You are on page 1of 24

LAPORAN PENDAHULUAN

POSTPARTUM FISIOLOGIS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Profesi
Departemen Maternitas di Puskesmas Bululawang

Oleh:

KAMELIA
NIM. 170070301111021
KELOMPOK 1B

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017

A. DEFINISI
Periode postpartum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali
pada keadaan tidak hamil, serta penyesuaian terhadap hadirnya anggota keluarga
baru. Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai
6 minggu setelah melahirkan (Ambarwati, 2008).
Periode postnatal mengacu pada waktu setelah melahirkan, dimana
beradaptasi fisiologi bayi dan risiko terhadap ibu perdarahan postpartum dan
morbiditas yang signifikan lainnya yang tertinggi. Periode postnatal meliputi 24 jam
pertama sejak lahir. Biasanya, pada akhir periode ini dikaitkan dengan pelaksanaan
intervensi seperti promosi kontrasepsi dan imunisasi bayi, meskipun beberapa metode
kontrasepsi, seperti metode amenorea laktasi, IUD, vasektomi dan sterilisasi
perempuan, harus didiskusikan bahkan sebelum melahirkan, dan beberapa imunisasi,
seperti yang terhadap hepatitis B dan tuberkulosis (BCG), dapat diberikan saat lahir
(Hacker, 2009).
Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis
baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi
setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa kritis bagi kehidupan bayi, 2/3 kematian bayi terjadi dalam
4 minggu setelah persalinan dan 60% kematian bbl terjadi dalam waktu 7 hari setelah
lahir. Dengan pemantauan dan asuhan pada ibu dan bayi pada masa nifas dapat
mencegah kematian dini (Ambarwati, 2008).
Asuhan keperawatan pada masa postpartum dibagi atas tiga periode, yaitu
(Mitayani, 2009):
1. Immediate postpartum, adalah masa 24 jam postpartum
2. Early postpartum, adalah masa pada minggu pertama postpartum
3. Late Postpartum, adalah masa pada minggu kedua sampai dengan minggu keenam
postpartum
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai
hingga alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. Lama masa nifas yaitu 6-8
minggu. Nifas dibagi dalam tiga periode, yaitu:
1. Puerperium dini, yaitu kepulihan ketika ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan
2. Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genital
3. Remote puerperium, yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna,
terutama bila selama hami atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu
untuk sehat sempurna mungkin beberapa minggu, bulan, atau tahun.
B. PERAWATAN DIRI IBU NIFAS
1) Perawatan vulva atau perineum
Perineum yang dilalui seorang bayi umumnya mengalami peregangan,
lebam, dan trauma. Akibat normalnya bisa terasa ringan, bisa juga tidak. Rasa

Kompres hangatm duduk di dalam air hangat atau menggunakan lampu pemanas selama 20 menit. 3) Diet Ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan sehat seperti saat hamil. Rasa nyeri dan tidak nyaman di daerah perineum dapat diatasi dengan menggunakan kompres dingin pada area perineum setiap 2 jam sekali selama 24 jam pertama sesudah melahirkan. Ini berguna untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengeluarkan cairan vagina (lochea). atau sembuhnya luka. sakit pada perineum akan semakin parah jika perineum robek atau disayat pisau bedah. Pedoman umum yang baik adalah 4 porsi setiap hari dari 4 kelompok makanan dasr yaitu makanan harian. buah dan sayuran. roti dan biji-bijian. nifas. ibu dapat mengalirkan atau membilas area perineum dengan air hangat atau cairan antiseptic. Setelah ibu selesai BAK atau BAB. yaitu 2 jam setelah persalinan normal. Sering melakukan latihan kegel sesudah melahirkan akan merangsang peredaran darah di daerah perineum. Menghindari tekanan di area perineum dengan berbaring miring dan menghindari posisi duduk atau berdiri yang lama juga membantu mengatasi ketidaknyamanan perineum. kemudian mengeringkannya dengan kain pembalut atau handuk dengan cara diteepuk- tepuk tetap dari arah muka ke belakang. Tujuan perawatan vulva atau perineum adalah untuk menjaga kebersihan dan mencegah terjadinya infeksi. Ibu juga dianjurkan untuk mengkonsumsi multivitamin dan suplemen zat besi. daging dan makanan yang mengandung protein. area episiotomy atau luka sayatan membutuhkan waktu untuk sembuh selama 7-10 hari. Seperti semua luka baru. lalu menggerakkan kaki. . 3x sehari juga dapat digunakan untuk meredakan ketidaknyamanan. yaitu dimulai dengan gerakan miring ke kanan dank e kiri. Jika tidak ada kelainan. Selanjutnya ibu dapat mencoba untuk duduk di tepi tempat tidur kemudian ibu bisa turun dari ranjang. kecuali jika nyeri sangat parah. Rasa nyeri saja selama masa ini tidak menunjukkan adanya infeksi. mineral dan cairan ekstra. 2) Mobilisasi Mobilisasi yang dilakukan sangat bervariasi tergantung pada komplikasi persalinan. Makanan ini juga bisa diperoleh dengan susu rendah lemak dalam dietnya setiap hari. Mobilisasi haruslah dilakukan bertahap. mempercepat penyembuhan dan meningkatkan kebugaran otot. Ibu yang menyusui perlu mengkonsumsi protein. mobilisasi dapat dilakukan sedini mungkin. Menurut Danuatmaja (2003) cara melakukan perawatan perineum atau vulva yaitu dengan mengganti pembalut yang bersih setiap 4-6 jam.

