MALARIA A.

Pengertian Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang disebut Plasmodium, yang dalam salah satu tahap perkembang biakannya akan memasuki dan menghancurkan sel-sel darah merah. Plasmodium yang menyebarkan penyakit malaria berasal dari spesies Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium knowlesi. Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Anopheles, terutamanya Anopheles sundaicus di Asia dan Anopheles gambiae di Afrika. Malaria adalah sejenis penyakit menular yang dalam manusia sekitar 350-500 juta orang terinfeksi dan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, terutama di daerah tropis dan di Afrika di bawah gurun Sahara. B. Jenis Plasmodium 1. Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu sebagai berikut : Plasmodium Vivax, menyebabkan malaria vivax yang disebut pula sebagai malaria tertiana. 2. Plasmodium falciparum, menyebabkan malaria falciparum yang dapat pula disebut sebagai malaria tersiana. 3. Plasmodium malariae, menyebabkan malaria malariaeatau malaria kuartana karena serangan demam berulang pada tiap hari keempat. 4. Plasmodium ovale, menyebabkan malaria ovale dengan gejala mirip malari vivax. Malaria ini merupakan jenis ringan dan dapat sembuh sendiri Gb1 dari kiri ke kanan:P. Vivax,P.Falciparum,P.Malariae,P.Ovale C. Proses Kehidupan Plasmodium Sebagaimana makhluk hidup lainnya, plasmodium juga melakukan proses kehidupan yang meliputi: Pertama, metabolisme (pertukaran zat). Untuk proses hidupnya, plasmodium mengambil oksigen dan zat makanan dari haemoglobin sel darah merah. Dari proses metabolisme meninggalkan sisa berupa pigmen yang terdapat dalam sitoplasma. Keberadaan pigmen ini bisa dijadikan salah satu indikator dalam identifikasi. Kedua, pertumbuhan. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ini adalah perubahan morfologi yang meliputi perubahan bentuk, ukuran, warna, dan sifat dari bagian-bagian sel. Perubahan ini mengakibatkan sifat morfologi dari suatu stadium parasit pada berbagai spesies, menjadi bervariasi.Setiap proses membutuhkan waktu, sehingga morfologi stadium parasit yang ada pada sediaan darah dipengaruhi waktu dilakukan pengambilan darah. Ini berkaitan dengan jam siklus perkembangan stadium parasit. Akibatnya tidak ada gambar morfologi parasit yang sama pada lapang pandang atau sediaan darah yang berbeda. Ketiga, pergerakan. Plasmodium bergerak dengan cara menyebarkan

1

Dari proses ini akan terbentuk zigot yang kemudian akan berubah menjadi ookinet dan selanjutnya menjadi ookista. Pembiakan seksual. plasmodium ada dalam proses pembiakan. 2. Plasmodium malariae: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 6-8 butir dan siklus sporogoni selama 26-28 hari. sitoplasma sel induk dibagi-bagi kepada setiap inti dan terjadilah sel baru yang disebut merozoit. Keempat. plasmodium ada dalam proses pembentukan sel kelamin. c. Stadium gametosit. Bila mikrogametosit (sel jantan) dan makrogametosit (sel betina) terhisap vektor bersama darah penderita. 2 . berkembang biak. Dengan demikian. Perubahan dari mikrogametosit dan makrogametosit sampai menjadi sporozoit di dalam kelenjar ludah vektor disebut masa tunas ekstrinsik atau siklus sporogoni. Plasmodium memberikan reaksi terhadap rangsangan yang datang dari luar. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh manusia melalui proses sizogoni yang terjadi melalui proses pembelahan sel secara ganda. yaitu: Plasmodium vivax: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 30-40 butir dan siklus sporogoni selama 8-9 hari. Berkembang biak artinya berubah dari satu atau sepasang sel menjadi beberapa sel baru. Stadium tropozoit. Ada dua macam perkembangbiakan sel pada plasmodium. 8. Misalnya. Pada Plasmodium vivax. plasmodium ada dalam proses pertumbuhan. Oleh karena dalam setiap stadium terjadi proses. plasmodium bisa membentuk sistem kekebalan (resistensi) terhadap obat anti malaria yang digunakan penderita.sitoplasmanya yang berbentuk kaki-kaki palsu (pseudopodia). dan seterusnya sampai batas tertentu tergantung pada spesies plasmodium. b. tropozoit setengah dewasa. yaitu: d. maka proses perkawinan antara kedua sel kelamin itu akan terjadi. 4. maka dampaknya bagi morfologi parasit juga akan mengalami perubahan. Dengan adanya proses-proses pertumbuhan dan pembiakan aseksual di dalam sel darah merah manusia. sizon tua. Kelima. Plasmodium falsiparum: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 10-12 butir dan siklus sporogoni selama 10 hari. Sizon muda. pada masing-masing spesies plasmodium adalah berbeda. dan sizon matang. penyebaran sitoplasma ini lebih jelas terlihat yang berupa kepingan-kepingan sitoplasma. Terakhir ookista pecah dan membentuk sporozoit yang tinggal dalam kelenjar ludah vektor. maka dikenal ada tiga tingkatan (stadium) plasmodium yaitu: a. Pembiakan aseksual. dan tropozoit dewasa. Bentuk penyebaran ini dikenal sebagai bentuk sitoplasma amuboit (tanpa bentuk). dalam stadium-stadium itu sendiri terdapat tingkatan umur yaitu: tropozoit muda. Jumlah sporokista pada setiap ookista dan lamanya siklus sporogoni. reaksi terhadap rangsangan. Stadium sizon. Gametosit muda. Bila pembelahan inti telah selesai. Inti troposoit dewasa membelah menjadi 2. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh nyamuk melalui proses sporogoni. ini sebagai upaya plasmodium untuk mempertahankan diri seandainya rangsangan itu berupa ancaman terhadap dirinya.

