You are on page 1of 104

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

WHO 1997 pada hari kesehatan sedunia menyatakan safe motherbood

merupakan upaya global untuk mencegah atau menurunkan kematian ibu

dengan selogan making pregnancy safer (MPS). Suatu strategi sektor kesehatan

dalam penurunan kematian/kesakitan ibu dan perinatal, pelayanan MPS

merupakan hak asasi manusia. Pelayan kegiatan MPS merupakan tanggung

jawab dari semua unit program di lingkungn kesehatan, bermitra dengan

seluruh sektor tekait, organisasi profesi, dan swasta. Komitmen penurunan AKI

dari tahun 1990 menjadi 50%pada tahun 2000 dan selanjutnya penurunan 50%

lagi di tahun 2015 dengan penurunan AKI seluruhnya 75% menjadi

115/100.000 KH dan AKB menjadi 35/ 1.000 KH dalam tahun 1990-2015.

Prawirohardjo, (2010).

Menurut Prawirohardjo, (2010) Setiap tahun sekitar 160 juta perempuan

di seluruh dunia hamil, sebagian besar kehamilan ini berlangsung dengan

aman. Namun, sekitar 15% menderita komplikasi berat, dengan sepertiganya

merupakan yang komplikasi mengancam jiwa ibu. Komplikasi ini

mengakibatkan kematian lebih dari setengah juta ibu setiap tahun. Dari jumlah

ini di perkirakan 90% terjadi di Asia danAfrika subsahara, 10% di negara

berkembang lainnya, dan kurang dari 1% di negara-negara maju. Di beberapa

2

negara resiko kematian ibu lebih tinggi dari 1 dalam 10 kehamilan, sedangkan

di negara maju risiko ini kurang dari 1 dalam 6.000.

Kunjungan rumah dapat menjadi bagian dari layanan rumah sakit, dokter

pribadi, departemen kesehatan masyarakat atau badan swasta yang khusus

memberi pelayanan dirumah untuk pasien maternitas. Kunjungan dapat

dilakukan sejak ibu hamil sebanyak empat kali selama kehamilan yaitu 1 kali

pada trimester I dan II, 2 kali pada trimester III, dan dapat di lakukan sejak 24

jam setelah pulang. Jarang sekali suatu kunjungan rumah ditunda sampai hari

ke 3 setelah pulang ke rumah. Keputusan untuk memperpanjang kontrak

kunjungan rumah setelah satu minggu akan dibuat sesuai dengan kebutuhan

masing-masing keluarga. (Manuaba, 2010)

Ketidakpatuhan dalam pemeriksaan kehamilan menyebabkan tidak dapat

di ketahui berbagai komplikasi yang mempengaruhi kehamilan atau komplikasi

hamil sehingga tidak dapat di deteksi, deteksi saat pemeriksaan kehamilan

sangat membantu persiapan pengendalian resiko (Manuaba, 2010)

Faktor-fakror yang mempengaruhi ibu hamil tidak melaksanakan

pemeriksaan kehamilan, yaitu faktor internal meliputi usia dan paritas dan

faktor eksternal meliputi pengetahuan, sikap, ekonomi, sosial budaya,

geografis, ekonomi, informasi dan dukungan. Depkes RI (2009)

Selama kunjungan rumah, perawat melakuakn pengkajian yang sistematis

terhadap ibu dan bayi yang baru lahir untuk menentukan penyesuaian fisiologis

dan untuk mengidentifikasi setiap komplikasi yang potensial. Pengkajian juga

difokuskan pada penyesuaian emosional ibu, termasuk faktor–faktor

3

keseimbangan ( persepsi, koping dan dukungan) dan mencegah krisis. Perawat

juga mengkaji pengetahuan ibu tantang perawatan diri sendiri dan perawatan

bayi. Observasi orang tua baru, bayi baru lahir dan anggota keluarga lain dan

situasi yang alami ini memungkinkan perawat memperoleh data tentang

lingkungan kehidupan mereka yang tidak didapat dengan cara lain. (Manuaba,

2010)

Kunjungan rumah memiliki keuntungan yang sangat jelas karena membuat

perawat dapat melihat dan berinteraksi dengan anggota keluarga di dalam

lingkungan yang alami dan aman. Perawat mampu mengkaji kecukupan

sumber yang ada di rumah, demikian pula keamanan di rumah, dan lingkungan

sekitarnya. Misalnya, perawat dan Ibu bersama-sama membahas hal-hal yang

harus dipelajari sampai kunjungan berikutnya, mempelajari perawatan bayi

lebih mudah karena benda-benda yang dipakai demonstrasi adalah benda-

benda yang dipakai untuk demonstrasi adalah benda-benda yang sebenarnya

yang digunakan sehari-hari di rumah. Oleh karena itu, kunjungan rumah lebih

mudah dilakukan untuk mengidentifikasi penyesuaian psikologis dan fisik yang

rumit. McWhinney, (2014)

Ada beberapa keterbatasan kunjungan rumah sebagai suatu strategi tindak

lanjut pascapartum, (1) Biaya untuk mengunjungi keluarga yang jaraknya

jauh.(2) Terbatasnya jumlah perawat yang berpengalaman dalam memberi

pelayanan maternitas dan perawatan bayi baru lahir.(3) Kekhawatiran tentang

keamanan untuk mendatangi keluarga di daerah tertentu. McWhinney (2014),

ibu dan bayi lahir sehat. yang terdiri dari ibu hamil 15 orang. ketidakpuasan.20% dan 87% dan pada tahun itu juga tercatat ibu yang meninggal sebanyak 51 orang . (Dinkes profinsi bengkulu. persalinan. ibu bersalin sebanyak 35 orang dan nifas sebanyak 13 orang (Profil kesehatan profinsi 2010). ibu nifas 21 orang. kesakitan. Sedangkan pada kota bengkulu tercatat jumlah ibu yang meninggal sebanyak 15 orang. 4 Menurut dinas kesehatan profinsi bengkulu pencapaian K1 dan K4 pada tahun 2009 adalah 95. ibu nifas 12 orang. Namun demikian tidak semua hasil kehamilan akan mengembirakan seorang suami akan. perawatan bayi. Sedangkan pada tahun 2015 jumlah ibu yang meninggal seluruh profinsi bengkulu sebanyak 49 orang. 2015) Masa kehamilan adalah sebuah impian yang sangat di nanti dan di harapkan oleh pasangan suami dan istri. kecacatan bahkan kematian bagi ibu hamil resiko tinggi. 2010) Upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak telah lama di lakukan sejak berdirinya balai kesehatan ibu dan anak (BKIA) pada tahun 1950 yang memberi pelayanan berupa perawatan kehamilan. . Yang terdiri dari ibu hamil 2 orang. tetapi ibu hamil bisa menghadapi kegawatan dengan derajat ringan sampai berat yang dapat memberikan bahaya terjadinya ketidaknyamanan. ibu bersalin 1 orang. pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir. maupun rendah yang mengalami komplikasi dalam persalinan (saifuddin. ibu bersalin 13 orang.yang terdiri dari ibu hamil sebanyak 3 orang.

Pudiasti (2011). Prasetyawati. Persalinan merupakan proses yang penting bagi seorang ibu.000 kelahiran hidup yang harus di capai.yang merupakan komponen kunci dari di terima secara global program safe motherhood. 99% persen kematian ibu terjadi di negara-negara berkembang dan indonesia merupakan salah satunya di perkirakan setiap tahunnya 536. pendidikan kesehatan dan pelayanan keluarga berencana. Sebagian persalinan di indonesia terjadi di desa atau fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Tidak memadainya atau kurang persiapan persalinan dan darurat kesiapan. Persiapan persalinan membantu memastikan bahwa perempuan dapat mencapai perawatan pengiriman profesional ketika persalinan di mulai dan mengurangi penundaan yang terjadi ketika perempuan pengalaman komplikasi kebidanan.000 ibu meninggal saat persalinan. dimana tingkat keterampilan petugas dan sarana kesehatan sangat terbatas. Berdasarkan target MDGs (Millenium development goals) 2015 yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) 102 per 100. 5 dan anak.000 kelahiran hidup di dunia dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 100. Dalam proses persalinan tersebut maka secara alamiah ibu bersalin akan mengeluarkan banyak energi dan mengalami perubahan-perubahan fisik baik secara fisiologis dan psikologis sehingga dukungan pada ibu bersalin sangat di pelukan. dkk. . 2011). Namun sampai saat ini angka kematian ibu dan bayi masih tinggi. (2012 Menurut WHO (world health organisation) tahun 2010. Oleh sebab itu hal tersebut menjadi salah satu pemicu penyebab angka kematian ibu di indonesia masih cukup tinggi (Rohani.

6 Berbagai faktor berkontribusi terhadap kematian ibu.00 KH. terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran). persalinan macet dan abortus. Di indonesia. (2009) Dalam Dmopolii. AKI tahun 2007 sebesar 228/100. yang secara garis besar dapat di kelompokkan menjadi penyebab langsung dan tidak langsung. AKI tersebut sudah jauh menurun. Penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperberat keaadaan ibu hamil seperti empat terlalu (terlalu muda. (2012).5 % maupun yang mempersulit proses penanganan kedaruratan kehamilan. Depkes RI. Kemenkes. J Andhika Tri(2015). Penyebab langsung kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan.000 KH. Sehingga masih memerlukan kerja keras dari semua komponen untuk mencapai target tersebut. . namun masih jauh dari target MDGs tahun 2015 (102/100. pre eklamsia/eklamsia infeksi. angka kematian ibu melahirkan sebesar 359 per seratus ribu kelahiran hidup dan angka kematian bayi sebesar 23 per seribu kelahiran hidup.000 KH. persalinan dan nifas seperti pendarahan . Survei demografi dan kesehatan indonesia (SDKI) 2012 tercatat. berdasarkan perhitungan oleh badan pusat statistik (BPS) di peroleh AKI tahun 2002 sebesar 307/100. terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawat daruratan). Menurut SDKI ( survei demografi kesehatan indonesia) 2002 sebanyak 22. persalinan. terlalu tua. dan nifas seperti tiga terlambat (terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan .

2013) Kesehatan ibu dan anak menjadi target dalam tujuan pembangunan millenium (MDGs). Masa nifas merupakan masa yang rawan bagi ibu . nifas (puerperium) adalah di mulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.975.363 (Kemenkes RI. infeksi masa nifas.000 perempuan meninggal akibat komplikasi masa nifas (WHO. untuk di deteksi dini komplikasi pada ibu nifas di perlukan pemantauan pemeriksaan terhadap ibu nifas dengan melakukan kunjungan nifas minimal sebanyak 4 kali. Saleha (2009). hal ini mengandung pengertian bahwa dari seorang ibu akan di lahirkan calon penerus bangsa yang akan dapat memberikan manfaat bagi bangsa. 2013) Berdasarkan survei demograf dan kesehatan indonesia (SDKI) tahun 2013 sebanyak 4. maka pada akhir tahun 1990-an secara konseptual telah di perkenalkan lagi upaya untuk menajamkan strategi dan intervensi dalam menurunkan AKI . Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6-8 minggu. tepatnya pada tujuan 4 dan 5 yaitu menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. 7 Menurut prawirohardjo (2010). Program kesehatan ibu dan anak menjadi sangat penting karena ibu dan anak merupakan unsur penting pembangunan. Menurut badan kesehatan dunia di perkirakan pada tahun 2013 sebanyak 289. Di antaranya di sebabkan oleh komplikasi masa nifas yaitu terjadi perdarahan dalam masa nifas. Untuk itu perlu dilakukan kunjungan dan pemantauan masa nifas. sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi 24 jam pertama setelah persalinan. infeksi saluran kemih.

maka Proses menyusui akan berhasil. . Selanjutnya. di jelaskan bahwa untuk mencapai pertumbuhan . Menurut prawirohardjo. menyusui dan penyapihan. Menyususi adalah salah satu komponen dari proses reproduksi yang terdiri atas haid. kehamilan. WHO. (2011) dalam nursisti (2014). UNICEF. 2009).kes/ sk/IV/2004 tanggal 7 April 2004 telah menetapkan rekomendasi pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan. demi tercukupinya nutrisi bayi. 8 melalui making pregnancy safer (MPS) yang di canangkan oleh pemerintah pada tahun kematian ibu di sembilan negara maju dan 51 negara persemakmuran. Modal dasar pembentukan manusia berkualitas di mulai sejak bayi dalam kandungan di lanjutkan dengan pemberian air susu ibu (ASI). perkembangan dan kesehatan yang optimal. Menyusui merupakan cara mensyukuri anugerah dengan berusaha sekuat tenaga agar mampu memberikan ASI setidaknya 6 bulan secara ekslusif.450/ men. 81% AKI akibat komplikasi selama hamil dan bersalin dan 25% selama masa post partum. (2010) Resolusi world health assembly (WHA) tahun 2001 menegaskan bahwa tumbuh kembang anak secara optimal merupakan salah satu hak asasi anak. Menurut WHO. Dalam rekomendasi tersebut. WHO. persalinan. Jika semua komponen berlangsung dengan baik. bayi harus di beri ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. konsepsi. maka ibu mulai memberikan makanan pendamping ASI dan ASI hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih (Prasetyono. dan departemen kesehatan Republik indonesia melalui SK Menkes No. D.

Semarang. NTB. sudah 80% para ibu yang memberi ASI ekslusif selama 4-6 bulan. 2010). Makasar) dan 8 perdesaan (Sumbar. italia. D. serta cara menyusui yang salah. Jabar. Selain hal ini kurangnya motivasi dan rasa percaya diriuntuk menyusui. tahun 1997. Turunnya angka pemberin ASI terkait pengaruh sosial budaya di masyarakat. Lampung. Sulsel) menunjukkan bahwa asupan SI ekslusif 4-5 bulan di perkotaan antara 14%-21%.Surabaya. Dengan begitu maka kasih sayang ibu akan mengalir pada sang bayi sehingga sang bayi merasa aman dan tenang (kodrat. Jateng . Pada pertemuan di innocenti. L.Eka (2013) Pemberian ASI belum seperti yang kita harapkaan. yang menganjurkan supaya bayi di berikan makanan tambahan sebelum usia 6 bulan (Prasetyono. baru 52% para ibu yang memberi ASI ekslusif pada bayi dan rata-rata lamanya pemberian ASI tersebut 1. Banten. Jatim. Proses menyusui dapat merangsang ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi. singkatnya masa cuti hamil habis/melahirkan mengakibatkan sebelum masa pemberian ASI ekslusif berakhir mereka sudah harus kembali bekerja (Kodrat. sedangkan di pedesaan 14%-26%. Namun berdasaarkan survei demografi kesehatan indonesia (SDKI) tahun 1997. Penelitian di langkat pada . 2010) dalam Agustia. Pencapaian ASI ekslusif 5-6 bulan di perkotaan berkisar antara 3%-18% sedangkn di pedesaan 6 %-19% pada ibu yang bekerja. 2009).7 bulan dari survei yang di laksanakan pada tahun 2002 oleh nutrition dan healt surveillance system (NSS) kerja sama dengan Balitbankes dan Helen Keller internasional di empat kota (Jakarta. telah di sepakati agar pada tahun 2000. L. 9 Menyusui adalah cara yang paling gampang membuat bayi tidak rewel.

