You are on page 1of 8

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN DAN

METROLOGI

Kelompok 13
Hafidho Ilham 1506716781
Immanuel Nunut 1506674362
Muhammad Akha Dewantoro 1506674135
William Melriz Pardede 1506745844

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS INDONESIA

DEPOK

2018
MODUL II

PENGUKURAN MIKROSKOP

A. LATAR BELAKANG
Proses Pengukuran dalam suatu Riset dan Penelitian merupakan salah satu hal
yang terpenting dan tidak dapat diabaikan. Dimana, banyak jenis alat ukur yang dapat
digunakan bergantung dari jenis pengukuran yang akan dilakukan. Salah satu alat ukur
diantaranya Mikroskrop, yang merupakan alat ukur untuk mengukur dimensi suatu objek
yang memiliki ukuran mikro.
Seperti praktikum yang dilakukan praktikan kali ini yaitu melakukan pengukuran
pada suatu objek yang disebut miniplate untuk mengukur dimensi dari miniplate tersebut
dengan menggunakan Mikroskop. Dimana, dengan dilkukannya praktikum kali ini,
praktikan akan mengetahui bagaimana perbedaan hasil pengukuran dengan menggunakan
alat dengan tingkat ketilitian yang kecil ( mistar ) dibandingkan dengan pengukuran
dengan menggunakan suatu Software Image Focus Euromax.

B. DATA DAN HASIL

Data Praktikum

Praktikan Digital (mm) Mistar (mm) True Value


Akha 0.91 87 0.88
William 1.00 97 0.88
Hafidho 1.02 96 0.88
Nunut 0.95 91 0.88
Average 0.97 92.75 0.88
R&R

Kelompok 13 Kelompok 16 Range


0.91 0.77 0.14
1.00 0.8 0.2
1.02 0.74 0.28
0.95 0.76 0.19
Dengan tabel tersebut, kelompok 13 dan kelompok 16 merupakan trial dan data dari
masing –masing kelompok merupakan part. Maka dari itu terdapat 2 Trial, 4 Part, dan 1
Appraiser.
1. Repeatability

Dengan table diatas, dihasilkan rata rata range 0.2025 dengan 1.21 sebesar ... , maka :
5.15 𝑥 0.2025
Repeatability = = 0.862
1.21
2. Reproducibility

dimana : n = jumlah part


r = jumlah trial

Sehingga,
5.15 ∗ 0.2025 2 0.8622

𝑅𝑒𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑖𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 = ( ) − = 𝟎. 𝟖𝟎𝟔
1.21 4∗2

Sehingga, RnR sistem yaitu

R&R = 1.18
Perhitungan Error Absolute and Error Relative :

C. Analisis Percobaan

Analisis Prosedur

Pada praktikum kali dilakukan pada tanggal 11 April 2018 pada pukul 15.00, yang
dilakukan di Laboratorium MRC lantai 4. Hal pertama yang harus dilakukan oleh praktikan
yaitu meletakan miniplate yang akan dijadikan objek pengukuran ke meja ukur, kemudian
praktikan memfokuskan gambar yang terdapat di monitor, lalu lakukan pengukuran dengan 2
alat ukur yaitu dengan menggunakan mistar dan juga dengan menggunakan Software Image
Focus yang sebelumnya sudah di kalibrasi terlebih dahulu.

Analisis Alat

Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini terdapat 2 jenis yaitu jenis digital dan
manual, untuk alat manual yang digunakan yaitu menggunakan mistar, dan alat digital yang
kami gunakan, yaitu menggunakan Mikroskop digital yang terkoneksi pada salah satu
software Image Focus. Pada penggunaan mistar, pembacaan skala oleh praktikan tidak presisi
dikarenakan angka yang tertera pada mistar sulit untuk dibaca. Hal ini menyebabkan hasil
pengukuran yang berbeda dengan menggunakan software cukup besar. Selain itu, garis gelap
yang terdapat pada pinggir benda, juga mengurangi tingkat presisi pembacaan

Analisis Hasil

Pada praktikum kali ini, hasil yang diperoleh praktikan memiliki nilai absolute error yang
cukup besar, hal ini dikarenakan beberapa kesalahan dalam pembacaan alat ukur, tingkat
pengetahuan praktikan dan beberapa kesalahan lain. Berdasarkan nilai absolute error yang
didapatkan, praktikan juga dapat menentukan nilai relative error yang ternyata terbilang
cukup besar. Perhitungan RnR juga dilakukan oleh praktikan untuk memastikan tingkat
kemungkinan kesalahan pengukuran yang terjadi, dengan melakukan pengukuran secara
Repeatability ( Beda Pengujian ) dan Reproducibility ( Beda Penguji ).

D. Kesimpulan

Pada praktikum mikroskop, didapatkan bahwa nilai rata-rata absolute error =


0.184669291 dan nilai rata-rata Relative Error = 20.99% . Maka, dapat disimpulkan bahwa
hasil pengukuran yang didapatkan tidak selalu sesuai dengan nilai true value. Berdasarkan
nilai RnR yang didapatkan yaitu 1.18. Maka dapat disimpulkan bahwa melakukan pengukuran
dan penguji lebih dari 1, menunjukan bahwa nilai hasil pengukuran dapat teruji secara
tervalidasi.
Tugas Tambahan

1. Mengapa hasil yang didapat oleh masing-masing praktikan memiliki nilai yang
berbeda?

Faktor paling utama yang mempengaruhi keakuratan nilai dalam pengukuran adalah
ketelitian praktikan sendiri dalam menggunakan alat dan membaca skalanya. Dalam
praktikum kali ini setiap praktikan mengukur menggunakan penggaris, dalam proses
pengukurannya bagaimana praktikan meletakkan penggaris dan posisi mata
praktikan saat membaca skala sangat berhubungan erat dengan hasil yang didapat.
Posisi meletakkan penggaris oleh praktikan bisa saja tidak tepat tegak lurus dengan
objek yang akan diukur. Selain itu ketidaktelitian pengukuran juga terjadi saat
mengukur menggunakan software, masing-masing praktikan mengukur jarak antar
titik diameter luar dan diameter dalam. Ada praktikan yang mengukur jarak antar
titik dengan meliputi daerah berbayang sekitar diameter luar, sehingga hasil yang
didapat bisa saja berbeda oleh setiap praktikan, walaupun bedanya hanya sedikit.

2. Bagaimana cara software pada laptop memperoleh hasil pengukuran?

Software memperoleh hasil pengukuran dengan prinsip dasar dari Image Analysis.
Image analysis adalah proses berbasis komputer untuk mengekstraksi informasi
kuantitatif dari gambar. Proses dimulai dengan input gambar dan diakhiri dengan
output data numeric. Image analysis membutuhkan peralatan komputer khusus yang
dilengkapi dengan imaging device, seperti kamera televisi, digabung dengan
mikroskop atau macroviewer. Dari imaging device yang dipakai, software komputer
akan melakukan perhitungan pengukuran dari input data (berupa garis) dan
disesuaikan dengan definisi skala awal yang kita tetapkan sehingga outputnya akan
berupa nominal angka yang sudah dikonversi dengan unit satuan yang kita inginkan.
Dokumentasi
1. Specimen
SUMBER

1. http://www.statisticshowto.com/relative-error/
2. http://www.statisticshowto.com/absolute-error/
3. https://www.microscopyu.com/microscopy-basics/linear-measurements-
micrometry