You are on page 1of 11

STUDI KASUS BRISTOL-MEYERS SQUIBB

CRITICAL RIVIEW

Bristol-Meyers Squibb merupakan sebuah perusahaan global yang bergerak dibidang
Farmasi khususnya Bio Farmasi dibentuk oleh 1989 penggabungan antara perusahaan farmasi
Bristol-Myers Company yang didirikan pada 1887 oleh William McLaren Bristol dan John Ripley
Myers di Clinton, New York (keduanya adalah lulusan dari Hamilton College), Dan Squibb
Corporation.Bristol-Myers Squibb produsen resep obat-obatan, menggunakan narkoba dan
kesehatan di beberapa daerah pengobatan. Itu juga merupakan induk perusahaan dari Mead
Johnson gizi yang merupakan produsen produk seperti Enfamil dan formula bayi bayi suplemen
vitamin seperti Tri-Vi-Sol dan ConvaTec, pemimpin dunia dalam perawatan luka Ostomy dan
produk. Bristol-Myers Squibb memiliki misi untuk menemukan, mengembangkan dan
memberikan obat-obatan inovatif yang membantu pasien dalam penanggulangan penyakit.
Perusahaan ini berkantor pusat di kota New York, memiliki 50 jenis produk dan produk-
produk utamanya adalah Plavix, Avapro, Abilify dan Reyataz. Saat ini Bristol-Meyers Squibb
telah memiliki misi perusahaan yaitu menemukan, mengembangkan dan menyalurkan obat yang
dapat membantu pasien dari penyakit-penyakit serius diantaranya obat-obatan untuk melawan
penyakit seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, hepatitis B, HIV / AIDS, rheumatoid arthritis,
dan gangguan kejiwaan, namun dari informasi yang didapat dari website www.bms.com
tidak/belum mencantumkan visi dari perusahaan. Hal ini mungkin karena perusahaan ini telah
melakukan IPO sehingga visi perusahaan telah tercapai. Namun tidak ada salahnya juga BMS ini
membuat visi dari perusahaan tersebut. Dalam hal ini kami mencoba untuk mengajukan sebuah
visi perusahaan yang dapat digunakan yaitu : “Menjadi yang terbaik dan pilihan pertama didunia
Farmasi khususnya Bio Farmasi”
BMS mengalami transformasi strategis yang luar biasa dalam tujuh tahun antara 2007 dan
2013, dan telah mengakuisisi perusahaan-perusahaan baru yang penting. Bristol dan perusahaan
farmasi lainnya kehilangan pendapatan yang signifikan dari berakhirnya paten obat, merger
memainkan peran besar dalam mengisi celah jenis obat. Strategi bristol, dijuluki dengan istilah
kalung mutiara, dirumuskan pada tahun 2007 ketika perusahaan mempekerjakan James Cornelius