Ring form tumbuh menjadi troposoit setengah dewasa. Plasmodium vivax selama 12-17 hari. karena perbedaan proses perkembangan. sehingga kepadatan troposoit pada darah sering rendah. Dalam siklus hidupnya parasit malaria membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati (stadium ekso-eritrositer). D. maka masa tunas atau pre paten atau masa inkubasi plasmodium di dalam tubuh manusia (intrinsik) masing-masing spesies lamanya berbeda. Selanjutnya berubah menjadi sizon muda dan sizon dewasa. Pada saat menjadi merozoit-merozoit. Khusus Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale pada siklus parasitnya di jaringan hati (sizon jaringan) sebagian parasit yang 3 . lalu menjadi troposoit dewasa. dan Plasmodium malariae 18 hari. Artinya reproduksi lebih rendah dan lebih lambat. sizon dewasa mengalami sporulasi yaitu pecah menjadi merozoit-merozoit baru. Untuk sizon berproses berawal dari sizon dewasa pecah menjadi merozoit-merozoit dan bertebaran dalam plasma darah. Didalam lambung nyamuk. Artinya reproduksi tinggi dan cepat sehingga kepadatan troposoit pada darah sangat tinggi. Zigot berubah menjadi ookinet. Disitu mulai bentuk troposit muda sampai sizon tua/matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merozoit. Plasmodium vivax: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 16 dan lama siklusnya 48 jam. Ini mungkin yang menjadi penyebab jarangnya spesies ini ditemukan. terjadi perkawinan antara sel gamet jantan (mikro gamet) dan sel gamet betina (makro gamet) yang disebut zigot. Merozoit kemudian menginvasi sel darah merah yang kemudian tumbuh menjadi troposoit muda berbentuk cincin atau ring form. Plasmodium malariae: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak delapan dan lama siklusnya 72 jam. akan keluar merozoit/kriptozoit yang masuk ke eritrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit (stadium eritrositer). Setelah ookista matang kemudian pecah. Lamanya siklus ini dan banyaknya merozoit dari satu sizon dewasa. tidak sama untuk tiap spesies plasmodium. Pada plasmodium falsiparum: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 32 dan lama siklusnya 24 jam. Artinya reproduksi rendah dan lebih lambat.gametosit tua. kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi ookista. proses dari sizon dewasa untuk kembali ke sizon lagi. Setelah sel hati pecah. Sebagian besar Merozoit masuk kemabli ke eritrosit dan sebagian kecil membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk malaria betina dan melanjutkan siklus hidupnya di tubuh nyamuk (stadium sporogoni). Akhirnya. Di sini dapat dikatakan. akan keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan jaringan hati. Siklus Hidup Plasmodium pada Tubuh Manusia Ketika nyamuk anopheles betina (yang mengandung parasit malaria) menggigit manusia. dan gametosit matang. disebut satu siklus. Plasmodium falsiparum selama 9-14 hari. keluar sporozoit yang berpindah ke kelenjar liur nyamuk dan siap untuk ditularkan ke manusia.

Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak. F. Malaria pada anak kecil dapat terjadi sekuel. koma disertai gejala malaria yang berat. gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Bentuk hipnosit inilah yang menyebabkan malaria relapse. ginjal. akan didapati SD positif Plasmodium vivax/ plasmodium ovale. Pada Plasmodium falciparum serangan dapat meluas ke berbagai organ tubuh lain dan menimbulkan kerusakan seperti di otak. Demam rimba (jungle fever). disebabkan oleh Plasmodium vivax. malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika. gejala dapat timbul sangat mendadak. 4. Bila dilakukan pemeriksaan. 3. hati dan jantung. sering tidak ditemukan plasmodium dalam darah tepi karena telah mengalami sekuestrasi. Malaria pernisiosa. yang mengakibatkan terjadinya malaria berat atau komplikasi. Gejala Malaria Gejala serangan malaria pada penderita yaitu: Gejala klasik. yang disebabkan Plasmodium 4 . Pada penderita malaria berat. sibuk. disebabkan plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan timbul kembali gejala penyakit.berada dalam sel hati tidak melanjutkan siklusnya ke sel eritrosit. Plasmodium Falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit tua – bila jaringan tersebut berada di dalam otakperistiwa ini disebut sekustrasi. stress atau perubahan iklim (musim hujan). biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari 1. 2. Jenis malaria itu adalah: vivax dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama dua minggu setelah infeksi). Pada penderita yang mengandung hipnosoit. memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika. Malaria kuartana yang disebabkan Plasmodium malariae. Meskipun angka kematian malaria serebral mencapai 20-50% hampir semua penderita yang tertolong tidak menunjukkan gejala sisa neurologis (sekuele) pada orang dewasa. gejala malaria akan muncul kembali sekalipun yang bersangkutan tidak digigit oleh nyamuk anopheles. mirip Stroke. bila kemudia mengalami kelelahan atau stress. E. apabila suatu saat dalam keadaan daya tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah. akan tetapi tertanam di jaringan hati –disebut hipnosit-. Jenis Malaria Penyakit ini memiliki empat jenis dan disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. hipnosoit dalam tubuhnya akan terangsang untuk melanjutkan siklus parasit dari sel hati ke eritrosit. Misalnya 1 – 2 tahun sebelumnya pernah menderita Plasmodium vivax/ovale dan sembuh setelah diobati. mengigau dan kematian. paru. menyebabkan koma. Malaria tertiana (paling ringan). Gejala itu kemudian akan terulang lagi tiap tiga hari.

