Efek Pemanasan Global Terhadap Terumbu Karang

Penulis: Rahmad Firdaus (Sarjana lImu Kelautan UNDIP)

edisi: 16/May/2008 wib Masyarakat di dunia saat ini membicarakan tentang pemanasan global (global warming) tidak terkecuali di Indonesia.

banjarmasinpos.com ___________

Isu pemanasan global ini juga menjadi perhatian seluruh masyarakat dunia dan menjadi bahasan dan agenda penting dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bahkan beberapa waktu yang lalu bertempat di Bali, Indonesia, seluruh negara yang tergabung dalam PBB mengadakan Konvensi Perubahan Iklim yaitu Kerangka Kerja untuk Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan BangsaBangsa, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Pemanasan global ini diakibatkan adanya perubahan iklim permukaan bumi yang naik dari tahun ke tahun sehingga membuat suhu di bumi menjadi panas. Banyak efek-efek yang terjadi akibat pemanasan global ini. Salah satunya adalah naiknya suhu permukaaan air laut, yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan biota-biota yang ada di dalamnya, tidak terkecuali terumbu karang (coral reef). Akibat dari naiknya suhu permukaan air laut ini terhadap karang adalah terjadinya pemutihan atau lebih dikenal dengan pemutihan karang (coral bleaching). Dunia saat ini berada dalam ancaman perubahan suhu permukaan laut sebagai akibat dari pemanasan global. Perubahan iklim global juga merupakan ancaman yang besar pengaruhnya terhadap terumbu karang di Asia Tenggara. Peningkatan suhu permukaan laut telah mengakibatkan lebih seringnya terjadi pemutihan karang dengan tingkat kerusakan lebih besar. Peristiwa El Nino Southern Oscillation (ENSO) 1997-1998 telah memicu pemutihan karang terluas yang pernah tercatat di seluruh dunia. Diperkirakan 18 persen terumbu karang di kawasan Asia Tenggara telah rusak atau hancur. Pada tahun 1997, Indonesia termasuk salah satu diantara negara yang terkena dampak perubahan

suhu permukaan laut akibat peristiwa El Nino berupa terjadinya mass bleaching (pemutihan massal) pada terumbu karang, peristiwa El Nino tersebut telah menimbulkan pemutihan karang secara luas di Indonesia, terutama di wilayah barat Indonesia. Pemutihan karang terjadi di bagian timur Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Di Kepulauan Seribu (perairan bagian utara Jakarta), sekitar 90-95 persen terumbu karang hingga kedalaman 25 m mengalami kematian. Dua tahun kemudian, tahun 2000, terumbu karang di Kepulauan Seribu mengalami pemulihan yang berarti, dengan 20-30 persen tutupan karang hidup pemutihan karang adalah pemutihan (warna menjadi pudar atau berwarna putih salju) terumbu karang karena keluarnya zooxanthellae dan polip karang yang disebabkan faktor-faktor yang menimbulkan stres pada karang, termasuk perubahan suhu air laut, sinar matahari yang melebihi batas, rendahnya kadar garam dan kadar oksigen, kurangnya cahaya, tingginya tingkat kekeruhan dan sedimentasi, penyakit atau tingginya bahan kimia beracun. Zooxanthellae adalah alga bersel tunggal yang bersimbiosis dengan karang, berperan memberikan energi dan nutrien bagi inang karang dengan memberikan hingga 95 persen hasil produksi fotosintesisnya dengan memanfaatkan cahaya matahari. Sehingga apabila alga tersebut keluar dari karang maka karang tersebut akan kehilangan energi dan nutrien yang sangat berguna untuk kehidupan karang. Mayoritas pemutihan karang secara besar-besaran dalam kurun waktu dua dekade terakhir ini berhubungan dengan peningkatan suhu pennukaan laut (SPL). Dampak gabungan dari tinggi SPL dan tingginya tingkat sinar matahari (pada gelombang panjang ultraviolet) dapat mempercepat proses pemutihan dengan mengalahkan mekanisrne alami karang untuk melindungi dirinya sendiri dari sinar matahari yang berlebihan. Peristiwa pemutihan dalam skala besar dipengaruhi oleh naik-turunnya SPL, dimana pemutihan dalam skala kecil seringkali disebabkan karena tekanan langsung dari manusia (contohnya polusi) yang berpengaruh pada karang dalam skala kecil yang terlokalisir. Pada saat pemanasan dan dampak langsung manusia terjadi bersamaan, satu sama lain dapat saling mengganggu. Apabila suhu rata-rata terus menerus naik karena perubahan iklim dunia, karang hampir dapat dipastikan menjadi subjek pemutihan yang lebih sering dan ekstrim nantinya. Oleh karena itu, perubahan iklim saat ini dapat menjadi ancaman terbesar satu-satunya untuk terumbu karang di seluruh dunia. Pemutihan karang dapat berakhir dengan kematian suatu koloni, yang menyebabkan perubahan terhadap struktur dan fungsi ekosistem, dan mungkin dapat berdampak lebih jauh terhadap biota lain dalam ekosistem itu. Apabila pemutihan karang terjadi dalam skala besar di suatu ekosistern yang merupakan zona inti dari suatu kawasan konservasi laut, pemulihan akan sulit terjadi karena zona inti telah kehilangan fungsi ekologisnya. Kematian akibat pemutihan karang mengancam keanekaragaman hayati wilayah tersebut yang merupakan sumber plasma nutfah bagi wilayah sekitarnya. Terumbu karang saat ini menghadapi serangkaian ancaman kombinasi dari eksploitasi yang berlebihan, polusi dan khususnya perubahan iklim dunia. Kesemua ancaman tersebut saat ini meningkat jumlahnya, dan kegiatan-kegiatan manusia

menyebabkan percepatan perubahan iklim dunia yang dapat membuat terumbu karang sulit beradaptasi. (*)

