You are on page 1of 8

ANALISIS DAN PENGUJIAN POMPA SENTRIFUGAL SEBAGAI STUDI AWAL

PERANCANGAN PUMP STORAGE PLANT


Moh Iryandhasyah Akbar
4314217024

Jurusan Teknik Mesin,Fakultas Teknik,Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia

yandhaakbar@gmail.com/yandha27@live.com

ABSTRAK

Penggunaan pompa air sentifugal yang di alihfungsikan sebagai turbin air merupakan suatu gagasan dalam
mencari energi alternatif yang murah dan mudah dalam perawatan serta perakitan instalasinya. Umumnya
pompa digunakan untuk menghisap air dari tempat yang rendah ke suatu tempat dengan ketinggian tertentu.
Hal ini merupakan studi awal dalam perancangan pump storage plant. Pemompaan air ke penampungan atas
saat beban listrik rendah dapat dikatakan sebagai penampung energi (energy storage) yang tidak terpakai
untuk kemudian digunakan pada saat yang tepat. Pada tugas akhir ini pompa sentrifugal difungsikan sebagai
turbin air jenis impuls dengan cara membalik putarannya, yaitu dengan memasukan air dari saluran keluar
dan mengeluarkan air dari saluran masuk dari sistem pompa tersebut. Besar ketinggian (H),debit (Q), dan
putaran poros (n) dicari untuk mencari jenis alternatif turbin lain. Tekanan yang digunakan sebesar 41368.54
Pa, dengan ketinggian total (Htotal) 80.268 m2/s2,debit (Q) sebesar 1.6 ℓ/s serta putaran pompa (n) 734 rpm.
Menghasilkan efisiensi 32.17 %

Kata kunci : Pump Storage Plant, Ketinggian (H),Debit (Q),dan Putaran poros (n)

ABSTRACT
Centrifugal pump is use as functional shift to be water turbine is an idea to look for in alternative energy that
cheap and easy in maintenance also in installation. In generally, pump is use to suck water from lower place
to higher place. This is the beginning of pump storage plant design. Pumping water into the upper reservoir
when the electrical load. Low can be said as a reservoir of energy (energy storage) is not unused for later use
at the right time. In this final assignment centrifugal pump to be functionalized as water turbine impuls type
by reversing the rotation, by entering the water from outlet and bring out the water from inlet. Value of head
(H), debit (Q), and shaft rotation (n) is looked for to find another type of water turbine. Pressure is 41368.54
Pa, with head total (Htotal) 80.268 m2/s2, debit (Q) 1.6 ℓ/s, pump rotation (n)734 rpm, produced efisiensi 32.17
%

