You are on page 1of 19

Sensor dan Transduser

Sistem otomasi ataupun kontroler tidak akan lepas dengan apa yang disebut
'sensor'. Karena suatu sistem pengendali secara garis besar mempunyai prosedur dan
rangkaian proses yang saling berkaitan. Bermula dari proses perubahan yang ditangkap
dan diolah oleh pengolah sinyal/data yang kemudian diteruskan sebagai keluaran dari
olah data dalam bentuk kondisi pengendalian. Semua proses tersebut juga akan di
adopsi pada dunia robotika dan bahkan rangkaian proses tersebutlah yang menjadi
suatu proses rutin/inti dalam bagian bagian robot yang dapat digambarkan sebagai
aliran darah suatu robot.

Apa itu Transduser ?
Transduser adalah alat yang mengubah suatu energi dari satu bentuk ke bentuk lain,
yang merupakan elemen penting dalam sistem pengendali. Secara umum transduser
dibedakan atas dua prinsip kerja yaitu: pertama, Transduser Input dapat dikatakan
bahwa transduser ini akan mengubah energi non-listrik menjadi energi listrik. Kedua,
Transduser Output adalah kebalikannya, mengubah energi listrik ke bentuk energi non-
listrik.

Bagaimana dengan Sensor ?
Sensor adalah alat untuk mendeteksi / mengukur sesuatu yang digunakan untuk
mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan
arus listrik. Sensor itu sendiri terdiri dari transduser dengan atau tanpa
penguat/pengolah sinyal yang terbentuk dalam satu sistem pengindera. Dalam
lingkungan sistem pengendali dan robotika, sensor memberikan kesamaan yang
menyerupai mata, pendengaran, hidung, lidah yang kemudian akan diolah oleh
kontroller sebagai otaknya.

Macam-macam Sensor ?
Sensor Kedekatan (Proximity), yaitu sensor atau saklar yang dapat mendeteksi
adanya target (jenis logam) dengan tanpa adanya kontak fisik. Sensor jenis ini biasanya
tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindunginya dari

Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima. Sensor Sinar . Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu. dan korosif yang berlebihan. Fotovoltaic atau sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik.terdiri dari 3 kategori. Sensor Tekanan . dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan. Sensor Magnet . Sedangkan Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target pemantulnya. Perubahan medan magnet yang terus menerus menyebabkan timbulnya pulsa yang kemudian dapat ditentukan frekuensinya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah: objek padat. cair.juga disebut relai buluh. Sensor ini dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil/lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar. kimiawi. Dasar penginderaannya . Demikian pula dengan Fotokonduktif (fotoresistif) yang akan memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya. dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Sensor Ultrasonik .bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet disekitarnya. butiran maupun tekstil. sensor jenis ini biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan.sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat. dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik.pengaruh getaran. maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya. cairan. Prinsip kerjanya adalah dengan memperhatikan perubahan amplitudo suatu lingkungan medan frekuensi tinggi.dirancang untuk merasakan adanya objek magnetis dengan perubahan posisinya. asap ataupun uap. kelembapan. Sensor Efek-Hall . semakin tinggin intensitas cahaya yang terima. adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran.

Sensor Kecepatan/RPM – proses penginderaan merupakan proses kebalikan dari suatu motor. Pertama. Penyandi absolut (yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing posisi sudut) mempunyai cara kerja sang sama dengan perkecualian. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear. resistance temperature detector (RTD). Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu. dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat. karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. termistor dan IC sensor. perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding. kelinearan. stabilitas dan reproduksibilitas. thermocouple (T/C). yaitu. IC Sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan penginderanya.ada 4 jenis utama sensor suhu yang biasa digunakan. Kedua. Resistance Temperature Detector (RTD) didasari pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Sensor Suhu. dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi. Jenis ini sangat peka dengan o perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Sensor Penyandi (Encoder) digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital. lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan.pada perubahan tahanan pengantar (transduser) yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya. Thermocouple pada pokoknya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan/dilebur bersama. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi. Penyandi rotari tambahan (yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masingmasing putaran) yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar. .

