You are on page 1of 3

SPESIFIKASI TEKNIS

1. PERSYARATAN UMUM
Sebagai Persyaratan/Peraturan umum dalam teknis pelaksanaan pekerjaan adalah :
1.1 Semua ketentuan/petunjuk yang termuat dalam Spesifikasi Teknis/ Dokumen Lelang,
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) dan gambar rencana.
1.2 Petunjuk lisan maupun tertulis dari direksi.
1.3 Peraturan Menteri Pek.Umum No 45/PRT/M/2007, Tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara
1.4 SNI 03-1742-1989 (AASHTO T 99 - 90) Metode Pengujian Kepadatan Ringan Untuk
Tanah.
1.5 Undang-undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi
1.6 Peraturan Perencanaan Bangunan Indonesia (PPBBI 1913) yang dikeluarkan oleh Dep.
Pekerjaan Umum.
1.7 Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Republik Indonesia Nomor
339/KPTS/M/2003 Tanggal 31 desember 2003 tentang Petunjuk Pengadaan Jasa
Konstruksi dari Instansi pemerintah
1.8 Standar Nasional Indonesia (SNI).
1.9 Undang – undang keselamatan kerja yang berlaku dalam wilayah RI.
1.10 Peraturan Pemerintah Daerah setempat.
1.11 Peraturan Pemerintah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan ini.

2. GAMBAR RENCANA
2.1 Gambar rencana terdiri atas gambar bestek berikut detailnya, gambar-gambar yang
diberikan bersifat prinsip.
2.2 Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan pihak Kontraktor wajib membuat
Gambar Kerja (shop drawing). Gambar Kerja ini merupakan bentuk terjemahan
(interprestasi) dari Gambar Rencana, dalam hal apapun tidak boleh ada perbedaan baik
dimensi maupun spesifikasi bahan antara Gambar Rencana dan Gambar Kerja.
2.3 Gambar Kerja yang dimaksud dalam ayat 2, harus mendapat persetujuan dari Direksi.
2.4 Bila terdapat perbedaan antara Spesifikasi Teknis dan gambar rencana atau jika ada
karaguan dan penyimpangan misalnya mengenai ukuran dan lain-lain, maka Kontraktor
harus segera memberitahukan secara tertulis kepada Direksi dan Pemberi Tugas untuk
diputuskan.
2.5 Jika terdapat perbedaan antara Gambar-gambar, maka yang dituruti adalah Gambar
yang berskala besar (Detail).

3. BAHAN – BAHAN
3.1 Material / bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini diisyaratkan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku/diisyratkan.
3.2 Bahan yang diafkir/ditolak oleh Direksi harus dikeluarkan dari lokasi selambat-
lambatnya 2 x 24 Jam sejak diputuskan.
3.3 Apabila bahan yang tidak diterima (afkir) oleh direksi tetap dipakai, maka Direksi berhak
memerintahkan Kontraktor untuk membongkar tanpa alasan kerugian maupun waktu
pelaksanaan.

