You are on page 1of 6

Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007)  Yogyakarta, 24 November 2007   

 

ISSN : 1978 – 9777 

ANALISIS PENYISIPAN DATA PADA CITRA BITMAP MENGGUNAKAN METODE BIT PLANE COMPLEXCITY SEGMENTATION
1

Angraini1, Ema Utami 2 Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta, email:ni_maifa@yahoo.com 2 Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta, email: emma@nrar.net

ABSTRACT Steganography is a common method used today for security purpose. The method uses image as a container for the information wishing to be kept secret. Theoretically, it inserts secret coded message(s) to the lowest data bit or allocating them into the less-densely frequency. The other method used is to apply sampling error in the image digitalization process. There are weaknesses associated with such method one of which is the limited performance of the method to include not more than 5 – 15 % of the image carrier. Current need of steganography is to adapt the method for watermark than to apply it as a secret communication purpose. Bit concealing is conducted by replacing the bit used in image data with the secret information. The method is by modifying the least and the most significant bit. The study uses the bit plane complexity segmentation method applied to the 24-bit image sample file. The study wishes to exhibit the reader to the insertion of secret data into an image file by applying the bit plane complexity segmentation method. The study shows that the process does not result in changing the characteristics of the image. Keywords : Data insertion, bitmap image, bit plane complexity segmentation

1. PENDAHULUAN Kebutuhan manusia untuk mengirimkan pesan-pesan rahasia sudah berlangsung lama. Teknik menulis pesan rahasia tersebut disebut Steganography. Perkembangan komputer membawa orang ke metode-metode yang lebih rumit dalam menuliskan pesan rahasia. Salah satu metode yang cukup populer adalah dengan menyembunyikan pesan tersebut ke dalam file gambar. Pesan tersebut dapat berupa kalimat ataupun gambar disisipkan ke dalam gambar lain. Pemirsa yang tidak jeli akan melihat bahwa gambar tersebut tampak seperti gambar umumnya, tetapi jika diproses lebih lanjut pesan yang disisipkan akan muncul. Gambar digital semakin umum digunakan dalam komunikasi internet. Hampir semua halaman web sekarang ini penuh dengan warna bergambar. Orang senang melihat informasi penuh warna semacam ini di internet. Maka mengirim dan menerima gambar berwarna lewat internet tidak lagi diperhatikan secara khusus. Sesuai dengan latar belakang masalah yang penulis kemukakan diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan adalah bagaimana cara menyisipkan data pada sebuah citra bitmap 24 bit tanpa harus mengubah karakteristik citra digital yang berfungsi sebagai data – carier ? 2. LANDASAN TEORI 2.1. Steganography Steganography adalah teknik menyembunyikan data rahasia di dalam wadah ( media) citra digital sehingga keberadaan data rahasia tersebut tidak diketahui oleh orang lain. Steganography membutuhkan dua property yaitu: wadah penampung dan data rahasia yang akan disembunyikan. Steganography digital menggunakan media digital sebagai wadah penampung, misalnya citra, suara (audio), teks, dan video. Data rahasia yang disembunyikan juga dapat berupa citra, suara, teks, atau video.