3 bulan tetapi inisiasi menyusu dini pemberian ASI <1 jam hanya 3. Harapanya adalah bahwa di indonesia pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan pada tahun 2010 menjdi 80 % kenyataannya pada SDKI (survey demografi kesehatan indonesia) tahun 2002-2003 walaupun pemberian ASI rata-rata 23.51 % . 39. Pada saat itu peningkatan penggunaan ASI di evaluasi.78% anak balita berusia 18-24 bulan hanya mengkomsumsi PASI (teh manis.057. persalinan di tolong tenaga kesehatan 88. 2008). Dalam agustia. Di indonesia walaupun sejak tahun 1992 telah di lakukan kegiatan rumah sakit sayang bayi kemudian di tambah lagi dengan kegiatan rumah sakit sayang ibu sejak 1999.52%. (2010). 10 keluarga tidak miskin terdapat 63. Saat ini usaha untuk meningkatkan penggunaan ASI telah menjadi tujuan gelobal setiap tahun pada tanggal 1-7 agustus adalah pekan ASI sedunia. penggunaan botol 32. Ade. jumlah ibu bersalin/nifas 7.4 % Berdasakan data dari dinas kesehatan kota bengkulu pada tahun 2015 jumlah kehamilan seluruh kota bengkulu 7. air putih) tanpa makanan tambahan (Manalu. ASI ekslusif 0-6 bulan.361 perkiraan bumil dengan komplikasi kebidanan 1.1% . Angka kehamilan tertinggi di puskesmas . Sedangkan pada keluarga miskin di temukan terdapat 100% anak usia 12-24 bulan tidak mendapat ASI lagi dan ada sebanyak 27.64% nak balita berusia 19-24 bulan tidak diberi ASI lagi. eka (2013) Menurut Prawirohardjo. mendapat pelayanan kesehatan nifas 86.472 penanganan komplikasi 1136. rata-rata durasi ASI ekslusif 1. air tajin.5%.6 bulan. ASI ekslusif 0-4 bulan 55. situasi menyusui masih belum seperti yang di harapkan.7%.

umur 2 bulan sebanyak 16 orang. Dinkes kota bengkulu (2015). ibu bersalin.656 total 3. Puskesmas basuki rahmat (2016). Pada bulan Agustus 2016 bayi. Berdasarkan data dari puskesmas basuki rahmat kota bengkulu.301. 2 . perempuan 1. umur 4 bulan sebanyak 7 orang. bayi berumur 0 bulan sebanyak 24 orang. umur 3 bulan sebanyak 8 orang. ibu hamil resiko tinggi 160. 11 Basuki rahmat dengan 796. Dinas kesehatan kota bengkulu (2015). umur 1 bulan sebanyak 12 orang. Berdasarkan data dari puskesmas basuki rahmad oktober 2016 jumlah ibu hamil di wilayah kerja basuki rahmat 800 ibu hamil. umur 2 bulan sebanyak 14 orang. Data pemberian ASI ekslusif.315 total 2.53. 764 dan ibu nifas 764. pada bulan februari bayi berumur 0 bulan sebanyak 20 orang. umur 4 bulan sebanyak 8 orang dan umur 5 bulan sebanyak 1 orang. sedangkan kehamilan terendah berada pada puskesmas kuala lempuing yaitu dengan 105 kehamilan. Berdasarkan data dari dinas kesehatan kota bengkulu tahun 2015 jumlah bayi seluruh kota bengkulu usia 0-6 bulan laki laki 1. bulan februari sebanyak 65 orang dan agustus 72 orang. jumlah bayi yang di beri ASI ekslusif laki-laki 1.646. umur 3 bulan sebanyak 11 orang. dari seluruh posyandu di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu pada pada tahun 2016. perempuan 1. puskesmas basuki rahmat berada pada urutan ke 3 dengan 181 bayi yang di beri ASI ekslusif. Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh peneliti dari jumlah 15 orang ibu terdapat 8 orang ibu yang terdiri 1 orang ibu dengan resiko kehamilan. umur 5 bulan sebanyak 0 orang.258. umur 1 bulan sebanyak 16 orang.

Dan 7 orang ibu yang terdiri dari ibu dengan resiko kehamilan. dan ASI ekslusif di puskesmas Basuki rahmad kota Bengkulu. 3 orang ibu masa nifas. C. nifas dan ASI ekslusif sudah pernah ada kunjungan perawat. Setelah ada kunjungan Ibu hamil mengatakan mengerti terhadap gangguan yang gangguan yang dapatterjadi pada kehamilan persalinan. maka yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah “Apakah Efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. T ujuan umum Di ketahuinya efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. persalinan. dan ASI ekslusif di puskesmas Basuki rahmat kota bengkulu tahun 2016?. Berdasarkan latar belakang dan fenomena tersebut di atas peneliti sangat tertarik untuk meneliti tentang Efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. B. dan 2 orang ibu memberikan ASI ekslusif hasilnya belum ada kunjungan perawat. TUJUAN PENELITIAN 1. nifas. tingginya angka kehamilan terdapat pada wilayah puskesmas Basuki rahmat. dan ASI Ekslusif. persalinan. persalinan. Di wilayah puskesmas Basuki rahmat kota bengkulu (2016). 12 orang ibu bersalin. nifas. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas. . nifas dn ASI ekslusif. persalinan. nifas.

Mengetahui gambaran efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap ASI ekslusif di puskesmas basuki rahmat kota bengkulu . Mengetahui distribusi frekuensi efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap persalinan di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu e. Mengetahui gambaran efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap masa nifas di puskesmas basuki rahmat kota bengkulu i. Mengetahui distribusi frekuensi efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap ASI ekslusif di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu. b. g. k. d. Mengetahui distribusi frekuensi persalinan di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu. Mengetahui distribusi frekuensi efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap masa nifas di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu h. Tujuan khusus a. Mengetahui distribusi frekuensi masa nifas di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu. Mengetahui gambaran efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap persalinan di puskesmas basuki rahmat kota bengkulu f. Mengetahui distribusi frekuensi resiko kehamilan di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu. Mengetahui distribusi frekuensi efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu. j. 13 2. Mengetahui gambaran efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan di puskesmas basuki rahmat kota bengkulu c.

persalinan. Bagi Akademik Merupakan salah satu bahan informasi bagi pendidikan khususnya bagi perpustakaan yang berhubungan dengan Efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. 2. nifas dan ASI ekslusif. D. persalinan. Mengetahui distribusi frekuensi ASI ekslusif di puskesmas basuki rahmad kota bengkulu. nifas dan ASI ekslusif. 14 l. nifas dan ASI ekslusif b. b. Bagi Pelayanan Kesehatan Sebagai masukan untuk perencanaan dan pelaksanaan program khususnya dalam mensosialisasikan pentingnya kunjungan rumah oleh perawat bagi ibu hamil dan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan tentang Efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. Bagi ilmu pengetahuan Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan tentang Efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. persalinan. . Manfaat teoritis a. Manfaat Praktis a. MANFAAT PENELITIAN 1.

15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. yang di makhsud dengan kunjungan rumah adalah kedatangan petugas kesehatan ke rumah pasien untuk lebih mengenal kehidupan pasien dan atau memberikan pertolongan keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pasien. Cakupan pelayanan antenatal adalah persentase ibu hamil yang telah mendapat pemeriksaan oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah kerja (depkes RI). Tujuan kunjungan rumah a. Yang di makhsud dengan kunjungan adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang di tetapkan. 2015) Sedangkan menurut McWhinney (2014). Konsef dasar teori Kunjungan Rumah 1. Definisi Kunjungan rumah adalah salah satu tekhnik pengumpul data dengan jalan mengunjungi rumah untuk membantu menyelesaikan masalah yang di hadapi dan untuk melengkapi data yang sudah ada yang di peroleh dari deengn tekhnik lain (Mudji. Dalam Fitriani. 2. Untuk melakukan pertolongan keperawatan . Nur rizki (2012). secara sederhana. Untuk lebih mengenal kehidupan pasien b.

Manfaat pemeriksaan kehamilan sangat besar karena dapat mengetahui berbagai resiko dan komplikasi kehamilan sehingga ibu hamil dapat di arahkan untuk melakukan rujukan Manuaba. Dapatlebih meningkatkan hubungan antara perawat-pasien. (2010). 4. meningkatkan kesehatan ibu setelah persalinan dan untuk memberikan ASI. akan di peroleh banyak manfaat. d. c. Dapat lebih meningkatkan pemahaman dokter tentang pasien b. Manfaat Kunjungan Dan Perawatan Pasien Rumah Apabila kunjungan dan perawatan di rumah dapat di lakukan dengan sebaik-baiknya. bukan berarti pelaksanaan kunjungan dan perawatan pasien di rumah tersebut tidak menghadapi masalah. Beberapa dari manfaat tersebut antara lain adalah: a. Dapat lebih menjalin terpenuhnya kebutuhan dan tuntutan kesehatan pasien. Masalah Kunjungan dan Perawatan di rumah Sekalipun kunjungan dan perawatan pasien di rumah banyak mendatangkan manfaat. mempertahankan dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil untuk menghadapi persalinan. Dapat lebih meningkatkan kepuasan pasien. 16 3. Manfaat pemeriksaan kehamilan untuk ibu adalah mengurangi dan menegakkan secara dini komplikasi kehamilan. di antaranya : .

namun telah jarang di lakukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan dan perawatan rumah Pelayanan kunjungan dan perawatan pasien dirumah. di perlukan antara lain peralatan yang lengkap pula. 5. 2014). b. Panggilan kunjungan rumah yang tidak di perlukan Masalah pokok kedua yang sering di hadapi adalah adanya panggilan kunjungan rumah dari pasien atau keluarga pasien yang sebenarnya tidak di perlukan. Beriku faktor penyebab kurangnya di lakukan kunjungan rumah. Terbatasnya pertolongan keperawatan yang dapat di lakukan Masalah pokok utama yang sering di temukan adalah terbatasnya pertolongan keperawatan yang dapat di lakukan pada waktu kunjungan rumah. keempat faktor yang di makhsud adalah: a. Makin mudahnya sistem komunikasi Faktor pertama yang memepengaruhi makin bekurangnya pelayanan kunjungan dan atau perawatan pasien di rumah adalah karena makin mudahnya sistem komuniasi. . baik berupa mobil kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Untuk dapat melakukan pertolongan keperawatan yang lebih lengkap. 17 a. secara umum di bedakan atas 4 macam (McWhinney. Terjadinya peristiwa yang seperti ini tentu saja tidak diinginkan. yang apabila di laksanakan semestinya dapat mendatangkan banyak manfaat.

Makin majunya ilmu dan tekhnologi keperawatan Faktor kedua yang memepengaruhi makin berkurangnya pelayanan kunjungan dana atau perawatan pasien di rumah adalah karena makin majunya ilmu dan tekhnologi keperawatan. Sikap dan perilaku perawat Faktor keempat yang mempengaruhi makin berkurangnya pelayanan kunjungan dan atau perawatan pasien di rumah adalah karena adanya sikap dan perilaku perawat yang enggan atau menolak untuk melakukan kunjungan dan perawatan pasien di rumah. d. Penggunaan berbagai alat keperawatan yang canggih Faktor ke tiga yang mempengaruhi makin berkurannya pelayanan kunjungan dan atau perawatan pasien di rumah adalah karena makin banyak di pergunakannya alat keperawatan yang canggih dan sulit untuk dibawa bepergian. Adapun faktor pendorong yang mempengaruhi kunjungan dan perawatan rumah adalah : 1) Makin meningkatnya usia hidup manusia rata-rata anggota masyarakat. Makin meningkatnya biaya rawat inap di rumah sakit. 3). 2). 18 b. Karena desakan program asuransi kesehatan . c.

Mempersiapkan daftar nama keluarga yang akan di kunjungi Kunjungan rumah untuk pengumpulan data cukup dilakukan terhadap keluarga yang sangat membutuhkan saja. Mempersiapkan macam data yang akan di yang akan di gunakan Macam data minima yang akan di kumpulkan adalah tentang identitas keluarga. keadaan rumah dan lingkungan pasien. 3). Pengumpulan data di lakukan dengan selengkap-lengapnya sesuai dengan keadaan sebenarnya 5). fungsi keluarga serta interaksi anggota keluarga dalam menjalankan fungsi keluarga. 4). yakni keluarga yang termasuk dalam risiko tinggi 2). 19 6. Data minimal ini sering di sebut sebagai data dasar (data base) keluarga dan atau di sebut pula sebagai profil keluarga. Melakukan pencatatan data Catatan data pasien ini biasanya di lakukan pada rekam medis khusus yang biasa disebut dengan rekam medis keluarga . struktur keluarga. Tata cara kunjungan pasien di rumah Untuk pengumpulan data tentang pasien 1). Mengatur jadwal kunjungan Tidak ada gunanya melakukan kunjungan rumah apabila kepala keluarga yang dapat menjelaskan kehidupan keluarga yang ingin di ketahui dan atau anggota keluarga yang ingin di kunjungi tidak sedang berada di rumah.

sebagai berikut. atau kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan. Kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilan adalah sebanyak empat kali yang di kenal dengan istilah k1. Kunjungan di sini bukn hanya ibu hamil yang datang ke tempat pelayanan tetapi juga setiap kontak tenaga kesehatan dan di berikan pelayanan antenatal sesuai standa baik di posyandu. dan dua kali pada triwulan ke tiga (antara 28- 38 sesudah minggu ke 36) Listianingsih . k2. polindes. Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang di tetapkan. termasuk minimal satu kali kunjungan diantar suami/pasangan atau anggota keluarga. dan k4. satu kali pada triwulan ke dua (antara 14-28 minggu). Tabel 2. Satu kali triwulan pertama (sebelum 14 minggu). Kunjungan resiko kehamilan 1. Kunjungan di sini bukan hanya ibu hamil. 2010).2010) Untuk menghindari risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan anjurkan setiap ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal komprehensif yang berkualitas minimal 4 kali. 20 6). Menyampaikan nasehat dan penyuluhan kesehatan.(Listiyaningsih. k3.1 kunjungan pemeriksaan antenatal Trimester Jumlah kunjungan Waktu kunjungan di lakukan minimal I 1x Sebelum minggi ke 16 II 1x Antara minggu ke 24-28 III 2x Antara minggu 30-32 Antara minggu 36-38 . 7.

pendekatan yang membutuhkan kemampuan analisis yang berhubungan dengan aspek sosial. Tujuan asuhan intranatal 1. anjurkan ibu untuk memeriksakan diri ke dokter setidaknya untuk deteksi kelainan medis secara umum. serta biaya rujukan apabila di perlukan Penatalaksanaan . Memastikan persiapan persalinan bersih. Mempersiapkan transportasi. lalu berikan kepada ibu untuk disimpan dan dibawa kembali ke pada kunjungan berikutnya 4. Kunjungan Persalinan Secara bertahap seluruh persalinan di seluruh indonesia di tolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. aman. Buku diisi setiap ibu melakukan kunjungan antenatal. di harapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Berikan informasi mengenai perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) kepada ibu. nilai-nilai dan budaya setempat. Anjurkan ibu mengikuti kelas ibu. 3. gunakan buku KIA. Memastikan persalinan yang telah di rencanakan 2. Selain itu . 8. Untuk memantau kehamilan ibu. 21 2. 5. dengan memberikan asuhan intranatal secara tepat dan sesuai dengan standar. dan dalam suasana yang menyenangkan 3.

Mencegah perdarahan masa nifas karena post atonia uteri. Kunjungan berikutnya di rencanakan sepanjang minggu pertama jika di perlukan. menangani. Dan di jadwalkan berdasarkan kebutuhan. Memastikan involusi uterus berjalan post baik (normal) uterus berkontraksi. Menilai adanya tanda-tanda demam. partum b. Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri d. 22 9. paling sedikit empat kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi untuk mencegah. No Kunjungan Waktu Tujuan 1 Pertama 6-8 jam a.evi (2013). tidak ada bau b. dalam Astuti. Kunjungan masa nifas dilakukan sedikitnya empat kali untuk menilai status ibu dan status bayi beru lahir juga mencegah. Kunjungan Masa Nifas Kunjungan rumah pada masa nifas dilakukan sebagai suatu tindakkan untuk pemeriksaan postpartum lanjutan. Pada program terdahulu. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir 2 Kedua 6 hari a. mendeteksi. dan menangani masalah-masalah yang terjadi. mendeteksi. Menurut marni (2012). . masalah-masalah yang terjadi. partum fundus di bawah umbilikus tidak ada perdarahan abnormal. Pemberian asi awal e. Jarang sekali suatu kunjungan rumah di tunda sampai hari ke tiga setelah pulang ke rumah. kunjungan bisa dilakukan sejak 24 jam setelah pulang. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan rujuk bila perdarahan berlanjut b. kunjungan rumah di rencanakan untuk bekerjasama dengan keluarga.

Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak mempelihatkan tanda-tanda penyulit. menjaga 4 Empat 6 minggu a. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit e. Memastikan involusi uterus berjalan post baik (normal) uterus berkontraksi. termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui. Bidan membantu ibu mulai menyusui bayinya segera setelah . Menilai adanya tanda-tanda demam. Memastikan ibu mendapat cukup makanan. infeksi atau perdarahan abnormal c. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan. partum fundus dibawah umbilikus tidak ada perdarahan abnormal. e. menjaga bayi 3 Ketiga 2 minggu a. Bidan harus memberikan nasehat dan asuhan yang di butuhkan kepada wanita selama masa hamil. Menanyakan pada ibu tentang penyulit setelh atau yang ibu atau bayi alami persalinan b. cairan dan istirahat d. 3. 23 infeksi atau perdarahan abnormal c. Memberikan konseling KB secara dini Tabel. masa bayi lahir sampai umur 2 tahun. tali pusat. tidak ada bau b. tali pusat. persalinan dan pasca persalinan. Kunjungan Rumah ASI ekslusif Seorang perawat harus memberikan pelayanan dan pemeliharaan ASI kepada ibu dengan baik dan benar. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. Perawat memberikan penjelasan kepada ibu tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya di muli sejak masa kehamilan.1 Program kunjungan pada ibu nifas 10. cairan dan istirahat d.

(2011). Menurut Bahiyatun (2009). Berdasarkan suatu program pemberian ASI ekslusif tidak cukup hanya dengan tersedianya vaksin dan logistik lainnya . Peran bidan selama masa nifas dalam pemberian ASI adalah memberi perawatan dan dukungan sesuai keinginan ibu melalui cara . 24 lahir ( melakukan inisiasi menyusu dini) dan juga membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar. pelayanan pelayanan bidan selanjutnya adalah membantu ibu bagaimana caranya mempertahankan menyusui dan tidak memberikan makananatau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir (Depkes RI. Petugas kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik yang konprehensipsesuai dengan standar kompetensi sesuai dengan standar kompetensi dan etika profesi yang di milikinya serta memberikan pendidikan kesehatan terutama untuk kesehatan ibu dan anak. Untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh dan terpadu serta pendidikan kesehatan. tetapi juga di perlukan peran petugas kesehatan yang berdedikasi dalam pencapaian kelengkapan imunisasi pada anak. Prasetiawati. Peran petugas kesehatan dalam mendukung pemberian ASI ekslusif yakni meyakinkan ibu bahwa bayi akan memperoleh makanan yang cukup dari ASI yang di berikannya serta membantu ibu menyusui hingga mampu menyusui sampai 6 bulan pertama. 2007). petugas kesehatan hendaknya memandang keluarga secara utuh secara bio-psiko sosial.