Satu putaran motor memerlukan 360 derajat dengan jumlah langkah yang tertentu perderajatnya. mempunyai prinsip dasar yang sama dengan motor stepper namun gerakannya bersifat kontinyu atau berkelanjutan. hal ini dikarenakan memiliki beberapa segment kutub kumparan. Ukuran kerja dari stepper biasanya diberikan dalam jumlah langkah per-putaran per-detik. besarnya gaya tarikan atau dorongan yang dihasilkan adalah ditentukan dengan jumlah lilitan kumparan tembaga dan besar arus yang mengalir melalui kumparan. Selenoid adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik atau arus listrik menjadi gerakan mekanis linear.Apa itu Actuator (penggerak) ? Penggerak. Biasa digunakan pada sistem servo. Motor DC tanpa sikat . Motor stepper mempunyai kecepatan dan torsi yang rendah namun memiliki kontrol gerakan posisi yang cermat. tingkat . yaitu motor yang memiliki sikat karbon berfungsi sebagai pengubah arus pada kumparan sedemikian rupa sehingga arah tenaga putaran motor akan selalu sama. Terbentuk dari kumparan dengan inti besi yang dapat bergerak. karena mempunyai efisiensi tinggi. menggunakan semi konduktor untuk merubah maupun membalik arus sehingga layaknya pulsa yang menggerakkan motor tersebut. Terdiri dari 3 jenis pokok : Relai adalah alat yang dioperasikan dengan listrik dan secara mekanis mengontrol penghubungan rangkaian listrik. Motor DC adalah alat yang mengubah pulsa listrik menjadi gerak. dalam pengertian listrik adalah setiap alat yang mengubah sinyal listrik menjadi gerakan mekanis. bermanfaat untuk kontrol jarak jauh dan untuk pengontrolan alat tegangan dan arus tinggi dengan sinyal kontrol tegangan dan arus rendah. Stepper adalah alat yang mengubah pulsa listrik yang diberikan menjadi gerakan rotor discret (berlainan) yang disebut step (langkah). Bekerja berdasarkan pembentukan elektromagnet yang menggerakkan elektromekanis penghubung dari dua atau lebih titik penghubung (konektor) rangkaian sehingga dapat menghasilkan kondisi kontak ON atau kontak OFF atau kombinasi dari keduanya. umur pemakaian lama. Motor DC dibagi menjadi 2 jenis yaitu . Motor DC dengan sikat (mekanis komutasi). Biasa digunakan sebagai proses lanjutan dari keluaran suatu proses olah data yang dihasilkan oleh suatu sensor atau kontroler.

simpanan. karena putarannya halus seperti stepper namun putarannya terusmenerus tanpa adanya step. Pengolahan informasi pada sistem instrumentasi elektronika Pendekatan : • Informasi (energi) • Pembawa informasi Identifikasi : • Pengubah bentuk pembawa informasi • Misal : panas menjadi listrik Pengolahan : • Pengubahan tampilan • Pembawa info (bentuk info tidak berubah) • Peragaan. transmisi adalah pengubahan bentuk pembawa info yang tidak berubah. implementasi. .kebisingan suara listrik rendah.

dimana energi tersebut mengandung arti. Definisi transduser : Pengubah bentuk energi. Pada transmisi : Keluaran output dalam bentuk radiasi elektro magnet.Transduser dalam sistem instrmentasi elektronika Input transduser : Mengubah besaran satu kebesaran yang lain ( pengubahan bentuk energi) Pengolahan : Pengubah penampilan besaran listrik (signal conditioning. memory atau kertas. penguatan pengukuran. analog to digital) Output transduser : Pengubah bentuk besaran listrik ke pada bukan listrik Gambar Transduser dalam sistem elektronika Pada sistem pengaturan : Besaran keluaran output transduser dapat mempengaruhi besaran masukkan dari input (dengan kasus close loop) Pada simpanan : Info output disimpan dalam disc. Istilah yang lain : .

