You are on page 1of 8

95, Inovtek, Volume 6, Nomor 2, Oktober 2016, hlm.

95 - 102

DIFUSIVITAS ALIRAN FLUIDA MINYAK PADA RESERVOIR DAN


MODIFIKASINYA UNTUK UJI ALIR DAN TUTUP

Hardiyanto
Program Studi DIII Nautika Politeknik Negeri Bengkalis
hardiyanto@polbeng.ac.id

Abstrak

Aliran fluida dalam media berpori digambarkan dengan persamaan difusivitas yang solusinya dapat digunakan
sebagai indikator untuk mengenali karakterisitik dari suatu reservoir. Untuk mencari solusi persamaan difusivitas
ini diperlukan dua syarat batas sebagai syarat dalam dimensi ruang dan satu syarat keadaan awal sebagai syarat
dimensi waktu. Solusi tersebut ditentukan dengan menggunakan Transformasi Laplace. Solusi tersebut
selanjutnya digunakan sebagai analisis uji penurunan tekanan pada uji alir dan tutup. Hasil plot dari solusi
diperoleh nilai parameter reservoir diantaranya permeabilitas, volume reservoir, dan tekanan rata-rata.

Kata-kata kunci: persamaan difusivitas, tekanan transien,drawdown-Buildup.

Abstract

The fluid flow in porous media is illustrated by a diffusivity equation whose solution can be used as an indicator
to recognize the characteristic of a reservoir. To find a solution of this diffusivity equation takes two boundary
conditions as space dimension and one dimension of the initial state as a condition for the time dimension. The
solution is determined by using the Laplace transform and then used as a test analysis of pressure drop in a flow
test (Pressure Drawdown Test) and Pressure buildup Test. The plot of the solution used to prediction reservoir
parameters such as permeability, volume of the reservoir and the average pressure.

Keywords: diffusion equation, the pressure transient, the drawdown-buildup.

PENDAHULUAN Tutup (Buildup Test). Uji tersebut digunakan


untuk mengetahui nilai permeabilitas
Salah satu karakteristik utama yang selalu maupun faktor-faktor lain yang ikut
ingin diketahui dari suatu reservoir adalah mempengaruhi aliran fluida dalam media
tingkat atau kapasitas produksi sebagai berpori
fungsi dari waktu. Untuk mengetahui hal Dalam penelitian ini dilakukan penurunan
tersebut, biasanya digunakan model yang persamaan difusivitas yang selanjutnya
mengaitkan laju alir dan/atau tekanan dimodfikasi sehingga bisa digunakan untuk
terhadap waktu. Model yangdimaksud di sini memprediksi karakteristik reservoir
adalah model matematis yang Beberapa sifat yang perlu diketahui
mendeskripsikan aliran dalam batuan sebelum melakukan salah satu metoda
reservoir dimana batuan berperan sebagai peningkatan perolehan minyak yaitu
media alir berpori. Model matematis porositas, permeabilitas, saturasi, ,
tersebutdisebut dengan persamaan wettability dan kompresibilitas batuan.
difusivitas. Solusi terhadap persamaan ini,
baik solusi analitik maupun solusi numerik TINJAUAN PUSTAKA
(yang umumnya menggunakan pendekatan Porositas
finite difference) merupakan dasar untuk Porositas merupakan persentase dari total
melakukan evaluasi dan analisis kinerja ruang yang tersedia untuk ditempati oleh
produksi dan peramalan kinerja reservoir cairan dan gas. Porositas bisa terbentuk
pada waktu yang akan datang. Solusi disebabkan oleh celah dari pertemuan butir-
persamaan difuivitas ini bisa digunakan butir pasir, serta adanya retakkan.
sebagai dasar analisis aliran dalam reservoir. Permeabilitas
Solusi ini yang sering digunakan untuk Permeabilitas di definisikan sebagai
analisa sumur produksi yang salah satunya kemampuan batuan dalam mengalirkan
adalah uji alir (Drawdown test) dan Uji cairan. Apabila media berpori pada batuan
Difusivitas Aliran Fluida….. 96

