You are on page 1of 4

Nama : Rahma Amalia Syafitri

NIM : P27820716012

Prodi : D4 Keperawatan Gawat Darurat

Buah golongan A dan B

Buah golongan A (Pantangan)

 Mangga  Nanas
 Nangka masak  Anggur
 Rambutan  Duku
 Sawo  Durian
 Sirsak  Jeruk

Buah golongan B (diperbolehkan)

 jambu air  apel


 jambu bool  avokad
 kedondong  belimbing
 papaya  bengkoang
 salak  pisang
 semangka
Sebagai tambahan hindari mengonsumsi pisang raja, pisang emas, dan pisang tanduk.

Sedangkan buah-buahan yang dianjurkan untuk di konsumsi adalah buah yang


memiliki rasa kurang manis atau buah golongan B. Juga diberikan beberapa jenis sayur dan
penggantinya yang dapat dikonsumsi para penderita diabetes mellitus. Berikut daftar sayuran
yang harus diperhatikan :
Sayurang golongan A (pantangan):

 Bayam  Daung singkong


 Buncis  Jagung muda Jantung pisang
 Daun melinjo  Kacang kapri
 Daun papaya  Kacang panjang
 Labu siam  Nangkan muda
 Daun beluntas  Pare
 Daun ubi jalar  Wortel
 Daun talas

Sayuran golongan B (diperbolehkan):

 Lembayung  lobak Papaya muda


 Oyong  Rebung
 Kangkung  Sawi
 Ketimun  Selada
 Romat  Seledri
 Kecipir  Tauoge
 Kubis  Terung
 Kembang kol  Cabai hijau besar
 Labu air  Daun labu siam
 Jamur segar

Sumber:

http://wartamedika.com/menu-diet-berserat-penderita-diabetes/
Serat Larut dan Tidak Larut

 Pengertian Serat Makanan (Dietary Fiber)


Definisi serat makanan adalah bagian tumbuhan yang kita makan, yang tidak
terurai di dalam perut kita. Serat melewati sistem pencernaan kita tanpa dicerna. Serat
makanan terbagi dua kategori yaitu serat larut dan serat tidak larut. Kedua jenis serat
sama-sama penting bagi kesehatan pencernaan, dan mencegah kondisi-kondisi seperti
penyakit jantung, diabetes, obesitas, konstipasi (sembelit), dsb.

 Pengertian Serat Larut (Soluble Fiber)


Definisi serat larut adalah serat makanan yang larut dalam air. Serat larut menarik
air dan membentuk gel, yang memperlambat pencernaan. Serat larut menunda
pengosongan perut dan membuat Anda merasa kenyang, yang membantu mengendalikan
berat badan. Pengosongan lambung yang lambat juga dapat mempengaruhi kadar gula
darah dan memiliki efek menguntungkan pada sensitivitas insulin, yang dapat membantu
mengendalikan diabetes. Serat larut juga dapat membantu menurunkan kolesterol LDL
darah karena mengganggu penyerapan kolesterol makanan. Oleh karena itu serat larut
dapat membantu mencegah penyakit jantung.

 Sumber Serat Larut


Serat larut dapat berasal dari kacang-kacangan, biji-bijian, umbi-umbian, buah-
buahan dan sayuran. Beberapa bahan makanan yang mengadung serat larut dalam kadar
yang tinggi antara lain: beras, sereal gandum, havermut, oat, kentang, ubi jalar, bawang,
apel, kacang merah, pisang, legume, kacang polong, kedelai, brokoli, wortel, jeruk,
strawberi, apricot, kismis, bit, persik, pir, biji wijen, timun, seledri, dsb.

 Pengertian Serat Tidak Larut (Insoluble Fiber)


Definisi serat tidak larut adalah serat makanan yang tidak larut dalam air. Serat
tidak larut dianggap sebagai serat yang menyehatkan usus. Serat ini tidak larut dalam air,
sehingga serat ini melewati saluran pencernaan relatif utuh, dan mempercepat perjalanan
makanan dan limbah melalui usus. Serat tidak larut sangat bermanfaat bagi tubuh kita,
karena membantu melancarkan buang air besar sehingga mengurangi konstipasi dan
diare. Serat tidak larut juga membantu menghilangkan toksin (racun) dari usus besar, dan
mengurangi resiko kanker usus besar karena serat tak larut membantu mempertahankan
pH (derajat keasaman) usus.

 Sumber Serat Tidak Larut


Serat tidak larut dapat berasal dari kacang-kacangan, sayuran daun hijau tua, umbi-
umbian dengan kulitnya, dan buah-buahan dengan kulitnya. Beberapa bahan makanan
yang mengandung serat tidak larut dalam kadar yang tinggi antara lain: gandum utuh,
jagung, bekatul, beras, seledri, brokoli, kubis, bawang, tomat, wortel, mentimun, kismis,
anggur, kakao, kelapa, kacang kedelai, kacang tanah, almond, dsb.

Sumber :
http://wartamedika.com/menu-diet-berserat-penderita-diabetes/