You are on page 1of 13

1.

1 Pengertian Berpikir
Menurut Walgito (2010) berpikir adalah aktivitas mental, aktivitas
kognitif yang berwujud mengolah atau memanipulasi informasi dari
lingkungan dengan symbol atau materi yang disimpan dalam
ingatannya khususnya yang ada dalam long term memory.
Sudut pandang behaviorisme khususnya fungsionalis akan
memandang berpikir itu sebagai penguatan antara stimulus dan
respons. Demikian juga sudut pandang kaum asosiasionis
memandang berpikir sebagai asosiasi antara tanggapan atau
bayangan yang satu dengan yang lainnya yang saling berhubungan.
Salah satu sifat dari berpikir adalah goal directed yaitu berpikir
tentang sesuatu, untuk memperoleh penyelesaian masalah atau
untuk mendapatkan sesuatu yang baru. Berpikir juga dapat
dipandang sebagai pemrosesan informasi dari stimulus yang ada
(starting position), sampai pemecahan masalah (finishing position)
atau goal state. Dapat dikemukakan bahwa berpikir itu merupakan
proses kognitif yang berlangsung antara stimulus dan respons.
Sujanto (2012) menyatakan berpikir adalah gejala jiwa yang
dapat menetapkan hubungan-hubungan antara yang satu dengan
yang lainnya. Berpikir adalah suatu proses dialektis, artinya selama
berpikir, pikiran mengadakan Tanya jawab dengan diri kita. Purwanto
(2012) menyatakan berpikir adalah perilaku yang menggunakan ide
yaitu suatu proses simbolis.
Jadi berpikir adalah suatu aktivitas mengolah atau pemrosesan
suatu informasi karena suatu rasa keingintahuan sampai adanya
penyelesaian masalah (finishing position) atau goal state atau
sampai adanya suatu kesimpulan.

1

maka anak mengetahui bahwa benda itu tetap ada di dalam ruang dan waktu. maka ia akan meraba. Anak sampai usia 8 bulan belum mempunyai konsep bahwa benda itu tetap/permanen. Teori-teori ini berasumsi bahwa. contohnya bayi bisa melihat suatu benda. dan sebagainya. Vygotsky. bila anak diperlihatkan sebuah buku yang memiliki dua gambar yang berbeda pada 2 . mereka dapat mengklasifikasi segala sesuatu secara tepat dan dapat menyusunnya. Sebaliknya. Teori-teori yang menggunakan pendekatan perkembangan adalah teori Piaget. Fase pertama adalah fase sensorismotoris (0-2 tahun/0-18 bulan). Pada fase ini seorang anak memperoleh pengetahuan melalui aktivitas tertentu.. ada dua pendekatan teoritik. Piaget berpendapat bahwa dengan bertambahnya usia dan pengalaman. Melalui proses aksi dan interaksi.1. teori- teori dengan pendekatan definisonal berasumsi bahwa seseorang pada semua level dapat mencapai kemampuan berpikir tinggi. asimilasi dan akomodasi. memasukkannya ke mulut untuk mengetahui jenis apakah benda itu halus. seseorang sampai menguasai suatu bentuk berpikir yang lebih tinggi. Pada fase ini anak berpikir didasari oleh presepsi dan cara berpikir yang masih egosentris. yaitu pendekatan perkembangan dan pendekatan definisional. keras. manis. Piaget membagi perkembangan kognitif dalam empat fase.2 Perkembangan Kognitif Dalam mempelajari dan memahami hakekat berpikir tingkat tinggi. Fase kedua adalah fase preoperasional (2-7 tahun/18 bulan-6 tahu). Selain itu anak belum mengenal konsep invariance benda. terdapat sebuah kontinum kemampuan berpikir yang merentang dari bentuk yang paling sederhana ke bentuk yang tinggi. walaupun tidak bisa melihat dan memegang. kemampuan berpikir anak-anak meningkat semakin abstrak dan logis. benda itu ada bila anak bisa memegang dan melihatnya. Bloom dan teori novice-expert.

