Fadli robby a/20040310084

1. PEMERIKSAAN FISIK PULMO Diagnosis Inspeksi Oedem pulmo Simetris Bronchitis kronis, asma Pneumonia Emfisema Efusi pleura Pigeon chest Retraksi (+) Barrel chest SIC cembung

Perkusi Redup

Palpasi Normal

Sonor/hipersonor Normal Redup relative Hipersonor Redup (+) Vocal fremitus meningkat Vocal fremitus menurun Vocal fremitus menurun

Auskultasi Vesikuler (+), RBB (+) Bronchial

Pneumothorax

Simetris/asimetris Hipersonor (tergantung yang terkena)

Vesikuler meningkat Vesikuler menurun Vesikuler menurun, egofoni Vocal fremitus Vesikuler menurun menurun/sama sekali tidak ada

Asma kardiale Gejala khas dari gagal jantung adalah paroxysmal nocturnal dyspnea, yaitu mendadak terbangun karena sesak dan batuk di malam hari, sehingga membuat pasien ketakutan. Gejala ini mungkin disebabkan oleh depresi sementara pusat pernafasan selama pasien tidur, terutama pada pasien dengan edema paru dan menurunkan kelenturan paru. Asthma cardiale adalah mengi akibat bronkospasme dan terjadi pada waktu malam atau karena aktivitas fisik. Asma Riwayat Bronkiale Kambuhan Riwayat pribadi & Riwayat keluarga urtikaria, asma, alergi. Sesak nafas mendadak Allergen Wheezing Gambaran hiperinflasi paru Eosinofil ↑ Cardiale Riwayat sakit jantung

Gejala Pencetus Pemeriksaan fisik Rontgen Lab

Sesak nafas mendadak Pada malam hari saat tidur, aktivitas fisik berat. Wheezing Bising jantung Cardiomegali, oedem pulmo Eosinofil normal

Asma Kardiale: Pada gagal jantung kiri terjadi peningkatan tekanan kapiler dan vena paru. Jika tekanan hidrostatik di kapiler paru melebihi tekanan onkotik vaskular, maka akan terjadi transudasi cairan ke interstitsial dan bila cairan tersebut merembes ke alveoli akan terjadi edema paru. Jika terjadi udem paru akan terjadi gangguan pertukaran oksigen. Salah satu cara untuk mengkompensasi adalah dengan hiperventilasi. Hiperventilasi akan menyebabkan rangsang ujung saraf eferen vagal (c.fiber) yang ada di mukosa menyebabkan lepasnya neuropeptid sensorik senyawa P, neurokinin A dan Calcitonin Gene-Related Peptide (CGRP). Neuropeptid inilah yang menyebabkan terjadinya bronkokonstriksi, edema bronkus, eksudasi plasma, hipersekresi lendir dan aktivasi sel-sel inflamasi.

Fadli robby a/20040310084

Kardiomyopati definisi Kardiomiopati adalah suatu kelompok penyakit yang langsung mengenai otot jantung atau miokard itu sendiri yang ditandai dengan hilangnya kemampuan jantung untuk memompa darah dan berdenyut secara normal. etiologi Penyebab kardiomiopati saat ini masih belum dapat dijelaskan secara pasti, tetapi kardiomiopati diduga kuat dipengaruhi oleh faktor genetik. Klasifikasi (WHO)  Primer; tidak diketahui penyebabnya  Skunder; yaitu yang disebabkan oleh infeksi, kelainan metabolik, penyakit sistemik, herediter familial, reaksi sensitivitas dan toksin. Klasifikasi (Goodwin) dibagi menjadi tiga menurut patofisiologi yaitu  kardiomiopati hipertrofik; Kardiomiopati hipertrofik ini ditandai dengan adanya penebalan pada dinding ventrikel tanpa dilatasi  kardiomiopati dilatatif; Kardiomiopati dilatatif / kongestif ini ditandai dilatasi ruangruang jantung di mana otot jantung yang melemah, kendur dan rongga jantung membengkak serta menyebabkan gagal jantung, fungsi pompa sistolik berkurang secara progesif serta volume akhir diastolik dan sistolik meningkat.  kardiomiopati restriktif; Kardiomiopati restriktif ini merupakan kardiomiopati yang jarang (terjadi 1 dalam 1000 orang), terjadi manakala dinding jantung menjadi kaku dan tidak cukup lentur untuk terisi darah sehingga kemampuannya untuk memompa darah ke seluruh tubuh menjadi tidak efektif.

Fadli robby a/20040310084

Kardiomyopati peripartum DEFINISI - Pengembangan gagal jantung pada bulan terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan dari kelahiran. Tidak adanya penyebab yang dapat diidentifikasi untuk kegagalan jantung. Tidak adanya penyakit jantung dikenali sebelum bulan terakhir kehamilan.

Syok Definisi : sindroma klinis akibat kegagalan sirkulasi dalam mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan tubuh Kebutuhan cairan dan elektrolit  Dewasa o Air 25-40ml/kgbb/hari o Na 1-3mEq/kgbb/hari(100mEq/hari) o k 1-2mEq/kgbb/hari (60mEq/hari)  Bayi dan anak o Air  <10kg : 4ml/kgbb/jam (100ml/kg)  10-20kg : 40ml+2ml/kgbb/jam  >20kg : 60ml + 1 ml/kgbb/jam o Na : 2 mEq/kgbb o K : 2 mEq/kgbb Etiologi 1. Syok hipovolemik a. Syok hemoragik b. Kehilangan plasma (luka bakar) c. Kehilangan cairan dan elektrolit(muntah, diare,ketoasidosis diabetic) 2. Syok kardiogenik a. Disritmia b. Kegagalan pompa jantung c. Rupture septum ventrikel 3. syok obstruktif a. tension pneumothorak b. tamponade jantung c. emboli paru massif d. penyakit katup obstruktif(stenosis aortal atau mitral) 4. Syok distributive a. Syok septic b. Syok anafilaktik c. Syok neurogenik Hipovolemik Terjadi karena berkurangnya volume darah secara absolut, akibat kehilangan cairan atau akibat perdarahan Tanda klinis

Fadli robby a/20040310084

Hemodinamik

Ringan Takikardi Nadi lemah

Sedang Takikardi Nadi sangat lemah

Jaringan Urine Ssp

Lidah kering Turgor turun Pekat Mengantuk

Lidah keriput Turgor kurang Jumlah berkurang Apatis

Berat Takikardi Nadi tak teraba Akral dingin Sianosis Panas dan keriput Turgor buruk Oliguria Coma

Terapi 1. Perdarahan akut o Oksigenasi o Elevasi kaki dengan sudut 30o untuk meningkatkan venous return o Pasang vena cateter terbesar yang dapat dipasang o Berikan 1-2 L kristaloid (RL,Nacl), atau koloid (dextra) dalam 30-60 menit o Lakukan transfuse bila perdarahan >15% dewasa, atau >10% anak o Monitor vital sign o Hentikan perdarahan, bila perlu dengan pembedahan. 2. Kehilangan cairan gastrointestinal o Oksigenasi o Resusitasi cairan kristaloid 20ml/kg dalam 1 jam, sampai syok teratasi o Sisa deficit 50% dalam 8 jam pertama dan 50% dalam 16 jam beriutnya o pantau vital sign o Cek elektrolit, koreksi kelainan o Tentukan penyebab diare dan muntah, lalu di obati Syok kardiogenik Definisi Keidak mampuan jantung mengalirkan cukup darah ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolism akibat gangguan fungsi jantung. Manifestasi klinis Tekanan systole 80mmhg, produksi urin <20ml/hari, gelisah, kringat dingin, akral digin, takikardi. Penatalaksanaan  Pastikan jalan nafas adekuat, bila tidak sadar sebaiknya dilakukan intubasi  Berikan oksigen 8-15 liter/menit dengan masker  Rasa nyeri akibat infark harus di atasi dengan morfin  Bila terdapat fibrilasi atrium atasi dengan digitalis  Bila terjadi sinus bradikardi frekuaensi jantung <50x/menit  Rujuk ke rumah sakit dengan fasilitas kateterisasi, angioplasty, dan operasi kardiovaskuler Syok septic Definisi suatu kegagalan sirkulasi perifer dengan perfusi jaringan yang tidak adekuat akibat septicemia, syok septic merupakan sindrom yang mengenai jantung, system vaskuler, dan hamper semua organ. Etiologi

Fadli robby a/20040310084

Berbagai jenis mikrorganisme, insidensi meningkat antara lain karena pemberian antibiotic yang berlebihan dan penggunaan imunosupresif. Diagnosis  Suhu di bawah 36 atau >38oC  Takipnoe >20x/menit  Takikardi >90x/menit  Hipotensi TD<90  Angka leukosit <4000 atau >12000  Ada focal infeksi Penatalaksanaan  Oksigenasi  Pemberian regimen antibiotic sesuai pola kuman di masing2 rumah sakit. dapat di gunakan kombinasi 2-3 macam kombinasi antibiotic(Sefalosforin generasi 3, aminoglikosid, penisilin)  Terapi cairan o Infuse dekstrosa 5% 10-20ml/menit selama 10-15menit  Dopamine diberikan bila TD sistolik 90-110mmhg, dosis awal adalah 25μ/kgbb/menit, dosis dapat ditingkatkan sampai 20μg/kgbb/menit,  Bila gagal dosis di kembalikan ke 2-5μ/kgbb/menit dan di kombinasi dengan noreepinefrin bila gagal berarti prognosis buruk sekali Syok Anafilaktik Etiologi Reaksi antigen antibody (antigen IgE). Obat yang sering memberikan reaksi anafilaktik seperti antibiotic penisilin, ampisilin,sefalosporin, neomycin, tetrasiklin, klorampenicol, sulfanamid, kanamicin, serum antitetanus, antirabies, dll. Tatalaksana  Adrenalin dewasa 0.3-0.5mg sc  Resusitasi cairan dengan kristaloid  Kortikosteroid : dexametason 0.2mg/kg iv  Aminophilyn 3-6mg/kg bolus lanjutkan 0.4-0.9 mg/kg/menit iv  Antihistamin : difenhidramin 50mg iv Neurrogenik syok Etiologi Terjadi akibat cervical atau high thoracic spinal cord injury Diagnosis Hipotensi disertai bradikardi, gangguan neurologis paralisis flasid, reflek ekstremitas hilang. Terapi Tindakan supportive berupa resusitasi cairan dan vasopresor