You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Buku teks merupakan buku acuan mata pelajaran tertentu yang digunakan
siswa atau pendidik guna memperlancar kegiatan belajar mengajar. Keberadaan
buku teks memang sangat membantu proses pembelajaran. Dalam proses belajar
mengajar di sekolah, buku teks dapat menjadi pegangan guru dan siswa yaitu
sebagai referensi utama atau menjadi buku tambahan. Didalam kegiatan belajar,
siswa tak terbatas mencermati apa-apa saja yang diterangkan oleh guru. Siswa
membutuhkan referensi atau acuan untuk menggali ilmu agar pemahaman siswa
lebih luas sehingga kemampuannya dapat lebih dioptimalkan. Dengan adanya buku
teks tersebut, siswa dituntut untuk berlatih, berpraktik atau mencobakan teori-teori
yang sudah dipelajari dari buku tersebut.
Agar siswa menjadi pelajar seperti yang diharapkan, maka proses
pembelajaran dilakukan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif,
memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup
bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan,
dan perkembangan disik serta psikologisnya melalui model-model pembelajaran.
Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur
yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai
tujuan belajar. Guru dapa melaksanakan pembelajaran berdasarkan model
pembelajaran tertentu atau dengan mengikuti langkah-langkah yang disesuaikan
dengan situasi dan kondisi siswa dimasing-masing sekolah.
Guru dapat menerapkan berbagai model pembelajaran dengan pendekatan
berbasis keilmuan dalam rangka mengembangkan tiga ranah kompetensi yaitu
pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Masing-masing model
pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu, dalam
menggunakan model pembelajaran guru perlu menyesuaikan dengan berbagai
pertimbangan antara lain karakteristik mata pelajaran, KD atau materi
pembelajaran, karakteristik dn modalitas belajar siswa yang akan belajar dengan

1

model tersebut, serta sarana pendukung belajar lainnya. Model pembelajaran
tertentu tidak menutup kemungkinan akan menjadi sempurna dan sesuai dengan
tujuan belajar manakala dilengkapi dengan model pembelajaran lain. Praktik ini
mendorong tumbuhnya inovasi pembelajaran yang berdampak kepada situasi
pembelajaran aktif.

1.2 Rumusan Masalah
a. Apa model pembelajaran dalam materi Kesetimbangan Ion dan pH
Larutan Garam?
b. Apa metode pembelajaran yang digunakan dalam materi
Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam?
c. Apa media pembelajaran yang digunakan dalam materi Kesetimbangan
Ion dan pH Larutan Garam?
d. Bagaimana analisis konsep buku teks materi Kesetimbangan Ion dan
pH Larutan Garam?
1.3 Tujuan Penulisan
a. Mengetahui model pembelajaran yang dapat digunakan dalam materi
Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam
b. Mengetahui metode pembelajaran yang digunakan dalam materi
Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam
c. Mengetahui media pembelajaran yang digunakan dalam materi
Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam
d. Mengetahui analisis konsep buku teks materi Kesetimbangan Ion dan
pH Larutan Garam

2

Pengertian Problem Based Learning (PBL) Problem Based Learning (PBL) adalah kurikulum dan proses pembelajaran. sedangkan Problem Based Learning (PBL) dimulai dengan masalah kehidupan nyata yang bermakna dimana siswa mempunyai kesempatan 3 . Problem Based Learning (PBL) mempunyai perbedaan penting dengan pembelajaran penemuan. 1.1 Model Pembelajaran Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam Model pembeljaran yang digunakan dalam materi kesetimbangan ion dan pH larutan garam adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah. BAB II PEMBAHASAN 2. Problem Based Learning (PBL) merupakan metode instruksional yang menantang siswa agar “belajar dan belajar”. Dalam kurikulumnya. bekerja sama dengan kelompok untuk mencari solusi masalah yang nyata. dan memiliki strategi belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Masalah ini digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan serta kemampuan analisis siswa dan inisiatif atas materi pelajaran. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistematik untuk memecahkan masalah atau menghadapi tantangan yang nanti diperlukan dalam karir dan kehidupan sehari-hari. Pada pembelajaran penemuan didasarkan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan disiplin ilmu dan penyelidikan siswa berlangsung di bawah bimbingan guru terbatas dalam ruang lingkup kelas. dirancang masalah-masalah yang menuntut siswa mendapat pengetahuan yang penting. Problem Based Learning (PBL) mempersiapkan siswa untuk berpikir kritis dan analitis. dan untuk mencari serta menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai. Rumusan dari Dutch (1994).