3 . ia mengerti dan dapat menggunakan kemungkinan yang ada. Anak mampu menghadapi persoalan yang sifatnya hipotesis. Contohnya anak sudah bisa disuruh menyusun balok-balok dengan ukuran berbeda dari yang paling kecil sampai yang paling besar yang dilakukannya tanpa mencoba-salah. Ini menunjukkan bahwa cara berpikir anak masih egosentris. aktivitas kognitif tersebut memiliki sumber social dan individu menggunakan symbol-simbol atau tanda-tanda untuk memerantarai aktivitas kognitif tersebut. Teori Vygotsky memiliki kesamaan dengan Piaget dalam hal perkembangan berpikir. ia mampu mengatasi masalah yang lebih kompleks yang membutuhkan logika dan penalaran. Pada fase ini anak sudah mengerti hubungan antara elemen yang satu dengan elemen lainnya pada saat bersamaan. Pada fase ini anak sudah mampu melakukan reversible operation.sampulnya. dan sudah mengenal konsep serration/rangkaian. Periode ini disebut concrete operational karena anak membutuhkan objek yang konkrit agar bisa berpikir secara logis. Akan tetapi Vygotsky mendefinisikan berpikir tingkat tinggi sebagai tingkat berpikir yang mengandung empat syarat. sudah mengenal konsep invariance. yaitu : ada perubahan control dari lingkungan ke individu (other-regulation to self-regulation). individu memiliki kesadaran untuk mengakses aktivitas kognitifnya. Ciri fase ini adalah anak sudah bisa berpikir secara abstrak tanpa melihat situasi konkrit. maka anak akan mengatakan orang tersebut melihat gambar yang sama seperti yang dilihatnya. Fase keempat adalah fase formal Operasional (11-12 tahun dan selanjutnya). misalnya gambar anjing dan kucing. bila anak harus menyelesaikan masalah secara verbal maka ia akan menemukan kesulitan. Fase ketiga adalah fase konkrit Operasional (7-11 tahun/6-12 tahun). maka saat ditanya gambar apa yang dilihat oleh orang di seberangnya.

Dalam penarikan kesimpulan orang dapat menempuh bermacam-macam cara. 2010). suatu hari seorang anak melihat kulit rambutan di halaman rumahnya dan ternayat nenek datang dari desa. Kesimpulan ini ditarik karena 4 . Level sintesa yaitu mengelompokkan/menyatukan kembali sesuatu yang telah diuraikan dan yang terakhir level evaluasi yaitu menilai sesuatu yang ada. yaitu memahami informasi secara lebih mendalam dan elaborative.3 Cara Penarikan Kesimpulan Tujuan bepikir adalah mencari penyelesaian masalah yang dihadapi. 1. yaitu mengetahui informasi hanya dengan cara asosiatif atau rote- learning. Level aplikasi. yaitu : Level pengetahuan (knowledge). yaitu membagi informasi yang kompleks ke dalam bagian komponen dan melihat bagaimana bagian tersebut saling berhubungan. Lain waktu anak melihat kulit rambutan di halaman rumahnya. Bloom menggambarkan enam level pengetahuan yang terkenal dengan taksonomi Bloom. rumus-rumus. ternyata nenek datang lagi. yaitu mengambil definisi-definisi. Level pemahaman (comprehension). anak mengambil kesimpulan nenek datang. prinsip-prinsip dan sebagainya dan menggunakannya untuk mengidentifikasi hal-hal yang ada dalam realita dan memecahkan masalah yang ada. Berdasarkan kejadian itu sewaktu anak datang dari sekolah dan melihat kulit rambutan di halaman rumah. Contohnya. Dalam kaitannya dengan perkembangan berpikir. Level analisis. Berdasarkan data yang ada ditariklah kesimpulan sebagai pendapat akhir atas data atau pendapat-pendapat yang mendahului (Walgito. Kesimpulan ini ditarik dari hal yang khusus ke khusus. Kesimpulan yang ditarik atas dasar analogy yaitu kesimpulan yang ditarik atas dasar adanya kesamaan dari suatu keadaan atau peristiwa dengan keadaan atau peristiwa yang lain.

