You are on page 1of 4

SERI 1

MENGAPA HUTAN HARUS DILESTARIKAN?
Mengenali Aneka Manfaat Hutan

Hutan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena hutan memberikan sumber kehidupan
bagi kita semua. Hutan menghasilkan air dan udara bersih (oksigen) yang sangat diperlukan bagi
kehidupan manusia. Hutan juga memberikan beragam hasil hutan yang bermanfaat.

(text box)  Hutan menurut UU no. 41/ 1999 tentang Kehutanan adalah kesatuan ekosistem berupa
hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam
dan lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. (ada foto atau ilustrasi hutan)

Beragam Manfaat Hutan

1. Mengatur Iklim

Hutan mengatur serapan dan pelepasan karbon yang mempengaruhi perubahan iklim. Hutan
menyerap karbon dioksida (udara kotor) dan menghasilkan oksigen (udara bersih). Karbon dioksida
mempunyai peranan penting dalam menjaga suhu bumi.

Ilustrasi dalam kotak: hidung yang bernapas menghirup oksigendan hidung yang menghembuskan
karbon dioksida.

Ilustrasi: efek rumah kaca

Ketika matahari bersinar, pohon memasak makanannya dengan menyerap dan mengubah karbon
dioksida menjadi karbohidrat dan melepaskan oksigenke alam. Makanan (karbohidrat) lalu disimpan
dalam daun, ranting, cabang, batang, dan akar sehingga membuat pohon tumbuh makin besar dan
tinggi. Hutan yang lestari dapat menyerap lebih banyak karbon.

Ilustrasi: stok karbon di hutan

2. Penghasil udara bersih: udara di sekitar hujan terasa segar karena oksigen yang dihasilkan oleh
pohon-pohon yang ada di dalam hutan
3. Menyediakan sumber air bersih: hutan menyimpan air dan menjaganya di dalam tanah sebagai
persediaan air bagi manusia
4. Pencegah banjir
akar-akar pohon di hutan dapat menyimpan air di saat kemarau dan mencegah banjir pada musim
penghujan.

5. Menahan masuknya air laut ke daratan
Di daerah pesisir, hutan menahan masuknya air asin ke daratan. Ini sangat penting untuk
mendukung usaha pertanian di daerah pantai. Hutan rawa gambut yang terjaga mengandung 90%
air tawar yang mampu mendorong air asin.

tampi dan penangkin. bekantan dan berbagai jenis burung . setidaknya terdapat 1000 jenis tumbuhan berkhasiat obat misalnya seperti jahe-jahean (Zingerberacea) dan akar kelaik. (foto: tikar – tanaman pandan – perempuan pengrajin) 8. rotan. damar dan madu. (foto: orang nangkap ikan di sungai – ikan sungai hasil tangkapan) 9. (foto: orangutan ) 7. Bidayuh dan Iban percaya Jubata atau Puyang Gana (Roh Penguasa Alam) bersemayam di hutan. Pandan misalnya. Hutan menyediakan sumber protein. serta pengetahuan tradisional tentang tumbuhan obat. biji. Pada adat berladang. biasa dimanfaatkan oleh perempuan di sekitar hutan untuk membuat anyaman tikar. Menyediakan hasil hutan bukan kayu Hutan menyediakan hasil hutan selain kayu seperti buah. Masyarakat juga memanen ikan-ikan sungai untuk dijual guna menambah penghasilan. Hutan dan beragam isinya merupakan bagian penting dalam tradisi dan budaya masyarakat adat Dayak. Bagian yang tak terpisahkan dari budaya masyarakat Hutan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Masyarakat adat Dayak Kanayantn. Masyarakat sekitar hutan biasa berburu rusa dan burung punai untuk dikonsumsi. (foto atau ilustrasi contoh tanaman obat hutan) 10. Sebagian . Sumber makanan Hutan menyediakan makanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. pandan. hutan menyediakan peralatan ritual adat dan bahan ramuan obat. bakul. Di Indonesia. Dukun atau bidan kampung biasa memanen tanaman obat untuk melancarkan proses persalinan ataupun pengobatan anak. adat penyembuhan dan adat berpantang. Satwa-satwa ini berperan dalam penyebaran biji tumbuhan dan meremajakan hutan. Hasil hutan bukan kayu ini biasa dipungut untuk dimanfaatkan langsung oleh masyarakat setempat ataupun untuk diperjualbelikan. (foto: hutan bakau – hutan gambut) 6. Penghasil obat-obatan Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan.bermacam buah dan biji. Roh-roh ini tinggal dipepohonan besar dalam kawasan hutan yang lebat. Hutan juga diyakini merupakan tempat tinggal Roh-Roh para leluhur. Berbagai jenis ikan di sungai dan danau sekitar hutan juga membantu pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Tempat hidup satwa Hutan merupakan tempat hidup beragam satwa liar seperti orangutan.