Selama 6-8 jam pertama memberikan konseling kepada ibu untuk pemberian ASI awal. Selama 2-6 minggu setelah melahirkan mengkaji tentang kemungkinan penyulit pada ibu dan memberikan konseling yang di butuhkan ibu selama menyusui Peran perawat merupakan hal yang sangat penting dalam pemberian ASI ekslusif. Tatalaksana pemberian ASI ekslusif . 25 1. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mendukung inisiasi menyusui dini dan keberhasilan ASI ekslusif di pengaruhi oleh peran petugas kesehatan yang dapat memberikan informasi tentang pemberian ASI ekslusif. Selama 6 hari setelah melahirkan memastikan ibu dapat menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit serta memastikan agar ibu mendapatkan cukup cairan. baik sebelum. 3. petugas kesehatan mempunyai posisi unik yang dapat mempengaruhi fungsi pelayanan kesehatan ibu. 2015). selain memberikan penyuluhan tentang ASI ekslusif. selama maupun setelah kehamilan dan persalinan. Petugas kesehatan bertanggung jawab adalam gizi bayi dan perawatan kesehatan. 2. makanan serta istirahat 4. Mendampingi ibu dan bayi selama 2 jam pertama setelah kelahiran hingga ibu dalam keadaan stabil. petugas kesehatan juga memberikan pendampingan lain seperti melakukan kunjungan rumah (sabati.

cuci puting ibu dan buat ibu berada dalam posisi yang santai. Kekerapan dan lama menyususi dengan Asi tidak di batasi (Asi on demand. Hindari penggunaan dot 5. anjurkan ibu untuk melakukan hal-hal berikut ini a. Sebelum menyusui. Tidak mempromosikan atau memberikan susu pormula kepada ibu tanpa alasan atau instruksi medis 4. 2. Berikan ASI yang di pompa menggunakan cangkir atau selang nasogastrik bila bayi tidak mampu menyusui atau jika ibu tidak bisa bersama bayi sepanjang waktu 6. Bayi menyusui dengan menempel yang baik . Minum setiap kali menyusui f. Menyusui bayi di tempat yang tenang dan nyaman e. Berikan informasi bahwa ASI ekslusif di berikan hingga umur 6 bulan dan jika kemungkinan di teruskan dengan pemberian ASI tambahan hingga berumur 2 tahuh. yaitu sering yang bayi mau. 3. Menyusui bayi setiap 2 jam c. 26 1. siang dan malam). Untuk meningkatkan produksi ASI. punggung ibu sebaiknya di beri sandaran dan sikunya di dukung selama menyusui 7. terdapat suara meneran aktif d. Tidur bersebelahan dengan bayi . Menyusui dengan cara-cara yang benar b.

Memakai bra yang menyokong payudara c. (2011) Resiko kehamilan adalah suatu ukuran statistik epidemiologik dari kemungkinan terjadinya suatu keadaan gawat darurat obstetrik yang tidak di inginkan pada masa mendatang yaitu prakiraan/prediksi akan terjadinya komplikasi dalam persalinan dengan dampak kematian /kesakitan pada ibu/bayi. Apabila lecet sangat berat. Definisi Menurut Prawirohardjo. Untuk perawatan payudara. Susukan bayi setiap 2-3 jam B. Keluarkan ASI dari bagian depan payudara sehingga puting menjadi lunak d. Menghilangkan nyeri dengan minum parasetamol 1 500mg. ASI di keluarkan dan di tampung dengan menggunakan sendok d. Jika payudara bengkak akibat pemberian ASI a. Menjaga payudara (terutama puting susu) tetap kering dan bersih b. Kompres payudara dengan menggunakan kain basal hangat selama 5 menit b. dapat di ulang setiap 6 jam 8. 27 8. Konsep dasar teori resiko kehamilan 1. Kehamilan adalah masa murni dari konsepsi sampai lahirnya lahir janin lamanya 280 hari (40 minggu) atau 9 bulan 7 hari di hitung dari hari pertama. anjurkan ibu untuk melakukan hal-hal berikut a. . Urut payudara dari arah pangkal menuju putting c.

Struktur tersebut merupakan gudang bagi semen pria. Ovarium Kelenjar seks primer wanita adalah dua buah ovarium. vagina. vulva. tuba uterin. Ovarium mengandung kantung sekretorius kecil atau folikel mengandung ovum yang matang dan ovum tersebut di keluarkan dari ovarium ke dalam rongga pelvis melalui suatu proses yang di sebut ovulasi.(Manuaba. Kesemua organ-organ ini menghasilkan gamet wanita (Ovum) dan hormon. 2008) 2.2010) Kehamilan resiko tinggi adalah suatu kehamilan dimana jiwa dan kesehatan ibu dan atau bayi terancam (Mochtar. Anatomi fisiologi Sistem reproduksi wanita mencakup ovarium. Besar keduanya sebesar buah almond dan terletak pada masing-masing sisi dari uterus di bawah dan belakang tuba uterin. Ovarium di pertahankan tempatnya oleh ligamen. uterus. Ovarium juga menghasilkan dua hoemon utama wanita progesteron dan estrogen. dan payudara. 28 Kehamilan resiko tinggi adalah keadaan yanng mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang di hadapi. melalui ligamen tersebut ovarium mendapatkan persyarafan dan suflai darah. merupakan sarang tempat bagi ovum yang di buahi untuk tumbuh menjadi infan dan ASI untuk bayi yang baru lahir. . 1.

Tuba ini membawah ovum ke uterus melalui perpaduan dari gerakkan peristaltik dan silia yang terdapat pada pada tuba. Tidak terdapat hubungan langsung oleh ovarium dengan tuba uterin. jarang terjadi ovum yang telah di buahi gagal menemukan jalan masuk dalam tuba dapat melekatkan dirinya pada rongga peritonum hal ini menyebabkan kehamilan abdominal. Uterus Uterus adalah suatu kubah yang berbentuk buah pear organ muskular berukuran hampir segenggaman. mungkin terjadi pembuahan dimana saja keduanya bertemu. 29 2. Kehamilan ini di luar uterus di kenal sebagai kehamilan ektopik atau kehamilan ekstra uterin 3. Bila sperma yang berenang bebas menjalar sampai ke tuba dan ovum bergerak ke arah tuba. Adalah strukturmuskular dengan panjang hampir mencapai lima inci di lekatkan pada salah satu sisi dari korpus atas uterus. Tetapi tonjolan-tonjolan yang menyerupai jari-jari yang di sebut fimbrae memanjang dari ujung tuba. Tuba uterin Kedua tuba uterin juga di sebut tuba falloppi atau oviduk. Yang membutuhkan waktu 5 hari untuk sampai ke uterus. Uterus umumnya menjorok ke depan atau antefleksi. dan terletak di dalam rongga pelvis di antara kandung kemih dan rektum. Biasanya ovum yang telah di buahi melanjutkan perjalanan sampai ke dalam rongga uterus sebelum membenamkan diri ke dalam dinding uterus . ini di sebut kehamilan tuba. Uterus tertahan di tempatnya oleh .

bagian kecil yang di sebut leher atau serviks. Ostium internus. Ligamentum uterosakralis menghubungkan uterus ke sakrum pada kedua sisi rektum. dan (3). merupakan area di antara dua ostium. endometrium merupakan lapisan yang rontok setiap bulan pada saat menstruasi. Servik di bagi tiga bagian. Bagian luar uterus di tutupi oleh jaringan ikat yang di sebut perimetrium. di bentuk dari jaringan sekretorius yang mengandung pembuluh daah dan kelenjar. Dinding uterus yang di sebut miometrium. Bagian sentral yang di sebut badan atau korpus dan (3) bagian atas. 30 ligamentum. merupakan bagian terbesr dari tiga lapisan lainnya. yang terbuka ke dalam vagina. pembuluh darah uterin dan persyarafan melewati ligamentum tersebut. ligamentum teres memanjang dari uterus dekat tuba uterin melewati kanalis inguinalis sampai labia mayora. ligamentum kardinal memanjang di bawah dasar ligamentum mayor dan menahan uterus sehingga tidk jatuh ke dalam vagina. permukaan dalamnya yang di sebut endometrium. bagian yang membulat yang di sebut fundus. Kanalis serviksalis. Uterus di bagi menjadi tiga area (1). . (2). (2). Bawah. Ligamentum latum terletak ke dua sisi uterus. Dua buah perpanjangan uterus ke dalam mana tuba uterus terbuka di sebut sebgai tanduk atau kornu. merupkan bagian tas tempat tuba uterin memasuki uterus. Ostium eksternus. yang terbuka ke dalam uterus. (1).

yang memungkinkan terjadinya peregangan selama koitus dan kelahiran anak. Dinding vagina memiliki banyak lipatan. mengelurkan aliran menstruasi. Vagina Vagina adalah suatu kanal muskular membranosa dengan panjang sekitar 7. 31 Dinding tebal dari miometrium terbentuk dari jalinan serat-serat otot yang tumbuh dan meregang karena perubahan uterus selama kehamilan. termasuk kelompok spinter dan elevator ani. Dasar pelvik Dasar pelvik di bentuk oleh beberapa lapisan otot.62 cm yang menghubungkan uterus dan vulva. Secara relatif spinter lemak. yang mengelilingi . dan bagian lapisan bagian terluar menjalar dalam arah melebar. Servik menjorok ke bawah ke dalam vagina bagian atas sehingga terbentuk ruang di antara serviks dan dinding vagina. Sebagai catatan adalah m bulboka vernosus. 4. Serat dari lapisan dalam menjalar dengan arah sirkuler bagian dari lapisan tengahnya menjalar dalam pola angka delapan. kontraksi serat-serat otot setelah melahirkan menyebabkan kontriksi pembuluh darah dan pengendalian perdarahan uterus. retum dan meatus urinarius. otot seperti lingkaran yang berdekatan dengan ostium vagina luar . dam membentuk saluran tempat terjadinya kelahiran. fornikus posterior. di temukan di belakang serviks. Vagina menerima penis dan semen pada saat koitus . Karena pembuluh darah dari uterus melalui pola jalinan ini. Ruang ini di sebut fornikus. atau rugae. dan merupakan yang terdalam . 5.

dan kelenjar bartholins skene. Bibir ini tidak memiliki rambut tetapi memiliki banyak kelenjar. kedua lipatatan kulit kecil memanjang ke belakang dari klitoris. rektum. Mon pubis juga di sebut mons veneris adalah kulit yang melputi lemak membentuk tali os pubikum. Kelompok levator ani yang kuat termasuk otot pubokoksigeal. sangat sakit dan sukar untuk sembuh. labia majora. rektum kandung kemihdi tahan oleh mentum dan fasia 6. Klitoris adalah korpus panjang kecil dari jaringan erektile terletak tepat di atas sudut anterior labia mayora merupakan organ yang serupa . Kadang kadang terjadiinfeksi yang mengenai kelenjar ini. Otot ini memberikan bentuk lingkar dengan dari vagina dan rektum. iliokoksigeal dan puborektal. Labia minora ( bibir kecil) terletak di antara labia mayora. Vulva Genitalia eksterna wanita termasuk min pubis. maka membutuhkan pengobatan medis yang intensif. vestibula dan perineum saling berhubungan dan terletak dekat dengan meatus urinarium ostium vagina.s. pembentuk gangguan di atas tempat vagina. rambt kelenjar sbasea terletak pada kulit ini. 32 vagina bersama dengan spinkter eksternal. Setelah pubertas rambut halus tumbuh di atas mons dan kebawah di atas labia miyora. Labia mayora ( bibir besar) adalah lipatan kulit yang besar dan jaringan lemak yang memanjang ke arah belakang dan kebawah dari mons sampai sekitar dari rektum. klitoris. labia minora. Otot-otot ini di sebut dengan diafragma pelvik.

Dan tiga pernah adalah riwayat obstetri jelek. persalinan lalu mengalami perdarahan. Hormon Sistem reproduktif wanita di atur oleh beberapa hormon. melalui tanya jawab melalui periksa pandang. FR ini mudah di temukan pada kontak I – hamil oleh siapapun itu sendiri. membutuhkan KIE pada tiap kontak . primi tua sekunder umur lebih dari 35 tahun. Resiko kehamilan Kelompok faktor resiko berdasarkan kapan di temukan. cara pengenalan dan sifat resikonya. ibu. Klitoris memberikan respon terhadap rangsangan seksual dengan ereksi dan kemungkinan besar merupakan area yang palingerotis dari tubuh wanita. II. 8 dan 2. hormon-hormon pituitari dan prostaglandin. dan pkk. Tujuh teralu adalah primi muda. Etiologi a. grande multi. keluarga tenaga kesehatan. dan III dengan berturut-turut ada 10. pasca persalinan dengan infus/tranfusi. suami. 1). tinggi badan rendah kurang dari 45 cm. progesteron. dukun. 7. Kelompok faktor resiko I: ada potensi-gawat-obstetrik/apgo dengan 7 terlalu dan 3 pernah.faktor resiko di kelompokkan dalam 3 kelompok FR I. Ibu risiko tinggi dengan kelompok FR I ini selama hamil sehat. Hamilton persis mary (1995) 3. termasuk estrogen. bekas operasi sesar.anak terkecil umur kurang dari 2 tahun. 33 dengan penis pada pria. uri manual tindakan pervaginam.

letak sungsang. e). kurang dari 2 tahun d). Persalinan lalu mengalami perdarahan . Terlalu dekat jarak kehamilan.ibu AGO dengan FR yang kebanyakan timbul pada umur kehamilan lebih lanjut. ada dugaan disproporsi kepala panggul. membutuhkan KIE berulang kali agar peduli sepakat melakukan rujukan terencana ke pusat rujukan. hamil serotinus. 4. 3). Riwayat obsterti jelek f). Kelompok FR III: ada gawat-darurat-obstertik/AGDO perdarahan antepartum dan preeklamsia berat/eklamsia. terjadi persalinan sulit. resiko terjadi komplikasi persalinan lebih besar. Manifestasi klinis Menurut Prawirohardjo (2010).dan letak lintang. hidramnion. Contoh kasus ibu tinggi badan kurang dari 45 cm. usia 35 tahun ke atas c). Terlalu tua. hamil kembar. Kelompok FR II: ada-gawat-obstertik/AGO-penyakit ibu. pre eklamsia ringan. Tinggi badan rendah. atau partus macet. IUFD. ibu AGDO dalam kondisi yang langsung dapat mengancam nyawa ibu/janin. harus segera di rujuk tepat waktu (RTW) ke Rs dalam upaya menyelamatkan ibu/bayi baru lahir. Terlalu muda b). Tanda dan gelajah resiko kehamilan a). 2). kursng dari 45 cm. 34 berulang kali mengenai kemungkinan terjadinya komplikasi persalinan.

Klasifikasi Menurut Prawirohardjo (2010). diabetes melitus. Skor merupakan bobot (weighting) dari resiko akan memungkinkan komplikasi dalam persalinan. Hamil kembar m). penyakit menular seksual o). Kehamilan resiko rendah/KRR. Pasca persalinan dengan infus/tranfusi i). Bayi mati dalm kandungan 5. tbc malaria. ganda dua. Jumlah skor di mana-mana nilai dan pengertiannya sama untuk kebutuhan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir. Perdarahan antepartum dan preeklamsia berat/ eklamsia. h). Ibu pernah atau sedang mendrita anemia. Letak sungsang atau lintang l). Bekas operasi sesar k). Seorang ibu hamil dapat mempunyai FR tunggal. 35 g). Urutan risiko di beri nilai di tuangkan dalam angka yang di sebut skor. Berdasarkan jumlah skor pada tiap kontak ada tiga kelompok resiko kehamilan: 1). tiga atau lebih yang tampak dalam perhitungan jumlah skor dengan pengaruh resiko sinergistik dan kumulatif terjadiny komplikasi yang lebih berat. Ibu mengalami perdarahan saat kehamilan n). jumlah skor 2 dengan kode warnah hijau selama hamil taanfa FR .

Pecah ketuban sebelu persalinan mulai pada tahapan kehamilan manapun dsebut sebagai ketuban pecah. Anemia Anemia secara praktis di definisikan sebagai kadar Ht. Komplikasi Menurut Prawirohardjo (2011). kehamilan posterm Kehamilan posterm disebut juga persalinan serotinus. kehamilan lewat waku. 6. atau III. Kehamilan resti sangat tinggi /KRST ibu dengan jumlah skor lebih dari 12 kode warna merah. II. 36 2). ketuban pecah dini Pecah ketuban secara khas tampak jelas sebagai semburan cairan yang normalny jernih atau sedikit keruh . 2. adalah kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu (294) hari atau lebih di hitung dari .postade/ pos daisme atau pasca maturitas. prolenged pregnancy. 3. dan dengan FR ganda dengan FR kelompok FR I dan II 3). ibu hamil dengan FR ganda dua atau tiga dan lebih. pregnancy. Komplikasi resiko kehamilan: 1. umumnya ibu hamil di anggap anemik jika kadar hemoglobin di bawah 11 g/dl atau hematokrit kurang dari 33%. extended. kehamilan lewat bulan. hampir tidak berwarna dengan jumlah yang bervariasi. Kehamilan resiko tinggi/KRT jumlah skor 6-10 kode warna kuning dapat dengan FR tunggal dari FR I. konsentrasi Hb atau hitung eritrosit di bawah batas normal.