gusi atau saluran pencernaan 6. menggigil (selama 15-60 menit). demam dengan suhu badan sekitar 37. Kelemahan umum (tidak bisa duduk/berdiri) 9. Jika sejumlah parasit menetap di dalam darah kadang malaria bersifat menetap. Gejala malaria berat atau komplikasi. 2. Panas tinggi diikuti gangguan kesadaran 4. cenderung meningkat. terjadi setelah pecahnya sizon dalam eritrosit dan keluar zat-zat antigenik yang menimbulkan mengigil-dingin. Mata kuning dan tubuh kuning 5. Nafas sesak 10. penderita merasa sehat kembali. Kadar gula darah rendah. keringat sampai membasahi tubuh seperti orang mandi. 5. nyeri otot atau pegal-pegal pada orang dewasa (di Papua). rasa pahit pada lidah. yang terdiri dari tiga stadium berurutan: 1. beberapa kali kejang 3. terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh sehingga produksi keringat bertambah. Dapat disertai dengan gejala lain: Sakit kepala. Gejala malaria berdasarkan jenis malaria antara lain: 5 . Kadar darah putih. Berkeringat 4. leukosit. Kejang. Jumlah kencing kurang (oliguri) 7. Perdarahan di hidung. 12. Gejala khas daerah setempat: diare pada balita (di Timtim). Demam 2. lemah. timbul setelah penderita mengigil. Menggigil 3. pada penderita hiper parasitemia (lebih dari 5 persen) suhu meningkat sampai lebih dari 40 derajad celcius. Gejala ini merupakan suatu parokisme. Warna urine seperti I tua 8. sertai demam. Kadang-kadang dalam keadaan berat. Gangguan kesadaran (lebih dari 30 menit) 2.daerah non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas). berkeringat (selama 2-4 jam). Biasanya setelah berkeringat. pucat dan menggigil-dingin pada orang dewasa (di Yogyakarta). atau yang pertama kali menderita malaria. demam (selama 2-6 jam). timbul setelah demam. 11. Menyebabkan penurunan nafsu makan. Gejala malaria dalam program pemberantasan malaria: 1. 3. yaitu gejala malaria klinis ringan diatas dengan disertai salah satu gejala di bawah ini: 1. Jika tidak segera diobati biasanya akan timbul jaundice ringan (sakit kuning) serta pembesaran hati dan limpa. mual dan muntah.5-40 derajad celcius.

pengidap malaria ini merasa sehat sampai gejala susulan kembali terjadi. dengan menggunakan metoda immunochromatographic. Diagnosa Penyakit Malaria Tes diagnostik cepat (RDTs) digunakan untuk mendiagnosa penyakit malaria. 2. Serangan bisa berlangsung selama 20 – 36 jam. tetapi tidak bisa membedakan antara P. antigen “pan-malarial” yang menyangkut jenis lain.1. falciparum saja. Beberapa kotak yang mendeteksi semua empat jenis Plasmodium menyebutkan di dalam merk dagang mereka atau dalam pemasaran mereka hanya dua jenis (“PF/PV”). dengan selang waktu setiap 72 jam. Biasanya demam akan terjadi antara 1 – 8 jam. dan penderita mengalami sakit kepala hebat. Kotak tes yang sekarang ini tersedia mendeteksi Pldh berasal dari semua empat jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia. Mereka dapat membedakan jenis P. Test ini berdasar pada pendeteksian antigen parasit malaria di dalam darah. berupa demam ringan yang tidak menetap. Gejala Malaria Vivax & Ovale Gejala yang terlihat sangat samar. Serangannya menyerupai malaria vivax.ovale dan P.vivax. falcipatarum.falciparum dan jenis yang non-falciparum. P. Ø Laktat parasit Dehydrogenase (Pldh) diproduksi oleh asexual dan sexual stages (gametocytes) yang berasal dari parasit malaria. pengidap akan merasa tidak nyaman. Setelah demam reda. Test dapat dilakukan sekitar 15 menit. 3. malariae. dan berlangsung selama 1 minggu membentuk pola yang khas. suhu tubuh naik secara bertahap kemudian tiba-tiba turun. Setelah gejala utama mereda. Ø Antigen(S) yang lain kini hadir dalam semua empat jenis yang juga ditargetkan di dalam kotak yang berkombinasi untuk pendeteksian menyangkut antigen HRP-II dari P. keringat dingin. Ini lebih dapat mendorong kearah kebingungan tentang kemampuan diagnostik mereka. Kotak yang tersedia dipasaran sekarang ini hanya tersedia untuk mendeteksi HRP-ll yang berasal dari P. 6 . Gejala jenis malaria ini cenderung terjadi setiap 48 jam. G. Gejala Malaria Malariae (kuartana) Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Beberapa kotak test sekarang ini banyak tersedia di pasaran. dan peningkatan teknis secara terus menerus dapat meningkatkan kemampuan RDTs untuk menegakkan diagnosa malaria. hingga kini tak bisa ditentukan. Gejala Malaria Falciparum Gejala awal adalah demam tinggi. Paling sering mereka menggunakan dipstick atau test strip yang untuk pengujian monoclonal antidibodies yang secara langsung menyerang target antigens dari parasit tersebut. Bidang ilmu ini sedang dikembangkan dengan cepat.falciparum bersama-sama dengan sesuatu. Antigens yang Ditargetkan Sekarang Disediakan oleh RDTs : Ø Histidine-rich protein II (HRP-II) adalah suatu protein yang dapat larut dalam air yang diproduksi oleh trophozoites dan muda (tetapi belum matang) gametocytes P.

