You are on page 1of 11

Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa

RSD Madani Palu
Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

REFLEKSI KASUS

DISUSUN OLEH :
FIRYAL AMYRAH DELICIA
N 111 17 037

PEMBIMBING KLINIK
dr. MERRY TJANDRA, Sp.KJ

DIBUAT DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN
KLINIK
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
RSD MADANI PALU
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2017

W. obat yang diberikan ada 2 macam yaitu 2 . Keluhan Utama Gaduh gelisah 2. ketika pasien menjadi pasien rawat jalan karena dinyatakan telah mengalami perbaikan setelah di rawat di rumah sakit sebelumnya. REFLEKSI KASUS Identitas Pasien Nama : Ny.M Jenis kelamin : Perempuan Usia : 28 tahun Alamat : Desa Tolai. Pasien sebelumnya pernah dirawat di RSD Madani dengan keluhan serupa. W. Pasien selalu jalan dan tidak bisa tenang. Kecamatan Torue Status pernikahan : sudah menikah Pendidikan terakhir : SMA Pekerjaan : IRT Agama : Hindu Tanggal masuk RS : 04 Oktober 2017 Tempat Pemeriksaan : Ruang Rawat Inap Bangsal Manggis RSD Madani LAPORAN PSIKIATRI A. pasien sering berbicara sendiri seperti pasien memiliki teman bicara. Menurut ayah pasien. Riwayat Gangguan Sekarang Seorang pasien Ny. Menurut ayah pasien. Riwayat Penyakit 1. Pasien juga mengalami kesulitan tidur dan selalu ingin beraktivitas. pasien rutin meminum obat yang diberikan dari rumah sakit dengan pengawasan dari keluarga.M berumur 28 tahun diantar oleh ayahnya karena gaduh gelisah sejak 2 hari yang lalu.

dan pasien semakin gelisah ketika mengalami perpisahan dengan suaminya. . EMOSI YANG TERLIBAT Kasus ini menarik untuk dibahas karena pasien merupakan pasien yang menderita Skizofrenia Tak Terinci. pasien juga masih mengingat ketika SMA ia masih memiliki hobi yang sama yaitu bersepeda bersama teman – temannya.  Pasien mengaku ia tidak dapat mengingat masa kanak – kanak awalnya. yang dikatakan oleh ayah pasien bahwa perpisahan tersebut merupakan perpisahan dari pernikahan ketiga dari pasien. Apa yang dimaksud skizofrenia? 3 . ketika pasien mengonsumsi obat bamgetol membuat anaknya semakin gelisah. dan menurut ayah pasien. ia mendapatkan menstruasi pertamanya.  Pasien tumbuh dengan baik dan bergaul seperti anak-anak biasa. Pasien lahir pada tanggal 03 Oktober 1989. anaknya tidak mengalami masalah kesehatan yang serius ketika umur 1 – 3 tahun.  Pasien mengingat bahwa pada masa kanak – kanak pertengahan. sehingga ayah pasien menghentikan pengonsumsian obat bamgetol selama 1 bulan dan hanya meneruskan mengonsumsi obat dalam kapsul. lahir dengan normal. Riwayat Kehidupan Pribadi  Tidak ada masalah ketika pasien didalam kandungan ibunya. Pasien mengingat ketika ia masih SMP dan berumur 12 tahun. dan pasien mengatakan bahwa ia menikah diumur 18 tahun ketika ia sudah menamatkan sekolah menengah akhirnya. namun menurut ayah pasien. I. Namun gejala gelisah tidak kunjung hilang. obat kapsul dan bamgetol. 3. pasien pernah bermain sepeda bersama dengan teman – temannya mengelilingi sawah.

Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran da persepsi. walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang. fisik. EVALUASI a. dalam praktek dan manfaatnya membagi gejala-gejala tersebut ke dalam kelompok . Thought echo yaitu isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya dan isi pikiran ulangan. Kriteria diagnostik di Indonesia menurut PPDG-III yang menuliskan bahwa walaupun tidak ada gejala-gejala patognomonik khusus. serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetic. Pengalaman baik Pasien cukup kooperatif saat pemeriksaan b. dan social budaya. Apa saja klasifikasi skizofrenia? . Skizofrenia merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas. Bagaimana skizofrenia Tak Terinci itu? II. Pengalaman buruk Tidak ada III.kelompok yang penting untuk diagnosis dan yang sering terdapat secara bersama-sama yaitu: a. namun kualitas berbeda atau thought insertion or withdrawal yaitu isi 4 . serta oleh afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul. walaupun isinya sama. . Apa saja kriteria diagnostic skizofrenia menurut PPDGJ III? . ANALISIS Menurut PPDGJ-III.Kesadaran yang jernih (clear consciousness) dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara.

2) Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka senndiri (dia antara berbagai suara yang berbicara). Waham atau Delusinasi  Delusion of control yaitu waham tentang dirinya sendiri dikendalilkan oleh suatu kekuatan tertentu  Delusion of influen yaitu waham tentang dirinya sendiri dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar  Delusion of passivity yaitu waham tentang gerakan tubuh. e. b. Halusinasi yang menetap dari setiap panca indara baik disertai waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandunganafektif yang jelas atau ide-ide berlebihan yang menetap atau terjadi setiap hari selama bermingu-minggu atau berbulan-bulansecara terus menerus.  Delusion of perception yaitu pengalaman indrawi yang tidak wajar yang bermakna sangat khas dan biasanya bersifat mistik atau mukjizat. 5 . Halusinasi Auditorik 1) Suara halusinasi yang berkomentar terus menerus terhadap perilaku pasien. c. d. Waham-waham menetap jenis lain yang menurut budaya dianggap tidak wajar dan mustahil seperti waham bisa mengendalikan cuaca atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas. pikiran yang asing dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu diluar dirinya (withdrawal) dan tought broadcasting yaitu isi pikiran tersiar keluar sehingga orang lain mengetahuinya. 3) Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah bagian tubuh. pikiran maupun tindakan tak berdaya terhadap suatu kekuatan dari luar.

sikap larut dalam diri sendiri dan penarikan diri secara social. Gejala terlihat sangat konsisten. h. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam muttu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi. Skizofrenia Paranoid Tipe ini paling stabil dan paling sering. 6 . mutisme dan stupor. hidup tak bertujuan. pasien dapat atau tidak bertindak sesuai dengan wahamnya. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau neuroleptika. negattivisme. Gejala-gejala negative seperti apatis.f. Awitan subtype ini biasanya terjadi lebih belakangan bila dibandingkan dengan bentuk-bentuk skizofrenia lain. tetapi pasien jarang sekali memperlihatkan perilaku disorganisasi. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh. g.Adanya gejala-gejala kas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase non psikotik prodormal). marah. Waham da halusinasi menonjol sedangkan afek dan pembicaraan hamper tidak terpengaruh. atau ketakutan.Pasien sering tak kooperatif dan sulit untuk kerjasama. mungkin agresif. Klasifikasi Skizofrenia a. bicara jarang serta respon emosional yang menumpul atau tidak wajar. biasanya mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan social dan menurunnya kinerja social. tidak berbuat sesuatu. gelisah (excitement) sikap tubuh tertentu (posturing) atau fleksibilitas serea. Arus fikiran yang terputus (break) atau mengalami sisipan (interpolasi) yang berakibat inkoherenskiatau pembicaraan tidak relevan atau neologisme.

Pasien menyadari hal-hal yang sedang berlangsung di sekitarnya .b. dan depresi pasca skizofrenia. hebefrenik. dan gejala-gejala psikoaktif yang menonjol (misalnya kebingungan) atau memenuhi kriteria skizofrenia tetapi tidak dapat digolongkan pada tipe paranoid. e. Skizofrenia Residual Pasien dalam keadaan remisi dari keadaan akut tetapi masih memperlihatkan gejla-gejala residual (penarikan diri secara social. Negativism katatonik yaitu pasien melawan semua perintah-perintah atau usaha-usaha untuk menggerakkan fisiknya . waham. asosiasi melonggar. Rigiditas katatonik yaitu pasien secara fisik sangat kaku atau rijit . residual. katatonik. ketolol-tololan atau tak serasi . Kegembiraan katatonik yaitu pasien sangat aktif dan gembira d. Sering inkoheren . Stupor katatonik atau mutisme yaitu pasien tidak berespons terhadap lingkungan atau orang. Skizofrenia Katatonik Pasien mempunyai paling sedikit satu dari (atau kombinasi) beberapa bentuk katatonia : . Skizofrenia Tak Terinci Pasien mempunyai halusinasi. Postur katatonik yaitu pasien mempertahankan posisi yang tidak biasa atau aneh . Waham tak sistematis . Skizofrenia Disorganisasi Gejala-gejalanya adalah : . Afek tumpul. perilaku eksentrik. Perilaku disorganisasi seperti menyeringai dan menerisme c. atau pikiran tak logis) 7 . afek datar atau tak serasi.

