You are on page 1of 11

1.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
No Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Satuan

1. HB 14,2 13,00-16.00 gr/dl

2. Leukosit 8,3 38-10,6 103/µL

4. Eritrosit 5,05 4,4-5,9 10-6/µL

4. Hematokrit 40,8 40-54 %

6. MCH 28 27-31 pg

7. MCV 80,3 76-96 g/dl

8. RDW 11,7 %

9. MPV 10,5 4,00-11,00 mg/dL

10. MCHC 34,8 29,00-36,00 mg/dL

11. Kimia klinik :

12 Glukosa sewaktu 101 80-160 mg/dL

13. Albumin 4,5 3,4-5,0 g/dl

14 Ureum 21 15-39 mg/dL

15 Kreatinin 0,9 0,60-1,30 mg/dL

16 Ektrolit

17 Natrium 135 136-145 Mmol/L

18 Kalium 4.0 3.5-5.1 Mmol/L

19 Chlorida 96 98-107 Mmol/L

Imunoglobin

20 HBSAG <0.10 NEGATIF

ANALISIS DAN SINTESIS DATA A. Ciprofloxacin 200mg/pagi IV 3. Ranitidin 50 mg/ 12 jam IV 8. RR: 20. Cimofiaxacin 400mg/24jam IV 4. Data subjektif a. Infus RL 20tpm IV 2. I. Resiko terhadap infeksi b.d agen injuri fisik.5ºC. P : Q : Tajam tusukan R : Perut bagian bawah S : skala 6 T : waktu interminten B. Nyeri Akut b. TTV:120/80 MMHG. 2. 2.d adanya kateter suprapubik. insisi bedah sitostomi suprapubik . RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Perubahan pola eliminasi urin b. Paracetamol (2hari) 500mg/8jam PO 3. Pasien mengatakan nyeri dengan skala 6 dibagian perut bagian bawah . Data objektif a. S: 36. TERAPI PENGOBATAN 1. Vit k lamp/8jam IV 6. HR: 80. Ketorolac (2hari) 30mg/8jam IV 7. Kalnen 500mg/8jam IV 5.d obstruksi anatomic 3.

RUMUSAN PRIORITAS MASALAH No.5ºC. Hidroureter ↓ Hidronefros is ↓ Iskemia ↓ Nyeri akut 2. DS: Klien Obstruksi Perubahan pola mengeluh saluran eliminasi urin b. urinaria ↓ DO:TTV:120/ Refluks 80 mmhg. saluran 14. Urin ↓ berwarna Peningkatan kuning tekanan vesika DO: intake urinaria dan output ↓ tidak seimbang Penebalan dinding vesika . Tgl/ Data Fokus Problem Etiologi Tanggal TTD Teratasi jam 1. urine RR: 20. S: 36.00 mengatakan kemih yang nyeri di perut bermuara ke vesikula bagian bawah. sering kemih yang d obstruksi bermuara ke kencing anatomic vesika dengan jumlah urine urinaria sedikit.d Obstruksi 24/5/2018 agen injuri fisik. HR: ↓ 80. 21/5/18 DS:Klien Nyeri Akut b. II.

urinaria ↓ Penurunan kontraksi otot vesika urinaria ↓ Kesulitan berkemih ↓ Retensi urine ↓ Sitostomi ↓ Gangguan eliminasi urine DS: klien Resiko terhadap Obstruksi 3. mengatakan saluran suhu badan infeksi b. insisi be urinaria dingin.5°C. suprapubik Peningkatan tekanan vesika urinaria ↓ Penebalan dinding vesika urinaria ↓ Penurunan kontraksi otot vesika . nya kateter supr bermuara ke DO: muncul vesika keringat apubik.d ada kemih yang meningkat. akral dah sitostomi ↓ hangat. Suhu : 39.

S: pencahayaan dan 36. HR: 80. nyeri (tahu penyebab karakteristik. tindakan keperawatan 3x…jam dg: 1. . nonverbal dari mencari bantuan) ketidaknyaman  Melaporkan bahwa -Gunakan teknik nyeri berkurang dengan komunikasi terapiutik menggunakan untuk mengetahui manajemen nyeri pengalaman nyeri  Mampu mengenali pasien nyeri (skala. non farmakologi dan inter . kualitas menggunakan teknik dan factor presipitasi nonfarmakologi untuk Observasi reaksi mengurangi nyeri. intensitas.5ºC. Tujuan Intervensi TTD o l/jam 1 21/5/18 Nyeri Akut b. -Kontrol lingkungan frekuensi dan tanda yang dapat nyeri) mempengaruhi nyeri  Ttv: Td . urinaria ↓ Kesulitan berkemih ↓ Retensi urine ↓ Resiko Infeksi III INTERVENSI N Tangga Diagnosa Kep. 120/80 mmhg. Pain Management Indikator: -Lakukan pengkajian nyeri secara Pasien mampu: komprehensif  Mampu mengontrol termasuk lokasi. kebisingan -pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi. RR: 20.d NOC: Setelah dilakukan NIC: . durasi. seperti suhu ruangan.00 agen injuri fisik. mampu –Frekuensi. nyeri. 14.

keruh atau air -Anjurkan pasien atau keluarga untuk merekam ouput urin.  Intake cairan dalam pola berkemih. output urin. personal) -Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri -Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil Gagguan NOC NIC eliminasi urin  Urinary elimination Urinary retention b.  Tidak ada spasme -Merangsang refleks bladder kandung kemih  Balance cairan dengan menerapkan seimbangin dingin untuk perut.  Urin berwarna kuning membelai tinggi batin. fungsi rentang normal kognitif. dan masalah  Bebas dari ISK kencing praeksisten).d obstruksi  Urinary continuence Care anatomic Kriteria Hasil -Lakukan penilaian kemih yang  Kandung kemih kosong komprehensif secara penuh berfokus pada  Tidak ada residu urine inkontinensia >100-200cc (misalnya. -Intruksikan cara-cara untuk menghindari .

factor yang -gunakan sabun mempengaruhi antimikrobia untuk penukaran serta cuci tangan penatalaksanaannya -cuci tangan setiap  Menunjukkan sebelum dan sesudah kemampuan untuk tindakan keperawatan mencegah timbulnya -gunakan baju atau infeksi sarung tangan sebagai  Jumlah leukosit dalam . konstipasi atau impaksi tinja -Memantau asupan dan keluaran. -memantau tingkat ditensi kandung kemih dengan palpasi dan perkusi.  Risk control lain insisi bedah Kriteria hasil -intruksikan pada sitostomi pengunjung untuk  Klien bebas dari tanda suprapubik mencuci tangan saat dan gejala infeksi berkunjung dan dan  Mendeskripsikan setelah berkunjung proses penularan meninggalkan pasien penyakit. -merujuk ke spesialis kontinensia kemih. Resiko NOC NIC infeksi b.d  Immune status Infection Control adanya  Knowledge : infection -Bersihkan lingkungan kateter control setelah dipakai pasien suprapubik.

dan drainase -inspeksi kondisi luka/insisi bedah -Ajarkan pada pasien tanda dan gejala infeksi -Ajarkan cara menghindari infeksi. batas normal alat pelindung  Menunjukkan perlaku -perhatikan hidup sehat lingkungan aseptic selama pemasangan alat -Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung kencing Infection Protection -monitoring tanda dan gejala infeksi sitemik dan local -Monitor kerentangan terhadap infeksi -Batasi pengunjung -Berikan perawat kulit pada daerah epidema -Inpeksi kulit dan membrane mukosa terhadap kemerahan. . panas.

00 injuri fisik.d obstruksi berkemih anatomic 3.d Melaporkan bahwa klien tidak mengalami adanya kateter infeksi akibat adanya insisi suprapubik. dengan menggunakan manajemen nyeri 2.Nyeri Akut b. 14.Gagguan eliminasi Melaporkan bahwa klien sudah bisa urin b. MPLEMENTASI Tangga MasalahKeperawatan Respon TTD l/jam 21/5/18 1. insisi bedah sitostomi suprapubik . III.Resiko infeksi b.d agen Melaporkan bahwa nyeri berkurang .

RR: 20.5ºC.Ajarkan teknik relaksasi .00 S: mengeluh panas saat berkemih dan sedikit neri O: ku baik composmetis A: TTV : 130/70 mmhg. infus rl 20 tpm . Ciprofloxacin 200mg/pagi IV 2.5ºC.Ajarkan teknik relaksasi .Perhatikan dc . Ketorolac (2hari) 30mg/8jam IV 4. HR: 80. 21/5/18.Kolaborasi dengan farmakologi 1. Paracetamol (2hari) 500mg/8jam PO 14. Kolaborasi dengan analgetik S: Mengeluh nyeri pada perut bagian bawah dengan 22/5/2018 skala nyeri 6 disertai hilang timbul 07. A: nyeri berhubungan agen injuri P: intruksi post op .5ºC P : . Ranitidin 50 mg/ 12 jam IV 5.00 S: nyeri pada perut bagian bawah hilang timbul O: composmetis A. RR: 20. IV. S: 36.00 O: TTV:120/80 mmhg. Rencanakan program rekontruksi urin 18. DX. Vit k lamp/8jam IV 3.00 skala nyeri 6 disertai hilang timbul O: TTV:120/80 mmhg.1 S: Mengeluh nyeri pada perut bagian bawah dengan 06. S: 36. Nyeri berhubungan dengan agen injuri fisik P: . HR: 80. RR: 20. Ajarkan teknik distraksi . HR: 80.Ajarkan teknik relaksasi . A: nyeri berhubungan agen injuri P: . S: 36. EVALUASI Tanggal/jam Kode DX SOAP TTD Kep.

Infuse rl 20 tpm Analgetik . . HR: 80.5 ºC A : demam berhubungan dengan tindakan pos op P : . Head up 300 selama 24 jam Analgetik: . Tidak puasa . A: nyeri berhubungan agen injuri P: post rekontruksi uretra . RR: 20.00 A : nyeri berhubungan dengan agen injuri P : hentikan intervensi . ciprofloxacin 1 x400 .00 O: suhu 39. Ranitidine 2x1 . Infus rl 20 tpm S: nyeri skala 3 tidak demam 23/5/2018 O: ku baik composmetis 07.5ºC. Ketorolac 2x1 .00 S: Mengeluh nyeri pada perut bagian bawah dengan skala nyeri 6 disertai hilang timbul O: TTV:120/80 mmhg. Ketorolac 30 mg/8jam iv selama 2 hari . Paracetamol po /8 jam selama mulai nyeri mulai panas 12. Vit k 2x1 S: Mengeluh demam 18.Pemberian paracetamol po . S: 36.