Keynote : Pump Storage Plant, Head (H), Debit (Q), and shaft rotation (n)
A. PENDAHULUAN storage plant terbagi menjadi dua model, yaitu
pompa dan turbin terpisah serta pembalikan
Pada masa modern ini, energi sangat
pompa-turbin. Pump storage dapat membantu
dibutuhkan di hampir seluruh kebutuhan. Energi
memenuhi kebutuhan energi pada saat beban
menjadi salah satu syarat mutlak dalam
puncak. Pemilihan pump storage plant juga
pembangunan suatu negara. Penggunaan energi
mendukung program pemerintah untuk
yang sangat besar pada saat ini menyebabkan
memanfaatkan energi terbarukan yang ramah
kebutuhan akan ketersediaan energi semakin
lingkungan dimana pemerintah terus
meningkat. Dewasa ini cadangan minyak di dunia
mengembangkan pemanfaat energi air dari tahun
mulai menipis, diperlukan suatu energi alternatif
2011 sebesar 12 319 MW sampai tahun 2027 2
untuk menggantikan ketersediaan cadangan
diharapkan dapat bertambah lagi
minyak tersebut. Pemanfaatan energi terbarukan
1.1. PERUMUSAN MASALAH
saat ini sedang gencar dipromosikan dan
Berdasarkan latar belakang yang sudah
diprogramkan oleh pemerintah Indonesia, hal ini
dijelaskan, maka permasalahan yang menjadi
dibuktikan dengan adanya Kebijakan Energi
objek penelitian pada tugas akhir ini adalah :
Nasional dalam Perpres No.5/2006 yang
1. Bagaimana membuat pembangkit
menargetkan 17% peran energi baru terbarukan
listrik mikrohidro dari pompa
dalam energi mix pada tahun 2025 1
sentrifugal yang mudah?
2. Bagaimana daya dan efisiensi yang
didapat dari pompa sentrifugal yang
dialih fungsikan sebagai turbin air?
3. Apakah ada jenis alternatif turbin air
yang dapat menggantikan pompa
tersebut?
1.2. BATASAN MASALAH
Adapun batasan masalah yang dihadapi
penulis dalam menulis tugas akhir ini adalah:
1. Pompa sentrifugal yang digunakan
adalah pompa sentrifugal dengan
impeller tipe open fluid.
2. Menghitung daya poros yang
dihasilkan serta efisiensinya.
3. Mencari head (H), debit (Q), serta
putaran spesifik (ns) untuk mengetahui
jenis alternatif turbin air yang sesuai.
Prinsip dasar kerja pompa merupakan 1.3. TUJUAN
kebalikan dari cara kerja turbin air. Pompa Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah :
sentrifugal difungsikan sebagai turbin air jenis 1. Sebagai studi awal perancangan pump
impuls dengan cara membalik putarannya, yaitu storage plant di Indonesia.
dengan memasukan air dari saluran keluar dan 2. Mencari daya dan efisiesi dari pompa
mengeluarkan air dari saluran masuk dari sistem sentrifugal yang di ahlifungsikan
pompa tersebut. Penggunaan pompa sebagai sebagai turbin air.
turbin lebih praktis, murah, mudah didapatkan 3. Meningkatkan kreatifitas masyarakat
dipasaran dan mudah dalam perawatan. dalam mencari Sumber energi atau
Pemanfaatan pompa sebagai turbin Pembangkit Listrik Alternatif.
sebetulnya sudah ada dengan nama pump storage
plant dimana pada negara maju sudah memakai B. TINJAUAN PUSTAKA
teknologi ini. Pump storage sama dengan
Pembangkit Listrik Tenaga Air pada umumnya, 2.1. PUMPED STORAGE PLANT [1]
hanya saja pada pump storage memanfaatkan
upper reservoir dan lower reservoir. Pump 2
Diskusi Panel Masyarakat Energi Indonesia pada
Tahun 2012 tentang “OPTIMIZATION OF HYDRO
1
OUTLOOK Energi Indonesia 2014 POWER PLANT PROJECTS DEVELOPMENT”
Pump storage adalah pemanfaatan pembangkit listrik agar beban dapat terpenuhi.
penyimpanan air (energy storage). Air dari tempat Sedangkan pada saat beban rendah, maka unit-
penyimpanan bawah di pompa ke tempat unit pembangkit yang ada akan dipadamkan agar
penyimpanan atas untuk selanjutnya digunakan biaya bahan bakar dapat ditekan
menghasilkan listrik pada beban puncak.
Kapasitas penyimpanan biasanya terisi secara
variasi dilihat dari aliran tahun per tahun, banjir,
musim kemarau, irigasi, atau kombinasi dari
ketiganya. Dari kondisi tersebut kadang skema
energi hydro bisa penuh, sedang atau rendah
dalam pengoperasian. Dengan penambahan
pompa, skema tersebut dapat dimodifikasi dengan
dua cara. Yang pertama dapat dilakukan
pemakaian air untuk menghasilkan energi tetapi
mengurangi penyimpanan. Yang kedua hasil
keluaran dipompa kembali ke penyimpanan saat Gambar 2.2 Kurva Karakteristik Beban [6]
beban rendah untuk digunakan kembali pada saat Pump Storage memanfaatkan hal tersebut.
beban puncak. Dalam kata lain pump storage berfungsi untuk
Pemasangan pompa dapat menjaga kapasitas mengoptimumkan pembangkitan dari unit-unit
penyimpanan tetap konstan jikalau adanya pembangkit tersebut untuk disimpan energinya
penambahan kapasitas air. Keuntungan kedua untuk digunakan pada saat yang tepat, yaitu pada
yang didapat dari pump storage penambahan saat beban puncak. Pada saat beban puncak,
kapasitas pada siang hari relative kecil pump storage akan bekerja sebagai pembangkit
dibandingkan penyimpanan secara alamiah, untuk memenuhi permintaan beban yang ada
penambahan tersebut diharapkan dapat menjadi
suatu aspek yang utama. Pada saat beban puncak
pada malam hari fungsi dari pump storage dapat
membantu dalam memenuhi kebutuhan listrik
harian. Dimana pada saat siang hari pompa di
pump storage memompakan air dari tempat
penyimpanan bawah ke tempat penyimpanan atas,
sehingga pada malam hari bisa digunakan untuk
menggerakan turbin air agar bisa menghasilkan
listrik untuk menutupi kebutuhan listrik pada
beban puncak.
Gambar 2.3 Kurva Karakteristik Beban dengan
Pemanfaatan Pump Storage [6]

