You are on page 1of 2

PENANGANAN & PEMBUANGAN BAHAN

BERBAHAYA
No . Dokumen
Terbitan
SOP
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman 1 dari 2
PUSKESMAS H.M.Fakhrurrozie ,SKM.MAP
SIMPANG EMPAT 2 NIP ..197102091991031001

1. Pengertian Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat dengan B3 adalah bahan
yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup,
dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup
manusia serta makhluk hidup lainnya.
2. Tujuan Sebagai pedoman yang dipergunakan dalam penanganan Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) sehingga tidak membahayakan bagi siapa saja yang berhubungan
dengan bahan tersebut.
3. Kebijakan 1. Setiap pelaporan insiden yang terjadi di Puskesmas dilakukan tindak lanjut.
2. SK Kepala Puskesmas Nomor : / PKM-SE2 / SK / VI / 2016
PENANGANAN DAN PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA
1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
4. Referensi
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012
tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat;
5. Prosedur PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN, OBAT SITOSTATIKA
DAN PEMBUANGAN LIMBAH
1. Obat-obat sitostatika yang sudah rusak dan atau kadaluarsa dikumpulkan di
farmasi dan diserahkan ke Tim Pemusnahan untuk dimusnahkan di insinerator
oleh pihak ketiga dengan saksi dari Balai POM dan Dinas Kesehatan Provinsi.
2. Limbah obat sitostatika dimasukkan dalam kantong plastik ungu diberi label
“Obat Sitostatika” atau “Cytotoxic”.
3. Limbah obat sitostatika dibawa ketempat penampungan sementara di rumah
sakit menggunakan troli khusus limbah infeksius untuk dimusnahkan di
insinerator oleh pihak ketiga.
4. Limbah cair bahan kimia tidak boleh langsung dibuang ke saluran air tetapi
harus ditampung dahulu, dikumpulkan baru dikirim ke penampungan sementara
untuk dimusnahkan oleh pihak ketiga.

PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH INFEKSIUS/LIMBAH DI
LABORATORIUM
1. Limbah infeksius masuk dalam kantong plastik kuning dan diberi label kuning
bertuliskan “Biohazard” atau “Limbah Medis”.
2. Limbah diangkut menggunakan troli khusus limbah infeksius, dibawa ke tempat
penampungan sementara di rumah sakit untuk dimusnahkan di insinerator oleh

2. PENANGANAN & PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA No . Limbah diangkut menggunakan troli khusus limbah infeksius.Fakhrurrozie . Unit Terkait 3. Instalasi Pemeliharaan Sanitasi Lingkungan Puskesmas 4. Instalasi Pemeliharaan Sarana Puskesmas 7. Laboratorium 8.SKM.. UGD 5. PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH BENDA TAJAM 1.MAP SIMPANG EMPAT 2 NIP . Dokumen Terkait 9.M. dibawa ke tempat penampungan sementara di rumah sakit untuk dimusnahkan di insinerator oleh pihak ketiga. Instalasi Farmasi 2. Dokumen Terbitan SOP No. Revisi Tanggal Terbit Halaman 2 dari 2 PUSKESMAS H. Diagram Alir 1.197102091991031001 pihak ketiga. Limbah benda tajam dibuang kedalam wadah khusus untuk limbah benda tajam (container) bertuliskan “Biohazard” atau “Limbah Benda Tajam”. Rekam Historis Perubahan No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan . 6.