Detektor 2. magnetik 6. radiasi 2. listrik 5. transduser Silicon dapat dibuat lebih kecil yang akan memiliki keuntungan : . kimia Tabel tipe transduser berdasarkan pada pengubahan info Keluaran Radiasi Mekanik Panas Listrik Magnet Kimia m Solari fotodioda Radiasi Filter Light mill meter a Phenumatic generator Mekanik s valve u Heat Thermo Temp Panas Gas light bimetal exchange couple control k Loud Peltier listrik led transistor coil battery a speaker cooler Faraday Hall sensor Magnet n magnet kopling modulator circuit Gas heater kimia Fire works bom baterai Perubahan bentuk pembawa informasi pada teknologi silicon Bentuk fisika info Efek yang timbul pd transduser Modulasi besaran Radiasi Photovoltaik Photoconductivitas Mekanik Acousto Electric Piezo resistor Thermal Seeback Thermo resistor Kimia Galvano electronic Kimia listrik Dengan teknologi planar. thermal (panas) 4. mekanik 3. Sensor Bentuk energi dan pengubahannya : 1.1.

Sebagai contoh. pengendali satelit.1. dan sistem persenjataan peluru kendali. Salah satu elemen penting sistem instrumentasi dan pengendali adalah transducer. smart sensor (tranduser + rangkaian elektronika dalam chip) Simbol pemakaian sensor dalam industri : Transduser Elemen Elektronika Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Transducer akan mengubah energi nonlistrik menjadi energi listrik sehingga proses pengendalian dapat dilakukan baik secara otomatik maupun manual. memperbaiki tanggap frekuensi 3. Sistem tersebut amat membantu pekerjaan manusia. sistem pengukuran dan pengendalian atau instrumentasi semakin berperan penting dalam kehidupan manusia. penerapan sistem pengendali pada sistem pengemudi pesawat terbang. sistem pengendali diterapkan sebagai pengendali mesin mesin produksi dan pengendali proses yang mengubah masukan berupa energi nonlistrik menjadi besaran listrik agar dapat diolah. Dalam bidang industri. dapat diletakkan dimana saja 2. baik pekerjaan yang bersifat monoton dan kontinyu maupun pekerjaan dinamis dan sensitif. baik secara analog maupun digital. pengendali pesawat ruang angkasa. Beberapa proses industri yang membutuhkan sistem pengendali multi input-multi output serta permasalahan yang kompleks dapat diatasi dengan kemajuan sistem instrumentasi atau sistem pengendali didukung oleh kemajuan teknologi komputer. .

Oleh karena itu. Pengkondisian dapat berupa operasi aritmatik maupun logik. Bagian-bagian pokok sistem instrumentasi dan pengendali elektronik tersebut adalah: 1. suatu format tertentu. dan meter atau perekam grafik. Bagian pengkondisi sinyal/ prosessor Bagian pengkondisi sinyal melakukan proses mengkondisikan sinyal masukan ke dalam. sinyal ini dapat dikondisikan melalui proses elektronik. Dengan memahami fungsi kerja transducer tersebut maka transducer dapat didefinisikan sebagai piranti yang mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi yang lain. intensitas cahaya. Penerapan transducer dalam bidang industri umumnya sebagai piranti yang mengubah parameter seperti temperatur.A. LED. dan lain-lain menjadi sinyal elektronik. 2. baik digital maupun analog. baik digital maupun analog. sinyal yang sudah terkondisi dapat ditampilkan melalui bagian keluaran atau untuk melakukan proses gerak mekanik sebuah mesin 3. Pada umumnya input pada sistem instrumentasi berupa besaran nonlistrik yang harus diubah ke dalam besaran listrik dengan menggunakan transducer. kelembapan. Selanjutnya. Bentuk keluaran dapat berupa tampilan display sevent segment. tekanan. Bagian output berfungsi untuk menampilkan sinyal keluaran baik berupa tampilan analog maupun digital. Bagian output. Ketiganya dapat bersama-sama melakukan proses pengendalian dan menampilkan hasilnya. Transducer sebagai Elemen Sistem Instrumentasi dan Pengendali Elektronik Sistem instrumentasi dan pengendali elektronik pada dasarnya terdiri dari tiga bagian pokok. derajat pH (tingkat keasaman). Bagian input memungut besaran atau parameter nonlistrik yang terukur dan mengirimkan dalam bentuk besaran listrik yang sesuai ke bagian pengkondisi sinyal. . Bagian input/masukan.