2.2. POMPA SENTRIFUGAL [4]


2.2.1. Head (H)
1) Head total pompa
Pada penampang gambar diatas, zat cair
mempunyai tekanan statis p (dalam kg/ms2),
kecepatan V (dalam m/s) dan ketinggian z
(dalam m) yang diukur dari bidang referensi.
Maka zat cair tersebut mempunyai head total
H (dalam m2/s2) yang dinyatakan sebagai
Gambar 2.1 skema umum pump storage plant [6] berikut :
H= ……………………….(2.1)
1.1 Karakteristik beban di pump storage plant
Dimana :
Pada saat beban mencapai puncak, g = Percepatan gravitasi (m/s2)
dibutuhkan lebih banyak pembangkitan dari unit
ρ = Massa zat cair per satuan volume Putaran spesifik adalah besaran tak
(kg/m3) berdimensi yang digunakan sebagai acuan
2) Kerugian head dalam jalur pipa untuk menentukan jenis impeller pompa.
Dalam aliran melalui jalur pipa, kerugian
ns = ………………….(2.9)
juga akan terjadi jika ukuran pipa, bentuk
penampang, atau arah aliran berubah. Dimana :
Kerugian yang demikian dapat dinyatakan n = Putaran pompa (rpm)
secara umum dengan rumus: H = Head pompa (m2/s2)
Q = Kapasitas aliran (m3/s)
hf = f ……………………….(2.2)
dimana :
hf = Kerugian head (m2/s2)
f = Koefisien kerugian
v = Kecepatan rata-rata dalam pipa (m/s)
g = Percepatan gravitasi (9.81 m/s2)
3) Sambungan Bersudut (Elbow)
Hambatan yang disebabkan karena
adanya belokan pada pipa biasanya terjadi
pada sudut 45o – 90o. Harga koefisien Gambar 2.4 Putaran Spesifik Impeller (ns) [2]
tergantung pada jenis elbow dan sudut 2.2.5. Bilangan Reynolds
belokan yang terjadi. Nilai kerugian pada Bilangan Reynolds (Re)
elbow dapat dirumuskan : menggambarkan ciri-ciri aliran fluida di
definisikan sebagai berikut
……………………….(2.4)
Re = ………………………..(2.21)
4) Pengecilan penampang pipa secara
Dimana :
Kerugian head untuk pengecilan
ν = Viskositas kinematik (m2/s)
mendadak dinyatakan dengan rumus:
D = Diameter dalam pipa (m)
hf = f ……………………….(2.5) V = Kecepatan rata-rata aliran (m/s2)
2.2.2. Menghitung kinerja pompa Apabila viskositas zat cair yang mengalir
. Daya batang torak pompa (Ps) adalah dinyatakan sebagai viskositas mutlak (μ),
daya Hp yag dikirimkan ke batang torak maka harga viskositas kinematiknya (v) dapat
pompa, dan dapat dihitung sebagai berikut: diperoleh dari hubungan
(Ps) = T x ω………….…(2.6) v=
Daya hirolik adalah daya yang Dimana :
dikeluarkan pompa untuk menggerakan air. μ = Viskositas mutlak zat cair (kg/m.s)
Daya ini dapat dihitung dengan rumus : (1 kg/m.s = 10 poise)
(PH) = QxρxH …………………….(2.7) ρ = Massa jenis zat cair (kg/m3)
Dimana : Hubungan antara bilangan Reynolds
T = Torsi (Nm) dengan aliran fluida adalah sebagai berikut
ω = Kecepatan angular (rad/s) 1) Bila Re < 2000 maka alirannya
Q = Debit aliran (m3/s) laminar.
H = Head pompa (m) 2) Bila 2000 < Re < 4000 maka alirannya
ρ = Massa jenis fluida (kg/m3) transisi.
2.2.3. Efisiensi pompa 3) Bila 4000 < Re maka alirannya
Efisiensi pada dasarnya didefinisikan turbulen.
sebagai perbandingan antara output dan input
atau perbandingan antara daya hidrolik C. METODE PENELITIAN
pompa dengan daya poros pompa.
ɳp = …………..(2.8) 3.1. Bahan dan Peralatan
dimana : Peralatan yang digunakan adalah :
ɳp : Efisiensi pompa a. Pompa/Turbin
2.2.4. Putaran spesifik
Sebuah pompa sentrifugal rumahan Pada pengujian pompa ini penulis akan
yang di alihfungsikan sebagai turbin. menjelaskan cara kerjanya.
Dengan name plate sebagai berikut 1. Air di penampung dihisap naik oleh
Tabel 3.1 Name Plate pompa sentrifugal pompa sirkulasi memalui pipa 1 inch
sepanjang 1 m.
2. Air keluar dari pompa sirkulasi melalui
pipa 1 inch dengan tekanan 6 psi yang
selanjutnya di reducer ke pipa ½ inch.
3. Air mengalir di dalam pipa ½ inch
dengan debit 1,6 ℓ/s menuju pompa
sentrifugal yang berfungsi sebagai turbin
air.
Putaran pada turbin air dicatat setiap 5 menit
selama 1 jam.
Tabel 3.2 Name Plate Pompa Model AUDP-255
Tabel 4.1 pengukuran langsung putaran
mekanik pompa