Ciri-ciri Problem Based Learning (PBL) Menurut Arends berbagai pengembangan pengajaran Problem Based Learning (PBL) telah memberikan model pengajaran itu memiliki karakteristik sebagai berikut: a. dengan pemberian masalah autentik. siswa dapat membentuk makna dari bahan pelajaran melalui proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan lagi.dalam memlilih dan melakukan penyelidikan apapun baik di dalam maupun di luar sekolah sejauh itu diperlukan untuk memecahkan masalah. Pengajuan pertanyaan atau masalah Pembelajaran berdasarkan masalah mengorganisasikan pengajaran disekitar pertanyaan dan masalah yang dua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna untuk siswa. matematika. Jadi Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah adalah suatu strategi pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. 2. masalah-masalah yang diselidiki telah dipilih benar-benar nyata 4 . Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingka tinggi. serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. ilmu-ilmu sosial). Dengan Problem Based Learning (PBL) siswa dilatih menyusun sendiri pengetahuannya. b. pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Selain itu. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin Meskipun pembelajaran berdasarkan masalah mungkin berpusat pada mata pelajaran tertentu (IPA. mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.

Penyelidikan autentik Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukann penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. 3. model fisik. Kolaborasi dan kerja sama Pembelajaran bersdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya. produk yang dihasilkan adalah berupa laporan. c. Mengorientasi peserta didik pada masalah. Didalamnya mencakup:  Pencapaian akan tujuan yang hendak guru capai  Penjelasan akan logistik yang diperlukan  Pemberian suatu masalah kepada siswa  Pemberian motivasi agar siswa terlibat langsung dan berperan aktif b. paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Dalam pembelajaran kalor. siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran Pengorganisasian pembelajaran merupakan salah satu kegiatan dimana peserta didik menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya) terhadap masalah yang dikaji. Langkah-Langkah Proses Problem Based Learning Alur kegiatan dari model pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut: a. e. video maupun program komputer. d. Tahap ini untuk memfokuskan peserta didik mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran. Menghasilkan produk dan memamerkannya Pembelajaran berdasarkan masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam karya nyata. Produk tersebut bisa berupa laporan. agar dalam pemecahannya. 5 .

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Peserta didik mengasosiasi data yang ditemukan dari percobaan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. e. Kelebihan Problem Based Learning Pembelajaran Problem Based Learning atau berdasarkan masalah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan model pembelajaran yang lainnya. c. IPA. Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. c. Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. dan sesuatu 6 . 4. pada dasarnya merupakan cara berfikir. d. e. Melalui pemecahan masalah bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran (matematika. selanjutnya dianalisis dan dievaluasi. dan lain sebagainya). f. sejarah. Analisi dan evaluasi proses pemecahan masalah Setelah peserta didik mendapat jawaban terhadap masalah yang ada. di antaranya sebagai berikut: a. b. Pemecahan masalah dapat membantu siswa bagaimana menstansfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran. Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan informasi/melakukan percobaan untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau menyelesaikan masalah yang dikaji. Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa d.

bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja. g. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan. 6. Pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan pada siswa yang mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata. Mengapa kelompok kami memilih model pembelajaran bebasis masalah. Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru i. Keberhasilan strategi pembelajaran malalui Problem Based Learning membutuhkan cukup waktu untuk persiapan c. maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari. Kekurangan Problem Based Learning Sama halnya dengan model pengajaran yang lain. karena menurut kelompok kami belajar adalah bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah baik dalam memahami teori bahkan menyelesaikan soal. maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba b. j. model pembelajaran Problem Based Learning juga memiliki beberapa kekurangan dalam penerapannya. yang harus dimengerti oleh siswa. kami menghadapi 7 . Argumentasi Kelompok Pokok pembahasan yang kami bahas adalah Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam. Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. Kelemahan tersebut diantaranya: a. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari. Pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa h. 5.

