You are on page 1of 32

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

SB DENGAN SIROSIS HEPATIS
DI RUANG MAWAR RSUP SANGLAH
TANGGAL 25-30 DESEMBER 2017

OLEH :

I KOMANG SUTHA JAYA (P07120216043)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN PELAJARAN
2017/2018

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN SIROSIS HEPATIS

Nama Mahasiswa : I Komang Sutha Jaya
Tempat Pratek : RUANG MAWAR RSUP SANGLAH
Tanggal Pengkajian : 25 s/d 30 Desember 2017

I. Identitas Diri Klien
Nama : Tn ” SB”
Tanggal Masuk RS : 23 Desember 2017
Sumber Informasi : Pasien, Keluarga Pengkajian fisik, Rekam Medis
Umur : 57 Th
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Perkawinan : Menikah
Pendidikan : SMP
Suku : Jawa
Pekerjaan : Wiraswasta
Lama Bekerja :-
Alamat : Jl P BATANTA NO 89/C SIBELANGGA DPS
Diagnosa Medis : Sirosis Hapatis

KELUHAN UTAMA :
Keluhan utama saat sebelum dirawat di RS : Perut Kembung
Keluhan saat dikaji : Perut kembung dan nyeri pada Kuadran kanan dan kiri atas
RIWAYAT PENYAKIT :
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh perut membesar sejak 2 bulan yang lalu, semakin lama semakin
bertambah yang membuat pasien merasa cepat kenyang dan perut terasa nyeri. Pasien
juga mengeluh mata berwarna kuning dan diikuti seluruh tubuh, tidak ada keluhan gatal.
Pasien tidak ada keluhan muntah darah, pasien merasa mual, tidak demam, makan

berkurang, badan lemas. BAK seperti biasa berwarna kuning, BAB dikatakan bewarna
kecoklatan.
b. Riwayat Penyakit terdahulu
Pasien sempat dirawat di RSUD Wangaya dengan keluhan yang sama dikatakan
menderita penyakit liver.kemudian pasien sempat pulang selama 5 hari kemudian
kembali di rawat di ruang Mawar RSUP Sanglah.
c. Riwayat Penyakit keluarga
Saat pengkajian keluarga pasien mengatakan bahwa orang tua pasien juga memiliki
riwayat penyakit yang sama dengan pasien
1. Keluarga terdekat yang dapat dihubungi (orang tua, wali, suami, istri dan lain-lain)
Pekerjaan : Penjahit
Alamat : Jl P BATANTA NO 89/C SIBELANGGA DPS
Pendidikan : SMP
2. Alergi : Pasien mengatakan tidak memiliki alergi terhadap makanan ataupun minuman
Tipe :-
Reaksi :-
Tindakan : -
3. Kebiasaan : Merokok/kopi/obat/alkohol/lain-lain
Jika Ya, jelaskan : Pasien mengatakan sebelum dirawat di Rumah Sakit pasien terbiasa
merokok baik dirumah maupun di tempat kerja dan meminum kopi pada saat bekerja, pasien
mengatakan biasa merokok dan menghabiskan ± 8 batang rokok gudang garam setiap hari.
4. Obat-obatan :-
Lamanya :-
Sendiri :-
Orang lain (resep):
5. Pola Nutrisi
Frekuensi/porsi makan : 3 kali sehari ± pasien dapat menghabiskan ¼ porsi makan
makanan rumah sakit yang telah disediakan
Berat Badan : 55,8 Kg Tinggi Badan : 162 Cm
Jenis makanan : Bubur
Makanan yang disukai : Makanan pedas

2 kali/hari Waktu : pagi/siang/sore/malam Warna : Kuning kecoklatan Konsistensi : lembek Penggunaan Pencahar: - b.. Buang air kecil Frekuensi : 3-5 kali/hari Warna : Kuning Bau : khas urine Outpput cairan selama 24 jam : Urine : 1000 cc IWL : 15xBB = 15x50 = 750cc BAB : dalam satu hari pasien BAB hanya 1-2 kali dengan konsistensi lembek (air dalam BAB normal = 100cc. Pola Eliminasi a. Balance Cairan CM (Cairan Masuk) : Infus 20 tpm : 900cc Minum : 1000 cc .... namun pasien hanya BAB sedikit jadii aiir yang terkandung sekitar 50cc) c. kg [ ] tetap [ V ] berkurang kg Intake Cairan pasien setiap hari : Minum : 1000 cc Infus : 20 tpm (900 cc) AM (Air Metabolisme) : 5cc/bb/jam = 5x50 = 250 cc/jam 6. Buang air besar Frekuensi : 1. alasan : mual/muntah/sariawan/dll [ V ] kurang.. Makanan tidak disukai : - Makanan pantangan : Nafsu makan : [ ] baik [ ] sedang.. alasan : susah menelan Perubahan BB 3 bulan terakhir : [ ] bertambah .

