di seluruh tubuhnya terlihat seperti lumut yang terbentuk di pohon-pohon di hutan, pertumbuhan di tubuhnya membuat lebih dari dua belas pound dari berat badan dan ia hanya berat 100 pound.

  • b. penyebab cacat ini disebabkan oleh virus HPV. Ada dua jenis HPV. Yang pertama dapat menyebabkan kanker serviks dan yang lain dapat menyebabkan kutil di kulit. Kutil mulai muncul setelah penderita mengalami luka di kulit saat remaja. sejak itu penderita mendapat infeksi kulit dan memiliki virus yang tinggal di kulitnya. Sehingga penderita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan virus telah mengambil immun orang tersebut.

    • 3. Mermaid Syndrome

ciri-ciri anak yang menderita penyakit ini yaitu ketika seorang anak dilahirkan dengan kedua kakinya bersama dan memberi kesan seperti ekor putri duyung. Satu dari setiap 100.000 kelahiran telah memiliki cacat lahir ini, bayi yang lahir dengan kelainan ini akan mati dalam waktu satu atau dua hari karena komplikasi dalam pengembangan kandung kemih dan ginjal

mereka. Hanya ada beberapa kelahiran yang tidak memiliki komplikasi yang datang dengan kondisi seperti ini.

  • 4. Werewolf Syndrome

Kelainan ini adalah cacat dari lahir atau mutasi genetik yang ada hubungannya dengan rambut di tubuh . Hal ini dapat dilihat pada saat lahir, ketika anak lahir tertutup rambut. Jenis yang diakuisisi gen terbentuk selama bertahun-tahun dan dapat merujuk pada rambut tambahan yang tumbuh di tempat-tempat yang tidak semestinya. Bentuk yang bawaan penyakit ini lebih sering di sebut sebagai werewolf sindrom karena ketebalan dan jumlah rambut yang dibentuk atas tubuh manusia.

5.

Gigantisme

Gigantisme adalah seseorang yang tumbuh hingga ketinggian yang berlebihan di atas rata-rata normal orang dewasa. Ada dua jenis Gigantisme. pertama yaitu hipofisis Gigantisme, yang menyebabkan orang untuk tumbuh terlalu tinggi dan berat badan. kedua ada Gigantisme otak, yang menyebabkan otak untuk tumbuh dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan keterbelakangan mental.

  • 6. Dwarfism

  • a. ciri-cirinya yaitu menggambarkan seseorang yang kurang dari 4 kaki 10 inci tinggi terdapat lebih dari 200 penyebab dwarfisme. Tidak ada obat untuk dwarfisme.

  • b. Hal ini dapat disebabkan oleh satu atau lebih kelainan genetis.keberadaan manusia kerdil di anggap sebagai orang asing dan manusia kurang cerdas, tetapi ini tidak benar. Mereka dapat hidup dan menjalani hidup normal.

    • 7. Elephantiasis

  • a. ciri-ciri mutasi ini yaitu akan membuat kulit dan jaringan yang dasar membengkak dan menebal. Hal ini paling sering terlihat di kaki, skrotum atau payudara.

  • b. penyebabl dari mutasi ini umumnya disebabkan oleh parasit yang dilepaskan ke dalam aliran darah oleh gigitan nyamuk. Tingkat Keparahan tergantung pada sistem kekebalan tubuh seseorang dan kemampuan untuk melawan penyakit.

8. Arnold Syndrome

Sindrom ini berkaitan dengan tulang selangka hilang. Setiap orang dengan mutasi ini adalah keturunan dari satu orang. bahu pada tubuh mampu bergerak maju ke titik sehingga hampir saling bersentuhan mutasi adalah keturunan dekat dan sangat jarang ada di dunia ini, sehingga orang yang terkena mutasi ini menyadari bahwa mereka adalah kerabat dekat.

KELAINAN KONGENITAL

Kelainan kongenital dinamakan juga kelainan bawaan atau sejak lahir, disebabkan proses yang terjadi saat masih janin di dalam kandungan. "Jadi, pembentukkan rahim yang berasal dari duktus Mullery berlangsung tak sempurna sehingga terjadilah gangguan pembentukan rahim. kelainan ini agak sulit dideteksi secara dini karena sudah ada sejak lahir. Baru dapat diduga atau diketahui bila ada gangguan haid, tak muncul haid, sudah lama tak punya anak, pemeriksaan pranikah, atau pemeriksaan antenatal dengan USG.

Adapun yang termasuk kategori kelainan ini, antara lain:

  • 1. Tak ada rahim

Hal ini terjadi karena rahimnya tak tumbuh (agenesis), selain mungkin juga disebabkan ada kelainan kromosom.

  • a. ciri wanita yang tak punya rahim adalah tak mengalami haid dan selanjutnya tidak bisa mempunyai keturunan/ anak.

  • b. Penyebabnya yaitu bisa saja terjadi karena wanita tersebut tidak mempunyai liang senggama atau ada gangguan hormonal kewanitaan.

    • 2. Rahim kecil atau tak tumbuh

      • a. Ciri wanita penderita Kelainan rahim jenis ini terletak pada ukurannya yang kecil, kurang dari 5 cm.

  • b. Penyebabnya yaitu Biasanya disebabkan oleh gangguan hormonal, yaitu kurangnya hormon kewanitaan. Sehingga ovariumnya tidak memproduksi hormon seperti hormon estrogen dan progesteron, sehingga rahim tidak berkembang.

    • 3. Mempunyai dua rahim

      • a. Ciri wanita Pada kelainan jenis ini yaitu seorang wanita mempunyai dua badan rahim yang terpisah satu sama lain, dua leher rahim dan dua saluran vagina atau liang senggama.

      • b. Penyebabnya Kelainan ini terjadi karena proses penyatuan rahim yang tidak sempurna.

        • 4. Down Syndrom

Down syndrome merupakan salah satu kelainan bawaan, yang terjadi karena ada kelainan kromosom pada saat kehamilan berlangsung. Selain terlihat dari penampilan fisik dengan ciri2 tertentu, juga disertai dengan keterbelakangan mental, dengan taraf mungkin berat, sedang atau ringan. Dengan keterbatasannya tersebut memang sulit diharapkan perkembangan yang normal/seperti anak yang lahir normal, walaupun berbagai upaya telah dilakukan.

  • 5. Hemangioma

Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 tahun (5-10%). Biasanya, hemangioma sudah tampak sejak bayi dilahirkan (30%) atau muncul setelah beberapa minggu setelah kelahiran (70%).

  • a. ciri-ciri Hemangioma yaitu muncul di setiap tempat pada permukaan tubuh, seperti; kepala, leher, muka, kaki atau dada. Jangan takut, umumnya hemangioma tidak membahayakan karena sebagian besar kasus hemangioma dapat hilang dengan sendirinya beberapa bulan kemudian setelah kelahiran. Harus diwaspadai bila hemangioma terletak di bagian tubuh yang vital, seperti pada mata atau mulut. Hal ini dikarenakan, bila menutupi sebagian besar tempat tersebut akan mengganggu proses makan dan penglihatan, atau bila hemangioma terjadi pada organ dalam tubuh (usus, organ pernafasan, otak) dapat mengganggu proses kerja organ tersebut.

