You are on page 1of 9

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGHITUNGAN DOSIS OBAT PADA ANAK
FARMASI
BLOK GENITOURINARY AND PERINATOLOGY

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK PRAKTIKUM 15
Januar Ishak Hutasoit - 1618011181
Neema Putri Prameswari - 1618011163
Arsyka Hunjri Ar-Rahmah - 1618011010
Yustisya Khoirunnisa -1618011117
Olivia Putri Chairunnisa – 1658011001
Ratu Nirmala Wahyunindita – 1618011136
Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta – 1658011035
M. Hadriyan Akbar A. – 1658011034
Ananda Christie Angelin - 1618011120
Jihan Audini Karim - 1618011078

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018

Tujuan praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini adalah : 1.1. dosis yang harus dikonsumsi. Untuk jalur-jalur pilihannya telah diformulasikan dan disiapkan bentuk sediaan yang sesuai seperti tablet. Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam FI untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. berat dan status penyakitnya. Sebagian besar intervensi medik menggunakan obat. injeksi supositoria. Memberikan bentuk sediaan obat yang sesuai untuk anak .1 Jalur pemakaian obat yang paling efektif (secara oral. aerosol dan lain-lain. 2012). Obat.2. kapsul.1 Kita harus selalu memperhatikan bagaimana obat itu bekerja.Latar Belakang Obat merupakan unsur yang sangat penting dalam upaya penyelenggaraan kesehatan. oleh karena itu diperlukan obat tersedia pada saat diperlukan dalam jenis dan jumlah yang cukup. BAB I PENDAHULUAN 1. Obat paten adalah obat jadi dengan nama dagang yang sudah terdaftar dan hanya diproduksi oleh industri yang memiliki hak paten. efek dari pemakaian obat tersebut dan keadaan dari obat itu sendiri apakah masih dalam keadaan baik atau sudah tidak layak untuk digunakan sehingga kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti misalnya over dosis atau malah menimbulkan kekebalan bagi penyakit yang diderita atau bahkan dapat menimbulkan kematian jika salah dalam mengkonsumsi obat. Masing-masing dari unit-unit sediaan dirancang agar dapat memuat sejumlah bahan obat tertentu supaya pemakaian sediaannya tepat dan menyenangkan. 2007). obat terbagi menjadi dua yaitu obat paten dan obat generik (Putra. merupakan zat atau bahan yang digunakan untuk permasalahan kesehatan masyarakat antara lain digunakan untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah komplikasi atau kecacatan akibat suatu penyakit. Menentukan rumus dalam menghitung dosis pemberian obat pada anak 2. parenteral) harus ditentukan dan ditetapkan petunjuk tentang dosis-dosis yang dianjurkan bagi pasien dalam berbagai umur. ointment. berkhasiat nyata dan berkualitas baik (Sambara. Obat juga merupakan zat atau bahan yang dapat menyebabkan kerugian pada orang yang menggunakan secara tidak bijak. Secara umum. rektal.1 1.

1995) a. Loading Dose adalah dosis obat untuk memulai terapi. Penghitungan dosis pemeliharaan yang tepat dapat mempertahankan suatu keadaan stabil konsentrasi obat di dalam tubuh. sehingga dapat menyebabkan terjadinya keracunan obat. Untuk dapat menetapkan dosis obat yang tepat. Bila mencapai dosis ini orang yang mengkonsumsi akan mengalami kelebihan dosis (Over dose). Dosis Maksimum merupakan batas dosis yang relatif masih aman yang diberikan kepada penderita. Dosis Terapi adalah dosis yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan orang sakit. d. b. lansia. kondisi penderita (anak. Dosis terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian sekali dan sehari. a. parenteral dan rectal).2 Macam – macam Dosis Obat (Farmakope. g. Dosis yang tertulis dalam resep merupakan jumlah obat yang diperlukan penderita secara individual agar obat memberikan efek yang diharapkan (dosis terapi). Diberikan dalam tiap obat untuk menggantikan jumlah obat yang dieliminasi dari dosis sebelumnya. Perhitungan dengan ukuran Berat Badan anak. 2006) 1. kimia dan toksisitas) obat. 2001) 2. Besarnya dosis setiap obat yang tercantum dalam pustaka merupakan dosis lazim obat untuk memberikan efek terapi pada individu.1 Dosis Obat Dosis obat adalah sejumlah obat (satuan berat. Dosis Letal (Lethal dose)yaitu dosis atau jumlah obat yang dapat mematikan bila dikonsumsi. sehingga dosisnya harus disesuaikan. dosis pemeliharaan dan dosis maksimal). (Joenoes. sehingga dapat mencapai konsentrasi terapeutik dalam cairan tubuh yang menghasilkan efek klinis. bioavailabilitas obat dalam sediaan . . kondisi penyakit (kronis dan akut). isi atau unit international) yang memberikan efek terapi pada penderita dewasa.3 Cara – cara Perhitungan Dosis Obat (Ansel & Prince. Maintenance Dose adalah dosis obat yang diperlukan untuk memelihara dan mempertahankan efek klinik atau konsentrasi terapeutik obat yang sesuai dengan regimen dosis. Dosis Toksik adalah dosis yang diberikan melebihi dosis terapeutik. f. Dihitung berdasarkan atas ukuran fisik anak secara individual. Faktor yang sering dipertimbangkan untuk penentuan individual dosis terutama sifat (fisika. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2. e. c. obesitas dll) serta cara pemberian (oral. Initial Dose merupakan dosis permulaan yang diberikan pada penderita dengan konsentrasi/kadar obat dalam darah dapat dicapai lebih awal. cara penetapan dosis dan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan dosis obat bagi penderita. maka diperlukan pemahaman tentang macam-macam dosis (dosis awal.