Pola Aktivitas dan Latihan a. b. namun setelah MRS pasien tidak pernah berolahraga karena keadaannya yang lemah dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Olahraga : pasien mengatakan sebelum diarawat di Rumah Sakit pasien biasa berolahraga.00 WITA Lama tidur/hari : 8 Jam Kebiasaan pengantar tidur :- Kebiasaan saat tidur :- Kesulitan dalam hal tidur : [V] menjelang tidur [V] sering/mudah terbangun [V] merasa tidak puas setelah bangun tidur 8. c. Kegiatan di waktu luang : pasien mengatakan apabila pasien memiliki waktu luang pasien biasa menghabiskan waktu dengan keluarga. berhajat [ V] mudah merasa kelelahan [V] mengenakan pakaian [V]sesak nafas setelah mengadakan aktivitas . Kegiatan dalam pekerjaan : Pasien mengatakan pasien sebelum dirawat di Rumah Sakit pasien kesehariannya bekerja sebagai pekerja wiraswasta. selama pasien sakit pasien mulai berhenti bekerja dan mulai diam dirumah sakit. Pola Tidur dan Istirahat Waktu tidur (jam) : Pukul 21. Kesulitan/keluhan dalam hal ini : [V] pergerakan tubuh [V] bersolek [V] mandi. AM : 5xBB = 5x50 = 250cc CK (Cairan Keluar) Urine : 1000 cc BAB : 50 cc IWL : 15x50kg = 750 cc Balance Cairan = CM – (CK+IWL) = 2150 – (1050+750) = 2150-1800 = +350 cc 7. d. sementara jika di rumah sakit pasien menghabiskan waktunya dengan beristirahat.

Jumlah jam kerja : Tidak menentu lamanya : - c. Jadwal kerja : setiap hari d. Jenis pekerjaan : Wiraswasta (mebel) lamanya : - b. Riwayat Keluarga Genogram : 57 th Keterangan : = meninggal = Anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit yang sama = laki-laki masih hidup = perempuan masih hidup = hubungan perkawinan = pasien = tinggal serumah . 9. Pola Kerja a. Lain-lain (sebutkan) : - II.

Pola Pikir dan Persepsi a. Kesulitan yang dialami : [ ] sering pusing [ ] menurunnya sensitifitas terhadap panas dingin [ V] membaca/menulis 2.] alat bantu pendengaran b. Riwayat Lingkungan Kebersihan lingkungan : Pasien mengatakan lingkungan rumah pasien bersih Budaya : Budaya yang dianut pasien serta keluarga adalah budaya Jawa Islam Polusi : Pasien mengatakan lingkungan rumah pasien terbebas dari polusi IV. Alat bantu yang digunakan : [ .III. Hubungan/komunikasi : Baik a. Suasana hati : Gelisah 4. Persepsi Diri Hal yang dipikirkan saat ini : Pasien mengatakan ingin cepat sembuh agar pasien bisa melakukan aktivitas seperti biasa Harapan setelah menjalani perawatan : Pasien ingin cepat sembuh setelah mengalami perawatan Perubahan yang dirasakan setelah sakit : Pasien mengatakan setelah pasien sakit dan dirawat di rumah sakit pasien tidak dapat bekerja lagi karena kondisi pasien yang lemah dan tidak mungkin bekerja kembali 3. Bicara [V] jelas bahasa utama : Indonesia [V] relevan bahasa daerah : Jawa [V] mampu mengekspresikan .] kaca mata [ . Aspek Psikososial 1.

Kesulitan dalam keluarga : Tidak ada [ ] hubungan dengan orang tua [ ] hubungan dengan sanak keluarga [ ] hubungan dengan suami/istri 5. Gangguan hubungan seksual disebabkan kondisi sebagai berikut : Tidak ada [ ] fertilitas [ ] menstruasi [ ] libido [ ] kehamilan [ ] ereksi [ ] alat kontrasepsi b. Kebiasaan Seksual a. yaitu keluarga c. Tempat tinggal [ ] sendiri [ V ] bersama orang lain. Pertahanan Koping a. . keluarga pasien b. Pemahaman terhadap fungsi seksual : Pasien mengatakan mengetahui fungsi organ seksual 6. Yang disukai tentang diri sendiri : Pasien mengatakan menyukai dirinya sendiri karena pasien merasa bisa menjadi ayah atau Guru kepada muridnya atau anak- anaknya c. [V] mampu mengerti orang lain b. Yang ingin dirubah dari kehidupan : Pasien mengatakan ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya. Pengambilan keputusan [ ] sendiri [ V ] dibantu orang lain. Kehidupan keluarga a) adat istiadat yang dianut : Jawa b) pembuatan keputusan dalam keluarga: Dalam membuat keputusan pasien dibantu keluarga c) pola komunikasi : baik d) keuangan : [V] memadai [ ] kurang d.