  • b. Penyebab dari Hemangioma yaitu masih belum jelas, namun diperkirakan berhubungan dengan mekanisme dari control pertumbuhan pembuluh darah.

6.

Sindrom tangisan kucing,

Sindrom ini disebut juga Sindrom Cri du Chat atau Sindrom Lejeune, adalah suatu kelainan genetik akibat adanya delesi (hilangnya sedikit bagian) pada lengan pendek kromosom nomor 5 manusia.

  • a. Ciri-ciri manusia yang lahir dengan sindrom ini akan mengalami keterbelakangan mental dengan ciri khas suara tangis yang menyerupai tangisan kucing. Individu dengan sindrom ini bisanya meninggal ketika masih bayi atau anak-anak.

  • b. Sindrom tangisan kucing disebabkan oleh kelainan kromosom tubuh (autosomal). Kromosom nomor 5 yang terlibat mengalami delesi pada lengan pendeknya (5p). Kebanyakan kasus terjadi akibat mutasi. Suatu mekanisme translokasi genetik pada kromosom orang tua saat pembelahan sel juga menjadi penyebab kelainan ini. Akibat translokasi ini, risiko terjadinya kasus yang sama pada kehamilan berikutnya akan meningkat. Tidak ditemukan hubungan antara usia orangtua saat kehamilan dengan sindrom ini. Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan pada jaringan plasenta (teknik chorionic villus sampling)saat kehamilan berusia 9-12 minggu atau dengan cairan ketuban (amnioncentesis) saat usia kehamilan di atas 16 minggu.

9. Penyakit pada lansia

6. Sindrom tangisan kucing , Sindrom ini disebut juga Sindrom Cri du Chat atau Sindrom Lejeune,genetik akibat adanya delesi (hilangnya sedikit bagian) pada lengan pendek kromosom nomor 5 manusia . a. Ciri-ciri manusia yang lahir dengan sindrom ini akan mengalami keterbelakangan mental dengan ciri khas suara tangis yang menyerupai tangisan kucing . Individu dengan sindrom ini bisanya meninggal ketika masih bayi atau anak-anak . b. Sindrom tangisan kucing disebabkan oleh kelainan kromosom tubuh (autosomal). Kromosom nomor 5 yang terlibat mengalami delesi pada lengan pendeknya (5p). Kebanyakan kasus terjadi akibat mutasi . Suatu mekanisme translokasi genetik pada kromosom orang tua saat pembelahan sel j uga menjadi penyebab kelainan ini. Akibat translokasi ini, risiko terjadinya kasus yang sama pada kehamilan berikutnya akan meningkat. Tidak ditemukan hubungan antara usia orangtua saat kehamilan dengan sindrom ini. Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan pada jaringan plasenta (teknik chorionic villus sampling )saat k e hamilan berusia 9-12 minggu atau dengan cairan ketuban ( amnioncentesis ) saat usia kehamilan di atas 16 minggu. 9. Penyakit pada lansia a. Sebutkan penyakit yang sering dijumpai pada lansia ? jawab : 1. Kurang bergerak 2. instabilitas 3. beser 4. gangguan intelektual " id="pdf-obj-86-59" src="pdf-obj-86-59.jpg">

a. Sebutkan penyakit yang sering dijumpai pada lansia ?

jawab : 1. Kurang bergerak

  • 2. instabilitas

  • 3. beser

  • 4. gangguan intelektual

5. infeksi

b. Apa faktor-faktor penyebab kelainan tersebut ?

jawab : 1. Kurang bergerak: gangguan fisik, jiwa, dan faktor lingkungan dapat menyebabkan lansia kurang bergerak. Penyebab yang paling sering adalah gangguan tulang, sendi dan otot, gangguan saraf, dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

  • 2. Instabilitas: penyebab terjatuh pada lansia dapat berupa faktor intrinsik (hal-hal yang

berkaitan dengan keadaan tubuh penderita) baik karena proses menua, penyakit maupun faktor ekstrinsik (hal-hal yang berasal dari luar tubuh) seperti obat-obat tertentu dan faktor lingkungan.

  • 3. Beser: beser buang air kecil (bak) merupakan salah satu masalah yang sering didapati pada

lansia, yaitu keluarnya air seni tanpa disadari, dalam jumlah dan kekerapan yang cukup mengakibatkan masalah kesehatan atau sosial. Beser bak merupakan masalah yang seringkali dianggap wajar dan normal pada lansia, walaupun sebenarnya hal ini tidak dikehendaki terjadi baik oleh lansia tersebut maupun keluarganya.

Akibatnya timbul berbagai masalah, baik masalah kesehatan maupun sosial, yang kesemuanya akan memperburuk kualitas hidup dari lansia tersebut. Lansia dengan beser bak sering mengurangi minum dengan harapan untuk mengurangi keluhan tersebut, sehingga dapat menyebabkan lansia kekurangan cairan dan juga berkurangnya kemampuan kandung kemih. Beser bak sering pula disertai dengan beser buang air besar (bab), yang justru akan memperberat keluhan beser bak tadi.

  • 4. Gangguan intelektual: merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi

intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari.

  • 5. Infeksi: Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi

karena kekurangan gizi, kekebalan tubuh:yang menurun, berkurangnya fungsi berbagai organ tubuh, terdapatnya beberapa penyakit sekaligus (komorbiditas) yang menyebabkan daya tahan

tubuh yang sangat berkurang. Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh mengalami infeksi.

10. Rhematoid Artrithis

tubuh yang sangat berkurang. Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh
  • a. Sebutkan penyebab kelainan tersebut ?

jawab: penyebab rheumatoid arthritis tidak diketahui, auto imunitas memainkan peran penting baik dalam kronisitas dan proses berikutnya, dan RA dianggap sebagai penyakit auto imun sistemik

  • b. Jelaskan dampak komplikasi pada penyakit Rhematoid Artrithis ?

jawab : Manifestasi Rheumatoid Arthritis diluar sendi yaitu konjungtivitis, perikarditis, felty’s syndrome. Komplikasi yang sangat membahayakan adalah adanya radang pada tulang servikal C1 yang bisa subluksasi yang bisa menyebabkan kondisi yang fatal.

VI. PERUBAHAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

1. Odema

a. Apa yang menyebabkan kondisi diatas tersebut ? jawab : Penyebab (causa) edema adalah adanya kongesti,
  • a. Apa yang menyebabkan kondisi diatas tersebut ?

jawab : Penyebab (causa) edema adalah adanya kongesti, obstruksi limfatik, permeabilitas kapiler yang bertambah, hipoproteinemia, tekanan osmotic koloid dan retensi natrium dan air.

  • b. Jelaskan mekanisme terjadinya kondisi tersebut ?

jawab : Mekanisme:

  • 1. Adanya kongesti

Pada kondisi vena yang terbendung (kongesti), terjadi peningkatan tekanan hidrostatik intra

vaskula (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskula oleh kerja pompa jantung) menimbulkan perembesan cairan plasma ke dalam ruang interstitium. Cairan plasma ini akan mengisi pada sela-sela jaringan ikat longgar dan rongga badan (terjadi edema).