Alat yang digunakan untuk


mengukur dalam pengambilan data ini
adalah, ultrasonic flow, tachometer,
stopwatch.
3.2. Diagram Flow Chart
Diagram 3.1 Flow Chart Penelitian

Putaran mekanik pompa (rpm) rata-rata


adalah 733.5 ~734.

4.1. Analisis Hasil Pengujian


4.1.1. Menghitung losses pada sistem pemipaan
a) Bagian suction
Pada bagian ini komponen-komponen yang
digunakan adalah:
- Pipa PVC ∅ 1 inch dengan panjang 1 meter.
- Elbow 90o ∅ 1 inch sebanyak 1 buah.

1) Perhitungan Head lossess pada pipa ∅ 1 inch


D1 = pipa PVC 1 inch = 30 mm = 0.03 m
L =1m
Q = 0.0017 m3/s
v = 1.004 10−6 2/
Kecepatan fluida di dalam pipa (V1) dapat
D. ANALISIS DAN PENGUJIAN dicari dengan rumus
V1 = = = = 2.4 m/s
Bilangan Reynolds nya Nilai kekasaran permukaan relatif pipa :
= = 0.00245
Re = = = 71 713 Dari kedua nilai diatas, maka di dapat
koefisien pipa (f2) sebesar 0.027. Sehingga
karena bilangan reynold yang didapat Re > nilai head losses berdasarkan persamaan
4000. Maka dapat dicari koofisien gesek : Darcy-Weisbach adalah :
(untuk pipa
PVC). 2 2
Nilai kekasaran permukaan relatif pipa : Hf2 = = 0.027 = 0.365 m /s
3) Perhitungan head lossess elbow 90 ∅ ½ inch
o