Keadaan umum : 1. d. sedang 3. ringan 2. Kegiatan Agama atau Kepercayaan yang dilakukan (macam dan frekuensi) Sebutkan : Sholat ditempat tidur d. Apakah Tuhan. Yang dilakukan jika sedang stress : [ ] pemecahan masalah [ ] cari pertolongan [ ] makan [ ] makan obat [ ] tidur [V] lain-lain (misalnya marah. diam dll) sebutkan : mengobrol dengan keluarganya 7. Pengkajian Fisik A. Berat Skala nyeri :3 Nyeri di daerah : Perut Kuadrat Kanan Atas P : Pasien mengatakan nyeri karena sakit yang dideritanya Q : Pasien mengatakan rasa nyeri seperti tertusuk . Sistem Nilai – Kepercayaan a. Sebutkan : Sholat V. Siapa atau apa yang menjadi sumber kekuatan : Allah b. Kepercayaan penting untuk anda : [V] ya [ ] tidak c.70 C Nadi : 80 x/menit Pernafasan : 28 x/menit B. Kegiatan Agama atau Kepercayaan yang ingin dilakukan selama di rumah sakit. Agama. Vital Sign TD : 100/70 mmHg Suhu : 36. Sakit/ nyeri : 1. Kesadaran : Compos Mentis GCS : 15 Eye :4 Motorik : 6 Verbal :5 C.

Kelainan :- 3. Personal hygiene : 1. Status gizi : 1. normal 2. Orientasi waktu/ tempat/ orang : 1.lain…… b. Rambut : a. Penglihatan : 1. Sikap : 1. lain-lain……. gelisah 3. Kepala a. Lesi/ luka : Tidak ada 1. lain-lain 2. normal 2. terganggu…… D. Data tambahan : - 4. katarak e. Bentuk : 1. anemis 2. kurus BB : 55. b. Pupil : 1. mesochepale 2. tidak anemis d. gemuk 2. ada gangguan………… b. bersih 2.8 kg TB : 162 cm 3. Hidung a. Kelainan : kebutaan kanak/kiri : - f. kotor 3. hidrochepale 4. Penghidu : 1.anisokor 3. lain. lain-lain : Cukup 5. tidak ikterik c. Sekret/ darah/ polip :- . tenang 2. mikrochepale 3. Pemeriksaan Fisik Head To Toe 1. midriasis 4. R : Pasien mengatakan merasa nyeri pada perut di bagian kuadran kanan atas S : 3 (0-10) dengan kualitas nyeri hilang timbul T : Nyeri dirasakan sekitar 2-3 menit 2. menahan nyeri 4. hematom 2. normal 3. Sklera : 1. Mata a. perdarahan 3. Konjungtiva : 1. ikterik 2. luka sobek 4. isokor 2. Warna : Hitam b. baik 2. kaca mata/ lensa 3.

Peristaltik usus : 1. Nyeri tekan : 1. ompong 3. ya di kuadran Kanan /bagian Atas d. irama : teratur/ tidak 4. tidak ada . 7. tidak d. di sebelah……. lain-lain… b. hiperperistalti 4. tuli kanan/kiri 4. tidak 2. Nadi karotis : 1. lainnya b. ya 2. stomatitis c. kwalitas : normal/ dalam/ dangkal 3. lesi 3. ya 2. lain-lain……….Abdomen a. Paru : 1. ada 2. Mulut dan tenggorokan : 1. warna 6. tidak 5. Leher a. penuh/normal 2. kekuatan: kuat/ lemah 3. Bau 3. Ada 11 x/menit 2. ada 2. tinnitus 5. Retraksi dada : 1. ada/tidak 2. teraba 2. c. ya 2. tidak b. kerusakan 3. Mulut dan Gigi a. sumbatan jalan nafas: sputum/ lendir/ darah/ ludah/ Tidak ada c. Nadi 88 x/ menit. cianosis 4. Lembab 2. batuk : ya/ tidak 5. Tarikan caping hidung : 1. alat bantu dengar 6. c. 2. Bibir : 1. Lesi : 1.. tidak ada 9. normal 2. Jantung : 1. frekuensi nafas : teratur/ tidak 2. b. tidak ada 3. Telinga a. suara nafas : vesikuler/ ronchi/ wheezing 4. Skret/ cairan/ darah : 1. Kering 3. Pendengaran : 1. lain-lain……………. Gigi : 1. Ascites : 1.Thorax a. tidak c. Pembesaran limfoid : 1. Tidak 8. Pembesaran tyroid : 1. tidak 2. ya 2. normal 2. Kembung : 1. ya. pecah-pacah b.