  • 2. Obstruksi limfatik

Apabila terjadi gangguan aliran limfe pada suatu daerah (obstruksi/penyumbatan), maka cairan tubuh yang berasal dari plasma darah dan hasil metabolisme yang masuk ke dalam saluran limfe akan tertimbun (limfedema). Limfedema ini sering terjadi akibat mastek-tomi radikal untuk mengeluarkan tumor ganas pada payudara atau akibat tumor ganas menginfiltrasi kelenjar dan saluran limfe. Selain itu, saluran dan kelenjar inguinal yang meradang akibat infestasi filaria dapat juga menyebabkan edema pada scrotum dan tungkai (penyakit filariasis atau kaki gajah/elephantiasis).

  • 3. Permeabilitas kapiler yang bertambah

Endotel kapiler merupakan suatu membran semi permeabel yang dapat dilalui oleh air dan

elektrolit secara bebas, sedangkan protein plasma hanya dapat melaluinya sedikit atau terbatas. Tekanan osmotic darah lebih besar dari pada limfe. Daya permeabilitas ini bergantung kepada substansi yang mengikat sel-sel endotel tersebut. Pada keadaan tertentu, misalnya akibat pengaruh toksin yang bekerja terhadap endotel, permeabilitas kapiler dapat bertambah. Akibatnya ialah protein plasma keluar kapiler, sehingga tekanan osmotic koloid darah menurun dan sebaliknya tekanan osmotic cairan interstitium bertambah. Hal ini mengakibatkan makin banyak cairan yang meninggalkan kapiler dan menimbulkan edema. Bertambahnya permeabilitas kapiler dapat terjadi pada kondisi infeksi berat dan reaksi anafilaktik.

  • 4. Hipoproteinemia

Menurunnya jumlah protein darah (hipoproteinemia) menimbulkan rendahnya daya ikat air protein plasma yang tersisa, sehingga cairan plasma merembes keluar vaskula sebagai cairan edema. Kondisi hipoproteinemia dapat diakibatkan kehilangan darah secara kronis oleh cacing Haemonchus contortus yang menghisap darah di dalam mukosa lambung kelenjar (abomasum) dan akibat kerusakan pada ginjal yang menimbulkan gejala albuminuria (proteinuria, protein darah albumin keluar bersama urin) berkepanjangan. Hipoproteinemia ini biasanya

mengakibatkan edema umum.

  • 5. Tekanan osmotic koloid

Tekanan osmotic koloid dalam jaringan biasanya hanya kecil sekali, sehingga tidak dapat melawan tekanan osmotic yang terdapat dalam darah. Tetapi pada keadaan tertentu jumlah protein dalam jaringan dapat meninggi, misalnya jika permeabilitas kapiler bertambah. Dalam hal ini maka tekanan osmotic jaringan dapat menyebabkan edema. Filtrasi cairan plasma juga mendapat perlawanan dari tekanan jaringan (tissue tension). Tekanan ini berbeda-beda pada berbagai jaringan. Pada jaringan subcutis yang renggang seperti kelopak

mata, tekanan sangat rendah, oleh karena itu pada tempat tersebut mudah timbul edema.

  • 6. Retensi natrium dan air

Retensi natrium terjadi bila eksresi natrium dalam kemih lebih kecil dari pada yang masuk (intake). Karena konsentrasi natrium meninggi maka akan terjadi hipertoni. Hipertoni menyebabkan air ditahan, sehingga jumlah cairan ekstraseluler dan ekstravaskuler (cairan interstitium) bertambah. Akibatnya terjadi edema. Retensi natrium dan air dapat diakibatkan oleh factor hormonal (penigkatan aldosteron pada

cirrhosis hepatis dan sindrom nefrotik dan pada penderita yang mendapat pengobatan dengan ACTH, testosteron, progesteron atau estrogen).

c. Sebutkan pada penyakit apa sajakah dapat dijumpai kondisi tersebut ?

jawab :

Edema yang diakibatkan alergi kulit, gigitan serangga, atau memar akibat terbentur dapat dikurangi dengan mengompres air hangat. Pemberian salep kulit pada infeksi kulit juga akan mengurangi edema.

  • 1. Pada edema akibat infeksi perlu diberikan antibiotik untuk penyebab infeksinya.

  • 2. Pada edema akibat sumbatan pembuluh darah perlu dilakukan evaluasi berapa besar sumbatan terjadi. Terkadang penderita cukup meminum obat agar sembuh, tetapi pada beberapa kasus dibutuhkan tindakan operasi.

  • 3. Pada edema akibat gagal jantung, penderita harus mengurangi asupan air dan mendapat terapi untuk ‘menguras’ kelebihan air pada tubuh

  • 4. Pada edema akibat gagal ginjal, perlu dilakukan evaluasi tingkat keparahan gagal ginjal. Pada gagal ginjal tahap akhir, penderita harus mendapat terapi cuci darah.

  • 5. Pada edema akibat gagal hati, perlu diobati penyakit hati/liver. Selain itu, sebagian besar penderita membutuhkan asupan protein tambahan melalui infusan.

2. Dehidrasi

cirrhosis hepatis dan sindrom nefrotik dan pada penderita yang mendapat pengobatan dengan ACTH, testosteron, progesteron atau
  • a. Apa yang menyebabkan terjadinya dehidrasi ?

Jawab : Penyebab utama dari dehidrasi adalah diare, terutama bila ini terjadi pada bayi dan anak-anak. Tapi dehidrasi juga bisa dikaitkan kepada kondisi iklim, aktivitas fisik atau olahraga, dan pola makan Anda. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kurang mengonsumsi cukup cairan untuk mengganti cairan yang hilang. Selain diare, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh muntah-muntah, berkeringat berlebihan saat demam, dan berolahraga pada saat cuaca panas.

  • b. Jelaskan tanda dan gejala yang ditemukan pada dehidrasi ?

Jawab : Beberapa tanda-tanda awal dari gejala dehidrasi adalah Anda merasa haus dan pusing, mulut kering, kelelahan, jarang buang air kecil, urine berwarna lebih gelap serta berbau lebih kuat, dan kulit kering.

Jika dehidrasi terjadi pada bayi, gejala awal yang bisa diperhatikan adalah ubun-ubun bayi akan menyusut, jumlah air mata sedikit ketika menangis, popok tetap kering setelah beberapa jam, kurang aktif, rewel, dan mudah mengantuk.

  • c. Jelaskan mekanisme dehidrasi dalam tubuh ?

Jawab : Kehilangan cairan melalui pernafasan (sekitar 350ml), melalui penguapan pada kulit (100ml) dan melalui keringat (350ml), atau melalui ginjal dalam bentuk air seni (10002000ml, sekitar 900ml mutlak diperlukan untuk membuang partikel-partikel yang tidak diperlukan. Sejumlah air (sekitar 150200ml, bukan diare) juga hilang melalui BAB. Pada suhu udara yang hangat dan lembab atau melakukan kegiatan yang berat, bagaimanapun kehilangan air dapat mencapai 10 kali lipat atau lebih melalui pernafasan; yang mana semua ini harus segera diganti. Pada kasus yang ekstrem, kehilangan cairan mungkin cukup untuk melampaui kemampuan tubuh untuk menyerap air dari saluran pencernaan; pada kasus ini, minum tidak akan cukup untuk menghindari dehidrasi, satu-satunya cara menghindari dehidrasi adalah pre-hydrate ] atau mencari cara-cara untuk mengurangi penguapan melalui nafas (istirahat, pindah ke tempat yang lebih sejuk, dsb-nya,)

3.

