You are on page 1of 9

BUKU PANDUAN

PRAKTIKUM

SEMESTER 4 JALUR KHUSUS

NAMA MAHASISWA :
NIM :
DOSEN PEMBIMBING :
KELOMPOK :

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KUPANG
JURUSAN KESEHATAN GIGI
2014

Sebelum bekerja menggunakan alat-alat atau prosedur tetap wajib mempelajari dulu serta mengerti cara-cara penggunaannya f. jika ada yang hilang bertanggung jawab untk mengganti alat tersebut d. Praktikum . Saat praktikum pada pasien wajib membawa celemek/pelindung dada (kain putih) 8. Hadir tepat waktu seperti yang telah dijadwalkan 2. Mengisi daftar hadir 3. Pembimbingan : a. Mahasiswa wajib mencatat nota pinjaman alat yang dibutuhkan dan mengambilnya atas seijin petugas yang telah ditunjuk dan jika mengembalikan harus meminta tanda terima e. Meninggalkan ruang praktikum harus dengan ijin pembimbing 6. Tidak hadir harus ijin pada pembimbing 4. Di laboratorium wajib memakai jas/baju praktikum dilengkapi perlengkapan nama. Selamat bekerja dan semoga berhasil dan sukses! Kupang. Jika dalam semester bersangkutan tidak hadir lebih 25% dinyatakan gagal dan harus mengulang 5. TATA TERTIB PRAKTIKUM 1. Kehadiran praktikum adalah 100 %. 2014 PJ. Setiap praktikan bertanggung jawab pada kebersihan alat dan lingkungan kerja serta bertanggung jawaab pada keutuhan unit yang digunakan. dan pelindung mata (saat praktikum scaling) 7. Dibagi dalam 3 kelompok b. Wajib mengikuti pretes praktikum c.

apabila pasien seorang yang bersuami c. Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama orang tua (biasanya nama ayah) d. Alat tulis (pinsil dan penghapus) c. Sebagai pelengkap. Fasilitas dan alat yang digunakan: a. apabila nama sudah terdiri dari satu kata atau lebih b. Pencantuman titel selalu diletakkan sesudah nama lengkap pasien dan ditulis dalam kurung h. Tanggap. Ramah. Bagi pasien yang mempunyai nama keluarga/ marga. Cover/ sampul Rekam Medis + Penjepit e. 2. c. Tempat penyimpanan KIUP ( Lemari laci) h. atau Nn. Nama pasien sendiri dilengkapi dengannama suami. sesuai dengan status g. Perhatian. Nama pasien sendiri. Tata cara melayani pasien dapat dinilai baik bila mana dilaksanakan oleh petugas dengan sikap : a. maka tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa di dalam tata cara penerimaan inilah seorang pasien mendapatkan kesan baik ataupun tidak baik dalam pelayanan suatu rumah sakit. Perkataan Tuan. Buku register i. bagi pasien perempuan diakhir nama lengkap ditambah Ny. Formulir Rekam Medis Rawat Jalan d. f. Proaktif apabila informasi dari pasien tidak lengkap 3. Bapak tidak dicantumkan dalam penulisan nama pasien 4. KIUP ( Kartu Indeks Utama Pasien) g. Saudara. Sopan. KIB ( Kartu Indentitasi Berobat ) f. Formulir Bon Peminjaman . Meja dan kursi untuk penerimaan pasien b. Komunikasi (cara bicara yang jelas) d. b. Nama ditulis dengan huruf cetak dan mengikut ejaan yang disempurnakan f. Dapat dikatakan disinilah pelayanan pertama kali yang diterima oleh seorang pasien saat tiba di rumah sakit. Cara penulisan nama pasien : a. Praktek Penerimaan Pasien Rawat Jalan 1. Tata cara penerimaan pasien yang akan berobat ke poliklinik ataupun yang akan dirawat adalah sebagian dari system prosedur pelayanan Rumah Sakit. maka nama keluarga/ marga atau surname didahulukan ditambah tanda koma dan kemudian diikuti nama sendiri e. e.

