You are on page 1of 23

MAKALAH EKONOMI KELEMBAGAAN ISLAM

EKONOMI DALAM PANDANGAN ISLAM
Dosen pengampu: Aris Anwaril Muttaqin, Lc, M.Si.

Disusun oleh:
1. Gilang Pandega M. 12040115120005
2. Hulailatul Ulul K. 12040115120015
3. Rica Dwi Cahyanti 12040115120016
4. Nita Ari Viany 12040115120019
5. M. Iqbal Esa Yasari 12040115140044
6. Retno Setianingrum 12040115140028
7. Crysanti Ishardini 12040115140033
8. Tegar Hanif Perdana 12040115140054

EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2018

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala kelimpahan
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai
Introduction and Chapter 1 dengan baik dan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
Makalah ini dibuat untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mengenai Introduction and
Chapter 1. Pembuatan makalah Introduction and Chapter 1 ini, penulis banyak mengalami
kesulitan.

Penulisan makalah ini, tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik moril
maupun materil, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Atas semua bantuan,
dukungan, partisapasi dan aktifnya, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berperan aktif dalam pembuatan makalah Ekonomi Kelembagaan Islam
mengenai Introduction and Chapter 1.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik
yang konstruktif sangat diharapkan.
Akhirnya yang dapat kami sampaikan dan hanyalah kepada Allah SWT kita kembalikan
semua urusan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi para
penulis dan para pembaca pada umumnya. Kurang lebihnya kami mohon maaf, apabila terdapat
kata yang tidak berkenan.

Semarang, 21 Februari 2018

Penulis

ii

.................................................................................................................................................................................. 3 MEKANISME (THE MECHANISM) ................... 1 VISI (THE VISION) .... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................................................................................................................................... 16 SEBUAH KEKECEWAAN (DISSAPPOINTMENT).............................. 10 NON-INTERVENSI PEMERINTAH: SIMETRI ANTARA KEPENTINGAN UMUM DAN PRIBADI (GOVERNMENT NON-INTERVENTATION: THE SYMMETRY BETWEEN PUBLIC AND PRIVATE INTERESTS) .......................................................................................................................................................................... 11 PERTANYAAN KRUSIAL (THE CRUCIAL QUESTION) .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. 18 RELEVANSI ILMU EKNOMI ISLAM (THE RELEVANCE OF ISLAMIC ECONOMICS) .................................................... 6 KONFLIK ANTARA TUJUAN DAN PANDANGAN DUNIA (CONFLICT BETWEEN GOALS AND WORLDVIEW)7 PANDANGAN DUNIA (THE WORLDVIEW) ............................................................................................................................................................................................................................. 14 REVOLUSI SAINTIFIK YANG TIDAK LENGKAP (THE INCOMPLETE SCIENTIFIC REVOLUTION) ...... 20 iii ........................... ii DAFTAR ISI....................................................................................................................................................................................... 6 PRESTASI YANG MENJULANG TINGGI (THE TOWERING ACHIEVEMENT) .......................................................................... 13 REFORMASI YANG DIINGINKAN (THE DESIRED REFORM).................................................................................................. 1 PERAN PANDANGAN DUNIA (ROLE OF THE WOLRDVIEW)......................................................... 15 HANCURNYA KELUARGA DAN SOLIDARITAS SOSIAL (BREAKDOWN OD FAMILY AND SOCIAL SOLIDARITY) ..... 4 METODE (THE METHOD)..................................................................................................................................................................... 12 KONSENSUS KEYNESIAN DAN KEGAGALANNYA (THE KEYNESIAN CONSENSUS AND IT’S BREAKDOWN) .................................. 15 METODE (THE METHOD)...................................... i KATA PENGANTAR.............................................. 9 POSITIVISME (POSITIVISM) ........ 17 LAPISAN PERAK (THE SILVER LINING)......................................................................................................................................... 8 EKONOMI MANUSIA RASIONAL (RATIONAL ECONOMIC MAN)........................................................................................................................................................................................................................................................................ iii PEMBAHASAN ................. 5 DIMANA KITA BERLABUH? (WHERE DO WE END UP) ..................

Namun jika kesejahteraan diartikan sebagai hal yang juga diperngaruhi aspek spiritual. muncul pertanyaan: apakah kepentingan pribadi cukup untuk menjadi motivasi mewujudkan kesejahteraan komprehensif? Atau mungkinkah kesejahteraan dapat dicapai jika semua agen yang beroperasi di pasar mematuhi aturan dan memiliki kualitas yang dibutuhkan? Jika demikian maka butuh aturan-aturan yang dapat mengatur perilaku tiap agen sehingga pasar dapat beroperasi dengan maksimal. Hal ini menyebabkan individu tidak lagi dapat berlaku seusai dengan keinginan dan preferensi mereka. melibatkan variabel seperti moral. ada visi yang sama antar kelompok masyarakat yaitu kesejahteraan. Redistribusi kekayaan mungkin penting. 1 . demografi serta sejarah. psikologi. Kemudian pertanyaan lain muncul: siapa yang mebuat aturan tersebut dan bagaimana cara memastikan bahwa kebebasan pribadi tidak terlalu terkekang? Hal ini dikarenakan kebebasan pribadi adalah indikator kesejahteraan dan tidak dapat diganggu gugat kecuali pada level tertentu. maka variabel yang mempengaruhi akan semakin luas dan kompleks. kesejahteraan memiliki banyak arti. Bukan hanya kesejahteraan ekonomi tapi juga persaudaraan. maka tujuannya berubah. keadilan sosioekonomi. Hal ini juga menyebabkan segala hal yang berbau nilai harus dijauhkan agar manusia dapat memenuhi kepentingan pribadinya. selama tidak membatasi ruang gerak individu untuk memenuhi kepentingan pribadinya kecuali diperlukan untuk memungkinkan individu dan pasar beroperasi dengan efektif. dan ketenangan pikiran serta mental. Kalau kesejahteraan diartikan murni material dan rasa hedonis maka memaksimalkan kekayaan dan konsumsi adalah hal utama dan tidak ada yang bisa menghalangi hal ini. ada yang hanya mementingkan aspek material dan ada juga yang memasukkan aspek spiritual sebagai kombinasi. Kemudian. Berbicara tentang kesejahteraan. Meski begitu. politik. Namun. PEMBAHASAN VISI (THE VISION) Masyarakat pasti mempunyai visi. kehormatan. dan visi tiap kelompok masyarakat bisa jadi berbeda. Hal ini menyebabkan perbedaan kebutuhan dan perbedaan mekanisme alokasi dan distribusi. sosial.

Ada banyak institusi yang mempengaruhi individu. Tidak mungkin seorang anak mendapat pengasuhan yang baik jika keluarganya tidak sehat dan solid. dan kekuatan pemerintah yang memaksa oleh motivasi pendorong lain yang dapat menyebabkan anggota masyarakat untuk mematuhi secara sukarela nilai-nilai yang disepakati atau peraturan perilaku dan untuk memenuhi kontrak dan kewajiban sosial mereka dengan setia walaupun hal ini melibatkan pengorbanan kepentingan pribadi? Hal ini mengantar kita kepada pertanyaan: kenapa seseorang harus mengorbankan kepentingan pribadinya untuk mendahulukan kepentingan umum di dalam pasar. kepribadian. Maka kualitas keluarga pada suatu kelompok masyarakat akan menentukan kualitas masyarakat tersebut. maka pertanyaannya adalah bagaimana membuat seluruh komponen ini memainkan perannya melengkapi satu sama lain namun tidak menghalangi kinerja efektif peran masing-masing dan menjadi motivasi yang efektif. ilmu ekonomi tidak dapat menolak 2 . Ini adalah pertanyaan dimana agama telah mencoba untuk menyediakan aturan-aturan perilaku dalam bentuk kewajiban moral dari seorang individu terhadap individu lain. salah satunya adalah pasar. Apakah mungkin untuk melengkapi persaingan. maka pertanyaan ini tidak perlu dijawab. Karena itu. keluarga maupun pemerintah? Jika perekonomian hanya berfokus pada kepentingan pribadi dan tidak ada motivasi lain selain kepentingan pribadi. keluarga mungkin akan menjadi tidak sejahtera. masalahnya adalah bagaimana memotivasi seseorang untuk memenuhi kewajiban mereka terhadap masyarakat secara jujur dan bukannya untuk melemahkan persaingan atau menggunakan cara-cara produktif yang tidak adil bahkan jika mereka mungkin lolos. Keluarga merupakan “tempat pelatihan” utama bagi seorang individu dan merupakan tempat pembentukan dari bagian inti dari selera. keluarga. dan bahkan performa dari pasar dan pemerintah akan terpengaruh secara buruk. biaya penegakan hukum mungkin sangat tinggi. hewan dan lingkungan dan mencoba untuk memotivasi pengikut mereka untuk mengikuti aturan ini walaupun hal ini “melukai” kepentingan pribadi mereka. masyarakat dan negara mempunyai peran dalam menciptakan kesejahteraan manusia. preferensi dan kebiasaan. masyarakat dan negara. Namun. masyarakat dan negara. kualitas dari generasi penerus akan terabaikan. Yang lainnya adalah keluarha. ketidakcakapan publik. Bagaimana pun. Jika pasar. Keluarga sebagai institusi terpenting karena keluarga menyediakan input seorang individu terhadap pasar. jika motivasi ini adalah satu-satunya motivasi dalam masyarakat untuk mencegah kesalahan. Konsekuensinya.

PERAN PANDANGAN DUNIA (ROLE OF THE WOLRDVIEW) Konsep kesejahteraan yang dipilih oleh ekonomi serta mekanisme penyaringan. dan hak dan tanggung jawab individu dan keluarga terhadap satu sama lain dan lingkungan fisik dan sosial mereka. maka tekanan untuk memenuhi kepentingan pribadi dan maksimalisasi kekayaan dan konsumsi akan turun dan akan beralih untuk memenuhi kepentingan bersama dan optimalisasi kesejahteraan manusia. dalam hal ini. Sumber daya yang terpakai untuk kepentingan pribadi dan hedonisme dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan umum dan menaikkan keharmonisan keluarga dan sosial. Jika benar.kehadiran dari nilai agama dan mengasosiasikannya dengan motivasi lain jika tujuannya adalah untuk merealisasikan kesejahteraan yang komprehensif. tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya. maka mereka bebas untuk hidup sesukanya. Ukuran kesejahteraan mereka akan." Beberapa pertanyaan bahwa pandangan dunia mencoba untuk menjawab kekhawatiran bagaimana alam semesta terbentuk. kepemilikan dan tujuan utama dari sumber daya yang terbatas dalam pembuangan manusia. makna dan tujuan kehidupan manusia. yang kemudian berubah cenderung dipengaruhi oleh "sifat adalah refleksi manusia dari hampir semua subjek. Masyarakat mungkin sudah sampai pada puncak kejayaan dalam arti materi. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini memiliki pengaruh luas terhadap pemikiran dan perilaku manusia dan mengarah pada kerangka teori dan resep kebijakan yang berbeda. tapi hal itu tidak dapat dipertahankan jika moral pada individu dan masyarakat lemah. jika alam semesta diyakini telah ada dengan sendirinya dan manusia tidak bertanggung jawab kepada siapapun. Sebaliknya. Aspek material dan spiritual dalam kesejahteraan. mereka terhubung satu sama lain. motivasi dan restrukturisasi yang diadopsi pada dasarnya ditentukan oleh pandangan dunianya. keluarga yang terdesintegrasi. Keluarga yang baik akan membantu menciptakan individual yang baik untuk mengoperasikan pasar dan keharmonisan sosial masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menjadikan pemerintahan yang efektif serta mengakselerasi perkembangan negara. dinilai dari sejauh mana 3 . anak-anak muda tidak mendapat perhatian dan pengasuhan yang dibutuhkan untuk mencapai peradaban yang baik dan ketegangan masyarakat serta keadaan tanpa hukum semakin meningkat. bagaimana pun. Tujuan hidup mereka adalah untuk melayani kepentingan pribadi mereka melalui realisasi kekayaan dan kosumsi maksimal.

Pengalaman negara. Mereka juga diharapkan untuk memenuhi tujuan spiritual dan kemanusiaan disamping memenuhi tujuan material terutama keharmonisan sosial. tidak peduli mereka kaya atau miskin. motivasi dan restrukturisasi dapat dikembangkan oleh manusia sendiri melalui ketergantungan pada alasan dan pengalaman mereka sendiri. Manusia tidak sepenuhnya bebas melakukan apa yang ingin mereka lakukan tapi sebaliknya. berinteraksi dengan alam serta manusia lainnya dengan cara yang dapat merealisasikan kesejahteraan bagi seluruh individu. memotivasi dan merestrukturisasi dan penilaian nilai tidak akan melampaui batas. Survival of the fittest mungkin merupakan pola perilaku yang paling logis. maka manusia secara otomatis terhubung antar satu sama lain dalam persaudaraan dan juga bergantung pada-Nya. wahyu dan nalar keduanya akan memainkan peran penting dalam penyaringan. Tiga diantaranya adalah perencanaan pusat. mekanisme pasar.mereka mencapai kesenangan tubuh dan kepuasan sensual.negara sosialis telah menunjukkan bahwa perencanaan pusat bukanlah sesuatu mekanisme yang efektif untuk menyaring. Ada banyak cara untuk melakukan penyaringan. semua klaim terhadap sumber-sumber daya yang terbatas perlu difilter/ disaring untuk menciptakan keseimbangan sumber daya dan penawarannya tanpa merusak realisasi tujuan humanitarian dan spiritual. mereka diharapkan dapat mengelola sumber daya yang terbatas. Lalu mekanisme pasar memiliki kinerja yang sangat baik karena harga ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran hingga tercapai equilibrium. Di sini. anak-anak atau orang dewasa. MEKANISME (THE MECHANISM) Terdapat tiga mekanisme penting yang menentukan penggunaan sumber-sumber daya dalam masyarakat atau sistem ekonomi manapun yaitu: filterisasi/ penyaringan. lelaki atau perempuan. dan restrukturisasi politik dan sosioekonomi. Bagaimana pun jika manusia diciptakan oleh Zat yang Maha dan seluruh sumber daya yang manusia miliki merupakan amanah dari-Nya. Namun persoalan yang berkaitan dengan penggunaan mekanisme pasar untuk penyaringan adalah adanya equilibrium pasar yang bergantung pada selera dan preferensi individu dan perusahaan 4 . motivasi. Penilaian nilai mungkin tidak beralasan dan ketiga mekanisme: penyaringan. putih atau hitam. Pertama. dan nilai-nilai moral.

dan fisik juga berpengaruh terhadap perilaku manusia dan penggunaan sumber daya yang langka. politik. Kedua. Dengan begitu. analisis. melainkan juga membandingkan hasil-hasil yang sebenarnya dengan sasaran yang diinginkan. Ketiga. jika pemaksaan dikesampingkan maka filterisasi harus dilakukan dengan motivasi yang cukup bagi tiap individu untuk melakukan yang terbaik untuk menciptakan kesejahteraan yang diinginkan. Dengan demikian. metode adalah aturan dari suatu disiplin ilmu yang diikuti oleh suatu tatanan logika tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. harus ada usaha lain untuk mewujudkan sasaran ini. Oleh karena itu perlu menambahkan mekanisme filter dan sistem yang dapat memberikan motivasi dengan menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan nilai-nilai politik. melakukan analisis tentang sebab-sebab adanya kesenjangan dapat dihapuskan tanpa mengorbankan kebebasan individu. Oleh karena itu perlu melengkapi sistem pasar dengan beberapa mekanisme lain yaitu dengan penanaman nilai moral. Pemenuhan keinginan diri sendiri telah terbukti menjadi mekanisme efektif dalam memotivasi orang untuk meningkatkan efisiensi. lingkungan-lingkungan sosial. jika pemenuhan kebutuhan pokok bagi semua orang diterima sebagai suatu sasaran namun beroperasinya kekuatan pasar tidak dapat mewujudkannya. Secara bahasa. Sebagai contoh. Mengingat tujuan wahyu adalah untuk membantu melakukan penilaian maka ilmu ekonomi dapat didasarkan pada wahyu. Jika tujuan ekonomi itu adalah membantu merealisasikan sasaran-sasaran humanitarian.yang saling berinteraksi. dan prediksi. maka perlu adanya penanaman nilai dan moral agar setiap keluarga dan masyarakat dapat bersama-sama berbagi dan menanggung beban. penilaian tidak dikesampingkan. METODE (THE METHOD) Metode ilmu ekonomi ditentukan oleh pandangan dunianya. dan pengalaman. metodenya tidak boleh hanya sekedar untuk melakukan deskripsi. akal. Tiap-tiap equilibrium pasar mungkin tidak mengantarkan pada realisasi sasaran humanitarian. dan ekonomi. pertanggungjawaban publik dan intervensi pemerintah telah berperan melindungi kepentingan sosial. sementara persaingan. tidak ada justifikasi untuk 5 . Jika negara mengalamiketerbatasan anggaran untuk mewujudkan kesejahteraan. sosial.

Disebut positif karena klaim bahwa efisiensi dan keadilan dapat ditentukan tanpa penilaian nilai. Upaya untuk menciptakan ilmu ekonomi Islam akan menimbulkan isolasionisme jika arogansi dan sikap keras kepala berlaku pada salah satu dari dua disiplin dan tidak terjadi interaksi yang saling menguntungkan. Suatu diskusi yang rasional dan tenang dari berbagai pandangan dunia dan disiplin ilmu akan mendorong dan menggali sehingga menjadikannya kaya dan lebih baik. Meskipun tidak ada satupun pandangan dunia yang murni materialistis dan hedonis maupun murni menyasar materiil dan spiritual. visi. benar apa yang dikatakan oleh Feyeraband bahwa. Disebut normatif karena ia mengacu pada sebagian besar. “pengembangan teori silang dengan begitu menjadikan dunia lebih kaya dan lebih baik. distribusi pendapatan yang merata kekayaan. Satu disiplin ilmu mungkin hanya menjelaskan apa yang ada. yang berkaitan dengan realisasi efisiensi dan keadilan dalam alokasi dan distribusi sumber daya yang langka. namun disiplin lain tidak menjelaskan “apa” namun mencari bantuan untuk mewujudkan visi. Semua itu selain harmoni sosial dan tidak adanya anomie. stabilitas ekonomi. visi masyarakat tentang "apa yang seharusnya terjadi". mekanisme. dan metode ilmu ekonomi merupakan hasil logis dari pandangan dunia yang berlaku. pekerjaan penuh. 6 . DIMANA KITA BERLABUH? (WHERE DO WE END UP) Dengan demikian. dalam hal tujuan sosio-ekonomi yang diinginkan secara universal dari kebutuhan-kebutuhan.menciptakan perbedaan antara fungsi positif dan normatif karena keduanya terintegrasi secara kuat. 2. dan keseimbangan ekologis. tingkat pertumbuhan ekonomi yang optimal. yang dianggap sangat diperlukan untuk mengaktualisasikan kesejahteraan manusia. Positif.” PRESTASI YANG MENJULANG TINGGI (THE TOWERING ACHIEVEMENT) Ekonomi konvensional memiliki 2 tujuan yang berbeda: 1. Karena itu. Normatif.

jawaban atas pertanyaan ini adalah afirmatif. mungkin kita menyadari tujuan kemanusiaan tanpa memiliki mekanisme kemanusiaan yang setara. pertanggungjawaban manusia di hadapan-Nya. motivasi dan restrukturisasi yang tepat. Namun. Alasan untuk ini mungkin bahwa tujuan dan mekanisme ekonomi konvensional telah diturunkan dari dua pandangan dunia yang berbeda. oleh produk dari pandangan sekuler tentang gerakan Pencerahan. Sulit untuk mengatakan apakah ekonomi konvensional telah mampu mewujudkan tujuan positif. persaudaraan manusia. Mekanisme penyaringan. Ketidakmampuan masyarakat yang bersangkutan untuk menerapkan mekanisme ini secara efektif.Kedua tujuan tersebut bertujuan untuk melayani individu maupun kepentingan sosial sesuai dengan pandangan dunia. Bukti yang ada tampaknya menunjukkan bahwa kegagalan tersebut secara bertahap menjadi semakin nyata seiring dengan berlalunya waktu. 2. karena sulitnya menentukan dan mengukur efisiensi dan keadilan dalam ekonomi dinamis. 7 . bagaimanapun. pada umumnya disepakati bahwa bahkan negara-negara industri yang kaya tidak dapat mewujudkan semua tujuan normatif mereka secara bersamaan meskipun memiliki sumber daya substansial yang mereka miliki. KONFLIK ANTARA TUJUAN DAN PANDANGAN DUNIA (CONFLICT BETWEEN GOALS AND WORLDVIEW) Ada dua kemungkinan alasan kegagalan ini: 1. dan nilai moral dalam alokasi dan distribusi resouces. itu mengorbankan orang lain. Tujuan normatif adalah hasil dari pandangan dunia religius yang menekankan peran kepercayaan kepada Tuhan. Ketidakmampuan ekonomi konvensional untuk menyarankan mekanisme penyaringan. Oleh karena itu. Jika beberapa dari tujuan ini direalisasikan. Mungkinkah mekanisme yang disarankan oleh ekonomi konvensional tidak selaras dengan tujuannya? Dalam perspektif buku ini. asal usul dan pembenaran mereka yang penting terletak pada pandangan dunia religius. motivasi dan restorasi. mungkin tidak. Meskipun sebuah efek dibuat untuk membenarkan tujuan ini melalui penggunaan alasan ekonomi.

jika wahyu itu diterima sebagai kriteria 'benar' dan 'salah'. Benar dan salah harus ditentukan berdasarkan kriteria 'kesenangan' dan 'rasa sakit'. yang dirancang untuk membuat orang tidak mengetahui jalan akal dan alam". sebuah media massa. untuk mencegah penurunan orientasi moral mereka. tidak ada. 'diinginkan' dan 'tidak diinginkan'. Namun. PANDANGAN DUNIA (THE WORLDVIEW) Gerakan Pencerahan abad ketujuh belas dan kedelapan belas menganggap semua kebenaran agama yang diwahyukan sebagai "hanya imajinasi. konflik antara model religius dan ilmiah tidak memiliki dampak signifikan dalam ekonomi dan masyarakat. Oleh karena itu. maka harus ada cara lain untuk menentukannya. Ini secara tidak sengaja memberikan pembenaran diam-diam untuk konsep 'mungkin benar' dalam hubungan manusiawi dan memegang orang miskin dan orang-orang yang tertindas bertanggung jawab atas kemiskinan dan kesengsaraan mereka sendiri. Awalnya. yang berpotensi untuk secara efektif melengkapi peran pasar dalam alokasi dan pendistribusian sumber daya. Namun. Pendekatan hedonis utilitarianisme ditawarkan sebagai alternatif. Ini menyangkal peran apa pun dalam Wahyu dalam pengelolaan urusan manusia dan memberi penekanan besar pada kemampuan dan kekuatan akal untuk membedakan yang benar dari yang salah dan untuk semua aspek kehidupan manusia. dan ketidakmampuan keluarga yang hancur untuk memberikan pendidikan moral yang layak bagi generasi baru. Darwinisme sosial adalah perpanjangan dari prinsip-prinsip kelangsungan hidup umat manusia sebagai seleksi alam Darwinisme kepada masyarakat manusia. dengan berkembangnya secara bertahap nilai sekuler dari pandangan dunia Pencerahan melalui pendidikan sekuler. 'adil' dan 'tidak adil'. matrealisme dan determinisme dalam bidang ekonomi dan ilmu sosial lainnya. Nilai religius terus mendominasi dan mengesampingkan dampak paradigma sekuler terhadap mekanisme yang digunakan. konflik cenderung menjadi lebih luas. Pendekatan ini membuka jalan bagi pengenalan filsafat Darwinisme sosial. ketika paradigma sekuleris terutama terbatas pada kelompok kecil akademisi. masyarakat yang dirampas dari mekanisme pemfilteran. motivasi dan pemulihan yang berorientasi moral. Orang kaya dan kuat bisa menenangkan konsekuensinya dan 8 .

dengan jelas diungkapkan gagasan ini dengan menabung. EKONOMI MANUSIA RASIONAL (RATIONAL ECONOMIC MAN) Ekonomi konvensional sangat berkomitmen terhadap anggapan bahwa perilaku individu iturasional. dan kesenangan yang sensasional menjadi tujuan usaha manusia. dan memang ada banyak cara untuk melakukannya. mengkhawatirkannya dengan perilaku orang ekonomi rasional yang hanya dimotivasi oleh kepentingan pribadi dengan memaksimalkan kekayaan dan konsumsinya dengan cara apapun. Ini berfungsi untuk memberikan tujuan usaha manusia. karenanya. peningkatan produksi. Tidak mengapresiasi bahwa tujuan material terkadang perlu dikorbankan dalam masyarakat manusia sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan konsumsi non-ekonomi dan untuk mewujudkan ekuitas dan keharmonisan sosial yang lebih besar. kekayaan material yang lebih besar. Mereka. Pada saat ini. begitu tujuan normative masyarakat telah ditentukan. Materialisme membuat kekayaan. persaudaraan dan altruisme.Semua nafsu lain yang membawa manusia bersama-sama. "menafsirkan pendorong kepentingan pribadi pada manusia sebagai setara moral dengan gaya gravitasi di alam". Ekonomi. Dalam kerangka ini. kasih sayang.membebaskan diri mereka dari kewajiban sosial atau moral untuk menghapus ketidakmampuan dan ketidakadilan sistem. namun ada masalah dalam menentukan tingkat keamanan. di mana oleh 9 . kepuasan tubuh. proposisi non-kontroversial dari konvensional ekonomi adalah bahwa lebih selalu lebih baik dari pada kurang. oleh Karena itu. Namun. terutama. Ini berfungsi untuk memberikan fondasi bagi budaya konsumen hari ini yang telah terus meningkatkan konsumsi dan yang telah menyebabkan peningkatan kebutuhan manusia di luar kemampuan sumber daya yang tersedia untuk memuaskan mengingat etos budaya ini. masyarakat mulai dikonseptualisasikan hanya sebagai kumpulan individu yang bersatu dalam kaitannya dengan kepentingan pribadi. seperti penggabungan. Sementara mungkin tidak ada kesulitan besar dalam menerima asumsi ini. Perilaku rasional akan mereka otomatis menjadi teridentifikasi dengan perilaku yang kondusif bagi realisasi tujuan tersebut. dan konsumsi yang lebih besar tentu bagus. mungkin tidak dibiarkan dengan kebebasan terbatas untuk melakukan ini. "prinsip pertama ekonomi adalah bahwa setiap agen diaktifkan hanya dengan kepentingan pribadi". dan bahwa.

preferensi. apa yang dilakukan oleh peramal ekonomi sekuler adalah pada dasarnya membuat penyajian kepentingan pribadi melalui maksimalisasi kekayaan dan konsumsi perangkat utama untuk penyaringan. hanya menjadi satu dari tujuan. bersam adengan aspek material dan non material kehidupan mungkin harus diberikan karena perhatian. Positivisme tidak. baik generasi sekarang maupun generasi masa depan serta makhluk duniawi lainnya yang hidup berdampingan dengan humas. hal ini memberi kebebasan kepada rasional ekonomi manusia untuk mengejar kepentingan materialnya. Kasus ini. menerima dengan kepentingan yang sama dari tujuan lain atau pentingnya faktor non-material dalam mewujudkan tujuan. Hal ini. Tidak ada penghakiman yang bisa diteruskan dalam hal konsistensi mereka dengan tujuan normatif. pada gilirannya. Kebebasan individu akan. telah menyebabkan pengabaian peran nilai-nilai moral sebagai perangkat penyaringan dalam alokasi dan pendistribusian sumber daya dan perlakuan terhadap selera.orang-orang berusaha untuk kesejahteraan orang lain bahkan ketika hal itu menyakitkan kepentingan diri mereka sendiri. Dengan demikian. terlepas dari revolusi neoklasik dan Keynesian. Begitu semua tujuan yang diinginkan mungkin untuk melihat kemajuan yang dibuat dalam realisasi bukan hanya satu. melainkan semua tujuan ini sesuai dengan prioritas mereka dalam kesejahteraan manusia. Preferensi atau penilaian subjektif individu anggota masyarakat harus diberikan sesuai keinginan. motivasi dan restrukturisasi. dan institusi sosial ekonomi sebagai variabel eksogen. dalam konteks ini. Positivisme telah menjadi bagian integral dari paradigma ekonomi yang dianggap tidak kontroversial dan diterima secara umum oleh pangkat dan arsip profesi ekonomi sejak abad ke- 17. Penekanan yang berlebihan pada kebebasan individu menyebabkan sebuah kutukan mengenai penilaian nilai dan desakan netralitas nilai. perwujudan yang dianggap penting bagi kesejahteraan manusia. benar-benar diabaikan. 10 . bagaimanapun. POSITIVISME (POSITIVISM) Individu juga melayani kepentingan pribadinya dalam batasan sejumlah tujuan kemanusiaan. Ekonomi dinyatakan "sepenuhnya netral antara tujuan" dan "tidak tergantung pada posisi etis atau penilaian normatif tertentu".

Menurut john rawls. Gedung penelitian ilmu sosial di universitas Chicago berbunyi: "jika Anda tidak dapat mengukurnya. jika dengan melakukan itu. yang menegaskan bahwa hanya kebijakan yang dapat diterima yang membuat setidaknya satu orang lebih baik tanpa membuat orang menjadi lebih buruk. Ini secara otomatis mengarah pada penekanan pada konsep yang dapat diukur dalam bentuk uang atau materi. Pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak memiliki pilihan lain selain menjauhkan diri dari intervensi. Ini juga berkontribusi pada konsep optimalitas pareto." Sikap seperti itu mengurangi ekonomi dari tugas menganalisis dampak nilai-nilai dan institusi sicoal mengenai alokasi dan distribusi sumber daya dan menyarankan sebuah program pengarah sosial untuk mengaktualisasikan visi sosial. Benih untuk undang-undang undang-undang tersebut telah dibeberkan sebelumnya oleh klaim adam smith bahwa ada sinaran antara interst swasta dan publik. ekonomi seharusnya tidak mempertimbangkan pertanyaannya. dalam kata-kata solo. Jika setiap orang mengejar 11 . yang tidak mendukung intervensi pemerintah dalam operasi pasar. Positivisme juga menjadi "terkait dengan keyakinan bahwa setiap pertanyaan yang diajukan oleh ekonomi harus memiliki jawaban benar atau salah yang dapat ditentukan secara empiris". Jika jawabannya tidak ditentukan secara empiris. Konsep mekanis alam semesta dan manusia dengan demikian memunculkan kepercayaan buta terhadap kemanjuran kekuatan pasar. seseorang membuat seseorang tidak bahagia. Kekuatan pasar akan menciptakan 'keteraturan' dan 'harmoni'. tidak pilihan. untuk melakukan latihan. tidak adanya penilaian nilai dan konsep optimalitas pareto telah tercapai adalah perharps kelumpuhan pembuatan kebijakan dengan memimpin. pengetahuan Anda sedikit dan tidak memuaskan. Karena hampir tidak ada kebijakan yang tidak membuat orang menjadi lebih buruk. apa. sebenarnya. "untuk tidak bertindak. dan setiap usaha dari pihak pemerintah untuk melakukan intervensi di pasar penyesuaian diri tidak dapat menyebabkan distorsi dan inefisiensi. NON-INTERVENSI PEMERINTAH: SIMETRI ANTARA KEPENTINGAN UMUM DAN PRIBADI (GOVERNMENT NON-INTERVENTATION: THE SYMMETRY BETWEEN PUBLIC AND PRIVATE INTERESTS) Hal ini menyebabkan konsep laissez faire. seseorang tidak boleh bertindak semata-mata untuk meningkatkan kebahagiaan umum.

'kekuatan tak terlihat' dari kekuatan pasar akan. PERTANYAAN KRUSIAL (THE CRUCIAL QUESTION) Berbagai asumsi yang mulai bermunculan akibat dari hancurnya consensus Keynesian membuat ekonomi konvensional kembali dihadapkan dengan posisi neoklasik. Ini bersama-sama juga akan membawa restrukturisasi yang dibutuhkan dalam penggunaan sumber daya sampai hasil yang paling efisien dan adil tercapai. dan kepentingan pribadi satu-satunya kekuatan yang memotivasi. Maka dalam kerangka teoritis optimum pareto (…) dijelaskan bahwasannya tujuan-tujuan humanitarian dapat terwujud apabila pasar ekonomi lebih berperan. Ini menghilangkan peran semua faktor kelembagaan. “ manakah diantara titik ekuilibrium ini yang benar-benar optimum pareto?” “ Apakah setiap titik yang ada ataukah salah satunya saja yang konsisten 12 . Interaksi bebas dari konsumen memaksimalkan utilitas dan produsen dengan keuntungan maksimal dalam kondisi pasar yang kompetitif sempurna menentukan harga kliring pasar untuk barang dan jasa. dan menjadikan pasar instrumen utama untuk mewujudkan efisiensi dan pemerataan dalam alokasi dan distribusi sumber daya langka. termasuk nilai moral. hal ini diyakini akan kembali menuai kegagalan jika model laissez faire tetap tidak efektif.kepentingan dirinya sendiri. yang juga harga) berfungsi sebagai mekanisme filter netral netral dan mengarah pada transfer sumber daya dari satu kegunaan lainnya. Oleh karena itu penerimaan diam-diam bahwa persaingan cukup untuk melayani kepentingan sosial dan menciptakan keharmonisan dalam masyarakat manusia. dan pemerintahan. Oleh karena itu tidak ada kebutuhan bagi pemerintah atau pihak lain untuk melakukan intervensi dalam operasi pasar. mempromosikan kepentingan seluruh masyarakat. sehingga membawa harmoni antara kepentingan pribadi dan sosial. Harga ini (dan biaya. Teori ekuilibrium umum semakin memperkuat logika ini dengan menunjukkan secara matematis "bagaimana konsekuensi yang tidak diharapkan mengeksploitasi sumber daya langka dalam kepuasan keinginan". Logika simetri yang diklaim antara kepentingan publik dan swasta dengan demikian memiliki efek secara bertahap mengubah pandangan aways dari kewajiban sosial individu ke hasil sosial yang 'tidak diinginkan' dari tindakan mereka. Dari sini muncul pertanyaan. Harga yang ditentukan pasar menjadi satu-satunya mekanisme penyaringan. mengingat pengekangan yang diberlakukan oleh persaingan.

maka kondisi-kondisi yang perlu ditumbuhkan adalah keharmonisan antara individu dan kepentingan social. Dalam kedua pandangan ini tentu mempunyai pro dan kontra atas dasar yang berbeda hal seperti ini sebenarnya dapat diminimalisir jika pemerintah dapat mengurangi penyerapan domestik ( konsumsi dan investasi sector public/swasta )yang ada untuk menjaga jarak ketidakseimbangan makro ekonomi. KONSENSUS KEYNESIAN DAN KEGAGALANNYA (THE KEYNESIAN CONSENSUS AND IT’S BREAKDOWN) Dalam teori keynesian penyebab utama dari depresi besar adalah ketidak cukupan dari permintaan. tanpa 13 . Urgensi Keinginan oleh Harga Artur Okun mengatakan ‘’ menghadiahkan sedemikian rupa sehingga si pemenang dapat memberi makan anjing-anjingnya daripada kalah member makan anak-anaknya ” sebuah kalimat yang menisyaratkan bahwa ketetapan harga dipasar tidak dapat diprediksi dan si kaya akan semakin kaya begitu sebaliknya hal ini sejalan dengan prinsip “ kekuatan adalah kebenaran “ tentu hal ini tidak dapat ditolerir dalam humanitarian. Persaingan Sempurna Adanya faktok-faktor eksternal membuat sistem ekonomi tidak berjalan secara efisien lalu mengakibatkan penyimpangan dari ongkos marginal kompetitif dengan demikian harga-harga menjadi tidak stabil sehingga mengakibatkan ongkos/laba rill tidak sesuai dengan sumber daya yang ada sesuai social . c. Distribusi Pendapatan yang Adil Melalui kebijakan pemerintah konsumsi barang mewah oleh orang kaya akan dibatasi ataupun juga menetapkan pajak yang tinggi barang-barang tertentu namun dalam hal ini penetapan pajak juga melanggar aturan optimum pareto karena merugikan pembeli maka dalam hal ini perlu adanya ongkos social diluar dari harga tersebut. b. Kebijakan dari teori keynesian terlalu berfokus pada kebijakan jangka pendek. a.dengan humanitarian ?” maka dalam permasalahan ini muncul beberapa solusi melalui peran institusi sosio-ekonomi yaitu mengharuskan adanya value judgement dan reformasi social. Kondisi Mustahil Ekonomi konvensional memiliki kendala dalam menerapkan misi-misinya melalui intervensi pemerintah.

dengan kata lain tujuan dari pasar adalah memungkinkan terjadinya pertukaran sukarela. Dengan demikian tujuan dari ilmu ekonomi adalah memfokuskan perhatian pada realisasi tujuan humanitarian dan tindakan-tindakan kebijakan yang diperlukan demi tercapainya tujuan ini. Teori ekspektasi rasional mengatakan “bahwa individu rasional menfaatkan segala informasi yang tersedia.menganggap dampak dari pengamilan kebijakan tersebut dimasa depan. pertukaran sukarela merupakan konsep lebih mendasar dari ekonomi pasar. Apabila pemerintah ingin mengubah tindakan individual dalam ekonomi pertukaran sukarela. Misalnya keynes terlalu menaruh beban pada peran pemerintah untuk mencipatakan permintaan sehingga terjadi lonjakan pada defisit anggaran pemerintah. maka pemerintah perlu mengubah insentivnya. Pertukaran sukarela memberikan kontrol yang besar kepada individual dan swasta. termasuk perubahan-perubahan yang diekspektasi dalam kebijakan moneter dan fiskal. 14 . REFORMASI YANG DIINGINKAN (THE DESIRED REFORM) Untuk mencapai tatanan ekonomi yang ideal para ekonom harus mulai merubah pola pemikiran dari “apa yang terjadi” menuju “apa yang seharusnya”. Dalam membuat sebuah kebijakan ekonomi perlu diperhitungkan apa yang membuat orang termotivasi dan bagaimana mereka membuat pilihan-pilihan. teori tersebut mengabaikan hal dasar yaitu pertukaran sukarela(volutary exchange) . Teori keynesian tidak memperhitungkan hal tersebut. hal ini menciptakan inflasi tinggi pada tahun 1970an tanpa menyelesaikan masalah ketenaga kerjaan. Dimana pasar adalah segala bentuk pengaturan untuk mempertemukan pembeli dan penjual. dan bereaksi sesuai dengan perubahan tersebut” . Oleh karena itu para pemain ekonomi harus dibimbing menuju kesuatu arah dibanding hanya diperintah. Oleh karena itu diperlukan sebuah arah yang “benar” jika ingin upaya-upaya tersebut berjalan efektif. Singkatnya pasar lebih bergantung pada hadiah dibanding hukuman.

Dalam sistem demokrasi pemerintah dituntut untuk menghapuskan kesenjangan serta mempromosikan apa yang terbaik bagi masyarakat secara keseluruhan. Ekonomi konvesional. menjamin keadilan dan permainan adil( fair play). METODE (THE METHOD) Ekonomi positif dan tujuan normatif. 4. Kekecewaan masyarakat terhadap gagalnya ekonomi yang dipimpin gereja tidak serta merta membuat masyarakat barat berbondong-bondong meninggalkan ajaran moralnya.REVOLUSI SAINTIFIK YANG TIDAK LENGKAP (THE INCOMPLETE SCIENTIFIC REVOLUTION) Pergeseran nilai-nilai reliji ke pola pandang sekuler yang hedonis masih belum tercapai. penegakan keadilan sosial serta pertukaran sukarela yang saling menguntungkan antar anggota masyarakat. karenanya saling tidak konsisten dan mungkin tidak mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam kerangka analisis yang sama. hal ini disebabkan oleh beberapa hal: 1. jika itu benar maka tidak akan ada hak kepemilikan properti. Hal ini tentu bertentangan dengan pemahaman yang diasumsikan dimana individu bertindak untuk memaksimalkan kepentingan pribadi. jaminan sosial yang universal. Individu tidak selalu bertindak dengan mengedepankan kepentingan diri sendiri. 3. Walaupun masyarakat barat mulai beralih kepandangan yang hedonis hal tersebut di hambat pertumbuhannya oleh nilai moral dan pantangan-pantangan sosial yang terdapat dalam masyarakat tersebut. Tentu saja hal tersebut tidak bisa tercapai tanpa integritas moral yang tinggi 2. dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. dengan pandangan nilai-nilai netralnya tidak membentuk kebijakannya murni berdasarkan kebijakan-kebijakan positif bahkan sebagian besarnya dibentuk oleh kebijakan normatif. individu juga menunjukan nilai-nilai altruistik. Hal ini bisa dilihat dari kebijakan-kebijakan seperti diperbolehkan kepemilikan properti. Yang harus dilakukan ekonomi konvensional adalah mendasarkan mikroekonominya pada pandangan dunia keagamaan yang sama yang mana tujuan makroekonominya disamakan sehingga ada keselarasan 15 .

Keluarga adalah institusi yang bekerja lebih efektif bila semua anggotanya setia satu sama lain dan bersedia mengorbankan kepentingan dirinya sendiri demi orang lain.antara pandangan dunia terhadap dua cabang studi utama. Bagaimanapun para ekonom memilik jalan keluar dari dilema ini kapanpun prediksi mereka dipalsukan. lalu apa yang akan dicapai oleh ekonomi? hanya kecanggihan professional. Sementara kepentingan social dijaga dalam ekonomi sampai batas tertentu oleh persaingan dan juga keadaan kesejahteraan. tidak ada yang melindungi integritas keluarga ketika kepentingan pribadi menjadi filosofi social yang dominan. Sedangkan prediksi tidak selalu benar sepanjang waktu. Positivis dan operasionalis seperti paul samuelson menekankan bahwa peran ekonomi adalah unuk mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena ekonomi dengan menggunakan hipotesis atau deskripsi yang dapat diuji atau dapat dipertanggungjawabkan dan berfungsi untuk menggambarkan dengan baik. namun tidak membantu mewujudkan visi social untuk mengaktualisasikan semua tujuan normatif. Jika prediksi dianggap sebagai fungsi utama ekonomi. Fakta yang tak terbantahkan adalah bahwa ekonomi dunia telah mengalami ketidakstabilan besar selama decade terakhir ini sehingga hamper tidak mungkin membuat prediksi yang dapat diandalkan dan catatan prediksi ekonomi telah menjadi hal yang tidak menarik. Instrumentalis seperti Milton friedman menekankan bahwa tujuan utama ekonomi adalah untuk memprediksi. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah mungkin membuat prediksi yang diprediksi ketka begitu banyak asumsi epistemologisnya yang tidak realistis. Ekonomi konvensional mengadopsi jalan yang mudah tetapi tidak realistis dengan menghindari membuat penilaian dan memberi nasehat. HANCURNYA KELUARGA DAN SOLIDARITAS SOSIAL (BREAKDOWN OD FAMILY AND SOCIAL SOLIDARITY) Penekanan yang berlebihan pada kepentingan pribadi membawa percepatan pada pertumbuhan ekonomi barat. Jika 16 . Akan tetapi dia tidak menjelaskan tentang “sebuah deskripsi yang menggambarkan dengan baik” tersebut. dan prediksi pada umumnya ternyata tidak akurat.

menunjukkan jenis kesejahteraan yang diinginkan dan merekomendasikan kebijakan untuk mengaktualisasikan jenis kesejahteraan semacam itu. dan dimana setiap orang bersedia berkorban demi kesejahteraan orang lain.mentalitas untuk kepentingan pribadi sudah masuk kedalam keluarga. Jika generasi penerus tidak mendapatkan asuhan dan membawa mereka pada hidup yang mapan. Sejumlah ekonom telah menyerang pendekatan wertfreigeioit ekonomi kesejahteraan. anak mungkin tidak mendapatkan asuhan yang mereka butuhkan bila orangtua tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka dan materi. Harapan ini terbukti salah. SEBUAH KEKECEWAAN (DISSAPPOINTMENT) Ketika ekonomi kesejahteraan pertama kali dikembangkan pada tahun 1930an. Ini adalah wertfreihet atau bebas dari penilaian sebagai mitra positifnya. 17 . dengan menciptakan ketidakseimbangan makroekonomi dan ekologis. Mengawali kata kesejahteraan sebelum ekonomi memberi kesan bahwa ekonomi sekarang dapat secara eksplisit menjadi normative di alam. Perlu untuk menciptakan masyarakat yang peduli. namanya sangat muluk dengan harapan. hasilnya adalah orangtua yang tidak cocok dan tidak dapat bersama dengan satu sama lain.sebuah masyarakat dimana ada keadilan dan persaudaraan. Yang menjadi fokus dari hal ini adalah kebutuhan untuk menciptakan keseimbangan antara pencarian hidupp material dan spiritual dengan mengurangi penekanan untuk melayani kepentingan pribadi dan memaksimalkan kekayaan dan konsumsi. Kesejahteraan didefinisikan melalui preferensi individu yang tertarik dengan hamper tidak adanya ruang untuk altruisme atau minat langsung terhadap kesejahteraan semua orang. bahkan ketika orangtua bersama. Blaug dengan benar menunjukkan bahwa “berbicara tentang ekonomi kesejahteraan positif adalah bersenang-senang dalam bahasa paradoks”. Yang dibutuhkan adalah ekonomi kesejahteraan yang mendefinisikan kesejahteraan manusia tidak dalam nilai netral secara pareto optimal namun dengan cara yang konsisten dengan tujuan kemanusiaan dan yang juga menunjukkan bagaimana kesejahteraan tersebut dapat terwujud dalam batasan sumber daya langka. pasti akan ada penurunan kualitas manusia dan kerusakan dalam kontrol sosial.

Dengan demikian.LAPISAN PERAK (THE SILVER LINING) Jika Ilmu ekonomi tidak mampu memenuhi tugas dalam mewujudkan tujuan-tujuan humanitarian. dan sejumlah Lembaga-lembaga social. Barangkali paradigm baru ini akan lebih kecil rasa permusuhannya terhadap agama daripada paradigma gerakanan pencerahan. apa yang diamati oleh Warnock bahwa. Demikian juga pemenuhan-pemenuhan kebutuhan pokok sosioekonomi menerima pengakuan yang sama. namun bagaimana bentuk yang akan dimiliki oleh paradigm baru. begitu juga diakui adanya peran altruisme.ihat oleh para ekonom selama perjalanan sejarah ilmu ekonomi konvensional dan ditekankan oleh orang- orang semacam Sismondi. kerja sama. Mereka dan para ekonom dulu dan sekarang telah mempertanyakan. Salah satu dari mahzab-mahzab ini 18 . Bahaya ini telah di. perbedaan diantara mereka hanya pada titik tekanan yang diberikan. dan terus mempertanyakan (hikmah) yang diterima dalam ilmu ekonomi neoklasik. “Menolak rasionalisme sebagai suatu doktrin filsafat tentu tidak berarti mengecilkan arti akal. Mereka adalah orang- orang yang melompat keluar dari Menara gading ilmu pengetahuan untuk melihat wilayah dibawahnya. Ini merupakan suatu refleksi adanya kesadaran yang terus berkembang bahwa akal memliki keterbatasan dan menempatkannya pada posisi yang tinggi. nilai—nilai moral. seperti yan dilakukan oleh gerakan pencerahan perlu dikurangi hingga pada tongkat yang lebih realistis dan bahwa positivism dan empirisme tidak mampu menciptakan pengetahuan normative apapun. Pengembangan berbagai mazhab ini saling berkaitan satu sama lain. masih belom dapat ditentukan secara bulat. untuk menentukan seberapa tinggi klaim-klaim akal yang kelewat tinggi. Sebagian ekonom bahkan menekankan perlunya suatu paradigm baru. politik. Disamping itu kini mulai disadari bahwa kepentingan diri sendiri dan kompetisi tidak selalu menjadi kekuatan-keuatan yang mendorong perilaku manusia. dan memperlihatkan bahwa dia menghargai akal bukanlah ia yang sekedar menjunjung klaim-klaim akal yang kelewat tinggi. melainkan orang yang berusaha secara sungguh-sungguh melakukan pemikiran mendalam. untuk menentukan seberapa tinggi klaim-klaim itu dapat benar-benar dijunjung. orang yang menghargai. ia menghadapi bahaya dimarginalkan dan dimatikan. dan ekonomi dalam membentuk preferensi dan mengarahkan perilaku dalam masyarakat. melainkan orang- orang orang yang berusaha secara sungguh-sungguh melakukan pemikiran mendalam.

Mhzab ini membawa janji besar karena dapat membantu menjelaskan bagaimana perubahan-perubhana dalam institusi sangat pengaruh berlangsung dimasa sekarang dan yang akan datang dan mengapa sebagian perkonomian mempunyai kinerja yang lebih baik daripada yang lain.adalah Grants Ecomics (Ilmu Ekonomi Hibah) yang berpendapat bahwa perilaku altruistis tidak harus dianggap sebagai seuatu penyimpangan rasionalitas. maka asumsi perilaku rasional dalam kerangka gabungan altruism dan self-interest akan dapat menghasilkan prediksi yang lebih bermakna. Barangkali lebih tepat dikatakan bahwa jika fungsi teori ekonomi untuk menghasilkan prediksi yang dapat diandalkan mengenai perjalanan peristiwa di masa yang akan datang. Menurut Hahn. Ia juga beranggapan bahwa asumsi-asimsi yang tidak relaistis tidak harus menghasilkan teori yang benar sekalipun pendapat Friedman dalam hal ini jelas bertentangan. dianggap sebagai suatu hal yang tidak dapat dicapai dan tidak diinginkan-tidak dapat dicapai karena penelitian ilmiah didasarkan pada asumsi-asumsi ilmiah yang secara tegas melibatkan penilaian. ekonomi . Ia berpendapat bahwa menyamakan perilaku rasional hanya dengan perilaku yang didasarkan pada kepentingan diri sediri tidak realisits. Ia juga dapat membantu menjelaskan kerja sama dan koordinasi dan sejumlah pola perilaku manusia yang tidak dapat diketahui oleh ilmu ekonomi 19 . “sehingga lingkup analisis ekonomi dimasuki oleh suatu pengamatan tajam yang sebelumnya diasumsikan jauh atas nama ilmu pengetahuan bebas nilai. Mahzab keempat adalah ilmu ekonomi institusional (institutional economy) yang bernaggapan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh sejumlah Lembaga yang saling berkaitan dengan social. Organisasi bertindak sebagai agen perubahan dengan mendorong individu bertindak menurut cara yang diinginkan melalui perubahan- perubahan dalam laba dan ongkos. Oleh karena itu. Mazhab ketiga ilmu ekonomi social yang melibatakan suatu “reformulasi teeori ekonomi dipadukan dengan pertimbangan -pertimbnagan moral. Boulding optimum telah diajukan sebagai alternatik bagi Pareto optimum. politik dan agama. tidak diinginkan karena penelitian ilmiah tidak dapat menghindarkan diri dari usaha memevahkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan tujuan-tujan public dan priotitas social dalam alokasi sumber daya. Komitmen kepada keniscayaan netralitas nilai yang merupakan gagasan sacral dari saintis Pencerahan yang diwariskan oleh para ekonom. “Barangkali ilmu ekonomi telah melakukan suatu kesalahan ketika ia mengadopsi tatanama “rasional” manakala semua yang ia maksudkan adalah perhitungan yang benar dan personalitas yang teratur.

kemungkina-kemungkinan ini telah meningkatkan secara pelan-pelan bobot konseptual dan praktis kajian dan pernah institusi dalam masyarakat. RELEVANSI ILMU EKNOMI ISLAM (THE RELEVANCE OF ISLAMIC ECONOMICS) Catatan sejarah umat Islam menunjukkan banyak ralisme dalam hal ini. Awalan mungkin akan kehilangan signifikansinya. tidak ada banyak waktu untuk memperlambat debat intelektual yang berkepanjangan jika yang berlaku Gejolak sosial dan politik dipandang membutuhkan pengurangan. Ini juga akan menyuntikkan nilai dan institusi. Jika ekonomi konvensional juga berkembang lebih cepat dalam arah melepaskan sekularisme dan nilai dan keadilannya ke dalam analisisnya.neoklasik hanya dengan memusatkan perhatiaannya pada self-interst dan kompetisi. yang islami berdiri untuk mengaktualisasikannya karena sifatnya yang wajar antara pengakuan Islam terhadap tahwid dan khilafah 20 . Ekonomi Islam tidak mampu untuk tidak mendapatkan keuntungan dari semua upaya ini. Mereka meminjam dari budaya lain. Pada tahap itu umat manusia dan persaudaraan manusia. ke dalam analisis yang dikembangkan oleh ekonomi konvensional sehingga dapat lebih memahami alasan ketidakmampuan kaum muslim untuk membangkitkan kembali tujuan yang mereka inginkan. maka pada akhirnya mungkin ada konvergensi di antara keduanya. apa pun yang mereka anggap berguna dan selaras dengan nilai mereka sendiri. Upaya Ekonomi Islam akan memberikan realisasi tujuan kemanusiaan sebuah plaace yang menonjol dalam paradigma dan untuk mendefinisikan efisiensi dan kesetaraan dalam hal tujuan ini. Sebuah konsensus perlu dicapai sesegera mungkin. dan diskusi berlangsung dalam kerangka sekuler dan ekonomi bebas nilai. bersama dengan variabel non-ekonomi utama dan dimensi historis. Keadilan ekonomi sosio adalah tujuan yang sangat diperlukan dari islam namun begitu jelas hilang dalam tujuan sekarang Islam dan namun begitu nyata hilang di dunia muslim saat ini. Sejumlah ekonom melakukan hal yang persis sama bahkan di barat. Tidak akan menghindar untuk menganjurkan rekomendasi kebijakan untuk mewujudkan tujuan ini. dan mereka melakukan apa pun untuk memperbaiki dan menggembung atasnya.