Hiper Elektrolit

  • a. Jelaskan apa yang kamu ketahui mengenai gambar diatas ?

jawab : kondisi dimana terjadi kelebihan elektrolit di dalam tubuh

  • b. Jelaskan mekanisme kondisi yang dapat ditemui pada hiperelektrolit ?

jawab : 1. Hipernatermia

  • 2. hiperkalemia

  • 3. hiperkalsemia

  • 4. hioermagnesia

5.hiperkloremia

  • 6. hiperfofatemia

    • c. Apakah penyebab hiperelektrolit terjadi dalam tubuh manusia ?

jawab : disebabkan oleh elektrolit yang berlebih di dalam tubuh

  • 4. Hipoelektrolit

3. Hiper Elektrolit a. Jelaskan apa yang kamu ketahui mengenai gambar diatas ? jawab : kondisi
  • a. Jelaskan yang dimaksud dengan hipoelektrolit ?

jawab :kondisi dimana terjadi kekurangan elektrolit did ala tubuh

  • b. Jelaskan tanda dan gejala pasien yang mengalami hipoelektrolit ?

Kelelahan dan mudah lelah , masalah pada pencernaan , kulit kusam , mengganggu fungsi ginjal ,kurang konsentrasi , halusinasi ,mudah ngantuk ,tenggorokan kering, kepala pusing ,urin berwarna pekat

  • c. Sebutkan penyakit lain yang berhubungan dengan perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit pada tubuh ?

  • a. Hiponatremia Hiponatremia merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam plasma darah yang ditandai dengan adanya kadar natrium plasma yang kurang dari 135 mEq/Lt, mual, muntah dan diare.

  • b. Hipernatremia

Hipernatremia merupakan suatu keadaan dimana kadar natrium dalam plasma tinggi yang ditandai dengan addanya mukosa kering, oliguria/anuria, turgor kulit buruk dan permukaan kulit membengkak, kulit kemerahan, lidah kering dan kemerahan, konvulsi, suhu badan naik, serta

kadar natrium dalam plasma lebih dari 145 mEq/Lt. kondisi demikian dapat disebabkan oleh dehidrasi, diare, dan asupan, air yang berlebihan sedangkan asupan garamnya sedikit.

  • c. Hipokalemia Hipoklemia merupakan suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah. Hipokalemia ini

dapat terjadi dengan sangat cepat. Sering terjadi pada pasien yang mengalami diare yang berkepanjangan dan juga ditandai dengan lemahnya denyut nadi, turunnya tekanan darah, tidak

nafsu makan dan muntah-muntah, perut kembung, lemah dan lunaknya otot, denyut jantung tidak beraturan (aritmia), penurunan bising usus, kadar kalium plasma menurun kurang dari 3,5 mEq/L.

  • d. Hiperkalemia

Hiperkalemia merupakan suatu keadaan di mana kadar kalium dalam darah tinggi, sering terjadi pada pasien luka bakar, penyakit ginjal, asidosis metabolik, pembe:rian kalium yang berlebihan

melalui intravena yang ditandai dengan adanya mual, hiperaktivitas sistem pencernaan, aritmia, kelemahan, jumlah urine sedikit sekali, diare, adanya kecemasan dan irritable (peka rangsang), serta kadar kalium dalam plasma mencapai lebih dari 5 mEq/L.

  • e. Hipokalsemia

Hipokalsemia me:rupakan keekurangan kadar kalsium dalam plasma darah yang ditandai de:ngan adanya kram otot dan kram perut, kejang, bingung, kadar kalsium dalam plasma kurang dari 4,3 mEq/L dan kesemutan pada jari dan sekitar mulut yang dapat disebabkan oleh pengaruh pengangkatan kelenjar gondok atau kehilangan sejumlah kalsium karena sekresi intestinal.

  • f. Hiperkalsemia Hiperkalsemia merupakan suatu ke;adaan kelebihan kadar kalsium dalam darah yang dapat

terjadi pada pasien yang mengalami pengangkatan kelenjar gondok dan makan vitamin D secara berlebihan, ditandai dengan adanya nyeri pada tulang, relaksasi otot, batu ginjal, mual-mual, koma, dan kadar kalsium dalam plasma lebih dari 4,3 mEq/L.

  • g. Hipomagnesia

Hipomagnesia merupakan kekurangan kadar magnesium dalam darah yang ditandai dengan adanya iritabilitas, tremor, kram pada kaki dan tangan, takikardi, hipertensi, disorientasi dan

konvulsi. Kadar magnesium dalam darah kurang dari 1,3 mEq/L.

  • h. Hipermagnesia

Ilipermagnesia merupakan kondisi kelebihan kadar magnesium dalam darah yang ditandai dengan adanya, koma, gangguan pernapasan, dan kadar magnesium lebih dari 2,5 mEq/L.

Gangguan atau Masalah dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan

  • a. Hipovolume atau dehidrasi

Kekurangan cairan eksternal dapat terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan

pengeluaran cairan. Tubuh akan merespons kekurangan cairan tubuh dengan mengosongkan cairan vaskular. Sebagai kompensasi akibat penurunan cairan interstisial, tubuh akan

mengalirkan cairan keluar sel. Ada tiga macam kekurangan volume cairan eksternal atau dehidrasi, yaitu:

1)

Dehidrasi isotonik, terjadi jika kehilangan sejumlah cairan dan elektrolitnya yang

seimbang.

2)

Dehidrasi hipertonik, terjadi jika kehilangan sejumlah air yang lebih banyak daripada

 

elektrolitnya.

3)

Dehidrasi hipotonik, terjadi jika tubuh lebih banyak kehilangan elektrolitnya daripada air.

