You are on page 1of 3

JAWABAN GEOFISIKA

1.
a) Metoda seismik refraksi (bias) memanfaatkan gelombang seismik yang direfraksikan
mengikuti batas-batas lapisan batuan di bawah permukaan. Sedangkan Metoda seismik
refleksi (pantul) memanfaatkan waktu tempuh perambatan gelombang yang dipantulkan
kembali oleh bidang batas batuan. Salah satu kegunaan utama Eksplorasi Geofisika
Menggunakan Metode Seismik yaitu bertujuan untuk memberikan informasi mengenai
geologi bawah permukaan.
b) Metode seismik memiliki 3 tahapan, yaitu Pengumpulan data seismik (akuisisi data
seismik): semua kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan data sejak survey
pendahuluan dengan survey detail. Pengolahan data seismik (processing data seismik):
kegiatan untuk mengolah data rekaman di lapangan (raw data) dan diubah ke bentuk
penampang seismik migrasi. Interpretasi data seismik: kegiatan yang dimulai dengan
penelusuran horison, pembacaan waktu, dan plotting pada penampang seismik yang
hasilnya disajikan atau dipetakan pada peta dasar yang berguna untuk mengetahui
struktur atau model geologi bawah permukaan.

2. Secara umum metode interpretasi seismik refraksi dapat dikelompokkan menjadi tiga
kelompok utama, yaitu intercept time, delay time method dan wave frontmethod

3.

a) Logging adalah metode atau teknik untuk mengkarakterisasi formasi di bawah


permukaan dengan pengukuran parameter – parameter fisis batuan dalam lubang bor,
sedangkan log adalah hasil rekaman dalam fungsi kedalaman terhadap proses logging.
b) Kegiatan ini sangat penting bagi seorang geologist karena dengan melakukan kegiatan
logging, maka geologist dapat mengetahui formasi batuan apa saja yang ada dibawah
permukaan yang hendak di eksplorasi.

4. Jenis log yang biasa digunakan:


1. Log listrik merupakan suatu plot antara sifat-sifat listrik lapisan yang ditembus lubang
bor dengan kedalaman. Sifat-sifat ini diukur dengan berbagai variasi konfigurasi
elektrode yang diturunkan ke dalam lubang bor.
2. Log radioaktif dapat digunakan pada sumur yang dicasing (cased hole) maupun yang
tidak dicasing (open hole). Keuntungan dari log radioaktif ini dibandingkan dengan log
listrik adalah tidak banyak dipengaruhi oleh keadaan lubang bor dan jenis lumpur. Dari
tujuan pengukuran, Log Radioaktif dapat dibedakan menjadi: alat pengukur lithologi
seperti Gamma Ray Log, alat pengukur porositas seperti Neutron Log dan Density Log.
Hasil pengukuran alat porositas dapat digunakan pula untuk mengidentifikasi lithologi
dengan hasil yang memadai.
3. Sonic Log, Log ini merupakan jenis log yang digunakan untuk mengukur porositas,
selain density log dan neutron log dengan cara mengukur interval transite time (Δt),
yaitu waktu yang dibutuhkan oleh gelombang suara untuk merambat didalam batuan
formasi sejauh 1 ft. Peralatan sonic log menggunakan sebuah transmitter (pemancar
gelombang suara) dan dua buah receiver (penerima). Jarak antar keduanya adalah 1 ft.
4. Caliper log merupakan suatu kurva yang memberikan gambaran kondisi (diameter) dan
lithologi terhadap kedalaman lubang bor. Untuk menyesuaikan dengan kondisi lubang
bor, peralatan caliper log dilengkapi dengan pegas yang dapat mengembang secara
fleksibel. Ujung paling bawah dari pegas tersebut dihubungkan dengan rod. Posisi rod
ini tergantung pada kompresi dari spring dan ukuran lubang bor.

5. Tahapan Eksplorasi Geofisika

1. Studi Pendahuluan: Tahap ini merupakan aktifitas persiapan sebelum melakukan


kegiatan di lapangan yang meliputi studi literatur dari hasil penelitian terdahulu terhadap
daerah yang akan diselidiki, mempelajari konsep-konsep geologi, interpretasi foto udara
maupun citra landsat dan studi model mineralisasi yang diperkirakan berdasarkan data
geologi yang ada, penyiapan peta kerja, peralatan, membuat rencana percontohan, dan
melakukan proses perizinan dengan instansi terkait. Studi pendahuluan ini akan sangat
membantu kelancaran kerja selanjutnya di lapangan.
2. Survai Tinjau (Reconnaissance): Pada tahap ini dilakukan survai (peninjauan) secara
sepintas pada daerah-daerah yang diperkirakan menarik berdasarkan dari data geologi
guna mengetahui indikasi mineralisasi di lapangan. Peninjauan langsung di lapangan
dengan melakukan pengamatan terhadap endapan sungai aktif. Skala peta yang dipakai
adalah mulai dari 1:200.000 sampai dengan 1:100.000.
3. Prospeksi Umum (General Prospection): Tahapan prospeksi dilakukan untuk
mempersempit daerah yg mengandung cebakan mineral yang potensial. Kegiatan
penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan pengambilan percontoh awal,
misalnya paritan dan pemboran yang terbatas, studi geokimia dan geofisika, yang
tujuannya adalah untuk mengidentifikasi suatu Sumberdaya Mineral Tereka (Inferred
Mineral Resources) yang perkiraan kuantitas dan kualitasnya dihitung berdasarkan hasil
analisis kegiatan di atas
4. Eksplorasi: Tahapan ini merupakan tahapan lanjutan setelah survey tinjau dan prospeksi.
Tujuan tahap eksplorasi adalah untuk mengetahui sumber daya cebakan mineral secara
rinci, yaitu untuk mengetahui, menemukan, mengidentifikasi dan menentukan gambaran
geologi dan pemineralan berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas
suatu endapan mineral untuk kemudian dapat dilakukan analisa/kajian kemungkinan
dilakukannya pengembangan secara ekonomis.