bernilai $430 milyar yang bertujuan untuk membantu perusahaan peningkatan mutu produk khususnya Therapeutic divisi. Mengakusisi Adnexus Therapeutic (2007) . BMS melakukan Akuisisi perusahaan yang memiliki terobosan farmasi dengan biaya yang kecil yang disebut biaya R&D. BMS melakukan perubahan strategi yang disebut ‘string of pearls’ yang diformulasikan pada tahun 2007 pada saat perusahaan mengangkat CEO yang baru yaitu James Cornelius. memberikan prioritas yang maksimum untuk jalur percepatan pembangunan dan memberikan pertumbuhan penjualan. 7. tetapi mereka mengeluarkan biaya besar untuk membeli produk patenable dengan potensi penjualan blockbuster. 3. Berikut beberapa hal yang telah dilakukan: 1. 6. dan juga dengan Exelixis dengan perjanjian $195 juta yang memberikan 2 molekul dalam melawan . Strategi berpusat pada bristol restocking produknya dengan mengakuisisi usaha kecil dan menengah yang memiliki produk yang menjanjikan dalam pengembangan. BMS mentranformasi strategi manajemennya selama 7 tahun (2007-2013) dengan mendapatkan beberapa perusahaan baru dan juga membentuk badan atau lembaga baru dibawah naungannya yaitu perusahaan murni di bidang kesehatan.kelainan jantung dan Firosis.sebagai CEO. BMS meningkatkan stategi dengan melakukan akuisisi dan aliansi yait dengan membeli Kosan Biosciences $190 juta. 5. yaitu perusahaan terapi kanker. Termasuk juga adanya strategi mutiara yang inovatif yaitu strategi kemitraan dan akuisisi yang dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan internal perusahaan dalam menciptakan obat yang terkait dengan penyakit-penyakit. Strategi Biofarma yang unik telah diterapkan oleh perusahaan untuk dapat menggabungkan jangkauan dan sumberdaya dari perusahaan farmasi dengan semangat kewirausahaan dan kelincahan sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. 4. Pemilihan yang paling baik yaitu pada pelayanan HIV/AIDS dan Neurogical. Mengalami kehilangan pendapatan yang besar dari pakem Blockbuster drug. 2. Strategi berfokus pada ketersediaan jenis produk dengan mengakuisisi perusahaan kecil. menengah yang memiliki pengembangan produk yang baru. Harga beli yang tinggi sehingga dengan setiap kesepakatan yang dibuat BMS merasa berkewajiban untuk menjamin pemegang saham dan analis investasi tujuannya untuk mengambil risiko minimal. Beraliansi dengan AstraZeneca dan Pfizer untuk pengembangan yang telah di lakukan BMS. pelaksanaan merger. Tahun 2008.

Perusahaan melakukan Spin-Off untuk membentuk unit-unit yang lebih kecil yang dapat focus dalam bidangnya. 12. dihubungi dan diatur terhadap hubungan dengan pihak ketiga yang dimiliki. produsen obat neurological/syaraf sclerosis kronis dan berusaha untuk membeli Shire PLC. juga memberikan hak penuh atas ipilimumab yaitu mempelajari terapi imun untuk tumor melanoma. Kombinasi ini memiliki nilai sebesar $57 milyar. 9. Setelah berakhirnya paten pada obat pengencer darah Plavix di tahun 2012. untuk oncology pipeline. Kerjasama ini memberikan kemampuan biologi dan mengekspansi oncology pipeline mereka. Spin-Off dapat juga digunakan untuk untuk perusahaan kooperasi yang unitnya bermasalah sehingga dapat saling membantu. penekanan kedua adalah melakukan spin off unit usaha.3 milyar. maka versi generik mulai diproduksi yang menyebabkan penurunan harga atas obat ini dan mengakibatkan terjadi penurunan pencapaian laba sebesar $3. Menutupi kehilangan tahun sebelumnya ditahun 2013 BMS membeli Biogen Idec Inc . 13. Pada tahun 2010 membeli merk ZymoGenetic sehingga mendapatkan hak penuh atas hasil-hasil investigasi biologi termasuk hak atas investigasi senyawa virus Hepatitis C. untuk Diabetes. unit dapat di ditekankan dalam perencanaan strategis perusahaan induk dan dihargai oleh investor dan analis keuangan 15. Pada tahun 2009 melakukan kerjasama dengan Medarex sebesar $2. 8. 10. Sebagai hasilnya. Akuisisi ini akan bagus dengan melakukan kombinasi strategi yang BMS telah lakukan dari tahun 2007 dimana dalam akuisisi yang dilakukan membuat perusahaan menjadi lebih modern dan diorganisasi ulang untuk diidentifikasi.5 juta. fibrosis dan memproduksi Amira yang dibeli dengan $325 juta. 11. kanker. Sementara akuisisi adalah fokus strategis utama yang dilakukan Bristol. . yang memproduksi obat keterbelakangan mental dan sikap hyperaktif. 14. Perjanjian ini memberikan hak pada BMS dapat mengembangkan dan menjual kedua molekul. kanker prostat dan kanker paru-paru. 16. sebesar $24 juta. Perusahaan besar kadang-kadang memiliki unit yang berbeda dari bagian lain dalam beberapa hal penting. Pada tahun 2011 mengakusisi AMbrix Inc dan Amira Farmasi.

