You are on page 1of 3

1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berjanggut bagi orang muslim adalah perilaku yang mengikuti sunah nabi
Muhammad S.A.W. Pada masa nabi Muhammad S.A.W.berjanggut menjadikan
identitas antara muslim dan non muslim yang sama-sama dari bangsa Arab yang
terlihat kesamaan penampilan dan budayanya. Selain mendapatkan pahala ketika
dikerjakan, ternyata terdapat fakta kesehatan. Oleh karena itu banyak pria yang
memilih memelihara janggut.
Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Dr. Adam Robert seorang ahli
mikrobiologi di London menyatakan bahwa terdapat 100 jenis bakteri yang
ditemukan dalam janggut pria. Jika selama ini mikroba selalu dipandang sebagai
musuh, tetapi pada kenyataannya pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Bahkan pada level mikro bakteri dan fungi menghabiskan waktunya berkompetisi
satu sama lain untuk makan, sumber daya dan ruang. Di dalam janggut pria
ditemukan adanya bakteri yang dapat membunuh bakteri lainnya dan menciptakan
cincin kematian. Bakteri tersebut teridentifikasi sebagai spesies Staphylococcus
yang umumnya ditemukan pada kulit. Maka dapat dikatakan bahwa bakteri
tersebut bisa menjadi antibiotik. Hal tersebut menguntungkan manusia karena bisa
membunuh (mengurangi populasi) jenis patogen, bahkan bisa membuat pria
berjanggut tampak lebih resisten dari bakteri patogen (Roberts, 2016).
Di dalam tubuh terdapat lebih banyak sel prokariotik (bakteri) dari pada
sel manusia. Mikroorganisme normal ini melindungi tubuh dengan cara
berkompetisi dengan patogen pada tempat kolonisasi dan menghasilkan substansi
antibiotik yang akan menekan organisme yang berkompetisi dengannya. Bakteri
anaerob memproduksi produk metabolik toksik dan asam lemak bebas yang dapat
menghambat organisme lain (Irianto, 2006).

Setiap bagian tubuh manusia, dengan kondisi lingkungannya yang khusus,


dihuni berbagai macam mikroorganisme tertentu. Mikroba yang secara alamiah
menghuni tubuh manusia disebut mikrobiota. Walaupun seorang individu
mempunyai mikrobiota yang normal, seringkali terjadi bahwa selama hidupnya
terdapat fluktuasi pada mikrobiota ini disebabkan oleh keadaan kesehatan umum,
nutrisi, kegiatan hormon, usia, dan banyak faktor lain (Pelczar dan Chan, 1988).
Menurut Jatnika (2011), mikrobiota pada tubuh berdasarkan bentuk dan sifat
kehadirannya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu:
1) Mikroorganisme tetap atau normal yaitu mikroorganisme jenis tertentu yang
biasanya ditemukan pada bagian tubuh tertentu dan pada usia tertentu.
2) Mikroorganisme sementara yaitu mikroorganisme non patogen atau
potensial patogen yang berada di kulit dan selaput lendir atau mukosa
selama kurun waktu beberapa jam, hari atau minggu.
Sehubungan dengan banyaknya muslimin pria yang berjanggut perlu
diketahui manfaat dan dampaknya terhadap kesehatan, terutama pada kesehatan
kulit dibagian yang berjanggut. Hasil penelitian terdahulu bahwa pada kulit
janggut pria ditemukan adanya bakteri spesies Staphylococcus yang dapat
membunuh bakteri lainnya dan menghasilkan daya hambat.
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas maka penulis ingin melakukan
penelitian dengan cara mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dalam janggut
pria. Dilakukan isolasi (pemisahan) bakteri agar memudahkan untuk diidentifikasi
sehingga bakteri dalam janggut dapat dikenali.

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah dapat diidentifikasi
sebagai berikut:
1) Apakah semua dagu pria berjanggut mengandung bakteri yang tidak
mengganggu kesehatan?
2) Bagaimanakah ciri-ciri janggut pria yang sehat?
3) Apakah terdapat bakteri Staphylococccus yang
berpotensi sebagai antibiotik dalam kulit janggut pria?
4) Bakteri Staphylococccus apa yang dapat berpotensi sebagai antibiotik?
1.3 Batasan Masalah
Pada penelitian ini masalah yang dikaji dibatasi pada isolasi (pemisahan)
bakteri Staphylococcus yang menghasilkan zat antibiotik kemudian untuk
selanjutnya identifikasi secara kuantitatif.

1.4 Kerangka Pemikiran

2
Pada penelitian ini akan dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri dalam
janggut pria, yang pertama dilakukan adalah pengambilan sampel. Pengambilan
sampel yaitu pada bagian kulit janggut pria. Kulit janggut pria terdapat berbagai
macam bakteri terutama bakteri normal yang dapat menghasilkan zat antibiotik.
Olehkarena itu, dilakukaan isolasi untuk mendapatkan koloni bakteri yang
terpisah dari bakteri campuran. Setelah didapat isolat tunggal atau biakan murni
kemudian diidentifikasi dengan tujuan untuk menentukan nama bakteri dengan
cara diamati dan uji pada media selektif.

1.5 Hipotesis
Terdapat bakteri dalam kulit janggut pria yang dapat diisolasi dan
diidentifikasi.

1.6 Tujuan Penelitian


Penelitian tersebut memiliki tujuan diantaranya yaitu:
1) Mengetahui adanya bakteri Staphylococcus yang dapat berpotensi sebagai
antibiotik dalam kulit janggut pria
2) Mengetahui jenis bakteri Staphylococcus yang dapat berpotensi sebagai
antibiotik.
3) Mengisolasi bakteri dari koloni campuran menjadi koloni tunggal.
4) Mengidentifikasi bakteri yang terdapat dalam kulit janggut pria.

1.7 Manfaat Penelitian


a. Manfaat penelitian secara umum
Memberikan pengetahuan adanya bakteri Staphylococcus dalam kulit dagu
berjanggut.
b. Manfaat penelitian secara khusus
Memberikan pengetahuan bahwa tidak semua bakteri itu berbahaya, namun
terdapat bakteri yang ternyata dapat berkompetisi dengan bakteri patogen dan
menghasilkan substansi antibiotik.