Kehilangan cairan ekstrasel yang berlebihan akan menyebabkan volume ekstrasel berkurang (hipovolume). Pada keadaan ini, tidak terjadi perpindahan cairan daerah entrasel ke permukaan, sebab osmolaritasnya sama. Jika terjadi kekurangan cairan ekstrasel dalam waktu yang lama, maka kadar urea, nitrogen, serta kreatinin akan meningkat dan menyebabkan terjadinya perpindahan cairan intrasel ke pembuluh darah. Macam dehidrasi (kurang volume cairan)

berdasarkan derajatnya:

1)

Dehidrasi berat

a)

Pengeluaran/kehilangan cairan 4-6 L

b)

Serum natrium 159-166 mEq/Lt

c)

Hipotensi

d)

Turgor kulit buruk

e)

Oliguria

f)

Nadi dan pernapasan meningkat

g)

Kehilangan cairan mencapai > 10%BB

2)

Dehidrasi sedang

a)

Kehilangan cairan 2-4 L atau antara 5-10%BB

b)

Serum natrium 152-158mEq/Lt

c)

Mata cekung

d)

Dehidrasi ringan

e)

Kehilangan cairan mencapai 5%BB

f)

Pengeluaran cairan tersebut sekitar 1,5-2 Lt

  • b. Hipervolume atau overhidrasi

Terdapat dua menifestasi yang ditimbulkan akibat kelebihan cairan yaitu hipervolume (peningkatan volume darah) dan edema (kelebihan cairan pada interstisial). Normalnya cairan interstisial tidak terikat dengan air, tetapi elastis dan hanya terdapat di antar jaringan. Keadaan hiperolume dapat menyebabkan pitting edema, merupakan edema yang berada di daerah perifer

atau akan mencekung setelah ditekan pada daerah yang bengkak. Hal ini disebabkan karena perpindahan cairan ke jaringan melalui titik tekanan. Cairan dalam jaringan yang edema tidak digerakkan ke permukaan lain dengan penekanan jari. Nonpitting edema tidak menunjukkan tanda kelebihan cairan ekstrasel, tetapi sering karena infeksi dan trauma yang menyebabkan engumpulan membekunya cairan ke permukaan jaringan. Kelebihan cairan vaskular dapat meningkatkan hidrostatik cairan dan akan menekan cairan kepermukaan interstisial, sehingga menyebabkan edema anasarka (edema yang terdapat di seluruh tubuh). Peningkatan tekanan hidrostatik yang besar dapat menekan sejumlah cairan hingga ke membran kapiler paru-paru, sehingga menyebabkan edema paru-paru dan dapat mengakibatkan kematian. Manifestasi edema pru-paru adalah penumpukan sputum, dispnea, batuk dan suara ronkhi. Keadaan edema ini disebabkan oleh gagal jantungyang mengakibatkan peningkatan penekanan pada kapiler darah paru-paru dan perpindahan cairan ke jaringan paru-paru.

VII. PERUBAHAN KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA

atau akan mencekung setelah ditekan pada daerah yang bengkak. Hal ini disebabkan karena perpindahan cairan ke

a. Jelaskan definisi asidosis ?

  • a. pengertian Asidosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.

b. Jelaskan perbedaan asidosis respiratorik dan asidosis metabolik ?

Asidosis respiratorik. Terjadi akibat penurunan ventilasi pulmonar melalui pengeluaran sedikit CO2 oleh paru-paru. Peningkatan selanjutnya dalam pCO2 arteri dan asam karbonat akan meningkatkan kadar ion hidrogen dalam darah. Asidosis respiratorik dapat bersifat akut dan kronis.

Penyebabnya. Kondisi klinis yang dapat menyebabkan retensi CO2 dalam darah meliputi pneumonia, emfisema, obstrusi kronis saluaran pernafasan,stroke atau trauma dan Obat- obatan yang dapat menekan sistem pernafasan seperti barbiturat,narkotika dan sedatif

Faktor kompensator

o

Saat CO2 berakumulasi ,peningkatan frekuensi pernafasan respiratorik (

o

hiperventilasi ) ketika istirahat terjadi untuk mengeluarkan CO2 dari tubuh Ginjal mengkompensasi peningkatan kadar asam dengan mengekskresi lebih

o

banyak ion hidrogen untuk mengembalikan pH darah mendekati tingkat yang normal Jika penyesuaian respiratorik dan ginjal terhadap pH gagal, akan terjadi gejala-

gejala depresi sistem saraf pusat

Asidosis metabolik. Terjadi saat asam metabolik yang diproduksi secara normal tidak dikeluarakan pada kecepatan yang normal atau basa bikarbonat yang hlang dari tubuh.

Penyebab. Paling umum terjadi akibat ketoasidosis karena DM atau kelaparan, akumulasi

peningkatan asam laktat akibat aktivitas otot rangka yang berlebihan seperti konvolusi,atau penyakit ginjal. Diare berat dan berkepanjangan disertai hilangnya bikarbonat dapat menyebabakan asidosis Faktor kompensator. Hiperventilasi sebagai respon terhadap stimulasi saraf adalah tanda klinis asidosis metabolik. Bersamaan dengan kompensasi ginjal,peningkatan frekuensi respiratorik dapat mengembalikan pH darah mendekati tingkat normalnya. Asidosis yang tidak terkompensasi akan menyebabakan depresi sistem saraf pusat dan mengakibatkan disorentasi,koma dan kematian

c. Apakah yang menyebabkan terjadinya asidosis respiratorik ?

Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara adekuat.

Hal ini dapat terjadi pada penyakit-penyakit berat yang mempengaruhi paru-paru, seperti:

Emfisema

Bronkitis kronis

Pneumonia berat

Edema pulmoner

Asma.

Asidosis respiratorik dapat juga terjadi bila penyakit-penyakit dari saraf atau otot dada

menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernafasan. Selain itu, seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur yang kuat, yang menekan pernafasan.

d. Bagaimana mengetahui seseorang terkena asidosis respiratorik ?

PEMERIKSAAN PENUNJANG

 

1.

Laboratorium

a.

Gas darah arteri

1)

pH arteri : menurun, kurang dari 7,35-7,45

2)

HCO 3 : Normal 24-28 mEq/L

3)

asam laktat : meningkat

4)

bikarbonat : normal atau meningkat, lebih besar dari 26 mEq/L

5)

PO2 : normal atau menurun

6)

O 2 : Tidak Lebih 3L/menit

7)

PaCO2 : meningkat, > 45 mmHg

b.

EKG : Ditsrimia Jantung

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIC

  • 1. Analisa gas darah memperlihatkan PaCO2 meningkat, lebih besar dari 45 mmHg (karena

peningkatan CO2 adalah peyebab masalah).

  • 2. Untuk asidosis yang berlangsung lebih dari 24 jam, maka kadar bikordinat plasma akan meningkat, lebih dari 26 mEa/e, yang mencerminkan kenyataan bahwa ginjal sedang mengekresikan lebih banya H+ dan menyerap lebih banyak baja.

  • 3. Apabila kompensasi ginjal berhasil, maka PH plasma akan rendah, tetapi berada pada rentang normal. Apabila kompensasi tidak berhasil maka PH memperlihatkan konsentrasi H+ yang tinggi (< 7,35).

  • 4. PH urine akan menjadi asam (menurun 6,0).

  • 5. PO2 sama dengan normal atau mengalami penurunan.

  • 6. Saturasi O2 sama dengan menurun.

  • 7. Kalium serum sama dengan normal atau meningkat.

  • 8. Kalsium serum sama dengan meningkat.

  • 9. Klorida sama dengan menurun.

    • 10. Asam laktat sama dengan meningkat.

    • 11. Roentgen dada untuk menentukan segala penyakit pernafasan.

    • 12. Pemeriksaan EKG : untuk mengidentifikasi segala keterlibatan jantung sebagai akibat PPOK.

e. Sebutkan tanda dan gejalanya asidosis respiratorik ?

  • 1. Hiperkapnea mendadak (kenaikan PaCO2) dapat menyebabkan peningkatan frekuensi nadi dan pernafasan, peningkatan tekanan darah, kusust piker, dan perasaan penat pada kepala.