Alasan lain adalah Spin-Off dapat digunakan pasar yang berbeda yang sangat potensial.aliansi strategi dan perusahaan fokus pada pengembangan dan memasarkan sendiri dan juga pathnership penjualan dari $18 milyar (2007). pada 2009 terkena dampak krisis hanya $18 milyar dan tahun berikutnya selalu meningkat 2013 mencapai $ 49. pertumbuhan yang cepat dalam biopharmaceuticalindustry dan sebagai pioneer produser Plavix harus segera ditindaklanjuti dalam R&D agar tidak tertinggal dari pesaing yang ada. 24. Dengan perkembanganya semua pemegang saham mengambil keuntungangan yang besar dan perusahaan lebih focus pada KRA (Key Areas Bisnis). Kelemahan yang dimiliki harus segera ditutupi seperti dengan pembentukan bisnis unit strategis masing-masing produk. BMS lebih focus pada Biopharma. Terdapat beberapa kompetitor diantaranya perusahaan Astrazeneca yaitu perusahaan farmasi . pembuatan visi perusahaan disamping misi yang telah ada. fokus pada investasi. April 2014 BMS mengakusisi Pierian senilai lebih dari $725 juta. penurunan penjualan harus segera ditangani. Kekuatan yang dimiliki seperti telah fokusnya dalam pengembangan obat-obatan yang berkriteria khusus. distribusi yang baik. BMS bergabung dengan perusahaan China (Simecre pharmaceutical) untuk memasarkan produknya Orencia.57 milyar. 17.meningkatkan produk dan meminimalkan potensi Blockbuster sales di luar farmasi dan mengadapi tantangan di dunia kesehatan. kelemahan. 18. 20. Dua saingan BMS yaitu Pfizer Inc dan Zoetis melakukan juga hal yang sama yaitu Spin- Off. Kesempatan yang ada seperti peningkatan jumlah penuaan di populasi Amerika Serikat dan dunia. Focus pada organisasi. Spin-Off akhirnya tidak terbatas pada pada bidang produk saja tapi juga ke pemasaran dan distribusi juga misalnya bergabung dengan Reckitt Benckiser. 19. Ancaman-ancaman pesaing juga harus lebih diwaspadai karena banyak perusahaan-perusahaan yang juga bergerak dalam bidang biofarmasi ini. 23. $ 20. baby formula dan bahkan perban yang terpakai. Dari apa yang sudah dilakukan perusahaan ini harus tetap melakukan analisa-analisa terkait kekuatan. BMS bergabung dengan Samsung Biologics in 2013 untuk kerja sama antibody (kekebalan) untuk obat Cancer dan memastikan juga untuk pasokan. akuisisi terhadap perusahaa sejenis harus terus dilakukan.joint ventura.6 milyar (2008). financial risk (manajemen resiko) . 22. kesempatan dan ancaman yang ada. peningkatan permintaan untuk produk biofarmasi. produk ini sudah dijual di America.Eropa dan Jepang. 21.

yang telah mendunia dan telah terdaftar di lebih dari 100 negar dan telah hadir dinegara-negara berkembang termasuk diantaranya China. WO dan WT untuk mengetahui lebih jelas terkait hal-hal yang tetap harus dipertahankan maupun hal-hal baru yang harus segera dijalankan untuk kelangsungan perusahaan ini. Brazil. Mexico and Russia. ST. Kesehatan Hewan dan gelatin kosong serta bahan kimia massal (Corporate and Others) yang telah melakukan investasi dalam penelitian dan pengembangannya sebesar 9. Kompetitor lainnya adalah perusahaan Pfizer yaitu perusahaan farmasi yang mendunia yang memfokuskan pengembangan dalam 3 segmen yaitu Farmasi kesehatan manusia. Investasi miliaran dolar penelitian untuk menemukan obat-obatan yang dapat membantu meningkatkan kehidupan. Kompetitor lainnya yaitu perusahaan farmasi Merck yang merupakan perusahaan no 2 terbesar didunia dan menjadi pemimpin pasar dalam produk consumer dan perawatan hewan. Untuk itu perlu segera disusun strategi-strategi jitu seperti strategi TOWS yang lebih mengedepankan faktor ekternal daripada strategi SWOT yang lebih mengedepankan faktor internal serta strategi SO. Lebih fokus pada penemuan dan pengembangan obat resep untuk penyakit dan kondisi yang berdampak pada jutaan orang.4 milyar dolar. Investasi yang telah dilakukan mencapai 4 Millyar Dolar dalam melakukan penelitian dan pengembangan produk setiap tahunnya. .