= = 0.0017 Dalam perhitungan elbow 90o digunakan nilai


ekivalen length, dimana untuk standar elbow
Dari kedua nilai diatas, maka di dapat 90o Le/D adalah 30, maka:
koefisien pipa (f1) sebesar 0.022. Sehingga
nilai head losses berdasarkan persamaan Hlm = f = 0.027 x (30) x = 10.9 ~
2 2
Darcy-Weisbach adalah : 11 m /s
2 2 Hlm = 11 m2/s2 x 2 = 22 m2/s2
Hf1 = = 0.022 = 0.063 m /s
2) Perhitungan head lossess elbow 90o ∅ 1 inch Hl total = Hl Suction + Hl Discharge
Dalam perhitungan elbow 90o digunakan nilai = (0.063 + 1.9 + 4.3 + 0.365 + 22) m2/s2
ekivalen length, dimana untuk standar elbow = 28.628 m2/s2
90o Le/D adalah 30, maka : 4.1.2. Menghitung Head (H)
Hlm = f = 0.022 x (30) x = 1.9 a) Head (H) tekanan
2 2
m /s H=
b) Bagian discharge Pin = 6 psi atau setara dengan
Pada bagian ini komponen-komponen yang 41368.54 Pa
digunakan: ρair = 1000 kg/m3
- Reducer dari ∅ 1 inch ke ∅ ½ inch sebanyak
1 buah H=
- Pipa PVC ∅ ½ inch dengan panjang 2 meter.
- Elbow 90o ∅ ½ inch sebanyak 2 buah. H = 41.36 m2/s2 ~ 41 m2/s2
1) Pehitungan reducer dari ∅ 1 inch ke ∅ ½ inch
b) Head (H) Kecepatan
H =
Dari hasil diatas, didapat f = 0.318
=
hf = f = 0.318 x = 4.3 m2/s2
= 10.64 m2/s2
2) Perhitungan head lossess pipa PVC ½ inch
D2 = pipa PVC ½ inch = 20.4 mm = 0.0204
m Jadi Htotal =
L =2m = (41 + 28.628 + 10.64) m2/s2
Q = 0.0017 m3/s = 80.268 m2/s2
v = 1.004 10−6 2/ 4.1.3. Menghitung putaran spesifik (ns)
Kecepatan fluida di dalam pipa (V2) dapat
dicari dengan rumus
ns =
V2 = = = = 5.2 m/s dari data hasil pengujian menggunakan
Bilangan Reynolds nya ultrasonic flow di dapat Q = 1,6 ℓ/min atau
setara dengan 0.0017 m3/s
Re = = = 105 657

karena bilangan reynold yang didapat Re > 4000. ns =


Maka dapat dicari koofisien gesek :
(untuk pipa PVC). ns = 1.13
dengan 2 tingkat
ns = Efisiensi =