D ‐ 1   

Karena tujuan steganography adalah data hiding.1 type steganography Sumber : Steganographhy and digital watermark Steganography memiliki hubungan yang erat dengan kriptography. Steganography dapat digunakan untuk menyembunyikan suatu pesan untuk diperoleh kembali oleh suatu individu spesifik atau kelompok. Kriptography mengacak pesan sehingga tidak dimengerti. sedangkan steganography menyembunyikan pesan sehhingga tidak terlihat.1. maka data yang disembunyikan seharusnya tidak rusak ( tetap valid jika diekstraksi kembali) 3. fidelity. Steganography dapat dipandang sebagai kelanjutan kriptography. D ‐ 2    . Pengamat tidak mengetahui kalau di dalam citra tersebut terdapat data rahasia. 2. tapi metoda ini sangat berbeda dengan kriptography. maka dengan steganography ciphertext dapat disembunyikan sehingga pihak ketiga tidak mengetahui keberadaannya.1. pemampatan.plane dari gambar berwarna dengan pola binary acak tidak akan tampak oleh mata manusia. Mutu citra penampung tidak jauh berubah. dan sebagainya. Gambar 2.Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007)  Yogyakarta. Gambar berikut menunjukkan bagaimana informasi tersembunyi dapat dipecah ke dalam area berbeda. perbesaran gambar. Kriteria Steganography Penyembunyian data rahasia ke dalam citra digital akan mengubah kualitas citra tersebuut. Data rahasia yang disembunyikan dapat diekstraksi kembali persis sama seperti keadaan aslinya. enkripsi. seperti pengubahan kontras. Kedua teknik ini dapat digabungkan untuk menghasilkan metoda pengiriman pesan rahasia yang sulit dilacak. citra hasil steganography masih terihat baik. 2. Algoritma Bit. Dalam hal ini bertujuan agar mencegah pesan dapat dideteksi oleh pihak lain.1. rotasi. Stelah penambahan data rahasia. Bila pada citra penampung dilakukan operasi – operasi pengolahan citra digital tersebut.2. Data yang disembunyikan harus tahan (robust) terhadap berbagai operasi manipulasi yang dilakukanpada citra penampung. Property ini dapat digunakan sebagai strategi penyembunyian informasi. Pesan dalam cipherteks mungkin akan menimbulkan kecurigaan sedangkan pasan yang dibuat dengan steganography tidak menimbulkan kecurigaan. penajaman. robustness. pemotongan (cropping). Data yang disembunyikan harus dapat diungkapkan kembali (reveal). dan melindungi hak cipta suatu produk. maka sewaktu waktu data rahasia didalam citra penampung harus data diambil kembali untuk digunakan lebih lanjut 2. recovery. Jika pada kriptography. Kriteria yang harus diperhatikan dalam penyembunyian data adalah: 1. 24 November 2007      ISSN : 1978 – 9777  Penggunaan steganography antara lain bertujuan untuk menyamarkan eksistensi (keberadaan) data rahasia sehingga sulit dideteksi. data yang telah disandikan (ciphertext) tetap tersedia.plane Complexity Segmentation Menggantikan daerah kompleks dalam tiap – tiap bit.

Algoritmanya melewati tahap sebagai berikut: a. Pembagian tiap bit-plane dari gambar berwarna ke dalam daerah “ informative” dan “ noise like” b. Apabila blok (S) kompleksitasnya kurang dari ambang batas (α0). Apabila blok tersebut terkonjugasi. e. 3. Pesan sebelum dikirim lewat e-mail di internet. Ubah data gambar dummy dari system PBC menjadi CGC b. disembunyikan terlebih dahulu ke dalam file pembawa (host) yaitu file gambar. Setelah attachment file diterima oleh penerima sehingga pesan rahasia dapat dibaca kembali hanya oleh pengguna yang berhak. gambar adalah gambar dalam format bitmap. kemudian file gambar tersebut dikirim dengan fasilitas attachment menggunakan email ke alamat pengguna. masukkan juga conjugation map. Menggunakan image plane CGC dan bukan image plane PBC Algoritma steganography BPCS memiliki beberapa para meter untuk penerapan program praktis. Bagilah file rahasia ke dalam serangkaian blok rahasia d. METODE PENELITIAN Pengenalan Masalah Ketika suatu perusahaan atau instansi maupun perorangan bermaksud untuk berkomunikasi dengan rekan – rekan bisnisnya atau dengan siapa saja. Nilai umumnya adalah α0 = 0.1. c. Lokasi header dari file rahasia b.Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007)  Yogyakarta. Dalam membaca pesan rahasia. Pengenalan operasi konjugasi untuk mengubah blok rahasia sederhana menjadi blok yang kompleks. maka konjugasilan untuk membuatnya menjadi blok yang lebih kompleks (S*). dan dalam komunikasi tersebut mengandung informasi rahasia sehingga tidak semua orang boleh mengetahuinya. Parameter kompresi dari file rahasia. Setelah blok file masuk. maka catatlah dalam “peta konjugasi”. Mengubah gambar dummy dari CGC ke PBC Algoritma untuk decoding hanyalah prosedur kebalikan dari langkah memasukkan kode. Maka blok itu menjadi lebih kompleks dari pada α0. 24 November 2007      ISSN : 1978 – 9777  Dalam metode ini gambar wadah disebut sebagai gambar “dummy”. Inovasi steganography BPCS adalah sebagai berikut: a. blok ini dinamakan sebagai blok rahasia. Kita membagi tiap file rahasia kedalam serangkaian blok yang masing masing memiliki data 8 byte. Masukkan tiap blok rahasia ke dalam daerah “ noise like” dari bit-plane. Pastilah membutuhkan sebuah sistem yang dapat melindungi kerahasiaan data atau pesan. Parameter enkripsi dari file rahasia c. Dalam penelitian ini ada dua proses yaitu: 1. Pengenalan batas BW ( black – white) berdasarkan pengukuran kompleksitas (α) untuk pembagian daerah. . g. Berapa diantaranya adalah a. proses penyisipan data kedalam citra bitmap yang kemudian menjadi sebuah citra yang disebut citra stega D ‐ 3    3. Bagilah tiap bit-plane dari gambar dummy ke dalam daerah informative dan “ noise like” dengan menggunakan nilai ambang batas (α0). Dengan demikian dibutuhkan sebuah program aplikasi yang mampu menyembunyikan pesan rahasia ke dalam file gambar sebelum pesan dikirim denegan fasilitas attachment melalui internet. Sehingga bisa meminimalisasi kebocoran – kebocoran informasi penting penggunan yang sangat rahasia dan rawan jika sampai diketahui orang lain. dan mampu memisahkan pesan rahasia dari file pembawanya yaitu file gambar. d.3. Blok tersebut dianggap sebagai pola gambar 8 x 8. Dengan demikian sistem dapat melindungi dari pencurian informasi rahasia oleh orang – orang yang tidak berhak. penerima pesan haruslah memisahkan pesan rahasia terlebih dahulu dari file gambar pembawanya sehingga pesan rahsia dapat dibuka kembali. c. f. yang menyembunyikan informasi rahasia ( dalam format file).

