You are on page 1of 25

MEMBANGUN KEPERCAYAAN DENGAN IMPLIKASI PRATIK

KETERAMPILAN INTERPERSONAL

Manajemen pendidikan

Oleh Komang Widyarthini(1,a)
NIM 1713011021
1
Prodi S1 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha
a)
komangwidyarthini01@undiksha.ac.id

Kepercayaan merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin
dalam memanajemen suatu organisasinya. Banyak ahli yang mengakui bahwa
kepercayaan merupakan faktor penting dalam penentu kesuksesaan terhadap apa
yang dilakukan. (Robbins, 2006a) menyatakan “The essence of leardership is
trust” (esensi kepemimpinan adalah kepercayaan). Kepercayaan (Andreson, 1990)
merupakan masalah penting dalam menjalin hubungan kerja sama dan menjadi
dasar bagi kelanjutan sebuah hubungan. Adapun cara dalam membangun
kepercayaan yaitu (1) Integritas (integrity), (2) Kompetensi (competence), (3)
Konsistensi (concistency), (4) kesetiaan (loyalty), dan keterbukaan (openness)
atau transparansi (Robbins, 2006a). Pemimpin yang mampu menyesuaikan diri
adalah pemimpin yang mudah beradaptasi dengan lingkungan yang selalu
berubah-ubah dengan cepatnya. Ia harus fleksibel. Fleksibel ialah bersifat luwes
kepada siapa saja dalam pergaulan. Dalam praktik keterampilan interpersonal
Keadaan lingkungan, dalam (Usman, 2009) sosial, ekonomi hingga politik sering
menghalangi menjadi orang baik. Orang baik biasanya suka merendah. Salah satu
yang sering menjadi penghambat dalam membangun hubungan adalah kesulitan
mengkomunikasikan perasaan.

Kata Kunci : Kepercayaan, keterampilan Interpersonal, Praktik

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kepercayaan merupakan salah satu unsur kepribadian yang memegang
peranan penting. Banyak ahli yang mengakui bahwa kepercayaan merupakan
faktor penting dalam penentu kesuksesaan terhadap apa yang dilakukan. (Robbins,
2006a) menyatakan “The essence of leardership is trust” (esensi kepemimpinan
adalah kepercayaan) . Keyakinan atau kepercayaan (Karsono, 2006) adalah suatu
faktor penting yang dapat mengatasi krisis dan kesulitan antara rekan bisnis selain
itu juga merupakan aset penting dalam mengembangkan hubungan jangka panjang
antar organisasi. Kepercayaan menentukan efektifitas komunikasi, secara ilmiah
“percaya” didefinisikan sebagai mengandalkan perilaku orang untuk mencapai
tujuan yang dihendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi yang
penuh resiko”(Rakhmat, Jalalluddin, 2007).

Kepercayaan (Andreson, 1990) merupakan masalah penting dalam menjalin
hubungan kerja sama dan menjadi dasar bagi kelanjutan sebuah hubungan.
Kepercayaan menuntut adanya kemauan para pedagang perantara untuk
mengandalkan perusahaan yang menjadi mitranya. Saat ini, menurut Ratnasingam
and Phan (2003) kepercayaan dianggap sebagai batu kunci dari kemitraan
strategis, dan tampaknya menjadi elemen mediasi atau perantara dalam hubungan
penjual pembeli menemukan kepercayaan menjadi inti dari pendekatan relasional
dan menganggapnya kunci untuk pengembangan pengertian komitmen dalam
hubungan penjual pembeli. Kepercayaan juga dipandang sebagai elemen kunci
dalam membangun hubungan yang langgeng dengan pelanggan dan dalam
mempertahankan pangsa pasar perusahaan. Kepercayaan memiliki peran yang
penting dalam pemasaran industri. Dinamika lingkungan bisnis yang cepat
memaksa pemasaran perusahaan untuk mencari cara yang lebih kreatif dan
fleksibel untuk beradaptasi. Untuk tetap bertahan dalam situasi tersebut,
perusahaan akan mencari cara yang kreatif melalui pembentukan hubungan yang

(3) Konsistensi (concistency). dan keterbukaan (openness) atau transparansi (Robbins. dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1.1 Apa yang dimaksud dengan Kepercayaan ? 1. perusahaan akan mencari cara yang kreatif melalui pembentukan hubungan yang kolaboratif dengan pelanggan (Lau. Kepercayaan dianggap sebagai cara yang paling penting dalam membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjang.2. (2) Kompetensi (competence).2 Bagaimana unsur-unsur Kepercayaan ? 1.4 Bagaimana dalam membangun kepercayaan dan Praktik keterampilan Interpersonal ? BAB II .2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas. Keterbukaan adalah salah satu praktik keterampilan interpersonal dengan kaitannya dalam membangun kepercayaan. Tingkat dalam membangun kepercayaan dalam suatu relasi akan berubah-ubah dan berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kerelaan masing-masing individu untuk mempercayai dan dipercayai. 2006a). tanpa ada kebohongan. Keterbukaan adalah keterampilan menyampaikan pesan secara jujur atau yang lebih sering dikatakan kejujuran merupakan faktor yang penting dalam menumbuhkan atau membangun kepercayaan. 1.2. Kepercayaan dianggap sebagai cara yang paling penting dalam membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjang tersebut. Adapun cara dalam membangun kepercayaan yaitu (1) Integritas (integrity). Permasalahannya adalah bagaimana seseorang dapat membangun kepercayaan.2.2. 2009). 2009).kolaboratif dengan pelanggan (Lau. Membangun kepercayaan memang tidak mudah karena jika sudah mendapat suatu kepercayaan dan dikecewakan akan menimbulkan ketidakpercayaan atau kedustaan. (4) kesetiaan (loyalty).3 Bagaimana prinsip-prinsip Kepercayaan ? 1. rasa tidak saling curiga. Dalam membangun kepercayaan harus terlibat antara yang mempercayai dan dipercayai perlu adanya rasa terbuka.