sehingga membatasi perkembangbiakan beberapa penyebab penularan penyakit tertentu. masyarakat adat Melayu. Akibatnya perkembangbiakan serangga yang dapat merusak tanaman pertanian menjadi tidak terkendali. Hilangnya budaya lokal Tanpa hutan acara-acara adat yang terkait dengan hutan tidak bisa dilakukan. satwa liar yang hidup di hutan juga akan hilang. 11. Menyediakan bahan bakar (kayu bakar) 13. tidak ada pohon yang dapat menahan air tanah. Akibatnya. 6. masyarakat harus mengangkut air dari tempat yang jauh untuk kebutuhan sehari-hari. masih melakukan acara Sapat Taon setelah panen padi. Masyarakat adat juga membaca kondisi alam seperti suara burung dan angin. Tiap musim kemarau. Pendapatan dari panen madu lebah akan hilang. Di saat kemarau terjadi kekeringan. Mengendalikan penyakit Hutan mengatur aliran air dan mengurangi genangan air. Identitas suatu masyarakat adat pun pelan-pelan akan hilang. (foto: antrian air di pematang) 2. Hilangnya tempat tinggal satwa dan berbagai tumbuhan penting . 5. pada saat musim hujan sungai-sungai akan meluap dan menyebabkan banjir. 4. Banjir saat musim penghujan dan kekeringan saat musim kemarau. Menyediakan kayu untuk bahan baku bangunan Apa yang Terjadi Jika Hutan Hilang? 1. Biasanya petani bersama-sama membuat ancak berisi ketupat yang diletakkan di sungai dan di hutan. misalnya malaria. Masuknya air laut ke daratan (intrusi) Di daerah pantai. Hilangnya mata pencaharian masyarakat Ketiadaan hutan akan menyebabkan hilangnya mata pencaharian masyarakat. 12. Intrusi seringkali menyebabkan gagal panen (puso). untuk menentukan waktu bercocok tanam maupun mengetahui tanda terjangkitnya wabah penyakit. Sumur- sumur kering dan masyarakat kesulitan mencari air bersih. Perempuan tidak bisa lagi mendapatkan tambahan penghasilan dari menganyam pandan. 3. intrusi akan menyebabkan air tanah menjadi asin dan merusak tanaman pertanian. Menurunnya potensi ikan sungai dan danau akan merugikan nelayan. Tanpa hutan. termasuk jenis-jenis burung pemakan serangga. Terjadi ledakan jumlah hama tanaman pertanian (contoh: belalang) Ketika hutan hilang.

RARE . Slogan: Hidup lebih baik. Jagalah hutan mulai sekarang. warisan terbaik Logo (s) : Yayasan Titian. Hutan yang terjaga akan menjamin kehidupan keturunan kita menjadi lebih baik. Fauna and Flora International – Indonesia Programme. demi masa depan yang lebih baik. agar manfaatnya dapat terus menerus dirasakan.Hutan perlu dimanfaatkan secara bijaksana.