    • 2. Peningkatan akut pada PaCO2 hingga mencapai 60 mmHg atau lebih mengakibatkan :

somnolen, kekacauan mental, stupor, dan akhirnya koma juga menyebabkan sindrom metabolic otak, yang dapat timbul asteriksis (flapping tremor) dan mioklonus (kedutan otot).

3.

Retensi O2 menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah otak, maka kongesti pembuluh

darah otak yang terkena menyebabkan peningkatan tekanan intra cranial dan dapat

bermanifestasi sebagai papilladema (pembengkakan dikus optikus yang terlihat pada pemeriksaan dengan optalmoskop).

  • 4. Hiperkalemia dapat terjadi sebagai akibat konsentrasi hydrogen memperburuk

mekanisme kompensatori dan berpindah kedalam sel, sehingga menyebabkan kalsium keluar

dari sel.

3. Retensi O2 menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah otak, maka kongesti pembuluh darah otak yang terkena menyebabkan

f. Jelaskan mekanisme terjadinya asidosis metabolik pada tubuh ?

Asidosis metabolik dapat terjadi pada keadaan berikut :

A.Peningkatan konsumsi komponen asam atau suatu bahan makanan yang dapat diubah menjadi asam seperti asam alkohol, metanol, etilen glikol Peningkatan pembentukan asam melalui metabolisme seperti pada penyakit kencing manis dengan kadar gula darah yang tidak terkendali dimana tubuh akan memecah lemak menjadi badan keton yang bersifat asam, dan pada keadaan gagal jantung dan syok dimana tubuh akan memecah karbohidrat menjadi asam laktat.

B. Penurunan pembuangan asam melalui ginjal pada penyakit gagal ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat membuang kelebihan asam dalam tubuh melalui urin untuk menjaga keseimbangan asam tubuh. Penurunan kadar bikarbonat dalam darah seperti pada keadaan diare dimana bikarbonat banyak terbuang bersamaan dengan cairan dan elektrolit melalui tinja pada saat terjadi buang air besar yang cair. Mekanisme Terjadinya Asidosis Metabolik

  • C. Penyakit seperti ketoasidosis diabetik ketoasidosis alkoholik dan uremia sebagai akibat dari ion-ion asam yang berlebihan yang tidak dapat diekskresi dengan cukup cepat untuk mencegah terjadinya asidosis

  • D. Menelan senyawa-senyawa asam seperti metanol, aspirin, etilen glikol, dan paraldehid menyebabkan asidosis metabolic yang hebat

  • E. Metabolisme anaerob yang diakibatkan oleh hipoksia seluler menghasilkan asidosis laktat. Keadaan ini dapat timbul pada pasien dengan sepsis, syok, kejang-kejang, ketoasidosis, dan uremia (Hunardja, 1998)

    • g. Sebutkan tanda dan gejala seseorang yang mengalami asidosis metabolik ?

Secara umum asidosis metabolik ditandai dengan napas yang cepat. Meski demikian gejala mungkin tidak spesifik, dan bisa bervariasi tergantung pada penyebabnya. Gejala umum lainnya yang dapat terjadi di antaranya adalah nyeri dada, sakit kepala, jantung berdebar, nyeri otot dan tulang, kelemahan otot, dan sakit perut. Selain itu asidosis laktat kadang-kadang ditandai dengan tekanan darah rendah dan anemia. Pada ketoasidosis diabetes, pasien mungkin menderita dari tingkat gula darah dan dehidrasi. Gejala lainnyanya adalah kecemasan dan rasa kantuk yang terjadi secara progresif. Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan juga merupakan gejala asidosis metabolik. Sementara itu, dalam kondisi ekstrim, dapat menyebabkan komplikasi parah seperti pingsan, koma, dan kejang

  • h. Jelaskan definisi alkalosis ?

jawab:

Alkalosis meningkatkan overeksitabilitas sistem saraf pusat. Jika berat alkalosis dapat menyebabakan kontraksi otot tetanik,konvulsi dan kematian akibat tetanus otot respiratorik

  • i. Jelaskan perbedaan alkalosis metabolik dan alkalosis respiratorik ?

jawab :Alkalosis Metabolik

adalah suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena tingginya kadar bikarbonat.Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam. Sebagai

contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang-kadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut). Pada kasus yang jarang, alkalosis metabolik terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti soda bikarbonat. Selain itu, alkalosis metabolik dapat terjadi bila kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak mempengaruhi kemampuan ginjal dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah. Penyebab utama akalosis metabolik: Penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam etakrinat), Kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambun, dan Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma Cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid). Alkalosis metabolik dapat menyebabkan iritabilitas (mudah tersinggung), otot berkedut dan kejang otot; atau tanpa gejala sama sekali. Bila terjadi alkalosis yang berat, dapat terjadikontraksi (pengerutan) dan spasme (kejang) otot yang berkepanjangan (tetani).

ALKALOSIS RESPIRATORIK

Pernapasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi, yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah: Rasa nyeri, Sirosis hati, Kadar oksigen darah yang rendah, Demam, Overdosis aspirin. Alkalosis respiratorik dapat membuat penderita merasa cemas dan dapat menyebabkan rasa gatal disekitar bibir dan wajah. Jika keadaannya makin memburuk, bisa terjadi kejang otot dan penurunan kesadaran.

j. Sebutkan penyebab terjadinya alkalosis ?

Alkalosis Respiratorik Penyebab : Pernafasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi, yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah: - rasa nyeri - sirosis hati - kadar oksigen darah yang rendah - demam - overdosis aspirin. Alkalosis Metabolik

Penyebab : Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam. Sebagai contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang-kadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut). Pada kasus yang jarang, alkalosis metabolik terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti soda bikarbonat. Selain itu, alkalosis metabolik dapat terjadi bila kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak mempengaruhi kemampuan ginjal dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah. Penyebab utama akalosis metabolik:

  • 1. Penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam etakrinat)

  • 2. Kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambung

  • 3. Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma Cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid).

k. Jelaskan perbedaan antara asidosis dan alkalosis ?

Asidosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.

Alkalosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.

Asidosis dan alkalosis bukan merupakan suatu penyakit tetapi lebih merupakan suatu akibat dari sejumlah penyakit.

  • 3. Alergi

a. Jelaskan Mekanisme terjadi alergi pada tubuh ?

Didalam tubuh terdapat 5 jenis antibodi atau imunologi, diantaranya adalah G, A, M, E, dan D. Yang banyak berperan pada reaksi alergi adalah antibodi atau imunoglobulin E. Antibodi atau imunoglobulin E tinggi terdapat didalam tubuh penderita yang mengidap penyakit alergi yang spesifik terhadap zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan reaksi

alergi (zat alergen), seperti debu, susu, ikan laut, dan sebagainya. Didalam jaringan tubuh, antibodi atau imunoglobulin E yang bereaksi pada alergen-alergen tersebut menempel pada sel mast, yaitu sel yang berperan pada reaksi alergi dan peradangan. Jika antibodi ini kontak lagi dengan zat-zat terkait, misalnya protein susu sapi, protein telur, tungau debu rumah dan lain-lain, maka sel mast ini akan mengalanu degranulasi (pecah) dan mengeluarkan zat-zat seperti histamin, kinin, dan bradikinin yang terkandung didalam granulanya yang berperan pada reaksi alergi. Zat-zat tersebutlah yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala alergi seperti gatal-gatal (biduran), sistem saluran pernafasan (alergi asma, rhinitis alergi), saluran cerna (diare, muntah), kuliy (eksim, biduran), mata (konjungtivitas alergika), dan susunan syaraf (sakit kepala dan lain-lain).