Ekstrimitas 333 333 a. lain-lain b. Data Pemeriksaan Fisik Neurologis : - . Lain-lain : ………………. Alat Bantu : 1. Warna kulit : 1. tidak c. normal (putih/sawo matang/ hitam) 2. berupa : luka pos penectomy 11. Hemiplegi/parese : 1. Kelainan : 1.lain-lain c.. kering 3. ya. hangat 2. Pimosis : 1. > 3 detik f. ya 2. pucat 3. tidak b. tidak 2. Edema : 1. Capillary refill time : 1. Akral : 1. lain-lain………………. elastis 2. ya 2. terbatas c. memar 3. Kulit a. 12. ikterik 5. < 3 detik 2. ada di daerah kaki g. tidak 2. kanan/kiri d. cianosis 4. Genetalia a. Kekuatan otot : 333 333 b. ya. tidak ada 2. Laserasi : 1. R O M : 1. 13. luka 2. penuh 2. Turgor : 1. 10. dingin e.

VI.0 Flowcytometri  BA % 0.28 % 47-80 Flowcytometri  LY % 17.50 Tinggi Flowcytometri  LY # 0.0-11.0 Flowcytometri ICH 31.5 Rendah Flowcytometri HCT 35.50 Flowcytometri  BA # 0.9 Rendah Flowcytometri HGB 11.50-7.09 fL 80.0 Flowcytometri  NE # 7.1 Flowcytometri RBC 3.0 Rendah Flowcytometri MCV 98.29 g/dL 13.5-17.91 g/dL 31-36 Flowcytometri RDW 15.8 Tinggi Flowcytometri PLT 127.70 103/𝜇𝐿 1.0 Flowcytometri  NE % 78.0-34.0 Flowcytometri MCHC 31.0-2.20 % 11.0-5.0-53.31 pg 26.84 103/𝜇𝐿 2.0-0.02 % 0.37 % 41.1-11.61 103/𝜇𝐿 4.6-14.06 103/𝜇𝐿 0.14 % 2.00 Flowcytometri  MO # 0. Data Penunjang a.0 Flowcytometri  EO % 0.00 103/𝜇𝐿 0.57 % 0. Pemeriksaan penunjang PARAMETER HASIL SATUAN NILAI REMARKS METODE HEMATOLOGI RUJUKAN Darah lengkap (CBC) WBC 10.00-4.90 103/𝜇𝐿 150-440 Rendah Flowcytometri .01 103/𝜇𝐿 4.10-1.00 % 13-40 Flowcytometri  MO% 4.42 103/𝜇𝐿 0.5-5.0-100.00-0.20 Flowcytometri  EO # 0.

2 g/dL 6.20 Enzimatic colorimetric test Asam urat 3.30-1.76 mg/dL 0.50-5.00 Tinggi Szasz 37C Protein total 5.30 Rendah Biuret Albumin 2.70-1.serum 129 mmol/L 136-145 Rendah ISE Kalium (K).2-3.serum 4.7 Rendah Calculate LDH 823 U/L 240-480 Tinggi DGKC BUN 24.10 ISE Glukosa darah 56 mg/dL 70-140 Critical Hexokinase (sewaktu) Value .78 mg/dL Fosfatase alkali (ALP) 105 U/L 53-128 IFCC37C AST/SGOT 268.00-7.30 Tinggi Diazo Method Bilirubin direk 15.5 g/dL 3.00-50.00-49.00 Uricase Peroxidase Natrium (Na).40-8.8 mg/dL 8.00-33.00-0.80 Rendah Bromcresol Green Globulin 2.30 Tinggi Diazo Method Bilirubin indirek 2.7 3.00-23.35 mmol/L 3.85 mg/dL 0.00 Tinggi IFCC tanpa pyridoxal 5-p Gamma GT 216 U/L 11.40-4.00 Tinggi Urease-GLDH Kreatinin 0.7 mg/dL 2.5 U/L 11.10 U/L 11.00 Tinggi IFCC tanpa pyridoxal 5-p ALT/SGPT 91.98 mg/dL 0.PARAMETER KIMIA HASIL SATUAN NILAI REMARK METODE KLINIK RUJUKAN S Bilirubin Lengkap Bilirubin total 18.

PARAMETER HASIL SATUAN NILAI REMARKS METODE RUJUKAN HEMATOLOGI PPT 19.68 0. benar waktu dan juga benar dokumentasi.0 AFP (Alfa Feto 16480. D 10%.9%.90 Borderline : ≥ 0. benar dosis.2 Detik 24-36 Tinggi Mechanic PARAMETER HASIL SATUAN NILAI REMAR METODE RUJUKAN KS IMUNOSEROLOGI HBsAg Reaktif COI Non Reaktif : Tinggi ECLIA < 0.90-<1. Amino Leban (1:1:1) 20 tpm .0 detik 10.0 Reatif : ≥1.1 Tinggi APTT 41.88-14.0 Anti HCV Non COI Non Reaktif : Reaktif < 0.8 Tinggi ECLIA Protein) b.9-1.0 Reatif : ≥1. benar obat. benar cara/rute. Infus Nacl 0. Program terapi Dalam pemberian terapi sebagai tenaga kesehatan khususnya perawat dalam memberkan/membagikan terapi kepada pasien hendaknya melihat minimal 6B mulai dari benar pasien.90-<1. Dalam kasus ini.90 Borderline : ≥ 0. SB mendapatkan terapi: 1.00 IU/mL < 5. Tn.4 Tinggi Mechanic INR 1.