Pada intinya agenda utama UNFCCC adalah mempersiapkan bumi kita ini agar dapat mengurangi pemanasan global dan mengatasi dampaknya. Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan cukup luas di dunia. asap rokok dan banyak lagi sumber-sumber emisi karbon lainnya.utkampus. terusan halimun 37 bandung. karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di | tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN ± TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS ± BERKUALITAS ± IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain MANAJEMEN ± AKUNTANSI ± ILMU KOMUNIKASI ± ILMU PEMERINTAHAN 022-70314141. sangat memainkan peran penting untuk bisa menjaga paru-paru dunia.net 08 Nopember 2007 a Oleh Marthen Welly/The Nature Conservancy Akhir-akhir ini pembicaraan mengenai pemanasan global (global warming) yang mengakibatkan perubahan iklim (climate change) kian ramai dibicarakan dan menjadi pusat perhatian dunia.Pemanasan Global dan Terumbu Karang Januari 13. kendaraan bermotor. Terlebih lagi. Namun sesungguhnya Indonesia yang 2/3 wilayahnya adalah . sehingga dapat mengurangi dampak pemanasan global. 2008 in konservasi karir anda mentok. Pertemuan akbar yang disebut United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) akan dihadiri kurang lebih perwakilan pemerintahan 120 negara dan sekitar 10. pada bulan Desember yang akan datang. dan penerapan protokol Kyoto. perhelatan tingkat dunia mengenai perubahan iklim akan diadakan di Bali dibawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.000 peserta. perdagangan karbon. Beberapa isu utama yang akan dibahas adalah kerusakan hutan. Sejauh ini hutan dipercaya sebagai paru-paru dunia yang dapat mengikat emisi karbon yang dilepaskan ke udara oleh pabrik-pabrik industri. kebakaran hutan.7313350 : jl.

000 km2. Malaysia.lautan. Timor leste. pemanasan global juga membawa ancaman terhadap terumbu karang Indonesia. Papua New Guinea and Kepulauan Salomon mengumumkan sebuah inisiatif perlindungan terumbu karang yang disebut Coral Triangle Initiative (CTI). mencari makan dan berlindung bagi ikan dan biota laut lainnya. Ditambah lagi . mengadakan sebuah workshop internasional di Bali yang dihadiri para pakar kelautan dunia. terutama terumbu karang melalui CTI sangat erat kaitannya dengan ketahanan pangan dan upaya mengurangi kemiskinan. diserap oleh phytoplankton yang jumlahnya sangat banyak dilautan. Lebih dari 120 juta orang hidupnya bergantung pada terumbu karang dan perikanan di kawasan tersebut. Indonesia bersama lima negara lainnya yaitu Philipina. Emisi karbon yang sampai ke laut. CTI akan lebih disuarakan dan disosialisasikan selama pertemuan UNFCCC sehingga mendapatkan dukungan yang lebih besar dari masyarakat internasional. khususnya terumbu karang. Pada akhir workshop. WWF Indonesia. Melihat peran dan posisinya yang strategis. Timor Leste. juga memiliki fungsi dan peran cukup besar dalam mengikat emisi karbon. Pemanasan global telah meningkatkan suhu air laut sehingga terumbu karang menjadi stress dan mengalami pemucatan/pemutihan (bleaching). Mengingat fungsi penting terumbu karang adalah sebagai tempat berkembang-biak. Philipina. Dan saat ini CTI telah menjadi salah satu agenda utama Indonesia bersama 5 negara lainnya. Pada tahun 2005. Indonesia sendiri memiliki luas terumbu karang sekitar 51. jika terumbu karang terjaga baik. The Nature Conservancy Coral Triangle Center (TNC-CTC) ± sebuah lembaga konservasi internasional yang juga menjalankan programnya di Indonesia dan negara-negara pacific. dan kemudian ditenggelamkan ke dasar laut atau diubah menjadi sumber energi ketika phytoplankton tersebut dimakan oleh ikan dan biota laut lainnya. Jika terus berlangsung terumbu karang tersebut akan mengalami kematian. Malaysia.000 km2 yang menyumbang lebih dari 21% luas terumbu karang dunia. Papua New Guinea and Kepulauan Salomon ini. TNC-CTC. dengan tujuan untuk menetapkan batas cakupan wilayah coral triangle. Departemen Kelautan dan Perikanan. khususnya di kawasan Asia Pacific untuk menjaga dan melindungi kawasan segitiga karang dunia yang dikenal dengan nama Coral Triangle. maka President Republik Indonesia ± Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan APEC di Sydney baru-baru ini. telah mengumumkan sekaligus mengajak negara-negara di dunia. Namun. Perlindungan terhadap keanekaragaman hayati laut. yang merupakan jantung kawasan segitiga karang dunia (heart of global coral triangle). Di sisi lain coral triangle memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. termasuk sumber protein. Coral triangle adalah sebuah kawasan di Asia-Pacific yang dalam 2 dekade belakangan ini menjadi pusat penelitian para ahli kelautan dunia. maka sumber perikanan juga akan terus memberikan pasokan makanan bagi manusia. Coral triangle yang meliputi Indonesia. dan Departemen Kehutanan secara bersama-sama menggagas CTI. para pakar kelautan berhasil memetakan coral triangle yang mencakup 6 negara dengan luas total terumbu karang 75. merupakan kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. bahkan dua kali lipat dari kapasitas hutan. Ke-enam negara yang tergabung dalam CTI disebut sebagai CT6. Inisiatif ini juga telah mendapatkan dukungan dan respon yang positif dari negaranegara maju seperti Amerika Serikat dan Australia.