Misalnya besi yang dipanaskan mengembang. (2) pendapat kedua yang mengandung pengertian khusus yang disebut premis minor. maka akan dapat disimpulkan S---P Dari contoh diatas dapat dikemukakan bahwa pada silogisme didapati adanya tiga pendapat yaitu (1) pendapat pertama yang mengandung pengertian umum yang disebut dengan premis mayor. maka kesimpulannya juga akan salah. tembaga dipanaskan mengembang. dan (3) pendapat ketiga adalah pendapat terakhir yang merupakan kesimpulan. Satu diantaranya bentuk penarikan secara deduktif adalah silogisme. Misalnya S mempunyai hubungan tertentu dengan P. Karena itu dalam silogisme apabila premisnya salah. Secara skematis : M-----P S------M. Kesimpulan yang ditarik dalam silogisme berdasarkan premis mayor dan minor. Kesimpulan yang ditarik atas dasar rasa induktif yaitu kesimpulan yang ditarik dari suatu peristiwa menuju hal yang bersifat umum. penarikan kesimpulan secara silogisme merupakan penarikan kesimpulan yang tidak langsung atau menggunakan perantara tengah (middle term). M merupakan term tengah harus berhubungan sedemikian rupa sehingga M menjadi jembatan antara S dan P. dan S merupakan subjek dan P merupakan predikat. 5 . minor dan kesimpulan. Kesimpulan yang ditarik atas dasar deduktif yaitu kesimpulan yang ditarik atas hal umum ke hal yang bersifat khusus terhadap suatu peristiwa.adanya kesamaan atau adanya analogy dari peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain. Jadi dalam silogisme didapati adanya premis mayor. seng dipanaskan mengembang. Atas dasar peristiwa tersebut ditariklah kesimpulan yang bersifat umum yaitu bahwa logam apabila dipanasi mengembang.

walaupun gajinya tidak cukup. Contohnya seorang kepala kantor pemerintah mengatakan “Seorang pegawai negeri dan warga negara yang baik harus kebal korupsi. ingatan serta penalaran (reasoning).1. logika atau pengalaman. Pikiran otistik menandakan bahwa penyebab distorsi arus asosiasi ialah dari dalam pasien itu sendiri dalam bentuk lamunan. Proses mentalnya tidak sesuai dengan atau tidak mengikuti kenyataan. Dereisme atau pikiran dereistik bertitik berat pada tidak adanya sangkut paut terjadi antara proses mental individu dan pengalaman yang sedang berjalan. waham atau halusinasi. logic dan terarah kepada tujuan. arus pikir dan isi pikir. ditambah dengan pertimbangan. atau seorang lain lagi mengatakan “kita harus memberantas perjudian dan pelacuran karena hal itu merupakan “exploitation de I’homme par I’homme”. symbol dan asosiasi yang terarah pada tujuan dan yang dibangkitkan oleh suatu masalah atau tugas dan yang menghantarkan kepada suatu penyelesaian yang berorientasi pada kenyataan. psikosa) dan factor social (kegaduhan dan keadaan social yang lain) yang sangat mempengaruhi perhatian dan konsentrasi. bila tidak tahan. adalah “homo homini lupus” adalah “machiavellisme”’. Berbagai macam factor mempengaruhi proses berpikir yaitu factor somatic (gangguan otak. keluarganya menderita.4 Kelainan/Gangguan Berpikir Maramis (2005) berpendapat bahwa proses berpikir itu meliputi proses pertimbangan (judgement). factor psikologik (gangguan emosi. karena kita harus mengikis habis segala bentuknya tanpa kecuali…”. Gangguan bentuk pikir dalam kategori ini termasuk semua penyimpanan dan pemikiran rasional. Proses berpikir yang normal mengandung arus idea. 6 . Terdapat tiga aspek proses berpikir yaitu bentuk pikir. silakan keluar…”. fantasi. pemahaman (comprehension). kelelahan).