Buffer adalah menambahkan dengan menyimpan secara langsung di atas strip. Ø Washing buffer kemudian ditambahkan untuk memindahkan haemoglobin dan permit visualisasi dari semua garis yang berwarna di atas strip. 7 . tergantung pada kotak). antibody yang berlabel adalah pre-deposited yang selama pembuatan memakai sample pad atau di dalam tempat yang melengkung dan hanya satu lysing atau washing buffer yang ditambahkan pada darah. antigen-antibody yang berlabel yang kompleks akan dihentikan pada garis pre-deposited yang menangkap antibody dan akan dapat ditemukan secara visual.Prosedur Test Umum (Variasi Antar kotak) : Ø Spesimen darah finger-prick dikumpulkan (2-50 ml. atau pada sample pad) dengan larutan buffer yang berisi campuran haemolysing sama seperti antibody yang spesifik yang berlabel dengan visually detecble marker (seperti emas colloidal). maka antigen atau antibody yang kompleks telah terbentuk. Jika antigen yang sudah diselidiki telah hadir. kedua-duanya di negara-negara tidak endemik dan endemik. dengan antibody yang akan menangkap antibody yang berlabel. Beberapa pabrik menyatakan bahwa plasma atau darah anticoagulated dapat juga digunakan. Apakah darah tidak berisi antigen atau tidak. Ini meliputi (a) satu baris menangkap antibody yang spesifik untuk antigen di bawah penyelidikan (beberapa bentuk digunakan jika beberapa antigens sedang diselidiki) dan (b) sebuah prosedur mengontrol garis. Kegunaan dari penilaian ini telah disepakati sedikit banyaknya variasi di dalam metodologi dan ukuran sample yang biasanya berukuran kecil. Ø Antigen-antibody yang berlabel yang kompleks pindah tempat atas test strip (paling sering nitrocellulose atau serat glass) dengan prinsip kapiler pada bahan reaksi test-specific yang selama pembuatan telah pre-deposited. (Catatan: desain ini mengakibatkan garis kendali tidak muncul sekalipun tidak ada darah yang bercampur dengan haemolysing buffer) Tes yang lengkap memakan waktu bervariasi dari dari 5 sampai 15 menit. Tes Performance dari RDTs Tes Performance dari RDTs telah ditaksir secara ekstensif di dalam situasi klinis berbeda. atau dengan mencuci keseluruhan strip di dalam tabung test. Lanjutan penilaian seperti itu akan menjadi diperlukan dengan peningkatan pengenalan teknik atau dalam pengembangan kotak peralatan yang terbaru. Ø Spesimen darah dicampur (di dalam tabung test terpisah atau tempat yang melengkung. garis pengontrol akan menjadi kelihatan sama seperti antibody yang berlabel ditangkap oleh antibody garis pre-deposited dari antibody yang secara langsung melawannya. Ø Jika yang berada di bawah penyelidikan adalah darah yang berisi antigen. Dalam beberapa kotak. dengan menempatkannya di dalam tempat yang lengkung dimana yang berpindah tempat itu adalah strip. menggunakan berbagai tabung microcapillarv.

Penyelidikan yang diselenggarakan sampai saat ini menunjukkan bahwa kotak Pldh boleh mencapai suatu kepekaan untuk P. sejak kotak untuk P. Bagaimanapun. Mereka tidak memerlukan pelatihan dengan menggunakan listrik. walaupun begitu riset untuk pengembangan test seperti itu selalu dilanjutkan. Di bawah tingkatan 100 parasit per ml darah. RDTs yang biasanya mencapai suatu kepekaan lebih dari 90% di dalam mendeteksi P. Ketegasan dari RDTs.falciparum. terlatih di dalam teknik RDT dalam periode yang bermacam-macam dalam tiga jam selama satu hari.ovale dan P.falciparum HRP-II) telah tersedia untuk waktu lebih lama. Sebagai tambahan.falciparum.falciparum (target banyak diarahkan P.falciparum pada kepadatan di atas 100 parasit per ml darah (9. RDTs adalah lebih lebih sederhana untuk dilaksanakan dan untuk diinterpretasikan.RDTs mendeteksi empat jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia. Ini belum termasuk kasus kotak yang menargetkan antigens “pan-malarial” yang berbeda. Sampai saat ini. tergantung pada antigens yang menjadi dasarnya. apakah yang seragam mempunyai hasil yang tinggi (kebanyakan > 90%). sungguhpun pasien ini tidak lagi mempunyai gejala atau parasitaernia (seperti ketika ditaksir oleh blood smears). P. Kesehatan para pekerja dengan ketrampilan minimal dapat dilatih. falciparum dan parasit malaria lainnya di dua bagian yang terpisah. mungkin dihubungkan dengan reaksi silang dengan antibody monoclonal yang berlabel. masalahnya. hasil positif palsu telah dilaporkan di dalam darah dari pasien dengan faktor rheumatoid. Kepekaan RDT untuk jenis yang non-falciparum menjadi lebih sedikit yang dipelajari.vivax yang dapat diperbandingkan dengan P. Tenaga ahli yang dibandingkan dengan mikroskopi (kadang-kadang yang dilengkapi oleh polymerase reaksi berantai). dengan jelas kepekaan dapat berkurang. test HRP-II dapat positif tinggal untuk 7-14 hari yang mengikuti kemoterapi di dalam proporsi substansil individu. terutama di dalam versi yang lebih awal dari satu kotak HRP-II.24 dan dilaporkan pada saat pertemuan). Derajat tingkat kepositifan yang persisten seperti itu kelihatannya tidak ditemui di dalam test yang mengarahkan antigens lain. Peralatan yang spesial atau pelatihan penggunaan mikroskop.Nilai-nilai yang bersifat prediksi. Kepekaan dari RDTs yang telah dipelajari untuk P. Beberapa RDTs hanya mendeteksi P. dengan beberapa format RDT yang sedang ditemukan menjadi lebih mudah dioperasikan dibanding dengan yang lain. tidak ada RDT yang dipasarkan telah dilaporkan untuk dapat mempercayai pembedaan antara P. RDTs yang dilaporkan selalu sama untuk menjadi lebih mudah dilaksanakan dibanding semua teknik diagnostik berkenaan dengan malaria lain. kedua-duanya ditemukan hal positif dan hal negatif. diukur dalam penyelidikan yang sama. terakhir sudah dilaporkan dengan benar didalam beberapa versi kotak terbaru.malariae. Bagi para pekerja kesehatan (dan pekerja kesehatan lainnya seperti sukarelawan) dapat mengajarkan prosedur 8 . tukar menukar parasit merupakan hal yang dianggap biasa dan sering ditemukan untuk menjadi bisa diterima.vivax.