Sekaligus melindungi aset bangsa yang tak ternilai harganya.fungsi terumbu karang juga adalah sebagai pelindung alami pantai dari gempuran ombak dan aset pariwisata bahari. TN Kepulauan Seribu. maka negaranegara lain seperti Philipina atau Malaysia yang akan menyuarakan sekaligus memimpin CTI. Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia sekitar 81. mengingat Indonesia merupakan negara dengan luas terumbu karang terluas dan keanekaragaman terumbu karang tertinggi di dunia. Saat ini paling tidak 5 juta hektar telah dibentuk KPL di Indonesia yang meliputi Kepulauan Raja Ampat. Pembentukan jejaring Kawasan Perlindungan Laut (KPL) yang tangguh dan dikelola secara efektif merupakan bentuk nyata dari impelementasi CTI. kepulauan Raja Ampat di Papua Barat. @ . Jika Indonesia tidak menyuarakan dan mengambil inisiatif untuk perlindungan terumbu karang di coral triangle. Dengan memimpin CTI.500 pulau. Suatu langkah yang tepat dan strategis jika Indonesia berinisiatif untuk menyuarakan sekaligus memimpin CTI. dan TN Takabonerate. TN Bunaken. Berdasarkan penelitian TNC-CTC dan para mitranya pada tahun 2002.000 km yang melingkupi lebih dari 17. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melindungi paling tidak 10 juta hektar laut di perairan Indonesia pada tahun 2010. Kepulauan Derawan. TN Karimunjawa. Indonesia mendapatkan peran dan posisi penting dalam upaya perlindungan terumbu karang dunia. Indonesia memiliki 537 jenis karang yang merupakan jumlah tertinggi di dunia. dan merupakan 75% jenis karang dunia yang pernah ditemukan. TN Teluk Cendrawasih. Kepulauan Wakatobi. TN Komodo.

dsb). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir. fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan. y Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove.543 ha (1982) menurun menjadi 3. kenaikan muka air laut. pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk. yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.Pemanasan Global Published On Tuesday. (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5. Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir. peningkatan hujan dan banjir. (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian. Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim).700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.235. (c) meluasnya intrusi air laut. perluasan gurun pasir.496. migrasi fauna dan hama penyakit. dsb). (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan. dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil. perubahan iklim. punahnya flora dan fauna tertentu. Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub. metana (CH4). Dalam makalah ini. October 02. Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat. 2007 Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2).209. (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit. dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.185 .5±40 Celcius pada akhir abad 21. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global ± termasuk Indonesia ± yang terjadi pada kisaran 1.

Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut. pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan. Secara garis besar RTRWN yang telah ditetapkan aspek legalitasnya melalui PP No. baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera . dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya. Brantas. Bagi Indonesia. pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202. dan beberapa spot pesisir di Papua . (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah. Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Dengan memperhatikan dampak pemanasan global yang memiliki skala nasional dan dimensi waktu yang berjangka panjang. diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070.24/1992 tentang Penataan Ruang memuat arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang negara yang memperlihatkan adanya pola dan struktur wilayah nasional yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.5 juta hektar pada periode yang sama. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter. gambaran ini bahkan menjadi lebih buram apabila dikaitkan dengan keberadaan sentrasentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional. dan mangrove seluas 3. Sumatera bagian Timur. (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa. yakni antara 2 hingga 3. Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993).y y y y ha (1993). tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Data yang dihimpun dari The Georgetown International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 1998 saja tidak kurang dari 1. meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir .307 juta . dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan. dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan.500 ha.47/1997 sebagai penjabaran pasal 20 dari UU No. kolam ikan. Sulawesi bagian Barat Daya. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar. maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan khususnya yang berfungsi lindung akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu. maka keberadaan RTRWN menjadi sangat penting. . Sebagai contoh.4 juta hektar atau setara dengan US$ 11. serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang. dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang. seperti di DAS Citarum. telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi. payau. Kalimantan bagian Selatan.