Mexico and Russia. Bristol-Myers Squibb. dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. hepatitis B. Terdapat beberapa kompetitor diantaranya perusahaan Astrazeneca yaitu perusahaan farmasi yang telah mendunia dan telah terdaftar di lebih dari 100 negara dan telah hadir dinegara-negara berkembang termasuk diantaranya China. HIV / AIDS. Investasi yang telah dilakukan mencapai 4 Millyar Dolar dalam melakukan penelitian dan pengembangan produk setiap tahunnya. penyakit jantung. sehingga perusahaan ini perlu terus menerus secara konsisten menerapkan . Di seluruh dunia. Dengan strategi ini. memberikan pertumbuhan penjualan dan terus mengelola biaya. Juga melakukan spin-off atas unit-unit usaha yang dimiliki. Kompetitor lainnya adalah perusahaan Pfizer yaitu perusahaan farmasi yang mendunia yang memfokuskan pengembangan dalam 3 segmen yaitu Farmasi kesehatan manusia.4 milyar dolar. IDENTIFIKASI MASALAH Bristol-Myers Squibb adalah perusahaan BioPharma global yang tegas terfokus pada misi untuk menemukan. Walaupun telah digunakannya beberapa strategi baik itu akuisisi dan pemecahan unit-unit (spin-off) dalam perusahaan tersebut namun masih ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan mengingat kompetitor-kompetitor di industri biofarmasi juga memiliki misi. Kesehatan Hewan dan gelatin kosong serta bahan kimia massal (Corporate and Others) yang telah melakukan investasi dalam penelitian dan pengembangannya sebesar 9. Kompetitor lainnya yaitu perusahaan farmasi Merck yang merupakan perusahaan no 2 terbesar didunia dan menjadi pemimpin pasar dalam produk consumer dan perawatan hewan. strategi yang hampir sama dengan Bristol-Meyers Squibb ini. menggunakan strategi BioPharma unik menggabungkan jangkauan dan sumber daya dari sebuah perusahaan farmasi besar dengan semangat kewirausahaan dan kelincahan dari sebuah perusahaan biotek yang sukses. obat-obatan dari Bristol-Meyers Squibb telah membantu jutaan orang dalam perjuangan mereka melawan penyakit seperti kanker. Strategi yang dilakukan oleh Bristol-Meyers Squibb yaitu dengan cara melakukan akuisisi dan pembelian perusahaan- perusahaan dan juga hak atas penemuan-penemuan obat-obatan sehigga menjadi perusahaan yang dapat memenuhi pangsa pasar industri farmasi global. Brazil. rheumatoid arthritis. memberikan prioritas maksimum untuk pembangunan jalur percepatan. Dan dari sisi pencapaian laba perusahaan dari Bristol-Meyers Squibb ini sempat mengalami penurunan. diabetes. mengembangkan dan memberikan obat-obatan inovatif yang membantu pasien menang atas penyakit serius. dan gangguan kejiwaan.

masyarakat global. pemegang saham serta lingkungan alam sekitar” Misi Misi dari perusahaan adalah : “Untuk menemukan. Fokus pada produksi obat dalam sel hidup 2. kepada para pemegang saham dan lingkungan. Sinergi dibentuk dengan mengakuisisi Amira Pharmaceuticals. Kinerja R & D yang baik 5. bagi masyarakat global.strategi yang tepat dan tetap menganalisa perkembangan yang ada dengan cara mengetahui kekuatan. Kompetensi yang khas (Plavix) Kelemahan (Weakness) 1. ANALISA PERMASALAHAN Visi Bristol-Myers Squibb tidak menjelaskan visi perusahaan secara explisit untuk itu dapat kami rekomendasikan sebuah visi perusahaan yaitu : “Menjadi yang terbaik dan pilihan pertama didunia Farmasi khususnya Bio Farmasi dengan tetap menjaga komitmen terhadap pelanggan. Threat) Strength (Kekuatan) 1. kepada karyawan. Weakness. Pada akhirnya. Inc 6. Opportunity. mengembangkan dan memberikan obat-obatan inovatif yang membantu pasien dalam penanggulangan penyakit.” Komitmen Bristol-Myers Squibb memberikan komitmen: untuk pasien dan pelanggan. Posisi Keuangan yang kuat 4. karyawan. Pemasaran Efektif dan saluran distribusi 3. keberhasilan sebagai pemimpin BioPharma diukur dengan perbedaan yang dibuat dalam kehidupan pasien. kesempatan dan ancaman yang mungkin bisa menghambat jalannya perusahaan dalam mencapai tujuan. kelemahan. Tidak adanya pernyataan visi . Analisa SWOT (Strength.