CV. DIVA JAYA 1

6 Bila dalam galian pondasi terdapat Lumpur akibat hujan atau terdapat akar / kayu. 3.4 Bila terdapat perbedaan pendapat mengenai mutu bahan.4 Hasil galian yang tidak baik harus dipindahkan keluar lokasi pekerjaan dan ditimbun oleh Kontraktor sesuai dengan petunjuk Direksi / Pengawas Lapangan. 4. LINGKUP PEKERJAAN 4. Diharapkan agar tempat menumpuk hasil galian tidak mengganggu pelaksanaan konstruksi dan tidak boleh bercampur dengan bahan / material bangunan konstruksi. 4.2 Kontraktor harus melindungi benda-benda yang berharga dilapangan dan benda-benda lainnya untuk kepentingan umum. lokasi kegiatan akan diserahkan kepada Kontraktor sebagaimana keadaan pada waktu pekerjaan (aanwijzing). • Timbunan Biasa 5. DIVA JAYA 2 . Didalam atau diluar lapangan pekerjaan semua harus ditanggung sepenuhnya oleh Kontraktor. 5. maka Kontraktor berkewajiban memeriksakan bahan tersebut ke Laboratorium Balai Penelitian Bahan Bangunan dengan semua biaya menjadi tanggungan Kontraktor. Uraian Pekerjaan Satuan Pekejaan 1.6 Waktu yang tersedia tidak dapat dijadikan untuk alasan perpanjangan waktu pelaksanaan.1 Pekerjaan ini meliputi : • Galian Biasa. Pekerjaan Tanah a) Galian Biasa b) Timbunan Biasa .5 Untuk galian pondasi. CV.1 Pekerjaan yang harus dikerjakan dan di selesaikan Kontraktor adalah : Volume No. 3. permukaan dasar galian harus dipadatkan hingga 100% kepadatan maximum pada kadar air optimum sesuai dengan SNI 03-1742- 1989 (AASHTO T 99 – 90). 5. pondasi jalur. Penutup 4. 3. 5. 5.2 Kontraktor dianggap telah mengetahui lokasi Proyek/Kegiatan secara jelas khususnya kondisi lapangan. 5. 5. sebelum ada kepastian dari Laboratorium dan Kontraktor tidak boleh melanjutkan pekerjaan yang mempergunakan bahan tersebut. PEKERJAAN TIMBUNAN KANTOR POLRES 1 Kegiatan MAMBERAMO RAYA .5 Ukuran/Dimensi yang dimaksud dalam gambar untuk bahan adalah bersih (ukuran jadi). Kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum.3 Untuk pelaksanaan pembangunannya. PEKERJAAN TANAH 5. sloof.7 Penggalian harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan gangguan pada lingkungan tapak ataupun menyebabkan timbulnya genangan-genangan air untuk waktu lebih dari 24 jam. maka harus dibersihkan dahulu sebelum pondasi dibuat.3 Tanah hasil galian harus disingkirkan jauh dari lokasi kerja kecuali yang digunakan sebagai bahan urugan kembali.

DIVA JAYA 3 . Pompa siap pakai di lapangan harus senantiasa dipelihara sepanjang waktu untuk menjamin bahwa tak akan terjadi gangguan dalam pengeringan dengan pompa. perlengkapan dan pekerja yang diperlukan untuk pengeringan (pemompaan).8 Pekerjaan pengurugan terdiri dari pekerjaan mengurug tanah pada galian-galian. 5. baik untuk pondasi atau galian lainnya. 5. kemudian dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui oleh Direksi hingga elevasi dan kedudukan seperti pada gambar rencana. 5. pengalihan saluran air dan pembuatan drainase sementara. Burmeso. maka Penyedia Jasa harus menempatkan seorang pengawas keamanan di lokasi kerja yang tugasnya hanya memantau keamanan dan kemajuan. PENUTUP Hal – hal yang belum tercantum dalam Spesifikasi Teknis ini akan ditambahkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (aanwijzing). maka akan diperbaiki kemudian tanpa mengurangi aturan-aturan yang telah disebutkan dalam spesifikasi ini yang bersifat mengikat untuk dilaksanakan. MANGIMBULUDE Direktris CV.12 Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Penyedia Jasa harus menyediakan semua bahan.13 Satuan pengukuran pekerjaan tanah yang dibayarkan adalah M3 (meter-kubik) 6. 5.10 Penimbunan dilaksanakan lapis perlapis. Sepanjang waktu penggalian. 5. Tebal lapisan maximum 20 cm dan dipadatkan hingga 95 % kepadatan maximum pada kadar air optimum menurut standar SNI 03-1742-1989 (AASHTO T 99 – 90).9 Material tanah urugan didatangkan dengan disetujui oleh direksi/pengawas lapangan.11 Bilamana pekerja atau orang lain berada dalam lokasi galian dan harus bekerja di bawah permukaan tanah. 09 Agustus 2017 CV. peralatan galian cadangan (yang belum dipakai) serta perlengkapan P3K harus tersedia pada tempat kerja galian. DIVA JAYA NURJANAH J. peninggian lantai pada kedudukan dan kemiringan sesuai gambar rencana sesuai dengan petunjuk Direksi. dan jika masih ada peraturan-peraturan yang belum tercantum dalam Spesifikasi Teknis ini. 5.