 24 November 2007    Citra Bitmap  Data    ISSN : 1978 – 9777  Penyisipan Data Gambar 3.1 perubahan citra ketika teks input berlebihan Nilai threshold yang digunakan dalam program ini berkisar antara 0.Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007)  Yogyakarta.2 s/d 0.5 maka akan muncul message box sebagai berikut: Gambar 4.3. Berikut adalah contoh perubahan yang terjadi pada citra bitmap jika jumlah teks input berlebihan Gambar 4. Jika batas ini dilewati. Thresholding adalah pengelompokan piksel – piksel dalam citra berdasarkan batas nilai intensitas tertentu.2 Message box ketika Threshold melebihi 0. maka akan terjadi perubahan significant pada gambar tersebut. HASIL PENELITIAN Setiap gambar bitmap mempunyai batas – batas tertentu untuk disisipi text.4.2 Proses pengambilan data Data  Citra Stega  4. pada program ini batasan tersebut ditentukan oleh nilai threshold.1 Proses penyisipan data Citra Stega  2.txt  Pengambilan Data  Gambar 3. Jika nilai threshold melebihi 0. Jika nilai threshold tidak diisikan maka akan digunakan nilai threshold default yaitu 0. misalnya nilai thresholdnya terlalu aneh atau jumlah teks input yang dimasukkan berlebihan. proses pengambilan data dari citra stega untuk membuktikan keaslian citra Map.5 D ‐ 4    .

