You are on page 1of 4

PERSEPSI PROGRAM STUDI MEGISTER

DAMAI DAN RESOLUSI KONFLIK

Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga
konflik bersifat inheren artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu,
dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau
arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. Oleh sebab itu, konflik dan
integrasi sosial merupakan gejala yang selalu mengisi setiap kehidupan sosial. Hal-hal yang
mendorong timbulnya konflik dan integrasi adalah adanya persamaan dan perbedaan
kepentingan sosial. Di dalam setiap kehidupan sosial tidak ada satu pun manusia yang
memiliki kesamaan yang persis, baik dari unsur etnis, kepentingan, kemauan, kehendak,
tujuan dan sebagainya. 1 Dari setiap konflik, terdapat beberapa di antaranya yang dapat
diselesaikan, akan tetapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan sehingga menimbulkan
beberapa aksi kekerasan. Kekerasan merupakan gejala tidak dapat diatasinya akar konflik
sehingga menimbulkan kekerasan dari model kekerasan yang terkecil hingga peperangan.

Indonesia kini memasuki masa pasca-konflik setelah konflik di daerah-daerah di
Indonesia mereda baik karena telah dicapainya kesepakatan damai maupun karena sebab-
sebab lain berlangsungnya demokratisasi dan desentralisasi yang membawa perbaikan pada
kondisi sosial-ekonomi dan keamanan di masyarakat. Daerah-daerah yang dalam masa awal
transisi demokrasi dilanda konflik, seperti Maluku, Maluku Utara, Poso, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Barat, dan lainnya, dan dalam tingkat tertentu mengalami konflik jauh sebelum
berlangsung transisi demokrasi sebagai warisan konflik di masa lalu, seperti Aceh dan Papua
(dalam kasus Aceh perjanjian damai telah dicapai, sedangkan dalam kasus Papua hingga kini
masih mencari jalan keluar menemukan perdamaian), kini kondisinya berangsung-angsur
membaik, telah memasuki era baru, menata kehidupan baru dalam politik, penyelenggaraan
pemerintahan dan kegiatan pembangunan, menuju pemulihan pasca-konflik dan berusaha
mengejar ketertinggalan untuk mencapai kemajuan pembangunan.2

Merujuk kepada permasalahan terkait dengan Poso yang terletak di Wilayah Provinsi
Sulawesi Tengah banyak Peristiwa konflik yang terjadi terkait persoalan sosio kultural yang
tidak terselesaikan dengan efektif dan efesien. Apalagi memang daerah ini dihuni oleh sekitar

1
Elly M. Setiadi dan Usman Kolip, Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial:
Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), hal 345
2
Lambang Trijono, Pembangunan Perdamaian Pasca-Konflik di Indonesia: Kaitan perdamaian, pembangunan
dan demokrasi dalam pengembangan kelembagaan pasca-konflik, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Volume
13, Nomor 1, Juli 2009 (48-70).

agar kerangka dihasilkan mampu bukan hanya menangkap realitas potensi konflik yang ada. untuk menjawab berbagai tantangan dan masalah dihadapi daerah pasca-konflik. Berdasar kedua analisis tersebut. di satu sisi. proses dan dinamika konflik. tetapi juga mampu menjawab tantangan perdamaian dihadapi. Persepsi yang masih perlu di telusuri secara mendalam. strategi dan kerangka kerja pembangunan perdamaian. Untuk menjawab permasalahan tersebut. atau pencegahan konflik. Bagaimana mengurangi potensi konflik agar konflik tidak kembali muncul ke permukaan. dan pembangunan perdamaian bisa dirumuskan dengan mempertimbangkan pentingnya pendekatan dan strategi pembangunan perdamaian dalam jangka panjang. untuk ditemukan pola. Kajian. Keduanya. sehingga bisa dicegah kemungkinan dan kecenderungan terjadinya konflik kembali muncul ke permukaan. atau akar penyebab. selain penting melakukan analisis terhadap situasi konflik. terjadinya konflik. . Pembangunan perdamaian tidak hanya bersifat transisional. assesmen dan analisis terhadap situasi konflik terkini penting dilakukan dengan memfokus pada sebab- sebab. respon kebijakan strategis pemeliharaan perdamaian. tetapi juga kapasitas kelembagaan memadai untuk menumbuhkembangkan perdamaian. tetapi sekaligus juga transformatif dan rekonsiliatif menuju tercapainya perdamaian dan keadilan berkelanjutan. di sisi lain.lima puluh enam suku bangsa. pada aktor. Berkaca pada konflik komunal dan kekerasan kolektif yang sering terjadi di Sulawasi Tengah kemudian muncul beberapa isu terkait dengan aksi terorisme sehingga trerkadang situasi yang terjadi di Sulawesi Tengah sering dipersepsikan sebagai “Daerah Konflik dan Sarang Teroris”. sama-sama penting dilakukan untuk merumuskan pendekatan. merupakan agenda penting harus dilakukan dalam setiap upaya menjaga dan membangun perdamaian di daerah pasca-konflik. dan bagaimana meningkatkan kapasitas perdamaian yang ada. penting untuk ditingkatkan. Selain itu. baik dari segi pola maupun karakteristiknya. baik analisis situasi konflik maupun analisis perdamaian terkini. kapasitas kelembagaan dan agen pembangunan perdamaian. karakteristik dan kecenderungannya. maka diperlukan pemahaman atas konflik kekerasan terjadi selama ini. Salah satu daerah yang sering mengalami konflik adalah konflik terjadi di Poso dan akhir-akhir ini terjadi di Kota Palu. Disini. analisis terhadap situasi perdamaian terkini juga perlu ditekankan. sehingga diprediksi untuk antisipasi dan langkah pencegahan konflik ke depan. Membangun perdamaian di daerah pasca-konflik dengan demikian tidak hanya membutuhkan kepekaan atau sensitivitas tinggi atas potensi konflik dan ketegangan struktural yang ada di masyarakat. baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakat sipil.