daur ulang hidrologi. pertambangan. kelistrikan. yang cenderung merugikan kawasan pesisir. Sesuai dengan dinamika pembangunan dan lingkungan strategis yang terus berubah. Dengan demikian. dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi. serta pemanasan global dan berbagai dampaknya. yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi.Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan gelombang pasang dan banjir) . pertanian. dan air baku. pada saat ini Pemerintah tengah mengkajiulang RTRWN yang diselenggarakan dengan memperhatikan perubahan lingkungan strategis ataupun paradigma baru sebagai berikut : y y y y y y y y y globalisasi ekonomi dan implikasinya. (b) besarnya potensi ekonomi yang dimiliki kawasan pesisir. Sumatera bagian Timur. penanganan kawasan perbatasan antar negara dan sinkronisasinya. Bagansiapi-api. Surabaya. maka aspek kenaikan muka air laut dan banjir seyogyanya akan menjadi salah satu masukan yang signifikan bagi kebijakan dan strategi pengembangan wilayah nasional yang termuat didalam RTRWN khususnya bagi pengembangan kawasan pesisir mengingat : (a) besarnya konsentrasi penduduk yang menghuni kawasan pesisir khususnya pada kota-kota pantai. penanganan land subsidence. dan beberapa spot pada pesisir Barat Papua Untuk kawasan budidaya. Jakarta. dsb). pengembangan kawasan tertinggal untuk pengentasan kemiskinan dan krisis ekonomi. Sulawesi bagian Barat Daya. maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir. (c) pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang belum mencerminkan adanya sinergi antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan. sumber daya air. Kalimantan bagian Selatan. Oleh karenanya. Ketapang. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ADB (1994). (mohon periksa Tabel 3 pada Lampiran). Belawan. Singkawang. (d) tingginya konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah. Sinjai. Pare-Pare. pengembangan kemaritiman/sumber daya kelautan. Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi. permukiman. Makassar. Kota-kota pantai yang diperkirakan mengalami ancaman dari kenaikan muka air laut diantaranya adalah Lhokseumawe. Tegal. (Selengkapnya mohon periksa Tabel 1 pada Lampiran). Semarang. serta (e) belum terciptanya keterkaitan fungsional antara kawasan hulu dan hilir. pariwisata. otonomi daerah dan implikasinya. maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti : Pantura Jawa. maka dirasakan adanya kebutuhan untuk mengkajiulang (review) materi pengaturan RTRWN (PP 47/1997) agar senantiasa dapat merespons isu-isu dan tuntutan pengembangan wilayah nasional ke depan. Kalianda. . sosial. dan pemerintahan bagi kawasan tersebut. Batam. pemanfaatan jalur ALKI untuk prosperity dan security.

Makassar hingga Bulukumba sepanjang ± 250 km). maka arahan kebijakan dan kriteria pola pengelolaan kawasan rawan bencana alam. namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa. Jaringan irigasi pada wilayah sentra pangan seperti Pantura Jawa. seperti Belawan (Medan). 11 kawasan tertentu. Denpasar. Pada tataran mikro. pelestarian alam. maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut : y y y Relokasi . alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip working with nature . Tanjung Mas (Semarang). Akomodasi . Pontianak. suaka alam-margasatwa. Beberapa Bandara strategis seperti Medan. alternatif ini memiliki dua kemungkinan. bahkan. alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. dan kawasan perlindungan setempat (sempadan pantai. (selengkapnya mohon periksa Tabel 2 pada Lampiran). Surabaya. . Tanjung Priok (Jakarta). Tanjung Perak (Surabaya). alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi. Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengembangan arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan prasarana wilayah yang penting artinya bagi pengembangan perekonomian nasional. seperti : y y y y sebagian ruas-ruas jalan Lintas Timur Sumatera (dari Lhokseumawe hingga Bandar Lampung sepanjang ± 1600 km) dan sebagian jalan Lintas Pantura Jawa (dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang ± 900 km) serta sebagian Lintas Tengah Sulawesi (dari Pare-pare.Kawasan-kawasan fungsional yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan kenaikan muka air laut dan banjir meliputi 29 kawasan andalan. dan 19 kawasan tertinggal. dan sungai) perlu dirumuskan untuk dapat mengantisipasi berbagai kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar. beberapa pelabuhan strategis nasional. serta pelabuhan Makassar. Makassar. dan Semarang. yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Jakarta. Untuk kawasan lindung pada RTRWN. Proteksi . diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut dan banjir yang bersifat mikro-operasional. Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas. perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi. area-area yang tergenangi tidak terhindarkan. namun memiliki kerentanan terhadap dampak kenaikan muka air laut dan banjir. Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam. Sumatera bagian Timur dan Sulawesi bagian Selatan. peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) . Dalam kondisi ekstrim.

seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma. terumbu karang. termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung. Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang. banjir. kepentingan hankam. dan sebagainya. (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig. Dalam kerangka kebijakan penataan ruang. sempadan sungai. . (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memadai. maka diperlukan dukungan-dukungan. habitat flora dan fauna langka/dilindungi. Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management). maka RTRWN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk dampak pemanasan global terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. abrasi. seperti tempat transit fauna. Hal ini penting agar laju pemanasan global dapat dikurangi. dan ancaman alam (natural hazards) lainnya. serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas. Standar. prioritas penanganan perlu diberikan untuk sempadan pantai. Agar prinsip keterpaduan pengelolaan pembangunan kawasan pesisir benar-benar dapat diwujudkan.Sedangkan untuk kawasan lindung. selain penyiapan RTRWN ditempuh pula kebijakan untuk revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang yang berorientasi kepada pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci. Untuk pulau-pulau kecil maka perlindungan perlu diberikan untuk pulau-pulau yang memiliki fungsi khusus. dan kawasan-kawasan yang sensitif secara ekologis atau memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan alam atau kawasan yang bermasalah. suaka alam margasatwa/cagar alam/habitat florafauna. sekaligus mengurangi peningkatan skala dampak pada kawasan pesisir yang berada di kawasan hilir. Namun demikian. Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air. Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang. Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut. maka pelestarian kawasan lindung pada bagian hulu ± khususnya hutan tropis perlu pula mendapatkan perhatian. Intervensi kebijakan penataan ruang diatas pada dasarnya ditempuh untuk memenuhi tujuantujuan berikut : y y y y Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir. mangrove.