b. Kota/ Kab. Dilihat dari segi pelayanan rumah sakit dapat dibedakan menjadi: 1) Pasien yang dapat menunggu 2) Pasien berobat jalan yang datang dengan perjanjian 3) Pasien yang segera ditolong (pasien gawat darurat) b. c. ada yang bisa kami bantu ?) b. Praktek penerimaan Pasien Rawat Jalan untuk Pasien Baru Yaitu tata cara penerimaan pasien yang akan berobat jalan dan pasiennya baru pertama kali datang untuk berobat pada rumah sakit tersebut. 7. Prosedur/ Tata cara penerimaan rawat jalan untuk pasien baru a. Praktek penerimaan Pasien Rawat Jalan untuk Pasien Lama Yaitu tata cara penerimaan pasien yang akan berobat jalan dan pasiennya sebelumnya pernah berobat atau telah berobat ke rumah sakit tersebut lebih dari satu kali. Menyambut/ Menyapa (Selamat pagi/ siang/ malam. Melakukan identifikasi/ wawancara dan mencatat pada formulir RM Rawat Jalan: 1) Nama lengkap pasien 2) Status pasien (sudah menikah atau belum) 3) Tempat tanggal lahir 4) Jenis kelamin 5) Alamat lengkap pasien (nama jalan. rumah. telp) 6) Nama Orang tua 7) Alamat Orang tua (Nama Jalan. KIUP dan Buku register (Contoh formulir terlampir) d. Kecamatan.5. Kode pos dan No. yaitu : a. Kecamatan.telp) kalau alamatnya sama dengan pasien maka dapat dicatat dengan sda (kepanjangan dari Sama Dengan diAtas) 8) Pekerjaan 9) Cara masuk (rujukan atau datang atas kemauan sendiri) 10) Cara pembayaran 11) Mencatat tanggal berobat . berarti sebagai pasien baru. RT/ TW. Kode Pos dan No. puskesmas atau jenis pelayanan kesehatan lainnya c) Datang atas kemauan sendiri 6. Sedangkan menurut jenis kedatangannya pasien dapat dibedakan menjadi : 1) Pasien baru : adalah pasien yang baru pertama kali datang ke rumah sakit untuk keperluan berobat 2) Pasien lama : adalah pasien yang pernah datang sebelumnya untuk keperluan berobat Kedatangan pasien dapat terjadi karena : a) Dikirim oleh dokter praktek di luar rumah sakit b) Dikirim oleh rumah sakit lain. No. Jenis Pasien a. Menyiapkan form rekam medis rawat jalan. Praktek Penerimaan Pasien Rawat Jalan terbagi dua. rumah. RT/ RW. Kota/ Kab. No. Kelurahan. Kelurahan. KIB. Menanyakan pasien baru atau lama ( Apakah Bpk/ Ibu pernah berobat ?) apa bila jawaban pasien belum pernah.

Mempersilahkan pasien dan memberitahukan arah/ petunjuk menuju Poliklinik yang dituju .Petugas Rekam Medik memberi nomor pada dokumen Rekam Medis dengan melanjutkan nomor selanjutnya dari nomor terakhir atau dengan menambah satu nomor dari nomor terakhir . Nama peminjaman (isi dengan nama poliklinik yang dituju) pada bon peminjaman h. maka petugas menanyakan keluhan dari pasien.Mencatat Nama Pasien. cara pembayaran. Menanyakan dan meminjam KIB d. Mempersilahkan pasien dan memberitahukan arah/ petunjuk menuju Poliklinik yang dituju . poli yang dituju. umur. 13) Memberikan/ Mencatat nomor rekam medis baru. Menanyakan Poli kunjungan cara pembayaran yang dituju dan mencatatnya pada buku register g. dengan cara : . Menyiapkan Bon peminjamn (surat permohonan peminjaman RM). jenis kelamin. Menyambut/ Menyapa (Selamat pagi/ siang/ malam. RM. RM. umur. Mencatat No. Nomor RM. berarti sebagai pasien lama c. . No. No. . jenis kunjungan. selanjutnya mencatat nama poliklinik tersebut pada kolom poliklinik. Menanyakan pasien baru atau lama (Apakah Bpk/Ibu pernah berobat ?) apabila jawaban pasien pernah. Mencatat No. Mengembalikan/ Menyerahkan KIB pada pasien serta mengingatkan pada pasien untuk selalu membawa KIB kalau kembali berobat serta menjelaskan pentingnya KIB i. jenis kunjungan. jenis kelamin. KIUP dan Buku register (Contoh formulir terlampir) e. 8. alamat. selanjutnya petugas mengarahkan sebaiknya ke poliklinik mana yang sesuai dengan keluhan pasien. ada yang bisa kami bantu ?) b.Menyerahkan KIB pada pasien serta mngingatkan pada pasien untuk selalu membawa KIB kalau kembali berobat serta menjelaskan pentingnya KIB . pada Buku register rawat jalan. 12) Menanyakan tujuan poliklinik atau jika pasien tidak tahu. dan Buku register rawat jalan. urut. Tgl Peminjaman (isi dgn tgl berobat). urut.Memanggil pasien berikutnya. alamt. Tgl berobat dan nama poliklinik yang dituju pada KIUP .Mencatat No. Nama. Nama. Alamat.Setiap pasien baru mendapat/ diberi nomor rekam medis baik yang rawat jalan/ SKF rawat darurat maupun rawat inap pada saat pertama kali datang yang akan digunakan selamanya . Tempat/ tanggal lahir.Mencatat data (nama pasien. Nama pasien.Menyimpan KIUP pada tempat penyimpanan KIUP (lemari laci KIUP) disimpan secara alphabet. Prosedur/ Tata cara penerimaan rawat jalan untuk pasien lama a.Mencatat Nama pasien dan Nomor RM pada Cover atau sampul RM .Petugas Rekam Medik melihat nomor terakhir pada buku penomoran/ bank nomor atau pada dokumen Rekam Medik terakhir . RM pada KIB) . f. Dua huruf awal nama pasien.