Persetujuan untuk obat onkologi baru (Yervoy) untuk kanker Ancaman (Threat) 1. Diversifikasi produk sebagai populasi yang menua di AS meningkat (S1. Merger dan akuisisi perusahaan farmasi kecil atau saingan (S3. Sewa tim kualitas atas hibrida dengan desain wilayah geografis untuk beradaptasi dengan pertumbuhan (W2. Peningkatan permintaan untuk produk biofarmasi 3. Penurunan tingkat pertumbuhan belanja di pasar obat yang paling berkembang SO Strategi 1. O1) 2. Peningkatan promosi produk seperti sampel gratis atau konsultasi kesehatan gratis (S2. Kurangnya divisi atau unit bisnis strategis (SBU) 3. T1) WO Strategi 1. Membangun ahli departemen baru dalam regulasi dan kebijakan perlindungan paten (S3. Adanya krisis global 6. 2. Penurunan penjualan Avapro / Avalide 4. Penurunan daya perekonomian masyarakat dunia Kesempatan (Opportunity) 1. Perlindungan pola Kerugian 2. Astrazeneca 4. O4) ST Strategi 1. Peningkatan jumlah penuaan di populasi Amerika Serikat dan dunia 2. Waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk menemukan obat baru 5. O3) . Mengembangkan produk baru yang sesuai dengan penyakit saat ini (S4. T5) 2. Penurunan biaya dengan penerapan bioteknologi modern 6. T3. Pesaing sengit mencoba untuk mengambil alih pangsa pasar dari BMS 6. Menurun di EPS 5. Gangguan dalam penyediaan Avapro 3. Pioneer produser Plavix 5. Pertumbuhan yang cepat dalam biopharmaceuticalindustry 4. Kompetisi dengan perusahaan besar lainnya seperti Merck. O2) 3.

pengembangan produk. dan telah pula memasuki pasar obat yang belum terpenuhi secara menyeluruh. Strategi Perusahaan Strategi yang dilakukan oleh Bristol-Meyers Squibb diantaranya adalah: 1. b. diversifikasi produk yang saling berelasi. perusahaan juga memiliki kesempatan dan harapan dalam industri ini yaitu sebagai perusahaan global yang telah memiliki prosedur dan sistem pengembangan produk terhadap penyakit-penyakit kritis. penurunan harga saham dan juga kurangnya divisi-divisi strategis yang fokus dalam mengelola suatu produk. penekanan pemasaran. memiliki fokus pada kebutuhan medis yang serius yang belum banyak terpenuhi. Memantau isu farmasi dengan meningkatkan komitmen untuk Corporate Social Responsibility (W4. Memotong biaya-biaya dan mengorganisasi ulang terhadap operasional R&D . Pembelian perusahaan farmasi secara khusus dari perusahaan Amira Pharmaceuticals Inc. Banyak obat-obatan inti telah diijinkan dan berhasil untuk dipasarkan b. 2. T1) 3. Dan masih banyak pembelian/akuisisi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan perusahaan. T4) Dari analisa SWOT diatas dapat dilihat bahwa perusahaan ini telah memiliki kekuatan yaitu. Memiliki jalur/path pengembangan produk obat yang sangat baik c. O6) Strategi WT 1. pengembangan marketing. hanya saja masih terdapat ancaman dan kelemahan yaitu banyaknya pesaing yang bagus dan siap mengambil pangsa pasar dari Bristol-Meyers Squibb ini. dan berkonsentrasi pada pengembangan obat bilogis yang kompleks dan menguntungkan. T2) 2. terbukti dengan adanya beberapa penurunan revenue. juga perlu diperhatikan dampak krisis global yang sangat mempengaruhi tingkat perekonomian dunia. 2. Investasi dalam peralatan teknologi modern (W4. Strategi stabilitas terhadap pengembangan produk a. Membangun gedung baru untuk intensif R & D (W2. memiliki lisensi atas obat-obatan dan telah banyak pengajuan lisensi yang disetujui. Strategi pertumbuhan yang terintegrasi a. Untuk itu perlu dilakukan beberapa hal yaitu strategi pertumbuhan. Menghasilkan jenis baru obat sebagai gangguan dalam pasokan Avapro (W3.