untuk menghindari kepentingan sepihak dan untuk terlaksananya role sharing yang seimbang antar unsur-unsur stakeholders. . kabupaten maupun kota-kota pantai. diperlukan strategi pendayagunaan penataan ruang yang senada dengan semangat otonomi daerah yang disusun dengan memperhatikan faktor-faktor berikut : Keterpaduan yang bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah dalam konteks pengembangan kawasan pesisir sehingga tercipta konsistensi pengelolaan pembangunan sektor dan wilayah terhadap rencana tata ruang kawasan pesisir. Kerjasama antar wilayah (antar propinsi. antara kawasan perkotaan dengan perdesaan. serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif. potensi dan keunggulan lokal. maupun Perda . untuk dapat mengelola pembangunan kawasan pesisir secara efisien dan efektif.y y y y y Selanjutnya. sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah Penegakan hukum yang konsisten dan konsekuen baik PP. Pendekatan bottom-up atau mengedepankan peran masyarakat (participatory planning process) dalam pelaksanaan pembangunan kawasan pesisir yang transparan dan accountable agar lebih akomodatif terhadap berbagai masukan dan aspirasi seluruh stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan. Keppres.

Secara umum terjadinya degradasi ekosistem terumbu karang ditimbulkan oleh dua penyebab utama. suhu. maka pada tahun 2020. Keberadaan suatu spesies karang pada suatu wilayah tertentu dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu cahaya. (Irdez et al. 1998 dalam Setiasih. Kecenderungan suhu bumi yang terus meningkat karena pemanasan global mengakibatkan terjadinya pemutihan terumbu karang dalam skala luas.. 2008). salinitas. Proses ekologis yang sangat penting terjadi dalam ekosistem terumbu karang karena siklus nutrien dan transfer energi kemudian membentuk suatu perairan yang kaya akan biodiversitas (Bryant et al. Karimun Jawa( mencapai 50-60%). Lombok (mencapai hingga 90%) dan Kalimatan Timur. banyak berkaitan dengan degradasi lingkungan lokal misalnya pada saat ini karang mengalami stress akibat dampak dari perubahan iklim. Tahun 1997-1998 Indonesia mengalami pemutihan karang yang mencapai sekitar 50% atau lebih dari tutupan karang tercatat yang terjadi di Taman Nasional Bali Barat (mencapai hingga 100%). 1999). Tekanan terhadap ekosistem karang. substrat dan pergerakan massa air (Nybakken. juga menyediakan CO2 dalam jumlah yang tidak terbatas yang merupakan hasil respirasi hewan karang (Tomascik. et al.. Karang adalah hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Coelenterata (hewan berongga) atau Cnidaria (Nybakken. Hubungan simbiosis antara karang dengan zooxanthellae memberikan keuntungan pada kedua pihak. sedimen. 1992). yaitu dalam jaringan karang disamping ketersediaan nutrisi dasar seperti fosfat dan amonia.Pengaruh Kenaikan Suhu terhadap Zooxanthellae pada Terumbu Karang Terumbu karang merupakan ekosistem yang pada dasarnya dibangun oleh biota penghasil kapur atau scleractinia bersama ribuan spesies lain. Zooxanthellae mendapatkan ruang untuk hidup di dalam habitat yang terlindungi dengan baik. Taman Nasional Pulau Seribu. 1998). yaitu akibat kegiatan manusia dan akibat alam. Apabila kenaikan suhu ini dibandingkan dengan batas toleransi karang terhadap pemutihan dalam 100 tahun terakhir. kekeruhan. Kegiatan manusia yang menyebabkan terjadinya . kedalaman. invertebrata bakteri maupun alga. 1997). Kepulauan Gili. baik ikan. diprediksikan bahwa pemutihan terumbu karang akan terjadi setiap tahun (Hoegh&Guldberg. 1992).

sebagai pelindungan pantai dari hempasan gelombang. dan terumbu karang yang bagus. namun faktor itu telah menjadi kekhawatiran bagi pemerhati lingkungan pesisir. Dalam upaya menanggulangi masalah kerusakan ekosistem karang telah dilakukan berbagai upaya antara lain. sosial dan ekologi (Wasilun dan Murniyati. Upaya menanggulangi masalah tersebut khususnya dalam rangka memulihkan kembali fungsi dan peranan ekosistem terumbu karang sebagai habitat biota laut. 2000.degradasi terumbu karang antara lain penambangan dan pengambilan karang. Degradasi terumbu karang yang disebabkan alam seperti pemanasan global menyebabkan suhu air laut meningkat secara tidak normal yang menjadi ancaman besar bagi kerusakan ekosistem karang dan mengganggu kemampuan zooxanthellae untuk berfotosintesis. penangkapan ikan dengan menggunakan alat dan metode yang merusak. Pengaruh pemanasan global pada ekosistem terumbu karang . dapat menyuplai oksigen (O2). kegiatan pembangunan di wilayah pesisir. 2004). Faktor yang mengakibatkan adanya pemanasan global disebabkan oleh pemanasan permukaan air laut. banjir dan tsunami serta bencana alam lainnya seperti El-Nino dan La-Nina (Westmacott. dan kegiatan pembangunan di wilayah hulu. degradasi terumbu karang yang disebabkan oleh alam antara lain oleh predator. gempa tektonik. ke atmosfer sekaligus menekan terjadinya global warming (Westmacott et al. 2002). penangkapan yang berlebih. Teleki. Pengaruh pemanasan global terhadap pemutihan karang di dunia belum dirasakan secara signifikan.. sebagai pendaur ulang unsur hara yang paling efektif dan efisien.. COREMAP. Sementara itu. mencairnya es di kutub dan rekayasa lingkungan oleh manusia (Hoegh&Guldberg. pemanasan global. Fenomena yang juga disebut sebagai pergeseran iklim global (global climate change) tersebut diduga merupakan dampak dari efek rumah kaca yang dibawa oleh kelebihan CO2 (karbondioksida) dan gas-gas rumah kaca lainnya di atmosfir. bencana alam seperti angin taufan. peraturan seperti pengembangan teknologi baik transplantasi maupun terumbu karang buatan. 1997). 2002). pencemaran perairan. PERMASALAHAN Pemanasan global (global warming) membawa ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem terumbu karang. 2001. Burke et al. Wells dan West. Terumbu karang yang hidup dan tumbuh dengan baik mempunyai nilai penting diantaranya sebagai gudang keanekaragaman hayati biota-biota laut. Banyak negara mengembangkan teknologi tersebut dan terbukti menguntungkan baik dari segi ekonomi. perlu segera diambil tindakan nyata untuk menjaga kelestarian ekosistem karang melalui upaya rehabilitasi sumber daya karang yang sudah mengalami kerusakan.

