You are on page 1of 21

Perencanaan Sewa Kendaraan Dinas Operasional Pada Pemerintah

Provinsi Jawa Barat
Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Operasi Aset yang
diampu Oleh Rima Midiyanti, SST. M, Sc.

Disusun oleh:
Anggi Afriyani Nuraisha 155244003
Dede Arisman 155244007
Fadhila Khairunnisa 155244008
Reinato Priantama 155244019
Rizka Siti Sholihah 155244022
Sandi Septiadi Nugraha 155244024

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV MANAJEMEN ASET
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2018

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Kendaraan dinas operasional menjadi salah satu faktor penting bagi pemerintah
dalam menjalankan roda pemerintahan untuk mengatur dan mengelola wilayahnya.
Kendaraan dinas operasional yang dimiliki Pemerintah Provinsis Jawa Barat diperoleh
dengan sistem pengadaan langsung berupa pembelian kendaraan dinas operasional
yang dilakukan setiap tahun.
Pengadaan tersebut menyebabkan jumlah kendaraan dinas operasional
semakin bertambah sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaannya pun
semakin besar. Berdasarkan permasalahan tersebut maka menjadi pertimbangan bagi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk merubah system pengadaan menjadi sewa.

1.2 Identifikasi Proyek
Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan dalam latar belakang proyek,
maka identifikasi proyek ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perbandingan pengadaan kendaraan dinas operasional melalui
pembelian dengan sewa
2. Berapa efisiensi sewa kendaraan dinas operasional pada penggunaan anggaran
yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat

1.3 Tujuan dan Manfaat Proyek
Berdasarkan identifikasi proyek yang telah diungkapkan , maka tujuan dari
proyek ini adalah sebagai berikut:
1. Membandingkan pengadaan kendaraan dinas operasional melalui pembelian
dengan sewa
2. Menghitung efisiensi sewa kendaraan dinas operasional pada penggunaan
anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa barat

Anggaran Belanja Langsung b.4 Kerangka Berpikir Perencanaan Sewa Kendaraan dinas operasional Perencanaan Efisiensi Indikator Perencanaan Sewa: Indikator Efisiensi: a. 1. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan Handoko (1995) Rancangan Prosedur sewa pengadaan KDO dan perhitungan tingkat efisiensi sewa KDO . Mengidentifikasi segala kemudahan Mahmudi (2007) d. Merumuskan keadaan saat ini b. Menetapkan tujuan a. Realisasi anggaran Belanja c.

flaksibel dan optimal. secara umum alur manajemen aset itu meliputi pengadaan aset hingga penghapusan aset yang bersangkutan. Dapat menghasilkan laba maksimum c. Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum Sedangkan prinsip manajemen aset meliputi 4 prinsip yaitu efisiensi. mendapatkan.” Tujuan manajemen aset sebagai berikut: a. mrmbaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien. memelihara. . Berikut merupakan alur aset lebih rinci dalam manajemen aset. Meminimalkan biaya selama umur aset bersangkutan b. menginventarisasi. efektif. melakukan legal audit. menilai . BAB II GRAND THEORY Menurut A Gima Sugiama (2013: 15) "Manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset. mengoperasikan.

2013 Perencanaan kebutuhan aset adalah serangkaian kegiatan merencanakan suatu rencana strategi yang dibuat oleh suatu organisasi. (Sugiama. .Sumber: Sugiama. 2013).

Sumber: Sugiama. 2013 Perencanaan Perencanaan merupakan sebuah fungsi utama manajemen yang mana fungsi ini menjadi awal bagi fungsi lainnya dalam manajemen. penyusunan anggaran biaya proses pengadaan aset bersangkutan . Menurut Sugiama (2013:161) pengadaan aset adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh atau mendpatkan aset/barang maupun jasa baik yang dilaksanakan sendiri secara langsung oleh pihak internal. menghitung dan menyiapkan kebutuhan investasi 3. mengidentifikasi kebutuhan spesifikasi atau kualitas dan kuantitas aset 2. maupun oleh pihak luar sebagai mitera atau penyedia/pemasok aset bersangkutan. mengumpulkan informasi informasi harga 5. mengumpulkan informasi tentang pemasok 4. Proses perencanaan kebutuhan harus didasarkan kepada Master Plan institusi atau Rencana Induk yang bersangkutan sehingga segalanya terarah sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Perencanaan pengadaan meliputi upaya: 1. Menurut Sugiama (2013) perencanaan kebutuhan aset adalah serangkaian kegiatan merencanakan suatu rencana strategi yang dibuat oleh suatu organisasi.