Pasien mengatakan merasa tidak Hepatitis virus B dan C nyaman dibagian perutnya . UDCA 250 mg tiap 8 jam oral B. 2.Pasien mengatakan masih merasa Malnutrisi Nyeri akut lemas .Pasien mengatakan merasakan nyeri Toksik/infeksi pada daerah perut bagian kanan atas Metabolic : DM jika ditekan. ANALISA MASALAH Data fokus Analisis Masalah DS: Multifactor penyebab : . kesakitan dan mengekspresikan wajah nyeri (meringis) . Lactulosa 15 ml tiap 8 jam oral 3. pasien terlihat tidak nyaman dan . pasien lemas.Pasien mengatakan skala nyeri yang Sirosis Hepatis dirasakan 3 P : Pasien mengatakan nyeri akibat Inflamasi Akut penyakit yang pasien derita Q : Pasien mengatakan rasa nyeri seperti Nyeri Akut tertusuk R : Pasien mengatakan merasa nyeri di daerah perut kanan atas S : 3 (0-10) dengan kualitas hilang timbul T : Pasien mengatakan nyeri yang tidak menentu apabila pasien sedang berjalan. Alcohol . Kolestasis kronik . DO: .

pasien mengatakan merasa lemah . pasien mengatakan sulit untuk hati bernapas DO: Kronis . pasien tampak mengalami pernapasan Varises esophagus dangkal . Pasien mengatakan sesak dan Pola nafas tersengal-sengal saat bernafas Kelainan jaringan parenkim tidak efektif . peningkatan TD: 100/70 mmHg permeabilitas vaskuler S : 36 C N : 88x/menit Filtrasi cairan keruang ketiga Asites dan edema perifer Ekspansi paru terganggu Ketidakefektifan pola napas DS: Serosis Hepatis . gelisah TD :100/70 mmHg RR : 28x/memit N : 88 x/menit S : 36 .0 C DS: Sirosis Hepatis . observasi TTV Peiingkatan tekanan RR: 28x/menit hidrostaltik. pasien mengatakan sulit untuk Intoleransi beraktivitas Fungsi hati terganggu aktivitas . pola pernapasan pasien tidak teratur dan bernapas dengan frekuensi cepat Hipertensi portal (takipnea) .

peningkatan sulit untuk bergerak permabilitas vaskuler . Pasien mengatkan Sirosis hepatis Kelebihan Volume Cairan perutnya membesar dan terasa begah . pasien mengatakan hanya ingin besi tidur DO: Gangguan asam folat . lemah dan tonus otot menurun Penurunan produksi sel darah merah/anemia Kelemahan Intoleransi aktivitas DS: . Pasien mengatakan hidrostatik. pasien tampak terlihat kurus. Pasien juga mengeluh perutnya Filtrasi cairan terkurung sakit DO: . Pasien mengatkan Fungsi Hati terganggu badan terasa lelah dan lemas peningkatan tekanan . Pasien mengalami Asites dan edema feriper asites didaerah abdomen . Pasien terlihat cemas Kelebihan volume dan tidak nyaman cairan dengan keadaannya . dan letih Gangguan metabolisme zat . lesu.

akumulasi sekter berlebihan 3. gelisah. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH 1. PERENCANAAN No Dx Tujuan Intervensi Rasional 1. mampu pengalaman nyeri pasien. dan tonus otot menurun. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan asites dan pembentukan edema D. dan meringis. lemas. Pasien mengalami odema di bagian kaki C. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan tidak seimbangnya kebutuhan pemakaian dan suplai oksigen ditandai dengan kelelahan. status nyeri pasien. Klien Mampu pencetus nyeri. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pengumpulan cairan intra abdomen. kualitas. Pasien dengan turgor kulit menurun . menimbulkan Kriteria Hasil intensitas. . kurang baik bagi mengontrol nyeri (tau b) Tentukan akibat dari kualitas hidup penyebab nyeri. penurunan ekspansi paru akibat asites. dan factor dampak yang . . skala nyeri 3. Pasien terbaring lemas ditempat tidur . 2. dengan kriteria a) Lakukan pengkajian untuk hasil: nyeri komprehensif mengobservasi NOC : meliputi lokasi. 4. Pain Level karakteristik. b) Nyeri biasanya Pain control frekuensi. ditandai dengan ekspresi wajah nyeri. durasi. Setelah diberikan asuhan NIC Label : Manajemen Nyeri keperawatan selama 3 x 24 Manajemen Nyeri a) Pengkajian nyeri jam diharapkan nyeri dapat Aktivitas : adalah tindakan berkurang. Nyeri Akut berhubungan dengan agens cedera biologis (pembengkakan hepar dan limpe).