2003). 1999). Szmant dan Gasman 1990. baik secara alami maupun karena manusia yang menyebabkan degenerasi atau hilangnya zooxanthellae pewarna dari jaringan karang (Brown. Secara umum penyebab karang mengalami pemutihan. 1997. Pocillopora damicormis. Secara masal pemutihan karang disebabkan oleh perubahan suhu yang melewati batas toleransi karang dan peningkatan intensitas cahaya matahari (Hoegh&Guldberg. Pemutihan karang dapat dipicu dari perubahan salinitas yang drastis dan pencemaran terhadap logam tertentu atau bahan beracun juga dapat menyebabkan pemutihan karang (Hoegh&Guldberg. diantaranya adalah perubahan lingkungan (Hoegh&Guldberg. Penyebab pemutihan karang dapat disebabkan oleh satu faktor ataupun gabungan dari beberapa faktor misalnya kombinasi antara kenaikan suhu dan radiasi sinar matahari. 2003). dan Acropora aspera. 2001 dalam West dan Salm. Perubahan keadaan lingkungan saat ini telah mengakibatkan meningkatnya frekuensi terjadinya pemutihan karang di dunia (Wellington et al. 1999). Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah penelitian mengenai ekosistem terumbu karang dengan segala aspeknya. Kenaikan suhu lebih dari 1 20C di atas suhu air laut normal akan mengakibatkan pemutihan karang (Goreau dan Hayes. mengenai ekosistem terumbu karang maka perlu dilakukan usaha yang serius untuk tetap menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang.diduga telah menyebabkan lebih sering munculnya pemutihan karang (coral bleaching) dalam tiga dekade terakhir (Bachtiar. Pemutihan karang adalah perubahan warna pada jaringan karang dari warna alaminya yang kecoklatcoklatan atau kehijau-hijauan menjadi warna putih pucat yang merupakan karakteristik dari sehatnya binatang karang atau terpisahnya alga yang bersimbiosis (Zooxanthellae) dari induk karang terjadi akibat berbagai macam tekanan. oleh karena itu sulit untuk mengidentifikasi penyebab peristiwa pemutihan di suatu tempat. . Adapun simbiosis tersebut juga sangat peka terhadap perubahan lingkungan dan dampak kegiatan manusia (Veron. Berdasarkan hal tersebut. 2000). 2005). Pemutihan Karang terjadi apabila suhu lingkungan meningkat secara tajam dalam waktu singkat atau peningkatan suhu secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama (Wilkinson. Kelangsungan simbiosis mutualisme antara inang karang dengan zooxanthellae merupakan penentu kelangsungan hidup karang itu sendiri. 1999). 2000). Suharsono 1998). karena tanpa keberadaan zooxanthellae maka karang akan mati. Suhu yang naik dapat menyebabkan karang memutih tergantung dari penyesuaian karang tersebut terhadap rata-rata suhu air laut di sekitar lingkungannya. diantaranya pengaruh kenaikan suhu air laut terhadap zooxanthellae pada karang Porites lobata.

Dr. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Es di Greenland yang telah mencair hampir mencapai 19 juta ton! Dan volume es di Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya! Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. seorang ahli iklim NASA membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan: HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS 2012! . serta model prediksi yang lebih akurat. Para ilmuwan mengakui bahwa ada faktor-faktor kunci yang tidak mereka ikutkan dalam model prediksi yang ada. Zwally. J. H. Dengan menggunakan data es terbaru.Fakta #1: Mencairnya es di kutub utara & selatan Pemanasan Global berdampak langsung pada terus mencairnya es di daerah kutub utara dan kutub selatan. Tetapi data es tahunan yang tercatat hingga tahun 2007 membuat mereka berpikir ulang mengenai model prediksi yang telah dibuat sebelumnya.

³Ini akibat pemanasan global. lempengan es yang disebutWilkins Ice Shelf itu sangat jarang runtuh.5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh.609 kilometer selatan Amerika Selatan.Baru-baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Dan. bahkan ada lapisan yang tidak pernah mencair dalam sejarah. Padahal. sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1.´ ujar ketua peneliti NSIDC Ted Scambos. sehingga lapisan es di sana sangat jarang meleleh. . Tak heran jika fenomena mencairnya es di benua yang mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia itu mendapat perhatian serius peneliti. Menurut peneliti. ³Beberapa kejadian akhir-akhir ini merupakan titik yang memicu dalam perubahan sistem. bongkahan es berbentuk lempengan yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar 1. Menurutnya. barat daya Semenanjung Antartika. peneliti dari Institut Kelautan Wood Hole. separo total area es bakal hilang dalam beberapa tahun mendatang.6 kilometer potongan es yang berdekatan dan menghubungkan dua pulau. ditambah 5. Perubahan di Antartika sangat kompleks dan lebih terisolasi dari seluruh bagian dunia.500 tahun lalu. Antartika di Kutub Selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan.´ ujar Sarah Das. Benua ini jauh lebih dingin daripada Artik.´ ujar Scambos. ³Sedikit lagi.950 kilometer persegi. bongkahan es yang tersisa tinggal 1. Sekarang. diyakini bongkahan es itu berada di sana sejak 1. tapi pernah mencapai hampir minus 90 derajat celsius pada Juli 1983. bongkahan es terakhir ini bisa turut amblas. Pada tanggal 6 Maret 2008. setelah adanya perpecahan itu. Temperatur rata-ratanya minus 49 derajat Celsius.

Gambar besar di sebelah kiri diambil pada tanggal 6 Maret 2008.Urutan gambar satelit proses keruntuhan Wilkins Ice Shelf. Fakta #2: Meningkatnya level permukaan laut. Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut (grafik di samping menunjukkan hasil . NSIDC mengambil gambargambar ini melalui satelit Aqua dan Terra milik NASA.

Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat. . Anda juga dapat mencermati kasus-kasus badai ekstrim yang belum pernah melanda wilayah-wilayah tertentu di Indonesia.pengukuran level permukaan air laut selama beberapa tahun terakhir). Anda juga dapat melihat betapa tidak dapat di prediksinya kedatangan musim hujan ataupun kemarau yang mengakibatkan kerugian bagi petani karena musim tanam yang seharusnya dilakukan pada musim kemarau ternyata malah hujan. Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair. Tahun-tahun belakangan ini kita semakin sering dilanda badai-badai yang mengganggu jalannya pelayaran dan pengangkutan baik via laut maupun udara. Level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter! Cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai. tetapi kekeringan di tempat lain. pelabuhan. dan dataran rendah di seluruh dunia. Anda tentu menyadari betapa panasnya suhu disekitar Anda belakangan ini. Fakta #3: Perubahan Iklim/cuaca yang semakin ekstrim NASA menyatakan bahwa pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Tanpa diperkuat oleh pernyataan NASA di atas-pun Anda sudah dapat melihat efeknya pada lingkungan di sekitar kita. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat.

Badai topan di Jepang dan Amerika Serikat terus memecahkan rekor baru dari tahun ke tahun. Anda juga dapat mencermati berita-berita internasional mengenai bencana alam. George disusul oleh Las Vegas dan Nevada yang mencapai 47° Celcius.Bila fenomena dalam negeri masih belum cukup bagi Anda. serta beberapa kota lain di Amerika Serikat yang rata-rata suhunya di atas 40° Celcius. Daerah Death Valley di California malah sempat mencatat suhu 53° Celcius!. Tahun 2007 adalah tahun pemecahan rekor baru untuk suhu yang dicapai oleh gelombang panas yang biasa melanda Amerika Serikat. Anda dapat membayangkan suhu kota Surabaya yang terkenal panas µhanya¶ berkisar di antara 30°37° Celcius). Utah memegang rekor tertinggi dengan suhu tertinggi mencapai 48° Celcius! (Sebagai perbandingan. Suhu di St. George. Tidak ada satu benua pun di dunia ini yang luput dari perubahan iklim yang ekstrim ini. Daerah St. . Anda dapat mencermati informasi-informasi ini melalui media masa maupun internet. Fakta #4: Gelombang Panas menjadi Semakin Ganas Pemanasan Global mengakibatkan gelombang panas menjadi semakin sering terjadi dan semakin kuat.

daerah Eropa Selatan juga pernah mendapat serangan gelombang panas hebat yang mengakibatkan tidak kurang dari 35. tetapi melalui pengamatan dan dari apa yang Anda rasakan sehari-harinya. Anda dapat juga merasakan betapa panasnya suhu di sekitar Anda. Pada tahun 2003. Korban jiwa lainnya tersebar mulai dari Inggris. Spanyol.802 jiwa). mematikan ratusan ikan air tawar. Cobalah perhatikan . memicu kebakaran hutan yang hebat. Italia.Serangan gelombang panas kali ini bahkan memaksa pemerintah di beberapa negara bagian untuk mendeklarasikan status darurat siaga 1. Portugal.000 orang meninggal dunia dengan korban terbanyak dari Perancis (14. serta membunuh hewan-hewan ternak. Gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan parah dan kegagalan panen merata di daerah Eropa. Mungkin kita tidak mengalami gelombang-gelombang panas maha dahsyat seperti yang dialami oleh Eropa dan Amerika Serikat. dan negara-negara Eropa lainnya. merusak hasil pertanian. Serangan tahun itu memakan beberapa korban meninggal (karena kepanasan). Perancis merupakan negara dengan korban jiwa terbanyak karena tidak siapnya penduduk dan pemerintah setempat atas fenomena gelombang panas sebesar itu.