Tabel berikut ini menunjukkan klasifikasi transducer yang didasarkan pada prinsip. Perubahan resistansi ini dapat benilai positif (nilai resistansi bertambah) berarti tegangannya juga meningkat atau negatif (nilai resistansi berkurang) berarti tegangannya berkurang. Transducer Resistif Prinsip kerja dan penerapan transducer berdasarkan jenisnya ditampilkan pada tabel berikut ini. yaitu transducer kapasitif. Klasifikasi Transducer Beberapa jenis transducer dapat diklasifikasikan sesuai dengan prinsip pengubahan energi. Perubahan ini selanjutnya menyebabkan perubahan besar tegangan atau kuat arus yang dihasilkan transducer. Ada tiga jenis transducer pasif yang dapat kita peroleh di pasaran. atau berdasarkan bidang pemakaian. dan transducer photo: a. 1. Jika transducer ini mengalami perubahan kondisi pada lingkungan sekelilingnya maka nilai resistansinya akan berubah. Gambar Blok diagram sistem pengendali atau instrumentasi elektronik B. kapasitansi. . transducer induktif. kelistrikannya. Perubahan tegangan inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui keadaan yang ingin diukur. atau induktansi apabila mengalami perubahan kondisi sekeliling. sinyal keluaran. Transducer Pasif Transducer ini tidak dapat menghasilkan tegangan sendiri tetapi dapat menghasilkan perubahan nilai resistansi.

a. Transducer Kapasitif dan Transducer Induktif Prinsip kerja transducer ini adalah mengubah perubahan besaran nonlistrik menjadi perubahan nilai kapasitansi atau nilai induktif. Arus . berubah sensor tinggi disebabkan oleh kondisi fisis seperti cairan sensor tinggi cairan. penghantaran atau semikonduktor tekanan. Berikut ini disajikan prinsip kerja dan penerapan transducer induktif berdasarkan jenisnya. LVDT (Linear Variable timbulnya tegangan pada kumparan posisi diferensial Transformer) sekunder Transducer tekanan Perubahan tekanan fisis seperti tekanan Sensor tekanan gas atau cairan menye babkan perubahan induktansi magnetik. Transducer Photo Transducer photo dapat mengubah besar arus listrik jika dikenai cahaya/ sinar. Jenis Transducer Prinsip Kerja Jenis Penerapan Transducer Kapasitif Kapasitas antara dua dialektrik. dan panjang datan ketebalan Transducer Induktif Perubahan posisi inti menyebabkan Sensor tekanan. Thermistor Perubahan suhu mempengaruhi resistansi sensor suhu logam teroksidasi yang mempunyai koefisien suhu negatif Hygrometer Resistif Resistansi elektrode turun bila kelembapan Sensor udara di sekelilingnya naik atau bertambah kelembapan Psychrometer Perbedaan suhu pada elektrode kering dan sensor elektrode basah menghasilkan perubahan kelembapan tegangan b. posisi RTD (Resistance Perubahan suhu mempengaruhi resistansi sensor suhu Temperatur Detector) logam mumi yang mempunyai koefisien suhu positif. aliran. tekanan tekanan kepa ketebalan kepadatan. ekstemal) menjadi perubahan resistansi posisi potensiometer atau rangkaianjembatan Strain Gage Tekanan eksternal mengubah resistansi sensor berat. komposisi larutan. Jenis Transducer Prinsip Kerja Jenis Penerapan Potensio meter Resistif Perubahan positif (karena gerakan sensor tekanan.