Menyimpan kembali KIUP pada tempatnya n. Praktek keenam : Mengulangi praktek pernerimaan pasien rawat jalan. Evaluasi praktek (Diskusi dari praktek yang telah dilakukan. Mencatat tgl berobat dan nama poliklinik yang dituju pada KIUP m. Mencari/ mengambil KIUP pasien tersebut l. Peserta praktikum dibentuk/dibuat pasangan. Praktek ketiga : yang jadi petugas. 9. Teknik Praktek/ Simulasi a. mempraktekkan jadi petugas penerimaan pasien lama (Mengaplikasikan prosedur/ tata cara penerimaan pasien rawat jalan untuk pasien lama) e. Praktek keempat : siswa yang jadi pasien lama bergantian menjadi petugas penerimaan pasien dengan tugas yang sama tapi pasangannya diganti f. memberi tips agar tugas penerimaan pasien dapat berjalan efektif dan efisien) g. Memanggil pasien berikutnya. membahas praktek mana yang benar. praktek mana yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Praktek pertama : yang jadi pasien bergantian menjadi petugas penerimaan pasien yang menerima pasien baru (Mengaplikasikan prosedur/ tata cara penerimaan pasien rawat jalan untuk pasien baru) c. dengan kasus siswa yang jadi petugas tidak diberitahu apakah menerima pasien baru atau lama h. siswa yang jadi pasien bergantian menjadi petugas penerimaan pasien dengan tugas yang sama pada praktek keenam dengan pasangan yang berbeda . Menyerahkan bon peminjaman ke bagian penyimpanan/ pengembalian rekam medis k. j. Praktek kedua : siswa yang jadi pasien bergantian menjadi petugas penerimaan pasien dengan tugas yang sama tapi pasangannya diganti d. satu orang diberi tugas untuk menjadi pasien satu orang lagi menjadi petugas penerimaan pasien. Praktek ketujuh. b.