Terbuka 5. Adil/tidak diskriminatif 7. Efisien 2. Penganggaran (budgeting) 6. Penetapan tujuan (establishing objective) 3. Penetapan dan interpretasi kebijakan (establishing and interpreting policies) Menurut Perpres No 54 Tahun 2010 pengadaan barang adalah kegiatan untuk memperoleh barang oleh kementerian/lembaga/satuan kerja perangkat daerah/institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang. Berdasarkan Perpres No 54 Tahun 2010 prinsip-prinsip pengadaan barang sebagai berikut: 1. Transparan 4. Menurut Louis A. Sebagaimana pernyataan diatas. Pemrograman (programming) 4. Pengembangan prosedur (developing procedure) 7. Akuntabel Suatu perencanaan yang baik dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana guna mendukung operasional internal dan eksternal. Aktivitas dalam perencanaan adalah sebagai berikut: 1. Efektif 3. Allen (dalam Wahyuningrum) perencanaan adalah proses dasar dimana menajeman memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Bersaing 6. Pengadaan sarana . perencanaan adalah penentuan tujuan akhir dan sasaran (objektif) sebuah organisasi serta menentukan cara terbaik untuk mencapainya. Prakiraan (forcesting) 2. Penjadwalan (scheduling) 5.

Pengadaan Barang/Jasa Pembelian Pengadaan Barang/Jasa Pembelian atau disebut pengadaan langsung.dan prasarana diadakan berdasarkan keinginan subjektif dari yang mengusulkan. Pengadaan langsung adalah Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan cara Pengadaan Langsung dilakukan oleh Pejabat Pengadaan dengan cara membeli barang atau membayar jasa secara langsung kepada penyedia barang/jasa. jasa konsultansi. Pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/atau memanfaatkan kemampuan teknis sumber daya manusia serta sesuai dengan tugas pokok K/L/D/I. yang dapat diperdagangkan. 2. . kwitansi pembelian dan SPK. Pengadaan barang adalah pengadaan setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud. bukan berdasarkan analisis kebutuhan organisasi.pekerjaan konstruksi. dipakai. Pengadaan langsung pada hakikatnya merupakan jual beli biasa dimana antara penyedia yang memiliki barang/jasa untuk dijual dan Pejabat Pengadaan yang membutuhkan barang/jasa terdapat kesepakatan untuk melakukan transaksi jual-beli barang/jasa dengan harga yang tertentu. Pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat. dan jasa lainnya. Pekerjaan yang dapat dilakukan dengan Swakelola meliputi: 1. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah meliputi pengadaan barang. dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran. instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat. Pengadaan Barang/Jasa Sewa Selain melalui pemilihan penyedia barang/jasa. bergerak maupun tidak bergerak. Dalam transaksi jual beli tersebut ada tiga macam bukti transaksi dalam pengadaan langsung yakni bukti/nota pembelian. Swakelola adalah kegiatan Pengadaan Barang/Jasa di mana pekerjaannya direncanakan. pelaksanaan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan dengan swakelola. tanpa melalui proses lelang atau seleksi. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. dipergunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna barang.