2007). kemampuan. Hal ini disebabkan penggunaan makna kepercayaan akan berbeda disetiap bahasa dan konteksnya (Hardin. Beberapa pengertian tetang kepercayaan adalah American Heritage Dictionary (dalam Geller. mengatur. dan komitmen hanya dapat direalisasikan jika suatu saat berarti. Pengertian kepercayaan sampai saat ini masih banyak yang berbeda-beda. and truth of a person or a thing”. 2008). Kepercayaan mencakup keterbukaan (openess). Terjemahan bebas: kepercayaan merupakan keyakinan akan integritas. dan kebenaran dari seseorang atau sesuatu.1 Pengertian Kepercayaan Kepercayaan merupakan suatu hal yang penting bagi sebuah komitmen atau perjanjian. Kepercayaan ada jika seseorang percaya bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan juga mempunyai derajat integritas yang tinggi. Keyakinan atau kepercayaan (Karsono. character.. . karakter. KAJIAN PUSTAKA 2. ability. 1994) menyatakan bahwa kepercayaan tanpa adanya kemauan untuk mengandalkan pihak yang dipercaya menunjukkan bahwa kepercayaan tersebut masih bersifat terbatas. Suatu organisasi harus mampu mengenali faktor-faktor yang dapat membentuk kepercayaan tersebut agar dapat menciptakan. menyokong dan mempertinggi tingkat hubungan dengan seseorang atau orang lain (Karsono. Kepercayaan menuntut adanya kemauan para pedagang perantara untuk mengandalkan perusahaan yang menjadi mitranya. ukungan (support) serta niat untuk bekerja sama (cooperative intentions). (Morgan. Ishii. memelihara. Dapat dipercaya mencakup penerimaan (acceptance). Kepercayaan (Andreson. 2002. 1981) meliputi untuk dapat percaya (trusting) dan dapat dipercaya (trustworthy). Komponen kepercayaan (Johnson. dan saling berbagi (sharing). 2006) adalah suatu faktor penting yang dapat mengatasi krisis dan kesulitan antara rekan bisnis selain itu juga merupakan aset penting dalam mengembangkan hubungan jangka panjang antar organisasi. 2001) menyebutkan bahwa trust is “confidencein the integrity. 1990) merupakan masalah penting dalam menjalin hubungan kerja sama dan menjadi dasar bagi kelanjutan sebuah hubungan.

Akibat-akibat yang menguntungkan atau yang merugikan tersebut tergantung pada perilaku orang. 28) menjelaskan beberapa manfaat dari adanya kepercayaan : 1. 2. Kepercayaan dapat mendorong pemasar untuk berusaha menjaga hubungan yang terjalin dengan bekerjasama dengan rekan perdagangan. Penderitaan karena akibat yang merugikan akan lebih besar dibandingkan manfaat karena akibat yang menguntungkan. 2) Kepercayaan mewariskan kepercayaan 3) Kepercayaan meningkatkan kekompakan 4) Kelompok yang tidak memiliki rasa percaya merusak dirinya sendiri 5) Ketidakpercayaan umunya menurunkan produktifitas. Beberapa prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Ketidakpercayaan mengalahkan kepercayaan. hlm.2. Kita berada dalam suatu situasi dimana pilihan untuk mempercayai orang lain dapat menimbulkan akibat-akibat yang menguntungkan maupun merugikan bagi aneka kebutuhan dan tujuan atau kepentingan kita.2 Unsur-Unsur Kepercayaan Kepercayaan mutlak diperlukan agar suatu relasi tumbuh dan berkembang. 3. 1994. 1995: 26) : 1. Kepercayaan meliputi unsur-unsur sebagai (Johnson. Kita punya cukup keyakinan kepada orang lain akan bertingkah laku sedemikian rupa sehingga yang timbul adalah akibat-akibat yang menguntungkan 2.3 Prinsip-prinsip Dasar Kepercayaan Menurut Stephen & Timothy dalam (Stephen. . 2003) ada beberapa prinsip untuk memahami terbangunnya kepercayaan dan ketidakpercayaan secara lebih baik. Jadi kepercayaan mengandung resiko. 1981) dalam (Supratiknya. Dalam (Morgan.

3. b) Benevolence: didasarkan pada besarnya kepercayaan kemitraan yang memiliki tujuan dan motivasi yang menjadi kelebihan untuk organisasi lain pada saat kondisi yang baru muncul. yaitu kondisi di mana komitmen tidak terbentuk. 2. 1996) menyakatakan bahwa kepercayaan merupakan refleksi dari 2 komponen yaitu : a) Credibility: didasarkan kepada besarnya kepercayaan kemitraan dengan organisasi lain dan membutuhkan keahlian untuk menghasilkan efektivitas dan kehandalan pekerjaan.1 Kepercayaan . Kepercayaan dapat mendorong pemasar untuk mendatangkan risiko besar dengan bijaksana karena percaya bahwa rekannya tidak akan mengambil kesempatan yang dapat merugikan pasar. BAB III PEMBAHASAN 3. Ganesan dalam (Shankar. Kepercayaan menolak pilihan jangka pendek dan lebih memilih keuntungan jangka panjang yang diharapkan dengan mempertahankan rekan yang ada.

menyokong dan mempertinggi tingkat hubungan dengan seseorang atau orang lain. memelihara. 2. kemampuan. 2006) adalah suatu faktor penting yang dapat mengatasi krisis dan kesulitan antara rekan bisnis selain itu juga merupakan aset penting dalam mengembangkan hubungan jangka panjang antar organisasi. 1981) dalam (Supratiknya. Akibat-akibat yang menguntungkan atau yang merugikan tersebut tergantung pada perilaku orang. 3. Karena jika tidak ada kepercayaan antar organiasasi akan menimbulkan konflik. Kita berada dalam suatu situasi dimana pilihan untuk mempercayai orang lain dapat menimbulkan akibat-akibat yang menguntungkan maupun merugikan bagi aneka kebutuhan dan tujuan atau kepentingan kita. Penderitaan karena akibat yang merugikan akan lebih besar dibandingkan manfaat karena akibat yang menguntungkan. dan lain-lain. berinteraksi dengan perusahaan. Dalam keempat unsur tersebut dimana kepercayaan dapat menguntungkan maupun merugikan tergantung bagaimana kita percaya terhadap orang lain karena kepercayaan diperlukan dalam berorganisasi. Kepercayaan mutlak diperlukan agar suatu relasi tumbuh dan berkembang. 1995: 26) : 1. Berdasarkan kajian pustaka mengenai kepercayaan. dapat ditarik beberapa istilah yaitu dapat ditarik beberapa istilah yaitu arti pertama kepercayaan merupakan keyakinan akan integritas. karakter. 4. Kita punya cukup keyakinan kepada orang lain akan bertingkah laku sedemikian rupa sehingga yang timbul adalah akibat-akibat yang menguntungkan. Kepercayaan akan menimbulkan kerugian jika pelaku tersebut merasa dirugikan dalam memberikan kepercayaan dan kepercayaan akan menimbulkan keuntungan jika pelaku merasa diuntungkan dalam memberikan sebuah kepercayaan. Kepercayaan meliputi unsur-unsur sebagai (Johnson. Jadi kepercayaan mengandung resiko. Arti kedua ialah kepercayaan (Karsono. mengatur. Suatu organisasi harus mampu mengenali faktor-faktor yang dapat membentuk kepercayaan tersebut agar dapat menciptakan. . dan kebenaran dari seseorang atau sesuatu.