kenyamanan . meminimalkan . Monitor jumlah abdomen Kriteria Hasil : pernafasan dengan 2. Berikan posisi semi akummulasi Respiratory status : airway folwer cairan dalam patency 3. pernafasan keperawatan selama 3 x 24 Airway Management dangkal cepat jam diharapkan napas 1. tindakan yang beragam nyeri dan intensitas. tidak ada medis dalam tekanan pada sianosis dan dyspnea pemantauan diafragma dan (mamp mengeluarkan perkembangan pasien. frekuensi (misalnya : memberikan rasa dan tanda nyeri) farmakologi.Melaporkan bahwa c) Bantu keluarga dalam pasien. menggunakan teknik terhadap kualitas hidup c) Dukungan sangat nonfarmakologi untuk pasien (misalnya : diperlukan dalam mengurangi nyeri. nyaman pada . rasa nyam setelah nyeri ataupun interpersonal) berkurang untuk memfasilitasi penurunan nyeri sesuai dengan kebutuhan. Awasi frekuensi kemungkinan ada kembali normal dengan kedalaman nafas dan seubungan kriteria hasil: upaya pernafaan dengan NOC: 2. Kolaborasi dengan tim menurunkan yang bersih.Klien agar menyatakan nonfarmakologi. memudahkan . 2 Setelah diberikan asuhan NIC 1. nafsu makan.Mendemontrasikan bantuk observasi TTV pernapasan dengan efektif dan suara napas 4. meningkatkan mencari bantuan ) dll). pasien. nyeri berkurang dengan mencari dan d) Tindakan menggunakan menyediakan dukungan manajemen nyeri manjemen nyeri d) Pilih dan yang tepat akan .Klien Mampu implementasikan mengurangi rasa mengenali nyeri ( skala. tidur.

Berpartisipasi dalam dengan periode waktu pasien aktivitas fisik tanpa yang ditingkatkan 2. nadi . Mempercepat . mengetahui status pursed lips) perkembangan . tidak ada 3. pasien untuk tidak ada suara napas kesembuhan abnormal. sputum mampu bernafas secret dengan mudah. nadi dan 3. irama peroral dan nafas. memberikan obat merasa tercekik. Bantu pasien untuk secara umum RR mendapatkan alat bantu dan percaya . Pemperbaiki disertai peningkatan secara bertahap perasaan sehat tekanan dara. .Tanda tanda vital dan rentang normal (tekana darah. frekuensi nafas parentral pada daam rentang normal.Menunjukan jalan nafas pernafasan pasien yang paten (klien tidak 4. krek 3. Motivasi pasien untuk sambil melakukan aktivitas dengan melakukan latihan yang mendorong krtiria hasil diselangi istirahat pasien untuk NOC: 2.) pasien. Motivasi dan bantu melakuakan Activity tolerance pasien untuk latihan dalam Kriteria Hasil: melakukan latihan batas toleransi . Menghemat keperawatan selama 3 x 24 Activity Therapy tenaga pasien jam diharapkan pasien dapat 1.Mampu berpindah pemulihan dengan atau tanpa pasien bantuan alat . pernafasan ) 3 Setelah diberikan asuhan NIC 1.Mampu melakukan aktivitas seperti kursi diri aktivitas sehari hari roda.

Status respirasi : pertukaran gas dan ventilasi adekuat .tekanan setiap hari kapiler paru. cairan kecemasan atau 3. Meminimakan keperawatan selama 3 x 24 Fluid Management pembentukan jam diharapkan pasien dapat 1.Terbatas dari edema.Tanda-tanda vital normal 4 Setelah diberikan asuhan NIC 1. Menilai kebingungan.Enjelaskan indkator dan kecukupan kelebihan cairan asupan cairan 4. normal Catat efusi. Jelaskan rasional jantung vital sign dalam pembatasan batas normal natrium dan . Batasi asupan natrium asites dan edema mengurangi volume cairan dan cairan jika 4. . Berikan duretik lewat ginjal dan NOC: suplemen kalium dan mempertahankan Electrolit and acid base protein seperti yang keseimbangan balance dipreskrisipkan cairan serta Kriteria Hasil: 3. Memantau perubahan pada . Ukur dan catat . elektrolit yang . Meningkatkan yang lebih dengan keteria diintruksikan ekskresi cairan hasih 2.Bunyi napas bersih tidak cairan ada dysneu/ortopneu 5. efektivitas terapi .Sirkulasi status baik . output 2. anaskara asupan dan haluan .Terbatas dari kelelahan.Memelihara tekanan lingkar perut vena sentra.