mengumpulkan brosur disertai tanggal dan lokasi pengambilan brosur. besaran potongan harga setiap model dan tipe kendaraan. 5. ULP/Pejabat Pengadaan melakukan persiapan negosiasi harga dengan melakukan survei harga pasar kendaraan dengan memperhatikan: apabila menggunakan telepon. Penyedia menyerahkan kendaraan maksimal 60 (enam puluh) hari kalender sejak ditandatangani Surat Perjanjian Kerjasama Pekerjaan Pengadaan Kendaraan Roda Empat Pemerintah. lokasi atau pembiayaannya tidak diminati oleh Penyedia Barang/Jasa. sifat. STNK dan BPKB dalam Sistem Penunjukan Langsung kendaraan pemerintah Kendaraan Dinas Operasional . acuan HPS yang ditayangkan portal pengadaan nasional dan website Penyedia kendaraan pemerintah serta Peraturan Daerah mengenai tarif PKB dan BBN-KB daerah masing-masing. tanggal dan waktu telepon. nama dan nomor telepon tenaga penjualan yang bisa dihubungi. PPK menyusun HPS berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Penunjukan Langsung Pengadaan Kendaraan Pemerintah. PPK memasukan data tanggal penerimaan kendaraan. 4. Kemudian PPK mencetak Surat Pesanan kendaraan pemerintah melalui Sistem Penunjukan Langsung kendaraan pemerintah. 6. 2. 3. mencatat nomor telepon. Pekerjaan yang dilihat dari segi besaran. Negosiasi dilakukan untuk mendapat harga satuan yang diharapkan lebih rendah apabila volume pengadaan kendaraan lebih dari satu unit. ULP/Pejabat Pengadaan mengundang Penyedia untuk melakukan negosiasi dengan acuan harga mobil plat merah on the road dan plat hitam on the road. nama tenaga penjualan dan nama dealer yang dihubungi. Hasil negosiasi dituangkan dan diatur didalam Surat Perjanjian Kerjasama Pengadaan Kendaraan antara K/L/D/I dan Penyedia. STNK diterbitkan maksimal 14 (empat belas) hari kalender setelah serah terima kendaraan dilakukan dan BPKB diserahkan maksimal 90 (sembilan puluh) hari kalender setelah serah terima kendaraan dilaksanakan. Hasil survey harga pasar didokumentasikan. Tahapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan 1. Apabila menggunakan metode kunjungan langsung. 3.

Kendaraan dinas bermotor roda empat yang digunakan oleh: a) Menteri. c) Pejabat Eselon I. Kendaraan dinas bermotor roda dua yang digunakan oleh pejabat Eselon IV sebagai Kepala Kantor dengan wilayah kerja kurang dari 1 (satu) kabupaten/kota. meliputi: 1. e) Pejabat Eselon III sebagai Kepala Kantor. Pengertian lainnya juga Kendaraan Dinas Operasional. b) Wakil Menteri. d) Pejabat Eselon II.Kendaraan Dinas Operasional Jabatan. yaitu kendaraan bermotor perorangan milik negara yang digunakan untuk pelaksanaan tugas pejabat negara dan pejabat struktural. yaitu kendaraan bermotor selain Kendaraan Dinas Operasional Jabatan. dan f) Pejabat Eselon IV sebagai Kepala Kantor dengan wilayah kerja minimal 1 (satu) kabupaten/kota. 2. Spesifikasi Kendaraan dinas operasional Standar barang AADB Dinas Operasional Jabatan sebagai berikut: .

Standar kebutuhan AADB Dinas Operasional Jabatan sebagai berikut: .

Efisiensi Anggaran Kendaraan Dinas Operasional .

Efisiensi anggaran kendaraan dinas bertujuan untuk menghemat biaya anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas tetapi masih mendapatakan manfaat yang sama dari kendaraan dinas. Salah satu cara untuk efisiensi anggaran kendaraan dinas operasional adalah dengan menyewa kendaraan dinas operasional dibandingkan dengan membeli. .Efisiensi anggaran kendaraan dinas operasional adalah suatu langkah menekan biaya anggaran belanja pemerintah daerah atau pusat untuk melakukan pengadaan kendaraan dinas.

Narnun yang perlu di optirnalkan lagi adalah kualitas kehdupan masyarakat yang dipengaruhi oleh kondisi geografis strategis. 11 Tahun 1950 tentang pembentukan Provinsi Jawa Barat. Aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikelola oleh Biro Pengelolaan Barang Daerah. Bagian Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran perlu melakukan assessment lebih dahulu terhadap setiap perencanaan kebutuhan sebelum dilakukan penyusunan anggaran. Melalui cara seperti ini maka setiap usulan rencana kebutuhan tiap-tiap organisasi dapat dilakukan lebih selektif. sedangkan yang mengatasi perencanaan untuk kebutuhan Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah Bagian Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran. Bagian barat laut. Jawa Barat merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di indonesia. 3. Gambaran Umum Pemerintah Provinsj Jawa Barat Jawa Barat termasuk kedalam Provinsi di Indonesia yang ibu kotanya berada di Kota Bandung. BAB III HASIL PROYEK 3. Visi dan Misi Pemerlntah Provinsi Jawa Barat Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan masyarakat.1. Jawa Barat memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi Provinsi terdepan.2. Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No. sebaliknya perencanaan yang tidak akurat akan berdampak pada pengelolaan aset pemerintah yang kurang baik. Jawa Barat telah jauh berkembang dari sebelumnya. Perbandingan Beli dan Sewa Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional Perencanaan kebutuhan aset yang terencana dengan baik akan rnemberi penganih positif dalam pengelolaan aset bajk dilingkungan pemerintah maupun swasta. perlu adanya sinergi antara organisasi- organisasi pemerintah yang mengajukan rencana kebuhthan aset barang milik daerah dengan unit pengelola aset pemerintah.1. Untuk itu. Sernua pihak harus memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya rencana kebutuhan sehingga memiliki .1. 3.

150 unit dan 2015 berjumlah 484.000. Jika dalam kegiatan pengadaan kendaraan dinas operasional yang dibutuhkan pada tahun 2014 diterapkan dengan menggunakan sistem sewa. Pembelian kendaraan dinas operasional dalam jumlah yang banyak setiap tahun menarik minat peneliti untuk membuat proyek ini ke dalam rencanaan sewa kendaraan dinas operasional yang dilakukan dengan membandingkan harga pembelian dengan harga sewa jika Pemerinah Provinsi awa Barat menerapkan sewa pada kendaraan dinas operasional dan tahun 2014 npai dengan rencana pengadaan tahun 2016. Kebutuhan akan kendaraan dinas operasional tersebut tidak datang dan satu organisasi saja melainkan dan berbagai macam organisasi- organisasi pemerintahan yang ada di Pemenintah Provinsi Jawa Barat.528.324. Hal ini dapat dilihat berdasarkan pembelian kendaraan dinas operasional tahun 2014 berjumlah 1.608. Anggaran yang direalisasikan untuk pengadaan kendaraaan dinas operasional roda 2 dengan jumlah kendaraaan sebanyak 859 unit dan roda 4 dengan jumlah kendaraan sebanyak 226 unit jika melakukan pengadaan kendaraan dinas operasional dengan menerapkan sistem pembelian adalah sebesar Rp194. Berdasarkan perbandingan harga pembelian dan harga sewankendaraan dinas operasional tahun 2014..657. dapat diketahui bahwa pada tahun 2014 terdapat 53 OPD/Biro yang mernbutuhkan kendaraan dinas operasional.untuk sewa kendaraan dinas operasional dalam jangka waktu 5 . Berdasarkan hasil wawancara penelit kepada Bagian Perencanaan Kebumhan dan Penganggaran bahwa kebutuhan aset akan kendaraan dïnas operasional untuk tiap OPD selalu ada setiap tahun. maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat merealisasikan anggaran sebesar Rpl 16.913. Kebutuhan kendaraan dinas operasional dan masing-masing organisasi setiap tahun selalu banyak.-.komitmen dan paradigma yang sama agar perencanaan kebutuhan dapat ideal. Saat inj pengadaan Kendaraan dinas operasional di Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menerapkan sistem pembelian kendaraan baru dan belum menerapkan sewa. sehingga antara perencanaan dan kebutuhan dapat berjalan seiring.

3.62% antara pengadaan dengan sistem beli dan sistem sewa.987.920.027..000. Efisiensi Penggunaan anggaran menggambarkan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat jika menyewa kendaraan dinas operasional. Sehingga jika dalam pengadaan kendaraan dinas operasional menerapkan sistem sewa.-.- anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dinas operasional di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.tahun.513..650.806.untuk sewa kendaraan dinas operasional dalam jangka waktu 5 tahun. Berdasarkan perbandingan harga pembelian dan harga sewa kendaraan dinas operasional tahun 2015.3 Efisiensi Sewa Kendaraan Dinas Operasional Pada Penggunaan Anggaran Pada tahun 2016 anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pengadaan kendaraan dinas operasional sebesar Rp192.821. Jika dalam kegiatan pengadaan kendaraan dinas operasional yang dibutuhkan pada tahun 2015diterapkan dengan menggunakan sistem sewa.332. Tingkat efisiensi pada penggunaan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas operasional dengan sistem sewa ini dapat dihitung dengan rumus: .987.dengan tingkat efisiensi pada penggunaan anggaran sebesar 17% antara pengadaan dengan sistem beli dan sistem sewa. maka akan terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp 17.000.dengan tingkat efisiensi pada penggunaan anggaran sebesar 22.000.. maka akan terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp78. dapat diketahui bahwa pada tahun 2015 terdapat 48 OPD/Biro yang memerlukan kendaraan dinas operasional. Sehingga jika dalam pengadaan kendaraan dinas operasional menerapkan sistem sewa. Anggaran yang direalisasikan untuk pengadaan kendaraan dinas operasional roda 2 dengan jumlah kendaraan sebanyak 96 unit dan roda 4 dengan jumlah kendaraan sebanyak 321 unit jika melakukan pengadaan kendaraan dinas operasional dengan menerapkan sistem pembelian adalah sebesar Rp 155.377.000.628. maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat merealisasikan anggaran sebesar Rp 137.

300.- 2.. EFISIENSI = HARGA BELI – HARGA SEWA Keterangan : perhitungan efisiensi sewa dalam rupiah.063.dengan total harga pembelian yang telah dijumlahkan dengan total biaya pemeliharaan selama 5 tahun dan total biaya pajak selama 5 tahun yakni Rp751.263. tahun 2015 dan tahun 2015..((Total Harga Sewa)/(Total Harga Beli) x 100%) Setelah didapatkan efisiensi yang merupakan hasil dari selisih total harga beli dengan total sewa selama 5 tahun.. diketahui dengan cara menghitung selisih dari total harga pembelian yang telah dijumlahkan. Selanjutnya untuk mendapatkan tingkat efisiensi..dengan total harga sewa kendaraan dinas Operasional selama 5 tahun yakni Rp679.2 nomor 2 untuk mengetahui seberapa besar efisiensi anggaran yang didapatkan jika menerapkan sewa unfuk keperluan kendaraan dinas operasional Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat sebanyak 7 unit kendaraan roda 2 dan 1 unit kendaraan roda 4. dengan total biaya pemeliharaan selama 5 tahun dan total biaya pajak selama 5 tahun yakni Rp751. maka perlu menghitung selisih dari 100% dengan hasil perhitungan persentase tersebut.337.200. EFISIENSI = 100% .963.300. Pada .50%. Sebagai untuk mengetahui seberapa besar efisiensi anggaran yang didapatkan jika menerapkan sistem sewa untuk keperluan kendaraan dinas operasional Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat sebanyak 7 unit kendaraan roda 2 dan 1 unit kendaraan roda 4.sehingga didapatkan efisiensi sebesar Rp71.yang kemudian dikalikan 100% sehingga didapatkan hasil persentase sebesar 90.263. 1. Sebagai contoh pada tabel 4.50%. diketahui dengan cara menghitung hasil bagi total harga sewa kendaraan dinas operasional selama 5 tahun yakni Rp679. Berdasarkan rumus efisiensi yang telah dipaparkan dapat dihitung efisiensi sewa pengadaan kendaraan dinas operasional tahun 2014.963.200. sehingga akhirnya didapatkan tingkat efisiensi sebesar 9. maka untuk mendapatkan tingkat efisiensi pada penggunaan anggaran dapat diketahui dengan mengurangkan 100% dengan hasil bagi antara total harga sewa dan total harga beli yang telah dikalikan dengan 100%.

dan harga sewa sebesar Rp76. 17% pada tahun 2015.608.yang diperoleh dari pengurangan total harga beli sebesar Rp 99.377. Pada tahun 2016 jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyewa kendaraan dinas operasional didapatkan efisiensi sebesar Rp 22.650.-.821. Karena jika pengadaan kendaraan dinas operasional melalui sewa. biaya pajak. Berdasarkan perhitungan di atas.528.699.tahun 2014 jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyewa kendaraan dinas operasional didapatkan elisiensi sebesar Rp 78...000.913.yang diperoleh dari pengurangan total harga beli sebesar Rp 155. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mengeluarkan biaya operasional.4 Implikasi Manajerial Pada pengadaan kendaraan dinas operasional tahun 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebaiknya menerapkan sistem sewa.. maka efisiensi yang didapatkan jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan sewa untuk pengadaan kendaraan dinas operasional sebesar 22.588.513. dan 22.000..750. Sewa kendaraan dinas operasional ini dimaksudkan sebagai upaya untu melakukan efisiensi pada penggunaan anggaran sehingga fungsinya sebagai pengganti atas pengadaan kendaraan dinas operasional melalui pembelian. dengan tetap menjadi bagian dari rencana kebutuhan untuk penyediaan pengadaan kendaraan dinas operasional.027..400.588.421.750.920.987.324.-.120.58% pada tahun 2016. 3.dan total harga sewa sebesar Rp 137. Kendaraan dinas operasional yang disewa dapat diperuntukan bagi satuan kerja yang belum memiliki kendaraan dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas fungsi.yang diperoleh dari pengurangan total harga beli sebesar Rp 194.628. pemeliharaan.987.332.806.. Pada tahun 2015 jika Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyewa kendaraan dinas operasional didapatkan efisiensi sebesar Rp17. pajak. biaya untuk gaji staf pemeliharaan serta biaya . biaya pemeliharaan.dengan total harga sewa sebesar Rp 116. biaya untuk gaji staf bagian pemeliharaan serta biaya untuk penghapusan.657.62% pada tahun 2014.000.-.

segala resiko yang terjadi seperti kerusakan atau kecelakaan. biaya tersebut akan di tanggung oleh perusahaan penyedia jasa sewa. . Selain itu jika kendaraan dinas operasional tersebut disewa. Tetapi jika kendaraan dinas opersional tersebut dibeli maka Pemerintah Provinsi“ Jawa Barat harus mengeluarkan biaya-biaya untuk kendaraan dinas operasional tersebut.untuk penghapusan.

000. Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempertimbangkan untuk menerapkan sewa pada pengadaan kendaraan dinas operasional tahun 2016 untuk menghemat anggaran pengadaan kendaraan dinas operasional. menghemat biaya pemeliharaan dan dapat mengurangi tanggung jawab penghapusan. 1.421.58%.750.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil proyek yang telah dipaparkan pada Bab IV mengenai perencanaan sewa kendaraan dinas operasional Pemerintah Provinsi Jawa Barat. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.2 Saran Setelah melakukan penelitian mengenai Perencanaan Sewa Kendaraan Dinas Operasional pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tingkat efisiensi pengadaan kendaraan dinas operasional tahun 2016 melalui sewa adalah sebesar 22. 2.588. Pengadaan kendaraan dinas operasional tahun 2016 apabila melalui pembelian diperlukan dana sebesar Rp 99. 2. maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait : 1.-. maka dapat disimpulkan sebagai berikut.000.120.-. Sedangkan apabila pengadaan kendaraan dinas operasional melalui sewa diperlukan dana sebesar Rp 76. 4. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya yang trtarik untuk meneliti ataupun membuat proyek dengan analisis yang serupa diharapkan membuat Standard Operating .

.Procedure (SOP) karena dalam sistem e-procurement belum menerapkan sistem sewa pengadaan kendaraan dinas operasional.