  • b. Apakah penyebab alergi dalam tubuh manusia ?

Ada beberapa hal yang umumnya dapat memicu alergi kulit antara lain:

  • Produk kosmetik; misalnya perias wajah, losion, deodoran, sabun, sampo, serta pewarna rambut.

  • Produk pembersih; seperti pembersih lantai, sabun cuci, disinfektan dan sejenisnya.

  • Obat-obatan yang dioleskan pada kulit, seperti krim antigatal atau antibiotik.

  • Aksesoris yang terbuat dari logam, misalnya nikel atau emas.

  • Tanaman, dapat mencakup daun, batang, atau serbuk sari.

  • Lateks, yaitu bahan yang digunakan untuk sarung tangan karet, kondom dan balon.

  • Semprotan serangga.

  • Parfum.

    • c. Jelaskan jenis-jenis alergi ?

Alergi seafood

Jenis alergi ini paling sering diderita oleh orang-orang disekitar kita seperti mengkonsumsi ikan, udang, tiram, dan jenis-jenis makanan laut lainnya dapat menyebabkan gejala alergi yang parah, yaitu anafilaktik. Memasak makanan tidak akan mengurangi efek reaksi alergi.

Alergi seks

Sebenarnya yang paling tepat bukan aktivitas seksnya yang membuat alergi namun reaksi alergi

timbul karena akibat kontak permukaan kulit dengan sperma untuk mengatasi masalah ini perempuan penderita alergi sperma harus mengenakan kondom setiap kali berhubungan seks.Namun dalam beberapa kasus ada juga beberapa perempuan yang alergi terhadap lateks atau bahan dasar kondom

Alergi udara dingin

Tubuh mengalami reaksi yang berlebih terhadap udara dingin dalam beberapa kasus terjadi rasa kedinginan tanpa disertai perubahan fisik pada tubuh. Namun yang paling berbahaya alergi ini dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kulit, serta timbul selaput lendir pada mulut dan

mata.

Alergi susu sapi

Susu sapi merupakan minuman yang cukup baik untuk kesehatan namun ada beberapa orang yang alergi akibat susu sapi biasanya penyakit ini terjadi pada anak-anak dan bayi. Pendeita alergi susu sapi dipengaruhi oleh jenis ras dan suku bangsa, bahkan dalam penelitian diketahui bahwa di Asia lebih banyak orang menderita alergi susu daripada Afrika dan Eropa.

Alergi telur

Sebenarnya jenis alergi ini dapat dipicu oleh 3 protein dalam telur yaitu ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin.Bagi penderita alergi yang masih ringan efek alergi dapat dihilangkan dengan cara memasak telur. Alergi ini biasanya akan alergi juga terhadap ayam, kalkun, dan jenis unggas lainnya.

Alergi debu

Penderita alergi debu akan sangat rentan terhadap debu yang umum dijumpai di rumah atau di

luar rumah apalagi ketika bersih-bersih.Namun sebetulnya, yang harus diwaspadai adalah tungau debu yang merupakan penyebab alergi. Tungau debu merupakan komponen debu yang berupa sejenis binatang yang sangat kecil.Tungau ini biasanya hidup di kasur atau bantal berisi kapuk, kain, karpet, tirai, mainan berbulu, selimut, dan sebagainya. Debu ini tersebar di berbagai sudut rumah dan jika terhirup penderita ai akan mengalami alergi. Hal inilah yang akan memicu terjadinya alergi. Gejala yang umum terjadi pada penderita alergi debu rumah seperti bersin-bersin dengan frekuensi yang sering, pilek, hidung berair, rasa gatal pada hidung, dan hidung tersumbat.

Alergi obat-obatan

alergi obat merupakan reaksi yang diberikan tubuh secara berlebihan karena konsumsi obat

tertentu meski dalam dosis ringan. Hal ini muncul secara tiba-tiba meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami alergi tersebut. Misal, seseorang yang biasa minum parasetamol, pada suatu ketika meminumnya, ia malah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh. Reaksinya bisa terjadi dengan lambat atau cepat. Gejala umum yang terjadi biasanya gatal, bercak kemerahan pada kulit, diare, ganggunan pernafasan seperti pilek, bersin, sesak nafas, mengalami gangguan jantung hingga shock atau hipotensi (tekanan darah rendah). Ada beberapa obat yang dianggap sering menimbulkan alergi yaitu penisilin, sulfonamid, obat penurun panas dan obat analgetik (penghilang rasa sakit). Selain jenis obat, metode pemberian obat juga memberi peranan dalam menimbulkan alergi.

4. Herpes

  • a. Jelaskan definisi penyakit tersebut ?

jawab :Herpes merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus anggota famili heperviritodae. Oleh karena itu apabila seseorang menderita penyakit ini maka akan terlihat suatu ruam bintik- bintik merah nanah yang berkelompok

  • b. Apakah penyebab terjadinya penyakit tersebut ?

Jawab : Penyakit ini biasanya disebabkan karena adanya infeksi virus pada kulit baik yang diperoleh secara eksogen maupun endogen. Di dalam penyakit herpes terdapat jenis virus yaitu bernama virus herpes simpleks dan virus jenis ini mengakibatkan munculnya luka-luka di permukaan kulit.Karenanya, gejala yang terlihat pada penderita adalah adanya lepuhan pada kulit penis atau vagina yang jika pecah mengeluarkan cairan bening dan terasa pedih. Setelah itu, luka ini secara perlahan-lahan akan meninggalkan bekas luka.

  • c. Jelaskan jenis herpes yang terjadi ?

Jawab

:1.

Herpes Zoster

Herpes zoster adalah herpes yang menyerang seluruh permukaan kulit. Dan biasanya pada daerah badan. Herpes tersebut merupakan herpes yang paling banyak diderita oleh pasien

dibandingkan dengan herpes simpleks.

Virus yang dapat menyebabkan seseorang terkena herpes zoster adalah bernama varicella zooster. Bentuk kelainan kulit diawali dengan bercak kemerahan pada daerah bercak kemerahan pada daerah yang sesuai dengan persarafan kulit yang terkena virus (unilateral).

Dalam 12-24 jam tampak bintil-bintil berair tersusun berkelompok di atas kulit yang kemerahan tersebut dan akan tumbuh terus, berlangsung selam 1-7 hari kemudian bintil berair tersebut berubah menjadi bintil bernanah dan selanjutnya mengering. Pada seseorang yang menderita penyakit ini maka akan terlihat gejala yang mirip seperti dengan penyakit cacar air.