Dalam kenyataannya agama menjadi alat untuk mempertajam konflik dan permusuhan di Wilayah Kabupaten Poso. juga harus promotif terhadap perdamaian. 4 M. Resolusi Konflik. sehingga kebijakan dan agenda aksi digulirkan akan memberikan kontribusi yang luas bagi terciptanya perdamaian dan pembangunan. sehingga penyelesaiannya menjadi seakan-akan berlarut yang tidak memiliki akhir. Kajian Konflik di Sulawesi Tengah menjadi strategi penting dalam memahami benang merah kekerasan bernuansa agama. Penjelasan tersebut mendeskripsikan kondisi yang nyata di Sulawesi Tengah dewasa ini.3 Rresolusi konflik adalah tentang bagaimana menghadapi konflik. untuk mencegah segala kemungkinan munculnya kembali konflik ke permukaan. Resolusi konflik bertujuan menangani sebab- sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru yang relatif dapat bertahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan. Prasangka dan konflik. bagaimana mengelolanya dan bagaimana menghilangkan konflik. bagaimana mengatasinya.4 Sehingga. Tafsir. 3 Alo liliweri. Negara pun selalu mempersepsikan konflik itu sebagai konflik hortizontal. 228-229. hal.Kebijakan dan agenda aksi pemeliharaan dan pembangunan perdamaian di daerah pasca- konflik selain harus sensitif terhadap konflik. komunikasi lintas budaya masyarakat multicultural hal. bagaimana menyelesaikannya. . Maka perlunya kajian Damai dan Resolusi Konflik dalam mengatasi masalah tersebut. 35. menempatkan diri terhadap pentingnya kehadiran Program Studi Damai dan Resolusi Konflik sebagai bentuk upaya untuk menanggulangi berbagai bentuk permasalahan dari hal tersebut.

Pembangunan Perdamaian Pasca-Konflik di Indonesia: Kaitan perdamaian. Elly M. DAFTAR PUSTAKA Alo Liliweri. New York: Polity Press. Kamarulzaman and Ang Ming Chee. Post-Conflict Peace Building and Constitution Making. 2009. Rethinking Conflict Transformation from a Human Rights Perspective. Problems. Anan. and Lessons from Sri Lanka and Northern Ireland. Strategies. Chicago Journal of International Law. Yogyakarta: LKIS. Forum Asia: SECSN. Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori. 2005. 2009. Michelle. dan Pemecahannya. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Volume 13. Tafsir. Vol 6. Building Peace in Aceh.2. Lambang Trijono. No. pembangunan dan demokrasi dalam pengembangan kelembagaan pasca- konflik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Resolusi Konflik. Kofi 2002. komunikasi lintas budaya masyarakat multicultural. 2001. Aplikasi. Juli 2009. Nomor 1. eds. Parlevliet. Report of the Secretary General. Democracy and Human Rights. Prevention of Armed Conflict. 2005. New York. . David. Askandar. Kristi. Samuels. United Nation. Semarang: CV. Betham. Prasangka dan konflik. Karya Abadi Jaya. Berghof Research Center for Constructive Conflict Management. Setiadi dan Usman Kolip. M. 2011. 2015. 2006.