serta mengurangi kerugian sosial ekonomi (akibat malaria). 9 . itu dapat mendeteksi infeksi P. falciparum bahkan ketika parasit disita di kompartemen vaskuler dan tidak begitu bisa mendeteksi oleh pengujian mikroskopik dari sekeliling blood smear. Sejak RDTs mendeteksi perputaran antigens. pemberian obat tidak sesuai dengan dosis trandar yang telah ditetapkan.distribusi obat tidak sesuai dengan kebutuhan atas indikasi kasus di puskesmas. RDTs sudah mendeteksi putaran HRP-II sungguhpun blood smears hasilnya negatif dari P. Hambatan operasioanal itu adalah: . Pengobatan Malaria Tujuan pengobatan malaria adalah menyembuhkan penderita. dengan ketrampilan ingatan yang baik di atas periode satu tahun. RDTs relatif sempurna dalam tes performance dan dalam tukar menukar intrepretasi relatif lebih sedikit antar para pemakai. Mereka tidaklah pantas untuk mendiagnosa kasus malaria yang di import dari area di mana P. mencegah komplikasi dan relaps. . Lebih dari itu.yang berarti dalam beberapa jam. kronis dan relaps -Toksisitas dan efek samping sedikit -Mudah cara pemberiannya -Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat Sayangnya. . bahkan obat palsu.produksi obat. Sekarang ini sudah tersedia dipasaran RDTs secara yang mengarahkan HRP-II dapat mendeteksi hanya pada P. kebanyakan kotak dapat dikirimkan dan disimpan dalam kondisi yang sesuai dengan lingkungan. Menunggu keputusan klarifikasi.falciparum pada plasenta.falciparum. Target RDTs itu HRP-II dari P.falciparum dapat memberi hasil positif untuk sampai dua minggu mengikuti pemeriksaan parasit dan chemotherapi seperti yang telah dikonfirmasikan oleh mikroskopi Alasan untuk antigen ini perlu untuk diperjelas. Tentunya. H. Kotak itu akan mendeteksi hanya sebagian dari kasus di mana ada Plasmodium jenis lain itu merupakan co-endemik. penggunaan obat-obatan dengan kualitas kurang baik. obat yang ideal adalah yang memenuhi syarat: -Membunuh semua stadium dan jenis parasit -Menyembuhkan infeksi akut. mencegah kematian. mengurangi kesakitan.kualitas tenaga kesehatan. RDTs mengarahkan HRP-II mungkin meng-hasilkan keputusan yang membingungkan dalam hubungannya dengan penilaian kegagalan perawatan perlawanan obat atau RDTs yang sekarang jadilah lebih mahal dibanding dengan menggunakan mikroskop (mikroskopi). Pada wanita-wanita dengan placental malaria (seperti ketika dipertunjukkan oleh placental smears). dalam pengobatan didapatkan hambatan operasional dan teknis.falciparum bukan jenis lazim.

bila penyembuhan lambat dapat dicurigai terjadi resistensi (gagal obat). Farmokodinamika : . .Mudah cara pemberiannya .Dosis lethal: 2000 mg basa (dewasa) atau 1000 mg basa pada anakanak atau lebih besar / sama dengan 30 mg basa/kg BB. muntah.Dosis toksis: 1500 mg basa (dewasa) . kronis dan relaps . . penderita tidak minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan (misal. antara lain: 1.menghambat sintesa enzim parasit membentuk DNA dan RDA . obat pilihan terhadap serangan akut. bahkan obat palsu.. . terhadap Plasmodium falciparum yang resisten klorokuin masih dapat mencegah kematian dan mengurangi penderitaan. Toksisitas : .kesadaran penderita. Klorokuin Kerja obat : . pemberian obat tidak sesuai dengan dosis trandar yang telah ditetapkan. pusing (vertigo) . demam hilang dalam 24 jam dan parasitemia hilang dalam 48-72 jam. gametosit : tidak evektif terhadap gamet dewasa tetapi masih efektif terhadap gamet muda. penggunaan obat-obatan dengan kualitas kurang baik.Menyembuhkan infeksi akut.Membunuh semua stadium dan jenis parasit .distribusi obat tidak sesuai dengan kebutuhan atas indikasi kasus di puskesmas.Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat Sedangkan hambatan operasional dalam pengobatan adalah: .obat bersenyawa dengan DNA sehingga proses pembelahan dan pembentukan RNA terganggu.Toksisitas dan efek samping sedikit . klorokuin untuk tiga hari.produksi obat. hanya diminum 1 hari saja).kualitas tenaga kesehatan.sakit kepala. Efek samping : .kesadaran penderita.Tablet (tidak berlapis gula): Klorokuin difosfat 150 mg basa setara dengan 250 mg berntuk garam dan Klorokuin sulfat 150 mg basa 10 .gangguan gastro-intestinal seperti mual.pandangan kabur . penderita tidak minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan (misal klorokuin untuk 3 hari. hambatan teknisnya adalah gagal obat atau resistensi terhadap obat.sizon darah : sangat efektif terhadap semua jenis parasit malaria dengan menekan gejala klinis dan menyembuhkan secara klinis dan radikal. diare terutama bila perut dalam keadaan kosong . Ada beberapa jenis obat yang dikenal umum yang dapat digunakan dalam pengobatan penyakit malaria. hanya diminum satu hari saja) Sementara itu.gangguan pendengaran Formulasi obat: . Obat yang ideal yaitu: .

200 mg basa per tablet setara 220 mg bentuk garam.dosis toksis: 2-8 gr/hari (dewasa) .setara dengan 204 mg garam. Kina Kerja obat : . .hipnosoit: dapat memberikan kesembuhan radikal pada p.falciparum dan p. muntah. falciparum dan terhadap spesies lain cukup efektif. . .ovale. 15 mg basa per tablet.falciparum dan p.vivax.Injeksi: 1 ampul 2 cc kina HCl 25% berisi 500 mg basa (per 1 cc berisi 250 mg basa) 4.Gangguan gastro-intestinal seperti mual.vivax dan p.Pada penderita defisiensi G6 PD terjadi Hemolysis Formulasi obat : Tablet tidak berlapis gula.Ampul: 1 ml berisi 100 ml basa klorokuin disulfat per ampul dan 2 ml berisi 200 ml basa klorokuin disulfat per ampul.Kejang-kejang/gangguan kesadaran . Farmakodinamika : Terikat dengan DNA sehingga pembelahan RNA terganggu yang kemudian menghambat sintesa protein parasit. tremor dan penglihatan kabur.Gametosit: tidak berefek terhadap semua gamet dewasa P. sakit kepala. anoreksia. mual dan muntah. Primakuin Kerja obat : .Gangguan sistem haemopoitik . Farmakodinamika : Menghambat proses respirasi mitochondrial parasit (sifat oksidan) sehingga lebih berefek pada parasit stadium jaringan dan hipnosoit Toksisitas : .gametosit: sangat efektif terhadap semua spesies parasit. 2. 3. gangguan pendengaran –telinga berdenging (tinuitis dll).Dosis lethal lebih besar 240 mg basa (dewasa) atau 4 mg/kg/BB/hari Efek samping : .sizon darah: sangat efektif terhadap penyembuhan secara klinis dan radikal . Sulfadoksin Pirimetamin (SP) Kerja obat : 11 .Tablet (berlapis gula).vivax tetapi memerlukan dosis tinggi sehingga perlu hati-hati.dosis lethal: lebih besar dari 8 gr/hari (dewasa) Efek samping : Chinchonisme Syndrom dengan keluhan antara lain pusing.Dosis toksis 60-240 mg basa (dewasa) atau 1-4 mg/kgBB/hari . Formulasi obat: . . Toksisitas : . sakit perut terutama bila dalam keadaan kosong .sizon jaringan: sangat efektif terhadap p.sizon darah: aktif terhadap p. terhadap p. . malariae tidak diketahui.

Setiap kali hendak menggunakannya diperlukan sekitar setengah genggam daun sambiloto segar. daun sambiloto memang tidak mematikan P.pandangan kabur . Meski begitu.primetamin. Dalam sehari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali. sudah terlihat pada pemberian pertama. dosis lethal lebih besar 7 gr/hari (dewasa) . dosis toksis 100-250 mg/hari (dewasa). Dengan demikian penggunaan daun sambiloto dapat menunjang penggunaan obat plasmodicide (bersifat menghancurkan plasmodia). pusing (vertigo) . muntah . Bahan itu dicuci. dianjurkan untuk menggunakannya secara terus-menerus. Daun sambiloto bisa digunakan sebagai obat oral tunggal tradisional. direbus dengan tiga gelas minum air bersih hingga tinggal sekitar ¾ bagiannya.sizon darah: sangat efektif terhadap semua p.pirimetamin. Sambiloto Bila sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dipilih sebagai obat alternatif. mencit yang tertular bisa diperpanjang masa hidupnya karena hati dan limpanya terlindung dari kerusakan. air rebusan sudah siap dijadikan obat tradisional untuk malaria.bayi kurang 1 tahun . falciparum dan kuang efektif terhadap parasit lain dan menyembuhkan secara radikal. Sifat antipiretik inilah yang bisa membantu penderita malaria dalam melawan penyakitnya.gangguan gastro-intestinal seperti mual. Efeknya bisa lambat bila dipakai dosis tunggal sehingga harus dikombinasikan dengan obat lain (Pirimakuin) . dosis toksis 4-7gr/hari (dewasa).sakit kepala. Dalam penelitian in vivo (di dalam tubuh makhluk hidup). Daunnya terbukti tidak beracun dan memiliki sifat antipiretik (menghilangkan demam). Namun.Defisiensi G6PD Formulasi obat : 500 mg sulfadoksin ditambah 25 mg pirimetamin. trombositopenia pada penderita defisiensi G6PD Kontra indikasi : . anemia aplastik.idiosinkresi . masing-masing sebanyak ¾ gelas 12 . 5. Tanaman ini tumbuh lurus dengan banyak cabang. terikat dengan enzym Dihidrofolat reduktase sehingga sintesa asam folat terhambat sehingga pembelahan inti parasit terganggu .haemolisis. berghei pada mencit..Gametosit: tidak efektif terhadap gametosit tetapi pirimetamin dapat mensterilkan gametosit Farmakodinamika : .sulfadoksin. Setelah disaring dan ditambahi madu (kalau dirasa perlu).SP menghambat PABA ekstraseluler membentuk asam folat merupakan bahan inti sel dan sitoplasma parasit Toksisitas : . Tingginya Cuma 50 – 80 cm. Hasilnya. dosis lethal lebih besar 250 mg/hari (dewasa) Efek samping : . bagian yang digunakan adalah daunnya.