Model belajar ini kami pilih karna lebih tepat dari model belajar lainnya. kita dapat memberikan masalah sesuai dengan topik yang akan diajarkan pada hari itu. Problem based learning ini digunakan agar konsepnya dapat diterima oleh peserta didik dengan baik. saat masuk kedalam kelas. 8 . Karena model pembelajaran ini menuntut siswa agar aktif dalam memecahkan masalah yang mana masalah itu berkaitan dengan kesetimbangan ion dan pH larutan garam dan hubungannya dengan hidrolisis garam. 2. Metode Diskusi 1. dengan begitu siswa akan memecahkan masalah tersebut. Metode belajar ini membuat siswa lebih madiri. Kegiatan diskusi kelompok ini dapat menjadi alternatif dalam membantu memecahkan permasalahan seorang individu. semuanya membuatnya ke dalam bentuk masalah. bagi seorang pengajar (guru). Materi ini dapat digolongkan sebagai materi yang tidak mudah dan butuh pendalam lebih agar peserta didik dapat memahami materi dengan baik. lalu dengan begitu masalah tersebut akan dipecahkan. Kegiatan diskusi kelompok merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu individu. dan memberikan masalah kepada siswa dapat membuat atau mendorong siswa lebih ingin mendalami tentang materi yang diajarkan. Pengertian Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok Pengertian diskusi kelompok adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan. akan membuat siswa banyak bertanya dan forum diskusi pun akan tercipta dengan sendirinya dengan model belajar seperti ini.2 Metode Pembelajaran Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam Metode pembeljaran yang digunakan dalam materi kesetimbangan ion dan pH larutan garam adalah Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok dan Metode Eksperimen.

b. 4. 2.dan guru mengumpulkan laporan hasil diskusi dari tiap kelompok. Dapat pula pokok masalah yang akan didiskusikan ditentukan bersama-sama oleh guru dan siswa. Kelebihan Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok a. Belajar menemukan kesepakatan pendapat melalui musyawarah d. c. Mencaru kebenaran secara jujur melalui pertimbangan pendapat yang mnungkin saja berbeda antara satu dengan yang lain c. Manamkan dan mengembangkan keberanian untuk mengemukakan pendapat sendiri b. sedangkan guru menjaga ketertiban dan dapat memberikan dorongan dan bantuan sepenuhnya agar setiap anggota kelompok dapat berpartisipasi aktif dan agardiskusi berjalan lancar. Metode diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses belajar mengajar. memilih pimpinan diskusi. 9 . e. Surya (1975:107) mendefinisikan diskusi kelompok merupakan suatu proses bimbingan dimana murid-murid akan mendapatkan suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan masalah bersama. Akhirnya para siswa mencatat hasil diskusi. 3. d. Moh. Memberikan kehidupan kelas yang lebih mendekati kegitan hidup yang sebenarnya. Tujuan Metode Diskusi dalam Belajar Mengajar a. Dengan pimpinan guru para siswa membentuk kelompok- kelompok diskusi. Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya. Kemudian tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. Sintaks Diskusi a. Para siswa berdiskusi dalam kelompok. Dalam diskusi ini tetanam pula tanggung jawab dan harga diri.

c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan kemampuannya masing. Tidak semua topik dapat dijadikan pokok diskusi. e. 5. Membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-temannya (orang lain) 10 . Jalannya diskusi dapat dikuasai (didominasi) oleh beberapa siswa yang “menonjol” d. Membantu para siswa belajar berpikir teoretis dan praktis lewat berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yang banyak 6. e. b. Metode diskusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah. Memperoleh umpan balik dari para siswa tentang apakah tujuan yang telah dirumuskan telah dicapai. d. c. Suatu diskusi tak dapat diramalkan sebelumnya mengenai bagaimana hasilnya sebab tergantung kepada kepemimpinan sisiwa dan partisipasi anggotanya.masing. Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan bahan pelajarannya masing-masing. Suatu diskusi memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu yang belum pernah dipelajari sebelumnya. c. Kelemahan Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok a. b. b. Relevansi Metode Diskusi Teknik diskusi sebagai metode belajar mengajar lebih cocok dan diperlukan apabila kita (guru) hendak : a. tetapi hanya hal-hal yang barsifat problematik saja yang dapat didiskusikan. Memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada (dimiliki) oleh para siswa.

