You are on page 1of 19

1.

Anamnesis : pasien memiliki kesadaran yg baik, pasien masih mampu meceritakan keluhan yg
dialaminya , tetapi saat proses Tanya jawab pasien kesulitan berbicara sehingga pasien perlu di
damping oleh keluarga untuk mendapatkan data diri. Keluhan utama : adanya gangguan gerak
pada lengan dan tungkai, serta badan berupa gerakan yang lambat dan kaku, dan biasanya di
sertai dengan tremor pada saat istirahat. Juga adanya gangguan respirasi dan gangguan ADL
seperti menulis dan lain-lain.
- Inpeksi
 Static : Pasien datang dengan posisi badan sedikit membungkuk (kyposis), bahu sedikit
naik, shoulder abduksi elbow fleksi, tangan bergerak seperti menggulung rok, kaki
pasien gemetar dan agak menjijit, serta memiliki mimic wajah datar, pasien juga
kesulitan saat berbicara.
 Dynamic : Ketika pasien masuk dengan berjalan, maka terloihat jalannya lambat,
dengan langkah kecil, pasien kesulitan saat akan menmulai suatu gerakan, tetapi saat
akan berhenti melakukan gerakan pasien juga akan mengalami kesulitan.
- Palpasi : adanya rigiditas dan spasme otot
- Pemeriksaan Gerak Dasar
 Gerak Aktif : pasien mengalami keterbatasan saat melakukan gerakan aktif akibat
adanya rigiditas otot
 Gerak Pasif : pasien mengalami keterbatasan saat melakukan gerakan pasif akibat
adanya rigiditas otot
 Gerak Aktif Isometrik : ketika di berikan tahanan, pasien mengalami keterbatasan saat
melakukan gerakan tersebut.
2. Pemeriksaan spesifik
- MMT : nilai otot pasien Parkinson yaitu 1 yaitu adanya kontraksi namun tidak ada pergerakan
- Tes reflek : Biceps reflek, Triceps reflek, Brachio radialis reflex,
- Tes keseimbangan : Romberg tes, finger to nose, heel to toe
- Tes sendorik : tajam/tumpul, panas/dingin, tes titik (lupa nama), tes posisi (lupa nama)
- ROM : keterbatasan ( goniometer)
3. Kognitif,intrapersonal, dan interpersonal
Kognitif : pasiensedikit kesulitan saat menceritakan d keadaannya dengan dan
pasien mampu mengetahui orientasi waktu, tempat dan kejadian.
Intrapersonal : pasien sedikit kehilangan semangat akibat keadaan yg dialami
Interpersonal : pasien dapat berinteraksi dengan baik dengan fisioterapist
4. Problematika FT :
- Primer : spasme otot. Tremor, rigiditas, adanya kesulitan inspirasi, ROM
- - sekunder : postur tubuh yang jelek, cara berjalan yang salah, psikis yang terganggu, tidak dapat
melakukan aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
5. Intervensi :
- IR = mengurangi spasme otot
- PNF = meningkatkan kekuatan otot, menambah ROM, memperkuat koordinasi gerakan
- Exercise =

-
- Gambar 1 pasien diberikan deep breathing exercise, pasien diminta menarik nafas dalam sementara
tangan terapis berada di perut (diafragma) pasien. Ketika pasien menghembuskan nafas, terapis
memberikan sedikit tekanan di akhir nafas.

-
-

-
- Gambar 2 latihan flexibilitas posisi terlentang untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk
memegang tongkat dan menggerakan ke arah fleksi ekstensi shoulder secara aktif.

-
-
-
- Gambar 3 latihan flexibilitas posisi terlentang untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk
memegang tongkat dan menggerakan ke arah horizontal ekso rotasi dan endo rotasi shoulder secara aktif.

-
-
-

-
- Gambar 4 latihan flexibilitas posis terlentang dengan menggunakan teknik PNF. Pasien memegang tongkat
dan menggerakannya seperti gerakan mendayung.

-
-
-
- Gambar 5 latihan flexibilitas untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk menggerakan tangan ke
arah fleksi ekstensi shoulder secara aktif (Tanpa alat).

-
-
-
-

-
- Gambar 6 latihan flexibilitas untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk fleksi elbow dan
melakukan gerakan ke arah horizontal ekso rotasi dan endo rotasi shoulder secara aktif (Tanpa alat).

-
- Gambar 7 latihan rotasi trunk secara bertahap. Dimulai dengan fleksi knee kemudian minta pasien untuk
menggerkan salah satu kaki bergantian secara aaktif.
-
-
-
-

-
- Gambar 8 latihan rotasi trunk dengan posisi terlentang secara bertahap. Dimulai dari fleksi knee kemudian
pasien diminta untuk menggerakan secara maksimal ke kanan dan ke kiri secara aktif.

-
- Gambar 9 latihan rotasi trunk dengan posisi terlentang secara bertahap. Pasien fleksi knee kemudian
pasien diminta untuk menggerakan knee secara maksimal ke kanan dan ke kiri diikuti oleh rotasi neck ke
arah yang berlawanan dengan fleksi knee secara aktif. Misalnya fleksi knee ke kiri berarti rotasi neck ke
kanan.

-
-
-

-
- Gambar 10 latihan rotasi trunk dengan posisi terlentang secara bertahap. Pasien fleksi knee kemudian
pasien diminta untuk menggerakan knee secara maksimal ke kanan dan ke kiri diikuti oleh rotasi neck ke
arah yang berlawanan dengan fleksi knee secara aktif. Misalnya fleksi knee ke kiri berarti rotasi neck ke
kanan.

-
-

-
- Gambar 11 latihan flexibilitas posisi duduk untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk memegang
tongkat dan menggerakan ke arah fleksi ekstensi shoulder secara aktif.

-
-
-
- Gambar 12 latihan flexibilitas posisi duduk untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk memegang
tongkat dan menggerakan ke arah horizontal ekso rotasi dan endo rotasi shoulder secara aktif.

-
-
-
-

-
- Gambar 13 latihan flexibilitas posis duduk dengan menggunakan teknik PNF. Pasien memegang tongkat
dan menggerakannya seperti gerakan mendayung.

-
-
-
- Gambar 14 latihan keseimbangan dengan menggunakan gym ball. Pasien didorong secara perlahan ke
kanan dan kekiri.

-
-
-
-

-
- Gambar 15 latihan keseimbangan dengan menggunakan gym ball. Pasien didorong secara perlahan ke
depan dan ke belakang.

-
-

-
- Gambar 16 latihan koordinasi teknik finger to finger. Pasien membentangkan tangan lurus kesamping
kemudian terapis menginstruksikan pasien untuk mempertemukan kedua jari telunjuknya.

-
-
-
-
-

-
- Gambar 17 latihan koordinasi dengan teknik alternate to therapist finger. Pasien diminta untuk menunjuk
telunjuk (jari) terapis dan terapis merubah posisi atau arah jari (berpindah-pindah).

-
-

-
- Gambar 18 latihan koordinasi dengan teknik heel on shin. Pasien diminta menggerakan tumit yang
satunya dari lutut sepanjang tibia.

-
-
-
-

- Gambar 19 latihan koordinasi dengan melempar dan menangkap bola.

-
-

-
- Gambar 20 latihan fungsional pasien diminta untuk mengancingkan baju.

-
-
-
-

-
- Gambar 21 latihan fungsional motorik halus dengan cara meminta pasien untuk tanda tangan atau
menulis nama.

-
-

-
- Gambar 22 latihan fungsional. Pasien diminta untuk menjangkau gelas kosong dan memindahkannya.
Lakukan secara bergantian dengan tangan yang satunya.
-
- Gambar 23 latihan fungsional. Pasien diminta untuk menuangkan air dari gelas yang satu ke gelas yang
lainnya. Lakukan secara bergantian dengan tangan yang satunya.

-
-

-
- Gambar 24 latihan fungsional. Pasien diminta memidahkan pensil atau sedotan dari gelas yang satu ke
gelas yang lainnya secara bergantian dengan tangan yang satunya.

-
-
-
-

-
- Gambar 25 latihan fungsional. Pasien diminta untuk menekan tombol secara berulang-ulang.

-
-

-
- Gambar 26 latihan duduk ke berdiri secara bertahap. Awalnya badan agak condong kedepan kemudian
tangan menumpu kemudian berdiri. Kemudian ditingkatkan menjadi trunk semi fleksi atau agak condong
kedepan, tangan diletakkan di paha setelah itu berdiri. Latihan ini dilakukan dengan beberapa kali
pengulangan.

-
-
-
-
-

-
- Gambar 27 latihan duduk ke berdiri. Badan pasien agak condong atau semi fleksi trunk kemudian tangan
pasien bersilang didepan dada, pasien berdiri. Latiahan dilakukan beberapa kali pengulangan.

-
-

-
- Gambar 28 latihan flexibilitas posisi berdiri untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk memegang
tongkat dan menggerakan ke arah fleksi ekstensi shoulder secara aktif.

-
-
-
-

-
- Gambar 29 latihan flexibilitas posisi berdiri untuk melatih gerakan dasar. Pasien diminta untuk memegang
tongkat dan menggerakan ke arah horizontal ekso rotasi dan endo rotasi shoulder secara aktif.

-
-

-
- Gambar 30 latihan flexibilitas posis berdiri dengan menggunakan teknik PNF. Pasien memegang tongkat
dan menggerakannya seperti gerakan mendayung.

-
-
-
-

-
- Gambar 31 latihan flexibilitas posis berdiri dengan menggunakan teknik PNF. Pasien memegang tongkat
dan menggerakannya seperti gerakan mendayung.

-
-

-
- Gambar 32 latihan berjalan. Pasien diminta berjalan melewati diantara dua benda setelah itu berputar
arah dan kembali ke tempat semula.

-
-
-
-
-
-

-
- Gambar 33 latihan berjalan. Pasien diminta melangkah ke kiri melewati benda kemudian ke posisi awal’
setelah itu ke kanan dan kembali ke posisi awal.

-
-

-
- Gambar 34 latihan berjalan untk melatih panjang langkah. Pasien diminta menginjak warna sesuai
instruksi terapis.

-
6. Program Rencana Tindakan Fisioterapi
1. Tujuan jangka panjang : pasien dapat kembali lagi beraktivitas mandiri, pasien dapat
mendpatkan kepercyaan dirinya kembali, pasien mampu memperbaiki postur tubuh, dan
cara berjalan, meningkatkan ROM
2. Tujuan jangka pen dek : mengurangi intensitas spasme, rigiditas dan tremor
7. Evluasi
1) Evaluasi sesaat : setelah di berikan intervensi , pasien secara bertahap
mulai merasakan hilangnya spasme, rigiditas dan tremor
2) Evaluasi berkala : setelah diberikan intervensi secara rutin, spasme secara
berkala mulai hilang sehingga rigiditas pun mulai hilang dan pasien dapat meningkatkan
ROM, dan memperbaiki postur.
8. Hasil Terapi Akhir : pasien tidak lagi merasakan spasme otot, rigiditas dan
tremor semakin lama semakin pulih sehingga pasien mampu meningkatkan ROM, lalu
memperbaiki postur tubuh dan memperbaiki pola jalan, sehingga meningkatkan kualitas
hidup agar hidup mandiri