Cell Photovoltaic Energi listrik atau tegangan muncul bila sensor cahaya. JENIS DAN KARAKTERISTIK TRANSDUCER Terdapat berbagai jenis transducer di dunia industri. misalnya gelap terangnya suatu ruangan. Berikut ini disajikan prinsip ketja dan penerapan transducer aktif berdasarkan jenisjenisnya. sakelar infra merah. Sebelum menggunakan suatu transducer. cahaya pada diode tersebut sensor cahaya. Transducer ini malah dapat menghasilkan energi listrik. 2.listrik inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui keadaan yang ingin diukur. Thermopile duajenis semikonduktor logam yang pancaran panas berbeda dikenai panas. Jenis Transducer Prinsip Kerja Jenis Penerapan Photoconductiv Konduktivitas pada suatu bahan berubah sakelar cahaya. Kondisi lain yang dapat diukur adalah kondisi yang memanfaatkan sinar sebagai bagian utamanya. sinar infra merah mentriger cahaya detector photo. Phototransistor Intensitas cahaya yangjatuh pada sakelar cahaya. bila terkena cahaya sensor Photodiode Arus reverse berubah sesuai inten sitas sakelar cahaya. TransducerAktif Transducer ini tidak memerlukan catu daya eksternal. Jenis Transducer Prinsip Kerja Jenis Penerapan Thermokopel dan Energi listrik muncul bila sam bungan sensor suhu. Berikut ini disajikan tabel jenis-jenis transducer photo berikut prinsip kerja dan penerapannya dalam kehidupan seharihari. sebaiknya diketahui dulu mengenal kegunaan dan karakteristik suatu . tegangan energi sinar (solar cell). sebuah hubungan semikonduktor pembangkit mendapat pancaran sinar. transistor photo menyebabkan transsistor dalam kondisi cut off atau saturasi Optocopler Mengubah pulsa menjadi sinar cahaya Relay. Ada beberapa jenis transducer photo dan masing-masing mempunyai prinsip kerja yang berbeda-beda.

gelas. Hal ini disebabkan karena banyak proses industri memerlukan temperatur yang terkendali. suhu gas atau cairan serendah -300 0 F masih dapat terukur. Meskipun demikian. dan keramik.transducer. Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh Thomas Johann Seebeck pada tahun 1820. Jika salah satu bagian pangkal lilitan dipanasi. Selain itu. thermokopel dapat diubah rentang ukurannya berdasarkan kombinasi bahan yang digunakan. 1. Seperti yang telah dijelaskan pada bab satu babwa terdapat banyak transducer yang diciptakan sesual dengan kebutuhannya maka berikut akan diuraikan jenis-jenis transducer yang ada di dunia industri. terutama pengukuran suhu tinggi. Suhu yang digunakan pada proses industri kadang-kadang lebih tinggi dari 3000 o F. Dengan demikian. A. sehingga banyak digunakan pada proses industri. Kehandalan thermokopel dibuktikan dengan kombinasi pasangan bahan platinum dengan platinum-rhodium yang digunakan untuk menentukan skala suhu intenasional antara 1220 o F (660o C) dan 1945o F (1063o C). dililit bersama. Agar lebih jelas perhatikanlah gambar berikut ini. Sebuah thermokopel dibentuk oleh dua buah penghantar yang berbeda jenisnya. Thermokopel Salah satu transducer yang dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan temperatur adalah thermokopel. Transducer Temperatur Temperatur (suhu) merupakan salah satu besaran penting. . Rentang suhu antara 2000 o F sampai dengan 3000o F biasanya digunakan pada industri baja. thermokopel juga dapat digunakan untuk mengukur suhu rendah dengan baik. Selain itu. Thermokopel mempunyai kegunaan dan penerapan yang luas sebagai alat ukur suhu. pemakaian dan pemilihan jenisnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. dan dikenal dengan Efek Seebeck. Thermokopel menghasilkan pengukuran yang teliti dan dapat diandalkan. kedua ujung penghantar pada pangkal yang lain akan muncul emf atau beda potensial.