Abortus . kematian janin merupakan hasil akhir dari gangguan pertumbuhan janin. 7.FIGO 1986). seperti sindroma tranfusi antar janin (twin –to twin tranfusion syndrome) dan kembar akardiak. Syok dalam kebidanan Syok adalah suatu keadaan di sebabkan gangguan sirkulasi darah ke dalam jaringan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan dan tidak mampu mengeluarkan hasil metabollisme. 5. gawat janin atau infeksi. Kehamilan ganda Korionitas kehamilan kembar sangat menentukan prognosis.pada kembar monoamniotikakan di sertai pula risiko kembar dempet (conjoined twins) atau saling membelitnya tali pusat kedua janin. 37 hari pertama haid terakhir menurut rumus naegele dengan siklus haid rata-rata 28 hari (WHO 1977. 4. Kehamilan kembar monokorionik akan mengalami resiko kelainan yang jauh lebih tinggi jika di bandingkan kembar dikorionik. Kematian janin Menurut WHO dan the american college ob tertricians and gynecologist yang di sebut keatian janian adalah janin yang mati dalam rahim dngan berat badan 500 gram atau lebih atau kematian janin dalam rahim pada kehamilan 20 minggu atau lebih. 6.

molahidatidosa mudah di kenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih. Oleh sebab itu perlulah keadaan ini di antisipasi seawal-awalnya selagi perdarahan belum sampai ke tahap yang membahayakan ibu dan janinnya. Lebih dari 95% kehamilan ektopik berada di saluran telur (Tuba Fallopi). Salah satu sebabnya adalah plasenta previa. . 9. Mola hidatidosa Yang di makhsud dengan mola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar dimana tidak di temukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perunbahan berupa degenerasi hidropik. Plasenta previa Perdarahan obstertik yang terjadi pada kehamilan trimester ke tiga dan yang terjadi setelah anak atau plasenta lahir pada umunnya adalah perdarahan yang berat. Kehamilan ektopik Kehamilan ektopik ialah suatu kehamilan yang pertumbuhan sel telur yang telah di buahi tidak menempel pada dinding endometrium kavum uteri. berisi cairan jernih dengn ukuran bervariasi dari beberapa milimeer sampai 1 tau 2 cm. 10. 38 Abortus adalah ancaman atau pengeluaraan hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Secara makroskopik. dan jika tidak mendapatkan penanganan yang cepat bisa mendatangkan syok yang patal. tembus pandang. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 mnggu atau berat janin kurang dari 500 gram 8.

ante. post partum. Preeklamsia Preeklamsia merupakan penyuli kehamilan yang akut dan dapat terjadi . Dalam kejadian ini boleh di katakan sejumlah besar janin atau bahkan hampir tidak ada janin yang dapat di selamatkan. solusio plasena sebenarnya lebih berbahaya daripada plasenta previa bagi ibu dan janinnya. intra. . dan sebagian besar dari perempuan tersebut meninggal akibat perdarahan atau infeksi atau penderita cacat seumur hidup dan tidak mungkin menjadi bisa hamil lagi karena terpaksa harus mengalami histerektomi. Hipertensi dalam kehamilan Hipertansi dalam keamilan merupakan 5-15% penyulit kehamilan dan merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi moertalitas dan morbiditas ibu bersalin 14. 12. 39 11. 13. Ruptura uteri Ruptura uteri baik yang terjadi dalam masa hamil atau dalam masa persalianan merupakan suatu malapetaka besar bagi perempuan tersebut dan janin yang di kandungnya. Solusio plasenta Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh permukaan maternal plasenta dari tempat inplantasinya yang normal pada lapisan residua endometrium sebelum waktunya yakni sebelum anak lahir.

virus. dan protein akibat defek skresi atau kerja insulin atau ke duanya. lemak. Eklamsia Eklamsia merupakan kasus akut pada penderia eklamsia. Infeksi menular seksual merupakan salah satu penyebab infeksi saluran reproduksi (ISR). Infeksi menular seksual Infeksi menular seksual(IMS) adalah infeksi yang di sebabkan oleh bakteri . Secara fisiologik sistem imun pada ibu hamil menurun. 17. varasit. Penyakit infeksi Ibu hamil sangat peka terhadap terjadinya infeksi dari berbagai mikroorganisme. 40 15. kemungkinan sebagai akibat dari toleransi sistem imun ibu terhadap bayi yang merupakan jaringan semi alogenik. ditandai dengan adanya hiperglikemi kronis serta perubahan metabolisme karbohidrat. yang di sertai dengan kejang menyeluruh dan koma. atau jamur yang menularnya terutama melalui hubungan sosial dari seorang yang terinfeksi kepada mitra seksualnya. Penyakit diabetes melitus dalan kehamilan (diabetes mellitus gestasional) Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan penyebab yang beragam. Tidak semua IMS menyebabkan ISR dan sebalikny tidak semua ISR di sebabkan IMS. 16. 18. . meskipun tidak memberikan pengaruh secara klinik.

Pencegahan Menurut prawirohardjo. Dekat persalinan (near term) belum in partu. Infeksi torch. Penatalaksanaan Menurut prawiroardjo (2010) Penetalaksanaan resiko keamilan adala sebagai berikut. atau neonatus. Intervensi penanganan adekuat di pusat rujukan 8. 4). Prediksi kemungkinan komplikasi persalinan 3). 41 19. Deteksi dini masalah 2). 1). Suatu strategi sektor kesehatan dalam penurunan kematian/ kesakitan ibu dan perinatal pelayanan making pregnncy safer (MPS) merupakan hak asasi manusia. KIE kepada ibu hamil. Prevensi proaktif komplikasi persalinan 5). (2010).dri “lessons learned” dalam pelaksanaan program ada 3 pesan kunci dalm MPS yaitu (1) setiap persalinan di tolong oleh tenagan kesehatan terlatih (2) setiap komplikasi . janin. 7. ibu dapat berjalan sendiri naik kendaran umum berangkat ke RS. Penyakit umum yang memberikan pengaruh buruk bagi ibu. Antisipasi 38 minggu melakukan persiapan/perencanaan persalinan aman 6). suami dan keluarga pelan pelan menjadi tahu peduli-sepakat-gerak (TaPeSeGaR) berkembang perilaku kebutuhan persiapan dan perencanaan persalinan aman/rujukan terencana.

serta memantapkan koordinasi perencanaan dan kegiatan MPS 3). Mendorong pemberdayaan perempuan dan keluarga melalalui peningkatan pengetahuan untuk menjamin perilaku yang menunjang kesehatan ibu/bayi baru lahir serta pemanfaatan pelayanan yang tersedia. lintas sektor dan mitra lainnya dalam melakukan advokasi untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia. 42 obstetrik dan neonatal mendapat penanganan adekuat dan (3) setiap permpuan usia subur mempunyai akses terhadap terhadap pencegahan kehamilan yang tidak di inginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Mendorong ketertiban masyarakat dalam menjamin penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Empat trategi utama dalam MPS: 1). (2011) Proses persalinan merupakan suatu urutan peristiwa yang di tandai dengan adanya kontraksi miometrium yang teratur progrosif serta terkoordinasi sampai pembukaan mencapai 10 cm dan di kenal sebagai persalinan kala I tenaga yang tibul secara spontan dan . Membangun kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas program. Definisi Menurut prawirohardjo. Meningkatkan akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir berkualitas yang cost-effectipe dan berdasrkan bukti ilmiah 2). 4). Konsep dasar teori persalinan 1. C.

(2012). dan os pubis. placenta. air ketuban. & william r. Forte (2010). (2005). Apabila jari di masukkan ke dalam pagina . Menurut Harry oxorn. plasenta. Persalinan merupakan fungsi seorang wanita. Persalinan merupakan proses pergerakan keluar janin. lodermilk. Dalam Ernawati. jensen & perry. Tulang-tulang ini satu dengan lainnya berhubungan dalam suatu persendihan panggul di depan terdapat hubungan antara kedua os pubs kanan dan kiri di sebut simpisis. Kedua ligamentum ini sering di sebut sebagai ligamentuk arkuatum. Simfisis terdiri atas jaringan fibrokartilago dan ligamentum pubikum superior di bagian atas serta ligamentum publikum inferior di bagian bawah. Simfisis mempunyai tingkat pergerakan tertentu yang dalam kehamilan tingkat pergerakan semakin di permudah. dan selaput ketuban) di lepas dan di keluarkan dari uterus melalui vagina ke dunia luar. Tulang-tulang panggul Tulang-tulang panggul terdiri atas 3 buah tulang yaitu (1) os koksa (di sebut juga tulang innominata duah buah kiri dan kanan (2) os sakrum. Anatomi jalan lahir 1. dan membran dari dalam melalui jalan lahir. Os koksa merupakan funsi dari os ilium os kiksium. 2. daan (3) os koksigis. Bobak. dengan sungs ini produk konsepsi (janin. 43 berkesinambungan ini di harapkan akan mendorong turunnya bagian terbawah janin serta membuka jalan lahir.

Pintu bawah panggul Pintu bawah panggul tidak merupakan suatu bidang datar. Pintu atas panggul Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang di bentuk oleh promonterium korpus vertebra sakral 1. Jarak terjauh garis melintang pada pintu atas panggul lebih kurang 12. Pinggir bawah simfisis berbentuk lengkung ke bawah dan meruakan .yaitu diameter anteroposterior. linea innominata (terminalis) dan di pinggir atas simfisis. bila di tarik garis dari artikulasio sakro iliaka ke titik persekutuan antara diameter transversa dan konjungata vera dan di teruskan ke linea innominata . diameter transversa. 2. di sebut diameter transversa. maka tulang pubis akan terba bergerak naik dan turun padah setiap langkah-langkah. di temukan diameter yang di sebut diameter oblikua sepanjang lebih kurang 13 cm. dan 2 diameter oblikua Panjang jarak dari dari pingir atas simfisis ke promontorium lebih kurang 11 cm.5-13 cm. 3.tetapi tersusun atas 2 bidang datar yang masing-masing berbentuk segitiga. 44 seorang perempuan hamil dan kemudian perempuan ini di minta berjalan. di sebut konjungata vera.yaitu bidang yang di bentuk oleh garis antara kedua buah tuber os iskii dengan ujung os sakrum dan segitiga lainnya yang alasanya juga garis antara kedua tuber os iskii dengan bagan bawah simpisis. Terdapat empat diameter pada pintu atas panggul .

Seperti telah di kemukakan . dan vagina ikut membentuk jalan lahir. Bila kurang sekali (lebih kecil) dari 90 derajat maka kepalah janin akan lebih sulit di lahirkan karena memerlukan temppat lebih banyak ke arah dorsal (kearah anus). Bila lebih kecil.5 cm. pada usia kehamilan lebih kurang 38 minggu serviks lebih pendek daripada waktu kehamilan 16 minggu. sehingga kepalah janin tidak dapat di lahirkan.jarak antara tengah-tengah distansia tuberum ke ujung sakrum (diameter sagitalis posterior) harus cukup panjang agar bayi normal dapat di lahirkan. Pada primigravida hal ini di temukan bila hampir aterm. serviks uteri. 4. ismus uteri pada kehamilan 16 minggu menjadi bagian uterus tempat janin berkembng. Disamping uterus dan vagina otot- otot jaringan ikat dan ligamen-ligamen yang berfungsi menyokong alat- alat urogenitalis perlu di ketahui oleh karena semuanya mempengaruhi . Distansia tuberum di ambil dari bagian dalamnya adalah lebih kurang 10. Bagian lunak jalan lahir Pada kala pengeluaran (kala II) segmen bawah uterus. 45 sudu di sebut arkus pubis. Jarak antara kedua tuber os iskii (distansia tuberum) juga merupakan ukuran pintu bawah panggul yng penting. Dalam hal ini perlu di perhatikan apakah ujung os sakrum /os koksigis tidak menonjol ke depan. Umumnya serviks di sebut menjadi matang apabila teraba sebagai bibir dan ini terjadi pada kehamilan usia 34 minggu. Dalam keadaannormal besarnya sudut ini lebih kurang 90 derajat atau lebih besar sedikit. Pada akhir kehamilan.

dan peningkatan prostaglandin dan oksitosin sehingga terjadilah tanda-tanda persalinan satu teori yang menyataan bahwa janin merupakan dirigen dari orkestrasi kehamilannya sendiri. Kala satu persalinan mulai ketika telah tecapai kontraksi uterus dengan frekuensi. Prawirohardjo (2010). dan komunikasi biomolekular antara ibu dan janin ini merupakan bagian dari awal ikatan (bonding an attachment) antara ibu dan janin yang akan terjalin seumur hidup. Oleh karena. Banyak energi di keluarkan pada waktu ini. itu kala satu persalinan di sebut stadium pendataran. 3. Prawirohardjo (2011). 4. Tanda dan gejalah persalinan Beberapa jam terakhir kehamilan di tandai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan penipisan. 46 jalan lahir dan lahirnya kepalah atau bokong pada partus. dan dilatasi serviks. Kala satu persalinan selesai ketika serviks sudah membuka lengkap (sekitar 10 cm) sehingga memungkinkan kepala janin lewat. dilatasi serviks. dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir. Etiologi Persalinan Apa yang menyebabkan uterus mulai berkontraksi (mulai inpartu) sampai saat ni masih belum di ketahui dengan pasti. . Di perkirakan adanya sinyal biomolekular dari janin yang di terima otak ibu akan memulai kaskade penurunan progesteron. dan durasi yang cukup untuk menghasilkan pendataran dan dilatasi serviks yang progresif. Persalinan aktif di bagi menjadi tiga kala yang berbeda. instensitas. estrogen.

dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban janin . Persalinan peterm Perslinan peterm adalah persalinan yang berlangsung pada unur kehamilan 20-37 minggu di hitung dai hari pertama haid terakhir. Kala dua persalinan di sebut juga sebagai stadium ekspulsi janin. 3). Prawirohardjo (2010) 5. Kala tiga persalinan di mulai segera setelah janin lahir. dan berakhir ketika janin sudah lahir. klasifikasi persalinan sebagai berikut: 1). . dilatasi serviks dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir. kala tiga persalinan di sebut juga sebgai stadium pemisahan dan ekspulsi pluera. 2). 47 Kala dua persalinan di mulai ketika dilatasi serviks sudah lengkap. Banyak energi di keluarkan pada waktu ini. Kontraksi miometrium pada perssalinan terasa nyeri sehingga istilah nyeri persalinan di gunakan untuk mendeskripsikan proses ini. Persalinan normal Pada fase-fase persalinan normal beberapa jam terkhir kehamilan di tandai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan penipisan. Klasifikasi Persalinan Menurut Prawirohardjo (2010). Persalinan Lama Persalinan lama di sebut juga distosia di definisikan sebagai persalinan abnormal/sulit. Oleh karena itu penggunaan istilah in labor (kerja keras). di makhsudkan untuk menggambarkan proses ini.

48 Badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa bayi pematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu atau kuang. a. 6. komplikasi pesalinan terdiri dari: 1. Ruptura uteri Penipisan abnorml segmen bawah uterus menimbulkan bahaya serius selama partus lama. terutama pada ibu dengan paritas tinggi dan pada mereka dengan riwayat seksio sesarea b. Pada situasi semacam ini cincin terlihat jelas sebagai suatu indentasi . Persalinan lama Persalinan lama di sebut juga distosia di definisikan sebagai persalinan yang abnormal/sulit. disertai peregangan dan penipisan berlebihan segmen bawah uterus. robekan pada jalan lahir dan jaringan sekitarnya dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu di samping perdarahan karena hamil ektopik dan abortus 2. Perdarahan pasca persalinan adalah perdarahan yang masif yang berasal dari tempat implantasi plasenta. Cincin retraksi patologis Cincin ini sering timbul akibat persalinan yang terhambat. Dampak persalinan lama pada pada ibu dan janin sehingga terjadi bakteremia dan sepsis pada ibu dan janin. Perdarahan pasca persalinan ‘ Yang paling di kenal sebagai tiga penyebab klasik kematian ibu di samping infeksi dan preeklamsia adalah perdarahan. Komplikasi Persalinan Menurut Prawirohardjo (2011).

