You are on page 1of 1

1.

3 Budidaya Tanaman Tebu
Budidaya tanaman tebu dimulai dari proses seleksi bibit, pembersihan areal, penyiapan
lahan, penanaman, penyulaman dan pemupukan. Tahapan-tahapan budidaya tebu yang
dilaksanakan sangat menentukan keberhasilan dan produktivitas tanaman tebu.
a. Seleksi bibit.
Bahan tanam yang digunakan sebagai bibit tanaman tebu berasal dari tanaman yang sehat
dan unggul. Varietas tanaman tebu yang unggul mempunyai potensi gula yang tinggi, memiliki
prdouktivitas yang stabil, tahan terhadap kekeringan serta tahan terhadap hama dan penyakit.
Menurut Indrawarto (2010) beberapa varietas tebu yang diebdakan berdasarkan tingkat
kematangannya adalah :
1. Varietas Genjah (masak awal), mencapai masak optimal + 8-10 bulan.
2. Varietas Sedang (masak tengahan), mencapai masak optimal pada umur + 10-12 bulan.
3. Varietas Dalam (masak lambat), mencapai masak optimal pada umur lebih dari 12 bulan
Bahan tanam tanaman tebu yang digunakan dalam perkebunan tebu merupakan bibit yang
berasal dari kebun bibit pokok. Menurut Indrawarto, (2010), standart kualitas bibit yang layak
dan baik digunakan sebagai bahan tanam pada perkebunan tebu harus mempunyai ciri-ciri :
1. Daya kecambah > 90%, segar, tidak berkerut dan tidak kering
2.Panjang ruas 15-20 cm dan tidak ada gejala hambatan pertumbuhan
3.Diameter batang + 2 cm dan tidak mengkerut/mongering
4.Mata tunas masih dorman, segar dan tidak rusak
5.Primordia akar belum tumbuh
6.Bebas dari penyakit pembuluh