Perbedaan ini ditentukan oleh kombinasi pasangan jenis penghantar yang digunakan. Rangkaian Termokopel Sederhana Sebuah rangkaian thermokopel sederhana dibentuk oleh dua buah penghantar yang berbeda jenis.platinum rhodium)dan tipe T (tembaga konstantan) gambar 2. Kombinasi yang banyak dipakai adalah tipe E (kromel-konstantan). yaitu jenis thermokopel yang digunakan dapat disesuaikan dengan rentang suhu dan kondisi lingkungan tempat thermokopel bekerja. maka pada kedua ujung penghantar besi dan konstantan pada pangkal Tr terbangkit emf sehingga mengalir arus listrik pada rangkaian tersebut (efek Seebeck). dililit bersama-sama. Perbedaan jenis penghantar menentukan karakteristrik linier suhu terhadap tegangan. Hal ini memberi keuntungan. yaitu Tr sebagai reference junction. Salah satu ujung T merupakan measuring junction dan ujung yang lain. tipe J (besi – konstantan). Bila ujung T dipanasi hingga terjadi perbedaan suhu terhadap ujung Tr. K dan R . tipe K (kromel-alumel).2 menunjukkan grafik tegangan terhadap suhu pada termokopel tipe E. Reference junction dijaga pada suhu konstan 32 oF (OoC) atau 68oF (20o C). besi dan konstantan. J. Terdapat beberapa jenis thermokopel yang berbeda karakteristiknya. tipe RS (platinum.

platinum rhodium) yang tidak meleleh pada suhu 3000oF. Thermokopel adalah sebuah alat yang bekerjanya berdasarkan perbedaan pengukuran. J. Gambar Grafik tegangan antara temperatur pada termokopel tipe E. Bila thermokopel digunakan untuk mengukur suhu yang tinggi maka akan muncul tegangan sebesar Vh. Thermokopel digunakan untuk mengukur suhu setinggi 2300 oF atau serendah -270oF. Oleh karena itu. dengan tegangan keluaran lebih dari 100 mV Bila piranti ini digunakan untuk mengukur suhu 500oF sampai 2300oF (platinum . yang disebut net voltage (Vnet). hanya beberapa milivolt. Jadi tegangan sesungguhnya adalah selisih antara V c dan Vh. untuk mengukur suhu yang tidak diketahui. . K dan R Tegangan keluaran emf (electro motive force) thermokopel masih sangat rendah. terlebih dahulu harus diketahui tegangan V c pada suhu reference (reference temperature). Besarnya Vnet dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut: Vnet = Vh .VC Contoh soal.

Gambar 2. Tegangan keluaran thermopile adalah jumlah tegangan pada masing masing thermokopel. juga ditunjukkan perubahan arus keluaran linear terhadap suhu. arus keluarannya adalah 20 mA. ditentukan oleh suhu yang terukur. Kurva hubungan temperature dengan arus keluaran Jenis thermokopel yang lain adalah thermopile.Vc = 50 mV .3.10 mV = 40mV Gambar 2. Arus keluaran sebanding dengan perubahan besaran antara tegangan terhadap suhu atau arus terhadap waktu. Pada suhu minimum. Berapa tegangan sesungguhnya (Vnet) yang dihasilkan oleb thermokopel? Penyelesaian: Vnet = Vh . Selisih antara suhu. Maksimum dan suhu minimum disebut span setting.Sebuah thermokopel menghasilkan tegangan keluaran sebesar 50 mV pada suhu 1400oC. Sinyal keluaran ini digunakan sebagai zero setting. Thermokopel menghasilkan arus keluaran antara 4 mA sampal dengan 20 mA.3.3. Pada suhu maksimum. sedangkan pada suhu 200oC menghasilkan tegangan 10 mV. Thermopile adalah beberapa thermokopel yang dihubungkan secara seri sehingga didapatkan alat ukur suhu yang mempunyai sensitivitas tinggi. Thermopile sering digunakan sebagai Pyrometer Radiasi. yaitu thermopile yang digunakan untuk mengukur suhu sangat tinggi yang . Pada gambar 2. arus keluaran terukur 4 mA. menunjukkan kurva pengukuran suhu terhadap arus (mA).