semoga alatnya tidak menyakiti adik dan cepat diberikan kesembuhan. Apakah adik merasakan sakit?” Pasien (Respons anak: menangis atau menjerit) Perawat “Nah. Saya Bp/Ibu …. Adik boleh bermain sambil tiduran di atas tempat tidur. ya. ya. Boleh pinjam tangannya sebentar? Dibersihkan dulu. ayo berdoa dulu bersama-sama ayah dan ibu. dan Remaja Fase Orientasi Salam terapeutik “Halo. kita mulai. Ditunggu ayah dan ibu. . Kontrak yang “Tiga puluh menit lagi saya akan kembali untuk melihat bahwa alat akan dating di tangan adik aman dan adik tidak merasa kesakitan”. Adik adalah anak hebat karena berani dipasang alat di tanganmu. ya. ya. alat ini biar nempel di tanganmu. Sakit apa nggak? Untuk Sementara. Anak. Fase Kerja (Tuliskan Kata-kata sesuai Tujuan dan Rencana yang Akan Dicapai/Dilakukan) Perawat “Sebelum alatnya dipasang. dibantu oleh ibu. ya. supaya adik cepat sembuh”. Saya akan memasang alat ini ke tangan adik. Lebih baik tidak turun dari tempat tidur dulu. (Respons anak) “Baiklah. kan? Sebentar saja. sayang. sayang. ya. apa kabar? Mainannya bagus. Sakit sedikit. supaya segera bisa sembuh”. ya. tugas saya sudah selesai. Bolehkah salaman sama adik?” (sambil memberikan alat permainan untuk pengalihan) Evaluasi dan “Adik cantik sekali. selamat pagi. Praktik Komunikasi Terapeutik pada Pasien Bayi. Fase Terminasi Evaluasi “Bagaimana rasanya setelah dipasang alat di tangan?” subjektif/objektif Rencana tindak “Saya akan datang secara teratur untuk memastikan bahwa alat lanjut tetap terpasang dan terapi dapat dilakukan sesuai rencana”. sudah selesai alatnya dipasang. Alat ini bisa sebagai sarana untuk mempercepat kesembuhan adik sehingga adik cepat bisa pulang dan sekolah kembali”. Pasien (Respons anak) Perawat “Sudah siap? Ayo. boleh. apakah adik validasi suka?” Kontrak “Adik sementara tidur di sini.

kalau begitu saya pamit pulang dulu yha bu. Perawat : Owia bu . terimakasih buat perawatan dan sarannya . ada yang bisa saya bantu (mendekat ke arah pasien dan mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan). Pasien : Ia bu. tidak seperti sebelumnya. Evaluasi dan Validasi Perawat : “Apa kabar Ibu? Bagaimana perasaan hari ini? Ibu sepertinya tampak lelah?” Pasien : Ia bu. sama-sama bu. ibu boleh datang lagi dan lupa . saya sarankan agar ibu selalu menjaga kebersihan gigi supaya gigi ibu tetep sehat. Perawat : Kira-kira ibu masih merasakan sakit atau tidak???? Pasien : “Iya bu setelah saya mendapatkan perawatan gigi saya sudah mulai membaik bu. Kalau misalkan nanti gigi ibu sakit lagi. sekali lagi terimakasih yha bu. Fase Kerja: (Tuliskan kata-kata sesuai Tujuan dan Rencana yang Akan Dicapai/ Dilakukan) Perawat : Ibu. baik kalau begitu. Kontrak : Perawat : “Ibu. Praktik Komunikasi Terapeutik pada Pasien Dewasa dan Usia Lanjut Fase Orientasi Salam terapeutik: Perawat : “Selamat pagi ibu. Pasien : (Pasien menjabat tangan perawat dan menjawab) “selamat pagi”. saya datang ke sini untuk periksa gigi. karena dalam beberapa hari ini saya mengalami sakit gigi Perawat : Tersenyum sambil memegang tangan pasien. Pasien : Baik bu. Perawat : (sambil tersenyum). Perawat : Ia bu. Pasien : “Iya bu Perawat (tersenyum). semoga cepat sembuh yha bu. saya ingin mendiskusikan masalah kesehatan ibu supaya kondisi ibu lebih baik. Pasien : Ia bu. baik bu kita akan mendiskusikan masalah tentang penyakit ibu.

Perawat : “Terima kasih. ibu telah mengambil keputusan terbaik untuk ibu sendiri. minum obatnya sampai habis. Fase Terminasi: Evaluasi subjektif/objektif : “Bagaimana perasaan ibu sekarang?” apakah gigi ibu sudah tidak sakit lagi??? Rencana tindak lanjut : “Saya berharap ibu bisa kooperatif selama di rawat. Semoga cepat sembuh ya”. ibu boleh datang kesini lagi. Pasien : “Baiklah bu saya bersedia mengikuti anjuran yang ibu berikan. Kontrak yang akan datang : Kalau misalkan nanti obatnya sudah habis dan gigi ibu masih sakit. Ibu harus tetap menjaga kesehatan gigi dan minum obat secara teratur”. .