dengan begitu semua siswa dapat berbagi apa yang dia ketahui. Mereka memang sedang belajar dan latar belakang mereka jelas berbeda-beda. Hambatan lain dalam diskusi biasanya ialah bahwa setiap orang menginginkan segera dicapinya persetujuan atau kesimpulan. 7. Argumentasi Kelompok Kelompok kami memilih metode pembelajaran berbasis diskusi kelompok untuk topik Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam. f. Membantu para siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah yang di “lihat” baik dari pengalaman diri sendiri maupun dari pelajaran sekolah. Hambatan-hambatn dalam Diskusi Kelompok a. c. Ada bermacam-macam faktor penghambat dalam usaha mencapai tujuan belajar lewat formasi diskusi. g. Dalam memahami konsep Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam akan lebih mudah dilakukan dengan membentuk kelompok. didalam kelompok siswa dapat saling bertanya dan berbagi pemahaman dengan anggota lainnya ddidalam kelompok. sehingga dapat mempermudah pemahaman dalam materi ini. didalam topik terdapat banyak masalah yang harus dipecahkan. Kelompok kami memilih metode bebasis diskusi kelompok juga bertujuan agar pembelajaran lebih terarah. karena seperti model pembelajaran yang kami pilih yaitu model belajar berbasis masalah. Faktor-faktor penghambat dari pihak siswa sudah jelas persoalannya. Adalah tugas guru untuk membimbing mereka melalui berbagai macam peranan sebagaimana telah diuraikan di muka. karena dengan memberikan sebuah masalah untuk siswa diskusikan membuat siswa fokus dalam 11 . 8. baik yang ada pada sisiwa maupun materi (bahan) yang didiskusikan b. Mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.

(2007:165). dkk. Metode Eksperimen 1. Dengan demikian. kemudian hasil pengamatannya itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Pengertian Metode Eksperimen Metode eksperimen menurut Sumantri & Permana (1999:157) adalah cara belajar mengajar yang melibataktifkan peserta didik dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu. Dan menurut Dahar (2006:220). semua yang tertera dalam tujuan pembelajaran dapat tercapai. memecahkan masalah. Sedangkan menurut Hermawan. sehingga siswa hanya akan berpusat dalam masalah yang diberikan oleh guru. Sehingga seperti yang diharapkan. metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri sesuatu pertanyaan tau hipotesis yang dipelajari. karena siswa belajar delam kelompok yang beranggotakan teman sebaya tidak membuat siwa tersebut untuk segan bertanya dengan sesama teman dan saling berbagi informasi yang didapatkan. dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen adalah salah satu metode pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas peserta didik melakukan percobaan dan membuktikan sendiri 12 . di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal. mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya. Dengan metode pembelajaran berbasis diskusi kelompok siswa juga lebih mudah memahami konsep atau materi yang diberikan. metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Roestiyah (2012:80) mengungkapkan yang dimaksud eksperimen adalah salah satu cara mengajar.

Berangkat dari pendapat-pendapat di atas. melatih peserta didik menggunakan logika untuk menyimpulkan suatu teori yang dipelajarinya. penulis dapat meyimpulkan tujuan dari metode eksperimen ini adalah agar peserta didik belajar berpikir secara ilmiah. Selain itu. Agar peserta didik mampu menyimpulkan fakta-fakta. Tujuan Metode Eksperimen Tujuan dari metode eksperimen menurut Sumantri & Permana (1999:158) adalah: a. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking). Melatih peserta didik merancang. b. c. mempersiapkan. melaksanakan dan melaporkan percobaan. mengamati suatu 13 . mengikuti suatu proses. Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya. Manfaat Metode Eksperimen Berbagai manfaat yang didapat dari penggunaan metode eksperimen menurut Sumantri & Permana (1999:158) adalah: a. 3. Melatih peserta didik menggunakan logika berfikir induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta. informasi atau data yang diperoleh. informasi atau data yang terkumpul melalui percobaan. menurut Roestiyah (2012:80) penggunaan metode eksperimen ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagi jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat mengalami sendiri. 2.proses dan hasil percobaan sehingga guru hanya bertindak sebagai pembimbing.

c. keadaan atau proses sesuatu. Membuat siswa lebih percaya pada kesimpulan berdasarkan percobaan sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku. Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objektif. d. menganalisis. teknik eksperimen kerapkali digunakan karena memiliki keunggulan sebagai berikut: 14 . membuktikan dan menarik kesimpulan tentang suatu objek. realistis dan menghilangkan verbalisme. b. Menumbuhkan cara berfikir rasional dan ilmiah. Dari beberapa pendapat di atas. Kelebihan Metode Eksperimen Sumantri & Permana (1999) mengatakan bahwa metode eksperimen memiliki kekuatan atau kelebihan yaitu: a. Hasil belajar menjadi kepemilikan peserta didik yang bertahan lama. objek. mengikuti proses. membuktikan dan menarik kesimpulan tentang suatu objek. Dapat digunakan prosedur metode ilmiah dan berfikir ilmiah. keadaan atau proses suatu sesuatu. mengamati suatu objek. Sedangkan menurut Roestiyah (2012:82). informasi. e. dalam proses belajar mengajar dengan eksperimen ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri. dapat disimpulkan bahwa manfaat dari metode eksperimen ini sangat membantu siswa agar mudah memahami materi pelajaran dengan mengalami dan membuktikan sendiri teori-teori yang dipelajarinya. atau data yang diperlukan melalui percobaan yang dilakukannya. menganalisis. 4. Sedangkan menurut Sagala (2012:220). b. Siswa aktif terlilbat mengumpulkan fakta.