4a menunjukkan beberapa thermokopel yang dihubungkan secara seri membentuk thermopile. (a) thermopile (b) Pyrometer Radiasi 2. a. Thermopile ini diletakkan di titik tengah pyrometer (Gb. Gambar 2.4b). contohnya pada proses peleburan baja.terpancar dari sumber panas. Pada kondisi ini thermopile tidak mungkin menempel secara fisis pada sumber panas. Umumnya kata thermistor digunakan untuk pengertian yang lebih luas.4. Adapun RTD adalah suatu resistor yang digunakan untuk mendeteksi perubahan resistansi sebuah penghantar atas perubahan suhu padanya.5 menunjukkan kurva hubungan antara resistansi terhadap suhu. Gambar 2. yaitu komponen elektronik darl bahan semikonduktor yang mempunyai koefisien suhu negatif. . Fungsi lensa adalah untuk mendapatkan titik fokus radiasi agar jatuh pada thermopile. 2. Thermistor dan RTD (Resistance Temperature Detectors) Thermistor atau thermal resistor atau thermal sensitive resistor adalah suatu jenis resistor yang sensitif terhadap perubahan suhu. Gambar 2. Thermistor Prinsip keda thermistor adalah memberikan perubahan resistansi yang sebanding dengan perubahan suhu.

6. komponen rangkaian kompensasi perubahan suhu atau alat pengaman pemanasan lebih. Beberapa tipe thermistor tersedia di pasaran dengan nilai resistansi dari ohm sampai megaohm. besi. menunjukkan simbol thermistor dan Gambar 2.7. Simbol Thermistor Gambar 2. Thermistor sering digunakan sebagal sensor suhu. Gambar 2. Perubahan resistansi yang besar terhadap perubahan suhu yang relatif kecil menjadikan therrmstor banyak dipakal sebagai sensor suhu yang mempunyal ketelitian dan ketepatan tinggi. kromium.5. atau nikel. Gambar 2. kobalt. Thermistor dibentuk darl bahan oksida logam campuran (sintering mixture). Kurva hubungan antara temperatur dengan resistansi termistor Thermistor mempunyai sensitivitas lebih tinggi darlpada thermokopel atau RTD.6.7 menunjukkan konstruksi thermistor tipe GM 102. Konstruksi Thermistor GM 102 .Gambar 2. Pemilihan bahan oksida dengan perbandingan tertentu berpengaruh terhadap karakteristik thermistor. tembaga.

Thermistor yang berdasarkan karakteristik R terhadap T biasanya dipakai pada rangkaian pengendali suhu atau rangkaian kompensasi panas. menunjukkan rangkaian pengendali suhu ruang sederhana yang menerapkan karakteristik R terhadap T . sehingga cocok digunakan untuk memantau perubahan panas pada peralatan elektronis. karakteristik R terhadap t (waktu). yaitu : a. dan butiran. lebih dari 700 oF Nilai resistansinya berkisar dari 100 ohm hingga 10 M ohm. batang. Pemakaian thermistor didasarkan kepada tiga karakteristik dasar. Dalam dunia industri banyak digunakan thermistor berbentuk keping. karakteristik R terhadap T (suhu). Thermistor dibuat dengan volume yang sekecil-kecilnya. Tipe keping umumnya dipasang dengan cara dilekatkan langsung pada benda yang diukur panasnya. dan c. Gambar 2.8. agar mencapai kecepatan tanggapan (respons time) yang baik. Thermistor bentuk batang mempunyai resistansi tinggi. karakteristik V terhadap I. disipasi dayanya sedang. Hal ini banyak diterapkan pada pengukuran suhu yang tinggi.Thermistor yang berbentuk butiran dapat digunakan pada suhu. b.