Pada program tidak disertai dengan perhitungan kompleksitas image 4. 3. Adanya perubahan dalam ukuran file sesudah dan sebelum disisipi teks. diantaranya 1. Citra masukan sebagai data carrier hanya citra bitmap 24 bit. diantaranya: 5.5: Kriteria&§_ú0Ä. Berikut ini text yang dihasilkan ketika terjadi kesalahan penggunaan file map pada gambar dengan threshold 0.PIkJßomPÈøU¥ß¯Ñ±à0U¥3ðNÎCÙêÒ<“N‚&?†RÙ™“«‰Í±‹‰½dØ ²á‡ÅÚÉIêAñéŠ]'`EE|w<uå´ª*|R ½ þßÍ™Ó éwæ )ðÖGlªÅMº“awâ+†¼ }l‚b‰«ï»c'‚Ð bÌÔSæÔŸ™2ÌyŸ ÓRßÔ_æÜ™2šyŸ ’B. '§í@p1w9† Í. hal ini dapat menimbulkan kecurigaan dalam pengiriman data. 24 November 2007      ISSN : 1978 – 9777  Dalam proses pengambilan data pada file gambar. Proses encode dapat bisa berjalan walaupun dengan file map yang berbeda. °ÅÍ‘µ-ää}ðáE ì<t¦“ æØb$ìŒÍÅØÃayiþ¼LgêÀšœžÍÇfóRÍ—”¸Ÿ-À!ƒ#ÓM?>üç%˜¾Œ¬U ƒ#Ó -6>Zº§Ç‚GßÑ%¸¾ö¬•om 5 !‘Ò U³ÿy-yøósÝú¬U—©½¯ÚÞÝPZ ÀsJYYáOœ˜-YáMœ½_ó*‚Ü 5. Metode Penyisipan data yang digunakan adalah metode Bit – Plane Complexcity Segmentation. Steganography menngunakan gambar menurut persepsi manusia.ØW-T $¢!¬±_Œ¼Ÿ(åâ«&&²!¬>á}óQƒæ ïAÆ.+ñl•Xœ¿†ÅÕ ¼æpq#õÔðßêððý”»û“&æÏÕ¡àê( <r•loù&(œ›S>cê()ršGYÉ.1. Mata manusia akan sulit membedakan jika sebuah pixels pada sebuah gambar dengan resolusi 24 bit RGB 4. Kelebihan Proses steganography pada citra bitmap 24 bit untuk keamanan data File gambar ketika digunakan sebagai data – carrier untuk keamanan data terdapat beberapa kelebihan. Penyisipan data pada data –carrier tidak merubah karakteristik data – carrier 2. 2. Walaupun hasil encode yang dihasilkan berbeda namun hal ini dapat mengurangi tingkat keamanan data.Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007)  Yogyakarta.Ïd„\Ì<Î0Æ1Ã&Ï8È Äena tujuîrÊ›¦±8Ç ú¿?k9 ªàmíüjªìèÿSMàJ’‚ÑÏ€îuYllÿ/àJ ’g>^kûjFc-øt?ØÎc ðtÔ0¼ . diantaranya: 1. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat ditarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan proses steganography pada citra bitmap 24 bit.2.3 dan file map yang dihasilkan oleh threshold 0. dalam teknik ini menggunakan karakteristik gambar 5. file map yang salah akan menyebabkan hasil teks yang keluar tidak sama dengan teks yang telah disisipi.Ÿ:>8õ@p'7:-Õ@q/ š¿Ö"o߀å©ÏÃÒ cb)Únß÷ž–eªÏ 'ò ¦. D ‐ 5    . Kekurangan proses steganography pada citra bitmap 24 bit untuk keamanan data File gambar ketika digunakan sebagai data – carrier untuk keamanan data terdapat beberapa kekurangan. Kemungkinan data tersadap pada saat pengiriman sangat kecil karena menggunakan media cover 3.

Neil . George Mason University Kawaguchi. Yogyakarta. Patrick . Kyushu Institute of Technology. S. 24 November 2007      ISSN : 1978 – 9777  5. S. 2005 Achmad.overclocker. Tugas Akhir Matakuliah Keamanan Sistem Lanjut. Steganography And Digital Watermarking. and Parlett. Jumlah data yang dapat disisipkan pada citra bitmap 24 bit dengan ukuran 640 x480 pixels maksimum sebesar 85392 bytes DAFTAR PUSTAKA Ahmad.. M. Ir. A Research on Bit-Plane Complexity Segmentation Based Steganography. Principle and applications of BPCS-Steganography. Japan Munir. Cetakan Pertama. Magister Teknik Elektro ITB. 2004 -------. Pengolahan citra digital dengan pendekatan algoritmik. Darmawan.E. Sebuah Pendekatan Baru dalam Pengamanan Data. The University of Birmingham . Jonathan. Robert. Richard.www. 2004 Johnson. Pengolahan Citra Digital.T.. Rinaldi. Sc.. Cetakan pertama. O. School of Computer Science.. Samuel. M. Yogyakarta.. Bandung. Embedding Pesan Rahasia Dalam Gambar. Cetakan pertama.. Penyerangan Pada Sistem SteganografiDengan Menggunakan Metode Visual Attacks dan Statistical Attacks. F .. Teknik Pengolahan Citra Digital Menggunakan Delphi.com Suyono. and Eason. Informatika Bandung. Ardi Publishing. 2004 Pizakko. Magister Teknik Elektro ITB. 2004 Irianto.Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007)  Yogyakarta. Usman. Balza. 2005 Cummins. Graha Ilmu. Tugas Akhir Matakuliah Keamanan Sistem Lanjut... dan Kartika Firdausy. Diskin . Steganography. D ‐ 6    . Exploring Steganography: Seeing the Unseen . E.T. Kitakyushu.. Lau.