tidak saling berhubungan maka batuan ini Dalam penelitian ini digunakan metode
dikatakan tidak mempunyai permeabilitas, transformasi. Transformasi yang dapat
satuan dari permeabilitas adalah darcy. digunakan adalah transformasi Laplace
Karena nilainya dapat dihitung dengan untuk menentukan solusi persamaan
hukum darcy pada aliran berpori. difusivitas.
Wettability
Wettability didefinisikan sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN
kecenderungan dari suatu fluida untuk Persamaan diferensial dasar untuk aliran
menyebar atau melekat kepermukaan radial dalam media berpori ini akan
batuan dengan adanya fluida tak menunjukkan bagaimana aliran fluida di
tercampur lainnya. Sebuah cairan fluida akan daerah sekitar lubang bor. untuk
bersifat membasahi bila gaya adhesi antara mendapatkan persamaan diferesnisal
batuan dari partikel cairan lebih besar dari diasumsikan aliran bergerak secara radial
pada gaya kohesi antar partikel cairan itu menuju lubang bor, reservoir dianggap
sendiri. homogen, reservoir memiliki permeabilitas
Persamaan Aliran fluida isotropik, tekanan konstan dan formasi
Persamaan diferensial dasar untuk aliran sepenuhnya disaturasi 1 fasa.
radial dalam media berpori ini akan Dengan mengaplikasikan hukum
menunjukkan bagaimana aliran fluida di kekekalan aliran massa, persamaan keadaan
daerah sekitar lubang bor. Namun untuk dan hukum darcy didapat persamaan sebagai
membuat suatu persamaan yang berikut :
menggambarkan keadaan sama dengan 2
d p 1 dp  c dp
keadaan tidaklah mudah, sehingga untuk 2
  (1)
dr r dr k dt
memudahkan analisa maka dilakukan atau dapat dituliskan dalam satuan lapangan
penyederhanaan sehingga diperoleh sbagai berikut:
persamaan yang dikenal dengan persamaan 2
 c
difusi aliran fluida dalam media berpori.
d p 1 dp
 
dp
(2)
2 r dr  4
dr 2 , 634 x10 k dt
METODE Untuk mendapaatkan solusi analitik
Persamaaan difusivitas diperoleh dari persamaan difusivitas, terlebih dahulu
persamaan kontinuitas yang memodelkan persamaan tersebut ditransformasikan
perubahan jumlah massa terhadap perubahan kedalam bentuk tak berdimensi dengan
waktu. Dengan kata lain, pada dasarnya mendefinisikan variabel tak berdimensi
persamaan ini menyatakan hukum kekekalan berdasarkan keadaan keadaan produksi di
massa. sumur produksi. Keadaaan sumur produksi
Persamaan difusivitas diperoleh dengan dapat dibagi menjadi dua keadaan yaitu laju
menggabungkan persamaan-persamaan yang produksi sumur konstan dan tekanan sumur
terkait satu sama lain dalam menyatakan produksi konstan sebagai berikut:
hubungan dengan perubahan jumlah dan kh ( pi  p ) r
pD  , rD 
keadaan massa pada suatuwaktu dan pada 141, 2 qB rw
(3)
lokasi tertentu.
tersebut adalah:
Persamaan-persamaan
tD 
2,634 x10 4 kt , rDe 
re
2
1. Persamaan kontinuitas (continuity crw rw
equation), yaitu hukum kekekalan massa Untuk mendapaatkan solusi analitik
2. Persamaan gerak (equation of motion, persamaan difusivitas, terlebih dahulu
EOM), yaitu hukum Darcy persamaan tersebut ditransformasikan
3. Persamaan keadaan (equation of state, kedalam bentuk tak berdimensi dengan
EOS), yang menyatakan hubungan mendefinisikan variabel tak berdimensi
keadaan (state) dari material terhadap berdasarkan keadaan keadaan produksi di
perubahan tekanan sumur produksi. Keadaaan sumur produksi
97, Inovtek, Volume 6, Nomor 2, Oktober 2016, hlm. 95 - 102

dapat dibagi menjadi dua keadaan yaitu laju Persamaan tersebut di inverskan dari
produksi sumur konstan dan tekanan sumur ruang laplace[4] sehingga diperoleh
produksi konstan. persasmaan dalam satuan lapangan dan
Variabel tak berdimensi untuk tekanan mengganti variabel tak berdimensi menjadi:
sumur produksi konstan dapat dituliskan 70,6qB   cr 
2
pr , t   pi  Ei  
sebagai berikut:  0,00105kt  (8)
141, 2 qB
kh  
qD 

kh pi  p wf  Untuk sumur diproduksi dengan tekanan
(4)
pi  p konstan dan jari-jari reservoir tak terbatas
pD 
pi  p wf (infinite acting)
Syarat batas dalam pada sumur :
Sehingga persamaan difusi (persamaan 4)
di transformasikan kedalam variabel tak p ( r  rw , t )  p w
berdimensi menjadi : Syarat batas luar reservoir:
2
d p 1 dp D dp lim p ( re , t )  pi
D
  D
(5) re 
2 r dr dt
dr
D D D D
Syarat batas tersebut di transformasikan
Persamaan 5 merupakan bentuk umum ke ruang laplace sebelum digunakan untuk
persamaan diferensial yang memiliki solusi mencari solusi khusus persamaan 6.
umum dalam bentuk fungsi bessel Sehingga diperoleh solusi khusus sebagai
termodisikasi. Solusi persamaan tersebut berikut:
dapat dituliskan sebagai berikut:

 

K 0 rD s 

 
p  AI 0 rD s  BK 0 rD s   (6)
p rD , t D 
sK0 s  
Invers untuk transformasi laplace ini
Untuk mencari solusi khusus tertentu menurut Van Everdingen dan Hurst (The
digunakan dua syarat batas diatas. Adapun Application of the Laplace Transformation
dua syarat batas itu adalah syarat batas pada to Flow Problems in Reservoirs, Petroleum
sumur dan syarat batas luar reservoir. Transactions AIME, 305-324, 1949) dapat
Jjika sumur diproduksi dengan laju dituliskan menjadi:
produksi konstan dan reservoir tak terbatas
(infinite acting).  
p rD , t D 
2

syarat batas dalam pada sumur : 


(9)
 
2
u tD
p 141, 2 qB
  (1  e ) J 0 (u )Y0 (urD )  Y0 (u ) J 0 (urD )

 
lim r
rw 0 r kh  2 2 2
0 u J 0 (u )  Y0 (u )
Syarat batas luar reservoir:
Apabila sumur diproduksi dengan laju
lim p ( re , t )  pi konstan dan reservoir tertutup (tidak ada
re 
aliran dibatas reservoir)
Syarat batas tersebut di transformasikan syarat batas dalam pada sumur :
ke ruang laplace sebelum digunakan untuk
mencari solusi khusus persamaan 6. p 141, 2 qB
lim r 
Sehingga diperoleh solusi khusus sebagai rw 0 r kh
berikut: syarat batas luar reservoir:
 1
p  K 0 rD s  
s p qB
lim r  141, 2 0
r rDe r kh
Difusivitas Aliran Fluida….. 98

   
 I rDe s K 0 rD s  K 0 rDe s I 0 rD s
p 0
   
    
Syarat batas tersebut di transformasikan
  
3
ke ruang laplace sebelum digunakan s 2 K 0 rDe s I1 s  I 0 rDe s K1 s
untukmencari solusi khusus persamaan 6.
Sehingga diperoleh solusi khusus sebagai Menurut Matthews dan Russell ( Pressure
berikut: Buildup and Flow Test in Wells, Society of
       
 K1 rDe s I 0 rD s  I1 rDe s K 0 rD s
p
Petroleum Engineers of AIME, 1967) yang
mengikuti carslaw dan jaegar (Conduction
3
       
s 2 I1 rDe s K1 s  K1 rDe s I1 s of heat in solid, 1959)[3], solusi untuk kasus
ini adalah :
Menurut Matthews dan Russell ( Pressure qB
Buildup and Flow Test in Wells, Society of  
p rw , t  pi  141, 2 ln rDe
kh
Petroleum Engineers of AIME, 1967)[3] (12)
sebagai berikut.  e
n2tD 2
J 0 rDe  n  
2 
n1  J   J 2 r 
2
n 1 n
2
   
0 De n 
 rD2  r2
pD 
1
  t D   De ln rD
rDe  1   r2 1 dan yang terakhir jika diasumsikan sumur
2
 4  De
(10) diproduksi dengan tekanan konstan dan
4 4 2 2
3rDe  4 rDe ln rDe  2 rDe  rDe  1 tekanan pada batas reservoir juga konstan

2
4( rDe  1)
2 syarat batas dalam pada sumur :

p r  rw , t   pw
atau jika ditulis dalam satuan lapangan dan syarat batas luar reservoir:
mengganti variabel tak berdimensi menjadi:
lim p ( re , t )  pi
re 
  Syarat batas tersebut di transformasikan
qB  2t D 3
p ( rw , t )  pi  141, 2  ln r 
kh  r 2 De 4 
 keruang laplace sebelum digunakan
 De  untukmencari solusi khusus persamaan 6.
(11)
   2t  Sehingga diperoleh solusi khusus sebagai
 n D J 2  r   
qB  
2e  
1  De n   berikut:
       
 141, 2 
       
 K rDe s I 0 rD s  I 0 rDe s K 0 rD s
kh n  1 2 2 
   J  r    J 2     

n  1  De n  1  n  

p 0
        
s K 0 rDe s I 0 s  K 0 s I 0 rDe s

Selanjutnya jika sumur diproduksi dengan


Transformsi laplace dari solusi diatas
laju konstan dan tekanan konstan pada batas
tidak bisa diselesaikan secara manual.
reservoir
Namun Zimmerman(Flow in Porous media
syarat batas dalam pada sumur :
,2003-2004) melakukan penurunan dengan
cara yang berbeda mendapat kan solusi
p 141, 2 qB
lim r  untuk kasus ini sebagai berikut :
rw 0 r kh
syarat batas luar reservoir: 
ln rD / rDe 

p re , t   pi pD  
ln rDe
(14)
Syarat batas tersebut di transformasikan
keruang laplace sebelum digunakan
 U n (  n rD ) e
 
n2tD
  
J 0  n J 0 rDe  n 
untukmencari solusi khusus persamaan 6. n1 2
 
2
J 0  n  J 0 rDe  n  
Sehingga diperoleh solusi khusus sebagai
berikut:
99, Inovtek, Volume 6, Nomor 2, Oktober 2016, hlm. 95 - 102

dengan atau jika ditulis dalam bentuk lain sebagai


      
U n (  n rD )  Y0  n J 0 rD  n  J 0  n Y0 rD  n  berikut:

Selanjutnya solusi solusi persamaan difusi qB  0,000527 kt re 3


p wf  p i  141, 2   ln   (13)
dyang dikemukakan diatas dikoreksi dengan kh  c re2 rw 4 
mengambil aproksimasi agar bisa digunakan  
untuk menngambarkan aliran saat proses uji Steady-state terjadi pada selang waktu
alir dan uji tutup berlangsung. Aproksimasi yang sangat besar atau lama ( sumur sudah
ini berdasarkan pembagian waktu aliran pada diproduksi dengan sangat lama) pada suatu
saat gangguan tekanan diberikan. Pembagian sistem reservoir dengan kondisi batas luar
dikelompokan ke dalam tiga periode yaitu reservoir berupa tekanan konstan atau
periode transient, periode pseudosteady state dengan kata lain tidak ada perubahan
dan steady state. tekanan terhadap waktu. Sehingga untuk
Periode transient terjadi pada saat awal mendapatkan solusi yang sesuai dengan
produksi ketika efek batas luar reservoir keadaan diatas maka dalam kasus diambil
belum terasa di sumur sehingga reservoir syarat batas constant pressure outary
berperilaku seperti halnya tidak ada batas boundary dan constant-rate production.
(reservoir bersifat infinite-acting). Sehingga Solusi untuk periode ini dapat diambil dari
untuk keadaan ini digunakan persamaan 11 persamaan yang solusinya merupakan
untuk menggambarkan keadaan aliran. persamaan darcy dalam arah radial.
Untuk harga argumen x yang kecil (yaitu x <
0.01) maka Ei(x) dapat didekati oleh harga qB re
p wf  p i  141, 2 ln (16)
logaritmik [1] sehingga persamaan 15 dapat kh rw
dituliskan menjadi:
Untuk membuktikan bahwa persamaan-
162,6 qB   kt   persamaan diatas bisa digunakan untuk
 
p r , t  pi  log   3,23 (15)
2 memprediksi suatu aliran pada suatu
kh   cr   reservoir maka diambil data produksi dan
reservoir sumur X dari hasil simulasi
Pada periode pseudosteady-state terjadi menggunakan simulator CMG-IMAX[2].
ketika semua batas reservoir pada closed
reservoir system sudah “terasa” yaitu
gangguan akibat aktivitas produksi sudah
Nilai
sampai di batas reservoir. Kondisi N Paramet
Sumur Satuan
pseudosteady state ini terkait dengan 0 er Sumur1
2
keadaan reservoir terbatas (finite-bounded)
1 h 93 30 ft
yang mempunyai kondisi tidak ada aliran
(no-flow outer boundary condition) dan 2  1 1 cp
sumur berproduksi dengan laju alir konstan. 3  0,15 0,15
Sehingga digunakan persamaan 11 untuk 4 q 800 800 Stb/day
menggambarkan aliran. Untuk priode aliran 1,25 bbl/ST
pseudosteady-state terjadi pada masa 5 B 1,25 B
produksi yang sudah lama (pada harga t yang 6 re 500 500 ft
besar) maka solusi pendekatan dan asumsi 7 rw 0,5 0,5 ft
rDe>>1 dan rD=1 dapat dapat dutuliskan: 4150/309 3097
8 pi/pwf 7 psi
1,00E-
 
2t D 3
p D 1, t D   ln rDe 
2
rDe 4 9 c 1,00E-05 05 1/psi
10 tp - 23 hour
Difusivitas Aliran Fluida….. 100

Setelah data itu dimasukkan ke persamaan Dari grafik diatas maka dapat dilihat garis
sesuai dengan periode periode yang telah linier merah terjadi pada waktu pada 3<t<30,
ditentukan diatas maka diperoleh grafik sehingga waktu tersebut merupakan waktu
sebagai berikut: MTR (Midle Time Region). Sedangkan
untuk t<4 dan t>20 berturut-turut adalah
ERT (Early Time Region) dan LTR (Late
Time Region). Untuk memprediksi
permeabilitas reservoir dilakukan plot
semilog antara pwf dan t, maka diperoleh
grafik seperti berikut.

Gamba 2. Hasil plot distribusi tekanan


transient

Dari grafik diatas terlihat bahwa saat sumur


diproduksi dengan laju konstan maka terjadi
penurunan tekanan. Hal ini analogi dengan
keadaan suatu reservoir saat diawal mulai
diproduksi dan penurunan tekanan dibatas
reservoir belum terasa.

Untuk menghitung parameter reservoir maka Gambar 4. Grafik Semilog tekanan formasi
dilakukan langkah-langkah seperti yang sumur terhadap waktu.
dijelaskan pada prosedur analisis data pada
bab sebelumnya. Dalam analisis data uji alir Dari grafik tersebut terlihat bahwa
pada sumur 1 ini terlebih dahulu dilakukan penurunan tekanan di lubang sumur produksi
pembagian agar bisa dianalisis sesuai munurun secara konstan selama rentang
persamaan yang berlaku. Untuk mengetahui wajktu tertentu. Hal tersebut bersesuai
pembagian region ini dilakukan plot log-log dengan definisi Pseudosteady state artinya
antara pwf dan t yang hasilnya dapat dilihat tekanan di setiap titik di reservoir menurun
sebagai berikut. terhadap waktu dengan laju penurunan
konstan.

Dari plot semilog dicari nilai kemiringan


atau gradient pada daerah MTR:

pwf  8,677 ln t  4008,4


 pwf  19,98 log t  4008,4

dpwf
m  19,98
d log t

Selanjutnya dicari permeabilitasnya sesuai


Gamba 3. Grafik log-log plot tekanan formasi persamaan:
sumur terhadap waktu
101, Inovtek, Volume 6, Nomor 2, Oktober 2016, hlm. 95 - 102

k
162,6qB 162,6 x550 x3,3x1,55
  246,1md Selanjutnya untuk pengujian memasuki
mh 19,98 x93 periode pseudosteady-state dapat digunakan
untuk memprediksi volume reservoir dengan
mengamati bagian linier pada plot antara pwf
dan t di bagian LTR (late time region).
Dengan diketahui gradient maka melalui Dengan memodifikasi solusi untuk periode
nilai faktor skin atau faktor formasi disekitar yang dijelaskan diatas dengan memasukan
lubang sumur dapat dihitung dengan faktor kerusakan disekitar lubang sumur
persamaan berikut. (skin faktor), dan faktor volume resesrvoir
 pi  pijam
s  1,151
 k 
 log

  3,23 maka hasilnya dapat digunakan untuk
2 
 m  crw   menganalisa beberapa parameter reservoir
 4150  4008,4
 1,151

 log
246,1  
  3,23  2,75
dalam uji alir yang disajikan pada tabel 1
 19 ,98  0,34 x 3,3 x10 5
x 0,5 2
  berikut ini.

ps  0,869ms  0,869x19,98x(2,75)  47,75 psi


Tabel 1. Pengelompokan solusi dan peneranpan persamaan difusivitas pada reservoir

Parameter Yang di Prediksi Hasil modifikasi persamaan

162,6qB
permeabilitas k
mh

 pi  p wf  kt  
Faktor kerusakan disekitar lubang s  1,151  log   3, 23
sumur (skin faktor)   cr 2  
m
 w 

qB   re  3 
Tekanan rata-rata reservoir p  p wf  141, 2 ln    s
kh   rw  4 

k j h p  p wf 
q
Laju Produksi   re  3 
141, 2 B ln
   
  rw  4 
kh
PI 
Productivity Index 1  4A  
141, 2 B  ln   s
 2 
 2  C A rw  
p  p wf  p s
Efesiensi aliran FE 
p  p wf

Dalam analisis uji tutup (pressure dengan sumur pertama dialirkan dengan
drawdown test) di turunkan dengan prinsip laju konstan sebesar –q (diinjeksikan)
superposisi (superposotion in time). sementara sumur pertama dibiarkan tetep
Misalkan suatu sumur dialirkan dengan mengalir dengan laju alir q. waktu
laju produksi konstan sebesar q. Pada watu pengaliran sumur kedua dinyatakan t.
t = tp, sumur kedua yang berlokasi sama
Difusivitas Aliran Fluida….. 102

Ketika pengaruh kedua sumur 1972. Rice Chemistry and Technology.


dijumlahkan sebagai aplikasi dari American Association of Cereal Chemist, Inc.
Minnesota[1]
superposisi, hasilnya adalah model yang
menggambarkan sebuah sumur yang Gringarten, Alain C., Ramey, . 1972. Pressure
diproduksi pada laju q selama tp dan Analysis for Fractured Wells. Journal SPE
kemudian ditutup selama t. Oleh karena 4051 presented at the SPEAIME 47th Annual
itu, untuk menganalisis data pressure Fall Meeting, San Antonio, Tex., Oct. 8-11,
1972.
buildup test digunakan aproksimasi
logaritmik persamaan 17 untuk masing- Hardiyanto. 2016. Penggunaa persamaan difusi
masing sumur sehingga diperoleh : aliran satu fase untuk pengukuran beberapa
qB  t p  t  sifat fisik. Tesis. Institut Teknologi bandung.
log
p ws  p i  162,6
 t  (17) Bandung. [2]
kh  
Habte ,A. D. 2009. Pressure Analysis Of A Well
With An Inclined Asymmetric Hydraulic
Dari hasil plot test buildup ini bisa Fracture. Thesis IN PETROLEUM
digunakan untuk memprediksi ENGINEERING.Abuja-Nigeria
permeabilitas dari kemiringan hrner plot: Horner, D. R. 1951. "Pressure Build-Up in
Wells,"Proc., Third World . The Hague
162,6 qB
k 
mh John lee. Well testing. First Printing. New York,
Dengan cara yang sama seperti pada Macmillan (1982), [2]
analisis data hasil pressure drawdowwn
Odeh, A.S.: “Pressure Drawdown Analysis,
test, untuk menentukan faktor skin dapat Variabel-Rate Case” Journal Of Petroleum
diperoleh: Technology, vol 960. 08-1995[3]
 p ws  p wf   1,696crw 2  

   log   Mattews, C.S. and Russell, D.G.Pressure Buildup
    
m   k t
 and Flow Tests in Wells SPE Monograph
s  1,151  vol.1, Henry L. Doherty series SPE of AIME,
  t p  t   N.Y. 1967[4]
 
  log t  
  p   Ramey, H. J., Jr. 1970.: "Short-Time Well Test Data
Interpretation in the Presence of Skin Effect
and Wellbore Storage," J. Pet.

KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas maka dapat


disimpulkan bahwa dari solusi persamaan
difusi dapat digunakan untuk
memeperediksi nilai parameter reservoir
diantaranya permeabilitas, volume dari
suatu reservoir dan tekanan rata-rata dan
beberapa faktor produksi lain seperti
productivity index dan efesiensi aliran .

DAFTAR PUSTAKA
Abramowitz, M. & Stegun, I. A. (eds.) Handbook
of Mathematical Functions Dover
Publications, inc., NY, [1]

Beegs .H.D, 1989, “Production Optimization Using


NODAL Analysis OGCI and Petroskills
Publication ,Tulsa, Oklahoma Houston D.F.