progresif darigejala “negative” yang khas dari skizofrenia residual tanpa adanya riwayat halusinasi. tidak bisa tenang. Skizofrenia YTT Skizofrenia YTT adalah suatu gangguan psikotik yang memenuhi gejala – gejala skizofrenia namun tidak memenuhi gejala untuk tipe skizofrenia diatas. f. kemalasan. sering berbicara sendiri. AXIS I  Berdasarkan autoanamnesis didapatkan ada gejala klinik bermakna dan menimbulkan penderitaan (distress) berupa gaduh gelisah. waham atau manifestasi lain tentang adany suatu episode psikotik sebelumnya. Gangguan Skizofreniform Termasuk : Skizofrenia siklik. Skizofrenia laten.Beberapa gejala skizofrenia masih ada tapi tidak mendominasi. kesulitan tidur dan menimbulkan disabilitas berupa terganggunya hubungan sosial. IV. dan disertai dengan perubahan-perubahan yang bermakna pada perilaku perorangan. yang bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. Skizofrenia Lainnya Termasuk : Skizofrenia senestopatik. Depresi Pasca Skizofrenia Suatu episode depresif yang mungkin brlangsung lama dan timbul sesudah suatu serangan penyakit skizofrenia. Skizofrenia Simpleks Skizofrenia simpleks adalah suatu diagnosis yang sulit dibuat secara meyakinkan karena bergantung pada pemastian perkembangan yang berlangsung perlahan. gangguan lir-skizofrenia akut i. h. dan penarikan diri secara social. g. Diagnosis Multiaxial A. melakukan 8 .

Berdasarkan PPDGJ III. B. dan penggunaan waktu senggang. yaitu terdapat halusinasi auditorik dimana pasien sering mendengar suara – suara berkomentar di dalam pikirannya dan adanya waham erotomania dimana pasien merasa dicintai oleh semua lelaki yang berada disekitarnya. tidak ditemukan adanya kelainan yang mengindikasi gangguan medis umum yang menimbulkan gangguan fungsi otak serta dapat mengakibatkan gangguan jiwa yang diderita pasien ini. AXIS II Ciri kepribadian skizoid 9 . sehingga pasien didiagnosa sebagai Gangguan Jiwa Non Organik  Berdasarkan deskripsi kasus diatas. pekerjaan. tampak dari aktivitas motorik tak bertujuan yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal.  Berdasarkan kriteria diagnostik PPDGJ III. sehingga pasien didiagnosa sebagai Gangguan Jiwa Psikotik. diagnosis pasien yaitu Skizofrenia. pasien memiliki kriteria diagnostic skizofrenia paranoid dimana halusinasi yang menonjol. dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami gangguan psikotik.3) . skizofrenia katatonik dimana pasien sering menunjukkan gaduh gelisah. sehingga pasien sering menanggapi pikiran tersebut. Pasien juga memiliki halusinasi auditorik dan memiliki waham erotomania.  Pada riwayat penyakit sebelumnya dan pemeriksaan status internus. Pasien memiliki gejala menonjol dari dua tipe skizofrenia sehingga pasien didiagnosis Skizofrenia Tak Terinci (F 20. sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Gangguan Jiwa  Pada pasien terdapat hendaya berat dalam menilai realita. pasien mengalami gejala tersebut sejak 4 bulan yang lalu.

AXIS V GAF scale 60-51:gejala sedang (moderate). fisik. AXIS III Tidak ada diagnosis D. E. serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetic. Skizofrenia merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas. C. KESIMPULAN Menurut PPDGJ-III. dan kurangnya pengetahuan ayah pasien dalam pengobatan pasien sehingga pasien tidak meminum obat dengan teratur dan gejala penyakit muncul kembali. dan social budaya. RENCANA TERAPI Perencanaan Terapi Farmakologis Haloperidol 5mg 2x 1 (pagi dan malam) Thp 2mg CPZ 100mg (0-1-1) Depakote 250 mg 3x1 Perencanaan Terapi Suportif Terapi Individual Terapi Keluarga VI. suaminya meninggalkan dirinya untuk menikah lagi. disabilitas sedang V. AXIS IV Masalah dengan “primary support group” (keluarga) dimana pada pernikahan pasien yang ke 3.Kesadaran yang jernih (clear consciousness) dan 10 . serta oleh afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul. Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran da persepsi.

waham. residual. Pada Skizofrenia tak terinci. hebefrenik. katatonik.kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara. dan depresi pasca skizofrenia. pasien mempunyai halusinasi. walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang. dan gejala-gejala psikoaktif yang menonjol (misalnya kebingungan) atau memenuhi kriteria skizofrenia tetapi tidak dapat digolongkan pada tipe paranoid. 11 .