diperlukan kulit batangnya sebesar tiga jari. kulit kayu tsb. Baik untuk pengobatan malaria kronis yang disertai pembesaran limpa. air rebusan tsb. Seperti dikutip Heyne. Belum terbukti bertanggungjawab terhadap khasiatnya sebagai obat malaria. Sudah bisa diminum sebagai obat tradisional. Namun. Rasa bagian pohon ini pahit dan tak berbau. Tinggi pohon ini bisa mencapai 25 m dengan diameter batang 40 – 60 cm. Sekali minum cukup ¾ gelas dan dalam sehari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali. belum terbukti. Juga telah dibuktikan bahwa ekstrak daun johar termasuk bahan yang tidak beracun. Daunnya merupakan bagian yang bisa digunakan sebagai obat malaria. Daun johar juga memiliki daya imunostimulasi (merangsang produksi zat kekebalan tubuh). Ada kemungkinan perlu dosis lebih besar dan dengan frekuensi lebih sering supaya efek yang diharapkan bisa dicapai. Tingginya bisa mencapai 15 m dengan batang berdiameter 40 – 50 cm. Untuk menggunakannya sebagai obat tradisional malaria. tapi kulit pohonnya. Kulit itu direbus di dalam tiga gelas minum air bersih hingga tinggal sekitar ½-nya. 7. 6. tapi memperpanjang masa hidup mencit tertular.minum. ada baiknya tanaman ini yang dipilih. pulai umumnya ditemukan di daerah berketinggian di bawah 900 m di atas permukaan laut. Tanaman ini berupa pohon dan cepat tumbuhnya. Di dalamnya terkandung senyawa alkaloid. Bagian tanaman yang digunakan bukan lagi daunnya. zat-zat tsb. Di Jawa. bersifat antipiretik yang potensinya seperti asetosal. Setelah disaring dan diberi pemanis berupa gula atau madu. Secara in vitro (di dalam tabung percobaan) terbukti ekstraknya bersifat plasmodicide pada konsentrasi 10 – 100 mikrogram/mikroliter. Infusnya juga bersifat hepatoproteksif (melindungi hati dari kerusakan). Johar Tanaman johar (Cassia siamea Lamk. sampai dosis 100 mg serbuk daun/100 g tikus dalam bentuk infus oral tidak mengurangi jumlah eritrosit (sel darah merah) tertular parasit (plasmodium). Air dari seduhan kulit tanaman ini terbukti tidak beracun. lantaran limpa dan hatinya tidak rusak. Di dalamnya terdapat alkaloid bersifat racun dan oxymethylanthraquinone. Dalam penelitian diketahui. tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah dengan ketinggian di bawah 1. Di Jawa.000 m di atas permukaan laut. Secara in vivo ekstrak tersebut tidak bersifat plasmodicide pada P. Br. Apakah alkaloid yang dikandungnya bersifat plasmodicide. Kayunya termasuk kuat dan awet.) juga sudah banyak diteliti kemungkinannya sebagai obat malaria. Pulai Kalau di dekat rumah tumbuh pohon pulai (Alstonia scholaris R.). dalam harian Indische dagbladen Juni 1917 disebutkan seorang bernama Wilkens di Surakarta menganjurkan 13 . berghei. Menurut Perry.

Tanaman ini tumbuh merambat dengan gemang batang sebesar kelingking orang dewasa. Batang itu dipotong-potong seperlunya lalu direbus di dalam 4 ½ gelas minum air hingga tinggal separuhnya. Semuanya direbus di dalam 3 gelas minum air hingga air rebusannya tersisa ¾-nya. dosisnya diturunkan menjadi dua kali sehari. Di masa sekarang. masing-masing ¾ gelas minum. sehingga binatang pun enggan menyentuhnya. dosisnya diturunkan kembali menjadi secangkir dalam sehari.penggunaan daun johar untuk pengobatan malaria. Untuk menjadikannya sebagai obat tunggal tradisional diperlukan ¾ jari batang bratawali segar. Sifat inilah yang meringankan penderitaan penderita malaria. Untuk menggunakannya dalam proses pengobatan malaria digunakan ¾ genggam daun johar segar. Vaksin Kurang memuaskannya hasil penanganan selama ini mengakibatkan para ahli sependapat bahwa harapan untuk memenangkan perang melawan malaria terletak pada ditemukannya vaksin antimalaria. Bahkan. Kalau penderita merasa agak baik. Air rebusan ini diminum 3 kali sehari. Meski begitu. Dari ke empat spesies plasmodium. Yang pasti. Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan malaria adalah batangnya. Infusnya bersifat antipiretik. berghei. Batangnya dipenuhi benjolan-benjolan kecil. diberi pemanis gula atau madu secukupnya. belum diketahui apakah sifat ini disebabkan alkaloid yang dikandungnya atau oleh sebab lain.). Di dalamnya terkandung alkaloid. rebusan ini telah lama digunakan sebagai obat demam yang sukar diobati. 8. yang paling banyak menimbulkan kematian adalah P falciparum sehingga prioritas penemuan vaksin ditujukan terhadap spesies ini. Batang ini rasanya sangat pahit. dalam penelitian bahan ini tidak menurunkan jumlah eritrosit mencit yang tertular P. masing-masing secangkir. Sementara ini telah diteliti empat 14 . Setelah kesehatannya normal. masing-masing ¾ gelas minum. Namun. sejak lebih dari setengah abad lampau khasiatnya sebagai obat deman telah diuji oleh dokter-dokter angkatan bersenjata. Hasilnya siap diminum sebagai obat oral. Bratawali Tanaman lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif bahan obat tradisional adalah bratawali (Tinospora crispa Miers. masing-masing secangkir. 9. Serbuk batang bratawali termasuk bahan yang PNT. Hasil rebusan ini diminum tiga kali sehari. Segenggam daun mudanya direbus dengan enam cangkir air hingga airnya tersisa separuhnya (tiga cangkir). ramuan itu sedikit berubah meskipun prinsipnya sama. Tiap hari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali. Mereka berkesimpulan khasiatnya baik pada beberapa kasus demam berselang (mungkin demam sebagai gejala malaria). Demikian pahitnya hingga kalau air rebusannya dikonsumsi begitu saja dapat menyebabkan muntah-muntah. Air rebusan disaring.