selain itu mempengaruhi peristaltic usus. umumnya wanita sering BAK dalam jumlah banyak. dan nyeri) yang dpaat menimbulkan kesulitan dalam menyusui. Hal ini akan . Ini terjadi karena cairan tubuh yang berlebih akibat kehamilan mulai dikeluarkan. Payudara harus dibersihkan dengan teliti setiap hari selama mandi dan sekali lagi ketika hendak menyusui. perawatan putting susu merupakan suatau hal yang amat penting. Tetapi hal ini terkadang masih sulit dilakukan karena kebanyakan penderita mengalami obstipasi setelah melahirkan. yaitu suatu cairan kuning jernih yang merupakan susu pertama untuk bayi. setelah seminggu persalinan. Hal ini disebabkan karena sewaktu melahirkan alat pencernaan mendapat tekanan yang menyebabkan kolon menjadi kosong. Penambahan kalori pada ibu menyusui sebanyak 500 kkal tiap hari. Gerakan usu juga akan aktif dengan melakukan mobilisasi dini seperti bangun dari tempat tidur ataupun jalan-jalan. Saat menyusui kebutuhan nutrisi meningkat 25% yaitu untuk produksi ASi dan memenuhi kebutuhan cairan yang meningkat 3x dari biasanya. 5) Defekasi Menurut Mochtar (1998) pola defekasi atau BAB harus dilakukan 3-4 hari setelah melahirkan. Menyusui dengan interval waktu yang sering akan dapat mencegah pembengkakan payudara atau membantu meredakannya. Tetapi sebaliknya. Bagi ibu yang menyusui bayinya. Edema perineum juga bisa mengganggu BAK. Hal tersebut dapat diatasi dengan memperbanyak minum. payudara akan mengeluarkan kolostrum. keras. bangun dari tempat tidur dan berjalan segera setelah melahirkan akan membantu mengosongkan kandung kemih. air susu yang lebih matang akan muncul antara hari ke-2 sampai ke-5. Nyeri pada perineum bisa menyebabkan rasa kejang pada uretra sehingga BAK menjadi sulit. Hal ini terjadi karena kandung kemih mengalami trauma atau lebam selama melahirkan akibat tertekan oleh janin sehingga ketika sudah penuh tidak mampu untuk mengirim pesan agar mengosongkan isinya. panas. Pada saat ini payudara akan membesar (penuh. 4) Eliminasi Urin Kebanyakan wanita mengalami sulit BAK selama 24 jam pertama setelah melahirkan. 6) Perawatan Payudara Untuk 24-72 jam pertama sesudah melahirkan. Hal ini dapat diatasi dengan latihan kegel yang dapat membantu mengembalikan kebugaran otot dan kendali terhadap aliran air kemih. Fungsi defekasi dapat diatasi dengan makan makanan yang dapat merangsang gerakan usus besar seperti buah dan sayuran.

rectum. selera makan. dinding perut. Memulihkan kesehatan umum penderita a. putting susu). seperti lokchea. mendeteksi masalah. 7) Pemeriksaan setelah persalinan Pemeriksaan fisik yang umum mencakup pemeriksaan panggul yang dilakukan untuk menilai pemulihan. Menilai kondisi kesehatan ibu dan bayi. Mencegah infeksi dan komplikasi 5. Mengajarkan ibu untuk melaksanakan perawatan mandiri sampai masa nifas selesai dan memelihara bayi dengan baik. Adapun tujuan dari perawatan masa nifas adalah: 1. Untuk mendapatkan kesehatan emosi (Bahiyatun. sehingga bayi dapat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal 6. C. Payudara (ASI. perineum. nadi. Memperlancar pembentukan air susu ibu (ASI) Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. TUJUAN PERAWATAN MASA NIFAS Dalam masa nifas ini ibu memerlukan perawatan dan pengawasan yang dilakukan selama ibu tinggal di rumah sakit maupun setelah nanti keluar dari rumah sakit. keluarga berencana. dengan tujuan untuk : 1. D. dsb). 2. fluor albus dan keadaan alat-alat kandungan. . Menyediakan makanan sesuai kebutuhan b. menyusui. 2009). Mendeteksi adanya komplikasi atau masalah yang terjadi pada masa nifas. serta secret yang keliar. 3. Mencegah infeksi dengan memberikan kebersihan dan sterilisasi d. kandung kemih. dsb). Menjaga kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikologi. 2. Mengembalikan kesehatan umum dengan pergerakan otot untuk memperlancar peredaran darah 3. 4. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi. Melaksanakan skrining yang komprehensif. Pada kunjungan ini juga dilakukan pemeriksaan umum (TD. keluhan. Keadaan umum (suhu badan. mengangkat kolostrum yang kering atau sisa susu dan membantu mencegah akumulasi dan msuknya bakteri bak ke putting susu maupun ke mulut bayi. pemberian imunisasi pada bayi dan perawatan bayi sehat. Mengatasi anemia c. nutrisi. Melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas dan bayinya. KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL MASA NIFAS Kebijakan program nasional pada masa nifas yaitu paling sedikit empat kali melakukan kunjungan pada masa nifas.

Menangani komplikasi atau masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu nifas maupun bayinya. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui. infeksi dan perdarahan Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup. Menilai adanya tanda-tanda demam. Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru lahir KE-3 2 minggu Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan postpartum asuhan yang diberikan pada kunjungan 6 hari post partum. Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan. KE-2 6 hari Memastikan involusi uterus barjalan dengan postpartum normal. tinggi fundus uteri di bawah umbilikus. tidak ada perdarahan abnormal.4. maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi baru lahir dalam keadaan baik. Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir. . Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara mencegah perdarahan yang disebabkan atonia uteri. KUNJUNGAN WAKTU ASUHAN KE-1 6-8 jam Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena postpartum atonia uteri. Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi. Mendeteksi dan perawatan penyebab lain perdarahan serta melakukan rujukan bila perdarahan berlanjut. Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan. Pemberian ASI awal. uterus berkontraksi dengan baik.