a. Parenteral: subkutan. pKa c. Rectal. tidak cocok untuk diatas 12 tahun  DILLING = n / 20 x dosis dewasa (n = umur tahun) berlaku untuk anak = 8 – 20 tahun  Fried = m / 150 x dosis dewasa (m = umur bulan) Rumus ini dipakai untuk bayi 1 tahun kebawah. uretral . basa.1.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi dosis obat Dosis obat yang diberikan kepada penderita dipengaruhi oleh beberapa faktor: factor obat. intramuskular. Oral: dimakan atau diminum b. tetapi kurang praktis. b. Perhitungan atas dasar perbandingan umur  YOUNG = n / [n + 12] x dosis dewasa (n = umur tahun) berlaku untuk anak: 1 – 8 tahun. 2. Dihitung berdasarkan atas perbandingan dengan dosis obat untuk orang dewasa. Contoh : Diketahui dosis pemeliharaan metotreksat untuk penderita leukemia 15 mg/m2LPT/minggu. maka untuk anak umur 2 tahun dengan berat badan 10 kg.4. ester.20/1. Perhitungan dengan ukuran LPT anak.4 mg. karena perbedaan individual terhadap respons obat tidak selalu dapat diperkirakan.73 x15 mg = 10. pH. Contoh : Diketahui dosis terapi parasetamol 10mg/kgBB/kali. Terutama faktor-faktor penderita seringkali kompleks sekali. dan sebagainya b. 2. Sifat fisika: daya larut obat dalam air/lemak. maka untuk anak umur 12 tahun dengan LPT 1. Cara pemberian obat kepada penderita a. 2. garam. Sifat kimiawi: asam. intravena. vaginal. Faktor obat a. Kristal/amorf. Perhitungan atas dasar perbandingan berat badan  CLARK = weight (kg) x dosis dewasa 70  CLARK = weight (pon) x dosis dewasa 150 c. Ada kemungkinan ketiga faktor tersebut di bawah ini didapat sekaligus. dapat diberikan dosis per kali sebesar: 10 x 10 mg = 100 mg. Perhitungan atas dasar perbandingan luas permukaan tubuh  Crawford-Terry-Rourke = LPT x dosis dewasa 70 LPT = Luas Permukaan Tubuh Cara ini paling tepat. cara pemberian obat tersebut dan penderita.2. b. Toksisitas: dosis obat berbanding terbalik dengan toksisitasnya 2. dan sebagainya c.4.20 m2 dapat diberikan dosis sebesar: 1. garam kompleks.

atau sebagai suspensi dan relatif diberikan dalam volume yang kecil yaitu 2 ml atau kurang. Umur: neonatus. . Injeksi sub kutan. Biasanya injeksi sub kutan dibuat dalam bentuk larutan dalam air. dewasa. Lain-lain: implantasi.3. i. Tiga cara utama dari pemberian parenteral adalah sub kutan. Laktasi k.3. 2. Obat yang diberikan dengan cara parenteral adalah suatu yang disuntikkan melalui lubang jarum yang runcing ke dalam tubuh pada berbagai tempat dan dengan bermacammacam kedalaman. intrabukal. Pemberian subkutan (hipodermik) dari obat-obat meliputi injeksi lapisan kulit ke dalam jaringan longgar di bawah kulit.5. Injeksi intra muskular. 2. Ras: “slow & fast acetylators” e. Bentuk oral ini adalah bentuk tablet. Sesudah penyuntikkan obat masuk ke tempat yang terdekat sekitar pembuluh darah dan memasukinya dengan cara difusi atau filtrasi. Lingkungan 2. (SC). bayi. Tolerance f. sublingual. anak. sebaiknya tempat penyuntikkan berganti-ganti untuk mengurangi perangsangan pada jaringan. Bentuk Oral Bentuk oral adalah obat yang masuk melalui mulut. kaplet dan lozenges. geriatric b. Jika pasien akan menerbima suntikan yang berulangulang.5.5. “Circadian rhyhm” l.1. 2. Kehamilan j. Sensitivitas individual h. dimana keduanya menunjukkan sesuatu yang diberikan di luar dari usus dan tidak melelui sistem saluran pencernaan.5. dengan masuknya zat-zat yang dapat larut dalam lipid melalui membran dengan kecepatan yang bermacam-macam sesuai dengan koefsien partisi minyak/airnya. intra muskular (IM) dan intra vena (IV). Berat badan: biarpun sama-sama dewasa berat badan dapat berbeda besar c. Pada umumnya cara ini lebih disukai oleh karena paling murah dan paling nyaman untuk diberikan. penyakit hati mempengaruhi metabolism obat. pil. Local. Obesitas: untuk obat-obat tertentu faktor ini harus dierhitungkan g. transdermal e. Dinding kapiler merupakan contoh dari suatu membran yang berfungsi sebagai suatu rintangan berpori lipid. Insulin merupakan suatu contoh obat suntik yang diberikan secara subkutan.4. walaupun ada yang lain seperti intrakardial dan intra spinal relatif jarang dilakukan. topikal. Cara Pemberian Obat 2.2. kelainan pada ginjal mempengaruhi eksreksi obat.5. kapsul. Keadaan pato-fisiologi: kelainan pada saluran cerna mempengaruhi absorpsi obat.4. dan sebagainya 2. Jenis kelamin: terutama untuk obat golongan hormone d. faktor penderita/karakteristik penderita a. Cara Parenteral Istilah parenteral berasal dari bahasa Greek yaitu para yang bermakna di samping dan enteron yang berarti usus.d.

injeksi intra muskular dari suspensi benzatin penisillin G menghasilkan kadar obat dalam darah yang dapat ditemukan selama tuhuj sampai sepuluh hari.5. suatu keadaan yang dapat menimbulkan emboli. pada umumnya pada otot paha dan otot leher atau dada pada ternak ayam. .Injeksi intra muskular diberikan jauh lebih ke dalam otot rangka. 2. 2. keselamatan. Misalnya. menyenangkan bagi pasien dan lamanya reaksi obat yang diinginkan. karena sifat daya larutnya yang rendah.5. 2. memberikan kerja obat yang diteruskan sesudah suatu penyuntikkan suspensi dari obat secara intra nuskular. Krim umumnya dipakai untuk lesi basah.6.5. Hai terakhir dimaksudkan terutama pada obat yang diberikan sebagai tetesan perlahan-lahan selama pemberian zat-zat makanan dan obat secara intra vena kepada pasien setelah operasi. dan berfungsi melindungi atau sebagai vehikel untuk menyampaikan obat. Salep dipakai untuk lesi kering dan bertahan dikulit lebih lama. larutan air disuntikkan ke dalam vena dengan kecepatan yang sepada dengan efisiensi. Injeksi intra vena Dalam pemberian obat secara intra vena.5. Suppositoria adalah cara memberi obat melalui rektum untuk lesi setempat atau agar diserap sistemik. Injeksi intra vena biasanya diberikan ke dalam vena pada tangan depan dan merupakan penggunaan yang khusus pada keadaan darurat dimana diinginkan kerja obat yang segera. minyak atau suspensi dapat digunakan secara intra muskular dengan efek yang cepat atau sebagai depot yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan pasien. Tempat penyuntikkan dipilih yang bahaya pengrusakannya terhadap saraf atau pembuluh darahnya kecil. Bentuk yang paling penting adalah salep dan krim. Larutan air.7. Bentuk Suppositoria Suppositoria adalah obat dalam bentuk mirip peluru dan akan mencair pada suhu badan. Obat-obat yang menimbulkan rasa sakit pada jaringan di bawah kulit sering kali diberikan secara intra muskular. Yang perlu adalah bahwa obat terlarut dalam larutan setelah penyuntikkan dan tidak mengendap dalam sistem sirkulasi. Bentuk Topikal Bentuk sediaan obat ini dipakai untuk permukaan luar badan. Obat-obat tertentu.

725mg b. dosis minum sekali pada anak adalah 225mg dengan dosis maksimum sehari 3 x 225 = 675mg Jika Amoxicilin diberikan 3x sehari selama 7 hari. Hitunglah dosis obat anak tersebut dengan menggunakan rumus perhitungan dosis anak? Pembahasan: Diketahui umur An. dengan menjelaskan keluhan anaknya 5 hari ini. maka 3 x 7 x 225 mg = 4. maka 3 x 5 x 225 mg = 3. digunakan rumus Dilling a. nyeri saat berkemih. Dari hasil pemeriksaan fisik dan penunjang.375 mg . Dosis dewasa Amoxicilin = 500mg Rumus Dilling: 𝑛(𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛) 𝑥 𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑑𝑒𝑤𝑎𝑠𝑎 20 9 𝑥 500𝑚𝑔 = 225𝑚𝑔 20 Maka. Dosis dewasa Paracetamol = 500mg Rumus Dilling: 𝑛(𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛) 𝑥 𝑑𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑑𝑒𝑤𝑎𝑠𝑎 20 9 𝑥 500𝑚𝑔 = 225𝑚𝑔 20 Maka. yaitu kencing sedikit-sedikit dan sering. A menderita ISK. BAB III KASUS An. mengompol. dokter mendiagnosis bahwa An. A: 9 tahun. keluhan sakit perut dan sakit pinggang disertai demam. Lalu. A berusia 9 tahun datang bersama orangtuanya ke dokter. dosis minum sekali pada anak adalah 225mg dengan dosis maksimum sehari 3 x 225 = 675mg Jika Paracetamol diberikan 3x sehari selama 5 hari. dokter memberikan antibiotic Amoxicilin dan Paracetamol.

I S 3 dd cth II p.38 𝑚𝑙 = cth atau 2 cth 120 5 paracetamol diminum 3 kali sehari selama 5 hari dr.19.c R/ Paracetamol 60 ml syr fls No. 24 Mei 2018 R/ Amoxicilin 60 ml syr fls No. Kelompok 15 Praktek Umum SIP : No.01 tahun 2010 Alamat : Jln Brojonegoro Lampung.A : 9 tahun  Dosis dewasa paracetamol : 500 mg  Sediaan: 120 mg/ 5 ml Menggunakan rumus dilling: 9 untuk umur 9 thn : 20 × 500 = 225 𝑚𝑔 225 9 per kali minum : × 5 = 9. I S 3 dd cth II p.00 .A : 9 tahun  Dosis dewasa Amoxicillin : 500 mg  Sediaan: 125 mg/ 5 ml Menggunakan rumus dilling: 9 untuk umur 9 thn : 20 × 500 = 225 𝑚𝑔 225 9 per kali minum : 125 × 5 = 9 𝑚𝑙 = 5 cth atau 2 cth amoxicillin diminum 3 kali sehari selama 7 hari  Umur An. telp : 0721154 Praktek Senin – Jumat Pukul 17.c Pro :A Umur : 9 th Alamat : Jln Proklamasi No 17 Padang Berat Badan : 29 kg . BAB IV PEMBAHASAN PEMBAHASAN: Diketahui:  Umur An.00 Lampung.

2012. Evaria. Bguana Ilmu Popular : Jakarta IDAI. Rini. Kajian Peraturan Perundang-undangan Tentang Pemberian Informasi Obat dan Obat Tradisional di Indonesia. . 2006. S. Pedoman WHO tentang Penulisan Resep yang Baik sebagai Pengguna Obat yang Rasional. Jakarta. S. EGC. Grafika Wanpi Kalimantan :Kalimantan selatan. 2001. S. 2012. 2011. B. Bagian Farmakologi FK UKI Ansel. Arlina. Z. . Kalkulasi Farmaseuti. Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus dengan Krisis Hipertensi pada Anak. Sudibyo. Joenoes. PT. N. P. Prince. Airlangga University Press. Universitas Udayana PERMENKES NOMER 35 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN FARMASI DI APOTIK Rohmantuah. H. T..Edisi 2. Ketut.. 2017. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 2014. 2017. Formularium Spesialistik Ilmu Kesehatan Anak Indriasari N. MIMS Edisi Bahasa Indonesia. 2016. ARS PRESCRIBENDI Resep yang rasional.. DAFTAR PUSTAKA Abraham. S.J. Menentukan Dosis Obat dan Cara Pemberiaanya. Juke Medula Unila. Pocket Synopsis : Obat Di Indonesia.