Menurut Stephen & Timothy dalam (Stephen. Mendorong pemasaran (adanya keuntungan dalam bidang pemasaran). Kepercayaan menolak pilihan jangka pendek dan lebih memilih keuntungan jangka panjang yang diharapkan dengan mempertahankan rekan yang ada. dan perusahaan yang besar. dan kekurangaanya tentu akan mengalami kekecewaan jika sudah mempercayai orang lain. 2. Dalam prinsip-prinsip kepercayaan tersebut memiliki keunggulan dimana kepercayaan akan meningkatkan rasa kekompakan di kelompok. Kelompok yang tidak memiliki rasa percaya merusak dirinya sendiri 6. Kepercayaan dapat mendorong pemasar untuk mendatangkan risiko besar dengan bijaksana karena percaya bahwa rekannya tidak akan mengambil kesempatan yang dapat merugikan pasar. 2003) ada beberapa prinsip untuk memahami terbangunnya kepercayaan dan ketidakpercayaan secara lebih baik. . Beberapa prinsip tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. 28) menjelaskan beberapa manfaat dari adanya kepercayaan : 1. Ketidakpercayaan umunya menurunkan produktifitas. Kepercayaan dapat mendorong pemasar untuk berusaha menjaga hubungan yang terjalin dengan bekerjasama dengan rekan perdagangan. Pertumbuhan sering kali menyembunyikan rasa tidak percaya 4. Ketidakpercayaan mengalahkan kepercayaan. Serta manfaat dari adanya kepercayaan dari kajian teori diatas yaitu menjaga hubungan kerjasama (dengan saling mempercayai). organisasi. Dalam (Morgan. Kepercayaan mewariskan kepercayaan 3. 3. hlm. 1994. dan menurunkan produktifitas karena sudah mempercayai orang tersebut sehingga tidak mudah berkomunikasi dan berinteraksi dan akan menurunkan produktifitas. Kepercayaan meningkatkan kekompakan 5.

1996) menyakatakan bahwa kepercayaan merupakan refleksi dari 2 komponen yaitu : a) Credibility: didasarkan kepada besarnya kepercayaan kemitraan dengan organisasi lain dan membutuhkan keahlian untuk menghasilkan efektivitas dan kehandalan pekerjaan. 2009. 482). 2009. b) Benevolence: didasarkan pada besarnya kepercayaan kemitraan yang memiliki tujuan dan motivasi yang menjadi kelebihan untuk organisasi lain pada saat kondisi yang baru muncul. 2009. Kunci membangun kepercayaan ada lima dimensi. 481) Selanjutnya. Yang dimaksud dengan Credibility yaitu tentang kepercayaan terhadap mitra kerja yang memiliki keahlian khusus dan sebuah perusahaan mempercayai orang tersebut tentu orang tersebut akan menghasilkan efektivitas dan kehandalan dalam bekerja. 2006b) dalam (Usman. (4) kesetiaan (loyalty). 2006a) menyatakan. 2000) dalam (Usman. 481). 3. Ganesan dalam (Shankar. hlm. yaitu (1) Integritas (integrity). Kepercayaan ialah harapan positif. (3) Konsistensi (concistency). hlm. Kejujuran adalah unsur yang menentukan dalam peristiwa komunikasi. (2) Kompetensi (competence).”The essence of leadership is trust” (esensi kepemimpinan dan kepercayaan) dalam buku (Usman. yaitu kondisi di mana komitmen tidak terbentuk. Kejujuran tidak saja menjadikan proses komunikasi menjadi efektif. sifat yang jujur dan bermoral (Robbins. kunci membangun kepercayaan digambarkan oleh Robbins seperti gambar : Integritas adalah sifat. tetapi juga . hlm. dan keterbukaan (openness) atau transparansi (Robbins.2 Membangun Kepercayaan Membangun kepercayaan (Robbins. Yang kedua yaitu Benevolence yaitu tentang kepercayaan terhadap mitra kerja yang didasarkan pada tujuan dan motivasi saat komitmen tidak terbentuk sehingga perlu adanya kepercayaan.

dan menolak pemimpin yang tidak yakin pada diri mereka sendiri. menegaskan bahwa berbohong boleh dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan manusia yang tidak berdosa. Apalagi jika momentum komunikasi itu terjadi dalam dunia pendidikan. 1995). Sissela Bok. Integritas moral bukan bermakna kehidupan pribadi telah berkesesuaian dengan persetujuan publik. namun dilakukan dalam keadaan darurat dan untuk kebaikan. Kita menghargai pemimpin yang mempunyai pendirian tentang prinsip yang penting. jika kebohongan itu untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan finansial maka perbuatan itu tidak dapat dibenarkan bahkan diharamkan hukumnya. pengetahuan. sertiap orang diajarkan oleh orang tua dan budayanya tentang kejujuran dan moralitas. etika. Menurut Sukardi Rinakit (2008) dalam buku (Usman. Pesan yang dilandasi kejujuran mengarahkan komunikasi terhindar dari distorsi. begitu pula sebaliknya orang jujur belum tentu pintar. tetapi juga harus jujur. Kejujuran juga berhubungan dengan nilai dan etika. Kejujuran menyaratkan ketidakbohongan. Kita tidak dapat mempercayai pada pemimpin yang tidak memiliki dan menggunakan 17 nilai inti seperti yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Nilai Kejujuran mutlak dipenuhi. dan kemampuan pribadi seseorang yang relevan dalam menjalankan tugasnya secara efektif (Chung&Megginson 1993) dalam (Usman. Menurut (Sukardi Rinakit. 2009. dan tidak hanya terbatas pada ketrampilan-keterampilan kerja. Orang jujur berarti tidak pernah dusta. hlm. perilaku ekstrernal dapat dilihat secara fisik dan kepatuhan kepada hukum moral. 2006) menyatakan bahwa kompetensi berkaitan dengan kualifikasi. Secara normatif. Teori birokrasi Weber (lunenburg & Orstein 2004) dalam (Usman. tetapi juga telah terciptanya kesatuan antara hati nurani yang secara internal terdapat dalam diri manusia. 482). Namun. dalam buku berjudul. kompetensi meliputi seluruh aspek penampilan kerja. 482). 2008) Kompetensi ialah sifat.pada tingkat pribadi . Tetapi orang yang paling jujur sekalipun pasti pernah melakukan kebohongan. melainkan juga melatih . hlm.mampu menciptakan pemahaman yang baik di antara komunikan dan komunikator. Filsuf perempuan. 2009. dan standar. Pendidikan tidak hanya menciptakan tamatan yang pintar. kejujuran sulit ditemukan. Lying. Orang pintar belum tentu jujur. Sedangkan menurut (Harris.

Semiawan. serta cocok antara kata dengan perbuatannya. Orang yang setia tidak akan berkhianat. mematuhi atau taat pada apa yang disuruh atau dimintanya. Tidak semua hal dapat dibuka. keterampilan. merespon ketidakteraturan dan mengatasinya dalam tugas-tugas rutin. atau selingkuh. hlm. serta mempertemukan tanggung jawab dengan harapan-harapan di lingkungan kerja. Kompetensi generik ialah kompetensi yang bersifat umum yang harus dimiliki setiap pekerja. administrasi. supervisi. meskipun berbagai ancaman menghadang. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Sedangakan spesifik ialah kompetensi khusus untuk mengerjakan pekerjaan khusus. Sedangkan (Conny R. sosial. Secara umum. keterampilan. dan janjinya dapat dipercaya. dan teknis dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. dan sikap (attitude) yang benar dan tuntas untuk menjalankan perannya secara lebih efisien. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi ialah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seseorang. termasuk bekerja sama dengan yang lain. entrepreneurship. mengelola sejumlah tugas yang berbeda di dalam pekerjaan. Aib diri misalnya tidak .keterampilan-keterampilan tugas individual. dan perbuatannya). menyelamatkan. 2001). keterampilan (skill). Dari beberapa pendapat di atas. dalam arti memiliki pengetahuan. 2006) mendefinisikan kompetensi sebagai kemampuan (ability). Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus-menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten. dapat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan. 2009. dan penuh pengabdian. kompetensi merupakan pengetahuan. Kompetensi terdiri atas kompetensi generik dan spesifik. Keterbukaan (Usman. Kesetiaan ialah keinginan untuk selalu melindugi. pikiran. janji dan buktinya. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu (Puskur. 483) adalah memberikan informasi yang selayaknya disampaikan. Konsisten ialah sifat kokoh atau teguh (persistenst) pada pendirian. Orang yang konsisten dapat diramalkan dengan tingkah lakunya. manajerial. ucapan. tidak mudah berubah-ubah perilakunya (sikap. serong. yang mencakup : kepribadian. Ketidakkonsistenan antara ucapan dan perbuatan.

menjadi pendengar yang baik .boleh dibuka bahkan minta pertolangan Tuhan untuk menutupnya dan memaafkannya. Sekolah adalah organisasi pelayanan publik dalam bidang pendidikan yang diberi mandat oleh masyarakat sehingga keterbukaan merupakan hak publik. Penggunaan dan laporan keuangan sekolah/madrasah misalnya harus terbuka sehingga tidak menimbulkan prasangka atau fitnah bagi pengelola keuangan sekolah/madrasah. hlm. Sebaliknya. peduli . Pengembangan keterbukaan sangat diperlukan untuk membangun keyakinan dan kepercayaan publik terhadap sekolah. 2000. Berani jujur karena keterbukaan. Orang yang mulai terbuka akan melakukan kejujuran. mendemonstrasikan keterampilan profesional . 3) mengupayakan peraturan yang menjamin hak publik untuk memperoleh informasi. Orang mulai jujur akan akan melakukan keterbukaan. Berani terbuka karena kejujuran. Cara untuk meningkatkan keterbukaan adalah 1) mendayagunakan berbagai jalur komunikasi. Keterbukaan dan kejujuran merupakan hubungan yang timbal balik. . Ia harus fleksibel. komitmen terhadap diri sendiri. kelompok dan organisasi (Reinartz. bersama-sama menciptakan nikai dan mencapai tujuan . Fleksibel ialah bersifat luwes kepada siapa saja dalam pergaulan. bentuk informasi dan prosedur pengaduan apabila informasi tidak sampai kepada publik. Cara membangun kepercayaan adalah menjadi pemimpin yang mampu menyesuaikan diri . 35) Pemimpin yang mampu menyesuaikan diri adalah pemimpin yang mudah beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah-ubah dengan cepatnya. Keterbukaan sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan. baik langsung maupun tidak langsung 2) menyiapkan kebijakan yang jelas tentang cara mendapatkan informasi. teguh pendiriannya . ketertutupan dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan kecurigaan. Sekolah/madrasah adalah organisasi pelayanan publik dalam bidang pendidikan yang diberi mandat oleh masyarakat untuk melaksanakan pendidikan sehingga keterbukaan merupakan hak publik.

Sebaliknya. tidak lagi harus menunggu petujuk dari atasan dalam mengelola dan memperdayakan sumber daya sekolah yang ada. rendah diri. Meskipun seseorang sudah memiliki keluwesan-keluwesan. diperlukan . perdamaian. Nilai-nilai sosial dan budaya lokal tersebut sudah berabad-abad hadir menjadi jati diri masyarakat Indonesia terutama di masyarakat pendesaan sehingga tercipta keamanan. Dalam konteks sekolah. Korupsi. feodalisme yang berujung pada status sosial yaitu diperoleh kedudukan dan kekuasaan serta materi justru terpromosi. peluang. fleksibitas ialah keluwesan-keluwesan yang diberikan kepada sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah. seseorang akan lebih responsif dan lebih cepat dalam merespon kekuatan. Dengan berkembangnya liberalisme. serta tolenransi merupakan keunggulan bangsa. dan ancaman yang dihadapinya. materialisme. dan suka mencari “Kambing hitam”. seseorang lebih lincah dalam mengelola dan memanfaatkan sumber data sekolah secara optimal. Sebagai contoh. 2007). Terlebih di era reformasi di mana kebebasan dan demokratisasi dipromosi tanpa rambu-rambu yang memadai dan tanpa melihat kenyataan di masyarakat ( Kiki Syahnakri. Karena itu. individualisme. Kepemimpinan merupakan kunci keberhasilan penciptaan nilai-nilai dan budaya bangsa. 1989) adalah feodal. nafsu berburu kedudukan. malas. ia harus tetap dalam koridor kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di sekolahnya. musyawarah dan mufakat. Akibatnya. perkembangan nilai dan budaya bangsa dari era ke era diwarnai oleh tumbuhnya Kolusi. Bersama-sama menciptakan visi dan budaya adalah pemimpin bersama pengikutnya sama-sama menciptakn visi dan budaya lokal yang ingin diciptakan yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Mukadimah UUD 1945 sehingga dapat dipahami bahwa kekeluargaan. dan pragmatisme semakina menambah atau mendukung kelemahan-kelemahan nilai- nilai dan budaya bangsa tersebut. Pemimpinan yang teguh pada pendiriannya. gotong-royong. dan Nepotisme (KKN). keadilan.Dengan sifat fleksibelitasnya. persaudaraan. kelemahan nilai-nilai dan budaya bangsa menurut Koentharaningrat (1982) dalam (Malo Manase. dan materi. kekuasaan. Akibatnya. dan kemakmuran. hedonisme. kelemahan. munafik.

Jepang dan Singapura adakah negara yang miskin sumber daya alam. 2004). tetapi masyarakatnya aman dan sejahtera karena melatihkan nilai-nilai kreativitas sehingga alumninya berdaya saing. Threats. keyakinan dasar kita. tak ada keberpihakan pemimpinan terhadap rakyat lemah yang menjadi korban perubahan. dan kepribadian kita. Untuk itu. Kreativitas ialah refleksi kecerdasan kreatif kita. Pendidikan masyarakat hendaknya membekali alumninya dengan nilai-nilai opportunity dan manajemen risiko agar alumninya mampu membaca peluang dan berani mengambil risiko sehingga alumninya berdaya saing yang tinggi. semangat gotong royong semakin luntur. sikap kesatria dan keteladan menjadi langka. Kecerdasan kreatif kita menggambarkan bagaimana kita melihat dan memahami dunia. kepemimpinan tampil tanpa karakter. menjadi teladan. 2004. Kreativitas meliputi : intuitif. Winner ialah pemenang dalam persaingan. and Opportunuties ). Kreativitas memusatkan perhatian pada bagaimana kita berpikir dan berkeinginan kita yang kuat untuk mencapai sesuatu yang baru atau berbeda (Rowe. Untuk menjadi pemenang. bersih. Pendidikan harus melatihkan nilai-nilai relationship karena sebagai pekerja atau pengusaha. dan inspiratif (Rowe. pendidikan harus membekali alumninya dengan nilai-nilai relationship agar memiliki kompetensi sosial atau hubungan manusiawi yang baik Opportunity ialah faktor-faktor dari luar diri yang mendukung orang untuk sukses. 526). 2008) . Pada tingkat nasional semangat kebangsaanmerosot. Agar menjadi . Pendeknya. tak ada yang menangis untuk rakyat miskin. Peluang adalah salah satu unsur SWOT (Strenghts. kepemimpinan harus yang berkarakter. Weakness. kuat. Bahkan ada kesan. inovatif. berani mengambil keputusan dan risiko. Relationship ialah nilai-nilai hubungan manusiawi (Human relation) atau hubungan interpersonal. seseorang harus memiliki nilai-nilai dan mental menjadi juara. ia harus memiliki relationship yang baik ketika berhubungan dengan atasannya atau pelanggannya.pada tingkat lingkungan. hlm. lebih banyak bekerja daripada bicara. Akan tetapi. imajinatif. menurut (Sukardi Rinakit. Atau dengan kata lain.kepempinan yang jujur.

meliputi penerimaan atas kepercayaan yang ditunjukkan oleh orang lain kepada kita. dan terkait dan kebersamaan dengan orang. . kelompok. (4) Komitmen terhadap orang lain. Manajer yang baik mengambil sebiah perspektif pribadi dengan memperhatikan kelima komitmen diatas. tahan banting. Tepatnya kepercayaan. meliputi membuka diri dan rela menunjukkan penerimaan dan dukungan terhadaporang lain. Jadi. dan organisasi pemimpin ialah keterpanggilan dan pengabdian dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. yaitu sifat kokoh atau teguh (persistent) pada pendirian meskipun berbagai ancaman yang menghadang. Pendidikan masyarakat hendaknya membekali alumninya dengan nilai- nilai winner agar alumninya menjadi pekerja yang bermental juara sehingga alumninya mampu memenangkan persaingan. Manajer adalah pusat lingkaran dari komitmen-komitmen. Nothing to loose ialah konsisten. organisasi.Dapat dipercaya adalah rela menghadapi orang lain yang mengambil resiko dengan cara yang menunjukkan jamin bahwa orang lain tersebut akan menerima akibat-akibat yang menguntungkan.1 Mempercayai Dan Dipercayai Tingkat kepercayaaan dalam suatu relasi akan berubah-ubah dan berbeda- beda sesuai dengan kemampuan dan kerelaan masing-masing individu untuk mempercayai dan dapat dipercayai. konsumen. memiliki etos kerja yang tinggi sehingga alumninya berdaya saing yang tinggi. kerja keras dan cerdas. kelompok. (3) Komitmen terhadap Konsumen. Komintmen terhadap diri sendiri. Mempercayai artinya rela menghadapi resiko menerima akibat-akibat yang menguntungkan atau merugikan dengan menjadikan dirinya rentan dihadapan orang lain.pemenang. dan organisasi yang terlibat. yaitu sebagai pekerja atau pengusaha yang ulet.1. (2) Komitmen terhadap diri sendiri. (5) Komitmen terhadap Tugas. Boone dan Johnson(1980) dalam penelitiannya terhadap 801 manajer pria dan wanita menemukan aspek lima kunci komitmen yaitu : (1) Komintmen terhadap Orgarnisasi. maka ciptakanlah sesuatu dengan prinsip melakukan yang terbaik ( do the best). Pendidikan masyarakat harus membekali alumninya dengan nilai-nilai nothing to loose. Mempergunakan secara konsisten lima komitmen tersebut adalah kunci menuju manajemen yang efektif. dan tugas. 3.

karena ketika anda berhasil memberi nilai tambah pada kehidupan seseorang. dalam hubungan bisnis adalah anda melakukan suatu hal lebih cepat dari yang dijanjikan. seperti memberi pujian palsu atau pura-pura memberi dukungan. buatlah ia menjadi fokus utama. Perlakukanlah Selalu Orang Dengan Hormat . Hadirlah Dengan Seluruh Jiwa Raga Anda Dimana saja anda berbicara dengan seseorang. Biasanya orang-orang yang mempunyai rencana tersembunyi akan terlihat dari bahasa tubuhnya. kebanyakan orang memiliki intuisi yang baik. dan meskipun mereka tidak mengetahui persis apa sebetulnya rencana tersembunyi anda. 4. 2. Jauhkan dari segala macam agenda/rencana tersembunyi. 3. orang-orang mempunyai semacam detektor. mereka setidaknya memiliki perasaan yang kurang enak berada di dekat anda. Bekerja keraslah untuk itu. mereka juga akan memiliki dorongan untuk melakukan hal yang sama kepada anda. Anda mungkin berpikir anda dapat mengelabui mereka. mereka tidak hanya merasakan bahwa anda berada di pihaknya. Transparan Jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Ketika seseorang mengetahui bahwa anda betul-betul tulus. 5. Tulus Katakanlah sesuatu dengan jujur. fokuskan pada tindakan-tindakan yang menyentuh hati seseorang. Orang-orang menyukai kebenaran. Hadir dengan seluruh jiwa raga anda berarti anda memberikan waktu yang berkualitas dan waktu yang berkualitas akan membangun kepercayaan. Contohnya. kepercayaan mereka akan meningkat kepada anda. Sekali lagi. Namun perlu anda ketahui. Dalam hubungan pribadi adalah anda fokus pada memenuhi keinginan pasangan anda daripada keinginan anda sendiri. 1990) : 1. Dibawah ini ada 11 bentuk kebiasaan yang dapat menigkatkan tingkat kepercayaan dalam hubungan interaksi antar sesama dalam (Andreson. Jangan coba-coba untuk mengelabui orang lain dengan kata-kata anda. Fokus Pada Menambah Nilai Dalam setiap hubungan.

Berani bertanggung jawab merupakan karakter yang sulit ditemukan dimana kebanyakan orang lebih sering menghindari konsekuensi negatif akibat perbuatan mereka. Kerelaan anda untuk tidak mengambil sikap bertahan justru akan meningkatkan rasa kepercayaan dalam hubungan anda dan orang tersebut. Berbudi Bahasa yang Baik Berbudi bahasa yang baik harus dapat anda pegang teguh. Terimalah Kritikan Dengan Baik Belajarlah untuk mengatasi kritik dengan rasa syukur. namun untuk jangka panjang. pertimbangkan apa yang orang lain katakan. justru akan menurunkan tingkat kepercayaan orang terhadap anda. Pembenaran dan membuat alasan mungkin membantu anda dalam jangka pendek. Ketika orang-orang mengetahui bahwa anda selalu memperlakukan mereka dengan hormat. namun anda harus aktif memintanya. maka orang-orang pun akan menaruh banyak kepercayaan pada anda. meskipun orang tersebut tidak berkata baik kepada anda. apalagi jika mengandung hal negatif. Mintalah dengan tulus kepada seseorang dan berilah respon yang baik. Dibanding anda bertahan (defensive). 8. Ambillah Tanggung Jawab Lupakan mencari-cari alasan. . dan sebisa mungkin rubahlah kebiasaan anda yang kurang baik berdasarkan umpan balik tersebut. mungkin ada benarnya. mereka berhak diperlakukan dengan hormat. tidak perlu banyak berpikir. 7. Terimalah semua umpan balik. maka orang tersebut akan rela untuk memberikan umpan balik kepada anda. baik yang positif maupun negatif. martabat orang lain sebagai manusia. Ingatlah. Fokus Pada Umpan Balik Jangan hanya pasif menunggu orang memberi umpan balik pada anda. Mungkin kritik hanyalah sekedar luapan emosi dari kekesalan yang mereka miliki pada anda. Hanya ucapkan kata- kata yang baik kepada orang-orang. Cepatlah meminta maaf ketika anda mengetahui bahwa anda salah. Beranilah untuk membuat perbedaan maka anda akan merebut kepercayaan dari orang lain. 6. Kebanyakan orang takut untuk memberikan umpan balik kepada anda. Menutup diri anda dari segala kritik mempunyai dampak menutup segala komunikasi. dan ambillah saja tanggung jawab yang diberikan pada anda. 9.

menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu. 3. Keadaan semacam itu yang membuat orang baik sulit dicari. Buatlah kata-kata anda jauh lebih kuat dibanding kontrak tertulis apapun. dan jangan sekali-kali membuat janji kosong. bayangkan tingkah laku orang-orang yang akan ikut terbawa menjadi lebih baik karena mereka berada dekat terus dengan anda. Kedua. Tapi. Orang yang aprehensif dalam komunikasi disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri. Jika tak benar-benar pelu.Mengapa anda harus melakukan ini? Pertama. Orang-orang akan menaruh kepercayaan besar kepada anda. Konsistensi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan orang lain kepada anda. Para penjabat publik dituntut menjaga gengsi tak perlu. bayangkan apa yang anda rasakan jika orang-orang mendapatkan pengalaman yang baik bersama anda. Tepatilah semua janji yang telah anda buat. membuat mereka ringai melampaui batas lampu merah atau malah menerobos rambu kostiten”banyak meminta dana bantuan. juga berat beban perjalanan. 11. Rumah yang jauh dari tempat kerja. Orang baik biasanya suka merendah. Untuk menumbuhkan percaya diri. Cuma jumlahnya yang belum mencukupi untuk . Alhasil orang-orang akan menghargai anda dan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada anda. 10. dalam (Usman. Itu membuat orang baik yang sudah sulit dicari makin sulit untuk dicari lagi. Memegang Janji Janji adalah sesuatu yang memiliki dampak yang sangat kuat. konsistenlah dengan perilaku-perilaku diatas. ekonomi hingga politik sering menghalangi menjadi orang baik. anggota DPR jadi sibuk mencari uang dengan berbagai cara.3 Praktik Keterampilan Interpersonal Keadaan lingkungan. Orang baik mungkin banyak. Para pengendara motor di Jakarta umumnya orang baik. Konsisten Yang tidak kalah penting. orang baik umumnya tak mau tampil. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai communication apprehension. bukan berarti orang baik tidak ada. Dapat dimengerti bila banyak yang berlomba memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan itu. Jangan hanya sesekali saja anda melakukannya. 2009) sosial. Percaya diri.

dan sebagainya. Itu perlu upaya semua. kriteria orang baik tentu tak sesederhana itu. sikap. Orang baik juga harus mampu terus-menerus mengevaluasi dan memperbaiki diri. suka menolong. ekstrovert. membentuk sikap jujur. Dalam upaya mempermudah dan melestarikan hubungan kita dengan orang lain. Ada lima manfaat pembukaan diri kepada dan bagi orang lain. serta enggan mapan pada “zona nyaman”-nya masing-masing. Akan tetapi. membawa kecendrungan sifat kompeten. tidak bersiap sinis . 1981) yakni . terbuka. kepalan tinju. misalnya sorot mata. dan autentik. Adapun untuk mengungkapkan perasaan. atau berbuat jahat pada yang lain. mendasari komunikasi intim dengan diri sendiri dan orang lain. Perlu upaya untuk memperbanyak jumlah orang baik. Orang baik tak akan pernah berhenti meningkatkan dan memperbaiki wawasan. Orang baik dapat disebut sebagai orang yang ramah. orang baik sika megambil prakarsa apapun resikonya. Mengungkapkan perasaan secara verbal ialah dengan mengungkapkan kata-kata. 1981) mengungkapkan bahwa pembukan diri atau self disclousure ialah mengungkapkan reaksi atau tanggapan kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan. raut muka. menurut (Johnson. menurut Suprafikny dalam (Oliver. Juga tak korup atau menyalahgunakan wewenang. Kemampuan memahami sudut pandangan orang lain memang sangat penting agar kita dapat berkomunikasi secara efekif.menjadi “massa kritis” yang mampu mengubah umat dan bangsa ini menjadi baik. atau berguna untuk memahami tanggapan kita di masa kini tersebut. serta prilaku. menjadi dasar hubungan yang sehat antara dua orang. Menerima diri ialah memiliki penghargaan yang tinggi terhadap diri sendiri atau lawannya. tulus. Orang baik juga akan terus belajar. fleksibel. baik secara langsung mendeskrpsikan perasaan yang kita alami maupun tidak sedangkan pengungkapan perasaan secara nonverbal ialah dengan menggunakan bahasa isyarat lain selain kata-kata. membuat orang lain menyukai kita . Salah satu yang sering menjadi penghambat dalam membangun hubungan antarpribadi yang intim adalah kesulitan mengkomunikasikan perasaan. 2008) maka kita harus biasa menerima diri dan menerima orang lain. dan intelegen. Adapun keterampilan dalam membuka diri (Johnson. ada dua cara yang bias digunakan yakni secara verbal dan nonverbal. adaptif. santun. tak menyakiti.

menurut Supratiknya (2008:89). meliputi dua macam yakni mendengarkan dengan penuh seksama dan menunjukkan kehangatan dan rasa suka atau senang. agar mampu dan terampil bergaul dengan sebayanya. 2003) menyatakan secara umum intelegensi interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan berkomunikasi dengan orang lain. dan memperoleh simpati dari peserta didik yang lain. mengorganisir. penerimaan pantulan .t. juga mencakup kemampuan seperti memimpin. yakni penerimaan diri dasar ialah keyakinan diri kita diterima secara instrinsik dan tanpa syarat. 2005) anak perlu memiliki kecerdasan interpersonal. . Sedangkan (Suparno. Kedua. t. Yang akan melahirkan aman secara psikologis. Keterampilan yang diperlukan untuk mengkomunikasikan penerimaan terhadap orang lain. Setidaknya ada lima cara untuk membuat kesimpulan tentang pantas tidaknya kita diterima oleh orang lain. Kecerdasan interpersonal atau kecerdasan sosial diartikan sebagai kemampuan dan ketrampilam seseorang dalam menciptakan relasi. membangun relasi dan mempertahankan relasi sosialnya sehingga kedua belah pihak dalam situasi menang-menang atau saling menguntungkan.) kekuatan interpersonal merupakan salah satu skill yang cukup menentukan berhasil atau tidaknya seseorang menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat pada saat ia mencapai usia dewasa. yakni pertama. ketiga adalah penerimaan diri bersyarat yakni didasarkan pada seberapa baik kita memenuhi tuntutan pihak diluar diri kita. menangani perselisihan antar teman. F. perbandingan antara yang real dan ideal.semisal jika orang lain menyukai kita maka kita pun akan menyukainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa seseorang yang ingin mendapatkan pengakuan atau penerimaan dalam lingkungan atau kelompoknya maka ia harus memiliki kecerdasan interpersonal. Pentingnya kecerdasan interpersonal ini juga diungkapkan oleh (Olivia. selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman. Menurut (Safaria. Kecerdasan interpersonal yang juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial. saling mengkomunikasikan penerimaan terhadap orang lain adalah sesuatuyang vital untuk membangun pribadi yang erat. Sedangkan.terhadap diri sendiri. keempat ialah evaluasi diri yakni penilaian seberapa positif atribut yang kita milki dibandingkan atribut yang dimilki orang lain dan kelima.

1 Kesimpulan . BAB IV PENUTUP 4.

(3) Konsisten ialah sifat kokoh atau teguh tidak mudah berubah-ubah perilakunya (sikap. cara dalam membangun kepercayaan yaitu (1) Integritas (integrity). (3) Konsistensi (concistency). (1)Integritas adalah sifat-sifat yang jujur dan bermoral. dan keterbukaan (openness). dan intelegen. Keterampilan dalam membuka diri mengungkapkan bahwa pembukaan diri mengungkapkan reaksi atau tanggapa kita terhadap situasi yang sedang kita hadapi terhadap masa lalu yang relevan. (5)Keterbukaan adalah memberikan informasi yang selayaknya yang disampaikan tanpa adanya kedustaan. kompetensi meliputi seluruh aspek penampilan kerja. Kemampuan memahami sudut pandangan orang lain memang sangat penting agar kita dapat berkomunikasi secara efekif. dan perbuatannya). fleksibel. dan autentik. menyelamatkan. mengelola sejumlah tugas yang berbeda di dalam pekerjaan. (4)Kesetiaan ialah keinginan untuk selalu melindugi. tulus. Kepercayaan merupakan faktor penting dalam penentu kesuksesaan. Keterbukaan adalah salah satu praktik keterampilan interpersonal dengan kaitannya dalam membangun kepercayaan. adaptif. Kepercayaan (Andreson. (4) kesetiaan (loyalty). ekstrovert. melainkan juga melatih keterampilan-keterampilan tugas individual. (2) Kompetensi (competence). pikiran. Atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan jurnal ini. penulis ucapkan terima kasih kepada: 1) Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekuatan serta kelancaran dalam menyelesaikan tugas jurnal ini . (2) Kompetensi berkaitan dengan kualifikasi. Praktik Keterampilan Interpersonal dalam keadaan lingkungan sering menghalagi menjadi orang baik. mendasari komunikasi intim dengan diri sendiri dan orang lain. Kejujuran adalah unsur yang menentukan dalam peristiwa komunikasi. membawa kecendrungan sifat kompeten. membentuk sikap jujur. membuat orang lain menyukai kita . Adapun lima manfaat dalam pembukaan diri kepada dan bagi orang lain : menjadi dasar hubungan yang sehat antara dua orang. 1990) merupakan masalah penting dalam menjalin hubungan kerja sama dan menjadi dasar bagi kelanjutan sebuah hubungan. terbuka. Orang baik biasanya suka merendah. dan tidak hanya terbatas pada ketrampilan-keterampilan kerja.

Journal of Management Education. DAFTAR PUSTAKA Andreson. “A Model of Distributor Firm and Manufacturer Firm Working Partnerships” Journal of Marketing. 2) Orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungannya 3) Bapak Prof. Dr. Phil. selaku dosen pengampu mata kuliah Manajemen Penidikan yang telah membimbing dalam pembuatan jurnal ini 4) Teman-teman kelas 4A Program Studi S1 Pendidikan Matematika yang telah berkontribusi dalam pembuatan jurnal ini. I Gusti Putu Sudiarta.Si. M. (1990). .

Karsono. F. Memantapkan Peran LPTK dalam Peningkatan Profesi Pendidikan dan tenaga pendidikan. “Determinats of Long Term Orientation in Buyer-Seller Relatinoships”. “Cosumers”Trust in a Brand and the Link to Brand Loyalty. Olivia. lee. Jakarta. (1981). (2007). Geller. Yogjakarta : Amara Books. 17–35. jakarta. (2000). Bandung: Remaja Rosda Karya.Conny R. Rowe. Oliver. Johnson. (1994). Morgan. PRENTICE HALL INC. (1995). Evaluating Public-Participation Exercise: A Research Agenda. G. (2009). and Application”. “Organization Behavior:Concept. (2004). S. (2006). Jakarta : Elex Media Komputindo. P. Pemikiran-pemikiran dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Belajar Membaca yang menyenangkan untuk Anak Usia Dini. Science. P. S. Englewood Liffts. “Whence Customer Loyalty”. Pidato Dies Natalis ke 42 Universitas Negeri Yogyakarta.. (2006a). Interpersonal Intellegence: Metode Pengembangan Kecerdasan Interpersonal Anak. Jalalluddin. (2008). L. (2001). Edisi 5." Journal of Market Focused Management. D. Safaria. “On the Profitability of Long-Life Customers in a Noncontractual Setting: An Empirical Investigasi and Implications for Marketing”Journal of Marketing". Robbins. Karsono. (2005). Journal Marketing. Karunika. o. (1989). (2006). Competency-based and training between a Rock and a Whirpool. 86. Robbins. The Pshychology Of Safety Handbook. (2008). A. Rakhmat. USA : Lewis Publisher. (2009). Controversies. Metode Penelitian Sosial. Lau. T. 512–557. (1996). Jakarta: bumi aksara.. . Education. unsur-unsur kepercayaan. Technology. Harris. “The commitment-trust theory of relationship marketing” Journal of marketing. Reinartz. Psikologi Komunikasi. (2006b). Semiawan. Shankar. & Human Value. S. Malo Manase. H.Journal of Marketing. Pemikiran-pemikiran dalam membangun kesejahteraan sosial. Pelilaku Organisasi edisi bahasa indonesia.

. Indeks jakarta. Usman. (2009). “Mencari Roh. (2008). praktik. Jakarta: bumi aksara. Sukardi Rinakit. Keterampilan Dasar. H.Stephen. (2003). Manajemen: teori. Jakarta : Universitas Terbuka.” kompas. (2003). dan riset pendidikan. Perilaku Organisasi. Suparno.