2007). yaitu: 1. Proses involusi terjadi karena adanya:  Autolysis yaitu penghancuran jaringan otot-otot uterus yang tumbuh karena adanya hiperplasi. 2007). karena kontraksi dan retraksi otot-ototnya.  Aktifitas otot-otot yaitu adanya kontrasi dan retraksi dari otot-otot setelah anak lahir yang diperlukan untuk menjepit pembuluh darah yang pecah karena adanya pelepasan plasenta dan berguna untuk mengeluarkan isi uterus yang tidak berguna. KE-4 6 minggu Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami ibu postpartum selama masa nifas. Karena kontraksi dan retraksi menyebabkan terganggunya peredaran darah uterus yang mengakibatkan jaringan otot kurang zat yang diperlukan sehingga ukuran jaringan otot menjadi lebih kecil (Hanifa. 2009). Memberikan konseling KB secara dini. E. (Suhermi. ibu mengalami perubahan yang bersifat fisiologis yang meliputi perubahan fisik dan psikologik. Penghancuran jaringan tersebut akan diserap oleh darah kemudian dikeluarkan oleh ginjal yang menyebabkan ibu mengalami beser kencing setelah melahirkan (Hanifa. Perubahan uterus setelah melahirkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 2007). Diameter Bekas Berat Keadaan Involusi TFU Melekat Uterus Cervix Plasenta . Involusi pada alat kandungan meliputi: 1) Uterus Setelah plasenta lahir uterus merupakan alat yang keras. dan jaringan otot yang membesar menjadi lebih panjang sepuluh kali dan menjadi lima kali lebih tebal dari sewaktu masa hamil akan susut kembali mencapai keadaan semula.  Ischemia yaitu kekurangan darah pada uterus yang menyebabkan atropi pada jaringan otot uterus (Hanifa. PERUBAHAN FISIK PADA MASA NIFAS Selama menjalani masa nifas. Involusi Involusi adalah perubahan yang merupakan proses kembalinya alat kandungan atau uterus dan jalan lahir setelah bayi dilahirkan hingga mencapai keadaan seperti sebelum hamil (Hacker. Perubahan Fisik a. 2007).

2007). lambat laun mencapai ukuran yang normal.5 cm pusat symphisis jari Dapat dimasuki 2 minggu Tak teraba 350 gr 5 cm 1 jari Sebesar hamil 2 6 minggu 50 gr 2. Endometrium ini tumbuh dari pinggir luka dan juga sisa-sisa kelenjar pada dasar luka (Hanifa.5 cm minggu 8 minggu Normal 30 gr (Hanifa. uterus mempunyai banyak pembuluh darah yang besar. 2007). 2) Involusi tempat plasenta Pada permulaan nifas bekas plasenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh trombus. 4) Perubahan pada cervix dan vagina Beberapa hari setelah persalinan ostium eksternum dapat dilalui oleh 2 jari. Pada minggu ke 3 post partum ruggae mulai nampak kembali (Hanifa. After pains/ Rasa sakit (meriang atau mules-mules) . 3) Perubahan pembuluh darah rahim Dalam kehamilan. tetapi karena setelah persalinan tidak diperlukan lagi peredaran darah yang banyak maka arteri harus mengecil lagi dalam masa nifas (Hanifa. 2007). Vagina yang sangat diregang waktu persalinan. Luka bekas implantasi plasenta tidak meninggalkan parut karena dilepaskan dari dasarnya dengan pertumbuhan endometrium baru dibawah permukaan luka. b. 2007). Karena hiperplasi ini dan karena karena retraksi dari cervix. robekan cervix jadi sembuh.5 cm plasenta lahir Pertengahan Dapat dilalui 2 1 minggu 500 gr 7. Setelah Lembek Sepusat 1000 gr 12. pada akhir minggu pertama dapat dilalui oleh 1 jari saja.

berbau busuk.Pengeluaran lochea dapat dibagi berdasarkan jumlah dan warnanya yaitu lochea rubra berwarna merah dan hitam terdiri dari sel desidua. 2007). hari 3–7 pasca persalinan. 2009). d. Hacker. tetapi tidak busuk. Sistem Kardiovaskular Selama kehamilan secara normal volume darah untuk mengakomodasi penambahan aliran darah yang diperlukan oleh placenta dan pembuluh darah uterus. 2007). mekonium. biasanya akan pulih dalam 6 minggu. 5) Lochea purulenta Terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah. 6) Lacheostatis Lochea tidak lancar keluarnya. 3) Lochea serosa Berwarna kuning cairan tidak berdarah lagi. Penurunan dari estrogen mengakibatkan diuresis yang menyebabkan volume plasma menurun secara cepat pada kondisi normal. sisa darah dan keluar mulai hari pertama sampai hari ketiga (Hanifa. Lochea bersifat alkalis. sisa mekonium. Selama ini klien mengalami . Selama 2 hari pasca persalinan. 2) Lochea sanguinolenta Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir. Dinding perut dan peritonium Setelah persalinan dinding perut longgar karena diregang begitu lama. e. Perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu analgesik (Hanifa. 4) Lochea alba Cairan putih setelah 2 minggu. c. Untuk memulihkan kembali sebaiknya dengan latihan-latihan pasca persalinan (Hanifa. Lochea Lochea adalah cairan yang dikeluarkan dari uterus melalui vagina dalam masa nifas. Pada hari ke 2–4 pasca persalinan. lanugo. rambut lanugo.Tidak jarang uterus jatuh ke belakang menjadi retrofleksi karena ligamentum rotundum jadi kendor. Keadaan ini terjadi pada 24 sampai 48 jam pertama setelah kelahiran. vernik caseosa. 2007. verniks kaseosa. 1) Lochea rubra (cruenta) Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban. Ligamen fascia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu partus setelah bayi lahir berangsur angsur mengecil dan pulih kembali. jumlahnya lebih banyak dari darah menstruasi. sel-sel desidua. Lochea ini berbau anyir dalam keadaan normal. Disebabkan koktraksi rahim biasanya berlangsung 3 – 4 hari pasca persalinan.

Pada wanita yang menyusui kadar prolaktin terus tinggi dan pengeluaran FSH di ovarium ditekan. 2) Prolaktin Penurunan estrogen menyebabkan prolaktin yang disekresi oleh glandula hipofise anterior bereaksi pada alveolus payudara dan merangsang produksi susu. sirkulasi HCG. makanan yang terbaik dan bersifat alamiah bagi bayi yang disediakan oleh ibu yamg baru saja melahirkan bayi akan tersedia makanan bagi bayinya dan ibunya sendiri. 2007. ovulasi dan menstruasi ((Hanifa. Mitayani. Pada wanita yang memilih untuk menyusui bayinya. Selama kehamilan hormon estrogen dan progestron merangsang pertumbuhan kelenjar susu sedangkan progesteron merangsang . progesteron dan hormon laktogen placenta menurun cepat. keadaan ini menyebabkan perubahan fisiologis pada ibu nifas (Hanifa. f. g. estrogen. Penurunan progesteron membantu mengurangi retensi cairan sehubungan dengan penambahan vaskularisasi jaringan selama kehamilan (Hanifa. Setelah itu oxytoxin beraksi untuk kestabilan kontraksi uterus. 2007). Selama kala tiga persalinan aksi oxytoxin menyebabkan pelepasan plasenta. 2009). Air susu ibu ini merupakan makanan pokok. perkembangan normal folikel de graaf. 3) Laktasi Laktasi dapat diartikan dengan pembentukan dan pengeluaran air susu ibu. Pada wanita yang tidak menyusui kadar prolaktin turun pada hari ke 14 sampai 21 post partum dan penurunan ini mengakibatkan FSH disekresi kelenjar hipofise anterior untuk bereaksi pada ovarium yang menyebabkan pengeluaran estrogen dan progesteron dalam kadar normal. Puncak dari aktifitas ini terjadi pada hari pertama post partum (Suhermi. isapan bayi menstimulasi ekskresi oxytoxin diamna keadaan ini membantu kelanjutan involusi uterus dan pengeluaran susu. 2007). Sistem Hormonal 1) Oxitoxin Oxitoxin disekresi oleh kelenjar hipofise posterior dan bereaksi pada otot uterus dan jaringan payudara. Ginjal Aktifitas ginjal bertambah pada masa nifas karena reduksi dari volume darah dan ekskresi produk sampah dari autolysis. memperkecil bekas tempat perlekatan plasenta dan mencegah perdarahan. sering kencing. Setelah placenta lahir. 2007).

Tanda-tanda vital Perubahan tanda-tanda vital pada massa nifas meliputi: Parameter Penemuan normal Penemuan abnormal Tanda. Vital Sign sebelum kelahiran bayi : Suhu :  saat partus lebih 37. Pada hari ke 3 postpartum. dan kalau areola mammae dipijat. Tekanan darah < 140 / 90 mmHg. 2007). lemak 3-5 %. hal ini akan normal kembali dalam waktu 1 jam (Bahiyatun.2 % (Hacker. Lobus prosterior hypofise mengeluarkan oxtoxin yang merangsang pengeluaran air susu. h.5-8 %. Setelah plasenta lahir maka LTH dengan bebas dapat merangsang laktasi (Hanifa. 2009). garam 0. 2007). 2007). Rangsang ini menuju ke hypofise dan menghasilkan oxitocin yang menyebabkan buah dada mengeluarkan air susunya (Suherni. keluarlah cairan puting dari puting susu. Banyaknya air susu sangat tergantung pada banyaknya cairan serta makanan yang dikonsumsi ibu (Hanifa. Tekanan darah > 140 / 90 tanda vital mungkin bisa naik dari tingkat disaat mmHg persalinan 1 – 3 hari post partum. 2009). Ini menandai permulaan sekresi air susu.50C  12 jam pertama suhu kembali normal Nadi :  60 – 80 x/mnt  ·Segera setelah partus bradikardi Tekanan darah :TD meningkat karena upaya keletihan dan persalinan. keras dan nyeri. kedua hormon ini mengerem LTH. gula 6. gerak badan. Vital sign setelah kelahiran anak : . Hal yang mempengaruhi susunan air susu adalah diit. 2008). pertumbuhan saluran kelenjar .20C  sesudah partus naik 0.1 – 0. buah dada menjadi besar.Air susu ibu kurang lebih mengandung Protein 1-2 %. Suhu tubuh < 38 0 C Denyut nadi: 60-100 X / menit Suhu > 380 C Denyut nadi: > 100 X / menit (Ambarwati. Pengeluaran air susu adalah reflek yang ditimbulkan oleh rangsangan penghisapan puting susu oleh bayi.

4) Tekanan darah rendah mungkin karena refleksi dari hipovolemik sekunder dari perdarahan (Suhermi.4 post partum. 5) Tekanan darah : Tekanan darah berubah rendah semua. 3) Hipoventilasi mungkin mengikuti keadaan luar biasanya karena tingginya sub arachnoid (spinal) blok. ibu dan bayi. 2. Ibu berusaha bertanggung jawab terhadap bayinya dengan berusaha untuk menguasai keterampilan perawatan bayi. ortistatik hipotensi adalah indikasi merasa pusing atau pusingtiba-tiba setelah terbangun. Periode Taking In Periode ini terjadi setelah 1-2 hari dari persalinan. masing-masing saling memperhatikan bayinya dan menciptakan hubungan yang baru. dapat terjadi 48 jam pertama (Bahiyatun. Nadi naik pada jam pertama. PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA MASA NIFAS Perubahan psikologi masa nifas terbagi menjadi dalam 3 tahap yaitu: 1. 1) Temperatur : Selama 24 jam pertama mungkin kenaikan menjadi 380C (100. 3) Nadi : Nadi panjang dengan stroke volume dan cardiacc output. 4) Pernapasan : Pernapasan akan jatuh ke keadaan normal wanita sebelum persalinan. Pada periode ini ibu berkosentrasi pada . 2007). F. Dalam masa ini terjadi interaksi dan kontak yang lama antara ayah. 2) Kerja otot yang berlebihan selama kala II dan fluktuasi hormon setelah 24 jam wanita keluar dari febris. Periode Taking Hold Berlangsung pada hari ke – 3 sampai ke. 2009).40F) disebabkan oleh efek dehidrasi dari persalinan. Hal ini dapat dikatakan sebagai psikis honey moon yang tidak memerlukan hal-hal yang romantis. harus turun ke rata-rata sebelum hamil. Dalam 8 – 10 minggu setelah kelahiran anak. Penyimpangan dari kondisi dan penyebab masalah : 1) Diagnosa sepsis puerpuralis adalah jika kenaikan pada maternal suhu menjadi 380C 2) Kecepatan rata-rata nadi adalah satu yang bertambah mungkin indikasi hipovolemik akibat perdarahan.

yaitu : dari ibu. Perbedaan dengan syndrome of postpartum distress adalah pada frekuensi. hormon thyroid. Baby blues relatif ringan dan biasanya berlangsung 2 minggu. Kelelahan ini terkait dengan keadaan sang bayi maupun perubahan kondisi fisik dan psikis ibu. merasa bersalah dan tidak berharga e. Baby Blues Syndrome Pasca melahirkan adalah periode dimana ibu menjalani hari yang melelahkan. 2012). Penurunan berat badan yang disertai tidak mau makan j. bingung. Tidak percaya diri g. Dalam postpartum depression. 2011). gampang tersinggung dan tidak sabaran c. Ketidakseimbangan hormonal. Peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan i. Tidak memiliki tenaga atau sedikit saja d. pengontrolan fungsi tubuhnya. 2011). gejala yang lebih sering. Menjadi tidak tertarik dengan bayi anda atau menjadi terlalu memperhatikan dan kuatir terhadap bayinya f. Banyak ibu baru melahirkan mengalami depresi pasca persalinan atau lebih dikenal sebagai baby blues syndrome (Murtiningsih. Periode Letting Go Terjadi setelah ibu pulang ke rumah. seperti menangis. bayi yang di lahirkan dan lingkungan sekitar. Pada masa ini ibu mengambil tanggung jawab terhadap bayi (Nirwana. dan hal ini dapat memicu perasaan tertekan (stres). Sulit beristirahat dengan tenang bias juga tidur lebih lama h. lelah. . perubahan gaya hidup juga dilaporkan sebagai faktor yang menyebabkan baby blue syndrome (Nirwana. 2012). intensitas dan lamanya durasi gejala. misalnya buang air kecil atau buang air besar. lebih intens dan lebih lama (Murtiningsih. Perasaan takut untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya (Murtiningsih. Cemas. Mudah kesal. Banyak faktor yang bisa menyebabkan baby blue syndrome. merasa gagal dan tidak bisa tidur. Baby blues syndrome atau sering disebut juga dengan istilah maternity blues atau post partum blues adalah gangguan emosi ringan yang biasanya terjadi dalam kurun waktu 2 minggu atau 14 hari setelah ibu melahirkan. cemas. a. Baby blues ditandai perasaan sedih. 2012). 3. Seseorang terdiagnosis Baby Blues Syndrome apabila terlihat secara psikologis kejiwaannya seperti di bawah ini. Dipenuhi oleh perasaan kesedihan dan depresi disertai dengan menangis tanpa sebab b. perasaan kesepian atu menolak bayi.

gelisah. Apabila gejala diatas tidak disadari dan lama kelamaan tekanan atau stres yang dirasakan semakin kuat atau semakin besar maka penderita akan mengalami depresi pasca melahirkan yang berat (Nirwana.1-0.1 Perbedaan Gejala Kinis dari Baby Blue Syndrome. nyaman  Mudah/sering menangis mengingkari kelahiran. gelisah.  Tidak dipengaruhi tidak mendapatkan bingung.  Kebingungan yang  Hampir selalu sulit tidur menganggap dirinya subjektif  Terjadi antara 3-6 bulan belum menikah. rata-rata 2-3 minggu . beberapa minggu tahun menangis. bila terpengaruh. dengan gangguan mood  Munculnya rasa sedih perasaan tertekan yang  Khayalan yang kacau  Murung. obsesi keluarga pada kesehatan bayi. perawan. tidak beberapa hari sampai mencapai beberapa bisa tidur. bisa jadi pasien mengalami Post partum Depression. melahirkan tidak mendapatkan memberontak)  Berlangsung selama perawatan bisa  Mengeluh letih. bukan dirinya kondisi sosial budaya dukungan dari suami sendiri.2% melahirkan melahirkan ibu melahirkan  Gangguan suasana hati  Gangguan suasana hati  Depresi dengan & pikiran (Mood) & pikiran. terus menangis biasanya 12 minggu menerus meragukan  Kadang sulit tidur  Berlangsung selama keyakinan diri. Postpartum Deppression dan Postpartum Psychotic Baby Blue Syndrome Postpartum Deppression Postpartum Psychotic  Terjadi pada 30-75% ibu  Terjadi pada 10-15% ibu  Terjadi pada 0. emosi tidak  Tanpa pemicu khusus  Pemicu utama terjadi bila terkendali. tidak merata (bayi cacat/ meninggal. 2011). Jika pasien mengalaminya lebih dari 2 minggu. Postpartum Deppression dan Postpartum Psychotic Tabel 1. kata-kata dan tingkat ekonomi dan/atau anggota menyakitkan. tidak bisa keluarganya yang tidak dan tingkat ekonomi berjalan/bergerak pernah mengalami  Sangat erat  Terjadi beberapa hari.  Bisa terjadi pada orang yang tidak pernah dan  Sangat dipengaruhi  Mengeluh tidak bisa berasal dari anggota kondisi sosial budaya berdiri. mudah  Terjadi 3-5 hari setelah beberapa bulan.  Menjadi mudah/ sering setelah melahirkan. curiga. Berikut adalah perbedaan gejala klinis dari Baby blue syndrome.

membunuh sang bayi. pengawasan dan treatment (Nirwana. 4 % berdaya membunuh bayinya.  Bisa kembali normal  Kadang berpikir ingin Bisa merasa ada suara- dengan sendirinya bila bunuh diri. 2011). penyimpangan mood hubungannya dengan setelah kelahiran. penyimpangan mood. Tabel 1.  Perlu mendapatkan 67% mengalami bantuan dan treatment kejadian kedua kali penyimpangan emosional (affective disorder) sepanjang tahun  Proses kelahiran menjadi salah satu ketegangan yang berkembang menjadi penyimpangan mood yang hebat  Harus mendapatkan bantuan.  Tidak berpikir ingin pengalaman hampir selalu dalam bunuh diri penyimpangan mood kurun 8 minggu  Jarang ada yang berpikir yang pernah/sedang  50% berasal dari ingin menyakiti sang dialami. bersalah dan tidak 5% bunuh diri. Bisa terjadi pada keluarga yang pernah bayi ibu yang anggota mengalami  Hampir tidak pernah keluarga lainnya pernah penyimpangan mood merasa bersalah dan mengalami  Ingin bunuh diri atau tidak berdaya.2 Perbedaan antara Baby Blues Syndrome dengan Post Partum Depression Karakteristik Baby Blues Syndrome Post Patum Depression Insiden 30-75% pada ibu yang 10-15% pada ibu yang melahirkan . suara yang dukungan dan bantuan  Sering berpikir ingin menyuruhnya bunuh diri anggota keluarga lain menyakiti sang bayi atau membunuh sang bisa membuat sang ibu  Sering merasa bayi baru tersebut tenang berlebihan merasa  Dari populasi penderita.

ibu membutuhkan perawatan yang intensif untuk pemulihan kondisinyasetelah proses persalinan yang melelahkan. mempercepat involusi alat kandungan. Keuntungan dari mobilisasi dini adalah melancarkan pengeluaran lochia. hari ketiga jalan-jalan dan hari keempat atau kelima sudah diperbolehkan pulang. Mobilisasi Dini Karena lelah sehabis melahirkan. nifas dan sembuhnya luka-luka (Ambarwati. mengurangi infeksi purperium. 2012). Kemudian boleh miring kekanan kekiri untuk mencegah terjadinya trombosis dan trombo emboli. . ibu harus istirahat tidur telentang selama 8 jam pasca persalinan. Mobilisasi diatas memiliki variasi tergantung pada komplikasi persalinan. Pada hari kedua diperbolehkan duduk. melahirkan Onset 3-5 hari setelah melahirkan 3-6 bulan setelah melahirkan Durasi Hari sampai minggu Minggu sampai bulanan jika tidak mendapat perawatan Stressor yang Tidak ada hubungan Ada terutama kurang nya dukungan berhubungan Pengaruh Sosial dan Tidak ada hubungan Ada hubungan yang kuat Budaya Riwayat Keluarga Tidak ada hubungan Ada hubungan yang kuat Mood Disorder Rasa Sedih ya ya Mood Lability ya Sering pada awalnya kemudian depresi secara bertahap Anhedonia Tidak Sering Gangguan tidur Kadang-kadang Sering Keinginan untuk Tidak ada Kadang-kadang bunuh diri Keinginan untuk Jarang Sering menyakiti bayi Adanya Perasaan Tidak ada dan jika ada Sering dan biasanya berat bersalah dan biasanya ringan ketidakmampuan (Murtiningsih. Dimana perawatan post partum meliputi: 1. INTERVENSI PADA MASA NIFAS Setelah melahirkan. G. 2008).

2. setiap saat ibu dapat menyusui anaknya. Rawat gabung adalah satu cara perawatan dimana ibu dan bayi yang baru dilahirkan tidak dipisahkan. melainkan ditempatkan dalam sebuah ruangan. 2008). melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan. Memberikan stimulasi mental dini tumbuh kembang pada bayi (Suherni. Rawat gabung parsial saat ini tidak dibenarkan dan tidak dipakai lagi (Suherni. RG kontinu : bayi tetap berada disamping ibu selama 24 jam b. 2007). Ada dua jenis rawat gabung : a. meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme (Ambarwati. Tujuan rawat gabung a. RG parsial : ibu dan bayi bersama . Rawat Gabung Rawat gabung adalah suatu sistem perawatan ibu dan anak bersama- sama pada tempat yang berdekatan sehingga memungkinkan sewaktu-waktu. Misalnya pagi bersama ibu sementara malam hari dirawat di kamar bayi. kamar atau tempat bersama- sama selama 24 jam penuh seharinya (Suherni. Penggunaan ASI Agar bayi dapat sesegera mungkin mendapatkan kolostrum/ASI Produksi ASI akan makin cepat dan banyak jika diberikan sesering mungkin c. Memberikan bantuan emosional 1) Ibu dapat memberikan kasi sayang sepenuhnya kepada bayi 2) Memberikan kesempatan kepada ibu dan keluarga untuk mendapatkan pengalaman dalam merawat bayi b. Bagi ibu 1) Aspek psikologi a) Antara ibu dan bayi akan segera terjalin proses lekat (early infant- mother bonding) dan lebih akrab akibat sentuhan badan antara ibu dan bayi . Pendidikan kesehatan Dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada ibu e. Pencegahan infeksi mencegah terjadinya infeksi silang d. 2007). 2007).sama hanya dalam beberapa jam seharinya. Manfaat rawat gabung a.

karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi mental yang mutlak dibutuhkan oleh bayi. . Ibu juga akan merasa sangat dibutuhkan oleh bayinya dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. sehingga akan memberikan rasa kepuasan pada ibu bahwa ia dapat berfungsi dengan baik sebagaimana seorang ibu memenuhi kebituhan nutrisi bagi bayinya. Ibu dapat memberikan ASI kapan saja bayi membutuhkan. 2007). 2007). Sasaran dan syarat a. Bagi bayi 1) Aspek psikologi a) Sentuhan badan antara ibu dan bayi akan berpengaruh terhadap perkembangan pskologi bayi selanjutnya. reflek hisap baik. dsb. baik presentasi kepala atau bokong b. Hal ini akan memperlancar produksi ASI (Suherni. tidak ada tanda-tanda infeksi. 2) Aspek fisik a) Involusi uteri akan terjadi dengan baik karena dengan menyusui akan terjadi kontraksi rahim yang baik b) Ibu dapat merawat sendiri bayinya sehingga dapat mempercepat mobilisasi b. Jika bayi lahir dengan tindakan maka rawat gabung dapat dilakukan setelah bayi cukup sehat. 2007). Bayi lahir dengan spontan. b) Bayi akan mendapatkan rasa aman dan terlindung. b) Dapat memberikan kesempatan pada ibu untuk belajar merawat bayinya c) Memberikan rasa percaya kepada ibu untuk merawat bayinya. dan ini merupakan dasar bagi terbentuknya rasa percaya pada diri anak (Suherni. 2) Aspek fisik a) Bayi segera mendapatkan colostrum atau ASI jolong yang dapat memberikan kekebalan/antibodi b) Bayi segera mendapatkan makanan sesuai pertumbuhannya c) Kemungkinan terjadi infeksi nosokomial kecil d) Bahaya aspirasi akibat susu botol dapat berkurang e) Penyakit sariawan pada bayi dapat dihindari/dikurangi f) Alergi terhadap susu buatan berkurang (Suherni.

Berat lahir 2000-2500 gram atau lebih g. Bayi tidak asfiksia setelah 5 menit pertama (nilai apgar minimal 7) e. Persyaratan rawat gabung yang ideal a. 2007). Bayi  Bayi kejang  Sakit berat pada jantung  Bayi yang memerlukan pengawasan intensif  Catat bawaan sehingga tidak mampu menyusu (Suherni.c. Sarana  Lemari pakaian  Tempat mandi bayi dan perlengkapannya . TBC  Hepatitis. RG dilakukan segera stelah ibu dan bayi sadar penuh (bayi tidak ngantuk)misalnya 4-6 jam setelah operasi. Ibu  Ukuran tempat tidur 90 x 200 cm  Tinggi 90 cm c. Bayi  Ranjang bayi tersendiri yang mudah terjangkau dan dilihat oleh ibu  Bagi yang memerlukan tersedia rak bayi  Ukuran tempat tidur anak 40 x 60 cm b. Bayi yang lahir dengan Sectio Cesarea dengan anestesi umum. sitimegalovirus. Tidak terdapat tanda-tanda infeksi intrapartum h. terinfeksi HIV. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih f. Ibu  Penyakit jantung derajat III  Pasca eklamsi  Penyakit infeksi akut. 2007). Ruang  Ukuran ruang untuk satu tempat tidur 1. d. Bayi dan ibu sehat (Suherni.5 x 3 m  Ruang dekat dengan ruang petugas (bagi yang masih memerlukan perawatan) d. herpes simplek  Karsinoma payudara b. Kontra indikasi Rawat gabung tidak dianjurkan pada keadaan : a.

Payudara: puting susu. Patrun lochia: Locia rubra. 5. 3. bayi dan nifas. Beberapa ibu dalam 1 kamar dan bayi dipisahkan dalam 1 ruangan kaca yang kedap udara d. Rasio petugas dengan pasien 1 : 6 .  Tempat cuci tangan ibu  Setiap kamar mempunyai kamar mandi ibu sendiri  Ada sarana penghubung  Petunjuk/sarana perawatan payudara. Satu kamar dengan satu ibu dan anaknya b. apakah ada tanda- tanda infeksi (Mitayani. Model dimana ibu dan bayi tidur di atas tempat tidur yang sama e. kontraksi uterus. Pemeriksaan Umum Pada ibu nifas pemeriksaan umum yang perlu dilakukan antara lain adalah kesadaran penderita. Pemeriksaan Khusus Pemeriksaan khusus pada ibu nifas meliputi: a. keluhan yang terjadi setelah persalinan. c. pengeluaran ASI d. Luka jahitan episiotomi: Apakah baik atau terbuka. 2007). Mempunyai kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan RG (Suherni. Model pengaturan ruangan rawat gabung a. Bayi di tempat tidur yang letaknya disamping ibu (Suherni. Diit . Fundus uteri: tinggi fundus uteri. 2007). lochia serosa. Petugas . lochia alba e. 4. 2009). Edukasi yang diberikan saat pulang a. lochia sanginolenta. pemberian makanan pada bayi dengan bahasa yang sederhana  Perlengkapan perawatan bayi e. nadi dan suhu b. Empat sampai lima orang ibu dalam 1 kamar dengan bayi pada kamar yang lain bersebelahan dan bayi dapat diambil tanpa ibu harus meninggalkan tempat tidurnya c. Fisik: tekanan darah. pembengkakan.

tidak keras dan kering. Bila belum terjadi dapat mengakibatkan obstipasi maka dapat diberikan obat laksans per oral atau perektal atau bila belum berhasil lakukan klisma (Mitayani. Kadang kadang wanita sulit kencing. karena spincter uretra mengalami tekanan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi musculus spincter ani selama persalinan. sehingga lochia tidak menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. cairan. 2009). Kasa pembalut sebaiknya dibuang setiap saat terasa penuh dengan lochia. 2009). Defekasi Buang air besar harus terjadi pada 2-3 hari post partum. Bila kandung kemih penuh dan wanita sulit kencing sebaiknya dilakukan kateterisasi (Mitayani. sebagai persiapan untuk menyusui bayinya.saat buang air kecil ataupun setiap buang air besar (Mitayani. Daerah perut tidak perlu diikat terlalu kencang karena tidak akan mempengaruhi involusi. setiap kali cebok memakai sabun dan luka bisa diberi betadin (Mitayani. protein. Perawatan Payudara Perawatan payudara telah mulai sejak wanita hamil supaya puting susu lemas. Pakaian Pakaian agak longgar terutama didaerah dada sehingga payudara tidak tertekan. f. Makanan harus mengandung gizi seimbang yaitu cukup kalori. e. d. Perawatan vulva dilakukan pada pagi dan sore hari sebelum mandi. setelah BAK cebok ke arah depan dan setelah BAB cebok kearah belakang. Pakaian dalam sebaiknya yang menyerap. Dianjurkan sekali supaya ibu mau menyusui bayinya karena sangat berguna untuk kesehatan bayi. Cara perawatan vulva adalah cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan luka. Masalah diit perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh pada pemulihan kesehatan ibu dan pengeluaran ASI. c. 2009). Miksi Kencing secara spontan sudah harus dapat dilakukan dalam 8 jam post partum. sesudah buang air kemih atau buang air besar dan bila klien merasa tidak nyaman karena lochia berbau atau ada keluhan rasa nyeri. perineum maupun didalam uterus.Dan segera setelah lahir ibu . b. 2009). 2009). sayuran dan buah-buahan (Mitayani. Perawatan vulva Pada tiap klien masa nifas dilakukan perawatan vulva dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva. ganti pembalut stiap kali basah atau setelah BAB atau BAK.

Cuti Hamil dan Bersalin Bagi wanita pekerja menurut undang-undang berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan yaitu 1 bulan sebelum bersalin dan 2 bulan setelah melahirkan (Mitayani. urine. Mempersiapkan untuk Metode KB Pemeriksaan post partum merupakan waktu yang tepat untuk membicarakan metode KB untuk menjarangkan atau menghentikan kehamilan. nyeri ulu hati atau masalah pengelihatan 5. i. perdarahan ≥ 500 cc pasca salin dalam 24 jam b. Sebagian besar kembalinya menstruasi setelah 4-6 bulan (Mitayani. Pembengkakan di wajah atau di tangan 6. h. Perdarahan Pervagina a. Sakit kepala yang terus menerus. setelah anak dan plasenta lahir  perkiraan pendarahan  kadang bercampur amnion. Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh bayinya atau dirinya sendiri Dalam sumber lain juga disebutkan beberapa tanda bahaya nifas. Pada umumnya metode KB dapat dimulai 2 minggu setelah melahirkan (Mitayani. darah. Payudara yang berubah menjadi merah. Kembalinya Datang Bulan atau Menstruasi Dengan memberi ASI kembalinya menstruasi sulit diperhitungkan dan bersifat individu. Rasa sakit. g. Demam. TANDA BAHAYA NIFAS 1. rasa sakit waktu buang air kecil (BAK) 7. 2009). Infeksi Nifas . merah. Pengeluaran vagina yang baunya menusuk 3. panas. diantaranya: 1. Perdarahan vagina yang keluar biasa atau tiba-tiba bertambah banyak 2. 2009). muntah. Oleh karena itu penggunaan metode KB dibutuhkan sebelum haid pertama kembali untuk mencegah kehamilan baru. Rasa sakit di bagian bawah abdomen atau punggung 4. atau terasa sakit 8. lunak. 2009). Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama 9. 2009) H. sebaiknya menyusui bayinya karena dapat membantu proses involusi serta colostrum yang berguna untuk kekebalan tubuh bayi (Mitayani. atau pembengkakan di kaki 10.  akibat kehilangan darah bervariasi  anemi  perdarahan dapat terjadi lambat  waspada terhadap shock 2.

selaput ketuban. Demam nifas / febris purpuralis Kenaikan suhu tubuh ≥ 38 c selama 2 hari dan pada 10 hari pertama pp dengan mengecualikan hari 1 (pengukuran suhu 4x / 24 jam oral/rektal). kuman masuk melalui luka pada putting susu  suhu > 38 c  terjadi minggu ke 2 pp  bengkak keras. bekuan darah  pendarahan antepartum dan post partum  anemia  ibu hamil dengan infeksi (endogen)  manipulasi penolong (eksogen)  infeksi nosokomial  bakteri colli 3. nyeri tekan 6. Faktor predisposisi:  pertolongan persalinan kurang steril  partus lama / kasep  malnutrisi  anemi 4. Rasa Sakit Waktu Berkemih Gejala sistitis:  kencing sakit  nyeri tekan diatas simpisis 5. Semua peradangan yang disebabkan masuknya kuman ke dalam alat–alat genital pada waktu persalinan dan nifas. Mastitis Peradangan pada mamae. Tromboflebitis / Flegmasia Alba Dolens Inflamasi vena femoralis dengan pembentukan pembekuan darah  odem pada paha bagian atas dan tungkai  nyeri hebat pada lipat paha dan daerah paha serta pada betis  suhu badan meningkat. Faktor predisposisi infeksi nifas:  partus lama  tindakan operasi persalinan  tertinggalnya plasenta. kemerahan. menggigil .