  • 2. Herpes Simpleks

Herpes simpleks juga sering disebut juga dengan herpes genitalis adalah cacar herpes yang hanya menyerang pada daerah bibir, mulut, dan juga pada alat kelamin manusia. Virus yang terdapat pada herpes ini adalah herpes simpleks virus (HSV) banyak ditemukan. Virus ini memiliki predileksi pada lokasi-lokasi mukokutan, terjadi baik pada pejamu dengan sistem imun normal atau sistem imun yang tertekan dan ditransimiskan melalui kotank genital atau oral.

Ada 2 tipe virus HSV 1 dan HSV 2 yang mempunyai pola klinis dan epidemiologis yang berbeda walaupun juga dapat bertumpang tindih. Oleh karena itu sebagian besar orang yang mengalami infeksi HSV 1 pada masa anak-anak, sedangkan HSV 2 ditularkan melalui kontak seksual.

Infeksi rekuren sering terjadi akibat bentuk alten davirus pada ganglia sensoris. Pemicu terjadinya rekurensi yang telah ditemukan adalah stres, sinar matahari dan trauma lokal.

Herpes ini merupakan herpes yang sangat sulit untuk disembuhkan. Selain itu bagi penderita juga bisa sembuh dan bisa kambuh lagi kapan pun, seseorang yang terkena penyakit ini bisa disebabkan dengan hubungan seks yang tidak wajar.

5. Amandel

  • a. Jelaskan definisi pada penyakit tersebut ?

Amandel disebut juga dengan penyakit Toksin yaitu penyakit yang terjadi karena berkumpulnya jaringan limfoid didalam kerongkongan didaerah ujung lipatan belakang mulut. Penyakit ini terjadi akibat banyaknya kuman-kuman yang masuk rongga mulut, dan bersarang dalam lipatan- lipatan didaerah belakang mulut.

  • b. Apakah penyebab terjadinya penyakit tersebut ?

Penyebab utamanya penyakit ini adalah 70% adalah makanan. Adapun makanan yang dapat menyebabkan amandel biasanya berupa gorengan, makanan pedas, minuman dingin, makanan berminyak, dan makanan lainya yang menyebabkan berkembangnya bakteri dalam kerongkongan. Amandel dalam tenggoroan akan membesar karena perlawanan dari kelenjar getah bening dengan bakteri-bakteri dalam mulut. Selain bakteri terkadang virus-virus yang masuk dalam tubuh melalui mulut juga dapat membuat pembengkakan dalam toksin.

  • c. Apakah tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada penyakit tersebut ?

Tengorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher)

Nyeri saat menelan (menelan ludah ataupun makanan dan minuman) sehingga menjadi

malas makan. Nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga.

Demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot.

Dapat disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut,

pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher. Adakalanya penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung).

Pada pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.

  • d. Jelaskan mekanisme terjadinya penyakit tersebut dalam tubuh ?

Tonsil dibungkus oleh suatu kapsul yang sebagian besar berada pada fosa tonsil yang terfiksasi oleh jaringan ikat longgar. Tonsil terdiri dari banyak jaringan limfoid yang disebut folikel. Setiap folikel memiliki kanal (saluran) yang ujungnya bermuara pada permukaan tonsil. Muara tersebut tampak oleh kita berupa lubang yang disebut kripta.

Saat folikel mengalami peradangan, tonsil akan membengkak dan membentuk eksudat

VIII. IMUNITAS

1. Sindroma Lupus Erimatosus

 Pada pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan
  • a. Jelaskan definisi yang kamu ketahui mengenai gambar diatas ?

Lupus eritematosus sistemik (SLE) merupakan penyakit radang multisistem yang sebabnya belum diketahui, dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan fulminan atau kronik remisi dan eksaserbasi. Lupus eritematosus sistemik merupakan prototipe dari penyakit autoimun sistemik dimana autoantibodi dibentuk melawan sel tubuhnya sendiri. Karakteristik primer peyakit ini berupa kelemahan, nyeri sendi, dan traum berulang pada pembuluh darah.

Lupus eritematosus sistemik melibatkan hampir semua organ, namun paling sering mengenai kulit, sendi, darah, membran serosa, jantung dan ginjal.

b. Jelaskan mekanisme pada Sindroma Lupus Erimatosus ?

Mekanisme primerLupus eritematosus sistemikE adalah autoimunitas, suatu proses kompleks dimana sistem imun pasien menyerang selnya sendiri. Pada SLE, sel-T menganggap sel tubuhnya sendiri sebagai antigen asing dan berusaha mengeluarkannya dari tubuh. Diantara kejadian tersebut terjadi stimulasi limfosit sel B untuk menghasilkan antibodi, suatu molekul yang dibentuk untuk menyerang antigen spesifik. Ketika antibodi tersebut menyerang sel tubuhnya sendiri, maka disebut autoantibodi. Sel B menghasilkan sitokin. Sitokin tertentu disebut interleukin, seperti IL 10 dan IL 6, memegang peranan penting dalam SLE yaitu dengan mengatur sekresi autoantibodi oleh sel B.Pada sebagian besar pasie Lupus eritematosus sistemik E, antinuklear antibodi (ANA) adalah antibodi spesifik yang menyerang nukleus dan DNA sel yang sehat. Terdapat dua tipe ANA, yaitu anti-doule stranded DNA (anti-ds DNA) yang memegang peranan penting pada proses autoimun dan anti-Sm antibodies yang hanya spesifik untuk pasien SLE. Sekitar setengah dari pasien SLE memiliki antibodi antifosfolipid. Antibodi ini menyerang fosfolipid, suatu kumpulan lemak pada membran sel. Antifosfolipid meningkatkan resiko menggumpalnya darah, dan mungkin berperan dalam penyempitan pembuluh darah serta rendahnya jumlah hitung darah. Antibodi tersebut termasuk lupus antikoagulan (LAC) dan antibodi antikardiolipin (ACAs). Mungkin berupa golongan IgG, IgM, IgA yang berdiri sendiri-sendiri ataupun kombinasi. Sekalipun dapat ditemukan pada orang normal, namun mereka juga dihubungkan dengan sindrom antibodi antifosfolipid. Sindrom ini dapat terjadi sendirian atau bersamaan dengan Lupus eritematosus sistemikE atau gangguan autoimun lainnya.

c. Apakah penyebab Sindroma Lupus Erimatosus terjadi dalam tubuh manusia ?

  • 1. Faktor internal

Faktor internal disebabkan oleh faktor genetika yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian-bagian jaringan tubuh. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih beresiko diidap oleh orang dari beberapa ras, seperti Ras Amerika Afrika, Latin, Ras Asia Pasifik.

2. Faktor eksternal

Penyebab eksternal lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Faktor eksternal berarti serangkaian atau satuan penyebab yang merangsang reaksi zat antibodi yang akhirnya menyerang jaringan tubuh. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:

Stress berlebihan.

Penggunaan obat antibiotik seperti amoxilin, ampicilin.

Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu,

dan obat-obatan berbahan dasar sulfa seperti Bactrim dan septra, silsoxazole, tolbutamide

  • 2. Addison’s disease

c. Apakah penyebab Sindroma Lupus Erimatosus terjadi dalam tubuh manusia ? 1. Faktor internal Faktor internal