2. 3.kemungkinan pendekatan tata kerja vaksin: 1. semprot maupun lainnya. Saat ini formula baru vaksin ini sedang dikembangkan serta vaksin multi stage berbasis DNA juga mulai dikembangkan . pada transmission blocking. baik bakar. namun tetap harapannya terletak pada vaksin-vaksin tersebut. Pencegahan Malaria Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu langkah yang penting untuk mencegah gigitan nyamuk yang aktif di malam hari ini. namun dalam percobaan skala besar penelitian fase III hasilnya negatif. Untuk mengatasi plasmodium memang diperlukan vaksin kompleks namun ternyata penambahan berbagai elemen justru hasilnya kontra produktif. Pada awalnya SPF66 memberikan hasil yang menjanjikan. 3. Menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur. Kemungkinan mekanisme kerjanya adalah menginduksi antibodi terhadap protein permukaan merozoite. Sehingga mengurangi gejala klinis penyakit. 4. 15 . Penemuan genetic tools yang baru seperti transcriptome dan teknologi analisa proteome diharapkan membuat para ahli dapat lebih memahami biologi dari plasmodium sehingga dapat menolong untuk pengembangan vaksin dan obat antimalaria yang baru. pada tingkat blood stage. pada stadium pre erythrocyt (sel darah merah). Makanya vaksin tersebut sangat penting peranannya bagi strategi penemuan multi stage vaccine selanjutnya. lebih baik lagi dengan kelambu berinsektisida. bahkan pengembangannya masih banyak tantangan. Pertama diuji coba pada manusia dengan tipe SPF66 suatu tipe peptide vaksin. Vaksin yang bekerja pada stadium pre erythrocyte di desain untuk mencegah infeksi ke sel darah merah yakni mencegah pelepasan merozoit dari hati. kombinasi ketiganya atau multi stage vaccine. namun tidak dapat mencegah terjadinya infeksi. Begitu pula vaksin multi stage. Menggunakan pembasmi nyamuk. Walau strategi mengatasi malaria belum sepenuhnya berhasil. 2. Meski sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang memenuhi syarat. protein dari sel darah merah yang sudah terinfeksi atau menginduksi toksin antimalaria Sedangkan vaksin transmission-blocking vaccinee (TBVs) bertujuan mencegah transmisi parasit dari manusia ke nyamuk dan vaksin jenis ini digabungkan dengan vaksin berbagai tingkat yang lain (liver dan blood stage). Mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent). Pencegahan tanpa obat. I. yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan cara : 1. Sementara vaksin yang bekerja pada blood stage bekerja membatasi multiplikasi parasit di dalam darah. Keberhasilan langkah ini sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat setempat. Vaksin ini di disain untuk berefek pada semua tingkat pada siklus parasit malaria. Para ahli tetap mengupayakan ditemukannya vaksin antimalaria terutama vaksin multi stage.

Semua penderita demam di daerah endemis diberikan klorokuin dosis tunggal 600 mg jika daerah itu plasmodium falciparum sudah resisten terhadap klorokuin ditambahkan primakuin sebanyak tiga tablet. 7. 9. 16 . Langkah lainnya adalah mengantisipasi dengan meminum obat satu bulan sebelum seseorang melakukan bepergian ke luar daerah tempat tinggalnya yang bebas malaria. misalnya klorokuin. 6. sebaiknya mengkonsumsi obat antimalaria. Hindari keadaan rumah yang lembab. Melestarikan hutan bakau agar nyamuk tidak berkembang biak di rawa payau sepanjang pantai. 8. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi. gelap. 5. Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (bubuk abate) pada genangan air atau menebarkan ikan atau hewan (cyclops) pemakan jentik.  Penduduk daerah endemis dan penduduk baru yang akan menetap tinggal.4. 1 minggu sebelum berangkat selama berada di lokasi sampai 4 minggu setelah kembali. Mencegah penderita malaria dan gigitan nyamuk agar infeksi tidak menyebar. Aturan pemakaiannya adalah : Pendatang sementara ke daerah endemis. 10. Obat hanya diminum selama 12 minggu (3 bulan). Membersihkan tempat hinggap/istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk. karena obat ini efektif terhadap semua jenis parasit malaria. kotor dan pakaian yang bergantungan serta genangan air. Letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak. dosis klorokuin 300 mg/minggu. dosis klorokuin adalah 300 mg/minggu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful