You are on page 1of 2

Ada tiga metode untuk melakukan uji widal.

Tiga metode tersebut adalah cara klasik, cara
stokes, dan uji widal dengan microtitter plate U. Cara klasik dibagi lagi menjadi dua, yaitu
cara lempeng dan cara tabung. Cara lempeng dikenal dengan istilah SAT yang merupakan
singkatan dari Slide Agglutination Test. Aglutinasi merupakan reaksi serologi klasik yang
dihasilkan gumpalan suspensi sel oleh sebuah antibodi spesifik yang secara tidak langsung
meyerang spesifik antigen. Beberapa uji telah digunakan secara luas untuk mendeteksi
antibodi yang menyerang penyakit yang dihasilkan mikroorganisme pada serum dalam waktu
yang lama. Fase pertama aglutinasi adalah penyatuan antigen-antibodi terjadi seperti pada
presipitasi dan tergantung pada kekuatan ion, pH dan suhu. Fase kedua yaitu pembentukan
kisi-kisi tergantung pada penanggulangan gaya tolak elektrostatik partikel-partikel

Petanda Serologi Demam Typhoid Tubuh yang kemasukan Salmonella akan terangsang
untuk membentuk antibodi yang bersifat spesifik terhadap antigen yang merangsang
pembentukannya. Antibodi yang dibentuk merupakan petanda demam typhoid, yang dapat
dikategorikan sebagai berikut:

a) Aglutinin O (Somatik) Titer aglutinin O akan naik lebih dulu dan lebih cepat hilang
daripada aglutinin H atau Vi, karena pembentukannya T independent sehingga dapat
merangsang limfosit B untuk mengekskresikan antibodi tanpa melalui limfosit T. Titer
aglutinin O ini lebih bermanfaat dalam diagnosa dibandingkan titer aglutinin H. Bila bereaksi
dengan antigen spesifik akan terbentuk endapan seperti pasir. Titer aglutinin O 1/160
dinyatakan positif demam typhoid dengan catatan 8 bulan terakhir tidak mendapat vaksinasi
atau sembuh dari demam typhoid dan untuk yang tidak pernah terkena 1/80 merupakan
positif.

b) Aglutinin H (flageller) Titer aglutinin ini lebih lambat naik karena dalam pembentukan
memerlukan rangsangan limfosit T. Titer aglutinin 1/80 keatas mempunyai nilai diagnostik
yang baik dalam menentukan demam typhoid. Kenaikan titer aglutinin empat kali dalam
jangka 5-7 hari berguna untuk menentukan demam typhoid. Bila bereaksi dengan antigen
spesifik akan terbentuk endapan seperti kapas atau awan.

c) Aglutinin Vi (Envelop) Antigen Vi tidak digunakan untuk menunjang diagnosis demam
thypoid. Aglutinin Vi digunakan untuk mendeteksi adanya carrier. Antigen ini menghalangi
reaksi aglutinasi anti-O antibodi dengan antigen somatik. Selain itu antigen Vi dapat untuk

demam –> kasih antibiotika –> nggak sembuh dalam 5 hari –> tes Widal) menghalangi respon antibodi. typhi (bukan typhoid).menentukan atau menemukan penderita yang terinfeksi oleh Salmonella typhi atau kuman- kuman yang identik antigennya. sirosis. paratyphi A. Selain itu antibodi terhadap antigen H bahkan mungkin dijumpai dengan titer yanglebih tinggi. C) memiliki antigen O dan H juga. reaksi anamnestik (pernah sakit). cukup pemeriksaan titer terhadap antibodi O S. . dan adanya faktor rheumatoid (RF). Padahal sebenarnya bisa positif jika dilakukan kultur darah. Uji ini merupakan test kuno yang masih amat popular dan paling sering diminati terutama di negara dimana penyakit ini endemis seperti di Indonesia. Dengan alasan ini maka pada daerah endemis tidak dianjurkan pemeriksaan antibodi H S. dll. tetanus. Keterbatasan Uji Widal Salah satu kelemahan yang amat penting dari penggunaan uji widal sebagai sarana penunjang diagnosis demam typhpid yaitu spesifitas yang agak rendah dan kesukaran untuk menginterpretasikan hasil tersebut. yang disebabkan adanya reaktifitas silang yang luas sehingga sukar untuk diinterpretasikan. dan bisa menimbulkan hasil positif palsu (false positive). Sebagai uji cepat (rapid test) hasilnya dapat segera diketahui. 2. Hasil positif dinyatakan dengan adanya aglutinasi. sebab banyak factor yang mempengaruhi kenaikan titer. Beberapa keterbatasan uji Widal ini adalah: a) Negatif Palsu Pemberian antibiotika yang dilakukan sebelumnya (ini kejadian paling sering di negara kita. Beberapa jenis serotipe Salmonella lainnya (misalnya S.typhi. Beberapa penyakit lainnya : malaria. Padahal sebenarnya yang positif kuman non S. Pemeriksaan widal ditujukan untuk mendeteksi adanya antibodi (di dalam darah) terhadap antigen kuman Samonella typhi / paratyphi (reagen). B.typhi. 3. Pernah mendapatkan vaksinasi. sehingga menimbulkan reaksi silang dengan jenis bakteri lainnya (Enterobacteriaceae sp). b) Positif Palsu 1.