Tujuan untuk Pasien dan penderita suatu penyakit. Berkonsentrasi dalam pengembangan produk yang kompleks dan obat-obatan biologi Tujuan Perusahaan Perusahaan Bristol-Meyers Squibb ini memiliki tujuan diantaranya : 1. perusahaan memiliki tujuan yaitu menyediakan beragam tenaga kerja yang berbudaya inklusif. mengkomersialkan obat-obatan secara luas dan menyeluruh dan memastikan ketersediaan akan obat-obatan yang dibutuhkan. kehidupan kerja yang seimbang dan perlakuan saling menghormati. perusahaan memiliki tujuan untuk selalu komitmen terhadap pengetahuan yang baik dan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan produk-produk dalam industri biofarmasi. 3. perusahaan memiliki tujuan yaitu memproduksi keberlanjutan performance perusahaan yang baik dan memberikan nilai lebih kepada pemegang saham 5. profesionalitas pengembangan produk. Tujuan untuk Pemegang Saham. perusahaan memiliki tujuan yaitu mempromosikan ketelitian & keberlanjutan 4. REKOMENDASI . Tujuan untuk Lingkungan. 2. Tujuan untuk Karyawan. Tujuan untuk Komunitas Global. mengaplikasikan pengetahuan untuk memproduksi obat-obatan dan memberikan manfaat secara ekonomi. keamanan. perusahaan memiliki tujuan yaitu melestarikan sumber daya secara natural dan meminimalkan dampak lingkungan dari operasional perusahaan dan produk. memprioritaskan kesehatan karyawan. Strategi stabilitas dari diversifikasi produk yang saling terelasi a. 3.

4. Diversifikasi yang saling berelasi . pemegang saham serta lingkungan alam sekitar” 2. Penambahan Volume Penjualan . Pengembangan Produk dengan menambah R&D . karyawan. khususnya di regional Asia Tenggara. Dalam hal ini diusulkan sebuah visi yaitu : “Menjadi yang terbaik dan pilihan pertama didunia Farmasi khususnya Bio Farmasi dengan tetap menjaga komitmen terhadap pelanggan. masyarakat global. Walaupun visi perusahaan sudah tercapai namun belum secara eksplisit tercantum. . Pengakuisisian suatu perusahaan yang memiliki paten atau hak atas suatu rancangan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam pengembangan produk selanjutnya. ditambah lagi dengan adanya MEA akan lebih memudahkan dalam pembentukan/pengembangan pasar yang baru. Pembuatan divisi per produk. per tipe farmakoterapi agar lebih tersistemasi dalam mendapatkan kualitas produk yang lebih baik. . sehingga tetap perlu dibuatkan visi perusahaan. Hongkong. Pengembangan Pasar dengan membuat pasar yang baru misalnya Pasar Bebas Malaysia. Terus melakukan pengembangan produk yang variatif dan terus menerus untuk memerangi penyakit-penyakit yang dialami oleh pasien-pasien.Ada beberapa rekomendasi yang dapat diberikan untuk menjaga agar perusahaan tetap dapat melakukan bisnis ini dengan baik sehingga pertumbuhan perusahaan berada pada level yang baik. mengadakan seminar-seminar terhadap produk baru. . testimoni dari rumah sakit dan klinik dan menjalin hubungan yang baik dengan distributor- distributor. Penetrasi Pasar dengan lebih banyak mengadakan acara-acara pemasaran strategis yang baik. 3. yaitu: 1.