bila extrim. sudah makan enak di rumah sendiri. dengan pakaian lengkap untuk anak saya satu atau lebih menurut pengadilan Allah dengan suami jodohnya yang menyinggung segala percobaan…”. mengambil kesimpulan yang aneh dan tidak masuk akal. “Besok saya pulang. tentang cara dan lajunya proses asosiasi dalam pemikiran yang timbul dalam berbagai jenisnya. sehingga satu kalimatnya sudah sukar ditangkap atau diikuti secara incoherent. besok saya sudah berada di rumah. satu hari lagi saya nanti sudah bisa tidur di rumah. contohnya. semua orang dapat berjalan”. kata-kata dikeluarkan bertubi-tubi tanpa control. Perserverasi yaitu berulang-ulang menceritakan suatu idea. Asosiasi yang sangat longgar dapat dilihat dari ucapan seorang penderita contohnya. hidup dalam alam pikirannya sendiri. 7 . Logorea yaitu banyak bicara. Inkoheransi itu boleh dikatakan asosiasi yang longgar secara extrim. yaitu mengatakan hal-hal yang tidak ada hubungannya satu sama lainnya. “… saya yang menjalankan mobil kita harus membikin tenaga nuklir dan harus minum es krim…”. “Saya minta dijanji. Kadang-kadang istilah ini dipakai juga untuk dereistik. Inkoberensi yaitu gangguan dalam bentuk bicara. Kecepatan bicara untuk mengutarakan pikiran mungkin lambat sekali atau sangat cepat. pikiran atau tema secara berlebihan. maka akan terjadi inkoherensi. ya saya sudah kangen rumah. misalnya menyelidiki sesuatu yang spektakuler/revolusioner bila ditemui. contohnya. contohnya. Gangguan arus pikir yaitu. lahir. Asosiasi longgar.Caraberpikir seperti ini hanya akan memuaskan keinginannya yang tak terpenuhi tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya. Bentuk pikiran yang non realistic yaitu bentuk pikiran yang sama sekali tidak berdasarkan kenyataan. “Saya mau makan. besok ayah akan datang mengambil saya pulang…”. tidur. Benturan (“blocking”) adalah jalan pikiran tiba-tiba berhenti atau berhenti di tengah sebuah kalimat.

misalnya. sehingga suatu idea yang belum selesai diceritakan sudah disusul oleh indera yang lain. “Saya radiltu. Gangguan isi pikir yaitu dapat terjadi baik pada isi pikiran non- verbal. menyajak (membuat sajak) secara tidak wajar. tanpa kau hatiku mewangi. meskipun kau jago. “waktu saya datang ke rumah sakit kakak saya baru mendapat rebowes. sering keuda-duanya sekaligus dan terjadi karena kerusakan otak. maupun pada isi pikiran yang diceritakan. Main-main dengan kata-kata yaitu. “Saya mau makan di Tarakan.mungkin koheren ataupun inkohern. lalu untung saya pakai kemeja biru. sehingga pak dokter menanyakan bila sudah makan…”. Afasi mungkin sensorik (tidak atau sukar mengerti bicara orang lain) atau motoric (tidak dapat atau sukar berbicara). contohnya. contohnya seorang pasien bercerita. seakan- akan berantakan”. kegembiraan yang luar biasa atau ekstasi (“ecstasy”) dapat timbul secara mengambang pada orang yang normal selama fase permulaan narkosa (anestesia umum). yaitu mengucapkan perkataan yang mempunyai persamaan bunyi. Asosiasi bunyi (“clang association”). contohnya. Fantasi adalah isi pikiran tentang suatu keadaan atau kejadian yang 8 . Neologisme yaitu membentuk kata-kata baru yang tidak dipahami oleh umum. Pikiran melayang (“flight of ideas”) yaitu perubahan yang mendadak lagi cepat dalam pembicaraan. semua partimun”. Irelevansi yaitu isi pikiran atau ucapan yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan atau dengan (“circumstantiality”) yaitu menuju secara tidak langsung kepada ide pokok dengan menambahkan banyak hal yang remeh-remeh yang menjemukan dan tidak relevan. contohnya: Wahai jagoku yang tersembunyi. Kegembiraan juga disebabkan oleh barkotika (“feeling high atau fligh”) sebagai logat para narkotik) atau kadang-kadang timbul sepintas pada skizofrenia yang mengatakan bahwa isi pikirannya tidak dapat diceritakan. tanpa hatiku sunyi.

akrofobi (fobi tempat yang tinggi). akholofobi (fobi keadaan ramai. tidak cocok dengan banyak hal. Fobi itu dapat mengakibatkan kompulsi. Pikiran yang tak memadai (“inadequate”) adalah pikiran yang eksentrik. banyak orang). Astrafobi (fobi badai. Fantasi yang kreatif menyiapkan si individu untuk bertindak. kilat). pirofobi (fobi terhadap api). Guntur. Preokupasi adalah pikiran terpaku hanya pada sebuah ide saja yang biasanya berhubungan dengan keadaan yang bernada emosional yang kuat dan dapat menjadi obesi. contohnya fobi kotor atau fobi kuman menimbulkan kompulsi cuci tangan. misalnya takut akan jatuh sakit. Pada psedologia fantastika (“pseudologia fantastica”) orang itu percaya akan kebenaran fantasinya secara intermiten dan selama jangka waktu yang cukup lama untuk bertindak sesuai fantasinya. dan diketahuinya bahwa hal itu tidak waras atau tidak mungkin. takut gagal dalam usahanya. Pikiran bunuh diri (“suicidal thoughts/ideation”). hematofobi (fobi darah). mulai dari kadang- kadang memikirkan hal bunuh diri sampai terus menerus memikirkan 9 . tetapi dikenal sebagai tidak nyata. Fobi adalah rasa takut yang irasional terhadap suatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh pasien. zoofobi (fobi terhadap binatang). terutama dalam pergaulan dan pekerjaan seseorang. niktofobi (fobi keadaan gelap). walaupun tidak dikehendakinya. anak yang sakit. bacteriofobi (fobi kuman).diharapkan atau diinginkan. fantasi dalam lamunan merupakan pelarian bagi keinginan yang tidak dapat dipenuhi. Fobi itu bermacam-macam. atau perjalanan yang akan dilakukan. Ini perlu dibedakan dari kecemasan yang mengambang (“free-floating anxiety”) atau kecemasan terhadap keadaan umum. walaupun diketahuinya bahwa hal itu irasional. diantaranya agorafobi (fobi ruang yang luas). monofobi (fobi keadaan sendirian). Contohnya preokupasi dengan ujian. Obsesi adalah isi pikiran yang kukuh (“persistent”) timbul.

benda-benda atau suatu kejadian dihubungkan dengan dirinya. diantaranya. Merasa dirugikan oleh orang lain adalah mengira atau menyangka ada orang lain yang telah merugikannya. contohnya burung bersiul dianggapnya sebagai sebuah berita baginya. kepandaian atau kekayaan yang 10 . Ini dibedakan dari gangguan potensi sexual dan dari impotensia frigiditas. Ini dibedakan dari “menarik diri” yang menunjukkan perilaku dari “Isolasi” sebagai mekanisme pembelaan psikologik. contohnya saat seseorang merasa berbeda sekali dari orang lain. Merasa dingin dalam bidang sexual adalah acuh tak acuh tentang hal sexual.bagaimana cara membunuh dirinya. atau temannya memakai kemeja yang berwarna merah diartikan bahwa teman itu sedang marah kepadanya. berbeda. Rasa tersaing (alienasi) adalah perasaan bahwa dirinya sudah menjadi lain. tersekat. lebih suka menyendiri. menghinakan dirinya sendiri. contohnya pasien mengganggunya atau bahwa ia sedang ditipu. Waham terdiri dari banyak jenis. Pikiran hubungan (“ideas of reference”) pembicaraan orang lain. Pikiran isolasi social (“social isolation”) adalah rasa terisolasi. kegairahan sexual berkurang secara umum (hiposexual). terkunci. sedang mengambil keuntungan dari dirinya atau sedang mencelakakannya. waham kejaran. menyalahkan dirinya tentang suatu hal yang pernah atau tidak pernah dilakukannya. Waham somatic atau hipokhondrik adalah keyakinan tentang (sebagian) tubuhnya tidak mungkin benar. asing. terpencil dari masyarakat. Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensi dan latar belakang kebudayaannya walaupun dibuktikan kemustahilannya. contoh pasien yakin ususnya sudah busuk. dimata-matai atau kejelekannya sedang dibicarakan orang banyak. rasa ditolak. Pikiran rendah diri yaitu merendahkan. otaknya sudah cair atau ada waham mempunyai kekuatan pendidikan.