. bagian jalan lahir yang terletak di antaranya dan dinding panggul dapat mengalami tekanan yang berlebihan. Efek pada janin a. Karena gangguan sirkulasi dapat terjadi nekrosis yang akan jelas dalam beberapa hari setelah melahirkan dengan munculnya fistula vesikovaginal. Kaput ini dapat beukuran besar dan menyebabkan kesalahan diagnostik yang serius. atau rektovaginal. d. c. suatu persalinan sering terjadi kaput suksedaneum yang besar di bagian terbawah kepala janin. kaput suksedaneum Apabila panggul sempit. 3. Cedera otot-otot dasar panggul Suatu anggapan yang telah lama di pegang adalah bahwa cedera otot-otot dasar panggul atau persyarafan atau fasia penghubungnya merupakan merupakan konsekuensi yang tidak terelakkan pada persalinan pervaginam. Pembentukan fistula Apabila bagian terbabawah janin menekan kuat ke pintu atas panggul tetapi tidak maju untuk jangka waktu yang cukup lama. Umumnya nekrosis akibat penekanan ini pada persalinan kala dua yang berkepanjangan. 49 abdonem dan menandakan ancaman akan rupturnya segmen bawah uterus. terutama apabila persalinan sulit.

Melihat tanda-tanda kala dua 2). Fraktur mungkin tampak sebagai alur dangkal atau cekungan berbentuk sendok tepat di posterior siura koronaria. 7. suatu proses yang di sebut molase (molding moulage). biasanya setelah di lakukan upaya paksa pada persalinan. yang berbentuk sendok. tetapi karena hanya mengenai lempeng tulang eksterna fraktur ini tidak berbahaya. alur dangkal relatif sering di jumpai. Praktur ini juga dapat terjadi pada persalinan spontan atau bahkan seksio sesarea. Biasanya batas median tulang parietal yang berkontak dengan promortorium bertumpang tindih dengan tulang di sebelahnya. Molase kepalah janin Akibat tekanan his yang kuat. hal yang sama terjadi pada tulang prontal. Namun. lempng-lempeng tulang tengkorak saling bertumpang tinggih satu sama lain di sutura-sutura besar. Penatalaksanaan persalinan 1). Memastikan pembukaan lengkap dengan janin baik . Fraktur tengkorak kadang-kadang di jumpai. apabila tidak di perbaiki secarah beda dapat menyebabkan kematian neonatus karena fraktur ini meluas mengenai seluruh ketebalan tengkorak dan membentuk tonjolan-tonjolan permukaan dalam yang melukai otak. Menyiapkan pertolongan persalinan 3). 50 b.

Menilai perdarahan 14). setiap kemungkinan terjadinya partus lama. juga dapat di laksanakan deteksi secara dini. Kebersihan dan keamanan 16). Persiapan pertolongan kelahiran bayi 6). Dengan demikian. Penegangan tali pusat terkendali 10). Menolong kelahiran bayi 7). Menyiapkan ibu dan keluarga untuk membantu prosess pimpinan meneran 5). Pencegahan Persalinan abnormal Menurut prawirohardjo (2010) Patograf adalah alat bantu yang di gunakan selama persalinan. Jika di gunakan secara tepat dan konsisten patograf akan membantu penolong persalinan untuk mencatat kemajuan persalinan. Mengeluarkan plasenta 12). Tujuan utama penggunaan patograf adalah untuk (1) mencatat hasil oservasi kamajuan persalinan dan(2) mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal. kondisi ibu dan janin. Pemijatan uterus 13). Dokumentasi 8. Oksitosin 9). Penanganan bayi baru lahir 8). asuhan yang . Pengeluaran plasenta 11). Melakukan prosedur pasca persalinan 15). 51 4).

serta mengguanakan informasi yang tercatat. Menurut Sri astuti dkk (2015). sehingga secara dini me ngidentifikasi adanya penyulit persalinan. D. Konsep dasar teori nifas 1. nifas (puerperium) adalah di mulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.2010). Definisi Menurut prawirohardjo (2010). Selain itu dapat mencegah terjadinya penyulit yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka. . dan membuat keputusan klinik yang sesuai dan tepat waktu. dan kelahiran. Masa nifas (peurperium) adalah masa setelah keluarnya plasenta sampai alat-alat reproduksi pulihseperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari (Ambarwati. meliputi perubahan kondisi tubuh ibu hamil kembali ke kondisi sebelum hamil. Masa nifas berlangsung sejak melahirkan sampai ibu berhasil mengeluarkn darah lamanya sekitar 40 hari setelah melahirkan (widya. 52 diberikan selama persalinan. Masa nifas atau purperium berasal dari bahasa latin yaitu dari kata ‘fuer” yang artinya bayi dan “parous” yang berarti melahirkan. Definisi masa nifas adalah masa dimana tubuh ibu melakukan adaptasi pasca persalinan.2010). Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6- 8 minggu. Pengguanaan patograf secara rutin akan memastikan ibu dan janin telah mendapatkan asuhan persalinan secara aman dan tepat waktu.

4). dapat di dimpulkan bahwa nasa nifas adalah waktu setelah melahirkan yang di mulai sejak keluarnya plasenta sampai organ reproduksi wanita kembali seperti sebelum hamil biasanya berlangsung selama 6-8 minggu. gerakan otot agar tonus otot menjadi lebih baikdan melancarkan peredaran darah. keluarga berencana. Menjaga kesehatan ibu baik fisik maupun fisiologisnya. Mempercepat involusi alat kandung . Mendeteksi masalah. 53 Perawatan nifas merupakan perawatan lebih lanjut bagi wanita sesudah melahirkan hal ini penting di lakukan karena dapat memulihkan kesehatan umum memulihkan kesehatan umum ibu nifas dengan cara: menyediakan makanan bergizipengemblian darah yang kurang untuk menghilangkan anemia.2010). 2). 3). pencegahan terhadap infeksi. pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan perawatan bayi yang sehat. 2. Abdul Bari dkk. memperlancar pembentukan ASI serta ibu dapat memelihara bayinya dengan baik gar pertumbuhan dan perkembangan bayinya normal (potter dan perry. Manfaat perawatan nifas bagi ibu 1). bila terjadi komplikasi pada ibu. Mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri.manfaat yang lain adalah untuk memulihkan kesehatan emosi. nutrisi. dan komplikasi. mencegah terjadinya infeksi.2011 a. Manfaat perawatan nifas bagi ibu dan bayi Saifudin. Jadi. menyusui.

mengurangi infeksi puerperium. dapat . baik perubahan fisik maupun perubahan fisikologis. nilai sosial pada individu dan keluarga terhadap perawatan diri. Melancarkan pengeluaran lochea. diakibatkan oleh kondisi fisik atau keadaan emosional klien. 6). bayi lebih nyaman dan tenang 3). 7). serta persepsi terhadap perawatan diri. Tujuan perawatan diri adalah untuk mempertahankan perawatan diri baik secara sendiri maupun dengan mengguanakan bantuan. b. Bayi menjadi sehat tidak mudah terserang penyakit 2). Perawatan diri menjadi lebih sulit. diantaranya budaya. Kebuthan bayi lebih terpenuhi 4). melancarkan fungsi alat gastrointestinal atal perkemihan. Manfaat bagi bayi 1). Wanita di harapkan mampu melakuan pemenuhan perawatan pada dirinya agar tidak mengalami gangguan kesehatan Menurut potter & perry (2009). 54 5). Karena hal tersebut pada masa pemulihan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi wanita. Perawatan diri ibu nifas selama ibu nifas Pasca persalinan biasanya seorang wanita akan banyak mengalami perubahan pada dirinya. perawatan diri adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu untuk memelihara kesehatan. meningkatkan kelancaran perdarahan darah sehingga mempercepat fungsi Asi dan pengeluaran etabolisme. Pemenuhan perawatan diri di pengaruhiberbagai faktor.

rasa sakit pada perineum akan semakin parah jik perineum robek atau disayat pisau bedah. mencegah gangguan sirkulasi.2012). perineum maupun dalam uterus serta penyembuhan luka perineum . Seperti semua luka baru. bisa juga tidak. Sering melakukan latihan kagel sesudah melahirkan akan merangsang peredaran . Akibat normalnya bisa terasa ringn. Kompres hangat. 55 melatih hidup sehat/bersih dengan cara memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan kebersihan serta menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. darah dan mempertahankan integritas pada jaringan (hidayat dan Uliyah. dan trauma. Membuat rasa nyaman dan relaksasi dapat dilakukan untuk menghilangkan kelelahan serta mencegah infeksi. Perawatan vulva dan perineum Perineum yang dilalui seorang bayi umumnya mengalami gangguan. Rasa nyeri saja selama masa ini tidak menunjukkan adanya infeksi kecuali jika nyeri sangat parah. duduk di dalam air hangat atau menggunakan lampu pemanas selama 20 menit. rasa nyeri dan tidak nyaman di area perineum dapat di atasi dengan menggunakan kompres air dingin pada area perineum setiap 2 jam sekali selama 24 jam pertama sesudah melahirkan. 2011) Tujuan perawatan vulva atau perineum adalah untuk menjaga kebersihan dan mencegah terjadinya infeksi di area vulva. 3. Lebam. 3 kali sehari juga dapat di gunakan untuk meedahkan ketidaknyamanan perineum. are episiotomo atau luka sayatan membutuhkan waktu untuk sembuh selama 7 hingga 10 hari. (Danuatmaja.

dan paru-paru. ibu juga membutuhkan penyembuhan . 4. 56 darah di daerah perineum. lalu menggerakkan kaki. mobilsasi haruslah dilakukan bertahap. ibu dapat mengalirkan atau membilas area perineum dengan air hangat atau cairan antiseptik. yaitu mulai dengan menggerakkan miring ke kanan ke kiri. Menurut danuatmaja (2011) cara melakukan perawatan perineum atau vulva yaitu dengan mengganti pembalut yang bersih setiap 4-6 jam dan meletakkannya dengan baik sehingga tidak bergeser. kemudian ibu bisa turun dari ranjang dan berdiri sebagian besar wanita dapat melakukan ambulasi dini setelah efek efek obat-obatan yang di berikan saat melahirkan telah hilang. Aktivitas tersebut amat berguna bagi semua sistem tubuh. mmpercepar penyembuhan dan meningkatkan kebugaran otot.(Mukroff. terutama fungsi anus. 2010) Infeksi di area perineum juga bisa terjadi jika perineum tidak di rawat dengan baik. Setelah ibu selesai BAK dan BAB. kandung kemih. sirkulasi. Pada saat memasang pembalut haruslah dari muka ke belakang agar tidak terjadi penyebaran bakteri dari anus ke vagina. kemudian mengeringkannya dengan kain pembalut atau handuk dengan cara di tepuk-tepuk tetap dari area muka ke belakang. Mobilisasi Menurut imam (2011). Hal tersebut juga membantu mencegah pembentukan bekuan (trombosis) pada pembuluh tungkai dan membantu kemajuan ibu dari ketergantungan peran sakit menjadi sehat dan tidak tergantung selain itu.

Akhirnya setela 2 bulan. Konsistensi lunak. 2). Jika tidak ada kelainan. tangan masih bisa masuk rongga rahim dan setelah 8 jam dapat di lalui oleh 2-3 jari dan . Serviks Setela persaalinan. Oleh karena itu. kadang kadang terdapat luka kecil. perubahan fisiologis pada masa nifas antara lain: a.(Imam. Memberikan jarak antara aktivitas mereka. perubahan sistem reproduksi 1). (zietraelmart 2008). Ini berguna untuk memperlancarsirkulasi darah dan mengeluarkan cairan vagina (lochea). mobilisasi dapat di lakukan sedini mungkin.2011) Mobilisasiyang dilakukan sangat bervariasi tergantung pada komplikasi persalinan. dan untuk istirahat sebelum mereka menjadi keletihan. yaitu 2 jam setelah persalinan normal. Evi (2013). 5. Perubahan fisiologis masa nifas Menurut wulandari dan andayani (2011). keadaan akan kembali seperti keadaan sebelum amil. Setelah bayi lahir. Uterus Uterus secara berangsur mengecil kembali 2 hari setela melairkan. dalam Astuti. ibu di anjurkan untuk melakukan aktivitas secara bertahap. nifas atau sembuhnya luka. bentuk seviks agak menyangga seperti corong berwarna merah kehitaman. 57 tubuhnya dari persalinan mereka.

dinding rahim. Lochea rubra Lochea ini muncul pada hari ke-1 sampai hari ke-3 masa setelah melahirkan. Berlangsung dari hari ke-4 sampai hari ke-7 setelah melahirkan. 58 setelah 8 jam dapat di lalui 2-3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat di lalui 1 jari. . Lochea sangulenta Lochea ini berwarna merah kecoklatan dan berlendir. di antaranya : a). Proses ovulasi di mulai kembali sehingga wanita bisa hamil lagi. Cairan yang keluar berwarnah merah karena berisi darah segar. Pengeluaran lochea dapat di bagi berdasarkan waktu dan warnanya. Lochea Lochea adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas dan mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membut organisme berkembang lebih cepat dari pada kondisi asam yang ada pada vagina normal. 4). b). Ovarium dan tuba falopi Setelah kelahiran plasenta. 3). lemak bayi. produksi estrogen dan progesteron menurun. lanugo (rambut bayi) dan mekonium. sehingga menimbulkan mekanisme timbal balik dari siklus menstruasi. jaringan sisa-sisa plasnta.

Lochea serosa Lechoa ini berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum. 59 c). Vulva dan vagina vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama peroses persalinan dan akan kembali secara bertahap 6-8 setelah melahirkan b). sehingga hal ini dapat menyebabkan konstipasi terutama dalam beberapa hari pertama. selaput lendir. dan perineum a). maka akan terjadi pula penurunnan produksi progesterone. Muncul pada hari ke -7 sampai hari ke-14 setelah melahirkan d). Perubahan pada perineum Setelah melahirkan perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. Perineum akan kembali sebagian besar tonusnya pada hari ke-5 setelah melahirkan. Perubahan vulva. vagina. b. sel desidua. Perubahan pada sistem pencernaan Setelah kelahiran plasenta. Lochea alba Lochea ini berwarna putih. sel epitel. serviks dan serabut jaringan yang mati. Konstipasi di sebabkan karena . Lochea alba bisa berlangsung selama 2 minggu sampai 6 minggu setelah melahirkan 5). mengandung leukosit. leukosit dan robekan atau laserasi plasenta.

Perubahan sistem hematologi Leukositosis adalah meningkatnya jumlah sel-sel darah putihsampai sebanyak 15. c). kurangnya asupan cairan dan makanan dan kurangnya aktivitas tubuh. pengeluaran cairan berlebihan. alat pencernaan mengalami tekanan yang menyebabkan kolon menjadi kosong. Perubahan sistem endokrin a) Hormon oksitosin Oksitosin di sekresikan dari kelenjar otak bagian belakang. d). 60 waktu persalinan.000 persalinan selama persalinan. Selama tahap ketiga persalinan. Hormon estrogen yang tinggi memperbesar hormon antidiurotik yang dapat meningkatkan volume darah. Hormon estrogen dan progesteron Volume darah normal selama kehamilan akan meningkat selama masa nifas. bekerja terhadap uterus dan jaringan payudara. hormon oksitosin berperan dalam pelepasan plasenta dan dapat merangsang produksi ASI dan sekresi oksitosin b) Hormon prolaktin Berperan dalam pembesaran payudara ubtuk merangsang produksi ASI. kadar prolaktin tetap tinggi. sedangkan hormon progesteron mempengaruhi otot halus yang mempengaruhi perangsangan dan penngkatan pembuluh darah. . c. Pada wanita yang menyusui bayinya.

f). Perubahan sistem kardiovaskuler kardiak output meningkat selama persalinan dan berlangsung sampai kala tiga ketika volume darah uterus di keluarkan . Pembuluh- pembuluh darah yang berada di antara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Nadi Pada masa nifas unumnya denyut badi labil. 61 Leukosit akan tetap tinggi jumlahnya selama beberapa hari pertama masa setelh melahirkan e). g). . Perubahan tanda-tanda vital pada masa nifas 1). 2). apabila keadaan normal suhu badan akan biasa lagi. penurunan terjadi pada beberapa hari pertama setelah melahirkan dan akan kembali normal pada akhir minggu ke-3 setelah melahirkan. sedangkanpernafasan akan sedikit meningkat setelah melahirkan kemudian kembali seperti keadaan semula. Suhu badan Pada 24 jam setelah melahirkan suhu badan akan naik sedikit (37˚ C – 38˚ C) sebagai akibat dari kerja keras waktu melahirkan. proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta di lahirkan. Perubahan sistem muskuloskletal otot-otot uterus berkontraksi segelah setelah partus. kehilangan airan dan kelelahan.

infeksi karena staphilococcus aureus. kemungkinan tekanan darah menjadi rendah menujukkan adanya perdarahan setelah melahirkan. Penyebab utama adalah esherichia coli. 2010) 7. 6. Tekanan darah Tekanan darah pada masa nifas biasanya tidak berubah. apabila tidak di laporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. listeria monocytogenes. . Penyebab infeksi Nifas Penyebab infeksi nifas berasal dari 2 sumber utama. 62 3). pada umumnya di tugaskan oleh petugas pemberi pelayanan (Prawirohardjo. merupakan petunjuk kemungkinan adanya pre- eklamsi yang bisa timbul pada masa nifas. ibu dan lingkungan termasuk di dalamnya tempat persalinan tempat perawatan dan rumah. Infeksi yang sering terjadi setelah itu lebih sering berasal dari lingkungan walauun mungkin tanpak dalam persalinan. Tanda dan bahaya Nifas Tanda dan bahaya nifa merupakan suatu tanda yang abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya/kompliasi yang dapat terjadi selama masa nifas. Infeksi yang terjadi pada hari pertama kehidupan pada umnya berasal dari kontak mikroorganisme yang berasal dari ibu. salmonella dan streptococcus pneumoniae. sedangkan di negarah yang lebih maju grup streptococci. tetapi juga mungkin bakteria yang lain. sebaiknya bila tekanan darah tinggi.

Jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun . retentio sisa plasenta. 63 Menurut marmi (2012) dalam. dan inversio uteri.evi (2013). laserasi jalan lahir. Perdarahan pervaginam Perdarahan post partum adalah keadaan kehilangan darah lebih dari 500 ml selama 24 jam pertama sesudah kelahiran bayi Jenis-jenis perdarahan pervaginam: a. sisa plasenta. b. Penyebab perdarahan post partum primer dalah atonia uteri. Grandemultipara b). retensio plasenta. perdarahan post partum skunder Perdarahan post partum skunder adalah menckup semua kejadian perdarahan pervaginam yang terjadi antara 24 jam setelah kelahiran bayi dan 6 minggu masa post partum. Perdarahan post partum merupakan penyebab penting kematian maternal khususnya di negara-negara berkembang Faktor-fakror penyebab perdarahan post partum adalah: a). astuti. infeksi nifas. Penyebab perdarahan post partum sekunde adalah sub invousi uteri. perdarahan post partum primer Perdarahn post partum primer adalah mencakup semua kejadian perdarahan dalam 24 jam setelah kelahiran. Tanda dan gejalah bahaya nifas sebagai berikut 1.

berikanlah makanan yang bersifat ringan walaupun dalam persalinan lambung dan alat pencernaan tidak langsung turut mengadakan proses persalinan. tetapi sedikit atau banyak pasti di pengaruhi oleh persalinan tersebut sehingga alat pencernaan perlu istirahat guna memulihkan keadaan kembali. persalinan dengan narkosa 2. teh yang bergula.susu. atau hematom dinding vagina. muntah dan rasa sakit waktu berkemih Pada masa nifas dini. Demam. 3. Apabila ibu menghendaki makanan. 64 c). Persalinan yang di lakukan dengan tindakkan : pertolongan kala uri sebelum waktunya. kopi. pertolongan persalinan oleh dukun. Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama Sesudah anak lahir ibu akan merasa lelah mungkin juga lemas karena kebiasaan tenaga. Merasa sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya dan dirinya sendiri Pada minggu awal setelah persalinan sampai kurang lebih satu tahun ibu post partum akan cenderung mengalami perasaan-perasaan yang . 4. sensivitas kandungan kemih terhadap tegangan air kemih di dalam vesika sering menurun akibat trauma persalinan serta analgesia epidural atau spinal sensasi peregangan kandung kemih juga mungkin berkurang akibat rasa tidak nyaman yang di timbulkan oleh episiotomi yang lebar. Hendaknya lekas berikan minuman hangat. persalinan dengan tindakkan paksa. laserasi periuretra.

Endometritis h. 65 tidak pada umumnya. Adapun periode masa nifas (post partum/puerperium).faktor predisposisi terjadinya trombhoplebitis: a. Rasa sakit. merah. (2009). Puerperium dini yakni masa kepulihan dimana saat-saat ibu di bolehkan berdiri dan berjalan-jalan . dan mungkin lebih sering mengalaminya Faktor. pernah mengalami trombhopbilitis sebelumnya d. Anastesi dan pembedahan dengan kemungkinan trauma yang lama pada keadaan pembuluh vena. dapat terbentuk trombus sementara pada vena-vena maupun di pelvis yang mengalami dilatasi.tidak mampu mengasuh dirinya sendiri dan bayinya. 5. Riwayat sebelumnya mendukung. Anemia maternal f. Varicostits 8. seperti merasa sedih. Hipotermi atau penyakit jantung g. Peningkatan umur maternal dan tingginya paritas c. Yaitu: 1. Obesitas b. e. dalam Feriana (2012). dan pembengkakan di kaki (trombhoplebitis) Selama masa nifas. Klasifikasi masa nifas Menurut suherni dkk.

Faktor predisposisi antara lain adalah anemia. 2. yang berdasarkan prevalensi negara berkembang merupakan penyebab yang paling bermakna kejadian perdarahan pasca persalinan. penyebab lain kadang- . Remot puerperium adalah waktu yang di perlukan untuk pulih dan sehat sempurnah terutama apabila ibu selama hamil atau persalinan memunyai komplikasi. Komplikasi masa nifas Menurut Menurut Prawirohardjo (2011). yang di sebabkan oleh endotoksin yang di produksi oleh GAS. Pada saat ini beberapa syndrom baru di temukan antara lain adalah streptococcal toxix shock syndrom (strep TSS). Komplikasi masa nifas antara lain: 1. Puerperium dini intermedial yakni masa kepulihan menyeluruh dari organ-organ genital kira-kira antara 6-8 minggu. 66 2. Infeksi Salah satu penyebab infeksi nifas yang pling berbahaya dan menyebabkan kemtian adalah Grup A streptokokus (GAS) atau streptococuspyogenes. Penyebab perdarahan paling sering adalah atonia uteri serta retintio plasenta. Di negara berkembang thomboembolik disese (TED) juga termasuk dafta penyebab kematian ibu. Perdarahan pasca persalinan Perdarahan pasca persalinan adalah komplikasi yang terjadi pada tenggang waktu di antara persalinan dan masa pasca persalinan. 3. 9.

Apa yang terjadi termasuk gejalah adanya masalah yang mungkin timbul c). kondisi emosional psikologis suami dan keluarganya . Perawatan bayi dan pemberian ASI b). Eklamsia Eklamsia adalah penyebab penting ke tiga kematian ibu di seluruh dunia. Dukungan dari petugas kesehatan. (2) perubahan laju peredaran darah dan (3) perlukaan lapisan intima pembuluh darah. ruptura uteri. harus di rawat inap. Kesehatan pribadi. 4. Ibu dengan persalinan yang di ikuti oleh eklamsia atau preeklamsia berat. (1) perubahan susunan darah. Kontrasepsi 2. tetapi lebih sering di temuakan pada masa nifas. seseorang ibu memelukan: 1. dan inversi uteri. 3. hygne. dan masa penyembuhan d). Penatalaksanaan masa nifas Penatalaksanaan Pada masa paska persalinan dan nifas. Kehidupan seksual e). 10. 67 kadang adlah laserasi serviks atau pagina. Penyebabnya adalah. Trombosis dan embolisme Trombosis dapat terjadi pada saat kehamilan. Informasi dan konseling tentang a).

Menurut Sri astuti dkk. menyusui dan penyapihan.jika semua komponen berlangsung dengan baik. biskuit. Tamu berkunjung harus di batasi E. konsepsi. dan tanpa pemberian tambahan makanan padat seperti pisang. Luka-luka di rawat dengan baik jangan sampai kena infeksi. Penderita dengan infeksi nifas sebaiknya di isolasi dalam ruangan khusus. air putih. tidak bercampur dengan bu sehat 3). Definisi Menurut Prawirohardjo. proses menyusui akan berhasil. begitu pula alat-alat dan pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat kandungan harus steril 2). 68 3. dan tim. ASI ekslusif adalah bayi harus di berikan ASI saja tanpa di berikan makanan tambahan selama 6 bulan. Asi ekslusif adalah bayi hanya di berikan ASI saja tanpa tambahan tambahan cairan lain seperti susu formula. bubur. evi (2013) Pencegahan infeksi masa nifas 1). air teh. Pencegahan infeksi masa Nifas Menurut mochtar (2002) dalam Astuti. Sarwono (2010) Menyusui adalah salah satu komponen dari proses reproduksi yang terdiri atas haid . nasi. kehamilan. pepaya. Konsef dasar teori ASI ekslusif 1. Air susu ibu adalah suatu elmulsi lemak . (2015). jeruk madu. Pelayanan kesehatan untuk kecurigaan dan munculnya tanda terjadinya komplikasi 11. bubuk susu.

69

dalam larutan protein, laktosa, dan garam anorganik yang di sekresi oleh

kelenjar mamae, ibu,yang berguna sebagai makanan bagi

bayi,(manuaba,2012)dalam rika rahim (2015).

2. Fisiologi laktasi

Selama masa kehamilan, hormon estrogen menginduksi perkembngan

alveoli dan ductus lactiferus di dalam payudara, serta merangsang produksi

kolestrum. Penurunan produksi hormon akan terjadi dengan ceepat setelah

plasenta dilahirkan. Hormon hipofise anterior yaitu prolaktin yang terjadi di

hambat oleh kadar estrogen dan progesterone yang tinggi di dalam darah,

kini di lepaskan. Prolaktin akan mengaktifkan sel-sel kelenjar payudara

untuk memproduksi ASI. Setelah pelepasan ASI, akan memberikan

rangsangan sentuhan pada payudara (bayi menghisap) sehingga merangsang

produksi oksitosin yang mempengaruhi sel-se mioepitelial yang

mengelilingi alveoli terseebut berkontraksi dan mengeluarkan air susu yang

sudah di sekresikan oleh kelenjar mammae. Pada saat bayi menghisap, Asi

di dalam sinus tertekan keluar ke mulut bayi. Gerakan tersebut dinamakan

let down reflect atau pelepasan. Akan dipacu tanpa rangsangan hisapan, tapi

dapat terjadi bila ibu mendengar bayi menangsi atas sekadar memikirkan

tentang bayi nya. Sulistiawan , (2009) dalam Hastuti, nur anik (2013).

3. Pemberian ASI ekslusif

ASI sebagai makanaan alamiah adalah makanan terbaik yang dapat di

berikan oleh seorang ibu pada anak yang baru di lahirkan Pemberian ASI

mempunyai pengaruh emosional yang luar biasa yang mempengaruhi

70

hubungan batin ibu daan anak dan perkembangan jiwa anak. Asi

mengandung zat pelindung yang dapat melindungibayi dari berbagi

penyakit. Disamping itu terdapat hubungan yang bermakna antara menyusui

dan penjarangan kehamilan. Akhir-akhir ini terbukti bahwa tidak di

berikannya ASI berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler dan

keganasan pada usia dewasa muda. Prawirohardjo, (2010).

4. Klasifikasi ASI ekslusif

Menurut Sri astuti dkk (2015) Asi di klasifikasikan sebagai beriut:

1. Kolestrum

Kolestrum merupakan susu pertama yang keluar dan membentuk cairan

kuning-kuningan yang lebih kental dari ASI matang.

2. Asi transisi

Asi peralihan dari kolestrum ke ASI dan warnanya mulai memutih.

3. Asi matang

ASI yang berwarna putih dan merupakan makanan lengkap untuk bayi.

5. Posisi yang benar pemberian ASI

a. Kepala, leher, dan tubuh bayi dalam satu garis lurus

b. Badan bayi menghadap ke dada ibu badan bayi melekat ke ibu

c. Seluruh badan bayi tersangga dengan baik, tidak hanya leher dan bahu

saja

6. Tanda bayi menghisap dengan baik

a. Menghisap scara mendalam dan teratur

b. Kadang-kadang diselingi istirahat

71

c. Hanya mendengar suara menelan

d. Tidak mendengar suara mengecap

7. Tanda bayi mendapat ASI yang cukup

a. Buang air kecil bayi sebanyak 6x/24 jam

b. Buang air besar berwarnah kekuningan berbiji

c. Bayi tampak puas setelah minum ASI

d. Tidak ada aturan ketat mengenai frekuensi bayi menyusu (biasanya

sebanyak 10-12 kali/24jam)

e. Payudara terasa lembut dan kosong setelah menyusui

f. berat badan bayibertambah.

8. Kontra indikasi ASI ekslusif

Menurut Prawirohardjo (2010), Kontraindikasi menyebabkan komplikasi

dalam pemberian ASI antara lain:

a. Ibu dengan penyakit jantung yang apabila menyusui dapat terjadi gagal

jantung

b. Ibu yang memerlukan terapi dengan obat-obat tertentu (antikanker)

c. Ibu yang memerlukan pemeriksaan dengan obat-obat radio aktif perlu

menghentikan pemberian ASI sebanyak 5x waktu paruh obat

d. Bayi yang menderita galaktosemia

Dalam hal ini bayi tidak mempunyai enzim galaktase sehingga

galaktosa tidak dapat di pecah. Bayi demikian juga tidak boleh minum

susu formula.

Tranmisi kalau terjadi terjadi biasanya adalah selama masa persalinan. 6. produksi ASI berkurang. Ibu dengan HbsAg (+) boleh menyusui apabila bayinya setelah di berikan vaksin hepatitis B bersama dengan imunologi spesifik HbIg. penularan saat antenatal dan intranatal telah dapat di tekan menjadi 4% tetapi tranmisi melalui ASI tidak dapat di tekan. bayi jadi malas menyusu. Langka- langka menyusui yang benar: . Langkah-langkah pemberian ASI Petugas mengajarkan kepada ibu cara memposisikan dan melekatkan bayi pada payudara bagi mereka yang belum di latih selama pemeriksaan antenatal. Ibu dengan HIV Virus HIV memang di temukan di dalam ASI. tetpi dekumentasi mengenai tranmisi melalui ASI tidak banyak. HbsAg di temukan di dalm ASI . atau segera setelah kehamilan. selama. 72 e. Saat ini setelah di temukan obat-obat antiretroviral dan persalinan melalui bedah sesar. tranmisi HIV dari ibu ke bayinya adalah 35% dua puluh % waktu antenatal dan intranatal dan 15 % melalui ASI. sering kali kegagalan menyusui di sebabkan oleh kesalahan memosisikan dan melekatkan bayi. Puting ibu jadi lecet ibu jadi segan menyusui. Ibu dengan hepatitis B Tranmisi virus HepatitisB sekitar 50% apabila ibu tertular secara akut sebelum. Dengan demikian pemberian ASI dari ibu dengan HIV di larang dan bayi di beri pengganti ASI (PASI) f.

73

1). Cuci tangan dengan air bersi yang mengalir

2). Ibu duduk dengan santai kaki tidak boleh mengantung

3). Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya,

manfaatnya adalah sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban

puting susu

4). Posisikan bayi dengan benar

5). Bibir bayi di rangsang dengan puting ibu dan akan membuka lebar,

kemudian dengan cepat kepalah bayi di dekatkan ke payudara ibu dan

puting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi

6). Cek apakah perlekatan sudah benar. Prawirohardjo (2010)

7. Manfaat pemberian ASI ekslusif

Segera setelah bayi stabil (dalam waktu < 30 menit) bayi di letakkan di

dada ibunya untuk mencari puting susu dan menghisapnya (di perlukan

waktu 30-60 menit). Menurut penenlitian ini, inisiasi dini pemberian ASI

dapat mencegah kematian neonatal melalui 4 cara:

1). Penghisapan oleh bayi segera setelah lahir dapat membatu mempercepat

pengeluaran ASI dan memastikan kelangsungan pengeluaran ASI.

2). Menyusui sedini mungkin dapat mencegah paparan terhadap subtansi/zat

dari makanan atau minuman yang dapat mengganggu fungsu normal

saluran pencernaan.

3). Komponen dari ASI awal (kolestrum) dapat memicu pematangan saluran

cerna dan memberi perlindungan memberi perlindungan terhadap

inseksi karena kaya akan zat kekebalan

74

4). Kehangatan tubuh ibu saat proses menyusui dapat mencegah kematian

bayi akibat kedinginan (terutama pada bayi berat lahir rendah).

Praworohardjo (2010).

F. Efek Kunjungan oleh perawat

1. Efek kunjungan rumah terhadap resiko kehamilan

Pelayanan atau asuhan antenatal memiliki mnfaat yang baik untuk

mengetahui perkembangan ibu hamil dan juga janin dalam kandungannya,

hal itu dapat tercapai jika ibu melkukan pemeriksaan kehamilan secara

teratur dan jika tidak maka akan beresiko bagi ibu dan janin dalam

kandungan. Dalam strategi pendekatan risiko, kegiatan skrining merupakan

komponen penting dalam pelayanan kehamilan, yang harus diikuti dengan

komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada ibu hamiil, suami dan

keluarga, untuk perencanaan persalinan persalinan aman dilakukan

persiapan rujukan terencana bila di perlukan (Poedji rochjati 2011).

Melalui kegiatan ini beberapa faktor risiko yang ada pada ibu hamil

telah dapat dilakukan prediksi atau di perkirakan kemungkinan macam

komplikasi yang akan terjadi. Oleh karena itu kegiatan skrining harus

dilakukan berulang-ulang kali sehingga dapat di temuan secar dini faktor

risiko yang berkembang pada umur kehamilanlebih lanjut (Poedji rochjati,

2011).

Pengawasasan antenatal memberikan manfaat dengan di temukannya

berbagai kelainan yang menyertai hamil secara dini, sehingga dapat di

perhitungkan dan di persiapkan langkah-langkah pertolongan persalinannya.

75

Di ketahui bahwa janin dalam rahim dan ibunya merupakan satu kesatuan

yang saling mempengaruhi, sehingga kesehatan ibu yang optimal akan

meningkatkan kesehatan, pertumbuhan dalam perkembangan janin.