ns = 1.89 = 32.17 %
dengan 3 tingkat
ns =
E. Kesimpulan
ns = 3.19 Kesimpulan dari penelitian ini adalah, bahwa
dengan 4 tingkat pompa sentrifugal dapat di gunakan sebagai
ns = alternatif turbin air dengan membalik fungsi dari
pompa tersebut, dengan ketentuan sebagai
ns = 5.37 berikut:
dengan 5 tingkat
ns = Head (H) : 80.268 m2/s2
Debit (Q) : 1.6 ℓ/s
ns = 9.03 Putaran pompa (n) : 734 rpm
dengan 6 tingkat Tekanan (P) : 41368.54 Pa
Putaran Spesifik (Ns) : 15.185 (dengan 6
ns =
tingkat)
ns = 15.185 Daya Hidrolik (PH) : 136.45 W
4.1.4. Menghitung volume penampung air Daya Poros (PS) : 424.1 W
Penampung dalam penelitian ini berbentuk
balok persegi panjang dengan ketentuan 1. Pembuatan pembangkit listrik mikro hidro
sebagai berikut: dengan menggunakan pompa sentrifugal tipe
open fluid yang dijual di pasaran cukup
Panjang = 90 cm = 0.9 m mudah dalam instalasi pemipaan, dimana
Lebar = 50 cm = 0.5 m fungsi dari pompa sentrifugal tersebut
Tinggi = 30 cm = 0.3 m dibalik. Dengan Htotal 80.268 m2/s2 dan aliran
air sebesar 1.6 ℓ/s.
Volume = P x L x T = 0.9 m x 0.5 m x 2. Daya hidrolik sebesar 136.45 W dan daya
0.3 m = 0.135 m3 = 135 ℓ poros sebesar 424.1 W menghasilkan
4.1.5. Mengitung daya keluaran dan efisiensi efisiensi sebesar 32.17 %, dimana hal ini
Untuk menghitung efisiensi yang cukup untuk menggerakan motor sinkron
dihasilkan dari kita perlu mencari daya yang di ahlifungsikan sebagai generator
hidrolik (PH) pada pompa sentrifugal lalu sehingga dapat menghasilkan listrik. dan
dilanjutkan dengan mencari daya poros (P S). motor sinkron dapat dijadikan motor listrik
(PH) = Q x ρ x H kembali sehingga pompa sentrifugal yang di
= 0.0017 m3/s x 1000 kg/m3 x 80.268 ahlifungsikan sebagai turbin dapat menjadi
m2/s2 pompa. Hal ini sesuai dengan pengertian
= 136.45 W pump storage plant dimana pompa
F = gaya sentrifugal (N) = 5 kg x 9.81 m/s2 = sentrifugal dapat digunakan untuk
49.05 N menghasilkan listrik dengan merubah
Dpompa = 225 mm = 0.225 m fungsinya sebagai turbin air pada saat beban
rpompa = 112.5 mm = 0.1125 m puncak dan pada saat beban rendah dapat
Torsi (T) = F x r = 49.05 N x 0.1125 m = dirubah kembali menjadi pompa sebagaimana
fungsinya kembali.
5.52 Nm 3. Dilihat dari Putaran Spesifik diatas, dengan 6
ω = kecepatang sudut angular (rad/s) tingkat maka alternatif jenis impeller turbin
air yang dapat digunakan sesuai data adalah
ω= 76.83 rad/s jenis turbin air dengan impeller radial.
(Ps) = T x ω DAFTAR PUSTAKA
= 5.52 Nm x 76.83 rad/s = 424.1 W 1. Brown, J. Guthrie. 1984, “HYDRO-
ELECTRIC ENGINEERING PRACTICE”,
Volume 2 Mechanical and Electrical
Engineering, First Indian Edition,
2. Prayatmo, W. 2005, “POMPA” , Jakarta:
Fakultas Teknik Universitas Pancasila.
3. Sumanto, 1993 “Motor Listrik Arus Bolak-
Balik Motor Sinkron Motor Induksi”,
Yogyakarta: Andi Offset.
4. Sularso, Tahara, Haruo. 2004, “Pompa dan
Kompressor: Pemilihan, Pemakaian dan
Pemeliharaan edisi 9”. Jakarta : PT. Pradnya
Paramita. ISBN: 979-408-090-X
5. Dietzel, F., “Turbin Pompa dan Kompresor”,
Erlangga, Jakarta, 1980.
6. Afianto, Wirawan A, 2010,” Masalah dan
Solusi Pump Storage”, Universitas Indonesia,
Jakarta
7. Adi Ramadhani dan Muhammad Arief,
“Performasi Pompa Air DAB Type DB-125B
yang Difungsikan Sebagai Turbin”, Manado
8. Gatot Suwoto,“Kaji Eksperimental Kinerja
Turbin Air Hasil Modifikasi Pompa
Sentrifugal untuk Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro”, Semarang, Jawa Tengah:
Politeknik Negeri Semarang: Jurnal
9. Deni Rafli dkk, Maret, 2004 “Simulasi
Numerik Penggunaan Pompa sebagai Turbin
pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro (PLTMH) dengan Head 9.29 m dan
5.18 m Menggunakan Perangkat Lunak CFD
pada Pipa Berdiameter 10.16 cm”,
Univesitas Sumatera Utara: e-jurnal
10. Suarda, Made, April,2009,” Pengujian
Performa Pompa sebagai Turbin
Air”,Jimbaran Bali: Jurnal Teknik Mesin
11. Kementerian Energi Sumber Daya
Mineral,2014, “Outlook Energi 2014”,
Jakarta
12. Allerstorfer,Christian, “Bachelor Thesis:
Centrifugal Pumps, MU Leoben, diakses dari
www.academia.edu pada 19 juli 2016 pada
pukul 22.38
13. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di -
www.energyefficiencyasia.org
©UNEP 2006
14. Rubidiyanto, Nobeli Debi, 2009, “Makalah
Motor Sinkron”, Joint Program BA-Malang
15. Ramos, Helena M, 2014, “Pumped-Storage
Solution towards Energy Efficiency and
Sustainability: Portugal Contribution and
Real Case Studies”, Departmentof Civil
Engineering, Architectureand Georesources,
Instituto Superior Tecnico, Universidade de
Lisboa, Lisboa, Portugal