c. di mana siswa lebih banyak aktif belajar sendiri dengan bimbingan guru. Metode ini didukung oleh asas-asas didaktik modern antara lain:  siswa belajar dengan mengalami sendiri suatu proses atau kejadian. b. dan  hasil belajar akan tahan lama dan internalisasi. 15 . Dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksploratoris tentang sains dan teknologi. Dengan eksperimen siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah. c.  mengembangkan sikap berfikir ilmiah.  siswa terhindar jauh dari verbalisme.  memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objektif dan realistis. hal mana itu sangat dikehendaki oleh kegiatan mengajar belajar yang modern. Siswa dalam melaksanakan proses eksperimen di samping memperoleh ilmu pengetahuan. sehingga tidak mudah percaya pada sesuatu yang belum pasti kebenarannya. b. Mereka lebih aktif berpikir dan berbuat. suatu sikap dari seseorang ilmuwan. d. juga menemukan pengalaman praktis serta keterampilan dalam menggunakan alat-alat percobaan. 2012:220). Dengan eksperimen siswa membuktikan sendiri kebenaran siuatu teori. a. menyebutkan beberapa kelebihan dari metode eksperimen (Sagala. yaitu: a. ialah peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal. Pendapat lain. Metode ini membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku saja. sehingga akan mengubah sikap mereka yang takhayul.

Memerlukan peralatan percobaan yang komplit. Kegagalan dan kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan menyimpulkan. fasilitas pralatan dan bahan mutakhir. b. c. Seperti yagn diungkapkan oleh Sumantri & Permana (1999) sebagai berikut: a. d. Pelaksanaan metode ini sering memerlukan berbagai fasillitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan murah. tentu ada kekurangan dari metode eksperimen ini. yaitu pada beberapa 16 . 5. Jadi metode eksperimen ini memiliki kelebihan atau keunggulan untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran berupa pemberian pengalaman secara langsung yang dilaksanakan oleh peserta didik sehingga peserta didik dapat mengembangkan sikap berpikir secara ilmiah. Sedangkan menurut Sagala (2012:221). Sering terjadi siswa lebih dulu mengenal dan menggunakn alat bahan tertentu dari pada guru. Setiap eksperimen tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian. dan c. Menimbulkan kesuliltan bagi guru dan peserta didik apabila kurang pengalaman dalam penelitian. Dari beberapa pendapat di atas mengenai kekurangan metode eksperimen ini. b. Sangat menuntut penguasaan perkembangan materi. penulis menyimpulkan bahwa. metode eksperimen ini mengandung kekurangan sebagai berikut: a. di samping kelebihan dari metode eksperimen ini trdapat kelemahan-kelemahan. Kelemahan Metode Eksperimen Selain kelebihan. Dapat menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan waktu yang lama.

2) Guru merangsang seluruh peserta didik berpartisipasi dalam diskusi. langkah-langkah pembelajaran menggukan metode eksperimen adalah sebagai berikut: a. dan kemampuan guru dalam membimbing kegiatan eksperimen. 3) Memberikan kesempaatan kepada semua anggota untuk aktif. Siswa meramalkan kisaran pH dari suatu larutan garam dan untuk mengetahui 17 . waktu yang diperlukan. Persiapan 1) Mempersiapkan kondisi belajar siswa 2) Memberikan informasi/penjelasan tentang masalah tugas dalam diskusi 3) Mempersiapkan sarana/prasarana untuk melakukan diskusi (tempat. metode eksperimen sangat dibutuhkan untuk dapat melihat dan menghitung pH larutan garam secara nyata. Langkah-langkah Melakukan Eksperimen Menurut Djamarah & Zain (2006:84). Pelaksanaan 1) Siswa melakukan diskusi. c. 4) Mencatat tanggapan/saran dan ide-ide yang penting. sehingga siswa dapat membedakan kesalahan atau ketidaksesuaian hasil ekperimen dengan hasil teoritis. Evaluasi/tindak lanjut Memberikan tugas kepada siswa untuk: 1) Membuat kesimpulan diskusi 2) Mencatat hasil diskusi 3) menilai hasil diskusi. 7. Argumentasi kelompok: Pada konsep pH larutan garam. 6.alat kegiatan yang harus disediakn. peserta dan waktu) b.