Setiap kontak pada saat melakukan skrining di bicarakan dengan ibu

hamil, suami, keluarga tentang tempat dan penolong untuk persalinan aman.

Pengambil keputusan dapat di lakukan dalam keluarga untuk persiapan

mental dan perencanaan untuk biaya, transportasi telah di mulai dilakukan

jauh sebelum persalinan menuju kepatuhan untuk rujukan dini berencana

atau rujukan in utero dan rujukan tepat waktu.

Mengingat sebagian besar kematian ibu sesungguhnya dapat dicegah.

Maka di upayakan untuk mencegah 4 terlambat yang menyebabkan

kematian ibu, yaitu

1. Mencegah terlambat mengenali tanda dan bahaya resiko tinggi

2. Mencegah terlambat mengambil keputusan dalam keluarga

3. Mencegah terlambat memperoleh transportasi dalam rujukan

4. Mencegah terlambat memperoleh penanganan gawat darurat secara
memadai.
Selama melakukan ANC, ibu mendapatkan pelayanan dari tenaga

kesehatan dan kader. Pelayanan yang di dapatkan ibu dari tenaga kesehatan

adalah: pemeriksaan fisik, anamnesa, pengobatan, imunisasi, dan

pendidikan kesehatan. Pelayanan yang didapatkan ibu hamil risiko tinggi

dari kader saat ANC di posyandu adalah penimbangan, motivasi, pendidikan

kesehatan tentang makanan sehat, dan penjelasan tentang dasolin. Dalam

menjaga ketahanan tubuh selama hamil, perilaku yang dilakukan ibu adalah

pembatasan aktivitas.517 > 3. Efek kunjungan rumah terhadap persalinan Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan memungkinkan keadaan darurat. mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik hamil untuk menghaadapi perslinan. 76 pemenuhan nutrisi. dkk(2011) hasil pengaruh penerapan standart pelayanan kehamilan terhadap kunjungan ibu hamil di puskesmas menyatakan hasil penelitian menggunakan uji statistik dimana nilai chi square tabel (21. Manfaat asuhan antenatal untuk ibu hamil adalah mengurangi dan menegakkan secara dini komplikasi kehamilan. meningkatkan kesehatan ibu setelah persalinan dan untuk memberikan ASI. Memberikan nasehat dan petunjuk berbagai masalah yang berkaitan dengan kehamilannya serta berusaha menetapkan penggolongan kehamilan dengan faktor atau resiko tinggi akan menentukan pertolongan persalinan yang aman. Berdasarkan salah satu hasil penelitian Titik wijayanti. maka dapat di simpulkan bahwa penerapan standart pelayanan kehamilan mempengaruhi kunjungan ibu hamil. keluarga serta masyarakat untuk mempersiapkan rencana kelahiran. 2. 2010). termasuk .(manuaba. pembatasan diet.05). manfaat untuk janin adalah berguna menjamin pertubuhan bayi yang sehat.000<0. Konseling dalam pemakaian alat kontrasespi KB. konsumsi obat. dan upaya tradisional.84) atau di lihat dari nilai probabilitas lebih kecil dari level of significant 5% (0. bekerja sama dengan ibu.

Selan itu informasi yang bidan sampaikan kepada keluarga pasien juga akan lebih mengena karena bidan akan dapat lebih mudah dalam menyesuaikan isi informasi dengan kondisi rumah dengan lingkungannya. persalinan yang lebih singkat dan menurunnya persalinan dengan operasi termasuk bedah besar. aman. Bidan akan mengetahui dengan jelas bagaimana kemampuan ibu dalam melakukan perawatan bayinya sehari-hari dan kendala yang dia alami dengan kondisinya di rumah. selain itu kehadiran seorang pendamping persalinan dapat memberikan rasa nyaman . termasuk mengidentifikasi kemana harus pergi dan transportasi untuk mencapai tempat tersebut. Penelitian menunjukkan bukti bahwa kehadiran seorang pendamping kesehatan pada saat persalinan dapat menimbulkn efek postif terhadap persalinan dalam arti dapat menurunkan morbiditas. dukungan emosional. . termasuk pelung adat yang berlaku dalam masyarakat itu. mengidentifikasi pembuat keputusan kedua jika pembuat keputusan pertama tidak ada di tempat. mengurangi rasa sakit. dan dapat membesarkan hati ibu. semangat. mempersiapkan donor darah. serta perencanaan tabungan untuk mempersiapkan biaya persalinan. Bekerja sama dengan ibu keluarga dan masyarakat untuk mempersiapkan rencana jika terjadi komplikasi. Kualitas pertemuan yang lebih baik adalah jika tenaga kesehatan yang mengunjungi rumah pasien karena hasil dari evaluasi akan lebih lengkap dan valid. 77 mengidentifikasi penolong dan tempat bersalin. mengadakan persiapan finansial.

Menggunakan partograf untuk memantau kondisi ibu dan janinnya serta kemajuan proses persalinan. d. Menjadikan laserasi atau efisiotomi sebagai tindakan tidak rutin. 78 Pada kunjungan persalinan. Dan melakukan penanganan tali pusat terkendali. mencegah asfiksia bayi baru lahir. c. Penatalaksanaan aktif kala III 3). 2. . Mengamati melihat kontraksi uterus pasca persalinan b. Upaya ini di sebut juga penatalaksanaan aktif kala III. Mengharapkan dukungan suami dan kerabat ibu 3. Upaya preventif terhadap perdarahan pasca persalinan berupa 1). Mencegah partus lama Upaya pencegahan partus lama yaitu 1. Adapun paradikma asuhan persalinan normal adalah : Mencegah perdarahan pasca persalinan yang di sebabkan oleh atoni uteri a. Manipulasi seminimal mungkin 2). fokus utama asuahan persalinan adalah mencega terjadinya komplikasi selama persalinan dan setelah bayi lahir sehingga akan mengurangi kesakitan dan kematian ibu serta bayi baru lahi. Mencegah terjadinya retensio plasenta Upaya pencegahan retensio plasenta berupa yaitu pencegahan retensio plasnta dengan cara mempercepat proses separasi dan melahirkan plasenta dengan memberikan uterotika segera setelah bayi lahir.

Asfiksia bayi baru lahir/hipotermi c. OR 22.000.226).2 kali dibandingkan dengan ibu yang memeriksakan diri 4 kali atau lebih selama kehamilannya. b. ibu dengan frekuensi Anc < 4 kali mempunyai risiko mengalami persalinan dengan tindakkan sebesar 22. Bukti yang di peroleh menunjukkan bahwa observasi ini memang bisa memprediksi wanita Mana . Perdarahan post partum. dkk (2014) hasil kunjungan ANC tidak adekuat sebagai faktor risiko persalinan seksio sesarea menyatakan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara frekuensi ANC < 4 kali dengan kejadian persalinan seksio sesarea (p = 0. di harapkan lebih banyk ibu dan bayi baru lahir dapat di selamatkandari resiko atau bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka. Berdasarkan salah satupenelitian Sulastri. Fokus asuhan pesalinan normal adalah: a. 3. Melalui praktik asuhan persalinan normal secara rutin dan benar. parus lama. Efek kunjungan rumah masa nifas Alexander et al (1997) melakukan study prospektif dengan meneliti apakah pengkajian involusi uteri yang di lakukan oleh bidan dapat di di gunakan memprediksi masalah pervaginam. 79 Tujuan asuhan persalinan normal yaitu mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualiatas pelayanan dapat terjaga pada tingkat optimal.

Selama beberapa hari setelah melahirkan. kemampuan ibu baru secara aktif menyeraf informasi akibat fokus yang intens pada bayinya yang lahir. . Kurangnya monitoring ibu selama nifas berdampak pada kemungkinan tidak tercatatnya morbiditas ibu (Grifin RW. Monitoring ibu nifas terbukti berhubungan dengan kejadian morbiditas ibu sehingga dengan monitoring ibu yang baik dapat di deteksi mprbiditas ibu lebih banyak. hal ini dapat di pahami karena pengaruh langsung dari pendidikan adalah peningkatan pendidikan dan kesadaran untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan yang diajarkan atau di suluhkan.2010). Seperti perawatan payudara untuk mencegah mastitis. Pelaksanaan perawatan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya morbiditas. Perawatan ibu masa nifas terbukti berhubungan dengan resiko terjadinya terjadinya morbiditas. 80 yang mengalami masalah tersebut setelah di pulangkan dari asuhan kebidanan. Pelaksanaa pendidikan nifas tidak terbukti berhubungan dengan terjadinya morbiditas nifas. Studi orang israel menemukan bahwa kehilangan kemampuan kognitif semantara pada periode masa nifas dini. Pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu dan keluarganya sangat bermanfaat bagi kesadaran mereka untuk melakukan monitoring kesehatan ibu dan perawatan kesehatan ibu. membersihkan diri menggunakan sabun setelah buang air kecil setelah buang air kecil dan buang air besar dapat mencegah infeksi genitali.

Pelaksanaan perawatan yang baik dapat meningkatkan terjadinya resiko terjadinya morbiditas nifas. seperti perawatan payudara untuk mencegah mastitis. perawatan perineum dan latihan kagel (Griffin RW. Keuntungan dan keterbatasan kunjungan nifas Kunjungan rumah postpartum memiliki keuntungan yang sangat jelas karena membuat bidan dapat melihat dan berinteraksi dengan anggota keluarga di dalam lingkungan yang alami dan aman. pusing. demikian pula keamanan di rumah dan di . menghilangkan ketidaknyamanan yang umum terjadi dan mengenali tanda-tanda bahaya seperti demam. hygiene. Pendidikan kesehatan terutama harus bertarget pada perawatan diri termasuk mencuci tangan. Kurangnya monitoring ibu selama masa nifas berdampak pada kemungkinan tidak tercatatnya morbiditas ibu. (2010) Kunjungan rumah berupa monitoring ibu nifas terbukti berhubungan dengan kejadian keadaan sakit (morbiditas) nifas karena memonitor keluhan atau kejadian morbiditas ibu sehingga dengan memonitoring ibu yang baik dapat di deteksi morbiditas ibu lebih banyak. sakit kepalah mendadak perubahan visual dan nyeri epigastrium. jug termasuk inisiasi menyusui. 2010). perdarahan banyak. Menurut marsudiningsih. 2010). 81 Semuanya menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan awal harus di fokuskan pada asensinya (Griffin RW. membersihkan diri menggunakan sabun setelah buang air kecil dan buang air besar dapat mencegah infeksi genitalia. Bidan mampu mengkaji kecukupan sumber yang ada di rumah. nyeri.

Kunjungan rumah lebih mudah dilakukan untuk mengidentifikasi penyesuaian fisik dan psikologis yang rumit. Melaksanakan skrining yang komprehensif. 82 lingkungan sekitar. Untuk mempercepat invoulsi uterus (rahim) 2. baik fisik maupun psikologisnya 3. . Kedua data tersebut bermanfaat untuk merencanakan pengajaran atau konseling kesehatan. yaitu sebagai berikut : 1) Besarnya biaya untuk mengunjungi pasien yang jaraknya jauh 2) Terbatasnya jumlah bidan dalam memberi pelayanan kebidanan 3) Kekhawatiran tentang keamanan untuk mendatangi pasien di daerah tertentu Efektivitas asuhan masa nifas Evaluasi efektifitas asuhan didasarkan pada harapan pasien yang diidentifikasi saat merencanakan asuhan kebidanan. kunjungan rumah postpartum juga memiliki keterbatasan yang masih sering dijumpai. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas adalah : 1. jika hasil akhir beriku init dapat dicapai. Bidan dapat merasa cukup yakin bahawa asuhan yang diberikan cukup efektif. deteksi dini. Untuk menjaga kesehaatan ibu dan bayina. diantaranya adalah (1) Ibu postpartum mengalami pemulihan fisiologis tanpa komplikasi (2) Ibu postpartum menyebutkan pengetahuan dasar yang akurat mengenai cara menyusui (3) Ibu postpartum mendemonstrasikan perawatan yang tepat untuk diri dan bayinya (4) Ibu berinteraksi. Selain keuntungan.

83 4. Memberikan pelayanan KB 6. 3. Taking in Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. Ibu mengambil . namun ibu agak sensitif dan merasa tidak mahir dalam merawat bayinya. nutrisi. Ibu akan berusaha keras untuk menguasai keterampilan untuk merawat bayi. keluarga berencana. Ibu menjadi perhatian pada kemampuannya menjadi orang tua yang sukses dan meningkatkan tanggung jawab terhadap bayinya. dan perhatiannya tertuju pada perubahan tubuhnya. pada umumnya ibu bersikap pasif dan tergantung. 2010 tahapan adaptasi psikologis ibu nifas terjadi dalam 3 tahap : 1. Letting go Terjadi setelah ibu pulang ke rumah dan sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga. 2. Taking hold Berlangsung 2-4 hari postpartum. pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari 5. cara dan manfaat menyusui. sehingga ibu sangat membutuhkan dukungan emosional dari keluarga serta nasihat dari bidan untuk menerima pengetahuan dan kritikan. Mendapatkan kesehatan emosi Menurut Rubin. Pada tahap ini ibu akan mengulang-ulang pengalamannya waktu bersalin dan melahirkan.

putting susu lecet. minat dan kesempatan melainkan juga emosi dan sikap yang bisa mempengaruhi dalam menentukan pilihan dan pengambilan keputusan. hasil penelitian bahwa ibu yang nifas yang mendapat kunjungan nifas 4 kali terdapat 10 orang yang mengalami komplikasi sebanyak 8 orang . Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kunjungan nifas terhadap komplikasi masa nifas dengan nilai p < 0. Umumnya pada periode ini sering terjadi depresi postpartum. 4. dengan adanya konseling laktasi yang intensif membantu ibu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi kesulitan dalam pemberian ASI. Menurut Gunarsa (2009). dan ibu nifas dengan asma. sesi monitoring pertumbuhan dan sesi memasak merupakan . konseling membantu ibu untuk memperoleh bukan saja kemampuan. 84 tanggung jawab penuh dalam merawat bayinya. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komplikasi masa nifas yang terjadi yaitu pre eklamsia ringan. Kunjungan rumah.05. Adanya perhatian dan pemberian motivasi dalam bentuk kunjungan rumah setelah melahirkan oleh konselor terhadap ibu menjadi dukungan dalam pemberian ASI ekslusif. Efek kunjungan rumah ASI ekslusif Setelah melahirkan merupakan masa kritis dalam pemberian ASI ekslusif karena masalah menyusui itu muncul. kelompok pertemuan. nyeri jahitan daerah premium. Berdasarkan salah satu penelitian khamidah achyar & isnaeni rofiqoh (2016) pengaruh kunjungan nifas terhadap komplikasi masa nifas di puskesmas.

2010) . Berhasilnya suatu program pemberian ASI ekslusif tidk cukup hanya dengan tersedianya vaksin dan logidtik lainnya. Untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh dan terpadu serta pendidikan kesehatan. Petugas kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan konfrehensif sesuai dengan standar kompetensi dan etika profesi yang dimilikinya serta memberikan pendidikan kesehatan terutama untuk kesehatan ibu dan anak.sehingga upaya pemberian Asi ekslusif pada anak dapat tercapai dengan baik (Notoatmodjo. 2003). adanya orang lain yang di jadikan referensi dan sumber atau fasilitas yang dapat mendukung perilaku dan kebudayaan masyarakat. 2011) Perilaku kesehatan seorang atau masyarakat di tentukan oleh pemikiran dan perasaan seseorang. petugas kesehatan hendaknya memandang keluarga secara utuh secara bio-psiko-sosial (prasetiawati.motivasi dalam penggunanaan pelayanan kesehatan secara maksimal.Maka dari itu dalam upaya kelengkapan pemberian ASI ekslusif pada anak peran petugas kesehatan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan pengetahuan. tetapi uga di perlukan peran petugas kesehatan yang berdedikasi dalam pencapaian kelengkapan imunisasi pada anak. 85 peluang yang baik untuk berbagi nformasi dan untuk konseling individu (WHO.

6% bekerja. hasil penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kunjungan neonatus terhadap pemberian ASI ekslusif dengan nilai p=0. sebagian besar responden yaitu sejumlah 76.29-0.5 berpengetahuan tinggi. Kerangka teori Efek kunjungan pada ibu resiko kehamilan.878 CI 95% 1. persalinan. nifas dan ASI ekslusif Resiko kehamilan Persalinan Efek kunjungan rumah Nifas ASI ekslusif Bagan 2.9% berpendidikan lanjut. dan 63.805). 86 Berdasarkan salah satu penelitian chori elsera (2015) Pengaruh kunjungan neonatal terhadap pemberian ASI ekslusif.1 Kerangka teori Sumber Modifikasi teori sarwono prawirohardjo (2010) .016 (OR 2.92).217-6. 90. variabel luar yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI ekslusif adalah pekerjaan dengan nilai p= 0.488 CI 95% 0. G.026 (OR 0.