Dalam rancangan untuk hari kemudiannya pasien tidak mempunyai rancangan apapun atau bagaimanakah pertimbangannya tentang rancangan yang ada pada dirinya. atau kemampuan menarik kesimpulan yang wajar berdasarkan pengalaman. Dalam hubungan social lain contohnya merasa dirinya dirugikan atau dihalangi secara terus menerus. Dalam pekerjaan contohnya harapan yang tidak realistic mengenai pekerjaannya. karena pikirannya yang tidak baik. mempunyai puluhan rumah atau mobil. Pertimbangan adalah kemampuan mengevaluasi keadaan serta langkah yang dapat diambi. yang tidak dapat diampuni atau bahwa dia bertanggung jawab atas suatu kejadian yang tidak baik.5 Penyelesaian Masalah Secara Kreatif 11 . bimbang atau tidak puas dengan pilihannya. Waham keagamaan adalah waham dengan tema keagamaan. Waham nihlistik adalah keyakinan bahwa dunia ini sudah hancur atau bahwa dia sendiri dan orang lain sudah mati. Waham pengaruh adalah keyakinan bahwa pikirannya. Gangguan pertimbangan ada hubungannya dengan keadaan mental yang menghindari kenyataan yang menyakitkan. misalnya kecelakaan keluarga. contohnya pasien yakin dia adalah Ratu Adil yang dapat membaca pikiran orang lain. dalam hubungan keluarga yaitu dalam keluarga inti atau keluarga luas. alternative yang dapat dipilih. Waham dosa adalah keyakinan bahwa dia telah berbuat dosa atau kesalahan yang besar. emosi atau perbuatannya diawasi atau dipenuhi oleh orang lai atau suatu kekuasaan yang aneh. Gangguan ini dapat timbul dalam keadaan seperti.luar biasa. Dalam pemilihan alternative mungkin juga orang itu sering keliru. 1. contohnya tidak insaf bahwa perilakunya mengganggu keluarganya.

tentukan masalah yang terpenting (konvergen). ini sering berkaitan dengan berpikir kreatif (creative thinking). ajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi (divergen). Proses penyelesaian masalah secara kreatif yang pertama adalah menemukan fakta dengan cara mengumpulkan fakta tentang masalah (divergen). Dengan berpikir kreatif orang menciptakan suasana yang baru. tahap yang kedua adalah menemukan masalah. perluas masalah untuk mendapatkan perspektif lain (divergen). dominan dan lebih besar pertahanan diri (more self-assertive). dalam judgment-nya lebih mandiri. menolak suppression sebagai mekanisme control. ikatkan masalah menjadi lebih khusus (divergen). Orang yang berpikir kreatif itu mempunyai beberapa macam sifat mengenai pribadinya yang merupakan original person. atau juga sering dikemukakan apabila ada kesenjangan antara das Sein dan das Sollen. Dapat dikemukakan bahwa dalam problem solving itu adalah directed. Contohnya adanya problem yang harus diselesaikan oleh siswa yang mendapatkan tugas dari gurunya. yang mencari penyelesaian dan dipacu untuk mencapai penyelesaian masalah tersebut. kembangkan ide sebanyak-banyaknya untuk problem 12 . dan mempunyai skope pribadi yang luas. tahap yang ketiga adalah menemukan gagasan. Menurut Walgito (2010) masalah itu muncul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan yang lainnya dalam rangka untuk mencapai tujuan. Siswa yang mendapat problem itu akan berpikir untuk mencari penyelesaiannya. mempunyai psikodinamika yang kompleks. pilih pertanyaan yang paling penting (konvergen). yaitu memilih fenomena atau keadaan yang kompleks. timbulnya hal baru tersebut secara tiba-tiba ini yang berkaitan dengan insight. Dalam masalah berpikir orang akan dapat menemukan sesuatu yang baru.

susun rencana tindakan agar gagasan terbaik dapat diterima atau dilaksanakan. Tahap yang terakhir adalah menemukan penerimaan. Tahap yang keempat adalah menemukan penyelesaian. 13 . tentukan tolak ukur/kriteria untuk menilai gagasan (divergen). pilih gagasan dengan nilai terbaik/kombinasikan (konvergen).solving (divergen). tunggu dan pilih ide/gagasan terbaik (konvergen).