kanan.00 wita frekuensi. DX Jam/Tgl Implementasi Respon Paraf 1 Senin.Skala Nyeri 3 (0-10). merasakan nyeri pada 10. 25 Melakukan pengkajian nyeri DS: Des 2017 komprehensif meliputi lokasi. PELAKSANAAN No. pembentukan asites dan penumpukan cairan 5. Meingkatkan pemahaman dan kerja sama pasien dalam menjalani dan melakanakan pembatasan cairan E. intensitas.Pasien mengatakan Jam : karakteristik. kualitas.Pasien mengatakan agak tidak nyaman terasa dibagian perut kanan atasnya DO: .20 wita Monitor jumlah pernafasan DS : dengan observasi TTV -pasien kooperatif DO : . durasi. saat ini nyeri dirasakan hilang timbul dengan frekwensi yang tidak menentu 2 10. . . daerah perut bagian dan factor pencetus nyeri.

Pasien terlihat sedikit gelisah 1 Jam : Memberikan dukungan DS : 11. gelisah dan tidak nyaman DO : .RR : .Pasien dan keluarga menerima dukungan yang diberikan. . Pasien mengatakan lebih bersemangat untuk melawan penyakitnya DO: .T: .Pasien tampak mulai paham nyeri pada pasien tentang prinsip-prinsip manajemen nyeri non farmakologi DO: .Pasien sudah mampu . 20 wita kepada pasien dan keluarga .TD : .40 wita Mengobservasi frekuensi DS : pasien mengatakan kedalaman nafas dan upaya masih merasakan sesak dan pernafaan kesulitan saat bernapas DO : respirasi pasien 2 x/ 1 Jam : Mengobservasi akibat dari DS : 10.N: 2 10. dll).45 wita pengalaman nyeri terhadap .40 wita farmakologi untuk mengatasi .Pasien mengatakan nyeri kualitas hidup pasien yang dirasakan (misalnya : tidur. nafsu menyebabkan pasien makan. 1 Jam : Memberikan tindakan non DS: 11.

17.00 wita Mengobservasi asupan dan Keluarga pasien mengatakan haluaran cairan sejak tadi pagi pasien sudah minum sebanyak 1000cc.cm pasien 17. .Pasien mengatakan agak tidak nyaman terasa dibagian perut kanan atasnya ...00 wita frekuensi. 2 Melakukan pengkajian nyeri DS: Des 2017 komprehensif meliputi lokasi.00 wita Memberikan motivasi kepada DS: pasien mengatakan akan pasien untuk melakukan berusaha melakukan latihan latihan yang diselangi yang disarankan istirahat DO : pasien kooperatif 4. sementara BAK sebanyak 1000cc dan BAB satu kali dengan kandungan air sekitar 50cc. merasakan nyeri pada 10. 20 wita Memberikan posisi semi DS: pasien mengatakan folwer merasa lebih nyaman DO : napas pasien mulai teratur 3. 17.Pasien mengatakan Jam : karakteristik. intensitas. durasi.40 wita Jelaskan rasional pembatasan Pasien dan keluarga paham natrium dan cairan tentang pembatasan natrium dan cairan 1 Selasa.. kanan.20 wita Mengobservasi lingkar perut Lingkar perut pasien . . melakukan teknik relaksasi 2 12. 14. kualitas.. daerah perut bagian dan factor pencetus nyeri.

saat ini nyeri dirasakan hilang timbul dengan frekwensi yang tidak menentu 2 10.Pasien terlihat sedikit gelisah 1 Jam : Memberikan dukungan DS : 11.Skala Nyeri 3 (0-10).Pasien dan keluarga .40 wita Mengobservasi frekuensi DS : pasien mengatakan kedalaman nafas dan upaya masih merasakan sesak dan pernafaan kesulitan saat bernapas DO : respirasi pasien 2 x/ 1 Jam : Mengobservasi akibat dari DS : 10.T: . nafsu menyebabkan pasien makan.45 wita pengalaman nyeri terhadap . dll). DO: .TD : . 20 wita kepada pasien dan keluarga .N: 2 10. Pasien mengatakan lebih bersemangat untuk melawan penyakitnya DO: .RR : .20 wita Monitor jumlah pernafasan DS : dengan observasi TTV -pasien kooperatif DO : . gelisah dan tidak nyaman DO : .Pasien mengatakan nyeri kualitas hidup pasien yang dirasakan (misalnya : tidur.