Orang-orang yang sehari-harinya bekerja dengan menggunakan kendaraan terbuka di siang hari bolong (misalnya sales dengan sepeda motor) mungkin dapat menceritakan dengan lebih jelas beta-pa panasnya sinar matahari yang menyengat punggung mereka. Fakta #5: Habisnya Gletser-Sumber Air Bersih Dunia Mencairnya gletser-gletser dunia mengancam ketersediaan air bersih. dan pada jangka panjang akan turut menyumbang peningkatan level air laut dunia. Anda dapat menanyakannya kepada teman-teman ataupun orang disekitar Anda yang kebetulan bekerja di luar ruang. . Dan sayangnya itulah yang terjadi saat ini.seberapa sering Anda mendengar ataupun mungkin mengucapkan sendiri kata-kata seperti: ³Panas banget ya hari ini!´ Apabila Anda kebetulan bekerja di dalam ruangan ber-AC dari pagi hingga siang hari sehingga Anda tidak sempat merasakan panasnya suhu belakangan ini. Gletser-gletser dunia saat ini mencair hingga titik yang mengkhawatirkan!.

. hingga meningkatnya level air laut merupakan bukti-bukti bahwa planet bumi sedang terus memanas. Dan dipastikan bahwa umat manusialah yang bertanggung jawab untuk hal ini.NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960 hingga 2005 saja. jumlah gletsergletser di berbagai belahan dunia yang hilang tidak kurang dari 8.000 meter kubik! Para ilmuwan NASA kini telah menyadari bahwa cairnya gletser. meningkatnya temperatur bumi secara global. cairnya es di kedua kutub bumi.

Rata-rata pakar diseluruh dunia semakin ramai yang menyampaikan kebimbangan mengenai hal ini dan perkara ini seperti tiada penghujungnya lagi. July 7. "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa.74 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.. Apa Itu Pemanasan Global? Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer. Wednesday. dan daratan Bumi.33 0. Suhu di seluruh dunia semakin meningkat dan ini menyebabkan ais di kutub utara dan selatan semakin lama semakin mencair. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik. Seperti yang kita semua ketahui.18 °C (1. 2010 Labels: Info Khas Share Assalamualaikum. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0. Akan tetapi. laut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan . kesan pemanasan global semakin hari semakin meningkat. termasuk semua akademi sains nasional dari negaranegara G8.Pemanasan Global Semakin Luar Biasa Posted by arieDRifke at 7:00 PM .

Ketika energi ini tiba permukaan Bumi. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian. tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F). semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto. serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Akan tetapi sebaliknya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan. ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. karbon dioksida. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.meningkat 1.1 hingga 6. dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.4 °C (2. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. jika ada. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim. karena tanpanya. Penyebab pemanasan global Efek rumah kaca Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gasgas rumah kaca di masa mendatang. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer. pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Permukaan Bumi. apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer.0 hingga 11. yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. dan punahnya berbagai jenis hewan. akan mengakibatkan pemanasan global. termasuk cahaya tampak. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air. . Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut. planet ini akan menjadi sangat dingin. hilangnya gletser. bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi.

Bila dilihat dari bawah. Ketika temperatur global meningkat. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa.[6] Perbedaan . Variasi Matahari Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari. daratan atau air di bawahnya akan terbuka. awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan. es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif. Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut. hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah. umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. menjadi suatu siklus yang berkelanjutan. Selain itu. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2. pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan. sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim. Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Walaupun demikian. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat. sehingga meningkatkan efek pendinginan. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara.Efek umpan balik Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Sebagai contoh adalah pada penguapan air. pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Sebaliknya bila dilihat dari atas.

sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat. Pada pegunungan di daerah subtropis. gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. pantai. Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0. Kesan pemanasan global Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur. Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. serta efek pendinginan sejak tahun 1950. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000. dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. pola presipitasi.antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Akibatnya. mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950. Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global. mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh. pertanian. . Pada tahun 2006.[ Walaupun demikian. tinggi permukaan air laut.yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis. Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan. dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an. sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca. Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari.07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Berdasarkan model tersebut.

Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air. lapisan permukaan lautan juga akan menghangat. terutama sekitar Greenland. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim. tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub. sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Ketika atmosfer menghangat. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Peningkatan permukaan laut Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades. Suhu global cenderung meningkat Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. yang lebih memperbanyak volume air di laut. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca. Selain itu. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[22]. dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 ± 88 cm (4 . sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. secara rata-rata. dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Erosi dari tebing. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. dan bukit pasir akan meningkat. sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai. mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah . akan menjadi lebih besar. uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak. banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Badai akan menjadi lebih sering. Bagian Selatan Kanada.5 persen daerah Bangladesh.35 inchi) pada abad ke-21. pantai. Akan tetapi. sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi. 17. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat.10 inchi) selama abad ke-20. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 ± 25 cm (4 . sebagai contoh. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan. air akan lebih cepat menguap dari tanah. dan banyak pulau-pulau.

Di lain pihak. yang berfungsi sebagai reservoir alami. Dalam pemanasan global. defisiensi mikronutrien. malnutrisi. dan lain-lain. bakteri. mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty). pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. coccidiodomycosis. DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu) Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. dan lain-lain. . seperti: diare. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakitpenyakit saluran pernafasan seperti asma. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir.hujan dan lebih lamanya masa tanam. Gangguan ekologi Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Akan tetapi. alergi. penyakit jantung dan paru kronis. badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. penyakit kulit. hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Kesan sosial dan politik Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Virus. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). trauma psikologis.

T .Variasi Matahari Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful