You are on page 1of 9

ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK OBJEK WISATA ( STUDI

KASUS : KAWASAN WISATA PANTAI SULAMADAHA DI KOTA TERNATE)

Alvian Pratama Putera Bian1, Dr. Judy O. Waani, ST.MT2, Ir. R. J. Poluan, MSi3
1
Mahasiswa S1 Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulangi Manado
2&3
Staf Pengajar Jurusan Arsitektur, Universitas Sam Ratulanggi Manado

ABSTRAK

Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang dapat di jadikan sebagai
destinasi pariwisata. Berbagai potensi sumber daya alam tersebut harus di kelola dengan baik sehingga
dapat di jadikan sebagai daya tarik wisata serta sebagai suatu nilai jual terhadap potensi wisata suatu
daerah. Namun dalam implementasinya terdapat bebagai kendala yang terjadi, salah satunya prasarana
dan sarana yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi
prasarana dan sarana wisata pantai Sulamadaha serta mengetahui strategi untuk mengembangkan
kawasan wisata Pantai Sulamadaha. Penelitian ini menganalisis tentang kawasan wisata Pantai
Sulamadaha di Kota Ternate dengan menggunakan metode analisis model interaktifyaitu terdapat tiga
proses yang belangsung secara interaktif, diantaranya : reduksi data, penyajian data dan vertifikasi data
serta analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjukan pada kondisi eksisting secara keseluruhan dapat
disimpulkan bahwa kondisi prasarana dan sarana pada kawasan wisata Pantai Sulamadaha masih
membutuhkan perbaikan dan penambahan fasilitas, dari 14 prasarana dan sarana wisata yang terdapat
pada lokasi penelitian hanya 2 prasarana dan 2 sarana yang berpotensi untuk mendukung aktivitas
wisata sedangkan 10 fasilitas prasarana dan sarana lainnya masih tergolong buruk sehingga perlu di
perbaiki. Setelah melakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan analisis swot terdapat beberapa
faktor diantaranya faktor kekuatan dengan jumlah 3.00 yang merupakan faktor dengan jumlah tertinggi,
faktor kelemahan dengan jumlah 2.00, faktor peluang yang mendekati jumlah tinggi 2.40 serta faktor
ancaman yang hampir mendekati jumlah yang tinggi 1.30 dan merupakan faktor yang sangat
mengancam.

Kata Kunci : Kawasan Wisata, Prasarana, Sarana, Pantai Sulamadaha

PENDAHULUAN yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli
Daerah (PAD).
Indonesia memiliki banyak potensi Berbagai potensi sumber daya alam
sumber daya alam (SDA) yang dapat di jadikan tersebut harus di kelola dengan baik sehingga
sebagai destinasi pariwisata. Namun dalam dapat di jadikan sebagai daya tarik wisata serta
implementasinya terdapat bebagai kendala yang sebagai suatu nilai jual terhadap potensi wisata
terjadi, salah satunya prasarana dan sarana yang suatu daerah.
kurang memadai di karenakan kurangnya Dalam Undang-undang Republik
perhatian Pemerintah khususnya instansi terkait Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang
yang bertanggung jawab untuk mengelola lokasi Kepariwisataan dijelaskan bahwa Pariwisata
wisata tersebut sehingga ini juga menjadi salah adalah berbagai macam kegiatan wisata dan
satu faktor yang menghambat berkembangnya didukung berbagai fasilitas serta layanan yang
suatu objek wisata yang sebenarnya memiliki disediakan oleh masyarakat, pengusaha,
potensi yang sangat besar. Selain itu, Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Kota
pengembangan potensial pariwisata suatu daerah Ternate memiliki banyak objek wisata alam
merupakan salah satu usaha manusia dalam sangat berpotensi untuk dikembangkan, salah
mengelola ruang, sehingga menjadi komoditas satunya adalah Pantai Sulamadaha. Pantai

38

budaya yang hidup dalam kebutuhan wisatawan dalam menikmati masyarakat. yang kuat. ini untuk melakukan identifikasi kondisi B. namun akibat kurangnya menajemen Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang baik khususnya dalam hal prasarana dan Unsur pokok yang harus mendapat sarana sehingga kurang berkembang. Objek Wisata mengembangkan kawasan wisata Pantai Menurut Gamal Suwantoro (1997) Objek wisata Sulamadaha ? adalah suatu potensi yang menjadi pendorong Berdasarkan rumusan masalah diatas kehadiran wisatawan kesuatu daerah tujuan maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian wisata. adalah Suatu perjalanan yang dilakukan untuk C. kawasan wisata Pantai Sulamadaha. Yoeti (1996) Pariwisata tujuan kunjungan wisatawan.10 Tahun infrastructures) 2009. terencana. pelaksanaan prasarana dan sarana pada kawasan wisata pembangunan dan pengembangannya meliputi 4 Pantai Sulamadaha di Kota Ternate ? unsur : 2. 1.sulamadaha memang terkenal dengan potensi apapun kecuali untuk melakukan pekerjaan yang alamnya yang bisa dijadikan daya tarik wisata menerima upah. terpadu. Prasarana perekonomian (economy Sedangkan menurut UU RI No. Rumusan masalah dari penelitian ini pariwisata di daerah tujuan wisata yang adalah Bagaimana kondisi ketersediaan menyangkut perencanaan. bahwa kepariwisataan merupakan bagian 2. Prasarana Wisata sementara waktu yang diselenggarakan dari Lothar A. sarana yang dimaksud. berikut : Menurut International Union of Official Travel Organization (IUOTO). yaitu : menikmati perjalanan tersebut. pengunjung yaitu setiap orang yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain dan biasanya dengan maksud 39 . daya tarik wisata mengetahui strategi untuk mengembangkan adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan. Daya Tarik Wisata eksisting prasarana dan sarana pada kawasan Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 wisata Pantai Sulamadaha di Kota Ternate dan tentang Kepariwisataan. Prasarana sosial (Social Infrastructure) integraldari pembangunan nasional yang D. perhatian guna menunjang pengembangan 1. Lebih dari itu Meunurut Oka A. keindahan. Yoeti (1996) wisatawan selera pasar pun dapat menentukan tuntunan adalah semua orang yang memenuhi syarat. Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah berkelanjutan. Sarana Wisata dilakukan secara sistematis. tetapi semata-mata penting. Kreck di bukunya Internasional suatu tempat ketempat lain dengan tujuan bukan tourism dalam Yoeti (1996 :186) membagi untuk berusaha (business) atau mencari nafkah prasarana pariwisata atas dua bagian yang ditempat yang dikunjungi. serta kepentingan nasional. maka untuk lebih jelas mereka mengeluarkan uang di tempat yang prasarana dan sarana yang akan di analisis di mereka kunjungi tanpa dengan maksud mencari dalam penelitian ini dapat di lihat pada tabel nafkah di tempat tersebut. dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai. dan nilai yang berupa TINJAUAN PUSTAKA keanekaragaman kekayaan alam. dan Pengertian Pariwisata hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau Menurut Oka A. yaitu pertama bahwa mereka meninggalkan rumah kediaman untuk sementara waktu dan Berdasarkan prasarana dan sarana yang kedua bahwa sementara mereka berpergian telah di uraikan. budaya. Bagaimana strategi untuk A. wisata disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan Wisatawan baik kuantitatif maupun kualitatif. kelestarian dan mutu lingkungan perjalanan wisatanya.Pembangunan sarana hidup. tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani nilai agama.

Jalan yang di desain harus sesuai dengan Gambar 1. Kriteria Jalur Pedestrian Kriteria jalur pedestrian sesaui dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/2014 mengenai Kriteria prasarana jaringan pejalan kaki yang ideal 3. Perhitungan Kebutuhan Fasilitas Wisata Standar kebutuhan fasilitas wisata diambil dari data standar arsitektural (Dinanti. Architect’S Data.2° Lintang Utara dan 126° . Objek penelitian dilaksankan pada Sumber :Ernst Neufert. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Wilayah Penelitian Kota Ternate merupakan wilayah Kepulauan yang wilayahnya dikelilingi oleh laut dengan letak geografisnya berada pada posisi 0° Sumber : Hasil Olah Data 2015 . Kriteria Jalan sementara lautannya 5. Kriteria Prasarana dan Sarana METODOLOGI PENELITIAN Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif Milles dan Huberman serta analisis SWOT dengan menggunakan matriks IFAS dan EFAS.55 km². wawancara dan dokumentasi sedangkan data sekunder diperoleh dariinstansi-instansi terkait.03 km². 1. dan literatur melalui buku-buku pendukung terhadap obyek penelitian. Peta Administrasi Kota Ternate kriteria sesuai dengan Perpem No.Data primer diperoleh dari hasil observasi. lokasi wisata Pantai Sulamadaha yang berada Granada 40 . 34 Tahun 2006 pasal 78 ayat 1.128° Bujur Timur. 2. media internet.Tabel 1.547. Standar Prasarana dan Sarana Luas daratan Kota Ternate sebesar 162. 2002 : 155) \tabel standar kebutuhan fasilitas wisata. kuesioner.Standart Kebutuhan Fasilitas Wisata Sumber :Penulis 2015 Lokasi Penelitian Objek penelitian di lakasanakan pada lokasi kawasan wisata pantai sulamadaha yang berada pada kecamatan Pulau Ternate di Kota Ternate. Tabel 2.

pada Teluk Buruk 90% penduduk 1699 jiwa dan terdapat 342 rumah Sulamadaha tangga dengan rata – rata jiwa per rumah tangga Angkutan umum Tidak yaitu 5 orang. wisata WisataPantai Sulamadaha berjarak sekitar 14 Kondisi akses dari Km dari pusat Kota Ternate dan bisa dijangkau Pantai dengan mudah dari pusat Kota Ternate melalui 2. 67% tersedia Gambar 2. Peta Menuju Lokasi Wisata Pantai Sulamadaha Jaringan 5. Drainase Buruk 73% Sistem keamanan Kurang 9. Fasilitas prasarana dan sarana yang telah di sediakan oleh pengelola dan tergolong baik Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota sehingga berpotensi untuk mendukung aktivitas Ternate. Buruk 71% rekreasi Data Kunjungan Wisatawan Sumber :Hasil Olah Data 2015 Wisatawan memegang peranan penting Pembahasan di dalam pengembangan pariwisata khususnya Fasilitas Prasarana dan Sarana Kawasan wisata Pantai Sulamadaha di Kota Ternate. dengan jumlah 3. 66% maksimal 10.12 Km2. 80% terpenuhi 12. Baik 82% menuju ke lokasi  ketersediaan toilet umum 41 . hal ini dapat dilihat dari atau akses di dalam lokasi wisata yang masih data tabel dibawah ini : belum di tata dengan baik sehingga perlu Tabel 3. Sulamadaha Buruk 64% transportasi darat menuju ke Pantai Sulamadaha menuju ke Teluk Berdasarkan data dari Kecamatan Pulau Ternate Sulmadaha Dalam Angka 2014 luas wilayah Keluarahan Kondisi jalan Sulamadaha yaitu 5. Buruk 69% telekomunikasi 6.Kondisi Eksisting Prasarana dan Sarana  akses untuk menuju ke lokasi objek Frek wisata Prasarana No. wisata pada kawasan wisata Pantai Kondisi Eksisting Prasarana dan Sarana Kawasan Wisata Pantai Sulamadaha Sulamadahahanya terdapat 4 fasilitas prasarana dan sarana yaitu : Tabel 4. Toilet umum Baik 61% 13.pada Kecamatan Pulau Ternate di Kota Ternate. Tempat sampah Kurang 90% Kondisi sarana Sumber :Penulis 2015 14. Kondisi warung Baik 80% Tempat parkir Kurang 11. Listrik Buruk 80% 7. Aksesbilitas atau jalan yang menuju ke Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Pantai objek wisata Pantai Sulamadaha kondisinya Sulamdaha di Kota Ternate dari tahun ke tahun masih terbilang baik dengan bahan material semakin meningkat namun pada tahun terakhir aspal namun yang menjadi masalah yaitu jalan mengalami penurunan. Data Kunjungan Wisatawan penanganan khusus bagi pengelola untuk memperbaiki prasarana aksesbilitas di dalam lokasi wisata Pantai Sulamadaha. Air bersih Baik 74% 8. 4. dan Sarana Option uensi  ketersediaan air bersih (%)  ketersediaan warung makan dan Kondisi jalan minum 1.

dan secara eksternal akan berhadapan dengan berbagai peluang-peluang (oppotunities) dan ancaman-ancaman (threats). terutama dengan melakukan analisis atas lingkungan strategis. Analisis Faktor Kekuatan yang lainnya masih tergolong buruk sehingga perlu di perbaiki. Dalam menganalisis kekuatan dan kelemahan pada kawasan wisata Pantai Sulamadaha. Menurut Freddy Rangkuti (2001) analisis SWOT merupakan suatu alat yang efektif dalam membantu menstrukturkan masalah. Sedangkan untuk menganalisis peluang dan ancaman akan disusun dengan menggunakan matriks EFAS Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 (External Factor Analisis Strategic) 42 . Tabel 5. maka disusun dengan menggunakan matriks IFAS (Internal Factor Analisis Strategic). Karakteristik Fasilitas Prasarana dan Sarana Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 Analisis SWOT Tabel 7. Dalam lingkungan internal dan eksternal ini pada dasarnya terdapat empat unsur yang selalu dimiliki dan dihadapi. yaitu secara internal memiliki sejumlah kekuatan-kekuatan (strengths) dan kelemahan-kelemahan (weaknesses). yang lazim disebut sebagai lingkungan internal dan lingkungan eksternal.Sedangkan 10 fasilitas prasarana dan sarana Tabel 6. Analisis Faktor Kelemahan Analisis Faktor Strategis Internal (IFAS) Analisis SWOT adalah instrumen yang digunakan untuk melakukan analisis strategis.

00 wisata Pantai Sulamadaha diperoleh hasil identifikasi analisis SWOT. kelemahan. Hasil scanning analisis faktor strategis yaitu a).00 Sedangkan skor 1. Analisis Faktor Peluang  7 Kelemahan (Weaknesses)  5 Peluang (Opportunities) dan  5 Ancaman (Threats) Pada kawasan wisata Pantai Sulamadaha perlu dilakukan identifikasi terhadap hal-hal yang berpengaruh. Hasil skoring dan rating pada tabel Dari tabel matriks EFAS pada kawasan diatas matriks IFAS untuk kawasan wisata wisata Pantai Sulmadaha menunjukkan hasil Pantai Sulamadaha menghasilkan total nilai skor total untuk faktor peluang dengan nilai skoring 2. Penjelasan Jumlah Bobot x Nilai Pada Kawasan Wisata Pantai Sulamadaha di Kota Ternate Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 Tabel 9. Analisis Faktor Internal (IFAS) b). Analisis Faktor Ancaman Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 43 . Berdasarkan hasil skoring dari tabel IFAS dan EFAS dapat ditentukan nilai kekuatan.40 Sedangkan untuk acaman dengan total nilai untuk faktor kekuatan adalah 3. Analisis Faktor ekternal (EFAS) untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh pada kawasan wisata Pantai Sulamadaha. dan ancaman tertinggi dari kawasan wisata Pantai Sulamadaha tersebut : Tabel 10.30. untuk faktor kelemahan dari memiliki total nilai Berdasarkan hasil scanning kawasan skor 2. peluang. Analisis SWOT digunakan untuk menetukan strategi dalam mengembangkan kawasan wisata Pantai Sulamadaha. diantaranya: Analisis Faktor Strategis Eksternal (EFAS)  4 Kekuatan (Strength) Tabel 8.

Selanjutnya akan dijelaskan beberapa faktor kekuatan dan kelemahan yang berasal dari pengelolaan instansi terkait yang mempunyai wewenang untuk mengelola serta mempunyai peranan untuk perencanaan kepariwisataan Kota Ternate dalam mengelola kawasan wisata Pantai Sualamadaha di Kota Ternate . Tabel 11. Strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkanan peluang (S. dan ancaman dari kawasan wisata Pantai Sulamadaha dengan menggunakan metode scoring sehingga didapatkan nilai tertinggi dari keempat faktor tersebut. Strategi mengurangi kelemahan untuk memanfaatkan peluang (W. Strategi Lingkungan Internal jelaskan sebelumnya di atas yaitu matriks IFAS (internal factor analisis strategic) dan matriks EFAS (enternal factor analisis strategic) menjelaskan kekuatan.T) Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 44 . peluang. Strategi mengurangi kelemahan untuk mengatasi ancaman (W.Strategi Lingkungan Eksternal Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 Berdasarkan Kajian Analisis SWOT maka diperoleh pilihan strategi pengembangan yaitu: 1. Kedua matriks SWOT yang telah di Tabel 12. Strategi menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman (S.O) 2. Analisis Faktor Kekuatan dan Kelemahan Dari Instansi Terkait Sumber :Hasil Observasi Lapangan 2015 Tabel 13. kelemahan.O) 3.T) 4.

Ketersediaan sarana rekreasi atau taman bermain Padahal prasana dan sarana merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu pariwisata. Berdasarkan hasil observasi kawasan wisata tersebut. Ketersediaan listrik 45 . sarana pada kawasan wisata Pantai Sulamadaha  Terbatasnya pengalokasian dana pada belum memadai. Ketersediaan transportasi Penyediaan. Ketersediaan Prasara dan Sarana Untuk Objek diperoleh hasil bahwa terdapat beberapa masalah Wisata (Studi Kasus : Pantai Sulamadaha di yang sangat kompleks dalam pengembangan Kota Ternate). Ketersediaan drainase Kawasan Wisata Pantai Sulamadaha g. Sumber :Penulis 2015 2. 1. diantarnya : DAFTAR PUSTAKA  Prasarana : a. Dan Pemanfaatan Prasarana d. Ketersediaan tempat parkir b. fasilitas prasarana dan sarana minat wisatawan makro berkunjung. kelengkapan dan ketersedian fasilitas prasarana dan sarana sangat berpengaruh terhadap keektifan pariwisata. Ketersediaan prasarana dan sarana pada objek  Tidak terdapat lembaga khusus yang wisata Pantai Sulamadaha secara keseluruhan tergabung dalam pengelolaan kawasan dapat disimpulkan bahwa kondisi prasarana dan wisata Pantai Sulamadaha. Ketersediaan sistem keamanan  Sarana : a. yang di lakukan. Ketersediaan komunikasi e. Kondisi jalan pada Teluk Sulamadaha 2014 Tentang Pedoman Perencanaan.  Kurangnya kerja sama antara instansi  Prasarana : akses untuk menuju ke lokasi terakait dan lembaga khusus yang objek wisata dan air bersih tergabung dalam mempromosikan kawasan  Sarana : warung dan toilet umum wisata Pantai Sulamadaha untuk menarik Selain itu. Berdasarakan hasil penelitian sektor pariwisata. Akses dari Pantai Sulmadaha ke Teluk Anonim 2014. Ketersediaan tempat sampah c. Peraturan Menteri Pekerjaan Sulamadaha Umum Republik Indonesia No. Setelah melakukan analisis lebih lanjut PENUTUP menggunakan analisis SWOT dengan matriks Kesimpulan skoring IFAS dan EFAS terhadap kawasan Hasil penelitian tentang Analisis wisata Pantai Sulamadaha di Kota Ternate. c. yaitu . Peta Persebaran Prasarana dan Sarana di f.Gambar 3. fasilitas lainnya masih tergolong buruk sehingga perlu di perbaiki. diantaranya : lapangan dan kuesioner pada beberapa  Pengembangan kawasan wisata Pantai responden yang dianggap mampu dan memilki Sulamadaha yang dilakukan oleh instansi pengetahuan tinggi terhadap objek penelitian terkait belum optimal secara menyeluruh menunjukkan hasil penelitian yang diperoleh sehingga ada beberapa fasilitas prasarana antara lain: dan sarana tidak diperhatikan keberadaannya. 3 Tahun b. dari 14 prasarana dan sarana  Secara fisik kawasan wisata Pantai wisata yang terdapat pada lokasi penelitian Sulamadaha sudah kurang mendapat hanya 2 prasarana dan 2 sarana yang berpotensi perhatian Pemerintah sehingga tidak terurus untuk mendukung aktivitas wisata pada dengan baik sehingga terjadi pencemaran kawasan wisata Pantai Sulamadaha di antaranya lingkungan.

Musanef. Data Arsitek Jilid 1 edisi Kawasan Perkotaan 33.Perencanaan No. 2002. 1991. Ismayanti. Edward. Jakarta : Kompas Gramedia Metelka. 2014 Yogyakarta : Gava Media ____RIPDA Kota Ternate 2009 Suantoro. Penerbit Erlangga ___Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Paturusi. Tourism Satellite Account. Inskeep. 1981. Christine. New York. Kamus Umum Tahun 2014 Tentang Retribusi Tempat Bahasa Indonesia. Ernst. diunduh tanggal 12 Mei Indriati. TOKO GUNUNG AGUNG. 34 Tahun 2006 Tentang Jalan Kawasan Pariwisata. World Tourism Organization. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama ___.S. Rekreasi Dan Olahraga Jakarta ____RTRW Kota Ternate 2012 Soekadijo. Yogyakarta 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan Yoeti. 1991. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Pengantar Pariwisata. Jakarta: PT. 2013. 2010. Van Nostrand Reinhold. Dasar-Dasar Pariwisata. Oka A. The Dictionary Of Tourism. Dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki Di Neufert. 26 Poerwadarminta. Inc. Jakarta. Stephen dan French. Balai Pustaka. W. 2000. (2001). Illinois: Merton House Publishing.unwto_tsa_1.B.J. Menulis Karya Ilmiah. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa 1994. Gamal. Anatomi Pariwisata. 1997. Learning to Live with Tourism. Charles J. Miles. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Kota Ternate Dalam Angka 2014 Suryano. Syamsul Alam. E. Jakarta. Bambang. M. Yogyakarta: Andi ____Undang . 2016. 1996. Kebijakan ____Kecamatan Pulau Ternate Dalam Angka Pembangunan Destinasi Pariwisata. Denpasar : Press UNUD ____Peraturan Daerah Kota Ternate No.2008. 46 . Tourism Planning: An Integrated and sustainable Approach. 1992. Melbourne: Longman. 1996. UIPress.M. Craig-Smith. A. Manajemen Usaha Pariwisata di Indonesia.Undang Republik Indonesia no. dan Huberman.