00 wita Memberikan motivasi kepada DS: pasien mengatakan akan pasien untuk melakukan berusaha melakukan latihan latihan yang diselangi yang disarankan istirahat DO : pasien kooperatif 4. kualitas.20 wita Mengobservasi lingkar perut pasien 17.40 wita farmakologi untuk mengatasi . 14.Pasien sudah mampu melakukan teknik relaksasi 2 12. Pasien mengatakan nyeri Jam : karakteristik. 1 Jam : Memberikan tindakan non DS: 11.40 wita Jelaskan rasional pembatasan natrium dan cairan 1 Rabu. 17.Pasien mengatakan .Pasien tampak mulai paham nyeri pada pasien tentang prinsip-prinsip manajemen nyeri non farmakologi DO: . yang dirasakan belum 10. menerima dukungan yang diberikan. durasi. berubah dengan pengkajian dan factor pencetus nyeri.00 wita Mengobservasi asupan dan haluran cairan 17. intensitas. 20 wita Memberikan posisi semi DS: pasien mengatakan folwer merasa lebih nyaman DO : napas pasien mulai teratur iii. 27 Melakukan pengkajian nyeri DS: Des 2017 komprehensif meliputi lokasi. nyeri sebagai berkut : .00 wita frekuensi.

40 wita Mengobservasi frekuensi DS : pasien mengatakan kedalaman nafas dan upaya masih merasakan sesak dan pernafaan kesulitan saat bernapas DO : respirasi pasien 2 x/ 1 Jam : Mengobservasi akibat dari DS : 10.N: 2 10.20 wita Monitor jumlah pernafasan DS : dengan observasi TTV -pasien kooperatif DO : . .T: . dll).Pasien mengatakan nyeri kualitas hidup pasien yang dirasakan masih (misalnya : tidur.Skala Nyeri 3 (0-10).Pasien mengatakan agak tidak nyaman terasa dibagian perut kanan atasnya DO: .TD : . gelisah dan tidak nyaman DO : .Pasien terlihat gelisah 1 Jam : Memberikan dukungan DS : .45 wita pengalaman nyeri terhadap . saat ini nyeri dirasakan hilang timbul dengan frekwensi yang tidak menentu 2 10.RR : . merasakan nyeri pada daerah perut bagian kanan. nafsu menyebabkan pasien makan.

Pasien dan keluarga menerima dukungan yang diberikan.00 wita Mengobservasi asupan dan haluran cairan 17. Pasien mengatakan lebih bersemangat untuk melawan penyakitnya DO: . 20 wita Memberikan posisi semi DS: pasien mengatakan folwer merasa lebih nyaman DO : napas pasien mulai teratur iii. 20 wita kepada pasien dan keluarga .20 wita Mengobservasi lingkar perut pasien 17.Pasien tampak mulai paham nyeri pada pasien tentang prinsip-prinsip manajemen nyeri non farmakologi DO: .Pasien sudah mampu melakukan teknik relaksasi 2 12.00 wita Memberikan motivasi kepada DS: pasien mengatakan akan pasien untuk melakukan berusaha melakukan latihan latihan yang diselangi yang disarankan istirahat DO : pasien kooperatif 4.40 wita farmakologi untuk mengatasi . 17. 11. 1 Jam : Memberikan tindakan non DS: 11. 14.40 wita Jelaskan rasional pembatasan natrium dan cairan .

Nyeri pada perut hilang timbul dan perut membesar O. KU pasien lemah. masalah belum teratasi P. Pasien mengatakan sesak dan susah bernafas 18. 18. Pasien mengatakan masih merasa lemas. Lanjutkan intervensi .00 Wita Pasien mengatakan merasakan nyeri pada daerah perut kanan atas . Lanjutkan intervensi No Jam / Tgl Catatan Perkembangan Paraf Dx 2 27 Desember 2017 S.00 Wita O. Pasien terpasang infus. EVALUASI No Tgl / Jam Catatan Perkembangan Paraf Dx 1 27 Desember 2017 S. Pasien terpasang oksigen A. Masalah belum teratasi P. skala nyeri 3 (0-10) TD :110/70 mmHg N: 84x/menit R: 24x/menit S : 36 C A.F.

Lanjutkan intervensi No Jam / Tgl Catatan Perkembangan Paraf Dx 4 27 Desember 2017 S.00 Wita fisiknya O. masalah belum teratasi P. lanjutkan intervensi . Pasien terpasang infus . skala nyeri 3(0-10) TD :120/80 mmHg N: 84x/menit R: 24x/menit S : 36 C A. K/U cukup TD :120/80 mmHg N: 84x/menit R: 24x/menit S : 36 C A. Masalah teratasi sebagian P.00 Wita O. Pasien mengatakan bisa menerima kondisi 18.No Jam / Tgl Catatan Perkembangan Paraf Dx 3 27 Desember 2017 S. Pasien mengatakan tubuhnya masih lemas 18.

Crinical Teacher/CT (………………………………) NIP . Desember 2017 Mengetahui. Pembimbing Klinik/CI Mahasiswa (………………………………) (………………………………) NIP. NIM. Denpasar.