87 BAB III KERANGKA KONSEP. Kerangka konsep ini gunanya untuk menghubungkan atau menjelaskan secara panjang lebar suatu topik yang akan di bahas. Setiadi (2007). DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Berdasarkan latar belakang dan tinjauan pustaka. dapat di ambil kesimpulan suatu rumusan kerangka konsep sebagai berikut. Variabel independent Variabel Dependent Tidak resiko Efektif Resiko Kunjungan rumah perawat terhadap resiko kehamilan Tidak Resiko Tidak efektif Resiko . Kerangka konsep Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep atau terhadap konsep yang lainnya dari masalah yang ingin di teliti.

88 Normal Efektif Tidak normal Kunjungan rumah perawat terhadap persalinan Normal Tidak efektif Tidak normal Pemulihan kesehatan ibu nifas Efektif Pemulihan kesehatan Kunjungan rumah ibu nifas lambat perawat terhadap nifas Pemulihan kesehatan ibu nifas Tidak efektif Pemulihan kesehatan ibu nifas lambat Memberikan Efektif Tidak memberikan Kunjungan rumah perawat terhadap ASI ekslusif Memberikan Tidak efektif Tidak memberikan .

1 Defisinisi operasional No Variabel Definisi Cara Alat Hasil Skala Operasional ukur Ukur Ukur Ukur 1 Kunjugan Pemeriksaan Mengambil Kuesione 0: Nomi perawat kehamilan kuesioner r Kunjung nal untuk an mengoptimalk antenatal an kesehatan selama mental dan empat fisik ibu hamil. an persiapan antenatal pemberian ASI selama dan empat kembalinya kali tidak kesehatan efektif reproduksi secara wajar. 2 Resiko Kehamilan Dokumenta Observas 0:Proses Nomi Kehamila dimana di si maternal i kehamila nal n temukannya dan ANC n Tidak suatu keadaan terpadu resiko yang 1: Proses mempengaruhi kehamila optimalisasi n dengan pada Resiko kehamilan yang di hadapi 3 Persalina Proses Dokumenta Observas 0: Proses Nomi n pengeluaran si maternal i persalina nal hasil konsepsi dan ANC n Normal (janin atau uri) terpadu 1: Proses yang telah persalina cukup bulan Tidak atau dapat normal hidup di luar kandungan melalui jalan lahir. 89 B. Kunjung kala nifas. Defini Operasional Tabel 4. kali hingga mampu Efektif menghadapi 1: persalinan. atau melalui jalan lain dengan .

Sampai terbukti melalui data melalui data yang terkumpul berdasarkan kerangka konsep kerangka konsep yang diatas dapat di rumuskan hipotesis sebagai berikut: Ha : Ada hubungan efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmat kota Bengkulu 2017 . kan vitamin dan mineral berdasarkan recall 24 jam C. 90 bantuan atau tanpa bantuan 4 Nifas Masa setelah Dokumenta Observas 0: Nomi plasenta lahir si maternal i Pemuliha nal dan berakhir dan ANC n ketika organ terpadu kesehata reproduksi n ibu telah kembali nifas seperti cepat keadaan 1: sebelum hamil Pemuliha yang n berlangsung kesehata selama kurang n ibu lebih enam nifas minggu lambat 5 Asi Bayi umur 0-6 Dokumenta Observas 0: ekslusif bulan yang si maternal i Memberi diberi ASI saja dan ANC kan tanpa makanan terpadu 1:Tidak atau cairan lain memberi kecuali obat. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian.

91 Ha : Ada hubungan efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap persalinan di wilayah kerja puskesmas basuki rahmat kota bengkulu 2017 Ha : Ada hubungan efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Basuki rahmat kota bengkulu Ha : Ada hubungan efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap ASI ekslusif di wilayah kerja puskesmas Basuki rahmat kota bengkulu .

(Notoatmodjo 2012). Model penelitian ini mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh Efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. ibu nifas dan ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu. persalinan. dimana ada kelompok pembanding (kontrol). dan ASI ekslusif sebelum dilakukan kunjungan rumah oleh perawat O2 = Resiko kehamilan. sehingga lebih menjamin adanya validitas internal yang tinggi (Notoatmodjo 2012). Intervensi O1 X O2 Kel. Pre Test Post Test Kel. Desain Penelitian Dalam penelitian ini desain yang di gunakan adalah Quasi Experiment yaitu penelitian untuk mempelajari dalam kerangka korelasi sebab akibat tetapi tidak mempunyai pembatasan yang ketat. Kontrol O2 O O2 Keterangan: O1 = Resiko kehamilan. Nifas. Persalinan. Persalinan. Nifas. 92 BAB IV METODELOGI PENELITIAN A. Rancangan penelitian ini adalah rancangan rangkaian waktu dengan kelompok pembanding/kontrol (Control Time Series Design). dan ASI ekslusif setelah dilakukan kunjungan rumah .

Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dalam resiko kehamilan. Tempat dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad kota Bengkulu. Populasi adalah sebagian dari keseluruhan subjek penelitian yang akan di teliti (Notoadmojo. bukan hanya subjek atau objek yang di pelajari saja tetapi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subjek atau objek tertentu (Hidayat. Yaitu pengambiln sampel yang di dasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri. 160 resiko kehamilan. Sampel Sampel adalah objek yang di teliti dan di anggap mewakili seluruh populasi. Populsi dan Sampel 1. 2010). 2007). Pengambilan sampel pad penelitin ini menggunakan tekhnik non random (Non Probbiliy) dengan purposive sampling. C. Populasi Populasi adalah subjek atau data dengan karakteristik tertentu yang mencakup sumber sebuah penelitian. 2. berdsarkan sifat-sifat atau ciri populasi yang sudah . 764 ibu nifas. ibu nifas dan ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad kota Bengkulu.Yang berjumlah 800 seluruh ibu hamil. persalinan. 93 O = Tanpa di lakukan intervensi X = Perlakuan B. Waktu pelaksanaan rencana penelitian akan di lakukan pada bulan februari sampai maret 2017. dan 72 ASI ekslusif. 764 ibu bersalin.

05 x159) + (3.25 7.96) p : Perkiraan proporsi 50% q : 1 – p (100% .9604 .84.q Keterangan : n : besr sampel N : Besr populasi Z : Nilai standar normal untuk α = 0.0.0.05) (Nursalam.p.8416x.q = 160(1.5 = 160 (3.656 x 0. z².05 (160-1) + (1. q d (N-1) + z² .25) = 614. z² . 2012).96)² x 0. 0.p .q d (N+1) + z². 0.5 . 94 diketahui sebelumnya (Notoatmodjo. p.96 +0. Resiko kehamilan n = N .5 (1.5 0.16) x 0. 2013) Besar sampel dalam penelitin ini adalah : a.25 (0.p. Besar sqmpel pada penelitian ini di hitung dengan menggunakan rumus: n = N.5 x 0.p) d : Tingkat kesalahan yang di pilih (d = 0.96)² .

05 (764-1) + (1.245 0. Karena pada penelitian ini menggunakan kelompok kontrol maka peneliti memerlukan sampel minimal 40 orang terdiri dari 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang lainnya sebagai kelompok kontrol.9824x0.9 = 19.96)² = 764 (3.8416 x 0. 0. 95 = 153.664 8.25 (0.25 = 2934.1 = 17.q = 764(1. z² .16 Berdasarkan rumus di atas maka jumlah sampel minimal yang di butuhkan pada penelitian ini yaitu 19 orang.05 x 763) + (3. 0.8416) .15 + 0. p.25 38. 0.5 0.245 Korelasi besar sampel untuk antisipasi droup out = 17. b.5 .9104 = 17. q d (N-1) + z² .96)² .p . Persalinan n = N .9604 .245 1-0.

Karena pada penelitian ini menggunakan kelompok kontrol maka peneliti memerlukan sampel minimal 40 orang terdiri dari 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang lainnya sebagai kelompok kontrol.76 Korelasi besar sampel untuk antisipasi droup out n = 18.96)² = 764 (3. z² .q = 764(1. 0.76 1-0. 96 = 733.8 Responden Berdasarkan rumus di atas maka jumlah sampel minimal yang di butuhkan pada penelitian ini yaitu 20 orang.8416 x 0. 0.1104 = 18. p.5 .1104 .25 = 2934.25 38.05 x 763) + (3.5 0.05 (764-1) + (1.p .15 + 0.25 (0.9604 = 733. c. q d (N-1) + z² .7456 39.8416) .9824x0. 0.1 = 20.96)² .7456 39. Masa nifas n = N .

0.76 1-0.76 Korelasi besar sampel untuk antisipasi droup out n = 18.904 6. d. p.2992 x 0.0.p . q d (N-1) + z² .96)² .05 x136) + 3.8 +0. z² .7604 . Karena pada penelitian ini menggunakan kelompok kontrol maka peneliti memerlukan sampel minimal 40 orang terdiri dari 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang lainnya sebagai kelompok kontrol.5 .9604 = 131.8416 x 0.25 (0.8416) x 0. 97 = 18.q = 137 (1.0. 5748 7.5 .8 +0.5748 6.96)² .5 = 137 (3.9604 = 131.8 Berdasarkan rumus di atas maka jumlah sampel minimal yang di butuhkan pada penelitian ini yaitu 20 orang.5 0.05 (137-1) + (1.25 = 526.0.1 = 20. ASI ekslusif n = N .

Kriteria inklusi Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang harus di penuhi setiap masing-masing anggota populsi yang akan di jadikan sampel (Notoatmodjo. Ada dalam rentang waktu penelitian b.9 =18.95 1-0. Bersedia menjdi responden 2.95 0.1 = 16. 2010). Adapun kiteria sampel yang akan di ambil sebagai berikut: a. 2010) . Karena pada penelitian ini menggunakan kelompok kontrol maka peneliti memerlukan sampel minimal 40 orang terdiri dari 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang lainnya sebagai kelompok kontrol. 98 = 16. Kriteri ekslusi Kriteria eklusi adalah kriteria atau ciri-ciri anggota populasi yang tidak bisa di jadikn sebagai sampel penelitian (Notoatmodjo.83 Berdasarkan rumus di atas maka jumlah sampel minimal yang di butuhkan pada penelitian ini yaitu 18 orang. 1.95 Korelasi besar sampel untuk antisipasi droup out n = 16.

99 1. Subjek menolak berpartisipasi D. Untuk mengontrol variabel-variabel pengganggu diperlukan validitas internal yng tinggi. terutama eksperimen semu (quasi eksperiment) Selalu di pertanyakan mengenai validitasnya. Suatu desain eksperiment harus di buat sedemikian rupa sehingga perbedaan yang di perlihatkan benar-benar di sebabkan oleh perlakuan yang di perlukan. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian adalah alat-alat yang di gunakann untuk pengumpulan data. E. Validitas Dalam penelitian eksperimen. Reliabilitas Alat yang akan di gunakan peneliti untuk mengukur pengaruh kunjungan rumah oleh perawat pada penelitian ini adalah kuesioner. Hambatan etis 4. Terdapat suatu keadadaan atu penyakit yang mengganggu pengukuran maupun interpretasi hasil. Karena itu peneliti mengontrol variabel-variabel yang dapat mengganggu yaitu dengan cara membuat kriteria inklusi dan ekslusi. seperti subjek yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap sehingga sulit di tindak lanjuti 3. 2. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Terdapat keadaan yng mengganggu pelaksanaan. 2. Alat yang di gunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner untuk dapat mendapatkan informasi subjek penelitian dengan membagikan kuesioner. Bukan oleh faktor atau variabel lain di luar itu. .

di wilayah kerja puskesmas Basuki Rahmat kota bengkulu. G. Data Primer Data primer adalah data yang langsung dari responden berupa informasi tentang efek kunjungan rumah oleh perawat terhadap resiko kehamilan. nifas dan ASI ekslusif yang di peroleh melalui wawancara kepada responden. nifas dan ASI ekslusif yang di peroleh dari dinas kesehatan kota bengkulu. adapun langkah-langkah awal yang penulis gunakan dalam pengolahan data tersebut yaitu sebagai berikut: a. 2. Pengelolaan data dilakukan scara manual dan menggunakan program komputer. 100 D. Pengkodean Data (coding) Merupakan suatu metode untuk mengkonversikan data yang di kumpulkan selama penelitian dala simbol/kode yang cocok untuk . Pengeditan Data (editing) Tahap editing peneliti melakukan pengecekkan terhadap data yang ada. persalinan. Editing bertujuan untuk memastikan bahwa data yang di peroleh benar- benar sesuai dengan kriteria penelitian. dan profil puskesmas. Data Sekunder Data tentang resiko kehamilan. Sumber Data 1. b. Pengelolahan dan Analisa Data 1. persalinan. Pengelolahan data Data yang telah terkumpul di analisa selanjutnya di olah kembali.

Memproses Data (processing) Processing yaitu memasukkan seluruh data dari semua kuesioner ke program komputer. Pemasukkan data dilakukan jika peneliti sudah yakin bahwa data yang ada sudah benar baik dari kelengkapan maupun dari pengkodeannya. c. d. 2. Analisa Univariat Analisa univariat akan di gunakan untuk mengetahi gambaran atau distribusi frekuensi pengaruh sebelum di lakukan kunjungn rumah oleh perawat. 101 keperluan analisis. . Pembersihan Data (cleaning) Pembersihan data yaitu kegiatan memeriksa kembali data yang telah dimasukkan ke dalam komputer untuk memastikan bahwa data telah bersih dari kesalahan baik pada waktu pemberian kode maupun pemberian skor data. Peneliti memeriksa apakah ada data yang tidak tepat yang masuk ke dalam program komputer. dan setelah dilakukan kunjungan rumah oleh perawat. Data yang dimasukkan sudah di beri kode dan skor. Analisa Data Analisa data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Pemberian kode terhadap data bertujuan untuk mempermudah proses pengolahan data untuk di tabulasi dan di kelompokkan sesuai tujuan penelitian. Setelah peneliti yakin bahwa semua data telah di bersihkan maka di lanjutkan dengan analisa data.

proporsi yang di dapat dalam bentuk persentase. 102 P= F X 100% N Keterangan: P : Jumlah persentase yang di cari F : Jumlah frekuensi untuk setiap kategori N : Jumlah populasi (Arikunto. Pada analis ini di gunakan uji statistic uji T di karenakan bahwa data berdistribusi norma . 2002) Dari hasil di atas. Analisa Bivariat Penelitian ini menggunakan analisis bivariat yang di olah menggunakan komputer dengan menggunakan program SPSS. Analisis bivariat merupakan analisa data yang dilakukan terhadap dua variabel yang di duga berhubungan atau berkorelasi. persentase yang di dapat di interpretasikan dengan menggunakan skala: 0% : Tidak satupun dari responden 1%-25% : Sebagian kcil dari responden 26%-49% : Hampir sebagian dari responden 50% : Setengah dari responden 51%-75% : Sebagian besar dari responden 76%-99% : Hampir seluruh responden 100% : Seluruh responden b.

H.05 artinya ada pengaruh kunjungan rumah perawat terhadap resiko kehamilan. dan ujian proposal. nifas dan ASI ekslusif dan mencatatnya dari buku register yang berada di ruang KIA yang pernah datang berobat ke puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu. perbaikan proposal. Etika Penelitian 1. Peneliti mengajukan kembali surat rekomendasi tersebut. . 2010) Ha : diterima apabila P ≤ 0. Pada tahap pelaksanaan yaitu dengan membuat proposal. persalinan.05 artinya tidak ada pengaruh kunjungan rumah perawat terhadap resiko kehamilan. ibu nifas dan ASI ekslusif. ibu nifas dan ASI ekslusif Ha : di tolak apabila P > 0. Setelah mendapatkan surat izin dari Puskesmas Basuki Rahmat Peneliti mengambil data cakupan Resiko kehamilan. kepada pimpinan puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu. persalinan. peneliti menyerahkan surat izin pra penelitian pada tanggal 28 desember 2016 pada tanggal 28 desember 2016 dari Stikes Dehasen Bengkulu Prodi Ners yang di tujukan kepada Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Setelah di beri izin rekomendasi dari Dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. persalinan. melakukan bimbingan. Alur Penelitian Sebelum melakukan penelitian. 103 (Sibagariang.

Etika Pengumpulan Data Sebelum melakukan pengumpulan data. Jika responden bersedia. peneliti tidak akan mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data/koesioner. c) Confidently (Kerahasiaan) Penelitian tidak akan menyebar luaskan informasi yang diberikan oleh responden dan kerah. 104 2. cukup dengan memberikan kode tertentu. maka ia harus menandatangani surat persetujuan menjadi responden. peneliti terlebih dahulu mengajukan permohonan izin kepada instansi dinas kesehatan. . dengan membawa surat pengantar dari pendidikan Stikes Dehasen Bengkulu. Jika ia menolak. maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghargai. kepada puskesmas Basuki Rahmat. selanjutnya menjelaskan maksud dan tujuan kepada responden dan meminta persetujuan baru kemudian melakukan penelitian dengan lebih menekankan pada masalah etika yang meliputi: a) Informed consent (Lembar Persetujuan) Sebelum lembar persetujuan diberikan pada subyek penelitian. peneliti menjelaskan maksud dan tujuan yang akan dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengumpulan data. b) Anonomity (Tanpa Nama) Untuk menjaga kerahasiaan subyek peneliti.