Kelompok kami memilih media pembelajaran berbasis vidio untuk membantu dalam kegiatan belajara mengajar. pesan informasi yang secara visual biasa akan mudah dipahami oleh siswa sehingga guru dapat mengkomunikasikan dengan baik materinya. Power Point Penggunaan media power point dalam pembelajaran adalah sebagai alat bantu dalam presentasi. dan animasi- animasi yang ditayangkan dalam video membuat siswa dapat mengetahui bagaimana penerapan dari apa yang mereka pelajari. edukatif maupun instruksional.3 Media Pembelajaran Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam 1. Media ini hanya berisi point-point penting dari materi yang sedang dibahas. 2. sehingga guru tidak perlu banyak menerangkan materi yang sedang diajarkan. Dengan menampilkan tayangan kepada siswa setelah guru memberikan penjelasan membuat siswa yang awalnya masih agak kesusahan dapat mengerti dengan mudah dengan melihat. Video Pesan yang diajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif. kebenaran kisaran pH yang telah diramalkan dapat diketahui melalui eksperimen. LKS 4. 18 . karena dengan memberikan tayangan (vidio) kepada siswa dapat membuat siswa lebih mudah mengerti dari pada hanya membayangkan. Media ini digunakan sebagai media untuk menggambarkan bagaimana kesetimbangan ion dalam larutan garam. media ini dapat dijadikan media pembelajaran yang menarik. Alat Lab Argumentasi untuk media pembelajaran yang digunakan: 1. Power Point 2. 2. dapat bersifat informatif. Video 3.

Seperti contohnya penggunaan kertas lakmus untuk mengetahui jenis larutan garam yang bersifat netral atau jenis larutan garam yang bersifat asam/basa dengan melihat perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus. 19 . LKS menyajikan tugas-tugas yang dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan. Sedangkan untuk mengukur pH suatu larutan garam dapat menggunakan pH meter. Selain itu LKS dapat melatih kemandirian siswa.Menggunakan lembar kerja pada konsep kesetimbangan ion dan pH larutan garam berguna dalam membantu siswa untuk lebih mendalami materi yang telah disampaikan oleh guru. Disini siswa dapat membandingkan nilai pH suatu larutan garam secara teori dan secara praktek. Alat Lab Penggunaan alat lab disini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa apa yang telah dipelajari benar adanya. 4.3. LKS Lembar kerja siswa atau LKS merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan dan diterapkan dalam pembelajaran.

metode pembelajaran. Diharapkan metode ini dapat meringankan siswa agar lebih memahami konsep kesetimbangan ion dan pH larutan garam. dan alat lab. LKS. 3. Dan untuk media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran pada materi ini adalah media power point. Sedangkan metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam memahami materi ini adalah metode diskusi dan metode eksperimen.2 Saran Setelah mempelajari analisis konsep kesetimbangan ion dan pH larutan garam penulis berharap pembaca dapat mengetahui apa itu model pembelajaran.1 Kesimpulan Dalam mempelajari materi Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam dapat menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. adalah suatu strategi pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. video. Penggunaan media ini diharapkan dapat meninggalkan kesan dalam ingatan siswa sehingga membuat siswa dapat mudah mengingat materi yang telah diberikan pada kemudian hari. 20 . dan media pembelajara sehingga dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. BAB III PENUTUP 3.

2009. 2010.id/2013/06/metode-diskusi. Jakarta: Media Group Atmaha R. DAFTAR PUSTAKA Amir. “Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan”. “Konsep dan Makna Pembelajaran” Bandung: Alfabeta Sanjaya.wordpress. “Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning”. M.ulfiaatm. Taufiq. 2013. “Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrutivistik”. 2012. Sri. “Metode Diskusi” http://www.html (diakses pada 20 Mei 2018) Maryani. Ulfia. “Makalah Analisi dan Telaah Buku Teks Tingkat SMA” http://ruangpendidikan. Jakarta: Prestasi Pustaka 21 . Wina. S. 2008.blogspot.co. 2007. Jakarta: Prenada Media Group Trianto.com/2010/03/03/makalah-analisis- dan-telaah-buku -teks-tingkat-smama-kelas-xi-yang-ditulis-oleh-euis- sulastri-dkk/amp/ (diakses pada 20 Mei 2018) Sagala.