You are on page 1of 1

No.

9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional

UU No.7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita.

6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) menumbuhkan harapan akan membawa penduduk di Desa
bisa lebih sejahtera

Pasal 72 ayat (4) UU Desa menyebutkan, alokasi dana yang akan mengalir ke Desa ditetapkan paling
sedikit 10% dari dana transfer daerah dalam Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara (APBN).
Diperkirakan setiap desa akan menerima dana lebih dari Rp 1 miliar pertahun.

Pasal 4 UU Desa ayat (f) menegaskan, salah satu tujuan pengaturan desa adalah meningkatkan
pelayanan publik bagi warga masyarakat Desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan
umum. Karena itu, sangat penting keberadaan pengawasan pelayanan dasar di bidang kesehatan
dan pendidikan di Desa.

pasal 67 UU Desa, dimana Desa berkewajiban meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa.
Kewajiban ini diperkuat dengan hak masyarakat Desa yang tertuang pada pasal 68 UU Desa yaitu
memperoleh pelayanan yang sama dan adil, sehingga pemerintahan Desa harus meningkatkan
pelayanan dasar masyarakat yang berakuntabilitas sebagaimana tertuang dalam salah satu asas
umum penyelenggaran tugas pemerintahan Desa yang tertuang pada pasal 24 UU Desa.

pasal 57 dan pasal 58 UU Desa adalah, anggota BPD merupakan wakil penduduk desa yang
ditetapkan melalui musyawarah mufakat dan terdapat perempuan di dalamnya sehingga
perencanaan yang responsif gender dapat diwujudkan. Agar memiliki kekuatan hukum tetap,
keterwakilan perempuan dalam keanggotaan BPD harus dituangkan dalam sebuah regulasi