You are on page 1of 2

Nama : Kurnia hariani

Kls : 2C
NPM : 017.01.3448
“ HUBUNGAN STRES CAREGIVER DENGAN KUALITAS KOMUNIKASI
INTERPERSONAL PADA LANSIA”

Populasi lanjut usia di Indonesia di proyeksikan antara tahun 1990-2025 akan naik
414% suatu angka yang tertinggi diseluruh dunia (United States Bureau of the Cencus
dalam Darmojo dan Martono, 2011). Pada lanjut usia (lansia), akan terjadi perubahan
fisik/biologis, psikologis, sosial dan ekonomi, yang mengakibatkan penurunan
kemampuan lansia dalam beraktivitas, sehingga akan berpengaruh pada kemandirian lansia
(S.Tamher & Noorkasiani, 2009). Ketidakmampuan lansia dalam memenuhi kebutuhan
sehari-harinya kebanyakan dikarenakan oleh proses penuaan dan berbagai penyakit seperti:
darah tinggi, diabetes, stroke, asam urat, osteoporosis. Sehingga membutuhkan bantuan
orang lain atau caregiver untuk menjaga lansia.
Stres dapat dialami oleh setiap individu termasuk caregiver lansia. Caregiver lansia
beresiko tinggi mengalami stres karena harus menghadapi berbagai stresor dalam menyediakan
bantuan bagi orang yang diasuhnya (O’Brien, 2006). Memelihara lingkungan keluarga yang
mendukung perawatan pada lansia merupakan sebuah tugas yang berat bagi caregiver lansia
(Vitaliano,2006). Tingkat stres caregiver akan dapat menimbulkan dampak kepada proses
komunikasi antara caregiver dengan lansia (Berman, 2010)
Penelitian terhadap caregiver lansia yang dilakukan oleh Chenoweth dan Spencer
dalam Glozman tahun 2004 menemukan bahwa 23% caregiver lansia mengalami
gangguan mental emosional.Penelitian lain yang dilakukan oleh Thorpe et al tahun 2006
menemukan prevalensi stres pada caregiver lansia adalah 29,7%.

Berdasarkan data dari Puskesmas Narmada jumlah lansia bertambah setiap


Tahunnya. Pada Tahun 2017 jumlah Lansia di wilayah kerja PKM Narmada yaitu 3029
lansia, sedangkan tahun 2018 dari Januari -April 2018 terdata 4961 Lansia. Jumlahnya
meningkat dari tahun sebelumnya. Penelitian ini akan di laksanakan di Desa Krama Jaya
yaitu wilayah kerja PKM Narmada dengan jumlah lansia terbanyak, dimana yang berusia
60 tahun ke atas bahwa terdapat 177 Lansia dengan jenis kelamin Perempuan dan 232
Lansia dengan jenis kelamin Laki-laki.
Design dari penelitian ini adalah deskripsi analitik korelasi dengan pendekatan
“Cross Sectional” Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stress caregiver lansia dengan kualitas
komunikasi interpersonal pada lansia. Pengukuran Stress Lansia menggunakan The Modified
Caregiver Strain Index (MCSI) yang dikembangkan oleh Onega (2013), sedangkan untuk
pengukuran kualitas komunikasi Interpersonal menggunakan communication scale yang
dikembangkan oleh Barkman (2002).